Rabu, 09 Januari 2019

2019 #1:Personal Branding Code: Membangun Reputasi Positif Melalui Metode Circle-P


















Penulis: Agung Wasesa
Penyunting: Dyota Laksmi
ISBN: 9786023854868
Halaman: 280
Cetakan: Pertama-Oktober 2018
Penerbit: Noura Books
Harga: Rp 64.000
Rating: 3.25/5

Personal branding itu kerja
~ halaman 25~

Belakangan ini,  bermunculan berbagai buku yang membahas mengenai personal branding, salah satunya buku ini. Buku ini agak berbeda dengan buku sejenis karena  disusun oleh seorang konsultan yang telah menangani Presiden RI dan Ibu Negara. Tentunya kemampuan beliau tak perlu kita ragukan lagi.

Berdasarkan pengalaman selama ini, penulis berhasil menciptakan sebuah formula untuk membangun reputasi positif seseorang. Metode tersebut dikenal dengan nama Circle-P, P merupakan singkatan dari Personal. Pada prinsipnya, menurut beliau ada lima elemen yang melingkari satu dengan lainnya guna menciptakan reputasi pribadi seseorang. 

Elemen tersebut adalah competency,  merupakan benih yang berada dalam tatanan pikiran, connectivity  dan creativity  ,merupakan pupuk penyubur dalam tindakan. Selanjutnya ada contribution dan compliance, merupakan rambu-rambu, atau bagian kontrol dalam personal branding

Meski saya sudah memberikan bocoran mengenai apa itu Circle-P, bukan berarti Anda tidak perlu membeli buku ini. Justru sebaiknya Anda membeli dan membaca  buku ini agar mendapat gambaran lebih jelas mengenai Circle-P. Selain penjelasan yang mudah dipahami, tata letak juga dibuat semenarik mungkin hingga tidak membuat pembaca merasa jenuh. Ditambah dengan pemberian contoh  kasus,  makin membuat  pembaca paham bagaimana penerapan Metode Circle-P guna membangun reputasi positif diri.

Selain mengenai Circle-P, penulis juga tak segan membagikan ilmu mengenai apa saja yang dirasa perlu diketahui guna membangun personal branding, Sebagai contoh, dalam buku ini juga diberikan uraian yang tak sedikit mengenai warna, dalam kaitannya dengan pemilihan busana.  

Sering orang merasa perlu membeli pakaian bermerk guna menambah rasa percaya diri, selain menunjang penampilan. Masalahnya bukan pada harga busana, namun pada ketepatan seseorang memilih dan memadukannya  warna dalam busana yang ia kenakan. Tentunya juga dengan mempertimbangkan keserasian dengan warna kulit.

Bagian mengenai warna sangat bermanfaat sebenarnya, hanya penulis beberapa kali memprrgunakan kata yang mungkin kurang akrab bagi beberapa orang. Kata cute dan chic mungkin bisa pahami dengan makna yang sama. Namun untuk  beberapa kata seperti  kulit warn, kulit cool,  serta bad skin day, sepertinya butuh penyamaan persepsi. Apakah yang dimaksud dengan warna kulit hangat? Tentunya  tiap orang memiliki pandangan yang berbeda.

Keunggulan buku ini, selain dibuat oleh seorang yang bisa dikatakan berkompeten dalam bidangnya, hingga mampu menciptakan sebuah fomula, seperti yang saya uraikan di atas,  juga memberikan pengarahan bagaimana sebaiknya menempatkan diri kita dalam benak targetnya. Suatu hal yang sering terlewatkan oleh banyak orang.

Penulis juga mengingatkan bahwa personal branding seharusnya mendahulukan manfaat bagi masyarakat terkait dengan kompetensi yang dimiliki. Bagaimana mengubah kompetensi tersebut menjadi keuntungan bagi masyarakat merupakan  cetak biru personal branding yang harus selalu dipertahankan.

Uraian di halaman 9, membuat saya tergelitik untuk memikirkan siapa pengarang yang dimaksud. Beberapa petunjuk diberikan penulis, membuat saya memikirkan beberapa  nama.  Oh,  saya lupa berbagi info, itu tentang penulsi yang membuat novel seri tentang masa kecilnya. Karena laris maka diangkat ke layar kaca. Sayangnya seseorang memberikan bocran menegnai bagaimana si penulis melakukan trik hingga bukunya diterima dikancah internasional. Mendadak kepopulerannya menurun tajam.

Begitu  juga dengan kisah seorang tokoh  yang membeli biografinya sendiri di halaman 128, sehingga  buku tersebut mendapat predikat bestseller di toko buku.  Demikian juga mengenai usulan pembangunan gedung baru DPR yang akan dilengkapi dengan perpustakaan di halaman 122. Seru!

Secara garis besar, buku ini patut dan layak dibaca oleh mereka yang tertarik pada topik personal branding. Pengalaman penulis selama ini bisa dianggap sebagai jaminan kelayakan isi buku. Meski begitu, saya merasa buku ini memiliki 'sesuatu' yang berbeda. Jadi meski bisa dibaca oleh siapa saja, tapi mereka yang pernah berada dalam situasi seperti yang diuraikan oleh penulis, akan lebih bisa memahami mengenai hal yang diuraikan tersebut. Ada kedekatan emosional dengan pembaca.


Eksekutif!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar