Jumat, 23 Agustus 2019

2019 #21: Cara Mudah Menulis dan Membuat Presentasi Karya Ilmiah

Judul asli:Teknik Kilat Menulis Makalah Seminar, Presentasi, Proposal Skripsi, Tesis, dan Disertasi    
Penulis: Nugraha YB
Editor: burhnrock
ISBN: 9786023004690
Halaman: 208
Cetakan: Pertama-2018
Penerbit: Araska
Harga: Rp 44.500
Rating: 3/5

“ Membuat karya ilmiah itu sebenarnya semua orang bisa,
 kemauanlah yang kadang menghadang para mahasiswa itu sendiri”
 ~Nugraha YB~

Teknik Kilat Menulis Makalah Seminar, Presentasi, Proposal Skripsi, Tesis, dan Disertasi (2018) merupakan sebuah buku yang memberikan tips dan trik cara membuat makalah dan presentasi menarik.

Membaca uraian yang ada akan  membuat  Anda merasa mampu membuat berbagai karya ilmiah dengan berbagai topik dan dalam waktu yang tak terlalu lama.  Ternyata membuat karya ilmiah juga bisa menyenangkan asal tahu bagaimana caranya.

Makalah bukanlah sebuah rangkuman, maka isinya harus mampu memberikan informasi dan menunjukkan sejauh mana pemahaman penulis pada sebuah topik dengan mengacu berbagai sumber terpercaya dalam memecahkan sebuah masalah.  Ada makalah deduktif (dibuat berdasarkan kajian teoritis), induktif  (dibuat berdasarkan data empiris), serta campuran keduanya.

Sebuah makalah ilmiah akan dianggap berbobot jika data yang digunakan valid, analisis dan interpretasi  juga mempergunakan sudut pandang yang onjektif, mencantumkan semua sumber yang dipakai menajdi acuan secara jelas,  mempergunakan bahasa yang singkat-padat-mudah dipahami, ditulis ecara sistematis dan utuh secara struktur penyajian, dan bukan plagiat dari karya orang,

Secara harafiah, presentasi merupakan kegiatan menyampaikan sebuah informasi mengenai sebuah topik dengan cara memaparkan di depan khalayak umum. Tujuannya selain memberikan informasi juga untuk mendidik dan memaparkan hasil penelitian yang telah dilakukan serta mempertanggungjawabkan hasil penelitian tersebut.

Kuasai isi materi dan pastikan konten yang Anda  paparkan berkualitas. Berikan ilustrasi yang menarik namun juga jangan berlebihan.  Gunakan teknik bercerita dengan bahasa yang sederhana saat melakukan pemaparan, pakailah intonasi pada saat yang tepat.  Rumus 5W 1 H, atau teknik Problem Solution (memaparkan masalah lalu memberikan solusi), atau teknik segitiga (Memberikan penjelasan materi dengan point) bisa dipilih ketika melakukan pemaparan. 

Pelajari  pengetahuan dasar untuk berbicara di depan umum. Misalnya bagaimana menjaga mata agar tidak melihat pada satu sisi saja, pandanglan seluruh  peserta dari  berbagai sisi agar Anda juga bisa tahu bagaimana ketertarikan mereka pada materi yang Anda sajikan. Arahkan perhatian bagi yang kelihatan kurang atau belum menunjukkan minat pada presentasi Anda.

Anda bisa mempertimbangkan mempergunakan berbagai program komputer untuk mempermudah presentasi Anda, PowerPoint misalnya. Jika memutuskan untuk mempergunakannya, Anda  tetap harus ingat apa yang ingin disampaikan, berikan informasi utama, jabarkan secara terstruktur. Apa yang Anda ucapkan harus berbeda dengan yang tertera dalam slide, gunakan grafik jika perlu. Selalu ingat aturan 10/20/30.

Proposal skripsi merupakan usulan penelitian tugas akhir. Proposal kelak dikembangkan menjadi masalah yang diuji untuk memperoleh gelar S-1. DIharapkan mahasiswa cukup memiliki pemahaman akan latar belakang masalah, kerangka konseptual, serta cara menyelesaikan.

Dalam  membuat proposal skripsi, Anda harus mengangkat masalah dari pengalaman empiris, namun tidak perlu terlalu mendalam.   Bobotnya cukup sedang Uraian dilakukan dengan cara deskriptif, bisa melakukan mengambul acuan dari karya orang lain untuk kasus dan lokasi penelitian yang berbeda.  Publiaksi karya tersebut mencakup nasional. 

Tesis adalah sebuah karya ilmiah yang dibuat sebagai persyaratan meraih gelar Srata 2 atau Magister. Uraian merupakan penjabaran dari pengalaman empiris dan teoritik secara mendalam yang dipaparkan secara deskriptif dan analisis. Diharapkan ada hal-hal baru yang muncul. Tesis seyogyanya dipublikasi minimal dalam cangkupan nasional.

Penelitian yang Anda lakukan bisa berbentuk studi kepustakaan atau penelitian langsung ke lapangan. Sesuaikan dengan topik yang akan diteliti. Pilih metode penelitian yang sesuai dengan tujuan karena akan berdampak pada data yang dibutuhkan guna memecahkan masalah,  serta pemilihan prosedur penelitian. 

Untuk  memperoleh gelar S-3, perlu membuat disertasi, karya ilmiah yang diangkat dari kajian teoritik dengan dukungan data empires serta mendalam dengan menghasilkan penemuan baru. Pemaparannya secara analisis dengan rumusan masalah lebih dari tiga dan harus merupakan karya orisinil penulis.  Karya tersebut dipublikasikan secara nasional dan international. 

Proposal riset yang  Anda buat harus memiliki nilai lebih,  hingga Anda dianggap layak untuk mengikuti pendidikan doktoral. Hasil penelitian Anda  kelak dianggap mampu memberikan trobosan baru dari disiplin ilmu yang Anda geluti. Tak perlu menjanjikan sesuatu yang sangat spektakuler, sebuah pemecahan bagi masalah sudah cukup. 

Buatlah rantai penelitian versi Anda sendiri. Cari riset-riset terdahulu atau yang sekiranya mirip dengan topik yang akan Anda teliti. Kembangkan hubungan yang muncul dari riset-riset tersebut. Dengan demikian Anda sudah memiliki gambaran mengenai hal-hal apa yang akan Anda hadapi ketika mulai melakukan penelitian Anda sendiri.

Bagi mereka yang baru mau mulai menyusun tugas akhir, buku ini akan membantu memberikan arah bagaimana sebaiknya Anda membuat tugas akhir. Apa yang harus dilakukan terlebih dahulu, persiapan apa yang harus dilakukan dan lainnya

Namun bagi Anda yang sudah mulai menyusun dan mencari referensi untuk bisa membuat karya Anda memiliki sesuatu yang unik, buku ini tidak terlalu banyak membantu. Semua yang dijelaskan merupakan pengetahuan umum yang pasti sudah Anda ketahui jika ingin menyusun sebuah tugas akhir.

Mungkin harapan saya yang terlalu tinggi bagi buku ini, namun secara garis besar buku ini akan memberikan pencerahan bagi pembacanya. Tidak ada buku yang kurang bermutu, yang ada hanyalah buku tersebut belum menemukan pembaca yang cocok saja.

Nugraha YB merupakan  jurnalis lepas di media online altrenatif yang  juga aktif menulis aneka artikel dan kontan website, serta tentunya menulis beberapa buku tutorial. Pernah menempuh gelar pendidikan ilmu politik di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta serta mendalami kajian social di Universitas Sanata Dharma.

Senin, 12 Agustus 2019

2019 #20: Cara Mengembangkan Potensi Anak secara Optimal

Judul asli: How Maximizing Child Potensial: Cara Ampuh Memaksimalkan Potensi Anak
Penulis: Angga Pebria
Editor Julia Suzanna
ISBN: 9786020489414
Halaman: 150
Cetakan: Pertama-2019
Penerbit: PT Elex Media Komputindo
Harga: Rp 59.800
Rating: 3/5


“ Mungkin kalau orang tua hanya sekedar memberitahu apa yang harus dilakukan oleh anaknya, semua anak pada umumnya juga pasti bisa melakukannya. Akan tetapi menjadi orang tua yang benar-benar memaksimalkan potensi anaknya, memiliki tantangan tersendiri dalam mengarahkan anaknya ke masa depan yang lebih baik lagi"
~ How Maximizing Child Potensial:Cara Ampuh Memaksimalkan Potensi Anak,  Angga Pebria~

How Maximizing Child Potential: Cara ampuh memaksimalkan potensi anak (2019), merupakan sebuah buku yang menjelaskan tentang bagaimana sebagainya orang tua mengarahkan dan mengembangkan potensi anak secara optimal hingga bermanfaat bagi kehidupannya kelak.

Setiap individu merupakan sosok yang unik, tidak ada yang sama meski saudara kembar. Demikian juga anak kandung dengan orang tuanya. Untuk itu, orang tua perlu tahu potensi anak , kemudian membimbing, serta mengembangkan secara optimal guna masa depannya kelak.


Pemberian motivasi, pemetaan potensi anak, membuat anak merasa nyaman dengan proses pengembangan potensinya, hingga pendampingi selama proses bukanlah hal yang mudah. Banyak orang tua yang tidak paham bagaimana cara mengembangkan potensi anak. Banyak yang salah kaprah dengan membuat anak menekuni hal yang orang tua anggap sebagai potensinya, padahal itu potensi orang tuanya.

Kata "potensi" acap kali diucapkan orang, terutama sekali jika berhubungan dengan tumbuh kembang seorang anak. Namun apakah Anda paham makna sesungguhnya  dari potensi anak?  Potensi berbeda dengan minat dan bakat anak.

Minat bisa diartikan sebagai  ketertarikan, respon positif pada rangsangan objek, atau keinginan kuat anak pada suatu hal.  Sementara bakat adalah kemampuan yang dimiliki anak sejak lahir. Potensi harafiah bisa diartikan sebagai tolak ukur, kemampuan untuk melihat  dan menentukan tingkat IQ, bakat, prestasi, kekuatan serta  bakat terpendam yang belum dipergunakan secara optimal  pada seorang anak.

Memahami anak memang bukan hal yang mudah, namun bukan berarti tidak mungkin. Perlu diingat, dalam proses mendidik anak, Anda harus bersikaplah kompak dengan pasangan Anda dalam hal apapun di depan anak. Anda dan pasangan adalah satu tim! Beri pengertian pada orang sekitar untuk tidak ikut  campur dengan cara mendidik yang Anda dan pasangan lakukan. Hal ini untuk menghindari kebingunan pada anak.

Zaman akan selalu mengalami perubahan, walau  Anda tidak menyadarinya. Artinya, teknologi juga mengalami perkembangan. Beberapa hal bisa membantu meringankan kita, namun ada juga hal yang jika  dipergunakan namun tidak diawasi dengan bijak justru akan menyusahkan kita. Apa lagi anak-anak lebih rentan terhadap pengaruh.

Tidak ada larangan untuk memberikan gawai pada anak Anda, yang perlu diperhatikan apakah usianya sudah pantas memiliki barang tersebut? Manfaat apa yang bisa diperoleh, Tentunya ada efek yang bisa ditimbulkan dari anak yang selalu mengisi hari-hari dengan dawai.

Secara garis besar, buku ini membantu orang tua untuk lebih memahami anaknya.  Cocok dibaca oleh para calon orang tua, psikolog dan guru-guru PAUD. Juga layak dibaca bagi mereka yang sedang mempertimbangkan menikah. Siapa saja yang memiliki minat pada proses tumbuh kembang anak, layak membaca buku ini.

Buku yang berguna sebenarnya. Hanya saja cara penulis menyampaikan ide masih harus ditingkatkan lagi. Ada beberapa point yang sebenarnya salah tempat. Misalnya ketika sedang membicarakn tentang hal X, uraiannya justru leboh tepat pada bagian membahas T.

Contoh lain, pada BAB XII yang memuat mengenai Sepuluh Hal Ampuh Untuk  Memaksimalkan Potensi Anak, penulis justru hanya memberikan 8 point. Mulai dari Mencermati Bakat Anak yang Paling Utama hingga Mendukung Anak Setiap Hari. Dari point A hingga H. Kesalahan yang cukup fatal menurut saya. Entah kalau saya yang kurang teliti membaca, tapi dari A hingga H, sepemahaman saya hanya ada 8 huruf.

Beberapa salah ketik juga ditemukan dalam buku ini, suatu hal yang seharusnya tidak ada. Sepertinya penulis ingin menyampaikan banyak hal, berbagi pengalamannya selama ini sehingga terlalu bersemangat dalam menyampaikannya. Beberapa bagian menjadi susah dipahami. Penggunaan kalimat yang singkat dan padat lebih tepat dari pada uraian panjang lebar.

Lumayan untuk bacaan santai.