Senin, 10 November 2014

Review 2014#62: Silo Trilogy #1 - WOOL (Mengandung Secuil Spoiler)

Penulis:Hugh Howey
Penerjemah: Dina Begum
Penyunting: Nuraini Mastura
Penyelaras aksara: Herlinawati Sitorus
Penata aksara: Abdul Wahab
ISBN: 978-602-1606-94-0
Halaman:732
Penerbit: Nourabooks
Harga: Rp 89.000,-


Membaca buku ini mengingatkan saya pada dua hal. Pertama film E.T yang fenomenal, ternyata kita tidak pernah benar-benar sendiri di alam in. Serta sebuah buku The Road karya Cormac McCarthy dengan cara yang sedikit berbeda. Jika The Road saya dibuat terharu-biru (halah) dengan kasih sayang antara ayah dan anak serta perjuangan mereka untuk bertahan hidup, maka pada  buku ini kita akan dibuat terpesona dengan semangat hidup para penghuni Silo 

Pada  kover, Rick Riordan menyebutkan, "...kalau kau mencari novel post-apacalypse yang bagus maka Wool adalah pilihan terbaik. Jika penulis sekaliber Rick Riordan berkenan memberikan endors bagi seorang penulis indi, sepertinya buku ini layak dibaca.

Kisah ala post-apacalypse  merupakan kisah dengan setting seputar perabadan dunia, dimana umat manusia yang berhasil selamat  dari bencana kehancuran berusaha bertahan hidup dan memulai peradaban kembali
Ceritanya dimulai ketika Allison istri seorang sheriff, Holston mendadak berteriak histeris minta keluar dari Silo. Permintaan wajar jika dilakukan di tempat lagi. Namun di Silo itu maknanya ia menandatangi perintah kematian. Keluar artinya ia akan menjalani PEMBERSIHAN, sebuah ritual yang menyeramkan tapi entah kenapa ditunggu oleh setiap penduduk Silo.

https://www.goodreads.com/book/show/20745447-the-wool-trilogy
Mereka yang menjalani pembersihan akan diberikan pakaian khusus lalu dibiarkan berjalan keluar hingga suatu saat kehabisan oksigen dan meninggal. Jika beruntung mungkin saja sosok itu menemukan pertolongan atau kehidupan lain. Minimal ia bisa berharap hidup lebih lama dalam pakaian khusus tersebut.

Holston awalnya menganggap sang istri hanya tertekan, namun jika teringat pada percakapan-percakapan mengenai timbulnya pemberontakan dimasa lalu serta adanya file-file yang dihapus dari arsip, timbul berbagai tanda tanya dalam dirinya. Pada akhirnya ia harus mengaku kalah dan meminta KELUAR. Sama maknanya dengan ia mengajukan diri secara suka rela untuk pembersihan.

Setelah Holston menjalani pembersihan, maka terjadilah kekosongan posisi. Entah mengapa Juliette yang dipilih. Dan buku ini mengisahkan tentang perjuangan hidup Juliette. Dari HANYA seorang mekanik handal yang hidup dalam lapis terbawah Silo,  berubah menjadi sosok yang mengguncang kestabilitasan Silo. Selanjutnya aneka intrik guna  menyingkirkan Juliette terjadi. Hingga akhirnya ia menemukan sebuah fakta mengejutkan tentang Silo.  

Oh ya, Silo adalah semacam banker raksaksa yang berfungsi sebagai tempat tinggal. Alih-alih menjulang tinggi ke atas, bangunan itu malah makin menurun menuju pusat bumi. Tiap lantai yang ada memiliki peranannya masing-masing. Ada yang khusus untuk berkebun, urusan TI bahkan pemerintahan. 

Dunia bagian atas dibebani dengan pemandangan yang semakin kabur. Orang-orang yang hidup di lantai bawah dan mengerjakan kebun atau membersihkan kandang binatang mengorbitkan dunia mereka sendiri yang terdiri dari tanah, pupuk serta tanaman. Bagi mereka pemadangan luar tak perlu digubris hingga ada pembersihan

Sensasinya juga nyaris serupa dengan membaca The Maze Runner. Hanya saja butuh konsentrasi lebih untuk menikmati kisah ini. Buku ini menantang kesabaran saya. Pada bagian awal saya sempat merasakan bosan dengan aneka suguhan mengenai aktivitas para tokoh yang naik turun di Silo. Bayangkan, untuk pergi menemui Juliette saya pimpinan di Silo harus berjalan turun ke bawah lebih dari 2 hari. Belum lagi perjalanan kembali ke atas. Terbayangkan betapa besarnya Silo.

Sang Penulis, Hugh Howey
http://www.wired.com/2013/04/geeks-guide-hugh-howey/
Untung saya tak gampang menyerah, belakangan aneka kejutan yang membuat kisah ini berkembang tak terduga datang secara beruntun. Bagaikan sebuah desa yang kekeringan mendadak hujan turun sehingga setiap penduduk bisa menikmati air dan memiliki persediaan tanpa khawatir kekurangan.  

Banyak pertanyaan yang ingin saya ungkapkan. Tapi sepertinya saya masih harus bersabar karena buku ini adalah trilogi bahkan tiap bagian terdiri dari beberapa buku. Urutan lengkapnya sebagai berikut:
1. Wool
    Terdiri dari Wool, Proper Gauge, Casting Off, 
    The Unraveling, The Stranded
2. Shift
    Terdiri dari Legacy, Order, Pact
3. Dust

Mengingat jika dijumlah ada sekitar 10 buku dalam seri ini, semoga Penerbit Noura berkenan memboyongnya ke tanah air seluruh seri ini, tidak putus di tengah jalan. Sehingga pembaca bisa menikmati keseluruhan kisah secara utuh.

Sekedar saran, apakah tidak bisa dibuatkan glosarium mengenai suatu istilah. Misalnya tentang pembersihan. Butuh waktu agak lama dan beberapa puluh halaman untuk memahami apa itu artinya. Mungkin bisa mengurangi keasyikan membaca. Namun dengan diletakan pada glosarium pembaca yang memutuskan apakah ingin mengetahui makna istilah tersebut dalam waktu cepat atau bersedia memahami dengan sendirinya melalui lembar-lembar berikutnya.

Terdapat istilah yang  biasa  dipergunakan dialihbahasakan menjadi ungkapan yang tidak umum. Misalkan handset menjadi  pelantang telinga, lalu harddisk menjadi cakram keras, timer menjadi cip waktu, lalu keyboard menjadi papan ketik.  Bukankah istilah itu sudah sering kita dengar dan umumnya pembaca memiliki persepsi yang sama mengenai makna atau wujud dari istilah tersebut. Lalu mengapa harus diubah menjadi bahasa yang tidak umum, meski menjadi bahasa Indonesia.

Kisah Silo yang sudah cukup berat menjadi kian berat untuk dipahami. Jika maksudnya untuk memperkaya perbendaharaan kata atau mengajak pembaca mulai lebih mempergunakan bahasa Indonesia, sebaiknya dipilih kisah yang lain untuk tujuan tersebut. Butuh lama bagi saya untuk memahami bahwa yang dimaksud dengan bayangan adalah karyawan magang. Saya beberapa kali membalik-balikan halaman sekilas untuk mengecek takut ada point yang tertinggal. Bahkan mengulang membaca beberapa bab awal untuk memahami apa itu pembersihan.

Kover versi Penerbit Noura yang saya baca menawarkan nuansa berbeda. Pembaca akan berusaha menebak gambar apakah itu. Bentuknya mirip spiral dengan aneka warna di tengah seolah-olah terjadi kebakaran atau ledakan hebat. Gambar tersebut ternyata merupakan ilustrasi dari Silo.  Bentuk seperti melengkung dengan warna menyerupai biru adalah pintu masuk ke setiap lantai. Warna coklat melingkar adalah tangga yang menghubungkan seluruh Silo. 

Pembersihan
Bayangan
Musuh dalam Selimut
Misi Rahasia
Konspirasi

Selamat Datang di Silo!
Begitu Masuk, Tidak Ada Jalan Keluar 
Kecuali KEMATIAN

1 komentar:

  1. buku yang bagus..setuju dengan ulasan diatas..kita mesti cermat mencerna jalan cerita wool..karena bab awal kita langsung masuk ke kisahnya. tapi buku ini fantastis dan membuka daya hayal kita tentang masa depan. recommended untuk dibaca dan dikoleksi..

    BalasHapus