Minggu, 29 Juni 2014

Review 2014 #32: Black Flag

Penulis: Oliver Bowden
Penerjemah: Melody Violine
Penyunting: Aramis
Penata Letak: Gigitzs
Pendesain Sampul: Def
ISBN: 978-602-7689-886
Halaman: 526
Penerbit: Fantasious

"Buku tante sama dengan game saya," seorang anak laki-laki berkata sambil sibuk menunjuk buku yang sedang saya baca. Sementara sang ibu yang duduk di sebelahnya sibuk berusaha mendiamkan dan memberikan tatapan maaf kepada saya. Saat itu saya sedang berada di pesawat dalam rangka workshop. Saya duduk di kursi 33D, sementara anak lelaki yang tidak bisa diam itu duduk di 33B, sang ibu duduk di 33C.

"Mau lihat?"saya segera menyodorkan buku tersebut. Anak  pintar dan pemberani, batin saya. Ia tidak duduk manis tapi sibuk melihat keadaan pesawat serta bertanya macam-macam  hal yang menarik perhatiannya pada sang ibu . Ia juga tidak malu mengungkapkan suatu hal yang ada di pikirannya. Kover buku ini memang menggoda mata untuk melirik.

Dengan cepat anak itu menyambar dan segera membuka halamannya. Wajah penasaran segera beralih menjadi kecewa. Dikembalikan buku tersebut sambil berkata, "Ngak seru tan, ngak ada gambarnya. Seruan game saya" Sang ibu kembali memberikan teguran halus, sementara saya cuman bisa tertawa lepas.

Buku ini memang dibuat berdasarkan game. Sang penulis Oliver Bowden alias Anton Gill merupakan sosok sejarawan renaisans yang menulis sejak 1984.  Novel Assassin's Creed merupakan novel yang karakterknya dikembangkan dari versi game-nya.

Templar dan Assassin, keduanya merupakan musuh sejak dahulu. Dalam buku yang lain kita akan menemukan sosok Assassin yang sedang menjalankan misinya, dimana bisa dipastikan juga ada bagian yang mengisahkan pertempuran dengan Templar.


Buku ini justru mengisahkan tentang sosok Edward Kenway sang privatir yang belakangan menjadi seorang bajak laut. Pada awalnya Edward hanya pria biasa yang jatuh cinta pada wanita yang salah. Salah karena Caroline Scott adalah putri seorang eksekutif East India Company, dengan kata lain anak orang kaya. Sementara Edward hanyalah anak seorang peternak domba. Pernikahan mereka pastinya ditentang oleh ayah Caroline, Emmett Scott.     Hal tersebut dibuktikan dengan menolak membayarkan mahar bagi putrinya.

Ia berusaha keras mencari kekayaan dan kejayaan agar tidak mampu memberikan kehidupan layak yang sebelumnya dimiliki Caroline. Saat seseorang menyebutkan menjadi privatir bisa memberikan apa yang diinginkannya, segeralah ia bergabung dengan kapal Emperor, bisa dikatakan sebagai anggota termuda dibandingkan yang lain.

Edward Kenway adalah seorang privatir, tadinya. Privatir adalah seseorang yang diberi persetujuan oleh pemerintah Inggris berdasarkan letter of marque untuk menyerang kapal-kapal musuh terutama kapal armada Spanyol dan mengambil hartanya. Sang kapten dan anak buahnya mendapat komisi dari tindakan tersebut. Seiring waktu ia mengubah haluan menjadi seorang bajak laut demi memperkaya dirinya agar bisa kembali ke kampung halaman dengan mendongak.

Edward cukup piawai menjadi bajak laut. Dengan mentor Benjamin Hornigold dan  Edward"Blackbeard" Teach  siapa yang tidak menjadi hebat.  Benjamin Hornigold dulu adalah mentor Blackbeard, lalu bersama Blackbeard menjadi mentor Edward. Bisa dikatakan Edward berada di tangan para ahli. 

Apapun yang bisa menghasilkan uang menarik perhatiannya, termasuk ketika ia menemukan jalan pintas guna mendapatkan uang dengan menyamar menjadi sosok salah satu pria yang hendak membawa sesuatu barang yang akan dihargai sangat memuaskan oleh Gubenur  Havana, Laureano Torres y Ayala.

Sayangnya, kali ini ia berada di tempat yang salah! Pria tersebut ternyata anggota sebuah ordo dengan kedudukan yang cukup lumayan. Ia berkhianat dengan menyeberang ke pihak lawan. Ke pihak yang memiliki prinsip "Membimbing semua jiwa yang tersesat sehingga mereka mencapai jalan yang tenang."

Celaka bagi Edward. Alih-alih mendapatkan harta, ia malah diburu banyak pihak yang mengincar benda berharga yang disangka ia bawa, dimana ia sendiri tidak tahu benda berharga apa yang dimilikinya. Serta pihak-pihak yang merasa dikhianati, tanpa ia tahu pengkhianatan apa yang dituduhkan padanya

Kehidupan berat di laut membuat Edward harus selalu waspada. Nasibnya ditentukan dengan kecermatannya memandang sekitar. Ia harus pandai menilai mana lawan dan kawan. Musuh dari musuhku adalah temanku, menjadi prinsipnya.

Seiring waktu, Edward menemukan dimana sesungguhnya ia harus berada. Ia bergabung dengan sebuah ordo yang dulu pernah digunakannya untuk meraih keuntungan dari Gubenur  Havana. Dendam masa lalunya juga terbalaskan. Kekuatan yang dulu bagaikan momok bagi kedua orang tuanya kini adalah musuh terbesarnya. Dan ia tidak merasa takut!

Melihat bagaimana Edward akhirnya menentukan dipihak mana ia berada cukup memberikan banyak pelajarean bagi kita. Pada dasarnya kehidupan merupakan penjabaran dari apa yang kita pilih. Mau apa, melangkah ke mana serta bagaimana. Sebab dan akibat yang terjadi menjadi konsekunesi diri masing-masing tanpa ada campur tangan pihak lain.

Buku ini memuat tentang banyak seputar bajak laut dan privatir. Bagaimana saat itu bajak laut beroperasi dijabarkan dengan sungguh menawan. Meski melakukan penjarahan namun mereka tetap memiliki semacam kode etik. Contohnya, saat berdiri di sebuah kapal yang sedang terbakar, maka ada beberapa point yang harus diperhatikan:
1. Jika hendak membunuh, tuntaskan
2. Kalau tidak bisa membunuhnya sebaiknya tidak meminta tolong dari orang yang hendak dibunuh
3. Jika terpaksa meminta tolong, sebaiknya tidak marah kepadanya

Beberapa bajak laut yang disebutkan dalam buku ini nyata adanya. Calico Jack Rackham terkenal sebagai pelopor bendera Jolly Roger, yaitu bendera khas bajak laut dengan gambar tengkorak dan dua tulang bersilang. Ia adalah   seorang pelaut hebat yang memiliki  punya dua orang letnan. Bukan hal hebat sebenarnya memiliki letnan, namun keduanya adalah perempuan Anne Bonny dan Mary Read. Keduanya berhasil kabur dari penjara saat meminta penundaan hukuman mati dengan alasan sedang hamil.

Edward Teach, alias Blackbeard, adalah seorang bajak laut yang terkenal akan terornya di Laut Karibia yang berlangsung selama awal abad ke-18, suatu masa disebut sebagai masa keemasan bajak laut. Blackbeard awalnya memulai karir pelautnya sebagai privatir untuk kerajaan Inggris selama Perang Suksesi Spanyol atau  Perang Ratu Anne (Perang Suksesi Spanyol 1701-1713)   Kapalnya yang terkenal adalah Queen Anne's Revenge. Blackbeard sering bertarung dengan menggunakan banyak pedang, pisau, dan pistol. Dilaporkan bahwa ia juga sering menyalakan korek api ke janggut hitam besarnya selama pertempuran untuk mengintimidasi musuh-musuhnya.


Pada umumnya buku ini cukup menghibur. Kisah cinta yang membuat Edward nekat menjadi semacam benang merah yang menghubungkan aneka peristiwa dalam kehidupan Edward. Semua yang dikerjakan pada akhirnya mengacu pada suatu tujuan, guna menjadi sosok yang berguna dan terpandang.

Beberapa bagian menurut saya terlalu mengada-ngada, namun bukannya tidak mungkin terjadi. Saat Sang Pembawa Pesan bagi Edward berhasil menyelesaikan misinya sebagai contoh. Bagaimana ia bisa selamat dalam  situasi yang membahayakan dimana banyak pihak yang mengincar dan ingin membuat Edward celaka. Belum lagi situasi dan kondisi perairan yang bisa dikatakan berbahaya baginya.


Ilustrasi yang ada di bagian kover depan memberikan efek luar biasa. Sepertinya Edward adalah seorang kapten kapal dan seorang assassin yang handal. Dengan bilah tersembunyi di tangan kiri dan senjata api di tangan yang lain, ia menghabisi lawannya dengan hitungan detik dalam jumlah yang banyak. Edward menjadi sosok yang menakutkan dengan gayanya sendiri.


Judul yang dipilih Black Flag, bendera hitam bisa merujuk pada bendera hitam yang biasa dipakai oleh para bajak laut, dasar hitam dengan tengkorak putih. Dengan membaca judulnya saja, pembaca bisa menduga pasti ada kaitannya dengan bajak laut.


Bajak laut memang merupakan topik yang lumayan menarik. Dari film, buku hingga aneka asesoris dengan tokoh bajak laut bisa kita ketemui. Peter Pan dengan musuh bebuyutannya, Trio Detektif mengusung tema bajak laut dalam beberapa bukunya, Pirate Latutudes besutan Muchael Chrichton yang terakhir juga mengusung tema bajak laut.  bahkan animasi one peace pada dasarnya juga mengambil sosok bajak laut.

Bajak Laut+Assassin= Edward

KEREN.................!





Sumber Gambar:
http://carakata.blogspot.com/2012/07/black-beard-legenda-bajak-laut-paling.html





Tidak ada komentar:

Poskan Komentar