Sabtu, 22 April 2017

2017 #25: Kisah Cinta Seribu Tahun

Sudut Bumi 20XZ

Cintaku,
Belahan jiwaku,
Pusat kehidupanku,

Tak terasa sekian putaran waktu kita jalani.
Nyaris menggenapi sekian tahun kebersaamaan kita.
Kuharap, anganku, kau tetap mencintaiku  hingga lebih dari seribu tahun lamanya.
Ketika jasadku pun hancur menyatu dengan tanah,  aura cintamu padaku bisa dirasakan orang lebih dari seribu tahun.
Setiap kali ada yg berbicara tentang  cinta dan kesetiaan, maka seribu tahun kisah cinta kita yang keluar dari bibir mereka.

Seiring putaran bumi, sepertinya kita masih memiliki perbedaan persepsi mengenai makna mencintai.
Kau pusat kehidupanku.
Aku selalu ingin menjadi bayangmu.
Bayangan tak selamanya bisa mengikuti sosok asli.
Bukan, bukan berarti tak setia.
Namun justru sedang belajar memahami perbedaan yang ada.

Apakah aku akan terus menjadi bayangmu?
Pusat kehidupanmu?
Kita  saling mencintai dengan cara kita masing-masing, sehingga kadang melupakan apa yang diinginkan yang lain.
Kadang, yang kita berikan bukanlah yang ia mau.
Itulah proses cinta. Membuat dua menjadi selaras.

Waktu yang akan menjawab keabadian kisah kita.
Seperti kisah antara Atmik si tikus dengan Meci sang kucing.
Hingga beberapa kali kehidupan, kisah cinta mereka tetap abadi.
Elva aktif likh-tah orma evl roa in-mit
Cinta kita sanggup bertahan melebihi Hidup dan Mati.

Ah!
Maafkan aku yang terlalu melantur terbawa emosi membaca kisah dalam buku ini.
Seperti yang aku ceritakan beberapa waktu yang lalu. Setelah sekian lama, Minggu 16 April kembali aku berada di toko buku favorit kita TM Bookstore untuk menghadiri penjualan perdana sebuah buku.

Sebenarnya aku hanya bertindak menjadi makelar. Menghubungkan sebuah karya dengan penerbit. Kehormatan yang mereka berikan seharusnya lebih tepat untuk diri mereka sendiri yang sukses menggabungkan sekian banyak kepala, menekan ego tanpa ada yang merasa tersinggung.

Buku yang aku maksud adalah sebagai berikut,
Judul: Seribu Tahun Mencintaimu
Penulis: Nikotopia, Sanie B Kuncoro, Andhika Rahmadian Purnama, Alvian Hanandi,  Naminist, Novanka Raja, Faisal Syahreza, Dodi Prananda, Pringadi Abdi.
ISBN:  9786026799234
Halaman: 253
Cetakan: Pertama-April 2017
Penerbit: exchange
Harga: Rp 65.000
Rating: 3.75/5

Kover dengan gambar lucu dengan warna biru (uhui!) pastinya menarik mata para calon pembaca. Tak adanya nama pengarang di bagian depan merupakan sebuah taktik jitu untuk memancing rasa penasaran. Jika seseorang sudah mulai memegang dan membaca blurd di halaman belakang, maka butuh secuil keberuntungan agar buku itu pindah masuk dalam keranjang belanjaan. Semoga banyak keberuntungan menyertai buku ini.

Pembaca akan dibuai dengan tiga belas kisah dari sembilan orang penulis dengan latar belakang yang beragam.  Pada Isi Buku, pembaca bisa menemukan judul kisah yang ada. Mulai dari Seribu Tahun Mencintaimu, bagian ini menghabiskan halaman lumayan banyak. Lalu ada Mas Kawin dan Maskoki, Pulang, Filosofi Walangkekek, Mata Uang, hingga Jalan yang Salah Mencintaimu Tapi Tak Menyesal Menunggumu. 

Oh ya, pada Isi Buku, pembaca tak akan menemukan keterangan mengenai nama penulis di sebelah judul kisah. Misalnya, Filosofi Walangkekek yang ada di halaman 143-158,  ditulis oleh Novanka Raja. Jika kita membaca bagian tersebut, baru akan menemukan nama penulis di bawah judul. 

Setiap kisah dalam buku ini unik. Tidak ada satu kisah yang memiliki setting dan tokoh yang sama. Benang merah  seluruh kisah adalah  topik tentang cinta yang tak biasa.  Kisah Mas Kawin dan Maskoki sebagai contoh,  mengisahkan tentang cinta seekor ikan pada pemiliknya. Sang ikan  maskoki begitu memuja sang pemilik sehingga jika ada pemuda yang  kelihatan berupaya mencari perhatian,  maka ia akan mengacaukan toples tempatnya berada sehingga membuat basah si pemuda.
 
Cerita Pulang mengisahkan tentang perpisahan dua ekor Owa Jawa. Kebun binatang tempat mereka berada berencana akan mengembalikan beberapa Owa ke tanah air. Sang betina terpilih dan akan dikirim pulang segera. Artinya ia harus berpisah dengan belahan jiwanya. Bagaimana juga binatang juga memilki rasa pada pasangannya. Perbedaan tempat tinggal dan perlakuan dua kebun binatang juga disinggung dalam kisah ini. Mengingatkan kita pada pemberitaan miris mengenai kondisi sebuah kebun bintang di tanah air.
 
Ada yang agak membingungkan saya. Menurut penulis, setiap Owa ditest kesehatan dulu sebelum dipilih mana yang akan dikembalikan ke tanah air. Apakah tak ada cara untuk mengetahui apakah seekor Owa hamil?  Karena tidak ketahuan hamil saat lolos test maka Owa benita tokoh kita terpilih untuk dikirim. Lalu apakah tidak ada petugas yang memperhatikan bahwa Liliana dan Tom sering bersama? 

Selembar Harapan Malam juga mengusung kisah cinta. Ada pesan moral yang terpendam dalam kisah ini. Kadang orang sering melakukan kesalahan agar bisa diterima menjadi suatu bagian kelompok. Bahkan ada juga yang menanggalkan prinsip hidupnya. Tokoh kita, juga demikian. Jiwa mudanya masih labil sehingga membuatnya melakukan sebuah kesalahan, yang diikuti oleh kesalahan-kesalahan berikutnya. Untung ia segera sadar dan berhenti membuat kesalahan. Tokoh dalam kisah ini adalah seorang gadis dan kain penutup kepalanya. 

Untuk kisah Boneka Kelinci yang Menantikan Keajaiban di Sudut Etalase, bisa dikatakan ini agak berbeda dbandingkan yang lain. Nuansa kisahnya agak mencekam dan menakutkan dibandingkan kisah yang lain. Agak bingung awalnya saya mengikuti mana tokoh antagonis dan prontagonis. Ternyata, sungguh tak terduga. Kisah yang berakhir menyedihkan hiks.

Cintaku,
Belahan jiwaku,
Cinta memang unik dan juga kompleks. Kisah spanduk yang jatuh cinta pada burung yang menabraknya, tong sampah yang jatuh cinta pada isinya dan menangis karena esok hari seluruh isi tong sudah diambil petugas kebersihan, kisah cinta jalan raya, kisah cinta dua pasang sepatu milik dua orang kekasih dan banyak hal lainnya.

Topik yang tak akan habis dibahas dan selalu abadi juga cinta. Siapapun dan apapun boleh bicara dan merasakan cinta. Jika ditarik kesimpulan, kita akan bertemu dengan kucing, tikus, ikan maskoki, anjing, merpati, Owa Jawa, walangkekek, elang, kambing yang mengalami jatuh cinta.  Lalu ada juga kisah cinta terkait benda, yaitu kain penutup kepala, sepatu,  boneka kelinci, mata uang dan jalanan. Kebayangkan keseruan kisah cinta seperti apa yang ditampilkan.
Selain kisah utama buku ini, favoritku adalah kisah tentang maskoki dan filosofi walankekek. Pada kisah utama, kita akan dibuat untuk mawas diri dalam menjalan kehidupan ini. Menurut kisah ini, reinkarnasi seseorang tergantung pada amal perbuatannya pada kehidupan sebelumnya. Terlepas kita percaya atau tidak namun berbuat baik akan membuat kebaikan pada diri sendiri. 

Filosofi Walangkekek mengajarkan kita untuk bisa berkompromi dengan hidup. Bahagia, ujian, penderitaan merupakan suatu paket dalam kehidupan ini. Setiap manusia lahir dengan kebaikan, tinggal bagaimana perjalanan hidup membawanya. Apakah akan menjalani dengan iklas dan sabar hingga membawa kebahagian. Atau menjalani dengan amarah dan keburukan hingga tidak mendapatkan ketenangan.

Nyaris aku lupa. Walangkekek yang disebutkan dalam kisah ini sebenarnya adalah Belalang. Betul, salah hewan yang berada di film A Bug's life itu. Bagi  mereka  yang berasal dari suku Sunda, sering menyebutnya denga Congcorang.  Belalang juga sering disebut  praying mantis karena sikapnya yang seringkali kelihatan seperti sedang berdoa. 

Kalimat yang saya suka ada di halaman 150. Sungguh bijak anak kecil yang mampu membuat kata-kata seperti itu.

Hidup ngak selalu sama dengan yang kita impikan. Kadang kita harus bertemu hal yang nggak menyenangkan, atau malah keadaan yang menyeret kita pada penderitaan, putus asa, merasa paling menderita, atau hal seperti itu
Agak susah memberi bintang karena beberapa kisah sungguh mampu membuat baper pembaca, tapi ada kisah yang terkesan belum tuntas. Dan ada juga yang tak bisa saya nikmati karena tidak paham ini kisah tentang apa. Secara garis besar, kisah dalam buku ini layak dibaca dan dikoleksi.Karena merupakan kumpulan kisah, silahkan buka sembarang halaman lalu mulai membaca. Begitu seterusnya hingga tamat satu buku.

Kalimat bahasa India (kata penulis) yang terselip pada bagian awal kisah menawarkan suasana yang berbeda. Begitu juga dengan ilustrasi cantik yang banyak bertebaran dalam buku ini. Tiap kisah dibuatkan sebuah ilustrasi. Sehingga membuat pembaca tidak saja terhibur melalui untaian kata tapi juga gambar, komplit.

Cintaku,
Belahan jiwaku,
Kali ini aku tak akan mengirim buku yang aku miliki untuk kau baca. Belilah di sana sebagai wujud dukungan kita bagi para sahabat.

Semoga segalanya menjadi lebih baik.
Merindukanmu

TR





























Senin, 17 April 2017

2017 #24: Kisah Tentang Aleeta, Yuto dan...

Penulis: Alexia Chen
Penyunting: Eka Saputra
ISBN: 9786026799227
Cetakan: Pertama-2017
Halaman: 499
Penerbit: Javanica
Harga:Rp 99.000
Rating: 4.25/5

Tujuh keturunan terkutuk menandai tujuh pasangan jiwa
Sengsara dan penderitaan membayangi sang terkutuk
Api Kembar akan berkobar pada kutukan terakhir
Membakar dan menghanguskan kegelapan
Api Kembar bersama penyuci akan membawa harapan
Pengorbanan besar mendatangkan terang dan kebebasan

Tiada yang salah dengan rasa cinta itu. Kesalahan, jika hendak dianggap suatu kesalahan, adalah siapa pelaku kisah cinta itu. Demikian juga kisah cinta antara Aleeta Jones dan Nakano Yuto.

Kisah dalam buku ini merupakan kelanjutan kisah cinta terlarang beda dunia antara Aleeta dan Yuto. Keduanya berada pada alam yang berbeda. Tidak ada yang bilang mudah, tapi begitulah cinta. Rumit, membingungkan, menyakitkan sekaligus membahagiakan dengan cara unik. Review kisah sebelumnya bisa dibaca di sini.

Membuka lembaran kehidupan baru bagi seseorang yang baru kehilangan belahan jiwanya jelas bukan hal yang mudah,  tak semudah celoteh mereka yang tak pernah mengalami. Tapi pastinya bisa jika ingin. Demikian juga dengan Aleeta. Semula ia merasa segalanya akan baik-baik saja, kembali seperti sebelum ia mengenal Yuto. Ternyata tidak. Hidupnya tetap kacau balau sejak terakhir ia melepas Yuto untuk menuju ke alam keabadian.

Semula ia merasa sudah terlepas dari kisah cinta terlarangnya dengan Yuto. Baginya hanya ilusi semata jika ia seakan merasakan sensasi aura hantu Yuto. Demikian juga jika ia merasa mencium aroma Yuto saat bernafas. Puncaknya saat ia melihat Hiro yang teramat sangat menyerupai Yuto. 

Hiro menawarkan kisah cinta yang lain. Sejak awal melihat Aleeta pertama kali ia sudah jatuh cinta. Hiro hanya harus membuktikan bahwa memang ia berhasil menaklukan hati Aleeta karena kepribadiannya, bukan kemiripan wajahnya dengan Yuto. Bukan hal mudah tentunya.

Ternyata urusan kisah cinta terlarang Aleeta dan Yuto tidak berhenti begitu saja. Kali ini malah melibatkan kutukan leluhur yang sudah mencapai generasi ketujuh.  Untuk bisa mengatasi kutukan tersebut Aleeta harus menuju ke tanah leluhur tempat kutukan itu bermula.

Di sana Aleeta tidak saja bertemu dengan keluarga yang selama ini tak mereka kenal tapi juga berurusan dengan rumah warisan leluhur yang dianggap paling penakutkan. Tidak hanya itu, mereka harus berhadapan dengan arwah kejam yang memburu hingga Jakarta. Dan, musuh dalam selimut yang nyaris membuat nyawa keduanya melayang.

Awalnya kisah ini terlalu lambat dan bertele-tele bagi saya. Namun begitu memasuki halaman 200-an keseruan kisah makin terasa. Sepertinya penulis ingin membuat pembaca paham akan carut-marutnya kehidupan Aleeta serta  efek domino yang ditimbulkan karena leluhur mereka mengadakan perjanjian terlarang.

Dalam kisah ini, tidak hanya Aleeta yang harus berurusan dengan jiwa yang tak tenang, namun adiknya juga, Chlea Jones. Sosok yang selama ini terlihat memiliki kepribadian bertolak belakang dengan Aleeta ternyata juga memiliki kemampuan khusus. Bisa dikatakan ia juga memegang peran yang lumayan besar dalam kisah ini. Tingkahnya yang seenak udel justru beberapa kali menyelamatkan mereka berdua. Kadang, ia bisa paham sosok orang lain dengan baik namun tidak bisa memahami orang yang keberadaannya dekat dengan kita.
Alexia Chen

Selain Yuto, ada beberapa sosok makhluk lainnya yang juga muncul meramaikan kisah ini. Ada yang berusaha meminta pertolongan Aleeta, serta ada yang bersikap jahat hingga membahayakan diri Jones bersaudara. Seru.

Adegan Hiro kerasukan dan Aleeta berusaha mengetahui siapa yang merasukinya membuat saya teringat pada salah satu bagian kisah seri Twilight. Salah satu bagian mengisahkan Bella yang melakukan berbagai kegiatan berbahaya untung memancing kemunculan  Edward. Begitulah sebuah kisah, kadang timbul kemiripan atau inspirasi dari kisah lainnya.  
 
Pada buku ini, penulis memasukan ciri-ciri orang yang merasakan adanya makhluk lain di dekatnya. Jari merasa kesemutan, seakan ada aliran listrik yang menjalar di sana. Perasaan menjadi berubah tidak menentu merasa sedih dan suram. Bulu kuduk  terasa berdiri dan rasa kebas yang tak nyaman. Sementara ciri-ciri orang kerasukan  ada di halaman 120. Kepala pusing, tubuh terasa sakit dan berat.

Perlu diingat, ciri ini muncul jika orang tersebut memiliki frekuensi yang sama dengan makhluk tersebut. Jika tidak maka ia tak akan merasakan apa-apa. Betul tidaknya tergantung pada tiap individu. Tapi kurang lebih begitulah yang saya rasakan jika ada "mereka" di sekitar. 

Pada bagian belakang buku, memang sudah disinggung mengenai apa itu makna dari Twin Flamme. Namun percayalah, yang disebutkan di sana hanya ujungnya saja. Sesungguhnya jauh lebih kompleks. Mengenai apa yang dimaksud dengan  Twin Flames, silahkan baca uraian yang ada di halaman 383. Sebuah artikel di laman ini bisa juga dibaca sekedar sebagai tambahan pengetahuan.

Umumnya pembaca akan menemukan daftar isi yang berisi judul bab dan halaman. Atau bisa saja ditulis Bab I, Bab II dan seterusnya lalu halamn di selehanya. Pada buku ini, daftar isi dibuat dengan cara yang lumayan unik. Alih-alih menggunakan judul dalam daftar isi, penulis mencantumkan   angka yang menunjukan bab lalu diberi tanda sambung yang menunjukan halaman. Contohnya  1-11, 7-122, 15-279 dan sebagainya.  Namun ketentuan tersebut tidak berlaku untuk prolog, epilog dan  informasi umum mengenai buku ini.

Satu bagian kisah yang ada di halaman 277 sedkit membingungkan saya. Maklum saya jarang menggunakan jasa pesawat udara. Pada halaman 277 tertulis,"Sementara Anna duduk di depan kami. Pada awalnya Anna ingin duduk di sampingku. Namun dengan sopan aku memberitahunya bahwa kursi itu telah ditempati Yuto." 

Selanjutnya pada halaman 278 tertulis,"Dengan mata terbelalak aku menyaksikan tubuh transparan Yuto berkedip, timbul-tenggelam, muncul kemudian menghilang. Spontan, mataku menatap nanar ke arah jendela. Jendela di samping Yuto dalam keadaan tertutup."

Kebingungan saya adalah bagaimana mereka bisa membuat kursi yang ada di sebelah Aleeta kosong sehingga bisa diduduki oleh Yuto. Mungkin saja kursi tersebut diduduki oleh penumpang lain yang membeli tiket. Jika itu terjadi maka Yuto tidak duduk di sana. Sementara disebutkan juga bahwa Yuto menggenggam tangan Aleeta.  Kecuali mereka membeli kursi itu untuk Yuto. Mungkinkah pesawat akan tetap terbang jika sosok Yuto sebagai pemilik kursi itu tidak juga muncul? Entah saya kurang paham bagian ini.

Satu kalimat yang paling saya suka ada di halaman 119.
Satu kebohongan akan dikuti oleh kebohongan-kebohongan lain yang lebih besar.
Awalnya Aleeta berbohong mengaku sebagai pacar pada keluarga Yuto agar ia bisa melakukan penyelidikan terkait kematian Yuto  dan menghilangnya Hiro. Seiring waktu, untuk bisa melakukan penyelidikan banyak kebohongan yang harus ia lakukan. Ia harus berhati-hati, satu saja kebohongannya terbongkar maka usahanya akan gagal. Bohong pun harus konsisten dalam hal ini.

Perkenalan pertama saya dengan karya sang penulis, Alexia Chen adalah ketika mendapat kehormatan menjadi juri salah satu lomba penulisan kisah fantasi. Karyanya mengungguli peserta lain. Terutama dalam hal topik dan pemilihan bahasa. Entah kenapa, saya yakin kelak ia bisa menjadi penulis besar jika bertemu dengan editor dan penerbit yang tepat. 

Oh ya, kisah ini memang mengandung unsur roman namun bisa dipastikan jauh dari kategori menye-menye. Segala hal yang dilakukan Aleeta untuk memperjuangkan cintanya mungkin saja dilakukan oleh banyak perempuan yang sedang kasmaran. Perbedaanya, pasangan mereka tidaklah seperti Yuto. 

Pesan moral yaitu untuk tegar menghadapi segala hal serta lebih mawas diri merupakan hal yang banyak ditemukan dalam buku ini. Putus asa justru membuat seseorang bisa melakukan hal-hal yang tidak saja merugikannya kelak namun juga anak keturunannya. 

Selain itu, penulis juga menyelipkan pesan nasionalisme melalui sosok kedua bersaudara ini. Keduanya memiliki berbagai macam darah keturunan, namun rasa nasionalisme mereka tak diragunakan lagi. Begitu juga dengan sikap mereka yang ramah pada tetangga sekitar.

Lalu bagaimana kelanjutan kisah cinta terlarang tapi romantis ala Aleeta dan Yuto? Mari kita tunggu kelanjutannya.  Seperti kata mereka berdua, "Kami yang akan memutuskan bagaimana ini... berakhir."

------------->



Mau novel TWIN FLAMES GRATIS? Nah, kebetulan ini Penerbit JAVANICA  menghadiahkan DUA novel secara cuma-cuma untuk dua calon pembacanya. Tapi, ikutan kuisnya dulu ya. Berikut ini syarat dan cara ikutan kuisnya:

1. Silakan di-follow dulu akun fanpage Penerbit Javanica (link di sini) dan akun IG penulisnya, alexia(dot)chen.

2. Share/bagikan info giveaway ini di Facebook, twitter atau IG. Boleh mention saya, penulis atau penerbitnya.

3.  Silakan dijawab pertanyaan berikut di komentar postingan ini:
Pernahkah teman-teman memiliki pengalaman terkait makhluk dunia lain? Bagikan kisahnya pada bagi.
4. Dimohon hanya menjawab satu kali saja. Format jawaban adalah sebagai berikut:

Nama:
Akun twitter/Facebook:
Email: 
Jawaban:

5. Kuis ini akan ditutup pada Minggu 23 April pukul 23.59 WIB. Saya akan memilih DUA PEMENANG yang akan mendapatkan masing-masing satu buku ini gratis. Satu pemenang akan dinilai dari jawabannya oleh pihak penulis dan penerbit. Sementara satu pemenang lagi dari hasil undian seluruh jawaban yang masuk dengan bantuan random.org.

Pemenang akan diumumkan pada Kamis, 27 April 2017, dicantumkan di komen postingan ini. Pemberitahuan resmi akan dikirim via email yang bersangkutan.

Jika dalam waktu 5 hari (hingga tanggal 2 Mei 2017 pukul 16.00 WIB) pemenang tidak memberikan alamat pengiriman maka hadiah akan diberikan pada calon pemenang berikutnya.

6. Giveaway ini hanya berlaku untuk peserta yang berdomisili atau memiliki alamat kirim di wilayah NKRI. 

7. Tidak ada korespondesi dalam GA ini (jie.. sekali-kali galak ah)

Hayuh, ini kesempatan terakhir guna mendapatkan buku ciamik ini dengan cuma-cuma. Kerahkan segala daya, kapan lagi!





Senin, 10 April 2017

2017 #23: Musuh Dalam Selimut Nora

Judul asli: In a Dark, Dark Wood
Penulis: Ruth Ware
penerjemah: Indradya Susanto Putra
penyunting: Ika Yuliana Kurniasih
ISBN: 9786022912422
Halaman: 428
Cetakan: Pertama-November 2016
Penerbit: Bentang Pustaka
Harga: Rp 79.000
Rating: 4.25

Leonora  shaw, kami ingin menginterograsimu sebagai tersangka dalam kasus kematian James Cooper. Kau tak perlu mengatakan apa pun, tapi perkataanmu bisa merugikan pembelaanmu kalau kau tak mengatakannya saat ditanyai sesuatu yang bisa mendukungmu di pengadilan. Apa pun yang kau katakan dapat digunakan sebagai barang bukti. Kau berhak meminta pendampingan pengacara. Kau mengerti?

Musuh dalam selimut,  kadang, adalah orang yang paling dekat dengan diri kita. Bahkan bisa saja orang yang dekat pada masa lalu. Waktu belum tentu mampu pengobati rasa sakit hati. Setidaknya bagi Leonora shaw alias Nora.

Suatu hari ia menerima surel untuk menghadiri pesta bujang, pesta yang diadakan sebelum seseorang menikah, dari seseorang yang tak dikenalnya, Flo. Ternyata Flo  si pembuat ide adalah sahabat sejak universitas dari sahabat Nora saat kecil, Clare. Nora dan Flo tidak saling mengenal hanya Clare yang menghubungkan keduanya.
Versi Bahasa Italia

Memang tak ada yang aneh dengan pesta seperti itu, masalahnya sudah sepuluh tahun mereka tidak berkomunikasi, kenapa sekarang Clare mengundangnya.  Setelah mempertimbangkan banyak hal, akhirnya Nora memutuskan untuk menerima undangan tersebut. Dari sekitar dua belas orang yang diundang hanya empat orang yang bersedia datang. Lumayan aneh untuk orang sepopuler Clare saat sekolah dulu, tapi apa saja bisa berubah bukan?

Sebuah lokasi di tengah hutan dipilih untuk menjadi lokasi pesta tersebut. Tempat tersebut bisa dikatakan terpencil dengan akses kendaraan dan jaringan selular pun terbatas. Mereka benar-benar terisolir ketika sudah berada di sana. Satu-satunya cara untuk datang dan pergi adalah mempergunakan mobil melalui jalan yang kurang mulus.

Ternyata hal yang semula diharapkan menjadi sebuah kenangan manis malah membawa petaka. Flo terlalu bersemangat ingin membuat sebuah pesta yang meriah menurut versinya. Sehingga sedikit saja terjadi hal yang tidak sesuai dengan rencana, ia akan menjadi histeris dan mengancam yang lain.

Melanie sibuk berusaha menghubungi rumah. Ia tak tega meninggalkan bayi dengan suaminya. Nina si eksentrik juga sibuk berusaha mengubungi sang pacar. Tom selalu berusaha berlaku layaknya gentlemen. Sementara Nora tak  tahu bagaimana harus bersikap, serba salah.

Pernikahan Clare ternyata terkait dengan rahasia masa lalu yang begitu rapat ingin Nora tutup. Keputusannya berada di sana bisa dikatakan membuka rahasia kelam dan luka hati yang selama ini ingin ia lupakan. Nora merasa berada di sana merupakan sebuah kesalahan, dan ia ingin segera pergi kembali ke dunia nyamannya.
Versi Bahasa Inggris
Ternyata tidak hanya Nora yang memiliki rahasia, mereka yang diundang umumnya juga memiliki beberapa hal yang tak ingin dibagi untuk umum. Berada di sana bisa mengungkap banyak hal yang seharusnya tak diungkit. Biarkan luka lama menjadi bagian dari masa lalu tanpa perlu diganggu.

Pada bagian awal, kisah terasa datar walau tetap mampu menggugah rasa ingin tahu. Makin lama kisahnya makin seru dan menegangkan. Dengan alur bercerita maju-mundur non cantik (mendadak lebay), pembaca dibuat penasaran untuk mengetahui bagaimanakah akhir kisah ini.

Puncak rasa penasaran saya adalah ketika Nora terbangun di rumah sakit tak ingat apa-apa. Perlahan-lahan ingatannya memang membaik namun tidak cukup cepat, ia harus berpacu dengan waktu. Kumohon ....Tolong katakan saja, tolong bantu aku, apa yang terjadi? Apa yang terjadi pada teman-temanku? Kenapa tubuhku berlumur darah seperti ini? Luka di kepalaku rasanya tak terlalu parah. Dari mana datangnya darah ini?

Memang pada uraian yang terdapat di kover belakang sudah disebutkan bahwa Nora dicurigai sebagai pelaku pembunuhan. Pembaca bisa menerka bagaimana cerita dalam buku ini. Tapi yang tidak bisa diduga adalah bagaimana proses sehingga Nora menjadi tersangka, serta bagaimana akhir kisah ini. Apakah memang Nora yang melakukan pembunuhan, atau ia menyuruh orang, bisa juga ia difitnah, banyak kemungkinan. Untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi maka bacalah buku ini.

Sayangnya segala ketegangan diakhiri dengan cara yang terlalu sederhana. Lah kok cuman begini saja, gerutu saya. Seakan-akan sebuah masalah berat ternyata bisa diselesaikan dengan menjentikan jari saja. Andai pemecahan masalah dibuat lebih rumit pasti kisahnya lebih seru lagi. 

Alur kisah yang dibuka dengan penggalan kejadian masa sekarang disusul dengan kisah kehidupan Nora hingga terjadinya peristiwa yang menakutkan, membuat pembaca dapat mendapat gambaran mengenai masa lalu Nora. Termasuk rasa sakit hati bercampur cinta yang ia pendam sekian puluh tahun.

Jika pembaca teliti, beberapa petunjuk kecil sebenarnya sudah diberikan oleh penulis. Pembaca tinggal menyatukan kepingan petunjuk untuk menebak akhir kisah ini. Misalnya mengenai telepon genggam Nora.

Versi Bahasa Romania
Agak aneh juga kenapa beberapa kali perihal  telepon genggam Nora yang hilang disebut. Mungkin tidak hilang dalam arti sebenarnya tapi Nora tida bisa menemukannya. Baru di halaman 299 saya bisa menemukan hubungannya walau secara samar.

Dari para tokoh, sosok Melanie membuat saya bingung. Apa sebenarnya peran ia dalam kisah ini? Apakah hanya sebagai cameo semata? Seorang ibu yang begitu ingin bertemu dengan teman lama sebagai alasan untuk mendapatkan me time dari kesibukan mengurus buah hati yang berusia enam bulan, namun  pada akhirnya nalurinya menang sehingga ia segera memutuskan untuk segera pulang. Selain sosoknya yang dipergunakan untuk menggambarkan betapa susahnya  mendapatkan sinyal di sana, saya tak menemukan lagi peran Melanie.  Memang hal itu menjadi sesuatu yang penting dalam kisah ini. kalau tak percaya, baca saja sendiri ^_^. Tapi bagi saya peranan tersebut bisa diganti oleh yang lain (itu kalau saya yang jadi menulisnya he he he).

Andai buku ini dijadikan film, Flo merupakan tokoh yang membuat kisah ini menjadi seru. Tingkah polahnya yang selalu menuntut kesempurnaan membuat orang sekitar menjadi jenkel. Apa lagi versi sempurna ala Flo sangat berbeda dengan teman lainnya di pondok itu. Ia sering menampilkan kesan terluka yang membuat orang sekitar jengah.

Hal lain yangmenyenangkan dari buku ini adalah tokoh utama kita digambarkan sebagai seorang penulis. Meski belum begitu populer namun hidupnya bisa dikatakan cukup mapan. Terdapat juga beberapa buku yang disebut dalam kisah ini. Hal ini menunjukan keragaman bacaan sang penulis.

Setelah beberapa kali kecewa dengan buku pilihan yang dibeli, saya nyaris enggan membeli buku ini. Untunglah lagi-lagi ada Teguh Afandi yang berbaik hati meminjamkan buku ini. Ternyata kisahnya cukup seru. Konon buku ini diharap akan menggugah penyukai kisah The Girl on the Train. Para penyuka kisah misteri dan thriller pasti akan menyukai buku ini.
Versi Bahasa Geogia

Namanya buku pinjaman, tentunya perlakuannya akan beda dengan milik sendiri. Misalnya pada halaman 45, Teguh memberi garis bawah kalimat Tom, Melanie, dan Flo dengan Clare. Mau tak mau saya jadi ikut terpengaruh. Ada apa dengan keempat orang tersebut? Kenapa sampai khusus diberi garis bawah? Sampai akhir kisah saya tak menemukan sesuatu yang signifikan kecuali mereka adalah tokoh dalam kisah ini. Penasaran, kapan-kapan tanya ah.

Untuk urusan kover, dari empat puluh sembilan versi yang ada di Goodreads, bagi saya versi bahasa Romanian merupakan ilustrasi yang paling tepat untuk menggambarkan isi kisah. Untuk gambaran lokasi kisah, versi bahasa Georgian merupakan yang paling mirip dengan imajinasi saya.  Sementara versi bahasa Inggris malah menawarkan sensasi menakutkan yang mengusik rasa ingin tahu saja. 

Gambar peralatan makan yang terkena noda darah dalam versi bahasa Italia membuat saya teringat pada sebuah karya penulis detektif kenamaan. Salah satu kisahnya menyebutkan tentang pembunuhan saat jamuan makan malam. Ketika mendadak lampu mati terjadi kehebohan. Terdengar erangan seseorang terkena tusukan dan nyonya rumah (atau tamu, agak lupa saya) merasa ada yang menarik gaunnya. Ketika lampu akhirnya menyala, ternyata seseorang tertusuk pisau makan. Senjata pembunuhan tak bisa ditemukan kecuali oleh detektif si tokoh kisah.

Memang tak ada adengan serupa dalam buku ini, namun ilustrasi tersebut digunakan sebagai perumpamaan bahwa telah terjadi sebuah pembunuhan saat berlangsung pesta, pesta bujang. Pembaca digiring untuk merasakan akan timbulnya kengerian dibalik keceriaan saat pesta.

Kisah ini merupakan debut dari Ruth Ware. Saat ini ia tinggal di London. karyanya antara lain Women in Cabin 10 dan The Lying Game.  Hal penarik dari sosok penulis ini adalah ia sudah menyatakan  sejak awal dengan sopan bahwa ia tidak memiliki banyak waktu untuk membaca karya mereka yang baru belajar menulis. Jadi jangan mengirimi draf novel dan meminta masukan. Namun ia juga memberikan saran untuk mengatasinya. Bagi yang  ingin tahu seputar penulis bisa dilihat di sini.

Nonton book trailer-nya yuk. Seseru kisahnya ^_^>




Sumber gambar:
https://www.goodreads.com





Senin, 03 April 2017

2017 # 22: Curhat Seorang Bara

Sudut bumi 20XZ

Cintaku, 
Belahan jiwaku
Bagaimana kabarmu di sana? Semoga cuaca buruk tidak membuat kesehatanmu terganggu. Sepertinya sudah lama kita tak saling berbagi kisah mengenai buku yang kita baca. Kesibukan kita masing-masing membuat waktu yang tersisa sangat sedikit. Semoga bukan menjadi kebiasaan buruk kelak.

Kali ini giliranku bercerita terlebih dahulu ^_^
Ada sebuah buku yang sebenarnya bukan jenis buku yang akan aku buru. Meski begitu, ada sesuatu yang menarik sehingga aku mencoba menikmati. Satu hal utama yang menjadi daya tarik adalah begitu cepatnya kuota preorder buku ini tercapai. Hanya dalam jangka empat hari sebanyak  500 eksemplar sudah habis dipesan. Konon penerbit harus membuka kloter kedua karena permintaan yang besar, jumlahnya juga sebanyak 500 eksemplar lagi! Entah memang mereka penggemar karya penulis atau tergoda dengan bonus  pouch serta tanda tangan penulis. Faktanya buku ini laris manis.

Rencananya, aku akan menerbitkan uraianku dalam bog. Tolong baca dan kritik aku seperti yang biasa kau lakukan cintaku. Dan aku tentunya sudah menyiapkan diri untuk menerima masukanmu yang umumnya mampu membuat mataku panas he he he. 

Luka Dalam Bara, buku  yang akan aku ulas kali ini. Buku tersebut merupakan buntelan dari penerbit.  
Penulis: Bernard Batubara
Penyunting: Teguh Afandi
Ilustrasi sampul & isi: @alvinxki
ISBN: 9786023852321
Halaman: 108
Cetakan: Pertama-Maret 2017
Penerbit: Noura Books
Harga: Rp 49.000
Rating: 3.25/5

Dear Diary..,
Hari ini aku senang sekali, karena......

Pernah mengalami masa seperti itu? Punya sebuah catatan harian tempat mencurahkan segala rasa. Buku tempat mencatat itu sering disebut diary atau catatan harian,  menyimpan segala hal tentang kita, termasuk hal yang paling pribadi atau  hal yang paling dirahasiakan. Sehabis mencatat segala hal segera menyimpan buku tersebut di tempat yang aman takut ada yang membaca. Karenanya, beberapa buku memiliki gembok dan kunci. Seakan pemiliknya ingin menjaga seluruh rahasia hati yang tercurah di sana.

Urusan menulis catatan harian malah sempat menjadi topik hangat di tahun 80 hingga 90-an. Salah satu radio swasta dengan target pendengar anak  muda menyiarkan catatan harian dari pendengar yang sengaja dikirimkan, tentunya dengan menyamarkan nama dan lokasi peristiwa. Ada juga yang disiarkan setiap malam dengan tokoh seorang anak muda, Catatan Si Boy. Informasi lengkapnya di tautan berikut. Belakangan kisah ini dibuat versi baru dengan menyesuaikan kondisi saat ini informasinya di sini. Wah jadi ketahuan berapa usia saya nih.

Demikian juga dengan buku ini. Memang buku ini tidaklah terkunci layaknya buku harian pribadi seseorang,  namun bisa dikatakan ini merupakan diary-catatan harian seorang Bara.  Isi buku ini bukanlah sebuah novel, cerita pendek atau sepenggal puisi, namun semacam curahan hati seorang Bara tentang segala hal yang ia rasakan.   

Agar pemahaman sama, untuk buku ini saya sebut curhatan saja ya. Silahkan jika ada yang mau menyebut dengan istilah lain. Beberapa curhat dibuat sederhana, hanya membutuhkan setengah halaman. Tapi ada juga yang cukup panjang, misalnya curhat dengan judul Cerita Kecil Tentang Kartu Ucapan, Tempat yang Tua, dan Bagaimana Kita Diselamatkan oleh Benda-Benda Mati. Judulnya saja sudah panjang. Pembaca akan menemukan curhat yang lumayan panjang, mulai dari halaman 31 hingga 40.

Penyampaian curhat juga beragam. Ada yang disajikan seperti tulisan  catatan harian biasa, tapi ada yang berbentuk tanya jawab dengan tokoh imajiner ciptaan Bara. Menilik isinya, tentunya merupakan kesenangan tersendiri. Siapa yang tak tergoda membaca catatan harian orang lain? Meski tahu terlarang, namun perasaan penasaran dan ingin tahu kadang memenangkan pertarungan bathin. Untuk buku ini, kita tak perlu sembunyi-bunyi mengintip isinya, Bara bahkan rela membagikannya dengan pembaca.

Sosok Bara dikenal sebagai penulis kisah yang mampu melelehkan hati banyak orang, terutama kaum hawa. Maka terbayangkan bagaimana isi catatan hariannya. Emosi pembaca akan dibuat naik turun seperti roller coaster.  Supaya tidak penasaran, saya kutip kalimat yang ada di halaman 20, "Aku jatuh cinta pada kata-kata. Aku ingin mencintai seseorang yang mencintai kata-kata. Aku ingin menyayanginya melalui kata-kata. Aku ingin mendalami kita pada kata-kata. Aku dan kamu menemukan kita pada kata-kata. Aku mengembarai hatimu dengan menelusuri kata-katamu...." 

Tuh kan...., tidak saja penggemar buku yang meleleh karena banyak adegan seputar buku  dalam kisah ini, namun juga mereka yang baru mengenal karya Bara akan ikut lumer hatinya.  Pemilihan kata yang digunakan  serta susunan kalimatnya selalu tepat untuk menggambarkan suasana hatinya saat itu tanpa berkesan lebay ala ABG.

Tidak hanya isi, kover buku ini juga bercerita tentang hal yang mampu membuat hati pembaca terusik. Selain warna biru, warna kesukaan saya yang mendominasi kover buku, ilustrasi juga menarik. Amplop yang dipegang pria itu, penuh dengan hati yang ditadah sang wanita. Bagi saya maknanya sang pria memberikan banyak cinta dan perhatian bagi sang wanita. Dan sang wanita menerimanya dengan tulus sehingga kisah cinta keduanya menjadi begitu indah. Wah saya ikutan baper nih ^_^.

Begitu juga dengan ilustrasi yang ada dalam buku ini. Beberapa gambar mengingatkan pada masa kecil ketika telepon masih merupakan barang mewah, anak-anak kecil membuat telepon  versi mereka untuk bermain. Memanfaatkan kaleng dan benang mereka bergaya seolah-olah sedang berbicara melalui telepon. Keseruan yang tak dimiliki anak zaman sekarang.

Bagian yang menyebutkan betapa bahagianya Bara mendapatkan buku-buku bermutu yang tak dijual di kotanya sungguh menyentuh perasaan. Sebagai orang yang tinggal di kota besar, eh baiklah minggir sedikit, kemudahan mendapatkan buku merupakan suatu keuntungan. Meski begitu banyak juga yang mengeluh, namun tak akan mengalami seperti Bara.

Beberapa bagian agak sulit saya ikuti. Sebenarnya hal tersebut dikarenakan saya tak tahu ujung atau awal mula situasi yang diceritakan Bara. Saya seakan langsung ikut nimbrung percakapan dua orang tanpa tahu topik apa yang mereka bicarakan. Saya harus meraba-raba terlebih dahulu dari percakapan keduanya. Begitulah resiko jika mengintip catatan harian seseorang, kita tak tahu awal mula kenapa ia memiliki perasaan seperti itu. 

Seluruh isi buku ini bersumber dari blog  pribadi Bara, ada di sini. Mungkin sekedar curahan hati, bisa juga merupakan  ungkapan perasaan bagi seseorang. Hem... jadi penasaran siapakan sosok yang mampu mengusik hari seorang Bara.  

Sekali lagi, sosok Teguh Effendi saya temukan ikut andil munculnya karya ini. Tanpa campur tangannya, mana kita tak akan menikmati karya seorang Bernard Batubara dalam bentuk yang berbeda. Jadi penasaran habis ini ide apa lagi yang ia punya. 


Cintaku,
belahan jiwaku
Jika Bara mengatakan, " Aku menyukaimu karena kamu menyukai benda-benda tua, hal-hal yang telah lewat dan terlupakan oleh orang-orang." Maka aku aakan mengatakan padamu, "Aku menyukaimu karena kamu suka memberikan perhatian pada hal-hal kecil yang bahkan aku sendiri tak menyadari menyukainya. "

Bara ingin bertambah tua bersamanya, ingin terus tertawa bersamanya. Sementara aku, ingin selalu menjadi bayanganmu agar selalu bisa bersama setiap saat.

Tak sabar ingin segera bertemu denganmu

TR