Minggu, 16 Februari 2014

Review 2014 #9: Jalan-jalan ke Lombok-Sumbawa Yuk!!!!!

Judul Asli: Uniquely Lombok-Sumbawa
Pengarang:  Gagas Ulung
ISBN:  9789792287264
Halaman: 270
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Harga: Rp 98.000 


Sudah berapa negara yang anda kunjungi?
Semua bisa menyebutkan dengan mudah dan dengan rasa bangga karena sudah beberapa kali ke luar negeri. Tapi jika ditanya sudah berapa provinsi, kota atau pulau di tanah air yang sudah dikunjungi? Tidak semua orang bisa menjawab dengan cepat.

 Begitulah bangsa kita. Mewujudkan cinta tanah air sepertinya masih jauh dari harapan. Apa lagi jika kita menilik harga tiket pesawat. Harga tiket pesawat ke Singapore pergi pulang tidak sampai Rp 1.000.000 per orang sementara tiket ke Padang pergi pulang lebih dari Rp 1.000.0000 per orang. Ironi bukan, padahal di tanah air sendiri banyak lokasi yang menawan untuk dikunjungi.

Salah satu pulau yang layak kita kunjungi adalah Pulau Lombok dan Sumba. Pulau Lombok adalah sebuah pulau di kepulauan Nusa Tenggara yang terpisahkan oleh Selat Lombok dan Selat Alas. Pulau berbentuk yang menduduki peringkat 108 dalam daftar pulau berdasarkan luas memiliki bentuk seperti ekor dengan panjang kurang dari 70 km dengan luas 5.435 km2. Bahasa yang dipergunakan oleh penduduk setempat adalah Bahasa Sasak, selain bahasa nasional.

Pulau Sumbawa merupakan pulau yang terletak di provinsi Nusa Tenggara Barat dengan luas 14.386 km2.  Pulau ini dibatasi oleh Selat Alas yang memisahkan dengan Pulau Lombok serta Selat Sape Kota terbesarnya adalah Bima yang berada di bagian timur pulau ini.

Buku ini memuat sekitar 125 tujuan wisata berupa alam, kerajinan, kuliner serta informasi mengenai penginapan di kedua lokasi tersebut. Perlu diingat, harga yang tertera adalah harga yang berlaku sekitar tahun 2012. Perlu disiapkan dana lebih mengantisipasi kenaikan harga saat ini.

Di Pulau lombok ada sebuah minuman yang cukup digemari  terutama oleh turis asing. Namanya Bloody Sexy. Konon cerita dari yang sudah pernah mencicipi, ia melihat orang lain seperti binatang dan lingkungan sekitar seakan berubah dimensinya. Efeknya seakan melihat dunia lain. Minuman seharga Rp 100.000 per gelas ini hanya bisa ditemui di 3 Gili. Dibuat dari jamur kotoran sapi yang dihaluskan lalu dicampur dengan minuman lain seperti sprite atau krating daeng dan diberi buah. Bisa juga ditaburkan dalam makanan. OK saya jelas menolak mencoba minuman ini! Terutama sekali karena terbuat dari jamur kotoran sapi yekkkk.

Toko oleh-oleh Phoenix merupakan toko termurah yang menjajakan dodol rumput laut dengan aneka rasa,  Walau juga menjajakan panganan lainnya, tapi toko Phonix yang terletak di jalan Pejanggrik no 48C merupakan pusat dodol rumput laut, Jika ingin dikemas dalam dus, pembeli hanya perlu menambah Rp 3.000 per dus.

Bingung mau menginap dimana? Hotel Viktor 1& 2 di jalan Abimanyu No 1 Cakranegara milik Wayan Sidemen bisa dijadikan piihan. Lokasinya tidak sulit dijangkau hanya 15 menit dari bandara serta 5 menit dari Mal Mataram. Tarif yang dibedakan antara turis lokal dan asing juga sangat terjangkau. Untuk VIP bagi turis lokal hanya Rp 150.000/malam, standart AC sebesar Rp 100.000/malam sedangkan fan hanyaRp 80.000/malam. Harga termasuk sarapan pagi.

Jika hotel itu penuh, silahkan coba Hotel Arca di Jalan Garuda 4 Jeruk Manis Cakranegara milik Gusti Bagus Hari Sudana. Hotel dengan arsitektur gaya Bali ini hanya 10 menit dari Mal Mataram. Sebaiknya bergegas mengingat jumlah kamar yang tak terlalu banyak dan harga yang relatif murah. Untuk kamar dengan fasilitas AC hanya Rp 80.000/malam sedangkan dengan fan hanya Rp 60.000/malam plus sarapan. 


Desa Bayan berada sekitar 75 km dari Mataram. Butuh antara 3-4 jam dengan menyewa kendaraan  sekitar Rp 250.000/hari atau naik bus dari Terminal Mandalika menuju Desa Senaru dan dilanjutkan jalan kaki . Tak perlu takut lelah, pemandangan alam di kaki Gunng Rinjani yang dilalui menuju desa sangat membuai mata.

Kita bisa menemui rumah-rumah adat yang disebut bale. Bale dibangun dengan bahan dasar campuran kayu dan bambu. Lantainya tanah, dindingnya anyaman bambu dan atapnya alang-alang. Dalam rumah juga terbagi dalam beberpa bagian. Misalnya ada Inan Bale atau rumah induk yang berguna sebagai tempat menyimpan barang-barang pribadi dan juga merupakan wilayah khusus.

Sebagai desa dengan sebagai penduduknya memeluk Agama Islam, maka kita pastinya akan menemukan mesjid. Di sana terdapat Mesjid Bayan yang sudah ada sejak abad 17. Kita bisa membawa pulang miniature mesjid dengan harga Rp 250.000-Rp 500.000 per unit di Kios Petung Bayan.  Jika tertarik pada kain, maka kita bisa membeli kain tenun bermotif kotak-kotak. Alat tenun yang dipergunakan berupa kayu yang dioperasikan secara manual dengan tangan. Sepotong kain membutuhkan waktu sekitar satu minggu pekerjaan

Jangan sampai tidak mampir ke Situs Ai Renung. Di sana kita bsia menemukan sejumlah Sarkofagus. Sarkofagus  adalah salah satu peninggalan jaman megalithikum yang berfungsi sebagai keranda dari batu besar berbentuk lesung atau palung dengan tutup di atasnya. Fungsi sarkofagus pada jamannya adalah sebagai kubur batu atau dolmen.


Situs Ai Renung adalah situs pertama yang ditemukan di Kabupaten Sumbawa. Adalah Dinullah Rayes (Kabid Kebudayaan Kabupaten Sumbawa) dan Drs. Made Purusa (Balai Arkeologi Denpasar) yang berhasil menemukannya melalui penelitian pada tahun 1971. Pada penelitian pertama mereka hanya menemukan 3 buah sarkofagus atau kubur batu. Sedangkan pada penelitian selanjutnya ditemukan jenis yang sama hingga akhirnya kini terkumpul total 7 sarkofagus.(lombok.panduanwisata.com)

Buku ini memuat banyak hal lain seputar Pulau Lombok dan Sumbawa.  Informasi yang diberikan sangat membantu jika ingin merancang liburan. Baik dari sisi waktu, lokasi dan keuangan pastinya. Semua informasi tertera dalam buku ini.

Saya sebenarnya bukan penggemar buku travelling & backpacking. Tapi saat melihat aneka foto dan informasi yang disajikan dengan sangat akurat, saya jadi tergoda untuk membeli buku ini. Beberapa lokasi yang diceritakan dalam buku ini mampu membuat saya tergoda untuk berkunjung. 

Bagi saya. penulis telah berhasil menghasilkan sebuah buku travelling & backpacking. Tidak saja karena informasi yang disajikan sungguh lengkap dan mudah dipahami tapi juga mampu membuat seseorang, dalam kasus ini diri saya sendiri tergoda untuk membeli dan mendatangi beberapa lokasi yang tertera dalam buku ini. Terutama sekali karena mengetahui betapa mudah dan murahnya akomodasi dibanyak lokasi pariwisata. Soal urusan tiket memang bisa disiasati dengan membeli saat promo atau jauh hari. Tapi jika tidak tahu harus tinggal dimana serta berapa biaya yang dikeluarkan tentunya kita tidak bsia merancang liburan dengan maksimal. Mau bagaimana lagi urusan akomodasi merupakan hal yang menjadi pertimbangan utama selain urusan tiket.

Selamat berlibur!


Sumber gambar:
http://travel.detik.com/readfoto/2011/08/16/113502/1517592/1026/1/desa-adat-bayan-di-lombok-utara
http://lombok.panduanwisata.com/files/2013/06/DSC011561.jpg

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar