Senin, 08 Mei 2017

2017 #29-30: Buku Tentang Coklat dan Kue

Masih seputar buku 3D, untuk kali ini sepertinya pas jika mengupas tentang buku seputar makanan. Ada dua yaitu Chocolate and Cakes-cokelat dan kue. Dua hal yang disukai oleh banyak orang. Kebetulan juga kedunya mengusung warna coklat tua sebagai warna yang dominan.

A World of Chocolate
Author: Michelle Brachet
Design and Production: Peter Murray
Founding Editor: Peter Murray
ISBN: 9780980382938
Pages: 72
Publication Date: 2014

Tak ada yang menolak diberi sepotong cokelat, rasanya yang manis disukai banyak orang, Cokelat merupakan  hasil olahan makanan atau  minuman dari biji kakao (Theobroma cacao).

Biji dari pohon kakao ini sendiri sangat pahit dan harus difermentasi agar rasanya dapat diperoleh, mengubah rasa pahitmenjadi manis. Setelah dipanggang dan dibubukkan hasilnya adalah cokelat atau kokoa. 

Dalam buku ini diulas mengenai  A chuck of chocolate history, chocalate in Europe, From Beans to Bar, Making Chocolates. Lalu uraian mengenai cokelat dari beberapa negara seperti Belgia, Swiss, Amerika dan Perancis. Selanjutnya ada cokelat terkait perayaan seperti Natal, Valentine, Paskah, dan White Day. Diakhiri dengan aneka resap menggugah selera seputar masakan yang mempergunakan coklat sebagai bahan.

Salah satu bagian, Talking It To The Next Level memberikan inspirasi bahwa mengolah cokelat juga bisa dijadikan sebagai salah satu profesi.  Ada dua tempat yang bisa dipilih untuk belajar mengolah cokelat lebih mendalam. Pertama adalah The Chocolate Academy, selanjutnya adalah William Curley.

Jika saat Valentine seorang pria menerima cokelat dari wanita maka ada White Day, 14 Maret, para pria mengirim cokelat bagi para wanita. Kebiasaan ini sekarang mendunia, dahulu hanya berlangsung di Jepang, Taiwan dan Korea Selatan.

Menurut informasi beberapa buku 3D menimbulkan aroma persis produk aslinya. Entah terpengaruh atau tidak, tapi bau buku ini bagi saya menyerupai bau cokelat, walau cokelat apek alias cokelat lawas ^_^.

Salah satu buku yang paling saya sukai menyebutkan bahwa makan (permen) cokelat dalam batas tertentu justru baik bagi tubuh. Disebutkan juga bahwa coklat tidak menyebabkan kegemukan. Nah, penasaran khan hi hi hi.

A World of  Cakes
Author: Michelle Brachet
Design and Production: Peter Murray
Founding Editor: Peter Murray 
ISBN: 9780980383034
Pages: 163
Publication Date: 2014

Sering kali kue dianggap sebagai pelengkap sebuah seremoni. Pada pesta ulang tahun, kue menjadi salah satu elemen yang tak boleh  diabaikan. Acara tiup lilin tentunya membutuhkan kue sebagais arana. Pemotongan Wedding Cake selalu diisi dengan kecerian, bahkan belakangan sering pihak pengantin menyelipkan kejutan dalam potongan yang dibagikan. Seru!

Kata kue (dalam bahasa Inggris) berasal dari kata “Kaka” bahasa kuno Norse (yaitu bahasa yang di gunakan oleh pendatang dari utara Jerman) di wilayah scandinavia masa era viking pada abad 13. Di tanah air Cake lebih sering diartikan sebagai kue. 

Para penikmat kue pasti menyukai buku ini. Terdapat uraian mengenai The History of Cakes-sejarah mengenai Kue, Kue terkait upacara tertentu (seperti perkawinan, ulang tahun,Natal). Bagian Cakes from Around The World berisikan aneka resep dari beberapa negara. Ada Lamington, Pavlova dan The Frog Cake dari Australia. Ada resep kue dari Austria, Inggris, Jerman, Italia, Spanyol, Amerika dan Perancis. Terdapat juga resep Castella, Mooncakes, White Sugar Sponge Cake dan Sweetheart Cake dari Orient (maksudnya mungkin kawasan Asia). 

Dibandingkan dengan 3D buku yang lain, buku ini lebih tebal. Apalagi jika dilihat dus yang dibuat seolah-olah sebagai tempat penyajian, beratnya lumayan juga. Desain yang menyerupai taburan parutan cokelat menjadi nilai lebih sendiri dari buku ini. Kovernya memang benar-benar menarik.

Bagi mereka yang belum begitu paham mengenai cokelat dan kue,  kedua buku ini bisa dijadikan referensi awal yang menarik. Sementara bagi mereka yang memang berkecimpung dengan bidang yang terkait dengan kedua topik tersebut, buku ini bisa dijadikan sebagai penyegaran ingatan. Tampilan yang menawan menambah buku ini layak koleksi. 

Sekedar iseng, saat mengunjungi situs penerbit, saya menemukan harga untuk buku cokelat ada $29.99   setara dengan Rp 400.000. Sementara untuk kue adalah $ 34,99 setara dengan Rp 470.000 (nilai tukar hari ini) ditambah ongkos kirim. Harga beli kedua buku ini di Big Bad Wolf adalah Rp 100.000 plus tiga jam antri kasir ^_^. Paham kan sekarang. Sekesal apa pun saya masih berusaha menahan diri mengingat buku murah yang diperoleh di sana.

Informasi lengkap mengenai buku ini bisa dilihat pada situs resmi penerbit. Untuk buku  A World of Chocolate ada di sini. Sementara untuk A World of Cakes ada di sini. 

Jika saya memiliki Bakery and Cake Shop, kedua buku ini akan saya pasang sebagai asesoris. Menambah cantik dan memberikan ilmu juga. Tapi dipasang pada bagian depan toko buku juga unik sepertinya. Bisa untuk menarik pembaca ^_^




Selasa, 02 Mei 2017

2017 #28: Terbuai Dalam Arus Deras

Sudut Bumi, 20CD

Cintaku,
Belahan jiwaku,

Lelah tapi bahagia.
Kalimat yang paling tepat untuk menggambarkan kondisiku saat ini. Perjalanan singkat dalam rangka tugas ke  Yogyakarta lumayan mengurus energiku. Memilih buku yang layak masuk dalam koleksi perpustakaan kantor tak semudah memilih oleh-oleh. Isi yang kurang pas akan berdampak panjang.

Selama perjalanan, tentunya aku selalu ditemani sebuah buku untuk menghabiskan waktu. Terlalu cepat sampai bandara saat berangkat, demikian juga saat akan pulang, membuat dua buku tamat dan satu lagi setengah bagian selesai ku baca.

Salah satu buku, merupakan hadiah dari salah seorang penulis. Buku ini mampu menyeretku dalam pesona kisah-kisah yang ada. Puas rasanya jiwa ini begitu selesai membaca.

Judul buku: Arus Deras (Tukang Bunga dan Burung Gagak II)
Editor: Kurnia Effendi 
ISBN:9786026447116
Halaman:172
Cetakan: Pertama-Maret 2017
Penerbit: Kosa Kata Kita

Bagai mendapat durian runtuh ketika Mas Keff menawarkan untuk membaca dan mereview buku ini. Sebuah tantangan tersendiri. Membaca sebuah kumpulan cerpen tidaklah sama dengan membaca sebuah buku. Karakter tiap penulis akan muncul dalam tiap kisah yang mereka buat, sehingga membuat buku tersebut menjadi sebuah karya yang unik.

Keunikan pertama buku ini muncul dalam bentuk kartu pos yang menyertai buku. Bagi pembaca yang beruntung akan menerima kartu pos dengan seuntai kata-kata indah. Mungkin tidak ada kalimat yang sama. Entah. Tapi penulis membuat pembaca merasa diistimewakan dengan cara ini. Dan aku berada dalam golongan  pembaca yang beruntung. Kusertakan gambar kartu pos yang kuterima. Sekedar berbagai rasa bangga.

Selanjutnya adalah dari penyajian informasi seputar para penulis. Jika umumnya uraian singkat mengenai sosok penulis ada pada bagian akhir buku, maka untuk buku ini justru tempatnya ada di depan. Setiap selesai menguraikan mengenai sosok penulis, pembaca akan langsung menemukan kisah yang ia tulis. Mengetahui siapa dan bagaimana penulis membuatku lebih bisa menikmati kisah yang dibuat.

Terdapat empat pendekar kisah dalam buku ini dengan segala gaya bercerita dan keunikannya masing-masing. Dimulai dari Agnes A. Majestika, Ana Mustamin, Kurnia Effendi serta Kurniawan Junaedhie. Pengurutan nama didasarkan urutan alfabet semata, tidak ada hal lain. Setiap penulis menyumbang empat karya dalam buku ini. Suatu pemerataan yang cerdik.

Nuansa Jepang terlihat kental pada karya Agnes A. Majestika. Sebagai perantau, tentunya banyak hal baru yang ia dapatkan selama berada di Jepang. Pengetahuan dan pengalamannya itu ia bagi melalui tiga kisah dalam buku ini. Meski demikian, terlihat ia tak meninggalkan akar budaya dimana ia berasal. Melalui kisah Tanah, Agnes menunjukan bahwa ia juga pandai mengolah kisah dengan muatan lokal.

Kisah yang ditulis Ana Mustamin bagiku mengusung dua tema. Dua kisah bertema seputar urusan ekonomi dalam kisah Warung Kopi Uya dan Akuisisi. Sementara yang dua lagi tentang cinta, Lukisan Braga dan Dermaga Di Bandara. Permainan kata-katanya membuat kisah menjadi romantis tapi bukan ala menye-menye ^_^

Tak adil rasanya jika diriku mengomentari karya  Mas Keff. Kedekatan emosial membuatku  kurang bisa menilai dengan baik he he he. Tapi, satu yang bisa ku katakan dengan pasti. Mas Keff sering membuat sebuah hal biasa menjadi kisah luar biasa.  Kata-kata yang dipilih juga selalu efisien alias tepat sasaran. Aku mungkin perlu sederet kalimat panjang untuk menggambarkan suatu hal, Mas Keff  hanya butuh tak sampai sepuluh kata. 

Membaca karya Kurniawan Junaedhie, membuatku seakan membaca sebuah buku teks pelajaran yang ditulis dengan gaya berbeda. Andai semua buku pelajaran sekolah ditulis dengan cara ini, pastilah nilai raporku akan mampu membuat mata mama berbinar bangga.  Uraian mengenai lima jenis pengarang di tanah air  pada halaman 142-144 cukup membuatku meringis. Kira-kira para reviewer masuk jenis pengarang yang mana ya? 

Cintaku,
Belahan jiwaku,
Kisah-kisah dalam buku ini terasa sekali memiliki kedekatan emosi dengan pembaca. Kalimat, "Bapak sudah tua, tidak produktif, tidak punya keterampilan apa-apa," sebagai contoh. Kalimat di halaman 77 dalam kisah Akuisisi, merupakan cermin betapa perubahan menuntut banyak pengorbanan dari berbagai pihak.  

Lihat sekeliling kita, jangan-jangan mereka yang dahulu menjadi mentor saat baru pertama kali bergabung sekarang berada dalam daftar PHK. Coba ingat, kapan terakhir kita berbaik hati pada mereka yang memberikan informasi lowongan sehingga kita diterima kerja?

Para pekerja yang tergolong sepuh  dengan segala keterbatasan bisa tersingkar tanpa peduli apakah mereka dulu termasuk orang yang pertama membangun perusahaan, orang yang berjasa memberikan kesempatan bekerja bagi penguasa yang baru. Dan apa yang bisa kita perbuat untuk mereka? Tokoh utama dalam kisah ini merasakan dendam tak kesudahan karena anak kemarin sore yang diberinya kesempatan untuk bekerja malah tak berbuat apa-apa untuk membantu.

Kejam?
Itulah kehidupan. Tapi dengan sedikit sikap santun, tentunya mereka yang tersingkir bisa sedikit berlapang dada menerimanya. Membaca kisah itu mendadak membuatku agak terbawa perasaan.

Demikian juga mengenai kisah Ibu Bagi Rara. Diriku seakan diajak mengulang akan kenangan masa lalu ketika kita membicarakan kemungkinan mengurus seorang anak terlantar bersama. Niat baik ternyata tak cukup, banyak birokrasi dan pertimbangan yang membuat kita urung melakukannya. 

Cintaku,
Belahan jiwaku,
Paham sekali dirimu akan kelakuanku. Begitulah aku, kadang suka usil he he he. Kisah Sang Pengelana membuatku beberapa waktu yang lalu melakukan sebuah eksperimen singkat.  Pada halaman 158-159 disebutkan bahwa  tokoh Aku masuk ke Mac Donald dan duduk di pojok.  Lalu seorang pelayan menghampiri, dan Aku memesan Capucino. 

Jadi, aku masuk ke sebuah restoran Mac Donald di daerah C, berusaha mencari tempat di pojokan. Cukup lama sebelum akhirnya  mendapatkan sebuah meja kosong di pojokan. Nyaris selama sepuluh menit aku duduk tak ada satu juga pelayan yang menyapa, apa lagi  menghampiri dan menawarkan apakah  ingin memesan sesuatu. Yang ada hanyalah tatapan sebal beberapa pelayan yang  hilir mudik membereskan sisa makanan di meja. Mereka mungkin kesal melihat diriku hanya duduk tanpa ada sajian ala Mac Donald di meja. Menit kesebelas, ku tinggalkan belanjaan di kursi dan menuju ke kasir untuk memesan sesuatu. 

Kesimpulannya? Diriku tak seberuntung tokoh dalam kisah tersebut. Atau restoran tersebut tidak memiliki standar pelayanan yang sama. Sudah...., hentikan tawa jahilmu!

Ada rasa penasaran  yang timbul, kenapa buku ini diberi judul Arus Deras. Apakah karena karya tersebut menenangkan sebuah penghargaan? Atau ada makna khusus dalam kisah itu? Dari  Ungkapan Seteguk Kopi, ini setara dengan pengantar, disebutkan bahwa Arus Deras merupakan judul karya Kurnia Effendi. Dipilih semata karena kesepakatan. Sungguh demokratis sekali para penulis!

Sebagai orang yang sering kali bermasalah dengan typo,  rasanya kaget saja bisa menemukan ada typo dalam buku ini, tepatnya pada kata "denga" dihalaman 6 serta "lebi" di halaman 16. Tumben mata ini teliti. Tapi tak apalah, buku ini ditulis oleh seorang manusia, tentunya ada saja kekurangan. Selama tidak berpengaruh secara signifikan, aku masih bisa menerima.

Cintaku, 
Belahan jiwaku,
Pertanyaan terpenting selanjutnya adalah berapa bintang yang layak untuk buku ini. Secara keseluruhan aku ingin memberikan nilai 4 bintang. Namun ada yang membuat kedua alisku bertemu, kover buku ini. 

Kover buku ini mengingatkan pada sebuah buku yang saat proses launchingnya penuh dengan drama. Tak adil memang, tapi maafkan daku yang masih tak bisa menghilangkan ingatan tentang peristiwa menyebalkan  itu dari ingatan. Bintang 3.75 sepertinya pas untuk buku ini.

Aku merekomendasikan buku ini bagi siapa saja yang membutuhkan asupan gizi bagi jiwa. Lepaskan angan, biarkan pesona kisah membawamu ke alam yang tak pernah terbayangkan. Bertemu dengan sosok yang tak biasa dan mengalami petualangan tak terbayangkan.

Wah sepertinya sudah terlalu banyak aku menghabiskan waktumu. Cerita tentang buku yang kubaca selalu membuatku lupa diri. Andai kau ada di sini, tentunya aku tak perlu menuliskan banyak hal. Cukup bercerita dengan penuh semangat.

Hayuh segera angkat dirimu dari kursi malas di teras depan. Cari dan baca buku ini, agar hidupmu lebih berwarna.

Big Hug

TR



Minggu, 23 April 2017

2017 #26-27: Buku 3D Tentang Cerutu & Pizza

Banyak cara untuk membuat sebuah buku menjadi menarik sehingga bisa terjual dalam jumlah banyak. Tidak saja menguntungkan bagi pihak penerbit dan penulis, isi yang ada dalam buku juga bisa tersampaikan pada banyak khalak. Kadang memang dibutuhkan sebuah trik khusus dalam memjual sebuah buku, salah satunya dengan membuat buku versi 3D.

3 dimensi atau biasa disingkat 3D atau disebut ruang, adalah bentuk dari benda yang memiliki panjang, lebar, dan tinggi. Buku 3D biasanya dibuat menyerupai apa yang diulas dalam buku tersebut. Selain membuat pembaca merasa tertarik, secara emosional membuat kedekatan dengan produk.

Di Big Bad Wolf kemarin, saya menemukan kembali beberapa buku yang dibuat secara 3D. Bentuknya beragam, umumnya diberi judul A World of ...diikuti produk yang dibahasa. Saya langsung memasukan versi Cigars, Chocolate, Pizza, Beer, Wine dalam belanjaan. Sempat memasukan versi Spirit dalam keranjang kedua eh kok raib keranjangnya. Malas nyari lagi. Untung melalui jasa penitipan saya bisa mendapatkan versi tersebut sehingga nyaris lengkap.Oh ya saya tidak membeli versi Football dan History of World Cup karena merasa bentuknya kurang menarik. Tahun lalu saya sempat melihat versi A World of Fashion, sayang kondisinya berantakan. Semoga tahun ini ada lagi.

Buku-buku tersebut terbitan dari Ruckus Books. Tujuan menerbitkan buku 3D juga untuk memberikan pengalaman membaca yang unik. Karena buku ini tidak saja berbentuk seperti topik dalam buku tapi juga berbau menyerupai. Indera penciuman, perasa dan pengelihatan dimanjakan melalui buku ini.
 
The World of Cigars
Author: Michelle Brachet
Design and Production: Peter Murray
Founding Editor: Peter Murray
ISBN 13: 9780987173508
Pages: 72
Publication Date: 2014

And a woman is only a woman, but a good cigar ia a smoke
~ Rydyard Kipling ~

Sesuai dengan judulnya, buku ini memuat informasi mengenai cigar-cerutu. Dimulai dengan introduction, History of Cigars, What Makes a Cigar, Buying and Storing Cigars, Cigars and Society, Famous Cigars Smokes. 

Berbagai cerutu dalam aneka bentuk, warna, variasi rasa, dan merek dijual di dunia. Beberapa produk dibuat secara masal, tapi produk terbaik digulung secara manual dengan mempergunakan tembakau kualitas terbaik.

Sekilas sempat disebutkan mengenai tiga jenis daun tembakau yang diramu menjadi cerutu. Ada seni tersendiri dalam menikmati sebuah cerutu. Bahkan memotong ujungnya pun memerlukan trik tersendiri.

Beberapa tempat yang dianggap sebagai penghasil cerutu terbaik disebutkan dalam buku ini.
Sumatera sebagai penghasil daun tembakau juga disebut. Lumayan memperkenalkan bagian kecil dari negeri ini.

Pembaca juga akan dimanjakan dengan aneka ilustrasi yang menarik dalam buku ini. Ada wajah para pesohor yang menyukai cerutu, daun tembakau, proses pembuatan cerutu dan masih banyak lagi. Ukurannya pun beragam ada yang hanya bagian dari halaman, tapi juga yang nyaris satu halaman penuh. Benar-benar memanjakan pembaca.


Selain bentuknya unik, buku ini juga mengeluarkan bau khas tembakau. Memang tidak kuat, cukup samar, tapi memberikan rasa sensasi berbeda saat membacanya. Para penyuka cerutu rasanya akan menyukai buku ini.

Selain bentuknya menyerupai  di bagian depan, sisi samping kertas diberi warna emas sehingga terlihat elegan beradu dengan warna coklat yang mendominasi buku ini. Pada bagian punggung buku tertulis data mengenai buku ini. Sayang, di kotak bagian luar tidak tertera keterangan tersebut. Sehingga jika diletakan di rak buku tidak ada informasi yang bisa ditemukan,

Informasi lengkap buku ini ada di sini.
 
A World of Pizza
Author: Betshy Paola Sanchez
Design and Production: Peter Murray
Founding Editor: Peter Murray
ISBN 13: 9780992303365
Pages: 96
Publication Date: 2014

When the moon hits your eye like a big pizza pie, that's amore
~ Dean Martin ~


Let's have a Pizza!
Sering mendengar ungkapan seperti itu? Terutama jika sedang berkumpul bersama kerabat. Pizza mungkin makanan yang dianggap sederhana bagi banyak orang, tapi keberadaannya sudah mendunia.

Secara garis besar, buku ini terbagi dalam tiga bagian. Pertama adalah An introduction to Pizza. Bagian ini memuat mengenai berapa hal antara lain informasi apa itu pizza sebenarnya, sejarah pernyebaran pizza, etimologi hingga pizza saat ini.  Selanjutnya ada The Preparation of Pizza.Sesuai dengan judulnya, bagian ini memuat mengenai bagaimana pembuatan pizza, elemen dasar pada sebuah pizza dan sisi kesehatan dari sepotong pizza. Bagian terakhir, Delicious Receipes, memuat mengenai aneka resep lezat pizza. Ada sekitar 18 buah resep. Ada resep frut pizza, jimmy's mexican, eggplant pizza dan masih banyak lagi. 

Dahulu  pizza merupakan sebuah masakan yang dibuat dari kombinasi roti, tomat dan keju. Seiring perkembangan zaman, bahan pembuatan pizza juga mengalami perkembangan pesat. Daging sebagai contoh, masuk menjadi salah satu bagian pembuatan pizza. Keju yang dipergunakan juga beragam, tergantung selera. Setiap orang bisa membuat kreasi masing-masing.

Jadi ingat, sebuah film tentang masa depan menjadikan salah satu restoran Pizza sebagai restoran dengan masakan paling lezat dan mahal saat itu. Kenapa? Alasannya agak nyeleneh, karena hanya restoran itu yang gedungnya bertahan berdiri saat ada gempa hebat yang menghancurkan nyaris setengah isi dunia (versi filmnya begitu)

Gennaro Lombardi secara tak langsung menjadi tolak awal restoran pizza. Tahun 1905 ia mendapat izin menjual pizza di New York.  Baru pada 15 Juni 1958 Frank dan Dan Carney mendirikan restoran Pizza Hut di Wixhita, Kansas untuk pertama kali. Mungkin Italia merupakan awal mula pizza, namun para tentara yang ditempatkan di Italia lalu kembali setelah PD II yang  membuat pizza populer di Amerika. Mereka begitu menyukai pizza sehingga keberadaan pizza mulai dikenal di sana.

Dengan bentuk seperti pizza dalam boks membuat buku ini menjadi makin unik. Pembaca langsung mengenali bahwa ini buku yang memuat informasi tentang pizz tanpa perlu membaca judulnya. Kover buku yang berbentuk pizza ini dibuat dari bahan menyerupai plastik. Bentuknya mengingatkan pada komposisi awal pizza yang terdiri dari roti, tomat, keju plus sayuran sebagai tambahan. Sayangnya buku ini tidak mengeluarkan aroma pizza he he he.

Informasi lengkap mengenai buku ini, ada di sini. 

Kesimpulannya, kedua buku ini bisa menarik minat akan suatu hal. Informasi yang ada hanyalah berupa pengetahuan umum semata. Pembaca justru akan dimanjakan dengan pengalaman memegang dan membaca buku dengan bentuk dan bau yang unik.