Kamis, 06 Juni 2024

2024#11: Hari-hari di Toko Buku Hyunam-dong

Judul asli: Selamat Datang di Toko Buku Hyunam-dong
Penulis: Hwang  Bo-reum
Penerjemah: Suci Anggunisa Pratiwi
Editor: Cicilia Prima
ISBN: 9786020530444
Cetakan: Pertama-2024
Halaman: 397
Penerbit: PT Gramedia Pustaka
Harga: Rp 129.000
Rating: 3.75/5

Tampaknya ada kesamaan antara membaca buku dan membuat kopi. Siapa pun dapat memulainya dengan mudah, semakin mereka melakukannya, semakin mereka jatuh cinta padanya, semakin mereka jatuh cinta, semakin sulit untuk melepaskannya, lama-lama mereka semakin memerlukan detailnya, dan pada akhirnya, pemahaman tentang perbedaan detail itulah yang menentukan kualitas membaca dan kualitas kopi.
-hal 129-

Satu lagi buku yang berkisah tentang toko buku. Tipe buku yang akan langsung membuat para penikmat buku dengan bahagia memasukkan dalam keranjang belanjaan, tanpa peduli apakah saat itu keuangan sedang pas-pasan bahkan cenderung menuju minusūü§£.

Dibandingkan dengan buku-buku sejenis, buku ini menawarkan kisah yang berbeda. Tidak ada penjaga toko yang mengantarkan buku rekomendasinya secara langsung ke rumah pelanggan, tidak ada kucing yang mengajak penjaga toko buku untuk melewati beberapa labirin guna menyelamatkan buku

Buku ini berkisah tentang bgaimana dampak toko buku bagi pemilik, penjaga, serta pengunjungnya. Ada juga tentang penulis yang mengalami perubahan hidup setelah berkunjung untuk menjadi narasumber pada kegiatan di toko tersebut.

https://www.goodreads.com/book/
show/202939963-willkommen-in-meiner-buchhandlung
Setelah mengalami peristiwa berat dalam kehidupan, Yeong-ju memutuskan untuk membuka sebuah toko buku. Lokasi yang dipilih bisa dibilang unik, di antara rumah-rumah, serta hanya sedikit orang yang lalu lalang. 

Yeong-ju menghabiskan waktu dengan membaca buku dengan wajah serius. Perlahan, ia mulai mau berinteraksi dengan orang yang mampir serta menerima masukan yang diberikan. Wajahnya sudah tidak terlihat asam lagi.

Suatu ketika, Yeong-ju merasa perlu menambah tenaga barista, sehingga ia bisa melakukan hal lain terkait toko buku. Pengunjung bisa menikmati secangkir kopi hangat sambil melihat buku.  Si barista, Min-joon menjadi sahabat bagi Yeong-ju serta pengunjung rutin toko.

Seiring waktu, aneka kegiatan mulai dilakukan di sana. Mulai dari kelas menulis, diskusi buku dengan penulis, bahkan ada kegiatan belajar merajut. Toko buku yang semula tiada bernyawa, sekarang menjadi tempat hangat yang dicintai banyak orang.
https://www.goodreads.com/book/
show/211919594-witajcie-w-ksi-garni-hyunam-dong

Sebenarnya, usaha Yeong-ju untuk menjalankan toko buku tidaklah mudah. Idealisme dan kenyataan berbalik 100%. Bukan hal yang mudah, namun setelah sekian lama, Yeong-ju menemukan kedamaian dan kebahagian dari toko bukunya.

Para penggila buku tentunya akan menemukan beberapa hal terkait buku dalam buku ini. Misalnya tentang bagaimana upaya Yeong-ju dalam menjalan toko buku, bagaimana proses sebuah buku berjodoh dengan pembacanya
Aku terus membaca buku karena aku sadar bahwa aku bukan orang yang pintar. Dengan terus membaca buku, aku yakin aku bisa menjadi orang yang baik
-hal 89-      
Bagaimana kehidupan para tokoh tentunya dilihat dari  sisi budaya Korea. Mungkin beberapa berbeda dengan apa yang berlaku di sini, anggaplah sebagai tambahan pengetahuan semata. 

Buku yang menarik, hanya pada beberapa bagian saya menemukan kata yang berulang dan kalimat yang rasanya aneh. Mungkin karena terjemahan, sehingga agak sulit mencari kata yang pas. Alur cerita yang cenderung lambat buat saya, juga menjadi kendala dalam upaya menuntaskan buku ini. 

Sumber gambar:
https://www.goodreads.com










Tidak ada komentar:

Posting Komentar