Rabu, 20 Juni 2012

Lelaki yang terlalu Mencintai


Untuk: Magus Tieglav
Dari: Lena Irvana
Kampus: Akademi Sihir Holstok
Perihal: Tugas Telaah Kisah Klasik dari Bumi

Semoga Dwiwulan membagi terangnya pada jalan kita semua!

Magus Tieglav terkasih,

Dengan segala kerendahan hati, perkenankan saya terlebih dahulu memperkenalkan diri. Nama saya Lena Irvana, magusi dari Akademi Sihir Holstok.  Saat ini saya sedang mengambil kelas bahasa. Salah satu tugas dari kelas bahasa adalah menelaah kisah klasik dari Bumi. Ini merupakan tantangan besar bagi saya, karena selain bahasa leluhur saya hanya menguasai Bahasa  Hastin serta Aksara Divinia. Kebetulan kisah klasik yang juga tertera dalam Aksara Divinia adalah The Story of Layla and Majnun karya Nizami Ganjavi.

Magus Yuke pengelola perpustakaan mengusulkan agar saya meminta bimbingan Anda selaku pakar kisah klasik bumi sebelum mempresentasikannya di depan Dewan Magus Akademi Sihir Holstok. Akan merupakan kehormatan bagi magusi seperti saya jika Anda sudi meluangkan waktu Anda yang berharga untuk sekedar memberikan penilaian tugas saya ini.
Parkamen berikut  berisi telaah saya. Penilaian yang saya lakukan merupakan tanggung jawab saya secara pribadi. Mohon maaf atas ketidakmampuan saya dalam menilai karya klasik Bumi yang indah.

Salam,

Lena Irvana

------>

Judul Asli: The Story of Layla and Majnun
Penulis: Nizami Ganjavi.
Penerjemah: Ali Nur Zaman
Penyunting: Salahuddien Gz
Pemindai Aksara:Muhammad Bagus SM
Penggambar Sampul: Yudi Irawan
Penata Letak: MT Nugroho
ISBN: 978-979-17998-3-6

Wahai cintaku, kalau belum kuserahkan jiwa ini kepadamu, jiwa yang bergetar oleh hasrat seperti angin ini, lebih baik aku mati saja. Aku tidaklah seberharga tanah tempatku berbaring ini. Lihatlah, aku terbakar habis oleh api cinta, tenggelam di dalam air mata kedukaan. Bahkan matahari yang menyinari dunia hangus oleh gelegak desahku. Lilin gaib jiwaku tiada akan menyengat ngengat malam yang berkisar-kisar di sekitarmu. Matamu membuatku tersihir dan tiada bisa aku tidur barang sekejap pun.
Wahai Tuhan, biarkan aku mencintai demi cinta itu sendiri, dan jadikanlah cintaku ratusan kali lebih kuat daripada sebelumnya!
Tubuh kita terpisah, tetapi jiwaku tak pernah sedetik pun terlepas dari jiwamu.

Buku ini mengusung kisah cinta agung sepanjang masa. Banyak yang menyamakan seperti kisah Romeo and Juliet, Ali dan Nino, Samson dan Delilah atau kisah lainnya. Walau serupa, sama-sama mengusung kisah cinta namun kisah yang ditawarkan buku ini menawarkan sesuatu yang lebih menawan lagi, terutama dalam kepiawaian penulis merangkai kata.

Pengantin Surga  merupakan naskah terjemahan dengan judul aslinya  Layli o Majnun. Kisah cinta ini merupakan kisah yang disampaikan secara lisan di Arab sejak Dinasti Umayyah (661-750M). Banyak yang meyakini bahwa kisah ini merupakan kisah cinta terlarang antara Qays putra Al-Mulawwah, penguasa Bani Amir di Arabia dengan Layla binti Mahdi bin Sa'ad (lebih dikenal dengan Layla Al-Aamiriya).

Begitu cintanya Qays terhadap Layla membuatnya bertingkah laku seperti orang gila, majnun. Ia bisa hidup dengan hanya sedikit makan dan minum, berkeliaran tanpa   busana di badan namun tak merasa malu. Bahkan ia hidup dikelilingi binatang buas tanpa merasa terancam akan menjadi mangsa mereka.

Segala upaya telah dilakukan oleh Qays untuk bisa merebut jantung hatinya. Jangan kira hanya dirinya yang berusaha, ayahnya, seluruh kaumnya hingga orang yang tak dikenal secara dekat rela berperang hanya untuk memenuhi hasrat Qays, sosok Layla nan rupawan.

Sosok Qays lebih dikenal dengan panggilan Majnun, seorang  termasyhur sebagai seorang pencinta sejati hingga akhir hayat.  “Cinta adalah wangi bunga dan hembusan angin. Bahkan kini, ketika mawar telah layu, namun setetes sari mawar wanginya masih terus bertahan, memberikan hiburan kepadamu, wahai Nizami dan para pembaca!” Dewasa ini kisah mengenai Layla-Majnun telah diadaptasi dalam berbagai bentuk

Terasa sekali kisah ini ditulis bukan di era sekarang. Siapakah saya yang sok tahu menentukan trend gaya penulisan, hanya saja  saya merasa perbedaan gaya penulisan beberapa kisah percintaan dengan buku ini.  Bisa dijamin begitu selesai membaca kalimat pertama, pembaca akan merasakan perbedaan gaya penulisan yang unik.  “Rembulan yang ia rindui tak pernah muncul di atas langitnya. Melati yang ia tanam tak pernah tunasnya mengembang”

Apa yang alami oleh Qays sungguh luar biasa. Ungkapan kata-kata yang digunakan penulis untuk menceritakan berapa berdukanya Qays atas perpisahannya dengan Layla sungguh luar biasa. Mengharukan. Pembaca serasa berada di sisinya untuk ikut tertawa, menangis dan sakit.

Banyak versi yang beredar mengenai akhir kisah ini. Namun apa pun versi yang ada akhirnya pasti menggambarkan kebesaran kisah cinta mereka. Bedanya dengan kisah Romeo dan Juliet adalah nuansa saat membaca kisah ini. Saat  membaca Romeo & Juliet saya merasa betapa tragisnya kisah cinta mereka. Mengenaskan. Suasana suram begitu terasa. Sedangkan pada kisah ini memang tragis tapi justru mengharukan, aura kekuatan cinta dan kepedihan hati terasa sangat.

Di beberapa bagian kita akan diajak untuk lebih dekat dengan kata-kata yang jarang digunakan, misalnya “Kekuasaannya tiada tepermanai”  Gaya penulisan yang cenderung hiperbola  justru membuat kisah ini menjadi menarik untuk dibaca, justru jauh dari kesan norak.

Konon kisah ini merupakan kisah cinta terbesar dalam khazanah sastra Islam. Menginspirasi Shakespeare menulis Romeo dan Juliet. Menginspirasi Rumi saat menulis Masnawi dan Diwani Syamsi Tabriz. Serta menentukan perkembangan sastra Arab, Barat, India, danNusantara. Wajar melihat isinya yang menawan.

Ada juga kisah yang diceirtakan dalam kisah ini, cerita berbingkai. Umumnya dilakukan untuk memberikan gambaran atau penegasan sebuah peristiwa. Cerita yang paling saya sukai adalah cerita tentang Ayam Hutan dan Seekor Semut.

Seperti juga kisah-kisah klasik yang lain, kisah Layla and Majnun juga mengandung pesan moral. Selain bahwa sesuatu yang berlebih justru akan membawa malapetaka. Simak saja sepenggal bagian yang ada dalam kisah ini, "Manusia sering merasa sok tahu dengan kebutuhannya, sementara masa depan tersembunyi dari penglihatan mata. Ujung takdir manusia merentang ke alam niskala. Bila saat ini manusia salah mengambil kunci sehingga tetap berada di luar, siapa tahu esok hari ia menemukan kunci yang tepat sehingga ia bisa memasukinya?"  lalu simak yang berikut, ”Jika manusia tertawa pada saat yang salah, tentu ia tak akan berhasil. Ia akan menyesal dan menangis karena tertawa terlampau dini.”

Bisa ditangkap pesannya bahwa kadang kita tidak menyadari mana hal yang terbaik untuk kita. Kadang yang kita harapkan justru bukan yang terbaik bagi kita. Kita harus bisa menyikapi segala hal dengan sabar dan penuh pertimbangan.

Kisah ini juga mengajarkan agar kita tidak terlalu berlebih dalam menyikapi banyak hal. Akibat rasa cinta yang terlalu besar, Qays justru menjadi celaka. Berapa di dekatnya saja ia tak bisa apa lagi berjuang memilikinya. Mereka yang berusaha membantunya belakangan malah mempertanyakan seberapa makna cinta yang dipercayai Qays.

Urusan perasaan memang selalu jadi topik yang tiada akhir. Bahkan salah satu penerbit rela mengubah genre yang selama identik dengannya hanya karena kisah seputar urusan perasaan yang ternyata lebih menguntungkan.

Cocok untuk yang sedang menjalani rumitnya kisah cinta, sebagai penguat diri. Tepat bagi yang sedang bercinta, sebagai bumbu kisah kasih. Sangat baik untuk dibaca bagi yang galau, agar lebih tegar

Cinta, memang tiada tara....
你问 我 爱 你 有 多 深。 我 爱你有 几 分。.... very much dear

4 komentar:

  1. 你问 我 爱 你 有 多 深。 我 爱你有 几 分。
    Ni wen, wo ai, ni you, tuo sen
    Wo ai, ni you, chi fen

    (From "Yue Liang Tai Piau Wo Ti Sin" by Theresa Teng)
    Wow, pakai "avatar mode review" juga nih, Mbak?

    BalasHapus
  2. Emang dari dulu suka pake model ini atau model grandnie buat beberapa kisah.

    Lagu favorit sampai jadi nada dering
    *inget waktu kursus*

    BalasHapus
  3. Diskon 20 % dari Rp 45.000,- diluar ongkir untuk Preorder Pengantin Surga.

    Silahkan hubungi Salahuddien Gz di . Hanya sampai 25 Juni 2012

    BalasHapus
  4. “Kekuasaannya tiada tepermanai” itu artinya apa mbak?

    BalasHapus