Jumat, 14 Februari 2014

Review 2014 #8: Misteri Kota yang Hilang


Penulis : Agustina Soebachman
Editor: Sadam Husein
Cover: Janur Kuning
ISBN: 978-602-7608-50-4
cetakan: Pertama, April 2013
Penerbit: Syura Media Utama (Jogja)


Acap Kali misteri memang bukan untuk diungkapkan

Bumi dimana kita berpijak memiliki banyak rahasia. Ada sungai yang mengalir di dalam laut, air asin dan tawar yang mengalir bersebelahan,  binatang yang mendadak punah bahkan letusan gunung merapi atau hujan es.  Banyak peristiwa yang telah terjadi. Salah satunya tentang kota yang hilang. 

Ada 45 kota yang hilang menurut buku ini. Beberapa kota berada dalam pengawasan PBB sebagai situs yang dilindungi. Banyak yang yang menyebabkan sebuah kota hilang. Secara garis besar dalam buku ini ada tiga hal utama yang menyebabkan sebua kota hilang atau ditinggalkan penduduknya, yaitu karena perang,  alam serta faktor ekonomi. Misalnya perang menyebabkan kota  Agdam (Azserbaijan),Gunkan Jima (Jepang), Old Sarum (Inggris) dan lainnya lenyap. Lalu  kondisi alam seperti kekeringan, longsor banjir menyebabkan beberapa kota seperti   Akrotiri (Yunani), Cliff Palace (Colorado), Craco (Italia), Varosha (Siprus) hilang. Bahkan ekonomi  dan politik juga  menjadi pemicu hilangnya sebuah kota seperti Angkor Wat (kamboja), San Zhi (Taiwan), Kadykchan (Rusia).

Kota-kota tersebut tersebar dari berbagai penjuru dunia. Ada Craco di Italia, El Dorado di Colombia, Akrotiri di Yunani, Vijayanagar di India, Xinjian di China dan masih banyak lagi. kota yang hilang itu belakangan peninggalannya ditemukan tidak saja di tempat dimana semula kota itu berada. Ada yang ditemukan di dasar laut, terkubur dalam debu gunung berapi atau berada di bawah runtuhan kota yang lain. Troy misalnya, kisahnya memang sungguh melegenda tapi tak banyak yang tahu bahwa kota tersebut dibangun di atas reruntuhan yang kesembilan. 

Guna menarik pembaca, penulis menuliskan tentang hal-hal yang perlu ditonjolkan di bawah nama kota. Misalnya GUNKAN JIMA (Jepang) lalu di bawahnya ditulis Pulau Perang Berhantu. Maksudnya untuk memberitahu pembaca bahwa jika mereka membaca kisah tentang kota Gunka Jima maka mereka akan menemukan juga kisah tentang 

Pulau tersebut sebenarnya bernama Pulau Hashima, panjangnya hanya sekitar 480 meter dan lebarnya 160 meter. Letaknya hanya  15 kilometer dari Kota Nagasaki. Karena dari jauh pulau ini terlihat seperti siluet sebuah kapal perang maka disebut Gunkan Jima.
Akibat bergesernya batu bara, maka tambang yang ada di pulau itu akhirnya ditutup. Penduduk dipaksa kembali ke kampung halamannya. Sempat disebut adanya aktivitas di pulau itu pada malam hari. Namun saat diselidiki tak ada apapun di pulau itu. Dari tahun 1974-2009 Pulau itu tertutup untuk umum. Tahun 2009 baru dibuka untuk wisatawan.

Kota Emas di Atas Awan atau Manchu Picchu di Peru ditemukan pada tahun 1911 oleh  arkeolog dari Universitas Yale,  Hiram Bingham III. Sejak tahun 1983 Situs ini menjadi salah satu dari Tujuh Keajaiban Dunia Baru.





Machu Picchu dibangun dengan gaya Inka kuno dengan batu tembok berpelitur. Bangunan utamanya adalah Intihuatana, Kuil Matahari, dan Ruangan Tiga Jendela. Tempat-tempat ini disebut sebagai Distrik Sakral dari Machu Picchu.

Ada teori lain yang menyebutkan bahwa Machu Picchu merupakan kota untuk mengontrol ekonomi daerah-daerah taklukan serta melindungi para bangsawan Inca. Machu Picchu ini bertingkat-tingkat, semakin tinggi tingkatannya, semakin tinggi tingkat kekuasaan orang yang menempatinya. Di puncak adalah tempat  para pendeta Inca mengadakan upacara menghormati matahari setiap harinya. terdapat juga  'intihuatana' (tempat tambatan matahari) yang berfungsi sebagai jam matahari. 

Para ahli berpendapat bahwa wabah cacar pada tahun 1527 yang menyebabkan lebih dari 50 persen populasi kota tersebut meninggal. Jatuhnya pemerintahan serta  perang saudara memperkeruh suasana. Saat  penakluk Spanyol Pizzaro tiba di Cuzco pada tahun 1532, Machu Picchu keburu menjadi kota hantu di atas awan. 


Saat ditemukan Pompei-Italia merupakan kota yang unik. Banyak lukisan, barang-barang kerajinan serta perlengkpan rumah tangga yang ditemukan seperti apa adanya seperti saat kota ini masih "hidup" 

Debu letusan gunung Vesuvius pada 79 M menyebabkan kota tersebut tertimbun debu lumayan tebal, hingga beberapa kaki. Butuh 1.600 tahun untuk menemukan kota ini kembali. Wajah korban yang ditemukan kebanyakan menunjukan ekspresi terkejut, menandakan betapa musibah datang begitu cepat dan sangat mengejutkan.

Karena berada di dekat gunung berapi, getaran kecil akibat gempa sudah dianggap hal biasa. Pada 5 Februari 62 terjadi sebuah gempa dasyat yang menimbulkan kerusakan. Saat gunung meletus, banyak kerusakan yang belum diperbaiki. Hal ini makin membuat parah situasi. Selama empat hari sebelum letusan yang mematikan  pada 24 Agustus, telah timbul getaran-getaran ringan. Namun tak ada yang menyadari pertanda tersebut.

Hasil penyelidikan  menyatakan bahwa Pompeii merupakan satu-satunya situs kota kuno di mana keseluruhan struktur topografinya dapat diketahui dengan pasti tanpa memerlukan modifikasi atau penambahan. Kota ini tidak dibagi sesuai dengan pola-pola kota Romawi pada umumnya dikarenakan permukaan tanah yang tidak datar. Kota ini berada di kaki gunung. Jalan-jalan di kota ini dibuat lurus dan berpola pada tradisi murni Romawi kuno, permukaan jalan terdiri dari batu-batu poligon dan memiliki bangunan-bangunan rumah dan toko-toko di kedua sisi jalan, mengikuti  Decumanus, jalan-jalan yang merentang dari timur ke barat, dan cardus jalan-jalan merentang dari utara ke selat


Kisah Para Penghuni Gua dari kota Efesus-Turki dalam buku ini menyebutkan tentang adanya sebuah perpustakaan besar yang didedikasikan untuk gubenur mereka, Celcus Polemeanus. Perpustakaan tersebut pernah mengalami masa sulit ketika Efesus diserang pada tahun 265 M. Perpustakaan tersebut dihancurkan.

Kota ini cukup unik dibandingkan  dengan kisah tentang kota yang lain dalam buku ini. Hingga sekarang kota ini masih bisa dikatakan "hidup." Banyak wisatawan yang berkunjung untuk menikmati bangunan-bangunan kuno yang telah mengalami renovasi.  Selain itu salah satu kisah yang dikaitkan dengan bukti arkeologis ialah perihal para penghuni gua (Ashabul Kahfi)

Perang selalu meninggalkan kenangan yang mengerikan.Tengok saja Kota Oradour Sul Glane di Perancis. Selama PD II, 642 penduduk dibantai dengan keji oleh SS Nazi Khusus sebagai bentuk pembalasan atas perlakuan Perancis. Sebenarnya sasaran adalah kota yang ada di dekat Oradour Sul Glane, entah mengapa justru pada 10 Juni 1944 justru kota itu yang diserang.

Berdasarkan kesaksian orang-orang yang selamat, penduduk pria dimasukan  dalam sebuah gudang lalu tentara Jerman menembaki kaki mereka sehingga akhirnya mereka mati secara pelan-pelan. Wanita dan anak-anak  dimasukan ke dalam gereja, tapi pada akhirnya mereka semua mati tertembak ketika berusaha keluar dari dalam gereja. 

Kondisi kota tersebut sangat mengenaskan. Bukti kekejaman Jerman bisa dijumpai sampai saat ini. Satuan SS Nazi khusus yang dibentuk terutama untuk mengadakan pembantaian tidak tanggung-tanggung dalam beraksi.

Masih banyak cerita tentang aneka kota yang bisa disimak dalam buku ini. Tapi jangan berharap bisa menemukan Atlantis sebagai kota yang hilang dalam buku ini. Penulis merasa sudah terlalu banyak referensi seputar Atlantis. Dari sekedar kisah hingga bukti penyelidikan ilmiah. Sementara referensi tentang kota-kota yang hilang lainnya termasuk minim. Karenanya ia merasa tidak perlu mencantumkan tentang Atlantis.

Jika ingin membaca karya yang lainnya silahkan mengunjungi http://agustinasoebachman.blogspot.com/2013_11_01_archive.html

Sumber gambar: http://commons.wikimedia.org/wiki/File:Peru_Machu_Picchu_Sunrise_2.jpg
http://mediakawasanonline.wordpress.com/category/yang-unik-unik/

















Tidak ada komentar:

Poskan Komentar