Sabtu, 06 April 2019

2019#7: Mengenal Tokoh Inspiratif Ala Dahlan Iskan

Judul asli" DI's Way, Pribadi-pribadi yang Menginspirasi
Penyunting: Joko Intarto & Novikasari Eka S
ISBN: 9786023857654
Halaman: 199
Cetakan: Pertama-2019
Penerbit: Noura Books
Harga: Rp 54.000
Rating: 3/5


Koran  boleh mati. Tapi jurnalistik akan tetap hidup.
Hidup jurnalistik!
~DI's Way,  Pribadi-pribadi yang Menginspirasi, hal 12~

Keren!
Setidaknya menurut saya ungkapan tersebut sungguh mengesankan. Walau sebenarnya kalimat tersebut bisa dikatakan kurang bersinggungan dengan isi buku ini. Namun jika ditelaah lebih dalam, ada hubungan secara tak langsung antara buku ini dan pernyataan tersebut.

Meski Dahlan Iskan sudah  sudah tidak berkantor di Jawa Pos lagi, banyak yang merindukan tulsian beliau. Salah satunya sang penyunting. Maka tercetus ide membuat semacam media secara digital untuk memuaskan kerinduan para pembaca tulisan Dahlan Iskan, lahirlah DI's Way. 

Bisa dikatakan bahwa buku ini diterbitkan dalam rangka mengenang 1 tahun  DI's Way tempat pada Hari Pers, 9 Februari 2018. Sambutannya sungguh menggembirakan, membuat beliau semakin bersemangat untuk menulis.

Sudah banyak artikel atau buku yang mengisahkan tentang sosok yang dianggap  menginspirasi bagi orang lain. Beberapa diganjar penghargaan bersama nasional bagian internasional. Namun ada pula yang cukup bahagia dengan melihat perubahan yang ia ciptakan. Bukan penghargaan yang dicari, tapi ketenangan dan karya dalam kehidupan.

Buku ini juga memuat mengenai beberapa tokoh inspiratif. Bedanya adalah mereka merupakan orang-orang yang ditemui Dahlan Iskan.  Dengan sudut pandang sendiri, beliau  menemukan sisi inspiratif dari sosok yang ia temui. Kemudian menuliskan mengenai sosok tersebut dalam DI’s Way.

Terdapat lebih dari 20 tokoh dengan aneka kiprah bisa ditemui dalam buku ini. Ada sosok profesor yang menciptakan inkubator  murah dan hemat listrik hingga mampu menolong bayi primatur dari keluarga kurang beruntung yang kebetulan berasal dari UI he he he. Ikutan bangga sebagai warga UI.

Sosok religi terwakili dalam kisah Tiga Rumah Tuhan Gershom. Terlahir dengan nama Poo Guan Sien, Gershom Soetopo merupakan pendiri Gereja Bethel Tabernakel di Surabaya.  Kelima anaknya juga menjadi pendeta, 2 cucunya juga menjadi pendeta.

Juga dalam kisah Tafsir Baru Usep yang konon dikhususkan untuk kalangan sarjana atau intelektual Muslim. Dibuat seperti itu agar mudah dibawa. Juga untuk memudahkan membaca terjemahannya. Suatu hal yang perlu diacungi jempol.

Kisah yang paling saya sukai adalah mengenai sosok William Wongso dalam kisah Rendang Unta William Wongso. Tak ada yang meragukan kepiawaian beliau dalam hal memasak. Salah satu niatnya adalah menjadi rendang sebagai masakan yang paling dijagokan di dunia. Anggaplah sebagai perwakilan kita di dunia internasional. Bukankah kuliner selalu mendapat tempat yang istimewa.

Menu yang dibahas dalam kesempatan kali ini adalah rendang. Berbagai daging telah dicoba diolah menjadi rendang oleh William Wongso. Beberapa membuat saya meringis, ada daging kelinci.

Tapi ternyata ada juga binatang yang gagal dibuat rendang dagingnya. Ini sepertinya karena masalah teknis, jika ada kesempatan tentunya beliau akan bersemangat bereksperimen membuat rendang dari daging gajah.

Membaca bagian ini sepertinya memasak bukan hal yang susah. Malah jika Anda seorang yang kreatif, maka bisa saja Anda menciptakan berbagai masakan dari bahan yang tak biasa, atau diolah dengan racikan bumbu yang tak biasa. Memodifikasi sesuatu yang sudah ada menjadi makanan yang berbeda, merupakan tantangan tersendiri.

Selain menemukan banyak tokoh inspiratif, pembaca juga mendapat tambahan pengetahuan. Misalnya kenapa orang gemuk justru kurang berenergi.    Pada artikel Karena Orang Gemuk Lemaknya Berwarna Putih, disebutkan bahwa orang yang memiliki lemak banyak menyebabkan insulin tidak bisa mencapai sasaran dengan baik.

Orang gemuk sedikit mengandung mithocondria yang dibutuhkan bagi sumber energi. Hingga mereke cenderung kurang  bugar berenergi. Sementara yang tidak gemuk, lemaknya berwarna coklat karena banyak mengandung mithocondria, mereka bisa dikatakan cukup energik. 

Jadi mulai saat ini Anda tentunya paham kenapa orang yang memiliki berat badan berlebih Anda  mulai stop berkome sering terlihat tidak bugar dan malas bergerak.  Kelebihan berat badan dan lemak tentunya berpengaruh pada kesehatan juga aktivitas.

Pada akhir tiap tulisan, terdapat komentar yang  berisi tanggapan pembaca yang diambil dari DI's Way. Hal ini sepertinya dilakukan guna menambahkan beberapa informasi terkait tulisan tersebut serta  membuat tulisan menjadi makin berbobot. Tentunya tidak semua komentar ada yang baik, pemilihan dilakukan secara berimbang.

Untuk beberapa poin yang dianggap penting, sengaja dibuatkan tata letak khusus dalam buku ini. Dalam tiap tulisan jumlahnya beragam, terganting pada makna yang akan disampaikan dalam tulisan itu. Pembaca bisa menemukannya dengan mudah.

Jadi saya betul kan?
Seorang Dahlan Iskan bisa saja tidak memiliki koran cetak sebagai wadah memuat karya jurnalistiknya, ada media tidak tercetak yang keberadaannya selalu dinantikan banyak pembaca. Jurnalistik tetap memiliki media untuk bereksresi.

Junalistik tidak ada matinya!

Sumber foto:
Buku DI's Way, Pribadi-pribadi yang Menginspirasi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar