Minggu, 07 Agustus 2011

Waspadalah Terhadaplah Buku Tanpa Nama!

                                                                           MEMO

Tanggal : 08 Masa Agustus 2011kali putaran bumi
Yth      :  Para Ketua Koloni Penggemar Buku
Dari      :  Kepala Pengamanan Dunia Buku Sejagat
Perihal  : Buku Tanpa Nama



Menimbang situasi dan kondisi yang terjadi belakangan ini di dunia buku, maka dirasa perlunya pemberitahuan  secara resmi seputar peritiwa yang terjadi. Pemberitahuan ini dimaksudkan agar tidak terjadi kesimpangsiuran informasi serta agar para penggemar buku bisa melakukan pengamanan-pengaman yang dirasa perlu.

Berhati-hatilah saat kalian, para penggemar buku menemukan sebuah buku yang dibuat oleh seseorang yang tak dikenal serta tak memiliki judul layaknya buku-buku lainnya. Rentetan peristiwa yang menakutkan akan mengikuti kemanapun kalian bersembunyi hingga meregang nyawa!

Buku tersebut  tanpa nama. Sampul dan halamannya terbuat dari kayu salip  dimana Kristus disalibkan. Sudah banyak korban yang berjatuhan hanya karena pernah memegang, melihat,  bahkan karena mendengar keberadaannya saja. Kover depan dengan warna kelam serta gambar-gambar yang ada memang membuat orang merasa tergoda untuk sekedar meniliknya.


Buku tersebut ditulis  oleh : Anonymous, penerjemah : M. Baihaqqi ST,ISBN : 978-602-98377-4-2, cetakan : I, Juni 2011, halaman : 500, penerbit : Kantera, harga : Rp. 77.700. Harga buku tersebut merupakan harga saat pertama kali terbit, harus diakui dengan segala isi dan kehebohan yang ada harga tersebut menjadi sangat terjangkau.

Jangan tertipu dengan isinya yang berkesan ringan dan penuh cuplikan judul serta tokoh dalam film. Pembaca diharusnya mengikuti dengan sabar aneka kisah yang ada. Awalnya memang sedikit membingungkan, tapi pada akhirnya, penulis dengan manisnya merinci hubungan setiap individu dan setiap peristiwa. Ada beberapa bagian yang berkesan mengganjal, sang penulis dengan rapinya menyembunyikan banyak fakta yang  baru terungkap belakangan. Butuh kejelian khusus untuk menemukan sesuatu yang disembunyikan,

Salah satu  peristiwa belum lama berselang terjadi di Santa Mondega, sebuah  kota yang dipenuhi oleh para makhluk kegelapan, mayat hidup dan sejenisnya. Kalian tidak akan menemukan kota ini di peta! Setiap 5 tahun sekali akan terjadi gerhana matahari total. Saat gerhana terjadi, para penduduk kota akan merayakan Festival Bulan. Bagi kaum kegelapan ini merupakan kesempatan emas untuk  menguasai dunia manusia.

Beberapa rekan  sudah mengalami nasib yang mengenaskan hanya  karena mereka menjadi anggota perpustakaan di sana dan meminjam buku tersebut.  Buku tersebut terakhir kali dipinjam oleh Annabel  de Frugyn. Bagi mereka yang sempat mendiskusikan isi buku tersebut  dengan Annabel sebelum peristiwa naas menimpanya, harap segera melapor ke kantor pusat untuk mendapat buntelan  dari Peri Buku.

Selain buku tersebut, disinyalir sebuah benda yang dikenal dengan nama Mata Rembulan juga menjadi incaran banyak pihak hingga mengakibatkan kekacauan. Beberapa kali Mata Rembulan berpindah tangan dan membuat pemegangnya tewas mengenaskan.  Menurut legenda, batu tersebut dapat membuat siapapun yang memakainya menjadi immortal. Selain itu, batu tersebut dianggap mampu menghentikan bulan dari orbitnya mengelilingi bumi, itu artinya sang pemiliknya mampu membuat gerhana matahari permanen. Bukan hal yang bagus untuk kondisi saat ini.

Aksi seseorang, (atau sesuatu?) yang dikenal dengan nama Bocah Bourbon membuat gempar seluruh kota. Ia membunuh semua orang. Yang diperlukan hanyalah satu tegukan minuman.  Begitu ia menyesap seteguk maka ia menjadi gila dan membantai semua orang.   Waspada juga terhadap keberadaan 2 orang yang berpakaian seperti raib, perempuan bernama Jessica yang baru sadar dari koma selama 5 tahun.

Sekedar gambaran mengenai bagaimananya kacaunya  situasi  bisa dilihat di http://www.youtube.com/watch?v=5g9AOMDQ8jc

Pihak  Pengamanan Dunia Buku Sejagat telah mengutus 2 orang agennya untuk menyelidiki masalah ini hingga tuntas. Mereka adalah yang terbaik di bidangnya,  Archibal Somers dan Miles Jensen. Pekerjaan mereka tidaklah mudah mengingat selain buku dan batu bulan mereka juga harus berurusan dengan pihak-pihak yang memiliki kepentingan pribadi.

Sekedar tambahan informasi,  salah satu gambar yang ada di kover adalah gambar  Pentagram, yaitu  sebuah lambang berbentuk bintang berujung lancip lima yang digambar dengan lima garis lurus. Kata pentagram sendiri berasal dari bahasa Yunani πεντάγραμμον (pentagrammon), bentuk kata kerja dari πεντάγραμμος (pentagrammos) atau πεντέγραμμος (pentegrammos), sebuah kata yang mempunyai makna "bergaris lima" atau "lima garis". Nama tersebut menunjukkan bahwa pentagram bukanlah hanya sebuah bintang berujung lancip lima: lambang ini mesti terdiri dari lima garis, sehingga pentagram harus menunjukkan bagian dalamnya tersebut.

Pentagram digunakan secara simbolis pada masa Yunani kuno dan Babilonia. Pentagram dihubungkan dengan dunia sihir, dan banyak orang yang mempunyai kepercayaan paganisme mengenakan kalung berbentuk pentagram. Pentagram muncul dalam bendera-bendera serta lambang) negara, antara lain; Amerika Serikat, Kamerun, Republik Demokratik Kongo, Kuba. Liberia. Maroko,Pakistan, Panama, Papua Nugin, Sahara Barat, Singapura, Suriname, Republik Rakyat Cina,Tunisia, Turki, Uni Soviet, Vietnam, Selandia Baru.

Selain buku The Book WIth No Name, diharapkan agar waspada akan keberadaan buku-buku  yang diduga juga akan menimbulkan efek yang sama. Buku-buku tersebut berasal dari pengarang yang sama, yaitu:
1. The Eye of The Moon
2. The Davil's  Graveyard

Diharapkan informasi ini dipergunakan dengan sebijaksana mungkin. Tidak perlu takut menjadi anggota perpustakaan dan meminjam buku, tidak perlu ragu-ragu untuk tetap berbelanja buku di toko buku ataupun via online.

Salam buku!
 
===================================================
WASPADALAH!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
Hasil penelitian kedua agen menunjukkan Anda sudah mulai tergoda untuk mencari buku ini.
Sebelum memutuskan tindakan lebih lanjut, simak dulu pesan berikut:

Pembaca Yang Terhormat,
Hanya kemurnian hati yang mampu memahami halaman demi halaman buku ini.
Setiap halaman yang kaubuka, setiap bab yang kaubaca, akan membawamu semakin dekat pada akhir.
Tidak setiap orang akan berhasil. Banyaknya plot cerita dan gaya bahasa, akan memusingkan dan membingungkan.
Dan sementara kau sibuk mencari kebenaran, ternyata ia ada tepat di depanmu.
Kegelapan akan tiba, bersama kejahatan yang luar biasa.
Dan mereka yang telah membaca buku itu tidak akan pernah melihat cahaya lagi.

Jika kalian tetap memutuskan ingin mencari buku ini, disarankan untuk menilik www.thebookwithnoname.com serta www.penebitkantera.com. Mengindahkan memo ini, maka  segala sesuatunya bukan menjadi urusan bagian Pengamanan Dunia Buku Sejagat

6 komentar:

  1. Hahaha.. Aku juga baru aja selesai baca buku ini mba.. Bener, waspadalah waspadalah !! ;)

    BalasHapus
  2. kenapa larangan selau akhirnya jd kek ajakan ya??? sumpah menggoda banget pngn dibeli ^O^

    BalasHapus
  3. hmm ,
    gue aja blum slsai baca ><

    BalasHapus
  4. akkkkhhh... gue baru mau bacaaa..gimana donkk???

    BalasHapus
  5. kalo buku ini harus di waspadai, knpa masih dijual...?

    BalasHapus
  6. Saya baru saja tahu kalau ada novel kayak begini, ngeri juga ya. Lihat sampulnya saja udah nggak suka. karena saya tahu lambang itu lambang apa. Bener ini blog bilang, "WASPADALAH!!!" Saya setuju banget...! Karena menurut saya, memang ada sesuatu di buku itu dari penulis untuk pembacanya...

    BalasHapus