Jumat, 17 Februari 2012

Sepenggal kisah Hugo Cabret yang menawan


Penerjemah ; Marcalais Fransisca
Penyunting: Dhewiberta
ISBN: 978-979-433-681-6
Halaman: 543
Penerbit : MIzan Fantasi/Bentang Pustaka

Tidak pernah ada bagian yang berlebih dalam sebuah mesin. Jumlah dan jenis setiap bagiannya tepat seperti yang mereka butuhkan. 

Jika kau kehilangan tujuanmu ... rasanya seperti mesin rusak.

HEBAT......................................!
Thx to Fredrik Nael  yang sudah membuntelkan ini sebagai hadiah ulang tahun.
Sebuah buku jarang saya baca sampai dua kali, kecuali kisah-kisah saat kecil ala Lima Sekawan, Trio detektif. Tapi sejak beberapa hari yang lalu. Rasa kagum saya pada  ide brilian  Brian Selznick belum juga surut. Sampai coretan ini saya buat, sudah 3 kali saya membaca ulang. Bukan karena kehabisan  PR tapi karena buku ini sungguh menawan.

Buku setebal  lebih dari lima ratus halaman ini nyaris 90 % berisi ilustrasi  karya Brian Selznick . Pepatah yang mengatakan sebuah gambar berbicara banyak sepertinya terbukti disini. Brian Selznick bukannya memakai kata-kata panjang lebar saat harus menceritakan suasana di stasiun kereta api, tapi ia justru menggunakan beberapa lembar ilustrasi. Membaca diajak melihat dan menangkap pesan yang disampaikan melalui gambar. Bukan kata-kata yang bercerita dalam buku ini. Melainkan gambar. Gambar-gambar yang bercerita mengenai banyak hal.

Sepertinya Brian Selznick sangat mengerti kelebihannya. Menyadari kemampuan terbesarnya ada di bidang ilustrasi maka ia tidak memaksakan diri untuk membuat sebuah buku yang berisi rangkaian kata-kata. Ia justru membuat sesuatu yang berbeda. Kisah yang diceritakan melalui ilustrasi.

Sayangnya, beberapa gambar menyita lebih dari satu sisi halaman. Gambar yang menghabiskan dua sisi sering sedikit terganggu walau tidak mengurangi kekaguman saya. Sebagai orang yang sangat tidak bisa menggambar, sepertinya sangat wajar jika saya selalu terpesona melihat karya seseorang. Bikin ngiri.

Kisah dalam buku ini adalah mengenai Hugo. Hugo adalah   seorang anak yatim-piatu berusia 12 tahun yang tinggal di balik stasiun kereta Paris sebagai penjaga jam. Sebenarnya itu tugas sang paman. Namun suatu malam sang paman pergi dan tak kembali. Hugo memastikan semua jam berfungsi dengan baik sehingga tak ada yang curiga. Ia melakukan itu agar bisa tetap tinggal di bilik pamannya.

Sebelum meninggal, ayah Hugo bekerja di museum. Suatu hari ia menceritakan mengenai Automaton,patung putar.  Biasanya mesin ini digunakan oleh para tukang sulap untuk membuat penonton kagum.  Seolah mereka menciptakan kehidupan buatan tapi rahasianya adalah di mesin jam. Automaton yang ditemukannya di gudang museum sepertinya sudah tidak berfungsi lagi.  Banyak bagian yang sudah berkarat dan hilang. 

Sejak itu bagaimana pun caranya Hugo bertekat membuat mesin itu bisa berfungsi kembali. Berbagai cara dilakukannya. Hingga akhirnya ia bertemu dengan Isabelle seorang anak yatim piatu yang tinggal bersama keluarga  George Méliès, pemilik toko mainan. Dimulailah petualangan mereka. Kisahnya ternyata berhubungan dengan masa lalu seseorang. Buku ini mengisahkan bagaimana kekuatan mimpi bisa membuat seseorang menjadi kuat.

Sosok  Georges Méliès yang disebutkan dalam buku ini memang benar-benar ada. Ia merupakan seorang  ilusionis Perancis dan pembuat film. Semasa kariernya banyak inovasi dilakukan, termasuk menjadi pelopor penggunaan efek khusus. Dua karyanya yang paling terkenal adalah A Trip to the Moon (1902) andThe Impossible Voyage (1904).
 
Automaton, yang dikenal sebagai "Pembuat Skema" dibuat  oleh Henri Maillardet, sebuah mekanika Swiss pada abad ke-18 . Mesin tersebut mampu membuat  empat gambar dan tiga puisi (dua di Prancis dan satu dalam bahasa Inggris). Automata,  menunjukkan upaya manusia untuk meniru kehidupan dengan cara mekanik. Contoh menarik dari penggabungan  seni dan ilmu pengetahuan. SIlahkan simak
http://www.fi.edu/learn/sci-tech/automaton/automaton.php?cts=instrumentation

Sekitar tahun 1928, The Franklin Institute di Philadelphia mendapat sumbangan  semacamAutomaton dari Jhon Penn Brock. Sayangnya kondisi mesin itu rusak sehingga butuh perbaikan. Saat  Brian Selznick  membuat kisah ini ia melakukan risetnya disana.

Bagi para pekerja di dunia buku yang berurusan dengan ilustrasi, buku ini sangat layak dibaca dan dimiliki sebagai referensi.  Tak heran dengan keunikannya buku ini telah mendapat banyak penghargaan antara lain:  New York Times Best Illustrated Book of 2011, Caldecott Medal 2008, dan An American Library Association Best Book for Young Adults.

Wahai Anggota Ordo Buntelan....
Berburulah buku ini!
Jika tidak bisa berburu buntelannya maka berburulah diskon
Buku yang layak diperjuangkan!

Wahai Peri Buku........
Ini saja yang dijadikan buntelan
KEYENNNN
Aku mau punya  dua dungggggg*kedip-kedip usaha*

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar