Kamis, 10 September 2015

2015 #73 Greek Gods Versi Percy Jackson


Penulis:Rick Riordan
Ilustrasi: John Rocco
Penerjemah: Nuraini Mastura
Penyunting: Rina Wulandari
Penyusun aksara: Tim Redaksi Noura Books, Lani R
Penata aksara: Nurhasanah Ridwan
ISBN: 020989887
ISBN-13: 9786020989884
Halaman: 500
Penerbit:Noura Books
Harga: Rp 99.000

Stop!
Kau pikir siapa dirimu yang merasa paling tahu mengenai dewa-dewa Yunani? 
Mana mungkin kau lebih tahu dari aku! 
Siapa yang bisa memberitahukan  secara akurat tentang pada dewa Yunani selain demigod, blasteran dewa dan manusia.

Baiklah!
Memang banyak demigod yang tersebar di seluruh dunia ini. Tapi hanya aku yang paling layak untuk memberitahukan kalian. 
Aku, Percy Jackson

Aku akan menyampaikan versi yang paling masuk akal. Banyak versi yang sudah beredar dibumbuhi dengan aneka macam kisah. Versiku adalah yang paling mendekati kebenaran mengingat kebiasan para dewa.

Pertama kita akan berkenalan dengan asal muasal para dewa, selanjutnya akan dibahas mengenai masing-masing dewa. Jangan khawatir, aku akan berusaha bersikap adil. Akan ada beberapa yang kita ulas, salah satunya ayahku. Hei...! Bagaimana juga ia ayahku! pastilah aku ingin memperkenalkannya pada kalian. Tapi kita lihat saja nanti.

Bisa disebut sebagai dewa pertama, Chaos-dibaca Kaos, merupakan sebuah kabut gelap pekat dengan semua massa di dalam kosmos hanya mengembang di sekitar. Saat kekacauan mulai berkurang, sebagian massanya mengumpul dan mengeras membentuk bumi, selanjutnya berkembang menjadi pribadi yang hidup, Gaea.

Sekarang ada Kaos dan Gaea.
Dan seterusnya....
Silahkan baca sendiri bagian ini. Agak letih aku jika harus bercerita ulang, apalagi hubungan diantara mereka tampaknya kurang harmonis. Seperti aku sebutkan di awal, aku takkan bisa mengarang hal-hal aneh seperti kisah mereka.

Entah kenapa,  urusan menelan anak lalu memuntahkannya lagi sudah menjadi semacam kebiasan bagi para dewa. Sepertinya urusan ancaman pemberontakan bisa diatasi dengan menelan anak-anak. Lalu sang ibu atau kerabat akan berjuang mencari cara untuk mengeluarkan mereka yang ditelan.

Salah satu yang bertanggung jawab pada penciptaan huruf adalah saudara kelima Titan, Mnemosye. Ia beranggapan semua orang harus  memiliki ingatan yang tajam. Sekedar membantu mereka yang tidak memiliki ingatan yang sepurna maka dibuatlah huruf agar mereka bisa membuat catatan untuk disimpan permanen. 

Oh ya selama kalian membaca tentang para dewa dalam buku ini, akan ada selingan tentang banyak hal. Misalnya asal mula kura-kura.  Saat pesta pernikahan Zeus dan Hera, satu nymph bernama Chelone membuat surat undangan yang ia terima. Ia tidak ingin hadir di pesta. Saat Hermes mengetahui hal tersebut ia menjadi marah. Lalu ia melempar rumah ke badan Chelone, mendadak rumah itu menciut di punggunya dan meleleh menjadi cangkang.  Begitulah asal mula kura-kura di dunia.

Oh ya jangan lupa, hitungan urutan dewa didasarkan pada urutan mereka dimuntahkan dari dalam perut Kronos. Sudah baca saja sendiri bagaimana prosesnya.

Mari kita bahas tentang ayahku. Memang bukan tipe ayah yang perhatian, tapi dia selalu bersedia membantu saat aku butuhkan. Sebagai anak tengah, tentunya ia sudah biasa dibanding-bandingkan dengan saudaranya.

Saat Zeus, Poseidon dan Hades melontarkan dadu untuk membagi-bagi kekuasaan dunia, Poseidon mendapat lemparan terbaik kedua. Ia mendapatkan lautan.  Ia memang tidak memiliki petir tapi ia bisa mengaduk topan dengan trisula ajaibnya,  menghimpun gelombang pasang, juga membuat gempa bumi.

Poseidon menikah dengan Amphitrite dan memilki tiga anak dewa. Hubunganku dengan ibu tiriku cukup baik. Beruntunglah ayahku karena menikah dengan istri yang santai, jika tidak mungkin hidupnya akan merasa seperti  yang dirasakan Zeus akibat ulah Hera. Maka tak heran jika ia memiliki rekor mempunya anak-anak demigod terbanyak. 

Kau suka membaca kisah asmara yang menggebu-gebu? Kalau begitu berterima kasihlah pada Aphrodite. Ia dikenal sebagai dewi kecantikan, kesenangan, rayuan, telenovela, serta novel-novel asmara dan pastinya cinta.  Ia memiliki pelayan bernama erotes-dewa-dewa cinta miniatur bersayap. Pimpinan mereka eros, lebih dikenal dengan nama Cupid merupakan putra Aphrodite yang merupakan Dewa Ketertarikan Fisik.

Jangan mengira hal ini merupakan hal yang romantis. Trik favoritnya adalah menjadikan seseorang jatuh cinta dengan orang yang tidak membalas cintanya. Tahukah kalian bahwa ia memiliki sabuk ajaib? Sabut itu merupakan selempang halus yang disulam dengan gambar adegan percintaan, asmara serta orang-orang indah melakukan hal-hal indah. Bahkan Hera pernah meminjam sabuk ajaib itu-korset guna berbaikan dengan Zeus. Tertarik untuk ikut meminjam?

Kalian tahu merek tas terkenal yang serupa dengan nama salah satu dewa? Yups Hermes. Well sebaiknya tak perlu kusebutkan apa kebisaannya, jangan sampai besar kepala ia. Banyak sekali keahlian yang ia bisa, belum termasuk olah raga yang sangat ia kuasai.

Hermes merupakan dewa perjalanan, artinya ia melindungi siapapun yang menggunakan jalan. Aduh, jadi ia juga melindungi para pencuri yang baru pulang menjalankan aksinya! Hemm sepertinya  aku harus bicara dengannya. 

Ia bertanggung jawab memandu roh-roh orang mati menuju Dunia Bawah. Ia juga menjadi kurir pribadi Zeus dalam menyampaikan pesan keseluruh penjuru jagat.

Pendek kata ia adalah dewa perdagangan, bahasa, pencurian, penipuan, kefasihan berbicara, pesta, keramah-tamahan, burung-burung pembawa pertanda, senam,  dan kompetisi atletik. Ups! itu bukan pendek.

Kisah dalam buku ini kututup dengan menceritakan sosok Dionysus, pencipta minuman menyegarkan. Kalian tentu tahu buah anggur? Nah keberadaannya merupakan hasil kutukan Dionysus yang kesal. Sebuah keberuntungan dibalik kesedihan. 

Dari buah anggur tersebut Dionysus menciptakan minuman anggur pertama di dunia. Sebagai dewa yang dikenal mampu menciptakan minuman dari tumbuhan jenis apapun, urusan rasa belakangan, tentunya mudha baginya menciptakan minuman lezat dan menyegarkan dari buah anggur. Semula masih ia yang membuatkan untuk kerabatnya. Sejak permintaan meningkat, ia mengajarkan yang lain cara membuat minuman itu.

Masih banyak dewa-dewi Yunani namun tak perlu semua kau tahu. Cukup sekedar memahami beberapa, sisanya biarlah begitu adanya.  Yang perlu kau perhatikan cukup dua belas saja. Itu pun sudah merepotkan.

Siapa yang dua belas itu? baca saja dalam buku ini. Bahasa buku ini cukup menyegarkan. Maksudnya, kata yang ada diterjemahkan menjadi sesuatu yang seru dan menggoda untuk dibaca. Siapa yang tak ingin tahu kenapa Hera mendadak jadi rada sinting?

Pada tiap bagian buku, halamannya diberi bingkai dengan warna yang berbeda pada tiap bagian. Memang ada warna yang digunakan dua kali, namun hal itu dilakukan dengan tidak berurutan. Ada warna lain diantara warna yang digunakan dua kali.  

Aneka gambar penuh warna membuat buku ini menjadi makin unik. Meski harus kuakui beberapa gambar berkesan menakutkan.

Sayangnya keunikan tersebut agak berkurang karena huruf yang agak kecil. Begitulah hidup, kita tidak bisa mendapatkan semua yang kita mau khan.

Sudah...!
Aku pamit.
Percayalah memiliki om, tante, sepupu dewa, saudara  tiri non manusia tidak selalu menyenangkan.




























2 komentar: