Jumat, 01 Mei 2015

2015 #48: House of Secrets




Penulis: Chris Columbus & Ned Vizzini
Penerjemah: Lulu Fitri Rahman
Penyelaras aksara: Nunung Wiyati
Penata aksara: Nurul MJ
Perancang sampul: Vinsen
ISBN: 9786020989464
Halaman: 438
Cetakan: Pertama-2015
Penerbit: Noura books
Harga: Rp 79.000

Selamat datang di perpustakaan terlengkap di dunia!

Kurang lebih demikianlah perasaan Cordelia Walker saat menemukan perpustakaan yang penuh dengan aneka buku menawan saat meninjau rumah yang rencananya akan dibeli oleh orang tuanya.Penggila buku mana yang tidak begitu.

Sejak awal  Cordelia, Brendan dan Eleanor Walker sudah curiga ada yang salah dengan rumah baru mereka. Harga yang ditawarkan jauh lebih murah dari yang mereka kira untuk sebuah rumah antik lengkap dengan segala perabotannya. Tapi semua hal yang dianggap aneh langsung hilang begitu mereka melihat langsung rumah tersebut. Rumah yang berada di 128 Sea Cliff Avenue  itu bertengger di tepi tebing menghadap langsung ke laut dengan tiga lantai bergaya Victoria dan dikelilingi pepohonan, rumah idaman.

Rumah tersebut semula milik Denver Kristoff, seorang penulius yang karyanya jarang dibaca tapi mempengaruhi karya orang-orang yang kelak menciptakan aneka kisah seru. Maka tak heran jika perpustakaan dalam rumah itu penuh dengan aneka buku yang bisa membuat seorang penggila buku betah berada lama di sana. Termasuk Cordelia.

Cordelia meminjam buku tanpa ijin, sepertinya hal tersebut  dilakukan secara naluri karena ia penyuka buku dan tertarik pada sebuah buku. Tapi hal tersebut justru membawa mereka ke dalam petualangan penuh bencana menakutkan!

Kutukan jahat menyelimuti rumah tersebut!. Anak sang pemilik begitu marah kepada keluarga tersebut karena dianggap menguasai rumah miliknya. Ia juga marah kepada Cordelia yang meminjam buku tanpa ijinnya.

"Demi kehormatan ayahku. Demi seluruh kejahatan yang dilakukan keluarga Walker kepadanya! Demi terusiknya buku agung itu! Demi konsultasi pengecut dengan Dr. Hayes! Demi Denver Kristoff, yang hidup lagi karena jiwanya abadi! Nyawa dibalas nyawa, Penyihir ANgin bersabda, bangkitlah halaman yang terbelah" Kutukan diucapkan oleh anak Kristoff yang marah. Sejak itu semuanya berubah menjadi penakutkan bagi ketiga kakak-beradik Walker.

Ketiganya harus berusaha menyelamatkan kedua orang tua mereka sambil mencari jalan pulang. Jangan ditanya aneka bahaya yang mereka hadapi, banjir, raksaksa, hewan buas, perampok, sihir, itu baru sekian kecil. 

Belum lagi mereka harus berurusan dengan sebuah buku LAGI,  Kitab Petaka dan Hasrat yang sungguh menakutkan. Dan siapa bilang buku tidak berbahaya? Buku itu mampu menimbulkan gempa dasyat!

Semula saya mengira kisahnya tidak beda jauh dengan buku besutan Ulysses Moore. Sempat ada rasa kesal juga kok kisahnya serupa. Ternyata saya terlalu cepat mengambil kesimpulan. Mulai halaman 51 kisahnya berubah.

Belakangan kembali saya merasa buku ini seperti serial Inkheart, terutama pada bagian tentang 3 buah buku yang melayang. Tapi kembali saya salah. Alur dan kisah dalam buku ini sama sekali tidak bisa tertebak. Spektakuler!
Agak seram juga bagi saya membayangkan ketiga anak tersebut terluka dengan berbagai cara. Ada yang terkena tusukan pedang, lemparan pisau, ledakan dan lainnya.

Beberapa bagian yang ada jika dijadikan film pasti menegangkan tapi membacanya kok kesannya sadisnya. Bagian seorang wanita yang menerjunkan diri ke laut sebagai contoh. Ia nekat terjun meski tahu dirinya bisa menjadi santapan hiu, menunjukkan betapa putus asanya ia.

Meski seru, saya sedikit bertanya apakah mungkin anak seusia mereka sanggup melakukan beberapa hal yang disebutkan dalam buku ini. Walau namanya kisah fantasi  tetap saja harus ada unsur masuk akal, dan saya agak meragunakan bahwa dalam keadaan terdesak sekalipun mereka mampu melempar kampak hingga menancap di dahi musuh.
 
Pembaca juga mendapat hikmah tentang rasa persaudaraan dalam kisah ini. Meski apa pun yang terjadi ketiganya berusaha saling menjaga satu sama lain. "Tak ada orang yang diperdaya untuk membenci." Kata Cordelia

Aneka mantra dengan mempergunakan bahasa latin yang menambah seru petualangan mereka juga ada dalam buku ini, Ostende mihi isti qui introduxisti ne terrarum misalnya.

Untuk kover, saya lebih suka versi yang beredar di sini dari pada versi asli. Versi dengan gambar rumah yang mengapung di laut membuat imajinasi saya tentang kisah ini adalah kisah tentang petualangan seputar rumah dan laut. Sementara versi yang saya baca menggambarkan tiga anak remaja yang sedang dikejar semacam makhluk menakutkan dengan latar aneka buku, yang menggambarkan peristiwa tersebut terjadi di perpustakaan. Tentunya sebagai penyuka buku saya lebih menikmati petualangan atau kisah yang terkait dengan buku.

Beberapa nama yang sudah cukup akrab bagi kita seperti Starbuck, Game of Thrones, wikipedia juag disebutkan dalam kisah ini. Penulis sepertinya ingin menciptakan suasana yang dekat dengan kehidupan pembaca.

Jangan sampai lupa mengintip
https://www.youtube/29BUyTajg7M
https://youtu.be/1NmXeXQxIJk

Chris Columbus adalah sosok  yang berada di balik sukses fim HP sementara Ned Vizzini  merupakan penulis kisah yang piawai. Jadi bisa ditebak bagaimana serunya buku ini terlepas dari kekurangan yang ada. Penasaran menunggu buku keduanya.

Selesai membaca maka dengan yakin saya memberikan bintang 5 dan sangat setuju dengan dua endors berikut ini,
"Petualangan menegangkan hingga titik terakhir ..." J.K. Rowling

"Alur yang cepat ... membuatmu terus ingin membalik halaman ... kisahnya amat seru, menyenangkan dan pasti bakal terkenal." ALA Booklist

Sumber gambar:
Wikipedia

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar