Selasa, 23 Desember 2014

Review 2014#69: Trilogy The Darkest Minds #2: Never Fade

Penulis: Alexander Bracken
Penerjemah: Linda Boentaram
Penyunting: Tendy Yulianes Susanto
Proofreading: Abduraafi Andrian
Pewajah Sampul: Defi Lesmawan
Pewajah isi: eNKa
Proofreading: Abduraafi
ISBN: 9786020900032
Halaman: 624
Penerbit: Fantasious
Harga:  Rp 89.500

"Aku takkan duduk-duduk saja menunggu persetujuanmu-bukan begitu perjanjiannya. Akan kubocorkan lokasi ke server malam ini. Jika dia tidak datang mencariku, akan kucari sendiri dia."                                                                                   
 
Kenapa saya jadi langsung teringat pada salah satu film X-man. Saya lupa apa judulnya, tapi pada bagian saat para ilmuwan sudah menemukan semacam serum guna membuat para mutan kehilangan keistimewaannya. Mutan menjadi manusia normal biasa. Adegan dibuka dengan anak petinggi yang ternyata manusia burung sedang dipaksa sang ayah untuk menerima suntikan serum tersebut. Ia akhirnya menolak dan melompat memecahkan kaca lalu terbang di langit lepas.

Pada bagian kedua ini kisahnya makin berkembang dengan musuh yang tak terduga. Ruby belajar untuk mengendalikan dan menggunakan kelebihannya. Berbagai latihan diikutinya dengan kesadaran penuh. Kian hari kemampuannya  berkembang pesat. Sosoknya berkembang menjadi kepribadian yang matang dan penuh perhitungan. 


Di Liga Anak Rubby kian menyadari bahwa mempercayai seseorang merupakan hal yang sulit dilakukan, sama sulitnya dengan mencari orang yang layak dipercaya. Ia harus berhati-hati jika ingin selamat. Bahkan Ruby belajar memahami bahwa tidak selamanya orang baik merupakan orang baik.

Telah ditemukan apa yang menyebabkan anak-anak memiliki kemampuan berbeda juga pemunah guna mengembalikan mereka seperti sediakala. Hasil penelitian tersebut disimpan aman dalam sebuah
flashdrive. Celakanya sebuah tindakan konyol membuat flashdrive tersebut berpindah tanpa sengaja. Misi Ruby adalah menemukan dan membawa flashdrive itu ke Markas Liga Anak. Sosok sang pembawa merupakan sosok yang sangat ia hindari selama ini, Liam.

Pencarian Liam bukanlah hal yang mudah mengingat selama ini sosok Liam cukup lihai menyembunyikan diri. Ruby harus menuju ke tempat-tempat yang jauh dengan aneka bahaya yang mengintai. Tidak hanya dari pihak pemerintah, ternyata ada pihak lain yang tidak ingin usahanya menemukan Liam yang membawa  f
lashdrive berhasil. Ada musuh dalam selimut.

Urusan asmara  antara Ruby dan Liam sekali lagi menjadi topik yang cukup hangat. Hal tersebut jelas berpengaruh pada Ruby maupun Liam tanpa keduanya menyadari. Ruby tak ingin Liam terluka. 
"Karena satu-satunya hal yang lebih buruk dibandingkan hidup tanpamu adalah melihat mereka menghancurkanmu hari demi hari, sampai kau bukan dirimu lagi, sampai mereka mengutusmu dalam Op dan kau tak kembali lagi." Untuk itu ia menghapus ingatan Liam tentang dirinya sebagai imbalan agar ia dibebaskan. Namun alam bawah sadar Liam kadang melawan blokir yang dilakukan Ruby. Hingga sebuah adegan di halaman 468 merubah segalanya.

Alur ceritanya masih seru tentunya dengan aneka aksi fisik seperti berkelahi guna mempertahankan diri meski tidak sebanyak buku pertama. Dibandingkan buku pertama, bobotnya terasa lebih ringan. Buku kedua ini lebih menekankan pada hal emosi para tokohnya. Bagaimana reaksi Ruby saat tahu ia dikhianati temannya, ungkapan ketakutan anak-anak itu terhadap kemungkinan pemusnahan mereka karena jumlahnya kian bertambah, reaksi lega saat menemukan salah satu teman berhasil kembali dari Op dengan selamat, kesedihan saat tahu rekan mereka meninggal dan lainnya. Penulis lebih memainkan emosi pembaca serta para tokohnya
.

Pesan moral yang disampikan oleh penulis sederhana namun menyentuh. Kadang tujuan baik belum tentu menghasilkan sesuatu yang baik. Tujuan Ruby ingin membantu Liga Anak dan mengembalikan kehidupan mereka yang hilang. Namun tidaklah semudah membalikan telapak tangan. Untuk mencapai impiannya banyak yang harus dikorbankan Ruby, bahkan sahabat dan orang yang dicintainya tanpa ia sadari.


Sesuatu yang baik menurut kita belum tentu baik bagi orang lain. Ada pihak yang berpendapat menemukan pemunah adalah suatu hal yang baik dan perlu dikembangkan lebih lanjut. Sementara itu, ada pihak lain yang justru bahagia dengan keistimewaannya hingga tidak ingin penemuan itu tersebar luas.  Ruby berada diantara kedua pihak yang berseberangan tanpa ia kehendaki.


Dari sisi cetakan, sepertinya ada typo serta susunan kalimat yang agak janggal.
Typo pada halaman 232, "Jude menahan Vida dengan satu lengan di dadanya untuk mencegah ceek itu menerkamku."  Sementara pada halaman 448 tertulis, "Jude muncul lagi di mulut tenda dengan senter yang dia disuruh ambil dari mobil."

Sepertinya penulis mengagumi tokoh Mrs Marple. Terlihat pada halaman 219 tertulis kalimat,"Satu-satunya buku yang dipunyainya bercerita tentang perawan tua pembongkar kejahatan yang mengganggu orang-orang di desa kecilnya...."

Novel yang masuk dalam daftar New York Times Best Seller dan Goodreads Choice Award 2013 ini sedang dalam proses pembuatan film layar lebar oleh 20th Century Fox, infonya bisa dilihat di http://www.hollywoodreporter.com/heat-vision/wayward-pines-creator-tapped-adapt-733010. Dalam http://www.goodreads.com/book/show/16150830-never-fade mendapat  bintang 4.43 dari 2.387 review.   

Jadi  penasaran bagaimana ekspresi Ruby dalam film saat  adegan Liam berkata  berikut:
"Aku mencintamu." Dia berbalik menatapku, ekspresi merana itu masih membayang di wajahnya. Aku mencintaimu setiap detik setiap hari, dan aku tak mengerti kenapa, atau bagaimana menghentikannya-"

Flashdrive dalam wikipedia disebutkan USB flash drive adalah alat penyimpanan data memori kilat      tipe NAND  yang memiliki alat penghubung USB yang terintegrasi. Penggerak kilat ini biasanya berukuran kecil, ringan, serta bisa dibaca dan ditulisi dengan mudah. 

Penggerak kilat USB memiliki banyak kelebihan dibandingkan alat penyimpanan data lainnya, khususnya cakram flopi atau cakram padat. Alat ini lebih cepat, kecil, dengan kapasitas lebih besar, serta lebih dapat diandalkan (karena tidak memiliki bagian yang bergerak) daripada disket. 

 Selanjutnya disebutkan bahwa penggerak kilat USB juga memiliki umur penyimpanan data yang singkat, biasanya ketahanan data pada Penggerak kilat USB rata-rata 5 tahun. Ini disebabkan oleh memori kilat yang digunakan tidak bertahan lama. Bandingkan dengan cakram keras yang memiliki ketahanan data hingga 12 tahun, CD/DVD berkualitas (dan bermerek terkenal) selama 15 tahun jika cara penyimpanannya benar. Menilik ukurannya yang tidak besar  serta mudah disembunyikan dimana saja, maka bukanlah suatu hal yang aneh jika Liam tanpa sengaja membawanya. 

Penasaran bagaimana kelanjutan kisah cinta segi ... ups!















Tidak ada komentar:

Poskan Komentar