Sabtu, 21 Januari 2023

2023 #2: Menikmati Karavansara

Penulis: Rio Johan
Ilustrator: Iqbal Asaputro
ISBN: 9786020660691
Halaman: 46
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
Harga: Rp 55.000
Rating: 3,5/5

... dan terakhir yang kuingat, sebelum akhirnya  terlelap oleh lelah dan buai bualannya, dia janjikan kepadaku sebuah bungalo yang lebih besar dan megah daripada yang kami tempati sekarang ini, akan dia hiasi dengan bunga-bunga, buku-buku, anggur, dan burung-burung yang pandai berkicau setiap hari. 
-Karavansara, hal 22-

Begitu mengetahui buku ini masuk dalam nominasi buku sastra pilihan Tempo, langsung berburu. Sempat curiga melihat harganya, ternyata karena ini adalah novella dengan ketebalan hanya 46 halaman sehingga bisa dijual dengan harga lebih murah. Padahal, jika huruf lebih dperbesar sedikit sehingga lebih nyaman untuk mata (duh selalu  itu alasan saya), halamannya bisa bertambah beberapa lembar.

Shirin  16 tahun dan Surin 14 tahun  adalah sepasang kakak beradik yatim piatu di Shiraz. Suatu hari mereka  tak sengaja bertemu dengan seorang saudagar kaya bernama Tuan Babak. Mengetahui kondisi keduanya yang mengenaskan, Tuan Babak mengajak mereka untuk ikut bersamanya, mereka bahkan dijanjikan akan diurus dengan baik. Sebagai ganti, keduanya bisa membantu pekerjaan Tuan Babak.

Ternyata, perjalanan menuju rumah baru mereka membawa pengaruh dalam kehidupan Surin.  Ia melihat sisi lain dari Tuan Babak serta Shazad-tangan kanan Tuan Babak. Dari perjalanan singkat itu, dia mengetahui bahwa sesuatu tidaklah selalu hitam dan putih. 

Penasaran mendengar suara-suara dari tenda Tuan Babak ketika berjaga, membuatnya nekat mengintip. Surin terkejut! Sebelum tidur ia mendengar sendiri bagaimana Tuan Babak menolak keinginan  Shirin tidur di tendanya dengan alasan ia adalah seorang pria beristri. Tapi ia melihat adegan yang terjadi antara Tuan Babak dan Shazad, ia menjadi bingung. Tak perlu dijabarkan adegan apakah itu ^_^.

https://www.goodreads.com/
book/show/45483428-caravanserai
Sebagai seorang saudagar kaya, Tuan Babak sering mengadakan perjalanan jauh menempuh padang pasir untuk berniaga. Nyaris setiap perjalanan ia mengajak kedua bersaudara Shirin  dan Surin.  Pada salah satu kesempatan, Shirin mengisahkan betapa antusias penghuni harem milik kenalan Tuan Babak bertanya tentang perjalanan jauh yang ia lakukan. 

Berbagai hal ditanyakan, seperti mengapa ia tak tinggal di harem sebagaimana perempuan lain serta menunggu cinta dan sayang dari pria yang dihormati. Baik Tuan  Babak, Shazad, serta Surin tidak menanggapi, hingga Shirin menyinggung usianya yang nyaris 17 tahun.
"Dan kau mau memukar kebebasan langka yang kuberikan padamu untuk sebuah kehidupan harem, anakku?" tanya Tuan Babak.

"Setidaknya aku setuju tentang cinta dan belas kasih," Shirin berkata lirih.
Sering waktu,  aneka peristiwa terjadi atas diri keempat tokoh dalam kisah ini. Shirin yang semula begitu menggebu-gebu mencari cinta sejati, mendadak berubah setelah pernikahannya. Dipikir-pikir, bukan tak mungkin pernikahannya sekedar kedok untuk membuat Surin tak pergi jauh. Sementara Surin sendiri..., begitulah. Baca dalam buku ini saja.

Meski demikian, saya dibuat penasaran bagaimana nasib tokoh, karena  pada akhir kisah penulis seakan membuat kisah ini belum tuntas. Bisa saja terjadi sesuatu pada diri  Shirin dan Surin, bahkan pada Shazad.

Pembaca seakan dibiarkan berimajinasi, memiliki khayalan masing-masing tentang pada tokoh. Misal, Shirin bertemu  dengan kekasih hatinya yang ternyata meninggalkan keluarga dan mencarinya. Atau bisa saja ia menemukan kebahagian baru dari seorang pemuda biasa-biasa saja. Sementara Surin meninggalkan Shirin dan keluarganya, untuk menghabiskan waktu guna berdagang.

Begitulah, karena tidak puas membaca, maka saya hanya memberikan bintang 3,5 bukan 4. Pembaca yang merasakan kenikmatan membaca terganggu alias belum puas membaca secara maksimal, beberapa  memberikan rating nanggung (pengalaman curhat beberapa sahabat). Tapi silakan berikan rating sesuka Anda.

Sejak halaman pertama, sudah terasa bahwa ini Kisah 1001 Malam versi Rio, sebuah hikayat yang dikisahkan ulang dengan mengusung sudut pandang kisah yang berbeda.  Jika pembaca cermat, pada pojok kanan bawah di sampul belakang, tulisan 21+ bisa menjadi bocoran mengenai kisah ini. 

Sekedar mengingatkan, Kisah 1001 malam, merupakan  karya sastra dari Timur Tengah yang lahir pada Abad Pertengahan. Dikisahkan seorang ratu bernama Syahrazad dari Wangsa Sasan yang setiap malam mengisahkan berbagai kisah selama 1001 malam kepada suaminya, Raja Syahriar  sehingga hukuman mati atas dirinya tertentu. 

Kisah yang disampaikan beragam. Tiap malam,  Syahrazad mengakhiri kisahnya dengan akhir yang menegangkan, hingga sang raja pun selalu menangguhkan perintah hukuman mati supaya dapat mendengar kelanjutan kisah yang diceritakan  Syahrazad. 

Hem..., kenapa banyak sekali nama dengan huruf "S" yang terlibat dalam buku ini? Sepasang kakak-adik Shirin dan Surin, kota Shiraz asal keduanya,  Shazad sang tangan kanan Tuan Babak, lalu ada Ratu Syahrazad dari Wangsa Sasan dan Raja Syahriar yang kejam dari Kisah 1001 Malam.

Membaca judul buku ini membuat teringat lagu berjudul Caravan dari Richard Page. 

Hasil berselancar di dunia maya, saya menemukan tentang Karavanserai atau Karavansari, yaitu  penginapan di tepi jalur perdagangan tempat para musafir (biasanya kafilah dagang) dapat beristirahat dan memulihkan tenaga dari perjalanan panjang yang telah mereka tempuh.

Di sana juga disediakan  makanan dan minuman untuk pengunjung beserta hewan-hewan mereka. Tentunya juga  tersedia tempat untuk mencuci dan ritual penyucian seperti wudhu. Beberapa juga menyediakan pemandian dan terdapat toko yang menyediakan barang dari kafilah dagang yang datang.

Seperti buku Rio yang terakhir saya baca, untuk urusan ilustrasi yang ada dalam buku ini,  sangat layak dapat jempol. Aneka detail membuat ilustrasi semakin menarik. Benar-benar memanjakan mata. Andai dicetak berwarna, tentu lebih indah lagi. Sang ilustrator, ternyata juga ikut meramaikan buku Rio yang lainnya, Ibu Susu. 

Di situs Goodreads, tertera versi lain dari buku ini. Menarik!

Sumber klip:
https://www.youtube.com

Sumber gambar:
https://www.goodreads.com








 







Kamis, 05 Januari 2023

2023 #1: The Rooster Bar, Kisah Persahabatan Mahasiswa Hukum

Penulis: John Grisham
Alih bahasa: Julanda Tantani
Editor: Rini Nurul Badariah
ISBN: 9786020639598
Halaman: 446
Cetakan: Pertama-Agustus 2020
Gramedia Pustaka Utama
Harga: Rp 130.000
Rating:3.75/5

"Kita terjebak dalam masalah ini karena melihat kesempatan ini untuk mengejar mimpi, mimpi yang tak sanggup kita bayar. Kita tak seharusnya belajar di sekolah hukum dan  sekarang tenggelam. Kita tidak cocok bagi karier yang menggiurkan itu. Ini dampak propaganda pemasaran dan janji pekerjaan. Pekerjaan bagus dengan gaji besar. Tapi kenyataannya, pekerjaan itu tidak ada. "
- The Rooster Bar, hal 43-

Setiap orang (setidaknya yang saya kenal) selalu berangan-angan memiliki kehidupan yang lebih baik dibandingkan dengan apa yang mereka rasakan ketika remaja. Jika dulu hanya tinggal di rumah dengan 2 kamar tidur,  harapan mereka setidaknya memiliki rumah dengan 2 kamar tidur yang ukurannya lebih besar. Syukur jika bisa mendapatkan rumah dengan kamar sebanyak dua, tiga, bahkan lebih.

Demikian juga dengan Mark, Todd, Gordy dan Zola. Mereka tercatat sebagai mahasiswa  hukum di  Foggy Bottom Law School (FBLS) demi mencapai impian menjadi pengacara sukses dengan bayaran yang fantastis, sehingga kehidupan mereka lebih baik dari dulu. Agar dapat membiayai kuliah, mereka mengajukan pinjaman mahasiswa yang harus segera dibayarkan begitu mereka lulus.

Persahabatan keempat mahasiswa tersebut bisa dikatakan  cukup unik. Todd bekerja sebagai bartender, Mark bisa dikatakan  sahabat  baiknya, demikian juga dengan Gordy. Sementara Zola, adalah seorang gadis  yang   menjadi kekasih Gordy, padahal Gordy sudah memiliki tunangan dan sedang mempersiapkan pesta pernikahan. Cinta memang misteri terbesar sepanjang masa.
https://www.goodreads.com/book
/show/54204824-barul-rooster

Entah setan apa yang mendorong Gordy bertingkah aneh.   Ia seakan terobsesi melakukan penyelidikan terkait pemilik sekolah mereka yang ternyata adalah pengelola hedge fund-konsep pengumpulan dana yang dilakukan oleh manajer investasi, dan juga memiliki bank dengan spesialisasi pinjaman untuk mahasiswa. Gordy ingin membuktikan mereka sengaja dijebloskan untuk meminjam uang. 

Ia  mengabaikan sahabat, kekasih, juga tunangannya yang sibuk mengurus pernikahan. Tekanan pernikahan juga kewajiban harus mengembalikan pinjaman mahasiswa bisa disebut sebagai pemicu. Plus ternyata ia penderita bipolar dan berhenti minum obat, hal yang tak diketahui para sahabatnya. 

Mark dan Todd berusaha membantu Gordy untuk kembali "ke rel", demikian juga dengan Zola. Usaha mereka  seakan sia-sia. Gordy melakukan tindakan nekat. Membuat Mark dan Todd merasa tak berguna dan bersalah menjadi sahabat. Ditambah dengan tuduhan keluarga Gordy bahwa mereka ikut bertanggung jawab dengan apa yang menimpa Gordy. Sementara Zola, selalu menganggap drinya sangat berperan  dalam kenekatan yang dilakukan Gordy.

Efek kepergian Gordy ternyata berdampak besar bagi Mark dan Todd.  Keduanya  memutuskan untuk  berpetualang, melupakan kesedihan dan keresehan ditagih pinjaman mahasiswa yang akan segera jatuh tempo, kekurangan uang, serta kelelahan mencari lowongan pekerjaan di biro hukum.

Mark dan Todd  melakukan beberapa hal nekat yang cenderung melawan hukum, demi uang yang selama ini tak pernah mereka miliki.  Semula hanya Mark dan Todd yang membangun biro hukum abal-abal di atas The Rooster Bar, tempat Todd bekerja sebagai bartender. 
https://www.goodreads.com/
book/show/48907787-rooster-ba
r
Seiring waktu, mereka mengajak Zola, ketiganya seakan sudah menjadi satu paket. Zola yang sedang kebingungan karena keluarganya  mengalami ancaman deportasi akhirnya bersedia bergabung. 

Sepak terbang  Mark dan Todd yang melakukan kegiatan ilegal menjadi bagian yang menarik dan menegangkan. Bagaimana mereka berburu dan berebut klien, hingga nyaris tertangkap, menjadi bagian yang lacak dibaca. Detil dan rumit. 

Puncak kenekatan mereka adalah  balas dendam pada pihak yang dianggap menjerat mereka untuk mendapatkan pinjaman guna membiayai kuliah di kampus yang ternyata mutunya sangat jelek. Dampaknya para lulusannya jarang ada  yang lolos ujian profesi pengacara. Sehingga sulit bagi mereka untuk mendapatkan pekerjaan bagus. 

"Tak ada jalan keluar. Kita sudah dibohongi, disesatkan, ditipu, dan dijebak ke tempat yang sangat buruk ini. Tak ada jalan keluar," ujar Gordy. Berbekal dengan hasil penyelidikan yang dilakukan Gordy, mereka melakukan hal yang tak pernah dipikirkan oleh peminjam dana mahasiswa lainnya.

Keberadaan mereka diburu banyak pihak. Hidup selalu dalam kondisi siaga sekaligus was-was. Selain berpacu dengan pihak yang terkait dengan pengelola hedge fund, duet  eh trio mantan mahasiswa hukum ini juga harus  juga main  kucing-kucingan dengan FBI, sungguh sangat seru!
Aku menyesali hari ketika aku mendatangi sekolah hukum. Aku menyesal meminjam semua uang itu. Aku menyesali apa yang terjadi pada Gordy.... (Mark, hal 384) 
Membaca buku ini, membuat saya teringat beberapa karya penulis yang lain. Bagian yang mengisahkan bagaimana Zola mencari klien di rumah sakit, lumayan mirip dengan penggalan  The Rainmaker (Sang Pembawa Mukjizat). Sementara perihal pinjaman mahasiswa banyak dikisahkan dalam berbagai buku. Misalnya dalam buku The Firm.   Mitch  yang baru menerima tawaran biro hukum di  Memphis mendapat kejutan  pelunasan semua pinjaman mahasiswanya. 
https://www.goodreads.com/
book/show/42965376

Tak melulu soal Mark dan Todd, kehidupan Zola juga menjadi bagian menarik dari buku ini. Bagaimana ia harus berkompromi dengan dirinya setelah peristiwa yang menimpa Gordy, khawatir nasib keluarganya yang  dianggap imigran gelap hingga harus dideportasi ke Senegal, dan tentunya tagihan pinjaman mahasiswanya. 

Penulis mampu memancing emosi pembaca melalui keresahan yang dialami oleh Mark, Todd, serta Gordy. Tapi kejadian yang dialami oleh Zola, paling menyentuh. Mengharukan melihat sebuah keluarga berjuang demi kehidupan lebih baik. Kesal dan marah melihat bagaimana mereka diperlakukan di Senegal, negara yang dikenal dengan korupsinya  (menurut buku ini).

Jadi kepikiran, andai ada pinjaman untuk kuliah di tanah air seperti yang sering dsebutkan dalam karya penulis, bakalan banyak pemuda yang memiliki potensi namun terkendala dana bisa tertolong. Tentunya pinjaman murni bukan ala kisah ini.

Semula sempat bingung, kenapa judul kisah ini The Rooster Bar? Rooster jika diterjemahkan adalah ayam jantan. Apa hubungannya dengan para tokoh seperti yang disebutkan pada blurd? Jika menilik kover, hanya bisa ditarik kesimpulan ketiga tokoh suka berkumpul di sana.

Ternyata ketiga tokoh utama dalam kisah ini begitu mencintai bar tempat awal persahabatan mereka, hingga membangun biro hukum abal-abal di atas bar tersebut. Sampai kapan jua, nama itu selalu menjadi pengikat mereka. Terbukti pada akhir kisah ^_^.
https://www.goodreads.com/
book/show/42481948

Sebelum lanjut, izinkan saya memberikan jempol pada tukang desain dan ilustrasi sampul, Martin Dima. Karyanya membuat kisah versi Indonesia ini menjadi unik diantara edisi lainnya. Mengusung unsur penting dalam kisah-The Rooster Bar dengan apik. 

Para mahasiswa hukum, serta pratisi perlu membaca buku ini. Selain sebagai hiburan, tentunya menambah wawasan bahwa kegiatan ilegal sekalipun bisa terjadi di pengadilan dengan cara-cara yang tak terbayangkan.

Semula saya ragu membeli buku ini. Maklum belakangan karya penulis satu ini membuat saya (agak) kecewa. Keseruan belakangan makin berkurang. Memang masih ada adu kecerdikan yang tak kalah menarik, tapi bagian yang memicu adrenalin bisa membuat kisah makin menarik.

Untuk kisah kali ini, lumayan menarik dibanding buku yang saya baca sebelumnya.  Mungkin karena banyak menyentuh unsur manusiawi dalam kisah.   Bisa jadi karena buku ke-25 ini  terinspirasi  setelah membaca artikel berjudul The Law-School Scam yang muncul di majalah The Atlantic pada tahun 2014. 

Tak menyesal menjadikan buku ini sebagai wishlist untuk acara Secret Santa yang digagas teman-teman BBI JoGloseMar lalu. Padahal buku ini dipilih karena bingung, buku apa yang menarik he he he.

Sumber Gambar:
https://www.goodreads.com


Jumat, 30 Desember 2022

2022#36: Top 10 Buku Dalam Aneka Versi

Judul asli: Top Ten Lists: Books
Penulis: Fid & Sue Blackhouse
ISBN13: 9780753728581
Halaman:288
Cetakan: Pertama-Desember 2014
Penerbit: Bounty Books
Rating: 3.75/5

Sebagai penutup tahun 2022,Saya memutuskan untuk membaca buku  yang dibeli saat ke BBW beberapa waktu lalu. Kenapa buku ini? Rasanya layak menutup tahun dengan sesuatu yang membuat diri merasa bahagia, dan buku adalah sumber kebahagian saya. Tentunya disamping dana untuk membeli buku he he he.

Bisa dikatakan buku ini semacam  kumpulan daftar 10 buku berdasarkan kriteria tertentu.  Sepertinya tidak ada ketentuan tertentu untuk menyusun daftar tersebut, subyektif penulis. Jadi, bisa saja setelah membaca buku ini, saya membuat Top 10 versi saya ^_^.

Secara garis besar, buku ini dibagi menjadi 6 bagian besar ditambah dengan introduction serta acknowledgements/ Bagian-bagian tersebut adalah Compeling Charakter; Imagine That; Out of This World; Relativity; World of Books; serta Page Turners. Dimana tiap bagi terbagi menjadi beberapa sub bagian lagi yang sangat menarik.

Misalnya pada Compelling Character, terdapat Top 10 Harry Potter Creatures. Mulai dari Neraly-Headless Nick (house ghost), Nagini (snake), Griphook (goblin), Professor Firenze (centaur), Kreacher (house elf), Peeves (poltergeist), Dobby (house elf), Crookshanks (kneazie-cat hybrid), Hedwing (snowy owl), dan nomor 1 adalah Fawkes (phonix). 

Ada juga Top 10 Tolkien Characters di halaman 44. Dari Beren (Hero & Adventuner), Boromir (Steward of Gondor), Gollum (Ring Holder), Melkor/Morgoth (Dark Lord), Legolas (Elf of Gondolin), Samwise Gamgee (Hobbit of The Shire), Aragon II (Chieftain of The Dunedain), Sauron (Lord of The Ring), Bilbo Baggins ( Hobbit At Large), dan paling atas ditempati oleh Gandalf (Wizard). 

Senang juga melihat ada Little women masuk dalam Top 10  Victorian Favorites di bagian Imagine That. Little Women berada diurutan kelima diatasnya ada The Adventures of Huckleberry Fin (Mark Twain), Kidnapped (Robert Louis Stevenson), The Tale of Peter Rabit (Beatrix Potter), Black Beauty (Anna Sewell), dan The Adventures of Sherlock Holmes (Arthur Conan Doyle) sebagai si nomor 1.

Di bagian ini ada juga Top Ten Fantasy Favourites dengan urutan pertama adalah The Hobbit (JRR Tolkien), Roald Dahl Books, Serial Winners, Good Laughs, serta lainnya.  Dan ada Top 10 Children's Books yang bisa diisi sendiri oleh para pembaca. Top 10 seperti ini juga terdapat pada bagian yang lain

Pada bagian Out of This World, saya menemukan Alice's Adventures in Wonderland diurutan ketiga dalam Top 10 Fantasy Worlds. Di atasnya ada A Game of Throne, dan The Lord of The Rings. Sementara The Time Machine dari h.G Wells menempati urutan pertama Top 10 Time Travellers.

Untuk Top 10 Horror Shows terdapat Draculla dari Bram Stoker diurutan atas. Sementara  Frankenstein (Mary Shelley) yang juga merupakan kisah klasik seperti Dracula, menduduki urutan pertama Top 10 Mighty Monsters. Sementara di Top 10 Vampire Tales, Twilight Series (Stephanie Meyer) berada diperingkat kedua, diatas Interview With Vampire (Anne Rice) yang berada diurutan keenam.

Bagian  keempat dari buku ini-Relativity juga tak kalah seru. Ada The Hunchback of Notre Dame (Vicktor Hugo) diurutan pertama. Karya Harper Lee, To Kill A Mackingbird juga berada dirutan pertama dalam Top 10 Happy Ending. Beberapa buku klasik menempati berbagai urutan Top 10 dalam buku ini. 

Disamping urutan Top 10, pembaca juga akan diberikan informasi singkat mengenai buku-buku yang berada dalam daftar tersebut. Tidak terlalu panjang memang, namun cukup untuk menjadi gambaran tentang apa isi buku itu dan kenapa layak berada dalam Top 10.

Buku ini perlu dibaca oleh para penulis sebagai inspirasi untuk membuat sebuah novel. Jika ingin menulis novel horor maka sebaiknya membaca buku yang ada dalam daftar Top 10 kisah horor, sebagai contoh. Bagi pustakawan dan pengelola TBM,   sebagai referensi jika ingin membeli atau membaca buku.

Sedangkan bagi penggila buku, menjadi tambahan informasi menarik terkait buku.  Namun  perlu diingat, Top 10 tersebut tidaklah harus diikuti dan disetujui secara mutlak. Setiap individu  tentunya memiliki kriteria masing-masing.

Bagi saya, buku ini selain menjadi referensi buku mana yang perlu saya baca dan rekomendasikan ke perpustakaan kantor, juga menjadi catatan betapa masih banyak buku bagus yang belum pernah saya baca, bahkan malah ada yang belum pernah saya dengar jika mengacu pada Top 10 dari buku ini.

Lumayan juga  jumlah  buku klasik yang masuk dalam Top 10, demikian juga para penulis "senior". Karya-karya tersebut telah melampaui batas waktu. Pembaca baru akan selalu bermunculan disetiap saat.

Menarik!
.

Rabu, 28 Desember 2022

2022 #35: Kisah Rekayasa Buah

Penulis: Rio Johan
Editor: Teguh Afandi
Ilustrasi: Martin Demonchaux
ISBN: 9786020653327
Halaman: 229
Cetakan: Pertama-Juni 2022
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
Harga: Rp 90.000
Rating: 4.25/5

Salam hangat dari Korporasi Hayati!

Korporasi Hayati percaya bahwa ilmu pengetahuan  dan peradaban tak bisa lepas dari kemanusiaan, dengan demikian Korporasi Hayati bergerak beriringan dengan kemanusiaan, dan sebisa mungkin karya-karya yang kami hasilkan adalah karya-karya yang bisa menjunjung nilai kemanusiaan
- Rekayasa Buah, hal 76-

Penah membaca cerita atau menonton kisah Tintin dan Jeruk Biru (dalam bahasa Prancis judulnya adalah Tintin et les Oranges Bleues)? Dikisahkan Profesor Cuthbert Calculus (atau dikenal juga sebagai Profesor Lionel Lakmus) menerima sebuah paket berisi sebuah jeruk berwarna biru dari Profesor Antenor Zalamea. Ia  menemukan jeruk yang dapat ditanam pada tanah jenis apapun bahkan di gurun pasir. 

Diharapkan  jeruk tersebut dapat membantu  mengatasi kelaparan di dunia. Sayangnya penelitian tersebut belum sempurna, karena jeruk yang dihasilkan rasanya pahit dan asin. Tentunya penjahat yang berusaha mendapatkan penemuan itu tidak mengetahuinya. Untung ada Tintin dan Kapten   Haddock yang membereskan segala kekacauan.

Serupa namun tak sama dengan kisah Tintin dan Jeruk Biru, tersebutlah Korporasi Hayati yang menaungi  para insinyur untuk membuat aneka rekayasa buah sehingga memberikan berbagai manfaat yang tak pernah terbayangkan. Korporasi Hayati juga sebagai benang merah dari seluruh kisah dalam buku ini.  

Terdapat 10 kisah dalam buku ini. Mulai dari Selit-Belit Buah Prombon, Beri-beri Berlipat Ganda, Misteri Visiceri, Pesta Buah-buahan, Farmapomokologi, hingga Salam Hangat dari Korporasi Hayati. Kisah yang ada bisa dibaca secara acak karena berdiri sendiri. Semuanya berkisah tentang buah. Tokohnya berbeda-beda di setiap cerita dan tak berhubungan satu sama lain tapi semuanya seperti yang disebutkan sebelumnya, berkaitan dengan satu hal, Korporasi Hayati

Kisah Buah untuk Diktator Terakhir di Muka Bumi, seakan menjadi sindiran bagi penguasa kejam yang keinginannya harus selalu terpenuhi. Tugas insinyur Korporasi Hayati kali ini adalah menciptakan buah spesial untuk diberikan pada calon istri ke-150 sang penguasa sebagai pelengkap pinangan, sesuai dengan adat setempat.

Ternyata "calon istri" sang penguasa tak hanya sampai pada angka 150! Pusing kepala para insinyur karena angka terus bertambah. Masalah besar justru muncul ketika sang diktaktor ditemukan tewas.  Dugaan awal ia dibunuh. Korporasi Hayati dituduh ikut berperan!. 

Sebuah kisah yang membuat buah tak sekedar sebagai makanan pencuci mulut semata. Namun naik level melibatkan intrik politik, perebutan kekuasaan, mata-mata, percintaan, dan masih banyak hal lain. Bahkan dunia bersatu untuk menghadapi buah yang ternyata memakan korban lebih dari 6.000 jiwa, dimana 25% membutuhkan perawatan intensif dan meninggal.

Ada juga kisah tentang dua orang insinyur yang berlomba menarik hati seorang wanita. Keduanya saling beradu membuat rekayasa buah yang paling unik, disertai kisah yang menjadi alasan kenapa buah itu bisa muncul. Sayangnya, kedua ternyata hanya dijadikan alat permainan mata-mata perusahaan lain. Urusan buah sudah sampai pada tahap "dewa" dalam buku ini.

Sebenarnya tak hanya seputar buah, ternyata hal memberi nama pada buah yang dihasilkan dari rekayasa juga membutuhkan seni tersendiri. Beberapa nama memberi kesan unik. Meski demikian, para insinyur juga harus mempertimbangkan keamanan dan keselamatan lidah saat memberikan nama, sehingga lidah tidak tergigit akibat nama yang rumit diucapkan.

Dalam kisah Perihal Penamaan Buah-buahan,  disebutkan ada dua orang insinyur yang memiliki trik dan taktik untuk memberikan nama buah hasil rekayasa mereka. Ada insinyur Poli Patho dan  Insinyur Seires Stiles. Bayangkan jika keduanya bekeja sama, nama buah makin menjadi susah disebutkan dengan penamaan yang mereka gunakan berdasarkan metode yang rumit. Kerja sama keduanya bisa dianggap gagal total. Salah satunya, malah berujung menerbit puisi buah, bukan lagi mencari nama unik bagi buah karyanya.

Selain dimanjakan dengan aneka macam buah-buahan dengan segudang manfaat, pembaca juga menikmati aneka ilustrasi menarik karya Martin Demonchaux, seorang arsitek rekan Rio. Ilustrai yang dibuat dengan versi berwarna, makin terlihat mewah.

https://www.facebook.com/photo/
?fbid=10222391178193857&
set=a.1377915213488
Sejak mengikuti bincang buku ini yang diadakan oleh teman-teman di Solo secara daring, saya sudah tertarik untuk  membacanya. Apalagi setelah tahu buku ini 
masuk ke 10 besar Kusala Sastra Khatulistiwa (KSK) 2021. Hanya keterbatasan waktu yang membuat buku ini duduk manis sekian lama di rak buku ^_^. masuk ke 10 besar Kusala Sastra Khatulistiwa (KSK) 2021.

Untuk bisa menikmati kisah-kisah dalam buku ini, diharapkan pembaca membuka pikiran seluas mungkin, karena beberapa buah hasil rekayasa sungguh diluar nalar. Tapi bukannya tidak mungkin pada masa mendatang akan ada buah-buahan seperti itu. 

Misalnya, ada buah yang sekaligus bermanfaat untuk membersihkan dan memutihkan gigi. Membuat anak kecil untuk rajin menggosok gigi merupakan tugas yang lumayan berat, demikian juga dengan membuat anak menyukai memakan buah. 

Dengan buah yang digambarkan memiliki bentuk dan rasa lezat ini, dua hal bisa dikerjakan secara bersamaan bukan? Membuat anak mau makan buah, serta mendapatkan manfaat untuk gigi secara langsung. Hem... kalau ada zaman sekarang, saya juga tergoda mencicipinya.

Rio Johan adalah sastrawan kelahiran Baturaja, Sumatera Selatan pada 1990 ini terpilih sebagai salah satu Tokoh Sastra Pilihan Tempo pada 2014 untuk kumpulan cerita pendek Aksara Amananunna. Novelnya, Ibu Susu, meraih Kusala Sastra 2018 untuk kategori karya pertama dan kedua. Dia juga diundang sebagai pembicara tamu pada Ubud Reader’s & Writer’s festival pada 2015.

Menarik dan unik.

Sumber  Gambar:
FB Rio Johan

Kamis, 01 Desember 2022

2022 #34: Kisah Kehidupan Semar Lembu

Judul asli: Kereta Semar Lembu
Penulis: Zaky Yamani
ISBN: 9786020664637
Halaman: 320
Cetakan: Pertama-September 2022 
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Harga: Rp 92.000
Rating: 5/5

Semua sudah digariskan takdir. Senang dan bahagia tidak bisa dihindari atau hampiri. Semua ada waktu yang tepat. Tidak terlalu cepat dan tidak pernah terlambat.
-Kereta Semar Lembu, halaman 138-

Meski sudah berulang kali mendengar, bahkan mengucapkan saran agar jangan menilai sesuai hanya dari "sampulnya", tetaplah membeli buku ini karena sampul. Pertama karena covernya berwarna biru cerah, tahu dong betapa lemahnya saya terhadap warna biru. Kemudian stempel Pemenang Sayembara Novel DKJ 2021, makin membuat hati tergerak untuk membeli. 

Membaca buku ini tidak membutuhkan banyak waktu, walau dibaca putus-sambung disela-sela tugas kantor. Ketika menyelesaikan halaman terakhir, saya sangat sepakat dengan para juri bahwa ini adalah buku yang sangat layak meraih juara pertama. Sejauh ini, buku ini adalah fiksi sejarah terbaik yang pernah saya baca.

Kisah dalam buku ini dimulai dengan sosok Lembu yang sedang menikmati "tidur" di bawah rel kereta. Sang kekasih,  Kunti berusaha membangunkan dan mengingatkan bahwa upacara perpisahannya akan diadakan malam nanti.

Mereka yang meninggal namun tidak dikuburkan dengan baik jenazahnya, dalam buku ini digambarkan akan bergentanyangan hingga ada yang menemukan dan menguburkan dengan layak.  

Temukan tubuhku! Beri nama pada nisanku
Lembu memiliki sepasang paku di kedua dahinya, ulah salah satu  pengeroyoknya. Selama 50 tahun menjadi arwah, berulang kali Lembu berusaha melepas paku itu, selalu gagal. Hingga suatu hari mendadak kedua paku itu lenyap begitu saja dari dahinya.

Terkejut dan senang menjadi satu. Copotnya paku pertanda tubuhnya telah ditemukan dan dikuburkan dengan layak. Maka, tak lama lagi ia akan dijemput kereta kencana menuju alam lain yang tak seorang jua tahu. 

Tapi Lembu juga merasa sedih,  karena harus berpisah dengan Kunti  serta arwah-arwah lain yang selama ini menemaninya. Sesuai tradisi, Lembu  akan mengadakan perpisahan, dimana ia akan mengisahkan tentang perjalanan hidupnya, sejak lahir hingga ia menjadi arwah gentayangan. 

Buku ini, bercerita seputar sejarah kehidupan  Lembu selaku tokoh utama selama 100 tahun, dari lahir hingga ia meninggal. Serta 50 tahun kehidupannya di dunia arwah. Jika dicermati, sebenarnya pembaca bukan menikmati kisah perjalanan hidup Lembu, namun membaca kisah fiksi sejarah, dimana Lembu menjadi bagian, ralat tokoh utama dari kisah itu.

Aneka peristiwa sejarah dikisahkan penulis terjadi dalam kehidupan Lembu. Mulai dari pembuatan rel kereta api pertama, kedatangan Jepang, tumbuhnya  pergerakan perjuangan kemerdekaan,  hingga masa  awal republik berdiri.

Tak hanya seputar sejarah, namun ditambah dengan bumbu-bumbu budaya Jawa yang dikembangkan sesuai dengan imajinasi penulis. Suatu hal yang membuat saya sebagai pembaca yang memilik darah Jawa menjadi merasa ada kedekatan emosi dengan Lembu. Dan tentunya  sedikit politik sebagai bumbu cerita.

Dari seluruh kisah, saya paling menikmati ketika ada adengan para punakawan muncul. Kemampuan Lembu melihat  Mbah Semar, membuat ia dipanggil Semar Lembu. Kemunculan para punakawan seakan menjadi tanda babak baru dalam kisah ini. Dari suatu keseruan menuju keseruan yang lain.
 
Bagian awal yang mengisahkan 50 tahun kehidupan Lembu sebagai arwah menjadi pembuka kisah yang menarik. Pembaca diajak mengenal dunia lain, dunia dimana orang meninggal berada. Tidak ada kesan menyeramkan yang disajikan, namun keunikan. Contohnya arwah perempuan dan laki-laki yang menjad pasangan di alam sana, sesungguhnya adalah sepasang musuh di dunia fana.

Beberapa hal yang sempat mengusik penasaran saya, menguap begitu saja begitu selesai membaca buku. Sebagai pembaca, saya  seakan menerima begitu saja apa yang dituliskan oleh pengarang. Padahal saya penasaran bagaimana bisa Lembu memegang kerincingan kecil dari perak ketika lahir. Bagaimana kerincingan itu bisa berada di tangan seorang bayi yang baru lahir? 

Lalu, seberapa jauh kaki jarak yang bisa dilalui  Lembu dengan rel kereta? Apakah 100 meter, 300 meter, atau berapa? Disebutkankan Lembu memiliki banyak anak yang tersebar, apakah anak-anak Lembu memiliki firasat saling mengenali? Mungkin seperti Mbok Min yang memiliki firasat jika seorang anak Lembu lahir.

Meski tak terhubung langsung dengan kisah, hal ini perlu disebut guna menghindari terjadi pernikahan antar saudara, juga menambah keunikan Lembu. Seperti yang sudah disebutkan,  muncul perasaan, beberapa hal dalam kisah ini memang sebaiknya diterima begitu saja.

Membuat komentar buku ini tak semudah menikmati bukunya. Pertama, dari sudut pandang saya sebagai pembaca, semuanya sudah memuaskan. Alur kisah, cara bercerita, aneka"bumbu" bahkan urusan mistik yang diusung semuanya pas. 

Kedua, mencoba mengangkat satu bagian, misalnya tentang perkenalan dengan Kusno, seorang pemuda yang selalu berbicara tentang kemerdekaan dengan semangat (pembaca pasti tahu siapa sosok yang dimaksud), mustahil rasanya tanpa menyinggung bagian lain. Hal ini bisa menimbulkan spoiler, suatu hal yang tak akan menyenangkan bagi calon pembaca buku ini.

Seperti yang sudah disebutkan oleh Dewan juri sayembara yang diwakilkan oleh Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie di sebuah lamannovel ini memiliki gagasan unik yang berhasil dikembangkan menjadi cerita yang padu. Ceritanya dinilai menarik karena menghimpun berbagai kejadian dari alam gaib dan nyata, mitos dan sejarah, hal rasional dan irasional, latar waktu yang berbeda-beda, serta tokoh yang beragam. 

Selanjutnya disebutkan juga bahwa novel ini menunjukkan paradoks, ambivalensi, dan kontradiksi yang ada dalam dunia penghayatan masyarakat Indonesia. Maka dengan segala keunikan tersebut, novel ini berhasil mengungguli 324 naskah novel lainnya.

Bagi para penikmat kisah sejarah, sangat direkomendasikan untuk membaca dan memiliki buku ini.  Demikian juga dengan para mahasiswa Program Studi Sejarah dan Sastra Jawa, buku ini bisa menjadi buku pengayaan.

Dari menikmati fisik sejarah, siapa tahu pembaca  akan mulai tertarik menikmati genre sejarah.



Jumat, 25 November 2022

2022 #33: Kisah Kehidupan Sonja

Judul asli: Kelab Dalam Swalayan
Penulis:Abi Ardianda
ISBN: 9786026486585
Halaman: 283
Cetakan: Pertama-Juni 2021
Penerbit: BACA
Harga: Rp 97.500
Rating: 5/5

"Dasar naif. Di dunia ini, orang baik itu mitos. Yang ada hanyalah orang-orang jahat yang melakukan kejahatan dengan baik."
-Kelab Dalam Swalayan, hal 251-

Bagaimana perasaanmu ketika seorang asing yang baru kau temui ternyata mengetahui rahasia paling kelam yang selama ini kau kubur rapat-rapat? Begitulah yang dirasakan Sonja, seorang wanita muda berbakat dalam bidang disain yang sedang mempersiapkan pernikahan dengan sang kekasih. Selama ini keduanya dianggap pasangan ideal, hingga banyak yang menantikan kapan hubungan mereka diresmikan.

Sonja merupakan anak bungsu dari tiga bersaudara, semuanya perempuan. Kakak pertamanya adalah dokter, sementara kakak keduanya  mengumpulkan pundi-pundi melalui aneka usaha seperti mempromosikan sebuah produk di Instagramnya.

Sepanjang hidupnya, Sonja sangat mematuhi semua perkataan Ibu.  Sang ibu adalah seorang orang tua tunggal yang sukses mengelola sebuah kedai teh. Kesuksesannya makin dikagumi orang karena dianggap mampu mendidik ketiga anak perempuan menjadi sosok wanita dan menantu idaman. Semuanya terlihat sempurna. 

Segalanya berubah sejak Sonja pulang dari pesta lajang yang diadakan oleh para sahabat untuknya. Tak sengaja, ia menemukan ada sebuah kelab yang hanya bisa dimasuki  orang tertentu di dalam swalayan. Rasa penasaran mengusik Sonja. Ia bahkan rela memberikan sejumlah uang pada pegawai yang ada untuk bisa menyusup masuk. Di sana, ia bertemu dengan seorang penari telanjang bernama Mega.

Sonja dan Mega menjalin hubungan pertamanan yang unik. Mega mengetahui semua rahasia Sonja yang tak diketahui orang lain. Mega juga menjadi tempat Sonja meminta saran dan bantuan untuk masalah yang tak biasa. Pengaruh Mega luar biasa. Sonja yang semula adalah "anak manis" mendadak berubah menjadi seorang peminum. Ia bahkan berani membantah Nohan, setelah sekian lama bertingkah seakan menyetujui semua perkataan dan pikirannya  

Tak hanya  itu, Sonja bahkan bersedia menjadi pasangan menari telanjang dengan Mega. Bahkan mendapat pelajaran sebelum mulai beraksi. Seperti yang tertera di halaman 170.
Gerakan tubuhmu sesuai insting, Bayangkan dirimu sebagai kobra yang siaga melilit, menyambut kawanan mangsa yang menyerahkan diri sukarela. Kamu tentu tidak ingin terburu-buru melahap mereka dalam sekali suap. Tatapan memelas dan liur-lir mereka yang mengalir akan memberitahumu bahwa tubuhmu dipuja. Nikmatilah. 
Selanjutnya pembaca disuguhi aneka peristiwa misterius yang menimpa Sonja. Mayat pembantu rumah tangga yang sudah seperti ibu tergeletak di dalam kamarnya, usaha pemerkosaan yang dilakukan keluarga dekat, hingga kematian saudara kandung. Semuanya terjadi dengan begitu cepat memicu adrenalin pembaca. 

Siapakah yang melakukan berbagai kejahatan tersebut? Apakah Sonja? Lalu apa hubungannya dengan Mega? Bagaimana nasib kelanjutan hubungan Sonja dengan Nohan? Siapakah yang menderita  Dissociative Identity Disorder dalam buku ini? Silakan baca sendiri buku ini  untuk menemukan jawabannya he he he.

Sebuah buku yang sangat menarik! Para penggila buku sangat disarankan untuk memiliki membaca dan memiliki buku ini. Apalagi mereka yang sedang memdalami ilmu psikologi. Kisah yang penuh kejutan ini diracik dengan mempergunakan kata-kata yang mampu membuat pembaca seolah-olah ikut dalam peristiwa. 

Apalagi  nyaris seluruh pemeran utama dalam kisah ini adalah wanita. Salah satu tokoh pria,  Nohan bisa dianggap mewakili sosok calon suami idaman para wanita, tak ada mertua yang menolak jika anaknya dilamar oleh Nohan. Meski memiliki kepribadian yang baik, namun hubungan keduanya digambarkan tidak sehat, meski sudah menghitung hari pernikahan.
Jatuh cinta itu rasanya harus seperti pulang. Rumah yang kamu tuju harus terasa seperti perhentian terakhir dalam perjuanganmu memercayai seseorang. Ketika kamu enggak yakin bisa memercayainya, jangan jadikan dia rumah.  Enggak seorang pun mau selamanya terbelenggu dalam keraguan.
Menilik kover yang didominasi warna gelap, seakan menunjukkan ada sebuah misteri yang tersembunyi di balik pintu. Apakah hendak masuk untuk mengetahui apa yang ada di balik pintu, atau tidak masuk, sepertinya sesuai dengan ungkapan oleh sang ibu di halaman 28, " Pintu adalah penentu nasib, tergantung kapan san pintu mana yang kita lintasi. Cerdaslah memilih pintumu, Sonja." 

Perihal sosok seorang ibu dalam kisah ini, meski pada beberapa bagian seakan ditampilkan sambil lalu, peranannya dalam kehidupan ketiga anak wanita tidak bisa disepelekan begitu saja. Apa jadinya mereka jika tak ada sosok sang ibu yang rela melakukan apa saja untuk anaknya.

Ibarat lagu,
Kasih ibu
Kepada beta
Tak terhingga sepanjang masa

Hanya memberi
Tak harap kembali
Bagai sang surya menyinari dunia

Sekedar saran, nikmati buku ini dikala senggang.  Cari posisi membaca yang paling nyaman, siapkan cemilan dan minuman jika perlu.  Upayakan untuk membaca tanpa jeda dengan kegiatan yang kurang penting lainnya, sehingga bisa merasakan sensasi ketegangan yang ditawarkan buku ini. 

Waspadalah!
keseruan mendebarkan menantimu yang berani membaca kisah ini
  




Senin, 21 November 2022

2022 #32: Permandian Musikal Pukul 18.00

Penulis: Juza Unno
Penerjemah: Diyan Yulianto 
ISBN: 9786237245995
Halaman: 80 
Cetakan : Pertama-2022
Penerbit: bukuKatta
Harga: Rp 45.000
Rating: 3.25/5

Gas beracun berwarna kelabu mulai menyebar dengan mengeluarkan desis lirih, merayap menutupi lantai, bergulung-gulung seperti kabut dan perlahan mulai naik. Seketika, kulit di sekeliling saluran pernafasan wanita itu berubah menjadi merah gelap. Kelima jemari jentiknya pun memerah. Bercak-bercak merah bahkan mengotori gaun putih susu di bagian dadanya. Wajahnya memucat, napasnya terasa sangat berat, dan seluruh tubuhnya megap-megap seperti sebuah puputan
-Permandian Musikal Pukul 18.00, hal 30-

Pernah mendengar ada musik yang dipergunakan untuk melakukan cuci otak? Misalnya untuk menyiksa tahanan? Caranya sang tahanan setiap hari dipaksa untuk mendengarkan lagu tertentu.  Tahanan yang dipaksa mendengarkan akan mengalami berbagai gangguan, mulai dari disorientasi hingga kehilangan kemampuan berpikir.

Pada sebuah laman, disebutkan ada 8 lagu yang sering dipakai CIA untuk menyiksa tahanan. Ada lagu The Real Slim Shandy dari Eminem,  Dirrty dari Christina Aguilera, bahkan  I Love You dari Barney Theme! Kalau yang dipasang lagu Gloomy Sunday, sepertinya lebih masuk akal dibandingkan lagu dari program anak-anak. Tapi begitulah adanya.

Sementara itu, di Bangsal Arishia, menurut buku ini, setiap pukul 18.00 akan diputar lagu lagu tertentu. Cara kerja Permandian Musikal adalah sebagai berikut, setiap jam 18.00 setiap orang harus berkumpul di tempat yang sudah ditentukan, lalu duduk pada kursinya masing-masing, yang terlambat akan dicari hingga ketemu.

Kedua tangan lalu diangkat ke atas. Kemudian guyuran air kekuningan akan menyiram  kepala mereka. Selanjutnya selama 30 menit akan didengarkan Musik Kebangsaan No. 39. Lalu diakhiri dengan api penyucian berwarna ungu. 

Permandian Musikal Pukul 18.00 ini tidak hanya dilakukan di Bangsal  Arishia, namun di seluruh penjuru negeri. Hasil penelitain Dr Kohaku membuktikan bahwa selama 1 jam setelah mengikuti Permandian Musikal, seseorang akan menjadi manusia super jenius. Sisanya selama 23 jam adalah untuk mengosongkan musik tersebut dari kepala seluruh warga.

Selama 1 jam, setiap warga akan mengeluarkan seluruh kemampuannya secara maksimal, sehingga segala tugas akan selesai dengan optimal. Ide-ide baru yang menarik akan bermunculan dengan cepat. 

Presiden Miruka selaku penguasa ingin menyiarkan permandian   musikal 24 jam melalui radio.   Namun hal tersebut ditentang oleh Dr Kohaka  dengan pertimbangan kemampuan otak manusia yang tak akan kuat menahan stimulus seperti itu. 

Ternyata Presiden Miruka dan  Nyonya Menteri Asari nekat  melaksakan ide tersebut. Kerusuhan terjadi. Apa yang diharapkan ternyata tidak bisa diraih.  Belum selesai satu masalah, muncul lagi masalah baru! Ada pesawat ruang angkasa yang diduga akan menyerang Bumi.

Sebuah rahasia terungkap!  Selain Permandian Musikal, ternyata Dr. Kohaku juga sedang mengembangkan proyek manusia buatan!  Temuan Dr Kohuka amatlah penting bagi upaya mempertahankan kelangsungan hidup masyarakat. Tak hanya Dr Kohuka, pembaca juga akan menemukan adanya penemu lain yang tak kalah menarik

Saat pertama membaca judul kisah, semula saya mengira yang dimaksud adalan pemandian yang banyak terdapat di Jepang. Dimana seseorang akan masuk ke dalam semacam kolam lalu merendam dan membersihkan diri. Sementara waktu, 18.00 berupakan saat pemandian tersebut dibuka. Ternyata bukan itu yang dimaksud.

Bagaimana penulis membangun sosok Dr Kohaka sebagai orang yang mampu memberikan penjelasan secara teknis perihal Permandian Musikal dalam buku ini, benar-benar membuat penulis layak disebut sebagai Bapak Fiksi Ilmiah Jepang. Apalagi mengingat kisah ini ditulis tahun 1937.

Sosok Presiden Miruka dan Mentri Asari meningatkan pada sepasang kekasih pada film Robocop. Sang penguasa memberi izin   wanita cantik yang juga pakar dalam hal robot untuk meneruskan temuannya. Ternyata hal tersebut  malah  berujung membuat kacau kota dengan ciptaan yang jauh dari sempurna.

Begitulah, di berbagai kisah yang mengandung unsur kekuasaan, ada saja sosok pejabat yang tak amanah. Dalam kisah, bukan saja pejabat yang berselingkuh namun juga pejabat yang tak peduli pada rakyat demi memuaskan ego semata. Oh ya, ada bumbu roman dalam kisah ini.

Manusia buatan dalam kisah ini,  membuat saya ingat pada sebuat film tentang robot yang diberi tugas untuk melayani manusia.  Ketika masa tugasnya selesai, maka robot tersebut akan dibuang begitu saja. Salah satu robot kemudian mengumpulkan robot-robot lain untuk memulai kehidupan baru.

Dalam buku ini, setting kisah adalah Bumi setelah mengalami berbagai peperangan.  Bakteri dan gas beracun membuat semua makhluk hidup tak bisa hidup di permukaan Bumi. Maka, manusia yang selamat membangun dunia di bawah tanah, dengan beberapa jenis hewan ternak dan parasit yang bisa selamat.
 
Pada kover, sepertinya sudah diberikan sedikit bocoran perihal manusia buatan Dr Kohaku.  Siluet menyerupai manusia dan aneka kabel yang menempel membuat saya teringat pada film tentang Alien, dimana mereka sedang meneliti manusia dengan  meletakkan dalam semacam tabung dengan aneka penopang hidup. Warna kelabu, membuat kesan misterius makin terasa.
 
http://tanukilibros.com/blog/
2019/07/27/hablemos-de-
escritores-juza-unno/
Pada bagian akhir buku, pembaca akan menemukan informasi perihal sosok penulis. Sang penulis kisah ini, terlahir dengan nama Sano Shōichi (26 Desember 1897-17 Mei 1949), sementara  Juza Unno adalah nama pena. 

Disebutkan juga bahw
a Jūhachi-ji no Ongaku-yoku (十八時の音楽浴) atau Permandian Musikal Pukul 18.00, disebutkan menggambarkan utopia masa depan, warga harus menerima siaran sonik 30 menit setiap hari, untuk membuat mereka bekerja lebih keras.

Dari unsur terjemahan, saya tak berkomentar banyak. Jam terbang seorang Diyan Julianto sudah lumayan tinggi, tak perlu lagi diragukan.  Untuk memudahkan pembaca memahami kisah, bahkan ada catatan kaki yang memberikan penjelasan tambahan.

Para mahasiswa Sastra Jepang, tentunya sangat disarankan untuk membaca buku ini. Sementara para penikmat bacaan sastra dianjurkan untuk membaca serta mengoleksi buku ini. 

Namun demikian, tidak dianjurkan untuk dibaca oleh pembaca dibawah usia 17 tahun, mengingat ada beberapa bagian kisah yang kurang sesuai bagi remaja belia. Sayangnya penerbit tidak mencantumkan itu pada kover bagian belakang.