Senin, 15 Februari 2016

2016 #20: The Eye of Mind

Penulis: James Dashner
Penerjemah: Sadiqah Begum
Editor: Reita Ariyanti
Desain sampul: Orkha Creative
ISBN: 9786020324883
Halaman: 320
Cetakan: Pertama-2016
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Harga: Rp 76.000
rating:   3/5

Sebelum kalian memilih dini hari, 
Hendaklah mimpikan menara paling tinggi.
Berhati-hatilah sebelum kalian bergegas hengkang,
Pandanglah rembulan yang gelap dan berlubang.

Seperti anak lainnya, Michael juga menyukai games. Ia bisa lupa waktu ketika asyik bermain hingga waktu untuk interaksi sosialnya juga minim. Michael memilih mempergunakan The VirtNet karena menjanjikan keseruan dibandingkan yang lain.

Suatu saat tanpa disengaja ia berurusan dengan pemain yang ingin bunuh diri karena tidak tahan berurusan dengan Kaine. Semula Michael tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi, hingga ketika berangkat ke sekolah ia dicegat dan dibawa ke markas  VNS-VirtNet Security.

Michael terpilih karena ia sering berkeliaran   dan sedikit membuat kode. Ia seorang hacker-perantas. Ada masalah serius di dalam VirtNet.  Termasuk penyusup ke hampir semua game dan situs sosial populer di Virtnet.  Beberapa kasus bunuh diri, menurut saksi mata dan pesan-pesan yang dikirim korban sebelum kematian makin meresahkan.  Konon  Kaine yang berada dibalik semua hal itu. 

Doktrin Kematian yang disebarkan Kaine sungguh menakutkan! Orang-orang yang terperangkap di dalam tidur.  Orang-orang yang otaknya mati. Yang lainnya bunuh diri hanya untuk melarikan diri dari Kaine. belum lagi ditambah laporan pelecehan terhadap individu yang tak terhitung banyaknya.

Michael berserta kedua sahabatnya  di dunia maya, Bryson dan Sarah mendapat tugas yang tidak mudah. Mereka harus   mencegah Kaine melakukan kerusakan lebih banyak serta menemukan siapakan ia sebenarnya.

Semula Michael  masih bersikap setengah hati hingga suatu hari ia mendapati dirinya tidak bisa online. Akses ditolak VNS, begitu yang tertulis di layar. Tentunya bukan begitu yang sebenarnya terjadi. Berkat bantuan tetangga yang baik hati, Michael bisa menghubungi pihak VNS. "Maukah Anda menelepon kantor VNS? Bilang bahwa tetangga Anda, Michael, mengatakan dia sudah masuk kembali. Katakan aku akan mencari apa yang mereka cari."

Meski sudah menduga bahwa mencari Kaine bukan hal yang mudah, namun ketiganya tidak mengira betapa besar bahaya yang mereka hadapi. Untuk menemukan Kaine mereka harus menuju ke Ngarai Keramat. Sebenarnya Ngarai Keramat adalah sebuah  program yang diciptakan Kaine dan tersembunyi di dalam Deep. Jalan menghubungkannnya dengan lapisan-lapisan atas VirtNet.
https://www.goodreads.com

Pada awal membaca kisah ini, bagi  bukan penyuka game agak sulit mengikuti aneka istilah yang ada.  Sepertinya penulis  merasa tidak perlu memberikan keterangan atau penjelasan mengenai sebuah istilah, karena pembaca dianggap sudah mengerti. Memang ada beberapa istilah yang sudah umum dipergunakan, tapi bukan tidak mungkin pembaca tidak mengerti. Penjelasan perlu diberikan guna menyamakan persepsi agar pembaca bisa lebih menikmati kisah.

Meski demikian, dengan membaca kisah ini, selain mendapat hiburan, pembaca juga mendapat pengetahuan sekitar dunia game online seperti bagaimana mekanisme sebuah permainan berlangsung. Tentunya juga tentang teknologi yang menyertai dunia game online.

Dibandingkan dengan buku lain yang juga mengusung tema game,  seperti  Erebos karangan Ursula Poznanski, buku ini lebih terasa unsur teknologinya melalui penggunaan berbagai istilah teknis teknis. Penulis seakan memilih sasaran pembaca dikalangan pencinta game online. 

Sungguh disayangkan, dengan menjamurkan aneka kisah tentang anak terpilih yang harus menanggung beban menyelamatkan umat manusia, kisah percintaan terlarang hingga kehidupan di dunia fantasi ciptaan penulis, ide kisah ini sebenarnya mampu mengantisipasi kemungkinan kejenuhan pembaca kisah fantasi.

Pembaca akan dikejutkan dengan akhir yang tak terduga. Tanda-tanda tersebut sudah bisa ditemukan sebelumnya, jika pembaca jeli. Misalnya yang tercantum pada halaman 203.

Agak penasaran juga membaca kalimat di halaman 85, "Sekarang, urusan kita selesai, dan jangan lupa utang kalian. Aku akan menagihnya nanti."  Apa yang yang akan diminta kelak. Mungkinkah ada pada kisah selanjutnya.

Sepertinya ada beberapa kesalahan cetak yang saya temukan dalam buku, mungkin karena faktor editing semata. Misalnya pada halaman 13 baris ke-7 tertulis se-mentara. Pada halaman 8 baris ke-9 tertulis keta-kutan,  halaman 27 baris pertama tercantum se-tiap. Serta pada halaman 213 baris ke-2 dari bawah tertulis me-lihat.

Penulisan kalimat Pengarang Novel Bestseller Internasional The Maze Runner di bawah nama penulis pada kover, menurut saya bisa memberikan keuntungan bagi banyak pihak.  Bagi penerbit,  hal ini menguntungkan saat menarik perhatian dan minat penggemar kisah The Maze Runner. Apa lagi kisah tersebut sudah diangkat ke layar kaca. Diharapkan mereka yang menyukai kisah The Maze Runner akan tertarik dan membeli buku ini.

Namun secara  langsung atau tidak, penulisan The Maze Runner  juga bisa membuat mereka yang belum pernah membaca seri tersebut tertarik untuk mencari tahu, membeli bahkan  membacanya. Setelah mereka menikmati kisah The  Eye of Mind, tentunya ada keinginan untuk mencicipi kisah lain. Ini sama halnya dengan mempromosikan barang dagangan tetangga.
http://themortalitydoctrine.wikia.com

Tapi bisa juga terbalik. Mereka yang tak puas dengan The Maze Runner enggan membeli buku ini. Atau sebaliknya. Apa pun itu, semua tergantung pada keputusan calon pembeli, penerbit hanya bisa berpromosi semaksimal mungkin.

Jika dikaji lebih jauh, The Maze Runner dan buku ini memiliki kesamaan dalam hal tokoh utama. Kedua tokoh utama sama-sama tak ingat latar belakang kehidupan, mereka hanya memiliki ingatan samar mengenai kehidupan sebelumnya. Kedua tokoh sama-sama mencari jalan untuk keluar dan selamat. Terpenting, semangat keduanya dalam menjalani kehidupan dan perjuangan mencapai tujuan patut diacungi jempol. Pantang menyerah dan totalitas.

Buku ini merupakan buku pertama dari serial The Mortality Doctrine.   Dalam Goodreads disebutkan mengenai buku selanjutnya, The Rule of Thughts, The Game of Live serta Gunner Skale. Semoga saja penerbit lokal menerjemahkan semua seri.

Sang penulis,  James Smith Dashner, lahir pada 26 November 26. 1972.  Karyanya sudah cukup dikenal orang. The Maze Runner Series, The Jimmy Fincher Saga, The 13th Reality serta Infinity Ring. Sepertinya The Maze Runner Series, konon serial ini juga akan diangkat ke layar kaca. Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai sosok penulis, bisa mengunjungi link berikut.

 

2 komentar: