Kamis, 16 Mei 2019

2019 #12: Eat That Frog!

































Judul: Eat That Frog!
Penulis: Brian Tracy
Penerjemah: Dewi Wulansari
ISBN: 9789791997454
Halaman: 168
Penerbit:  Alvabet
Harga: 45.000
Rating:355/5


Hukum kesuksesan yang pertama adalah konsentrasi,yaitu mengerahkan seluruh tenaga ke satu titik,dan mengarahkan perhatian langsung ke titik tersebut tanpa menoleh ke kiri atau ke kanan”

WILLIAM MATHEWS

Eat That Frog! Cara Dasyat Mencapai Hasil Lebih Banyak dengan bekerja Lebih Sedikit (2018) merupakan  sebuah buku yang  akan membantu Anda untuk dapat merencanakan serta mengatur waktu, menetapkan skala prioritas, mengatasi keinginan untuk menunda pekerjaan,  serta mampu melakukan  berbagai pekerjaan dalam waktu yang singkat.

Sering kali orang merasa tidak mampu menerapkan manajemen waktu dengan baik dan benar. Mereka menyebut ketidakmampuan tersebut sebagai sumber kegagalan menyelesaikan banyak hal, sehingga berujung pada kegagalan meraih kesuksesan. Padahal bukan itu intinya. Orang sukes justru jarang mengerjakan semuanya.


Waktu  dan tenaga terbatas, untuk itu Anda harus  fokus serta mampu menyusun prioritas guna mencapai hasil maksimal. Buatlah semacam rencana kerja harian untuk memudahkan. Rampungkan tugas penting dengan cepat terlebih dahulu.

Jika diperumpamakan dengan memakan katak, maka makanlah katak yang paling jelek dahulu. Maknanya adalah agar Anda menyelesaikan tugas yang tersulit dan terpenting dahulu baru menyelesaikan tugas lainnya.

Selanjutnya, jika memang Anda harus memakan katak hidup, segera lakukan, tak ada gunanya hanya memandangnya saja. Jika memang ada pekerjaan yang harus dilakukan, maka segera tuntaskan tugas utama  tersebut terlebih.

Telaah diri, temukan pada bagian mana Anda sering menunda pekerjaan. Ciptakan perasaan bahwa setiap tugas harus dikerjakan segera.  Jadikan kemampuan menyelesaikan tugas dengan cepat dan tepat sebagai kebiasaan. Jika tugas biasa saja bisa Anda selesaikan dengan sempurna, tentunya tugas penting ada selesai dengan hasil yang spektakuler.

Gunakan Prinsip Pareto, 80/20.  Berupayalah untuk mengatur ritme pekerjaan sehingga melalui 20% kegiatan sudah bisa mempresentasikan 80% hasil pekerjaan. Berhati-hati dengan jumlah tugas versus pentingnya tugas.  Tahan diri untuk melakukan pekerjaan sepele terlebih dahulu. Fokus.

Untuk bisa melakukan tugas secara optimal, lakukan metode ABCD. Metode yang mengatur skala prioritas pekerjaan yang harus Anda kerjakan.. Tentukan tiga  skala utama dan jadikan sebagai proyek untuk menantang kemampuan Anda. Dengan demikian 3  tugas yang Anda selesaikan adalah tugas yang memiliki prioritas paling atas.

Metode Salami akan membuat Anda menyelesaikan  tugas besar dengan mudah. Metode ini membuat Anda  membagi tugas utama dalam beberapa tugas  kecil, kemudian memulainya dengan mengerjakan satu bagian terlebih dahulu baru bagian yang lain. 

Keahlian bisa menjadi keterampilan jika dilakukan terus menerus. Jika Anda sudah menentukan satu metode yang tepat, teruslah ,melatih dan mempergunakannya hingga menjadi suatu keahlian yang membantu Anda mencapai sukses.

Keberhasilan menyelesaikan sebuah tugas, akan memicu endorphin dalam diri Anda. Efeknya Anda akan merasa positif, menarik, kreatif dan percaya diri sehingga menimbulkan semangat untuk bekerja  dan menyelesaikan sebuah tugas lagi.

Apa yang Anda kerjakan pastilah memiliki hambatan.  Temukan faktor penghambat Anda dalam melakukan pekerjaan. Baik faktor internal maupun eksternal.  Kerahkan energi Anda untuk mampu mengatasi  faktor penghambat tersebut. Jika gagal, segera cari solusi yang lain.

Salah satu bantuan yang bisa digunakan adalah dengan memanfaatkan kemajuan teknologi. Jadikan teknologi sebagai alat bantu untuk mencapai kesuksesan. Coba carilah teknologi yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan pekerjaan Anda. Kadang yang terlihat kekinian belum tentu sesuai dengan kebutuhan Anda.

Teknologi diciptakan untuk membantu Anda bekerja dengan meningkatkan kecepatan kerja dan efisiensi, ketepatan menampaikan berbagai informasi. Anda dimudahkan dalam menyelesaikan tugas-tugas utama, berkomunikasi mengenai pekerjaan dengan orang secara tepat dan cepat.


Pemilihan judul buku ini sungguh tepat. Pembaca langsung teratik ketika pertama kali melihatnya. Kata yang harus dipahami secara harafiah, membuat orang tertegun sesaat sebelum memahami kalimat selanjutnya.

Ilustrasi gambar jam, langsung mengarahkan pembaca pada manajemen waktu.  Ditambah dengan kata Best Seller Internasional,  buku ini menjanjikan sesuatu yang berbeda bagi pembacanya. 

Cara menguraikan sesuai yang teratur, sebenarnya membuat buku ini menjadi sangat mudah dipahami. Apa lagi pada tiap akhir uraian terdapat  kesimpulan serta langkah apa yang harus diambil bab tersebut.

Sayangnya ada beberapa hal yang sepertinya tumpang-tindih.  Sehingga membuat 21 langkah efektif yang disarankan penulis menjadi agak rancu.

Sangat direkomendasikan untuk para pelaku usaha, manager, motivator, kaum  muda, serta mereka yang ingin sukses dalam kehidupannya. 

Brian Tracy adalah pembicara publik motivasi-Kanada-Amerika dan penulis pengembangan diri. Ia juga Chairman and Chief executive officer (CEO) of Brian Tracy International serta penulis lebih dari tujuh puluh buku yang telah diterjemahkan ke berbagai bahasa.

Bukunya antara lain Earn What You're Really Worth, The Psychology of Achievement,  No Excuses!: The Power of Self-Discipline, Time Management (The Brian Tracy Success Library),  dan Sales Success: The Brian Tracy Success Library. Buku karya Brian Tracy ini sudah mencapai cetakan ketiga di tanah air.

Rabu, 15 Mei 2019

2019 #11: Aneka Profesi Asyik Zaman Now

Judul asli: 18 Profesi Asyik Zaman Know: Dari Hobi Menjadi Pundi-pundi
Penulis: Keen Achroni
Editor: Eista Swaesti
ISBN: 9786025687303
Halaman: 170
Cetakan: Pertama-2019
Penerbit: Trans Idea Publishing
Harga: Rp 40.000
Rating: 3/5

“ Tak ada yang tidak mungkin di dunia ini
Keen Achroni

18 Profesi Asyik Zaman Now :Dari Hobi Menjadi Pundi-pundi (2019) merupakan sebuah buku yang akan membuka wawasan Anda mengenai  bermunculannya berbagai profesi baru yang semula merupakan hobi. Misalnya, barista, komika, ilustrator dan lainnya.

Profesi-profesi tersebut muncul seiring dengan kemajuan teknologi  serta perkembangan zaman. Tentunya akan sangat menyenangkan jika Anda bisa melakukan hobi, sesuai yang Anda sukai, sekaligus mendapat penghasilan dari hobi tersebut.

Saat kecil, jika ada yang bertanya apakah cita-citamu? Kemungkinan jawabannya adalah menjadi dokter, guru, tentara dan sejenisnya. Kita cenderung menyebut  cita-cita dilandasai rasa kagum pada sosok tersebut.

Sekarang zaman sudah berubah. Profesi tersebut memang masih diminati, namun belakangan muncul profesi baru. Buku ini memberikan tambahan wawasan bahwa hobi bisa menjadi pilihan profesi  jika ditekuni.  Selain itu, diberikan juga informasi mengenai hal apa saja yang harus dimiliki  seseorang untuk bisa mengembangkan hobi menjadi profesi.

Dalam buku ini, pembaca akan menemukan uraian mengenai banyak hal, antara lain:
1. Tentunya akan sangat menyenangkan jika apa yang kita sukai bisa menghasilkan uang, jika hobi bisa menjadi mata pencarian;
2. Sekedar suka dan bisa tidak cukup, seseorang harus memiliki hal lain untuk bisa berkembang;
3.  Kreativitas, bekerja keras dan terus menggali potensi yang ada merupakan syarat untuk bisa maju dan bertahan dalam usaha;
4. Apa yang dibutuhkan untuk mengubah hobi menjadi profesi;

5. Keuntungan apa yang diperoleh dari profesi yang semula adalah hobi.


Menulis itu mudah! Demikian judul sebuah buku yang pernah terbit. Apakah betul mudah? Ternyata tidak juga. Untuk menjadi penulis, kamu harus pandai merangkai kata-kata,  memiliki pengetahuan yang luas,  disiplin, serta mampu merangkai berbagai fakta yang ada menjadi suatu tulisan yang enak dibaca.

Selain bisa berbagai pengetahuan, kamu juga bisa mendapat keuntungan yang lumayan. Bukumu masuk rak best seller hingga cetak ulang, bayangkan jumlah uang yang mengalir. Atau ada yang tertarik membeli hak cipta bukumu untuk diubah menjadi film.  Jika sudah begitu, pastinya kamu bakalan menjadi sosok yang terkenal.

Sering baca buku?  Pastinya pernah melihat ada aneka gambar yang bertujuan mempercantik dan mempermudah pemahaman isi sebuah buku. Mereka yang mengerjakannya  disebut illustrator. Jika kamu suka menggambar, maka profesi ini sangat cocok untukmu.

Tentunya tidak cukup bisa menggambar saja, kamu harus mampu menangkap makna dari buku yang akan diberikan ilustrasi. Maka seorang illustrator dituntut memiliki wawasan yang luas serta memiliki keterampilan mempergunakan berbagai perlengkapan menggambar. Kamu bisa bergabung pada sebuah penerbitan, perusahaan desain atau membuka usaha sendiri. Jam kerja silakan atur sendiri.

Kembali pada urusan membaca, tahukah kalian, sebelum sebuah naskah buku dicetak terlebih dahulu harus diperiksa oleh seorang editor. Tugas editor adalah memastikan naskah tersebut layak diterbitkan  dan memberikan manfaat bagi pembacanya. Kemudian memperbaiki kesalahan yang ada, baik dari sisi logika, pemilihan kata, maupun tata bahasa.
 
Untuk menjadi editor, tentunya dibutuhkan kemampuan berbahasa yang baik, paham kaidah bahasa. Ia juga harus memiliki wawasan yang luas, sabar, dan tentunya teliti.  Selain itu, ia juga harus mampu bekerja sama dengan orang lain, penulis yang bukunya ia edit sebagai contoh.

Buku merupakan kerja tim.  Tengoklah halaman informasi buku, ada banyak nama yang terlibat dalam penerbitan sebuah buku. Mereka juga harus membantu mempromosikan buku yang ditanganinya. Jika kamu tidak keberatan dengan kerja tim namun lebih menyukai bekerja sendiri, profesi sebagai penulis, editor dan illustrator bisa dipertimbangkan.

Selama ini kamu dikenal sebagai sosok yang humoris, mampu menghangatkan suasana. Di mana pun kamu muncul, suasana menjadi meriah. Profesi sebagai Komika-pelawak tunggal sepertinya menjanjikan. Selain menyalurkan hobi melucu, beramal dengan membuat orang bahagia, uang juga bisa diperoleh. Asyik bukan?

Suka berolah raga? Main basket, tenis, atau lari? Tahukah kamu bahwa belakangan profesi sebagai atlet profesional menjanjikan banyak hal. Selain kebugaran tubuh, uang, ketenaran juga menghampiri. Tak sedikit atlet yang merangkap sebagai presenter siaran olah raga, endorsmen, bahkan berbisnis perlengkapan olah raga.

Punya banyak teman dan jaringan? Pekerja keras? Tidak bisa dikengkang dan ingin bisa mengatur waktu kerja sendiri? Pertimbangkanlah untuk menjadi seorang entrepreneur. Tentunya kamu juga masih harus melengkapi diri dengan berbagai pengetahuan dan suka bekerja keras. Selain itu, kamu juga harus selalu hati-hati dalam bertindak, jangan mudah tergiur dengan keuntungan besar yang tidak jelas.

   Dari hobi beralih menjadi profesi, bisa jadi menimbulkan profesi baru. Misalnya dari seorang chef, merangkap menjadi seorang bintang iklan, konsultan restoran, presenter acara memasak, endorsmen, bahkan manager sebuah rumah makan. Menggiurkan bukan?

   Kenali dirimu, jika sudah mantap memutuskan untuk menjadikan hobi sebagai profesi maka kembangkan kemampuan yang ada, jika perlu ikuti kursus/sekolah atau magang pada pakarnya. 
   
   Tak ada yang tak mungkin dalam kehidupan ini, yang adalah kamu terlalu takut untuk mewujudkan mimpi menghasilkan uang dari hobi.

Kekurangan buku ini pada uraian yang sering kali kurang informatif. Misalnya penulis menguraikan mengenai suatu profesi secara panjang lebar, tapi tidak menyebutkan secara tegas apa modal dasar jika ingin mengubah hobi menjadi profesi.

Misalnya jika ingin menjadi seorang komika, apakah hanya dibutuhkan bakat melucu semata? Tidak disebutkan wawasan mengenai kepribadian orang sehingga paham bagaimana tipe penontonnya saat itu. Jika tahu tipe penonton, tentunya bsia memberikan lawakan yang sesuai.

Dengan komik strip yang menghibur, buku ini cocok dijadikan bacaan bagi para pemerhati ekonomi, motivator, kaum muda, pelaku usaha perusahaan rintisan, pencari lapangan pekerjaan, serta mereka yang ingin menuntut ilmu sambil bekerja

Sumber:
Buku 18 Profesi Asyik Zaman Now: Dari Hobi Menjadi Pundi-pundi