Khusus berisi ulasan seputar buku, tak lain dari yang berkaitan dengan buku, didedikasikan untuk para pekerja dunia buku. Sebagai ucapan terima kasih kepada para Peri Buku dan bukti eksistensi diri sebagai anggota Ordo Buntelan
Selasa, 16 November 2021
2021 #35: Catatan Pengelana Tentang Penjaja Buku
Minggu, 17 Oktober 2021
2021 #34: Kisah Nora Seed Dan Perpustakaan Tengah Malam
Alih Bahasa: Dharmawan
Yang penting bukanlah apa yang kaupandang, melainkan apa yang kaulihat
Sejauh ini, hanya perpustakaan sekolah dan seorang pustakawati bernama Mrs Elm yang bisa membuatnya lebih tenang. Baginya perpustakaan adalah suaka kecil peradaban.
Mrs Elm juga yang mendampinginya ketika mendapat khabar ayahnya meninggal hingga ibunya menjemput bersama sang kakak, yang duduk terdiam di kursi belakang.
Kisah dimulai dengan aneka kesialan yang menimpa Nora hari itu. Akhirnya ia memutuskan sudah tak ada gunanya ia hidup! Mati merupakan jalan yang paling baik baginya.
Maka ia mempersiapkan diri untuk mati, bahkan ia sudah meninggalkan catatan bagi siapa saja yang mungkin menemukan tubuh tak bernyawanya. Ia berdiam diri, bersiap menyambut kematian.
Tengah malam, alih-alih kehilangan nyawa, ia mendapati dirinya berada dalam suatu tempat yang penuh dengan buku. Semuanya berwarna hijau dengan aneka gradasi. Tidak ada warna selain hijau.
Selain gradasi warna, ketebalan buku adalah hal yang berbeda. Tingginya sama semua. Oh, tidak ada judul buku dan nama pengarang di punggung buku. Aneh.
Setiap kehidupan yang ia lalui sepertinya selalu saja berakhir dengan hal yang tidak menyenangkan. Mungkinkah karena ia salah memilih buku seperti yang tertera di halaman 247? Atau ada faktor lain?
"Setiap kehidupan mengandung berjuta-juta keputusan. Beberapa besar, beberapa kecil. Tetapi setiap kali satu keputusan menumbangkan keputusan lainnya, hasil akhirnya akan berbeda. Variasi-variasi yang tak bisa diubah terjadi, yang pada gilirannya mengarah pada variasi-variasi lain lagi. Buku-buku ini merupakan portal ke semua kehidupan yang mungkin saja kaujalani."
~ The Midnight Library-Perpustakaan Tengah Malam, hal 48~
Meski seseorang telah memberikan bocoran kisah, tetap saja diri ini masih mengira kisahnya antara gabungan Inkworld dan Pilih Sendiri Petualanganmu: Lorong Waktu, plus beberapa adegan seru dari Alcatraz Versus the Evil Librarians. Sangat jauh ternyata.
Ia sadar, kehidupan ini tergantung bagaimana ia bersikap dan memilih menjalaninya. Kehidupan yang ia sukai, bisa saja ia temukan dalam kehidupan nyata jika ia memilih untuk menjalani kehidupan seperti itu.
Sang tukang alih bahasa perlu diberikan ajungan jempol. Mengalihkan kisah seperti ini, tentunya tidak mudah. memilih kata yang tepat sehingga membuat pembaca tidak bosen, namun tidak keluar dari pakem kisah, memerlukan keahlian tersendiri.
Jumat, 15 Oktober 2021
2021 #33: Ketika Sang Informan Beraksi
Penulis: Jhon Grisham
Editor: Jimmy Simanungkalit
Halaman:460
Cetakan: Pertama-2020
Rating: 3/5
Seorang wanita kulit putih bernama Lacy Stoltz serta seorang pria kulit hitam, Hugo Hatch ditemukan dalam kondisi mengenaskan akibat ditabrak pikap yang melewati garis pembatas di wilayah suku Tappacola di Brunswick Country lewat tengah malam.
Suka atau tidak, kasino itu memberikan pemasukan yang tak sedikit. Penduduk Asli mendapatkan bagian dari operasionalnya. Belum lagi pihak-pihak yang memanfaatkan kasino dengan cara "merekayasa pembukuan".
Meski enggan, pihak Lacy harus bekerja sama dengan FIB guna menyelesaikan kasus tersebut. Karena ternyata ada kasus pembunuhan yang terkait dengan sang hakim dan kasino.
Ia juga pandai bersikap. Jika berada diantara rekan kerja, maka ia akan mempergunakan busana yang bisa saja. Tapi ada kalanya ia tergoda untuk memamerkan koleksi pakaian dan perhiasan indahnya.
Namun, setelah membaca hingga 100-an halaman, saya merasa kehilangan semangat untuk menuntaskan membaca buku ini. Pastinya buku ini tidak seperti harapan saya, yang menduga bakalan banyak adegan pertemuan rahasia antara Lacy dengan si informan.
Kemudian kalau pun ada pertemuan, banyak menimbulkan kejadian menegangkan. Tidak hanya soal kecelakaan Lacy, pembobolan rumah, serta upaya pembunuhan. Tapi juga ada hal-hal menegangkan lainnya, meski tak perlu seseru ala Don Brown.
Peran Lacy juga seakan sebagai pembuka langkah pengungkapan kasus semata. Setelah itu, biarkan urusan ditangani oleh pihak lain, walau harus diakui lebih kompeten. Dalam hal ini FBI.

Kamis, 07 Oktober 2021
2021 #32: Coaching & Mentoring Research: A Pratical Guide
Keuntungan kerja di perpustakaan adalah tak pernah kehabisan buku untuk dibaca. Masalahnya hanya mau baca atau tidak he he he. Aneka buku pengayaan seperti novel, pengetahuan umum, dan sejenisnya bercampur dengan buku teks kuliah, melambai-lambai untuk ditengok ^_^.
Kadang, saya menemukan sebuah buku teks juga menarik untuk dibaca. Apa lagi topik tersebut masih merupakan yang jarang diangkat menjadi sebuah buku.
Biasanya, saya bisa tergoda untuk menjadikannya sebagai bahan pembuatan anotasi/abstrak informatif. Salah satunya buku ini, Coaching & Mentoring Research: A Pratical Guide.
![]() |
| Foto: Moethia A |
Editor: Susannah Trefgame
ISBN:9781473912977
Halaman:256
Cetakan:Pertama-2019
Penerbit: Sage Publishing
Rating: 3/5
Jangan khawatir! Dalam buku setebal 256 halaman ini, Anda akan mendapat gambaran, serta trik dan tips bagaimana memahami peran pembimbing penelitian dalam konteks pengajaran dan pendampingan, beberapa fase proses penelitian dan tinjauan umum dari penelitian kualitatif dan kualitatif.
Dengan menggunakan pendekatan yang mudah dipahami, serta aneka studi kasus, buku ini akan membuat tugas Anda menjadi semakin lebih mudah dilakukan.
Terdiri dari 4 bab, mulai dari Becoming a Researcher in Coaching and Mentoring hingga Qualitative and Mixed Method for Coaching and Mentoring Research, akan memudahkan Anda untuk memahami isi buku serta melakukannya.
Bagian atau dalam buku ini disebut part, misalnya Part II phase of the research proses di halaman 45, terdiri dari sembilan bahasan. Mulai dari choosing a research methodology, reviewing literatur, research proposals, hingga dissemination of research. Tiap part terdiri dari beberapa sub part lagi.
Selain itu, pada awal sub part sudah disampaikan apa inti dari sub part tersebut. Sebagai contoh, part III quantitative methods for coaching and mentoring research, pada sub part 27 survey designs hal 141, setelah judul disebutkan bahwa bagian ini berisikan what are the different types of cross-sectional survey design.
Tak ketinggalan apa yang harus dicapai setelah selesai membacanya. Dalam sub part ini terdapat 4 hal. Antara lain adalah describe key types or survey-based research designs.
Senin, 13 September 2021
2021#31: Menikmati Karya R.L Dalam Koleksi Kantor

Benarkah demikian? Lalu apa hubungannya dengan perman yang dibagikan setiap kali rapat? Apa hubungan barat badannya dengan ajakan menjadi ketua klub? Begitulah....
Majalah Wilderness ingin ayah Jordan membuat foto tentang Manusia Salju yang dianggap misterius. Jordan dan adiknya mendapat izin untuk ikut menemani sang ayah.
Buku ini terdiri dari dua kisah, Misteri Manusia Salju serta sebuah kisah tipis berjudul Rahasia Kepala Terpenggal.Meski tipis, jangan diragukan ketengan yang disajikan oleh kisah tersebut.
Stine telah menerima banyak penghargaan, termasuk beberapa Nickelodeon Kids' Choice Awards dan Disney Adventures Kids' Choice Awards, dan dia telah dipilih oleh anak-anak sebagai salah satu penulis favorit mereka dalam program Read Across America NEA. Dia tinggal di New York, NY.
Sumber gambar:
https://www.theguardian.com/
Kamis, 09 September 2021
2021 #30: Fakta Keren
Isi buku ini terdiri dari beberapa bagian. Mulai dari Fakta Unik, Fakta Manusia, Fakta Lucu, hingga Fakta Fobia dan Penyakit. Keseluruhan ada 9 jenis fakta. Jumlah halaman tiap fakta tidaklah sama. Tebal atau tipisnya tergantung dengan informasi yang diperoleh oleh tim penyusun.
Apakah artinya mereka sudah memprediksi bahaya yang timbul dari penggunaan perangkat tersebut? Mereka tetap memprodukasi atas dasar bisnis namun bukan berarti menerima risiko efek dari penggunaannya.Dugaan sementara, mungkin salah satu teman setenda saya malas cuci rambut, apalagi di gunung udara dingin membuat orang enggan berurusan dengan kramas.
Tapi pada bagian Fakta Unik di halaman 87 justru disebutkan bahwa kutu rambut sebenarnya lebih suka hidup di kulit kepala bersih. Duh, jadi bagaimana ini?
Tahu boneka yang menjadi artis virtual, muncul pertama pada tahun 1987? Siapa lagi kalau bukan Barbara Millicent Roberts alias Berbie. Dengan ukuran tubuh 39-23-33 inci setara 99-58,5-84 cm, tinggi 215 cm, maka artinya ia memiliki leher 2 kali lebih panjang dari manusia normal.
Sampai buku ini terbit, tahun 2013, hanya ada 2 pabrik Barbie di dunia. Yaitu di China dan Jababeka. Meski demikian, Barbie masih merupakan mainan mahal bagi anak-anak Indonesia.
Tak heran, beberapa orang yang kreatif membuat tiruannya dan menjual dengan harga yang jauh lebih murah. Lengkap dengan pakaian, asesoris dan perlengkapan lainnya yang dipasangkan dengan Barbie.
Fakta Lucu yang menyebutkan bahwa belajar atau membaca buku di wc sambil mengedan membuat informasi paling cepat menyerap, sungguh menginspirasi.
Meski menarik, sayangnya fakta sering disampaikan tidak runtun sehingga hubungannya menjadi bisa terlupakan. Informasi yang ingin disampaikan jadi terpotong.

Misalnya menyebutkan bahwa sangat berbahaya jika seorang astronot buang gas ketika masih memakai pakaian astronot.
Untuk itu mereka dilarang mengkonsumsi kacang sebelum menjelajah ruang angkasa. Kurang lebih begitu yang tertera di halaman 213.
Isi buku ini dirangkum dari "cuitan" @faktakeren yang memiliki pengikut lebih dari 900.000 saat buku ini dicetak.
Membaca buku ini, membutuhkan teknik tersendiri. Tiap hari, saya hanya membaca satu hingga dua halaman. Tertawa membaca fakta unik yang disajikan, atau merenung memikirkan apakah fakta yang disajikan tersebut sungguh benar.
Tapi saya lebih banyak tertawa, sehingga sangat bermanfaat untuk imun tubuh saya. maka saya berusaha membacanya selambat mungkin. Sungguh, buku yang unik!
Senin, 06 September 2021
2021#29: Fourth Pacific Science Congres: Krakatau
Ada beberapa hal yang bisa saya kerjakan, tapi skala prioritas saya adalah merapikan rak buku. Ini sepertinya masalah para penggila buku secara umum. Tak pernah bisa punya rak buku yang rapi.
Kebetulan ada beberapa dus sumbangan buku titipan beberapa sahabat. Biasanya langsung saya distribusikan pada beberapa sahabat pengelola taman bacaan. Namun karena pandemi, mereka jarang membuka taman bacaannya.
Kondisi ini dimanfaatkan mereka untuk (juga) beres-beres rak serta melakukan renovasi kecil. Padahal saat begini, banyak anak yang membutuhkan bacaan untuk mengisi waktu luang. Dan datang ke taman bacaan merupakan salah satu cara mendapatkan akses membaca dengan mudah dan gratis.
Kembali pada urusan beberes. Karena sementara sumbangan buku ada di saya, maka otomatis perlu cari cara agar bisa tersimpan rapi sampai saat diberikan pada yang berhak. Untung itu, rasanya saya perlu beres-beres supaya ada tempat.
Saat beres-beres, malah menemukan buku unik yang terlewatkan untuk dibaca. Segera sisihkan. Kali ini sudah bertekat teguh, jika rak sudah rapi, minimal 90% baru bisa baca buku yang tadi disisihkan.
Salah satunya buku ini.
Menilik judulnya, buku ini berisi hasil penelitian terkait dampak letusan Krakatau. Terbagi dalam tiga bagian yang ditulis oleh orang yang berbeda.
Bagian pertama berjudul The Geology And Volcanism of The Krakatau Group yang ditulis oleh Dr. Ch. E. Stehn. Sedangkan bagian kedua berjudul Krakatau's New Flora, ditulis oleh Dr. W.M Docters Van Leeuwen. Terakhir, karya Dr. K.W. Dammerman berjudul Krakatau New Fauna.
Bagi peneliti dan sejarahwan buku ini sangat perlu dibaca untuk mendapat gambaran mengenai bagaimana sesungguhnya efek dari letusan Krakatau.





















