Jumat, 17 Juni 2016

2016 # 64: Sang Ratu Merah

Judul asli: Red Queen
Penulis: Victoria Aveyard
Penerjemah: Shinta Dewi
Penyunting: Jia Effendi
Penata aksara: CDDC
ISBN: 9786023850624
Halaman: 524
Cetakan: Pertama-April 2016
Penerbit: Nourabooks
Harga: Rp 84.000
Rating: 3,5/5


Aku akan membunuhnya!

Mare Molly Barrow, lahir tujuh belas November 302 di Era Baru. Orang tua bernama daniel dan Ruth Barrow. Dijadwalkan untuk penjaringan perang pada hari ulang tahun berikutnya. Jarang ke sekolah dan nilai akademik rendah. Daftar pelanggarannya sangat panjang. Dia adalah Merah.

Itu dulu!
Ajang Pemilihan Ratu Kaum Perak tak sengaja membuka rahasia kekuatan yang Mare sendiri tidak mengetahuinya.  Segala berubah sejak itu, bahkan jati dirinya juga. Ia bukan lagi Mare Barrow dari Desa Jangkungan. Sekarang ia adalah putri dari Lady Nora Nolle Titanos dan Lord Ethan Titanos, jenderal Legiun Besi yang tewas terbunuh saat ia kecil. Seorang prajurit Merah mengangkatnya menjadi anak dan membesarkannya sebagai Merah tanpa pernah mengungkapkan jadi diri sebenarnya. Dari Mare menjadi Mareena Titanos, Lady Titanos.

Versi Bahasa Jerman
Merah dalam kepala, Perak dalam hati. Begitulah Mare. Semula ia hanya perlu bertahan hidup dimasa kaum dipisahkan menjadi dua, Kaum Perak dan Kaum Merah. Pemisah sejati antara Kaum Perak dan Kaum Merah adalah warna darah mereka. Sederhana tapi bermakna banyak. Entah bagaimana, Perak lebih segalanya dari pada Merah. Lebih kuat, lebih cerdik, lebih lincah, dan aneka lebih lainnya.

Sebagai Kaum Merah, ia berusaha mencari pekerjaan atau menjadi pekerja magang sehingga tak harus dikirim ke medan perang. Selama belum mendapat pekerjaan maka ia menciptakan pekerjaan bagi dirinya agar bisa bertahan hidup dan membantu keluarganya, memindahkan barang milik orang lain ke sakunya alias mencuri. 

Tanpa sengaja, ia bertemu dengan seseorang yang membuatnya mendapat pekerjaan di istana sehingga ia tidak perlu dikirim ke medan perang. Ketika menyaksikan Ajang Pemilihan Ratu Kaum Perak itulah kekuatannya mulai muncul untuk pertama kali.

Versi bahasa Bulgaria
Ternyata Mare bukan Merah biasa, tapi ia juga bukan Perak. Mare lebih kuat dari Perak  karena darahnya tetap merah. Yang perlu ia lakukan untuk kuat adalah belajar untuk bisa menguasai dan mengontrol kekuatannya.

Karena kemampunnya terungkap dihadapan banyak orang maka pihak Perak memanfaat hal tersebut untuk kepentingan politik. Secara licik, Kaum Perak menjadikannya sebagai contoh bagaimana seorang Perak juga bisa memahami cara berpikir Merah. Bahkan ia dijodohkan dengan putra kedua sang Raja dari ratu saat ini, Maven.

Bagi Mare ini bisa disebut keuntungan, karena ia tak mungkin disembunyikan setelah begitu banyak yang melihat kekuatanya. Ia juga bisa menyelamatkan kakak-kakaknya dari medan perang dan membuat sahabatnya tidak dikirim perang. 
Versi Bahasa Rusia

Ya begitulah, diantara urusan politik dan pemberontakan, pastilah ada urusan cinta ketika melibatkan beberapa pria. Cal dan Maven merupakan pangeran Perak yang diharapkan bisa berlaku sebagaimana layaknya kaum Perak. Tapi mereka terlibat urusan hati dengan Mare. Eh seingat saya juga ada kaum Merah. Sepertinya Mare memiliki pesona untuk menawan lawan jenis dan melibatkan orang yang dekat dengannya dalam kesulitan.

Selama tinggal di istana, Mare juga berteman dengan Julian Jacos, paman Cal dan pustakawan yang mengajar dia bagaimana mengontrol kekuatannya. Bukan hal yang mudah tapi perlahan ia bisa melakukannya.  

Bagian favorit dalam kisah ini adalah ketika terjadi kerusuhan dan Mare menemukan fakta siapakah yang sesungguh yang mencintainya. Aduh, maksud saya siapakah yang sesungguhnya pelaku kejahatan hi hi hi.
Versi Bahasa Perancis
Penulis menciptakan tokoh yang tidak mudah disukai. Sosok Cal misalnya, suatu ketika ia menunjukan betapa baik hati dirinya, dilain waktu sungguh menyebalkan sekali. Tiap tokoh pastinya memiliki kepribadian yang berbeda, tapi pada umumnya memiliki gaya keribadian ala bangsawan.

Pada beberapa bagian, penulis menguraikan suatu hal dengan teramat sangat rinci sehingga agak membosankan, haruskan cukup sekedarnya saja. Bahkan jika itu juga tentang pergolakan bathin pada tokoh atau menggambarkan adegan perang. ALih-alih seru, kadang malah menjadi aneh.

Saya bisa merasakan bagaimana perasaan Mare ketika pertama kali memasuki ruang kerja Julian, tercantum di halaman 170. "Meski keenggananku terhadap sekolah dan buku-buku jenis apa pun, aku merasakan sebuah ketertarikan pada mereka." Pastilah terkait urusan buku dan perpustakaan, apa lagi yang kalian harapkan dari saya? ^_^

Sebagai orang yang masa bodoh pada urusan typo, entah kenapa justru menemukan penggunaan huruf besar yang tidak konsisten. Entah saya yang tidak cukup paham tata bahasa atau memang ada kesalahan kecil. Pada halaman 115 tercetak  jenderal Legiun Besi  sementara pada halaman 121 Jenderal Legiun Besi. Jadi harus J atau j?

Untuk urusan kover,  versi bahasa Rusia sepertinya yamg menarik. Apa lagi jika dikaitkan dengan sasaran pembaca buku ini yaitu remaja. Untuk kesesuaian isi, versi bahasa Jerman sepertinya paling pas, karena menggambarkan kondisi dari Mare yang berada di antara Merah dan Perak. 

Silahkan mampir link berikut untuk informasi lain mengenai penulis dan karyanya. Atau untuk buku-buku lainnya bisa ke sini.

Hanya berharap semoga buku kedua dan seterusnya juga diterjemahkan.  

Sumber gambar: 
https://www.goodreads.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar