Jumat, 02 September 2011

Perpustakaan Ajaib Bibbi Bokken, Mengenal Sisi lain Perpustakaan

Hari Lebaran memang sudah memasuki hari kesekian, namun pada sebuah rumah  di kompleks itu masih saja terlihat orang yang lalu lalang bersilahturahmi. Walau untuk urusan konsumsi, kursi dan hiburan sudah menggunakan jasa EO milik  Opa Silvero plus katering lezat dari Oma Jenny, tetap saja sebagai penghuni  rumah mereka sibuk menerima tamu dan memastikan  apakah setiap tamu sudah dilayani dengan baik

Seorang wanita paruh baya yang biasa dipanggil grandnie diam-diam meninggalkan tenda besar tempat silaturahmi berlangsung. Tadi dia sudah hadir sekedar menyapa para tamu. Sekarang saatnya sedikit memanjakan diri dengan mengunjungi para sahabatnya, buku-buku di perpustakaan pribadinya, lagi pula para tamu yang kebetulan anak muda disekitar rumah pasti akan lebih senang jika tidak ada nenek-nenek diantara mereka.

Semua penghuni rumah sudah maklum,  untuk perpustakaan pribadi yang ada di sisi samping rumah induk sepenuhnya merupakan daerah kekuasaan grandnie. Termasuk untuk urusan beres-beres. Untuk kesempatan kali ini, ada sepasang ketupat berukuran besar yang ditempel di pintu masuk guna ikut menyemarakan dekorasi Lebaran di seluruh lingkungan rumah.

Baru saja sang grandnie duduk, sebuah ketukan di pntu terdengar. Wajah cucu kesayangannya terlihat terseyum dari balik kaca menunggu tanda diijinkan masuk. Sebuah anggukan sudah merupakan tanda ijin masuk. Sang cucu kesayangan masuk sambil membawa sebuah amplop coklat.

"Grand, ada kiriman dari Opung Boni. katanya Opung berangkat ke Bali sampai tanggal 12 nanti" katanya sambil menyerahkannya amplop itu ke grandnie yang segera membukanya. Sebuah senyum terlihat. Di tangan grandnie ada sebuah agenda  dengan kata-kata indah tertulis di depannya, "Cause I can't stop loving you. No I can't stop loving you. No I won't stop loving you. Why should I?" 

"Wahhh romantis bangat Opung" Spontan sang cucu berkata. Sang grandnie hanya  tertawa melihat wajah sang cucu yang mendadak merasa bersalah sudah terlanjur berkata-kata

"Romantis gimana? Memang kamu kira itu kata-kata buat grandnie? Ih nuduh" Gradnie berkata sambil tertawa. Satu lagi yang bertanya soal kedekatannya dengan Boni.

" Bukan grand, kirim-kiriman buku sebagai tempat curhat yang romantis, sekarang khan lagi mode lagi." Jawab sang cucu segera.

"Oh, ya? Tapi dari dulu grandnie sudah menggunakan cara ini untuk berkomunikasi dengan mereka yang spesial. Grandnie masih menyimpan buku   yang berisi coretan-coretan mantan grandnie." Sang grandnie berdiri menuju lemari kaca terkunci yang berisi berkas-berkas pribadi. Diambilnya beberapa agenda dan diserahkannya ke sang cucu kesayangan.

"Lihat boleh, baca dilarang." pesan sang grandnie

Sang cucu membolak-balikan halaman dengan penasaran, sekuat tenaga ia berusaha tidak membaca isinya. Tak urung satu-dua kata terbaca juga. Bergegas dikembalikannya agenda itu supaya godaan tidak kian besar.

"Kamu tahu, ada sebuah buku yang berkisah mengenai sepasang sepupu yang menggunakan sebuah buku untuk berkirim kabar. Ternyata kegiatan tersebut malah menarik banyak pihak dan menimbulkan petualangan yang seru." Kata sang grandnie sambil bergegas menyimpan agenda masa lalunya.

"Boleh pinjam bukunya grand?" Sambar sang cucu segera. Biasanya jika sang grandnie bercerita soal sebuah buku,  pasti buku ini merupakan buku yang spesial dan memiliki nilai lebih. Perlahan grandnie menuju ke rak buku dan mengambil sebuah buku berwarna gelap dan diserahkannya pada cucu kesayangan.

Judul : Perpustakaan Ajaib Bibbi Bokken
Penulis : Jostein Gaarder & Klaus Hagerup
Penerjemah : Ridwana Saleh
Penerbit : Mizan
Terbit : Mei 2006 (cetakan pertama)
Tebal :244 hal.
ISBN : 979-433-415-4

"Edisi yang grandnie punya adalah edisi gold, yaitu edisi yang khusus dicetak untuk menghormati sebuah buku. Makanya berhati-hatilah saat membaca buku ini. "Pesan sang grandnie.

"kisahnya bermula dari sepasang sepupu yang tinggal berjauhan kota. Nils Boyum yang tinggal di Oslo dan Berit Boyum yang tinggal di Fjaerland. Mereka menggunakan sebuah buku-surat  untuk saling berkomunikasi. jadi setiap satu selesai menulis, buku  itu akan dikirim ke yang lain untuk dituliskan jawaban, begitu terus.Dimulai dengan Nils yang menulis kepada Berit. Nils bercerita tentang  pertemuannya kembali dengan perempuan tua yang pernah mereka temui di Pondok Flatbre. Perempuan itu berada di toko buku tempat Nils membeli Buku-Surat. Saat  Berit membalas surat Nils.  ia bercerita bahwa ia pun bertemu dengan perempuan misterius itu di Fjaerland. Perempuan itu tinggal disana. Spontan ia membuntuti perempuan itu sampai ke rumahnya, disana Berit  menemukan surat yang terjatuh dari tas  Surat itu bercerita soal  buku yang baru akan terbit tahun depan, seputar perpustakaan ajaib. Maka dimulailah petualangan Nils dan Berit mengungkap misteri perempuan bernama Bibbi Bokken. Urusan surat-menyurat justru menjadi sebuah kegiatan yang membahayakan." Papar grandniepanjang lebar.

"Buku ini membuat kita melihat buku dan perpustakaan dari sudut pandang yang berbeda. Dalam buku ini juga disebutkan buku-buku lain seperti The Diary of Anne Frank, Winnie The Pooh, Klasifikasi Desimal Dewey, sejarah alfabet, Gutenberg, sandiwara Hendrik Ibsen, puisi-puisi Jan Erik Vold. Kisahnya tidak hanya  seputar urusan pengiriman buku  antara Oslo - Fjaerland.  yang menegangkan, namun juga ada tambahan pengetahan yang wajib diketahui para penggemar buku, yaitu bagaimana menyusun buku di perpustakaan dengan baik dan benar."lanjut grandnie lagi.

Sang cucu kesayangan mendengarkan paparan sang grandnie dengan penuh perhatian. Perlahan dipandanginya buku-buku yang tersusun rapi dalam rak dan lemari kaca. Sering kali ia merasa heran bagaimana sang grandnie tahu pasti dimana letak sebuah buku. Rasanya tak butuh lama bagi sang grandnie untuk menemukan sebuah buku. Sementara ia sendiri walau sudah sering berada di sana masih belum bsia menemuakns ebuah buku dengan cepat.

"Dengan sebegitu banyak buku grand, bagaimana orang bisa  mengetahui letak buku yang dicarinya?" Tanya sang cucu dengan pensaran. Melihat perpustakaan sang grandnie saja ia sudah merasa heran bagaimana melihat pengelolaan perpustaan terbesar di dunia. Perpustakaan Kongres Amerika Serikat mempunyai koleksi buku terbesar di dunia dengan mengoleksi lebih dari 130 juta publikasi. Koleksi tersebut termasuk lebih dari 29 juta buku dan bahan cetakan lainnya, 2,7 juta bahan rekaman, 12 juta foto, 4,8 juta peta, dan 58 juta naskah.

"Gampang saja, Untuk mengelompokan buku-buku di rak digunakan pedoman klasifikasi seperti;  Library of Congress Classification (LC),  Dewey Decimal lassification (UDC),  Universal Decimal Classification (UDC).   Special Subject Classification dan  National Library of Medicine Classification (NLM).  Grandnie menggunakan Klasifikasi Desimal Dewey (Dewey Decimal Classification (DDC). Sistem ini  disebut juga Sistem Desimal Dewey), sebuah sistem klasifikasi perpustakaan yang diciptakan oleh Melvil Dewey (1851–1931) pada tahun 1876, dan sejak saat itu telah banyak dimodifikasi dan dikembangkan dalam duapuluh dua kali revisi. Perpustakaan grandnie juga menggunakan sistem ini" Papar grandnie panjang lebar.

"Sistem ini membagi buku menjadi kelas besar, yaitu; 000 Komputer, informasi dan referensi umum,100 Filsafat dan psikologi,200 Agama,300 Ilmu sosial,400 Bahasa,500 Sains dan matematika,600 Teknologi,700 Kesenian dan rekreasi, 800 Sastra, 900 Sejarah dan geografi. Nanti setiap kelas dibag-bagi lagi misalnya 130 untuk  fenomena gaib dan tema-tema terkait, i begitu seterusnya.hal ini juga ada dalam buku yang kamu pegang."Lanjut  sang grandnie

"Dengan membaca buku ini, apa aku jadi bisa memahami bagaimana cara penyusunan buku di perpustakaan grandnie?"Tanya sang cucu segera. Sang cucu wajib bertanya, sebagai pewaris tunggal perpustakaan tersebut, aneh arsanya jika ia tidak memahami bagaimana cara penyusunan buku-buku yang ada di dalamnya.

"Coba saja" Tantang sang grandnie.

"Secara keseluruhan buku ini sungguh menarik. Kekurangannya mungkin tidak ada semacam  indeks atau glosarium  di halaman belakang. Misalnya pada sebuah bagian membicarakan soal kartu kartotek. Tidak semua orang mengerti apa itu. Nah itu tugasmu untuk mencari maknanya" Ucap grandnie

"Seperti biasa grand, kalimat favorit grandnie ada di halaman berapa?" Tanya sang cucu sambil tertawa lepas mengingat kebiasaan sang grandnie membagikan kalimat favorit dari sebuah buku.

"Kalimat favorit grandnie adalah,  Meski hanya ada dua puluh enam huruf, Anda bisa memenuhi perpustakaan Plus paragraf di halaman 228, silahkan cek sendiri." Jawa  sang grandnie sambil mengajak sang cucu keluar. Mereka sudah cukup lama berada di perpustakaan, sekarang waktunya bagi sang gradnie untuk membaca dan merangkai 26 huruf dalam buku surat  yang dikirim Opung Boni.

Beriringan mereka berjalan menuju ruman induk. Suasana tenda tempat silaturahmi berlangsung masih ramai. Beberapa anak muda yang melihat sang grandnie memberikan anggukan hormat. Saat kecil, mereka termasuk anak-anak yang sering  mendapat kesempatan mendengarkan sang grandnie membaakan sebuah dogeng dari buku-buku yang ada di perpustakaan. Sang grandnie juga membiarkan mereka ikut menikmati buku-buku di bagian buku non antik. Masa lalu yang menyenangkan...

----------------------------------------------------------->
Tahukan Anda.....
1. Urutan Perpustakaan Universitas terbaik (berdasarkan jumlah koleksi adalah sebagai berikut:
1. Harvard University (16 million volumes)
2. Yale University (11 million volumes)
3. University of Illinois-Urbana Champaign (10 million volumes)
4. University of California-Berkeley (9 million volumes)
5. Ada beberapa perpustakaan yaitu:
   - Columbia University (8 million volumes)
   - Stanford University (8 million volumes)
   - University of California-Los Angeles (8 million volumes)
   - University of Michigan-Ann Arbor (8 million volumes)
   - University of Texas-Austin(8 million volumes)
6.  Terdiri dari :
     - Cornell University 7 million volumes)
     - University of Chicago (7 million volumes)
     - Indiana University-Bloomington (6.5 million volumes)
     - University of Wisconsin-Madison (6.5 million volumes)
8. Terdiri dari :
    - Princeton University (6 million volumes)
    - University of Minnesota-Twin Cities (6 million volumes)
    - University of Washington (6 million volumes)
9. Terdiri dari :
    - Ohio State University-Columbus (5.5 million volumes)
    - University of North Carolina-Chapel Hill (5.5 million volumes)
10. Terdiri dari :
     - Duke University (5 million volumes)
     - University of Arizona (5 million volumes)
     - University of Pennsylvania (5 million volumes)
     - Univiersity of Virginia (5 million volumes)

2. Perpustakaan Alexandria, Mesiri adalah yg paling besar dan paling megah, mengandung 700.000 manuskrip – seluruh corpus pengetahuan yg dikumpulkan saintis2 kuno, filsuf, sejarawan dan penyair, termasuk karya2 unik Plato, Aristotel, Sokrates, Thucydides, Sophocles, Euripides, Hippocrates & Euclid.
                                                
Gambar : Perpustakaan Kongres di Washington DC

PENGHANCURKAN SELURUH KOLEKSI perpustakaan kuno  tersebut oleh pihak lawan, sampai harus menggunakan bahan bakar yg bisa menghangatkan 4000 tempat pemandian umum kota itu. Memakai 1000 kolam dan 6 bulan diperlukan utk membakar semua manuskrip.

3.  Pada tanggal 29 Januari 1258, kota Baghdad mulai dikepung pasukan Mongol di bawah pimpinan jendral China, Guo Khan.  Perpustakaan di kota Baghdad yang memiliki koleksi 400 – 500 ribu jilid buku dihancurkan. Buku-bukunya mereka tenggelamkan di Sungai Tigris untuk membuat jembatan penyeberangan. Dalam sejarah digambarkan betapa air sungai Tigris kala itu berwarna kehitam-hitaman karena terlalu banyaknya tinta yang larut. Akhir dari sebuah peradaban modern Islam di Baghdad

4. Incunabula adalah istilah yang digunakan oleh kolektor buku Inggris untuk menjelaskan buku-buku yang dicetak pertama kali pada abad ke 15. Incunabula pertama yang tercatat adalah Gutenberg Bible of 1455.

5. Untuk yang tertarik menggunakan sistem DDC, silahkan kunjungi :
http://duniaperpustakaan.com/2010/08/21/download-gratis-e-ddc-electronic-dewey-decimal-classification/

6. Faktanya, sampai sekarang memang masih ada buku-surat antara aku and mantan. Maaf saja bukan untuk konsumsi publik he he he he

gambar:
http://hibatulwafi.blogspot.com/2011/07/perpustakaan-itu-makanan-apa-ya.html

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar