Sabtu, 17 Agustus 2013

Di Bawah Bendera Merah


Penulis:  Mo Yan
Penerjemah: Fahmy Yamani
ISBN: 978-979-024-410-8
Halaman: 144
Penerbit: Serambi
Harga: Rp 39.000

Menyimak kehidupan orang terkenal membuat kita jadi mengetahui banyak hal seperti bagaimana masa kecilnya,  cara mereka mencapai kesuksesan, serta terpenting bagaimana menjalani kehidupan ini.

Buku Outobiografi  ini mengisahkan tentang Mo Yan, Mo adalah sosok orang ke-109 yang menerima Hadiah Nobel di Bidang Sastra. Terlahir dengan nama Guan Moye tapi menggunakan  nama pena Mo Yan, yang berarti  sebagai ‘’tidak berbicara,’’ guna mengingatkan dirinya akan bahaya jika mengungkapkan pemikirannya di depan umum. Saat Revolusi Kebudayaan berlangsung, jika tidak berhati-hati saat mengutarakan pikirannya bisa mengakibatkan ditangkap oleh pihak penguasan saat itu. Mo Yan baru berusia sebelas tahun saat Revolusi Kebudayaan yang digagas oleh Mao Zedong meletus.Lahir pada tahun 1955  sebagai anak petani Mo Yan  dibesarkan di Gaomi Provinsi Shandong di timur laut Cina.

Buku ini dimulai dengan kisah Mo Yan yang dikeluarkan dari sekolah. Berbagai cara dilakukan oleh pihak sekolah untuk mengusirnya. Dari sekedar usiran secara lisan hingga pemukulan, namun tak ada yang mampu menggoyahkan dirinya. Tiap hari ia berusaha berada di lingkungan sekolah, menatap teman-teman sekolah yang telah menjadi mantan teman sekolah.

Selanjutnya kita akan disuguhi kisah mengenai perjalanan hidupnya sejak dikeluarkan sekolah hingga menjadi pesohor karena karyanya.  Sejak dikeluarkan dari sekolah  awalnya  ia bekerja di bidang pertanian, kemudian di pabrik. Pada tahun 1976 ia bergabung dengan Tentara Pembebasan Rakyat dimana ia mulai belajar sastra dan menulis. Cerita pendek pertamanya diterbitkan dalam sebuah jurnal sastra tahun 1981 diteruskan dengan yang lain seperti Touming de hong Luobo (1986, diterbitkan dalam bahasa Prancis sebagai Le radis de cristal, 1993).

Ada dua hal yang sering disebut dalam buku ini. Teman sekelasnya yang bernama He Zhiwu yang belakangan menjadi orang paling kaya di daerahnya,  serta sebuah  truk  Gaz 51 yang sangat dikagumi para anak lelaki dan beberapa anak perempuan. Bahkan He Zhiwu pernah menyebutkan ingin menjadi Ayah Lu Wenli saat diminta membuat esai tentang impiannya. Ayah Lu Wenli adalah pengemudi Gaz 51 yang sangat dikagumi. Saat sudah kaya He Zhiwu mengirimkan sejumlah uang yang besar ke Ayah Lu Wenli sebagai pembayaran atas Gaz 51 yang dimilikinya.


Gaz 51  (Gorkovsky Avtomobilny Zavod 51) merupakan truk buatan Soviet yang diproduksi sebelum akhir Perang Dunia II dan diproduksi massal pada tahun 1946.Truk tersebut juga  digunakan sebagai ilustrasi di kover depan. Sosok anak lelaki yang duduk di atas kap dengan melambaikan bendera merah bisa diasumsikan sebagai sosok Mo Yan. Bendera merah saat itu identik dengan pendukung Revolusi Kebudayaan. Para Pengawal Merah, unit paramiliter yang mayoritas anggotanya adalah mahasiswa-mahasiswa yang mendukung Mao serta  ajaran-ajarannya menggunakan bendera merah di lengannya. Kisah dalam buku ini memang penuh dengan uraian mengenai kehidupan dalam situasi Revolusi Kebudayaan, kehidupan dimana bendera merah merupakan simbol  penguasa.

Sangat sedikit yang diungkapkan Mo Yan dalam buku ini. Entah karena takut mengungkat kisahnya atau karena merasa hanya itu yang perlu diketahui khalayak umum. Mo Yan  terkesan sangat mengagumi partai komunis  dalam buku ini. Hal ini terkait dengan dirinya yang tercatat sebagai anggota Partai Komunis China (PKC) dan menjabat wakil ketua asosiasi penulis resmi negara itu.

Saking sedikitnya info yang bisa saya peroleh, saya merasa buku ini lebih layak disebut memoar. Dalam  http://www.amazine.co/21668/perbedaan-antara-otobiografi-dengan-memoar/ disebutkan mengenai perbedaan keduanya. Perbedaan antara otobiografi dan memoar memang tipis. Otobiografi umumnya mencakup periode waktu yang lebih lama dan dengan demikian, kadang-kadang lebih sulit untuk dibaca.
Jika Anda sangat tertarik pada sejarah hidup seseorang, maka otobiografi akan cocok dijadikan rujukan.
Namun jika Anda lebih tertarik pada bagaimana seseorang berurusan dengan situasi tertentu, membaca memoar akan menjadi pilihan tepat.



Dalam wikipedia disebutkan mengenai novel karya Mo Yan yaitu:
Kumpulan cerita pendek:
  • Explosions and Other Stories
  • Shifu: You'll Do Anything for a Laugh (1999; English: 2002)
Penghargaan yang diterimanya yaitu:
Buku yang lumayan menghibur.





Foto dari:
commons.wikimedia.org 
 www.artsjournal.com




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar