Kamis, 01 Juni 2023

2023 #15: Kisah Putri Ofelia Dari Kerajaan Bawah Tanah

Judul asli: Pan's  Labyrinth
Penulis: Guillermo Del Toro & Cornelia Funke
Penerjemah: Endang Sulistyowati
Penyunting: Febriani
ISBN: 9786230412547
Halaman: 248
Cetakan: Pertama-2023
Penerbit: Bhuana Sastra
Harga:  Rp 105
Rating: 3.5/5

"Ayah kandungmu meminta kami untuk membuka  portal di seluruh dunia agar kau bisa kembali. Ini portal yang terakhir." Faun menunjuk sumur tempat mereka berada. "Sebelum kau diizinkan kembali ke kerajaan, kami harus memastikan jiwamu masih murni dan kau belum menjadi manusia seutuhnya. Untuk membuktikannya," Faun meraih tasnya "Kau harus menyelesaikan tiga tugas sebelum bulan purnama."
- Pan's  Labyrinth, hal 50-

Spanyol, pada tahun 1994, Ofelia dan ibunya, harus menempuh perjalanan yang lumayan jauh menuju sebuah pabrik penggilingan tua  tempat markas ayah tirinya-Vidal berada. Bukan perjalanan yang menyenangkan bagi Ofelia, pastinya. Demikian juga dengan sang ibu yang  sedang hamil besar. 

Ofelia tidak menyukai ayah tirinya. Ia bahkan memberikan julukan si Serigala. Yang diperhatikan oleh si Serigala hanyalah kehamilan ibunya, ia sangat berharap itu anak laki-laki. Bahkan jika terjadi sesuatu saat proses melahirkan, perintah si Serigala sudah sangat jelas, selamatkan si bayi.

Ofelia juga tak paham mengapa ibunya harus menikah lagi setahun setelah ayahnya meninggal. Kenapa juga ia tak boleh  membaca buku dongeng dan percaya sihir ada. Menurut sang ibu,  ia terlalu tua untuk semua itu. Ofelia menjadi amat merindukan ayahnya.
https://www.goodreads.com/book/
show/56161014-el-laberinto-del-fauno

Ayah Ofelia sering memberinya buku. Kadang-kadang, ia juga membuatkan baju untuk buku-bukunya.  Bagi Ofelia, buku bisa memberitahukan banyak. Ia bisa mendapat informasi tentang dunia, binatang, tumbuhan, bahkan bintang. Buku bisa menjadi jendela, pintu bahkan sayap untuk terbang  jauh.

Ternyata  Ofelia bukalah anak perempuan biasa. Ia bisa melihat peri! Peri tersebut seakan minta agar Ofelia mengikutinya masuk ke dalam labirin yang ada di dekat sana. Dalam labirin, ia bertemu dengan Faun yang mengatakan bahwa sesungguhnya ia adalah putri dari Kerajaan Bawah Tanah. 

Ia bisa kembali ke istana ayahnya  jika bisa menyelesaikan tiga tugas sebelum bulan purnama. Ofelia yang begitu merindukan ayahnya langsung menyanggupi persyaratan tersebut. Benarkan ayah Ofelia adalah seorang raja, atau tukang jahit yang selama ini ketahui?  Baca saja sendiri he he he

Tugas yang diberikan untuk Ofelia bisa dikata gampang-gampang susah. Ia harus fokus jika ingin menyelesaikan seluruh tugas.  Salah satu tugas, yang melarangnya untuk makan apapun di sebuah tempat, membawa ingatan pada kisah Percintaan Hades dan Persefon. 

Akibat memakan setengah buah delima maka selama setengah tahun ia akan hidup di dunia bawah-tempat orang mati, setengah tahun lagi, hidup bersama ibunya. Banyak yang menghubungkan hal ini dengan pergantian musim.

Sayangnya, ia gagal pada tugas kedua tersebut. Meski hanya dua butir anggur, Ofelia sudah memakan sesuatu. Hai! Tapi ia adalah seorang anak kecil yang sedang merasa sedih dan khawatir akan kondisi ibunya, tak bisa disalahkan juga jika ia berbuat salah tanpa sadar.

Tak hanya melanggar larangan itu, ia juga membuat peri yang mendampinginya celaka. Ofelia sungguh menyesal, ia sangat ingin bertemu dengan keluarganya di dunia bawah. Untunglah ia mendapat satu kesempatan lagi.
https://www.goodreads.com/book
/show/49510503-pan-s-labyrin
t







Selain kisah tentang Ofelia, pembaca juga dimanjakan dengan sesuatu hal yang berhubungan dengan kisah. Misalnya kisah Penjilid Buku di halaman 162. Kisah ini berhubungan dengan asal mula buku yang diberikan oleh Faun kepadanya.

Selain itu, tentunya ada urusan dengan kaum pemberontak. Jika tidak, untuk apa si Serigala membuat kamp militer di sana. Ia sangat percaya diri bisa menghalau seluruh pemberontak yang ada. Meski demikian,  sesungguhnya tanpa disadari, ia juga merasakan ketakutan 
Kematian adalah kekasih yang  ia takuti. Hanya ada satu cara untuk mengatasi ketakutan itu-menjadi algojo kematian.
Begitulah.  Semula kisah ini seakan merupakan kisah pengantar tidur, sebuah kisah dengan akhir yang menggembirakan. Kisah dengan akhir si jagoan menang, tokoh utama wanita menemukan pangeran impiannya, atau kisah dimana semuanya berakhir dengan baik-baik saja. Ternyata tidak sesederhana itu.

Semakin ke belakang, semakin begitu banyak kesedihan serta kematian, emosi pembaca seakan diaduk-aduk ketika menemani Ofelia disetiap waktu. Kematian dan kesedihan seakan menjadi racikan utama kisah ini. Demikian juga ketika mengetahui bagaimana sikap para pendukung pemberontak pada si Serigala. Perbuatan yang sangat patriotik!

Tidak ada tempat untuk bersembunyi dari kematian. Kematian berkuasa di mana saja. 

https://www.goodreads.com/
book/show/54735801-pans-labyrinth
Jika pernah membaca serial atau menonton film Narnia: The Lion, the Witch and the Wardrobe, tentunya akan ingat adegan dimana Lucy bertemu dengan makhluk yang berjalan menyerupai manusia, namun memiliki tanduk menyerupai kambing. Itulah Faun.

Menurut Kitab Monster Dan Makhluk-Makhluk Gaib  yang disusun oleh Anasrullah,  Faun sering dikaitkan dengan Satyr tetapi lebih lembut. Merupakan makhluk jahat dengan kaki, telinga dan ekor rusa. Wajah dan tubuhnya berwujud pemuda tampan. Hem..., tapi kenapa dalam buku ini digambarkan sebagai tokoh yang bijak ya? 

Para penggemar film atau buku Harry Potter tentunya sudah mengenal dengan Mandrake atau Dudaim. Tanaman ini akan menjerit jika dicabut.  Maka saat mempelajarinya, para siswa diharuskan mempergunakan tutup kuping. Dalam buku Kitab  Makhluk-Makhluk Khayali karangan Jorge Luis Borges dan Margarita Guerrero, bahwa mencabut tanaman ini berarti menghadapi risiko musibah mengerikan. 

Selanjutnya disebutkan juga bahwa  disarankan mempergunakan anjing terlatih untuk mencabutnya. Si anjing mati, tapi daunnya bisa digunakan sebagai narkotik, obat pencahar, dan untuk keperluan sihir.

Jadi, terbayangkan kengerian apa yang terjadi jika Ofelia mempergunakannya untuk mengobati kondisi ibunya yang terus memburuk, lalu seseorang membuang Mandrake ke perapian?  Semua Ofelia lakukan karena ia percaya sihir bisa membantu ibunya, apakah sekarang sihir akan membuatnya celaka? 

Salah satu bagian  yang mengisahkan mulut tokoh antagonis dalam buku ini disobek mulutnya hingga pipi, jadi membuat teringat adengan Patih Sangkuni yang mulutnya disobek oleh Bima dalam Perang Baratayuda. 

Pada kover belakang buku ini, sudah dicantumkan batas untuk membaca, yaitu 17+. Mempertimbangkan isi buku yang sebagian besar penuh dengan hal negatif (kekejaman, keangkuhan, siksaan, dan sejenisnya), sepertinya hal tersebut sesuai.

Para penyuka kisah fantasi terutama penikmat dark fantasy akan menyukai kisah ini. Seorang gadis kecil yang hidup dimasa perang, dan merasa kehilangan kasih ibunya setelah sang ayah meninggal dunia. Bimbang antara mencintai atau membenci adiknya yang belum lahir karena dianggap membuat ibunya menderita, Dan ia selalu dipaksa untuk percaya bahwa sihir itu tidak ada. 

Bertentangan dengan Ibu Ofelia, saya tak akan melarangnya membaca buku dongeng, karena dongeng bisa membuat imajinasi berkembang. Seorang bijak pengatakan bahwa dalam diri setiap orang dewasa ada sosok anak kecil, mungkin karena itu saya paham rasanya menjadi Ofelia yang dilarang membaca dongeng,

Jika Anda penyuka kisah yang berakhir dengan biasa-biasa saja, alias akhir yang standar, maka kisah ini bukan untuk Anda. Tapi, jika Anda mengharapkan sesuatu unik, maka buku ini cocok untuk Anda.

Sebagai tambahan referensi, silakan menuju ke sini dan ini. Semoga semakin tertarik untuk membaca dan membeli ^_^.

Sumber Gambar:
https://www.goodreads.com

Sumber Film:
https://www.youtube.com





2 komentar:

  1. Ternyata ceritanya rada gelap ya. Saya kira bakal seperti cerita Narnia. Saya sudah beli buku ini tapi belum dibaca. Kayaknya harus segera baca ini mah.

    BalasHapus