Minggu, 10 Mei 2026

2026#5: Biografi Penulis Little Women : Louisa May Alcott

Judul: Scribbles, Sorrows, and Russet Leather Boots: The Life of Louisa May Alcott
Penulis: Liz Rosenberg 
ISBN-10: ‎0763694355
ISBN-13: ‎978-0763694357
Cetakan: Pertama-Oktober 2021
Halaman: 432
Penerbit: Candlewick
Rating: 3.5/5

I will do something by-and-by. Don't care what, teach, sew, act, write, anything to help the family; and i'll be rich and famous and happy before I die, see if I won't!
-Louisa May Alcott-

Biasanya saya jarang membeli buku tentang biografi seseorang, kecuali ada yang sangat spesial atau hadiah. Penulis yang satu ini, jelas sangat spesial. Little Women karyanya membuat saya sampai memiliki Puri Little Women, sebutan para sahabat untuk tumpukan koleksi saya yang berjumlah sekitar 300-an.

Buku ini juga saya peroleh via jastip BBW tahun lalu. Sang jastip mengerjakan semuanya sendiri, dari promosi, mencari buku titipan, hingga pengiriman. Jadi wajar jika butuh waktu untuk bisa sampai ke rak eh ke timbunan saya. Jadi bukan model jastip yang mengamankan sekian buku dengan harapan laku kemudian menaruh di sembarang tempat jika tidak laku.

Nyaris lupa buku ini, jika tak sengaja melihat promosi BBW dimana seorang pembaca dengan bangga memamerkan belanjaannya, boxset Little Women dan buku ini. Namanya juga saya ^_^ penganut Hukum Kekekalan Timbunan garis keras, yang penting punya dulu baca urusan belakangan.

Dalam buku setebal 432 hal ini, biografi Louisa terbagi menjadi 21 bab ditambah dengan epilog. Dimulai dengan Duty's Child Arrives, The Temple School, Heaven's So Far Away, Union Hotel Hospital, A Little Romance, Illness and Charity, dan Glimpse of Heaven. 
https://id.wikiquote.org/
wiki/Louisa_May_Alcott

Jangan berharap akan menemukan banyak kecerian dalam buku ini. Sesuai judulnya, buku ini berkisah tentang perjalanan hidup Louisa May Alcott.  Kehidupannya ketika muda bisa dikatakan serba pas, jika  kata miskin dianggap  terlalu kejam. Tapi kasih sayang antar keluarga menjadi kekuatan bagi mereka untuk bertahan hidup. Untunglah masa tuanya keadaan menjadi lebih baik. 

Pada bagian awal banyak dibahas tentang kedua orang tua Louisa. Gemes juga rasanya, untuk apa dipaparkan panjang lebar. Ternyata berhubungan dengan bab-bab selanjutnya.

Louisa May Alcott lahir pada 29 November 1832, meninggal 6 Maret 1888  dari pasangan Abigail May dan Amos Bronson Alcott. Merupakan anak kedua dari empat bersaudara. 

Agar bisa memperoleh uang. si kecil Louisa melakukan banyak pekerjaan tanpa pilih-pilih.  Pekerjaan  sebagai perawat rumah sakit saat Perang Saudara membuatnya terkena pneumonia-paru-paru basah. Pengobatan saat itu belum seperti saat ini, obat  yang ia minum ternyata mengandung merkuri. Efek sampingan yang harus ia tanggung sepanjang sisa hidup.

Kondisi tersebut tidak membuatnya putus semangat. Jika semula menulis hanya untuk sekedar mengumpulkan receh, selanjutnya ia menulis dengan sungguh-sungguh. Tak hanya demi bertahan hidup, tapi juga membantu keluarganya dan orang-orang yang membutuhkan.

Bagaimana ia bertahan pada saat sulit dan bangun kembali ketika jatuh, menjadi hal yang layak ditiru. Saya jadi teringat pada bagian kisah di mana karya Jo sempat dianggap buruk. Ia tetap bertahan menulis karena menyukai kegiatan menulis.

Salah satu bukunya yang laris adalah Little Women. Bermula dari penerbitnya-Thomas Niles yang meminta agar Louisa menulis buku khusus untuk anak perempuan. Semula Louisa ragu, namun akhirnya setuju untuk menulis. 

Little Women mengambil tokoh dari keluarga atau orang yang dekat dengannya, termasuk untuk sosok Laurie, Dan tentu saja, ia menjadi Jo dalam kisah tersebut.  Setelah Little Women diterima baik oleh masyarakat, barulah muncul kelanjutannya Good Wives, Little Men,  dan Jo's Boys.

Kisah Little Women sudah beberapa kali diangkat ke layar lebar. Belum lagi versi animasi. beberapa karya dibuat berdasarkan inspirasi dari Little Women. Jika film etrsebut dibuat saat Louisa masih hidup, bukan tak mungkin urusan naskah film juga dikerjakan olehnya.

Meski  tak banyak, ilustrasi yang ada dalam buku ini lumayan menghibur. Saya paling menyukai ilustrasi yang ada di halaman 332, sebelum Bab Marmee. Saya asumsikan ilustrasi tersebut menggambarkan Louisa sedang berbincang dari hati ke hati dengan ibunya yang biasa disebut Marmee. Mimik wajah yang dibuat  sendu, seakan menandakan ada hal serius yang mereka diskusikan.

Kalimat pembukan yang saya tulis, diucapkan Louisa pada usia yang bisa terbilang belia, lima belas  tahun. Pada usia 15, ia sudah memiliki tekat  kuat untuk menjadi suport sistem bagi keluarganya. Jadi terpikir, apa yang sedang saya kerjakan pada usia 15 tahun.

Sumber gambar:
https://id.wikiquote.org/wiki/Louisa_May_Alcott
Koleksi pribadi