Jumat, 20 Juli 2012

Si Perkasa Snow White

Judul Buku: Snow White & the Huntsman
Penulis: Lily Blake
Penerjemah: Dina Begum
Tebal: 243 halaman
Cetakan: 1, Juni 2012
Penerbit: Mizan Fantasi (Noura Books)




Gadis kecil
Ibu tiri yang kejam
Cermin ajaib
Kurcaci
Apel beracun
Pangeran tanpan
Kecupan lembut

Semuanya merupakan komponen yang bisa kita temukan dalam kisah Snow White, di tanah air dikenal dengan  kisah Putri Salju. Secara garis
besar kisahnya mengenai seorang putri yang cantik dan baik hati. Ibu tiri sang putri yang memiliki cermin ajaib takut akan kecantikan sang putri yang menurut cermin tersebut  melebihi kecantikannya. 

Maka diutusnya seorang pemburu untuk membawa ke hutan dan membunuhnya. Sang pemburu meninggalkannya di hutan alih-alih membunuhnya. Di hutan itu sang putri bertemu dengan 7 kurcaci. Lalu bla...bla.....bla....bla....

Sepertinya bagaimana kisah Snow White sudah cukup dikenal. Banyak versi yang beredar namun garis namun benang merahnya tetaplah ada, tentang rasa iri seorang ibu tiri terhadap kecantikan anak tirinya. Versi yang pernah saya baca mengisahkan tentang 3 kali percobaan pembunuhan yang dilakukan oleh sang ibu tiri. Dari sebuah  selendang atau syal intinya sesuatu yang dililitkan di leher terlalu kencang hingga membunuh sang putri, lalu sebuah sisir beracun, terakhir  apel yang juga beracun. Sang putri memang telah waspada, namun dengan cerdiknya si ibu tiri berhasil mengelabuinya untuk mau makan apel beracun tersebut.

Akhirnya kisah juga beragam. Versi asli menyebutkan bahwa sang Ratu dihukum dengan cara yang sangat mengenaskan. Saat pernikahan sang putri,  sepasang sepatu besi yang telah dibakar di atas bara api dipasungkan di kaki ibu tiri yang kejam.  Lalu  dia dipaksa untuk menari sampai rasa panas membakarnya sampai mati. Untunglah Grimm bersaudara mengubahnya menjadi sebuah kisah yang layak dinikmati oleh anak-anak. Intinya tetaplah sama kebaikan walau bagaimana akan menang melawan kejahatan, belakangan menjadi kebaikan melawan kegelapan.

Pihak Universal Picture juga tak mau kalah ikut meracik ulang kisah ini menjadi sesuatu yang berbeda namun tidak keluar dari pakem yang sudah sangat melegenda. Snow White and the Huntsman judulnya, merupakan sebuah film  yang disutradarai oleh Rupert Sanders. Film ini dibintangi oleh  Kristen Stewart ,  Chrish Hemsworth , Charlize Theron  dan dirilis pada tanggal 1 Juni 2012 di  Negara Paman Sam. Di tanah air sendiri sempat diadakan nonton bersama oleh Noura Books.

Untuk buku ini, kisahnya dibagi menjadi dua bagian besar. Bagian pertama mengisahkan tentang asal mula Snow White dikurung, usaha pelariannya serta tingkah polah sang ibu tiri, Ratu Ravenna. Bagian kedua mengisahkan bagaimana pertempuran antar pihak Snow White dan sang ibu tiri. Termasuk urusan menggigit apel beracun yang legendaris.


Perbedaan  pertama dari kisah ini adalah pada sosok sang putri. Dalam kisah aslinya sang putri digambarkan sebagai sosok seorang gadis yang manis, lembut, rendah hati. Sementara dalam kisah adaptasi ini, sang putri justru menjadi sosok yang tegar, keras kepala, perkasa, pemberani serta tak kenal takut.

Pada kisah yang umum kita baca, seorang pemburu ditampilkan sebagai tokoh  yang mengemban tugas untuk "menyingkirkan" sang putri. Setelah meninggalkan sang putri di hutan dan menyerahkan sebuah jantung binatang yang diakui sebagai jantung sang putri kepada ibu tirinya, selesailah bagiannya dalam kisah ini. Pada film ini sosok pemburu terus ada hingga akhir kisah. Bahkan pengambil porsi yang cukup besar.

Buku (mungkin juga filmya) memang mengisahkan mengenai sosok Snow White. Tapi gaya penuturan kisahnya menurut saya terlalu "meyeramkan"  bagi anak-anak. Banyak adegan atau kalimat kekerasan. Misalnya saja kalimat, "Ravena merogohkan jari-jari ke dalam salah satu burung dan mengambil jantungnya. Kemudian dia memakan organ kecil tersebut...." (hal 12).

Ada juga sosok adik sang ibu tiri yang kejam dalam film ini, sementaraa dalam banyak kisah sosok itu tidak ada.  Finn sosok sang adik memang harus ditampilkan dalam kisah ini. Tanpa peranan Finn maka tidak ada yang bertugas untuk memimpin pasukan dari sisi kegelapan.


Atau  "Ratuku, kau telah menentang hukum alam dan merampas buahnya yang paling elok. Tapi pada hari ini, ada seseorang yang lebih cantik daripada kau. Dialah penyebab pudarnya kekuatanmu," kata cermin sihir "(hlm. 29). Kalimat ini bisa menimbulkan indikasi bahwa seseorang bisa saja dipersalahkan untuk kesusahan orang lain.

Kalimat yang mengganggu saya justru terdapat pada halaman 28, "Dia lebih  cerdas daripada lelaki tercerdas di kerajaan" Memang saat itu masih ada perbedaan perlakuan bagi sosok lelaki dan perempuan tapi rasanya kesal saja jika harus diperjelas. Kesan yang saya tanggkap adalah  yang cerdas dan memiliki kesempatan untuk cerdas hanyalah laki-laki, pada saat itu tentunya.Hemmm

Kisah ini diakhiri ala layar lebar. Tidak jelas bagaimana nasib sang pemburu yang sudah setia mendampingi sang putri. Lalu nasib sang pangeran sahabat masa kecil. Yang jelas, mungkin, hanya nasib Snow White. Ia menjadi ratu menggantikan sang ayah. 

Tokoh Snowwhite sendiri untuk saya kurang pas dibawakan oleh Kristen Stewart. Entah karena dia terlalu melekat dengan sosok Bella, atau karena tingkah lakunya sungguh berbeda dengan Snow White yang biasa saya kenal. Tengok saja busana yang dikenakannya. jauh dari warna putih dan biru yang selama ini menjadi warna khas Snowwhite

Saya juga kurang suka dengan adegan akhir pertempuran antara sang putri dengan ibu tirinya. Walau sudah memahami ramalan yang diyakini sang ibu tiri, " Mantra yang menyokongku dibuat dengan darah yang paling murni, dan hanya darah paling murnilah yang dapat memusnakannya. Kau satu-satunya yang sanggup mematahkan matra tersebut dan menghabisi nyawaku, dan satu-satunya yang berjiwa cukup  murni sehingga bisa menyelamatkanku" tetap saja terlalu sederhana, tidak cukup spektakuler dibandingkan kehebohan yang ada. 

Secara keseluruhan buku ini, juga filmnya cukup sukses mengetengahkan kisah Snow White dari versi yang berbeda. Pesannya adalah film ini tidak cocok untuk anak-anak.Atau dampingilah anak-anak saat menonton film ini.

Belakangan beberapa kisah klasik diceritakan ulang dengan aneka modifikasi yang menawan. Siapa tahu setelah ini kita bisa membaca kisah Cinderella dimana ia justru harus berusaha keras menyembunyikan kereta kencana yang terbuat dari labu, atau menangkap pencuri sepatu kacanya *ngayal tingkat tinggi* 

---------------------->
Coretan iseng
1. Buku anak dengan judul sama hadiah dari penerbit sebelah menggoda saya untuk berdecak kagum. Sungguh luar biasa, mereka berani membuat sesuatu yang berbeda dari sisi ilustrasi. Tengok sosok sang putri, sungguh natural, manusiawi sekali. Jauh dari kesan sempurna yang belakangan ini ditampilkan oleh aneka kisah dogeng Snowwhite. Walau saat ilustrasi sang putri menikah dengan pangeran malah jadi aneh. Putrinya ABG bangetttt

2.Wah sudah tidak hafal nama kurcaci dalam kisah ini. Dalam http://id.wikipedia.org/wiki/Snow_White_and_the_Huntsman ada 8 nama kurcaci
  • Beith.
  • Muir
  • Quert
  • Coll
  • Duir
  • Gort
  • Nion
  • Gus
Ternyata yang satu adalah pelengkap. Kurang lebih sebagai sesepuh  

2 komentar: