Selasa, 12 September 2023

2023#25: Petualangan Giovanni dan Campanella di Kereta Bima Sakti

Judul asli: Semalam di Kereta Bima Sakti
Penulis: Miyazawa Kenji
Penerjemah: Armenia Bawon Kresnamurti
Penyunting: Reda Gaudiamo
Ilustrator: Pola
ISBN: 9781800750081
Hal: 116
Cetakan: Kedua-Desember 2023
Penerbit: Penerbit Mei
Harga: Rp 64.000
Rating: 3.75/5

"Kita sudah tak perlu bersedih tentang apa pun. Kita sedang dalam perjalanan ke tempat yang lebih indah dan akan segera berada di rumah Tuhan, tempat yang sangat terang, wanginya manis, tempat orang-oramgnya benar-benar agung. Lalu, semua orang yang naik sekoci sebagai ganti kita pasti akan terselamatkan dari bisa pulang kepada ibu dan ayah masing-masing yang sangat mengkhawatirkan mereka atau ke rumah mereka sendiri...."
-Semalam di Kereta Bima Sakti, hal 68-

Akhirnya bisa membaca buku ini! Sesuai janji pada diri sendiri, setelah tugas negara selesai pada bulan September-Oktober 2023, waktunya menambah timbunan sesuai dengan daftar buku incaran (yang terus bertambah sementara pendapatan stabil^_^). Buku ini pastinya ada dalam daftar sejak cetakan awal.

Giovanni  dan Campanella merupakan teman sekelas juga sahabat.  Mereka sering menghabiskan waktu bersama, misalnya dengan membuka buku milik  ayah Campanella sambil membahas tentang Bima Sakti. Ayah Campanella adalah seorang profesor sehingga banyak majalah dan buku di rumahnya. Ayah keduanya juga bersahabat sejak kecil.

Ayah Giovanni adalah pelaut. Ia berjanji akan membawakan mantel kulit berang-berang laut saat pulang melaut. Sayangnya, sang ayah tak jua kembali. Sekarang, ia sering menjadi bahan olok-olok anak lain karena ayahnya tak (belum?) kembali dengan mantel kulit berang-berang. 

Giovanni menjadi anak yang kesepian. Ia cenderung menjauh dari teman-temannya agar tidak menjadi sasaran celaan. Meski demikian, ia tak bisa membenci sahabatnya yang sering berada di antara mereka yang mengoloknya. Campanella memang tidak melontarkan kata-kata yang dapat menyinggung Giovanni, namun ia tersenyum mendengar celaan yang dilontarkan untuk Giovanni.  Giovanni menjadi mempertanyakan makna kebahagian.
https://www.goodreads.com/book/show/
62915247-night-on-the-galactic-railroad

Suatu keajaiban terjadi pada malam Festival Bima Sakti. Pilar stasiun cuaca yang berada di  atas bukit berubah menjadi Stasiun Galaksi Bima Sakti. Tanpa Giovanni sadari, ia sudah berada dalam sebuah gerbong kereta api kecil yang sedang melaju.

Ternyata, ada Campanella duduk di pojok dalam keadaan basah. Wajahnya agak pucat. Namun Giovanni enggan bertanya mengenai keadaannya, menimbang sikap Campanella yang seolah-olah enggan ditanyai dan ingin menyendiri.

Petualangan mereka dimulai. Banyak pemandangan menakjubkan mereka lihat selama perjalanan. Mereka juga bertemu dengan berbagai manusia. Ada Pemburu Burung yang tak sungkan membagikan hasil buruannya, Penjaga Mercuasuar yang membagikan apel berwarna emas dan merah, mahasiswa yang menjaga sepasang anak kecil, dan beberapa penumpang lain. 

Semula saya mengira buku ini berisi tentang perjalanan Giovanni dan Campanella, dengan kereta ajaib mengelilingi Galaksi Bima Sakti.  Bagaimana pemandangan yang mereka nikmati selama perjalanan, siapa saja yang mereka temui, serta kejadian menarik apa yang mereka  alami, bisa pembaca temui dalam buku ini. 

Ternyata isinya lebih dari sekedar perjalanan keduanya. Banyak pesan-pesan yang disampaikan secara samar untuk direnungkan oleh pembaca. Kesalahan saya adalah membaca buku ini dalam perjalanan pulang di kereta api. Dalam kondisi berdiri, bisingnya gurauan penumpang sekitar, membuat saya kurang konsentrasi membaca. Menyerah! Tutup buku, baca ulang nanti di rumah saja.
https://www.goodreads.com/book/show/
54286011-night-on-the-milky-way-trai
n

Baiklah, mari kita lanjut. Secara mudah, pembaca akan menemukan hal-hal yang menjadi bahan renungan Giovanni  dengan cara melihat kalimat yang dicetak miring dalam buku ini. Misalnya yang ada di halaman 79,"Mengapa aku sedih? Aku harus menjadi orang yang lebih tulus, yang lebih murah hati. Aku melihat nyala api biru kecil, terlihat seperti asap, jauh di sebelah sana. Api itu terlihat tenang dan dingin. Aku harus melihatnya baik-baik untuk menenangkan jiwaku."

Ketika masinis meminta tiket, keduanya memberikan tiket yang berbeda.  Campanella mengeluarkan tiket abu-abu kecil, sementara Giovanni menyerahkan selembar kertas hijau berukuran kartus pos yang dilipat empat. Sebuah keanehan yang bisa saja diabaikan oleh pembaca.

"Astaga," seru Pemburu Burung dengan gelagapan  setelah sekilas melihat dari samping. " Ini luar biasa. Tiket ini bisa membawa Anda bahkan lebih tinggi dari dunia di atas langit! Bukan hanya itu. Dengan tiket ini, Anda bisa ke mana saja sesuka hati! Tentu saja, di Ilusi Empat Dimensi yang tak sempurna ini, Anda bisa pergi ke seluruh penjuru dunia dalam jalur Kereta Galaksi Bima Sakti. Kalian benar-benar spesial!'

Ternyata perbedaan tiket tersebut berpengaruh pada kondisi keduanya di dunia nyata. Giovanni kembali menemui ibunya yang sedang sakit sambil membawa khabar ayahnya yang (mungkin) akan segera kembali. Sedangkan Campanella memilih mengikuti ibunya. Hidup memang pilihan.

Demikian juga dengan kakak mahasiswa yang mendapat tugas menjaga sepasang kakak-adik. alih-alih berusaha menyelamatkan mereka dengan membawa ke sekoci, ia justru memutuskan bahwa cara menyelamatkan mereka adalah dengan langsung membawa ke hadapan Tuhan. Karena menurutnya itulah  kebahagian yang sesungguhnya.
https://www.goodreads.com/book/
show/54670114-ginga-tetsudo-no-yoru

Ia bisa saja menyerobot antrian demi anak-anak yang ia asuh. Ia bisa saja memilih mengabaikan para ibu yang meletakkan anak di sekoci dengan berlinang air mata, asal kedua anak asuhannya selamat. Ia justru memilih untuk bertahan tidak tenggelam selama mungkin di kapal dengan kedua anak tersebut.

Apakah keputusan yang ia ambil benar? Apakah dengan begitu ia sudah memutuskan memberikan kebahagiannya dan kedua anak asuh untuk orang lain? Bukan hak kita untuk menilainya. Kedua anak tersebut hanya mengetahui bahwa  mereka akan bertemu ibu di surga. Adapun perdebatan tentang Tuhan antara Giovanni dengan kakak mahasiswa bisa dibaca di halaman 94.

Saat para penumpang melihat rasi Salib Selatan, terdengar kumandang Haluleya. Semula saya pikir ada kesalahan cetak, namun ternyata memang dicetak begitu. Penjelasannya ada pada ulasan yang berada di halaman 111. 


Dunia imajinasi yang dibangun oleh penulis memang luar biasa. Saya membayangkan jika draf naskah yang ditemukan sudah lengkap, maka kisah yang ada bakalan menjadi kisah yang sangat menawarik dan dinikmati banyak orang. Tengok aja film animasi yang dikembangkan dari kisah ini,  Galaxy Express 999 yang muncul pada tahun 1979. 

Adegan yang mengisahkan para penumpang terkejut melihat orang Indian di halaman 83, membuat kedua alis saya bertemu. Seolah-oleh mereka adalah orang yang menyeramkan. Kisah ini memang ditulis sekitar tahun 1930-an, namun sepertinya kata Indian bisa disesuaikan dengan kondisi saat ini. 
https://www.goodreads.com/book/show/
53798384-the-night-of-the-milky-way-train

Untuk urusan kover, jelas tiada komen he he he. Dominasi warna biru  sebagai ilustrasi Gugusan Bima Sakti sungguh luar biasa. Hanya dengan melihat kover, pembaca sudah bisa mendapat informasi mengenai kisah dalam buku ini. 

Buku ini kaya dengan ilustrasi. Sosok kedua anak juga digambarkan menarik. Hanya saya sempat bingung karena Giovanni digambarkan tidak menggunakan kaca mata, lalu kenapa di halaman 12, bagian Percetakan, ada yang menyapanya dengan Adik Mata Empat? 

Bagi mereka yang menyukai astronomi, buku ini layak menjadi pilihan bacaan. Demikian juga dengan penikmat kisah fantasi. Buku ini menawarkan kisah yang berbeda. 

Agak penasaran juga menemukan ada tulisan angka 7 (tujuh) di bagian belakang buku. Apakah maksudnya buku ini ditujukan untuk anak usia 7 tahun, terutama di Jepang sana? Sungguh luar biasa jika demikian! 

Anak-anak di sana sudah diajar untuk mengenal konsep kesepian, persahabatan, meninggal, berkorban, dan harapan. Suatu hal yang akan menjadi bekal dalam menghadapi kehidupan ini.

Sosok Giovanni dengan segala kelebihan dan kekurangannya, bisa dijadikan contoh bagaimana seorang anak bersikap dalam menghadapi kehidupan. Tetap membantu merawat sang ibu yang sakit, tak putus harapan sang ayah akan kembali, serta menghindari perselihan yang tak perlu walau ia yang menjadi korbannya.

Sejauh ini, saya baru mengetahui sahabat penggila buku yang membeli dan membacanya untuk diri sendiri, belum ada yang menyampaikan bahwa buku ini dibeli untuk anaknya. Semoga ada ya.

Sumber Gambar:
https://www.goodreads.com/


Selasa, 05 September 2023

2023#24: Misi Menyelamatkan Buku

Judul asli:The Cat Who Saved Books: Kucing Penyelamat Buku 
Penulis: Sosuke Natsukawa
ISBN: 9786020671659
Halaman: 200
Cetakan: Pertama- Juli 2023
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Harga: Rp79.000
Rating: 4.25/5

Buku  yang duduk saja di rak hanyalah setumpuk kertas. Bila tidak dibuka, buku yang memiliki kuasa  besar atau kisah epik hanyalah secarik kertas. Tetapi buku yang dikagumi dan dicintai, dipenuhi pikiran-pikiran manusia, akan dianugerahi jiwa
- The Cat Who Saved Books: Kucing Penyelamat Buku, hal 156)

Kucing  belakangan menjadi hewan yang dekat dengan dunia literasi. Mulai dari buku Dewey: The Small-Town Library Cat Who Touched the World (Vicki Myron),  Save the Cat: The Last Book on Screenwriting You'll Ever Need (Blake Snyde), Jika Kucing Lenyap dari Dunia (Genki Kawamura),  Jika Aku Jadi Kucing (Benny Rhamdani), lalu buku ini. 

Belum lama, saya temukan toko buku sebagai bagian dari kisah dalam buku karangan penulis Asia. Di buku Almond besutan Sohn Won-Pyung, dikisahkan ibu tokoh utama memiliki toko buku bekas. 

Demikian juga dengan buku ini, kakek tokoh utama cerita, Rintaro meninggal dan mewariskan sebuah toko buku bekas. Kedua orang tua Rintaro sudah meninggal, hingga ia tinggal bersama kakeknya. Sayangnya, sang kakek juga tak berumur panjang. 
https://www.goodreads.com/
book/show/54251153

Toko Buku Natsuki yang ia terima sebagai warisan ternyata bukan toko buku biasa. Selain buku-buku yang dijual menarik, ada kucing bisa bicara yang sering mampir, melalui toko buku tersebut Rintaro bisa menuju ke labirin misterius guna menyelamatkan buku tertentu. 

Kucing yang bisa bicara-Tiger, meminta bantuan dari Rintaro untuk menyelamatkan buku-buku. Untuk itu, mereka harus  bisa melalui 4 labirin, dimana tiap labirin memiliki tantangan tersendiri. 

Labirin pertama-Pemenjara Buku.  Rintaro akan berurusan dengan orang yang hobi menyimpan buku. Koleksinya tak kurang dari 50-an ribu judul.  Buku yang ada bak dipenjara, tidak bisa dinikmati oleh orang lain.

Duh, jadi merasa tersindir nih. Ada koleksi saya yang memang tidak akan pernah boleh dibaca serta dipinjam orang lain. Silakan melihat dan membaca sambil lalu di tempat, tapi jangan harap bisa membawa pulang untuk dipinjam koleksi Little Women saya.

Kemudian pada labirin kedua-Pencincang Buku,⁣⁣ dikisahkan tentang orang yang merasa sudah berhasil menemukan metode cepat untuk  bisa mengetahui isi  buku, dengan cara "memotong" buku. Sehingga banyak buku bisa dibaca dalam waktu singkat. Ia sering mendengarkan Ode to Joy  dari  Ludwig van Beethoven, saat memotong-motong buku.
https://www.goodreads.com/
book/show/59747343

Teknik membaca cepat yang belakangan gencar dipromosikan, juga dibahas dalam buku ini.  Rintaro menyebutkan tidak semua buku bisa dibaca dengan metode membaca cepat, sepertinya halnya musik yang tak bisa didengarkan dengan baik jika diputar dengan metode cepat. 

Setuju! Untuk membaca fiksi, tentunya tak bisa dilakukan dengan membaca cepat. Banyak hal-hal menarik yang bisa terlewat, tidak terbaca jika mempergunakan metode membaca cepat. 

Dimana keseruan membaca kisah detektif jika sudah tahu siapa pelaku kejahatan dan bagaimana cara kerja penjahat? Menerka-nerka siapa penjahatnya merupakan keseruan tersendiri. Andai penulis memang sengaja membocorkan pelaku dari awal, menebak bagaimana ia bertindak juga menjadi keseruan tersendiri.

Memahami hal baru, tidak bisa dilakukan dengan membaca cepat buku non fiksi. Penjelasan yang penting guna memudahkan memahami buku, bisa terlewatkan. Bisa-bisa malah tak paham apa yang dibaca.
https://www.goodreads.com/book/
show/68050427-o-kocie-kt-ry-ratowa-ksi-k
i

Jika ada yang menyukai membaca dengan metode membaca cepat, silakan saja. Tapi, secara pribadi saya tak menyukai metode ini. Jika sudah memutuskan untuk membaca, maka bacalah dengan cara yang benar, dari awal hingga akhir.

Kisah yang ada pada labirin ketiga-Penjual Buku. Pada labirin ini keduanya bertemu dengan penerbit hanya mau menerbitkan buku yang sesuai dengan selera pasar.  Buku-buku yang tidak sesuai tidak akan diterbitkan.

Bagian ini membuat saya teringat pada sebuah drama korea dimana setting kisahnya adalah sebuah penerbitan. Di perusahaan tersebut, mereka akan menerbitkan buku yang dianggap laris, setelah mendapatkan buku yang menjadi best seller, baru mereka menerbitkan buku yang berbobot namun nilai jualnya kurang.

Labirin terakhir, agak berbeda dan tentunya merupakan labirin yang paling berat dibandingkan 3 terdahulu. Rintaro harus berhadapan dengan sosok yang berbeda. Ia bisa saja kehilangan sahabat (walau saya menduga diam-diam dia naksir). Namun seberat apapun, ia yakin bahwa buku-buku akan menyelamatkan dirinya.
Buku yang disayangi akan selalu memiliki jiwa. Jiwa itu akan datang menolong pembacanya pada saat-saat berat
-hal 158-
Ah! Beberapa kali saya juga sudah "diselematkan" oleh koleksi buku saya. Tanpa mereka, saya tak akan kuat menghadapi banyak gempuran dalam hidup. 

Dalam 4 bab plus prolog dan epilog, pembaca akan disuguhi aneka hal terkait dengan dunia buku.  Unik sekali bagian yang menyebutkan bahwa membaca buku banyak  memang hal yang bagus, namun tidak cukup hanya dibaca saja. Apa yang dibaca harus diolah, kemudian diterapkan dalam kehidupan.

Padahal, selama ini yang sering digaungkan bahwa membaca buku dapat membuat seseorang menjadi pintar dan bijaksana. Ternyata, jika hanya  ilmu yang ada dalam buku hanya dibaca tanpa diterapkan dalam kehidupan, adalah hal yang sia-sia.
Boleh-boleh saja membaca buku, tapi setelah selesai membaca, kau harus menapakkan kaki di dunia
-hal 45-
Aneka judul buku serta penulis juga bertebaran, bisa menjadi tambahan referensi bacaan. Terutama karya klasik. Dengan demikian, pembaca juga bisa mendapatkan aneka referensi bacaan serta penambah wawasan terkait buku.

Selain soal buku, penulis juga menyinggung sebaiknya seseorang menjalani kehidupan. Rintaro yang berusaha membuka diri pada bibi jauh, sosok yang jarang ia temui sebelum kakek meninggal. Atau bagaimana ia mulai mau akrab dengan gadis ketua kelas yang belakangan menjadi suka membaca.
https://www.goodreads.com/book/
show/58322877-the-cat-who-saved-books

Bagaimana beratnya kehidupan,  Rintaro beruntung memiliki teman dengan rasa humor tinggi. Karena dengan humor ia bisa merasakanan  tekanan yang berkurang walau hanya sedikit. 

Seperti yang disebutkan oleh penulis di halaman 23, "Dunia ini mendatangkan bermacam rintangan untuk kita, kita terpaksa menanggung begitu banyak masalah berat. Senjata terbaik kita untuk melawan segala kepedihan dan kesulitan di dunia ini bukanlah logika atas kekerasan. Senjata terbaik kita adalah humor."

Hubungan antara Rintaro dan Tiger merupakan sebuah hubungan yang unik. Selama ini Rintaro tidak memiliki keterikatan dengan hewan. Baginya kucing hanyalah sekedar hewan saja. Hingga suatu saat, Tiger datang menemuinya dan meminta bantuan. Tanpa disadari, Rintaro kerap merindukan kunjungan Tiger. 

Dalam buku ini,  Rintaro menggambarkan dirinya sebagai seorangHikikomoro.  Kata tersebut belakangan sering disebut-sebut sebagai gaya hidup di Jepang.   Istilah tersebut  diciptakan Tamaki Saito, seorang psikolog Jepang dalam bukunya Social Withdrawal- Adolescence Without End yang terbit pada tahun 1988.

Dalam laman CNN berikut, disebutkan bahwa Hikikomori didiagnosis sebagai perilaku yang ditunjukkan oleh seseorang saat mereka mulai menghindari kehidupan sosial. Tapi, penghindaran yang mereka lakukan cukup parah, yakni dilakukan setidaknya dalam kurun waktu enam bulan.

Secara keseluruhan, buku ini bisa menjadi pilihan bacaan bagi penggila buku serta penyuka kucing. Menambah rasa cinta pada buku bagi yang membacanya. Buku yang menarik. Direkomendasikan untuk mereka yang membutuhkan bacaan ringan.

Jadi pingin menikmati buku Ode to Joy setelah membaca buku ini ^_^.

Sumber Gambar:
https://www.goodreads.com

Sumber video:
https://www.youtube.com


Jumat, 18 Agustus 2023

2023# 23: Kisah Nyamuk Pembunuh

Judul asli:Cara Terampuh Membasmi Nyamuk
Penulis: Triskadekaman
ISBN: 9786237284895
Halaman: 216
Cetakan: Pertama-2023
Penerbit: bukumojok
Harga: Rp 88.000
Rating: 4.95/5

Aku menyaksikan Panuluh digulung kematian setelah dia membiarkan aku mati digulung lautan
-Cara Terampuh Membunuh Nyamuk, hal 160-

Belakangan ini, banyak kisah bermunculan yang menjadikan makhluk lain, bahkan benda menjadi tokohnya. Bukan hal baru memang, tapi dapat menambah semarak dunia literasi.  Buku ini misalnya, menawarkan kisah yang berbeda dengan yang sudah beredar selama ini. 

Setelah mengambil "pintu" sebagai tokoh utama, kali ini Triskademanan kembali mengambil sosok yang berbeda untuk menjadi tokoh dalam kisahnya. Bagi para penggemar Kafka, buku ini bisa menjadi pengingat kisah. Dalam artian, sebuah kisah yang serupa dimana tokohnya bermetamorfosis menjadi hewan. 

Seorang gadis yang tinggal sebatang kara setelah kematian ibu dan adiknya, berusaha mencukupi kebutuhan dengan bekerja sebagai seorang pembasmi nyamuk. Yups! Tak salah baca, Hekate-nama gadis itu menjalani pekerjaan sebagai awak  pembasmi nyamuk karena hanya perusahaan tersebut yang bersedia menerimanya bekerja.
Aku tidak memilih pekerjaan ini demi membuktikan diri bahwa perempuan juga bisa membasmi serangga. Aku terpaksa. 
-hal 11- 
Jika dikaji, hal tersebut sebenarnya merupakan sebuah berkah. Karena dengan bekerja sebagai staf pembasmi nyamuk Hekate secara totalitas bisa melakukan segala upaya untuk  membasmi kaum pembunuh ibu dan adiknya, sekaligus mendapatkan upah dari kegiatan tersebut.

Kehidupannya  Hekate bisa dikatakan layaknya sinetron yang mengusung penderitaan sepanjang hayat si tokoh. Ayahnya mendadak pergi tanpa khabar, ibunya meninggal dunia. Ia dan adiknya lalu tinggal bersama bibi. Tak lama, malaikat maut mengambil adiknya melalui demam berdarah. Ia (seakan) sendiri di dunia.

Tanpa sengaja, Hekate berkenalan dengan seorang peneliti nyamuk bernama Panuluh ketika sedang menerima panggilan untuk membasmi nyamuk di rumahnya. Pertemuan yang berlanjut menjadi sebuah ikatan cinta.

Kisah cinta keduanya memang luar biasa! Panuluh selalu bertindak seakan-akan ia  berkuasa pada diri Hekate. Baginya Hekate adalah sosok yang harus selalu setuju dan patuh pada dirinya. Sepertinya ini meniru  kelakuan ayahnya  yang juga menunjukkan sikap tidak menghormati perempuan. Keluarga mereka sering bersikap merendahkan dan melecehkan perempuan.

Melalui panggilan untuk membasmi nyamuk juga Hekate bertemu kembali dengan orang yang menyampaikan kematian adiknya di rumah sakit dulu, Nozomi. Hekate menjalin bersahabat unik dengan Nozomi. Terutama sekali karena Nozomi juga hidup sebatang kara.
Seiring kenyamanan itu, aku mulai sedikit takut. Terlalu cepat nyaman adalah jebakan. karena hal-hal yang terlalu indah untuk menjadi kenyataan hanya ilusi... Aku curiga Nozomi mengenalku luar dalam, lalu sengaja mendekatiku, karena sesuatu lain
-hal 37-
Semua solah-olah terjadi karena campur tangan alam. Penulis dengan piawai membuat pembaca merasa menikmati kisah tentang kehidupan seorang Hekate terkait hubungan cintanya dengan Panuluh dan  bersahabatannya dengan Nozomi. Tapi ternyata tidak sesederhana itu. Tak seindah sinetron Ikatan Cinta yang digandrungi banyak orang.

Semula adalah urusan membasmi nyamuk,  berujung kisah tentang konspirasi pembunuhan karena cemburu. Ketiga tokoh; Hekate, Panuluh, serta Nozomi ternyata memiliki hubungan yang rumit akibat urusan percintaan orang tua mereka yang luar biasa. Cinta memang selalu menakjubkan. 

Mengambil ilmu cocoklogi, memang ibu Hekate bisa dianggap "nyamuk" yang mengganggung bagi keluarga Panuluh. Walau jika menelaah peristiwa masa lalu, justru ibu Panuluh  yang sudah mengganggu kehidupan keluarga Hekate. 

Tapi begitulah cinta, keinginan untuk memiliki atas nama cinta bisa membuat seseorang menjadi nekat melakukan apa saja,  mengganti peran sebagai sosok yang tersakiti demi pembenaran perbuatan kejam!
Gelombang mistik bernama kutukan memang tak pernah berhenti bekerja, dengan alasan yang belum bisa dijelaskan Manusia
-hal 156-
Terkait urusan cinta, perempuan menjadi tokoh yang paling banyak muncul dalam kisah ini. Bapak Hekate yang menjadi kunci munculnya aneka masalah dalam kisah ini justru jarang disebut-sebut. Keberadaannya seakan sebagai pelengkap saja. Padahal  karena polahnya membuat semua kakacauan ini muncul.

Seperti yang disebutkan di atas, ternyata metamorfosis pada tokoh dalam kisah terjadi ketika Hekate  sudah tidak bernyawa lagi. Entah  apa yang ia buat dimasa lalu sehingga ia bisa mendapat kesempatan  terakhir menjadi nyamuk , mengetahui perbuatan jahat Nozomi dan Panuluh, dan mendapat kemudahan untuk balas dendam.

Dengan segala tekat yang ada, Hekate menjalankan  aksi balas dendamnya. Ibu dan adiknya meninggal karena efek gigitan nyamuk Aedes aegypti, maka ia akan melakukan hal serupa pada para musuhnya.

Menjadi nyamuk membuat ia bisa melakukan balas dendam dengan mudah. Dulu ia adalah pemburu alias pembasmi nyamuk. Sekarang ia adalah nyamuk yang diburu.  Bagaimana Hekate menjalankan aksinya, menjadi bagian yang unik dalam kisah ini.
Nyamuk  betina yang menggigit penderita demam berdarah bisa menularkannya kepada orang lain. Hanya nyamuk betina yang menularkan penyakit
 - hal 125-
Mengingat hubungan  cinta antara Hekate dan Panuluh, saya merasa mual membayangkan bagaimana keduanya menjalin kemesraan. Kok bisa keduanya melakukan hal tersebut padahal jelas-jelas keduanya bukan "orang lain".

Bagaimana bisa seorang ibu menyarankan hal aneh seperti itu? Dan bagaimana bisa seorang ayah hanya diam ketika tahu ada yang menyakiti anaknya? Ajaibnya dunia ini!

Kadang, seseorang memang tidak seperti yang terlihat. Seperti dugaan Hekate, ada niat terselubung  Nozomi. Ia yang semula bersikap manis dan selalu melindungi, ternyata berkomplot menghabisinya.

Ibu Panuluh yang seakan-akan sosok wanita tersiksa padahal sesungguhnya memiliki otak kejam. Waspadalah terhadap seseorang, karena bayangan diri juga bisa menjadi musuh.

Keahlian pemnulis meracik kata membuat  saya seakan-akan berada di sebelah Hekate. Ikut  merasakan kepanikan saat mengetahui bagaimana tubuhnya berubah menjadi nyamuk, terbang bersama dia, hingga merasa puas sudah bisa menggigit para musuh.

Walau pada bagian tertentu penulis sudah memberikan bocoran petunjuk,  tetap saja ketika menemukan kecocokan dugaan saya pada akhir kisah, muncul rasa terkejut. Pada akhirnya penulis meluruskan segala kekusutan yang ada agar semua perkara menjadi jelas.

Membaca buku ini seakan membaca buku pengetahuan tentang nyamuk. Dari  mulai  telur, larva,   pupa atau kepompong, dan terakhir menjadi nyamuk dewasa. Bahkan bagaimana nyamuk Aedes aegypti  bertelur  dan menggigit manusia, juga diceritakan dengan terinci. Riset yang dilakukan penulis bukan kaleng-kalengan.

Jika dicermati, selain urusan percintaan, dan alergi yang berbuntut panjang, buku ini juga mengusung perihal gender. Ah! Saya belum menyinggung soal alergi sepertinya, baiklah. 

Penyebab keluarga Panuluh membenci nyamuk adalah karena mereka memiliki gen yang alergi pada obat oles alias lotion nyamuk. Bermula dari sang ayah, kemudian turun pada Panuluh.

Terkait urusan gender,  tercermin dari sikap Panuluh dan ayahnya yang meremehkan perempuan. Mulai dari sekedar ucapan kasar, hingga bagaimana Panuluh mengintimasi Hekate dengan memandang rendah kenaikan jabatannya.

Buku jenis ini yang akan selalu saya nantikan. Karena, selain mendapat hiburan, pembaca juga mendapat pengetahuan. Dua hal yang didapatkan sekaligus dari membaca. Bahkan, ketika saya hendak memberikan komentar terkait buku ini, saya perlu melakukan telaah literasi agar bisa memberikan komentar secara pantas.

Sebuah kisah yang tak biasa. Seperti juga pemberian  judul buku, judul bagian serta subbagian  yang mempergunakan judul yang tak biasa. Ada  bagian yang diberi judul  bagian 2: kelindan, kemudian diberikan judul subbagian seperti  2p1 dan 2q2. 

Penasaran kan dengan makna p dan q? Saya juga. Sempat menduga, namun takut salah, sehingga nekat bertanya pada sang penulis tentang arti kedua huruf tersebut. Ternyata..., memang kreatif penulis yang satu ini. Ada saja idenya.

Buku ini layak dibaca oleh semua kalangan dengan batasan usia tertentu. Bahkan, mahasiswa biologi, dan sejenis bisa membaca buku ini sebagai selingan dari buku teks, mengingat aneka informasi terkait nyamuk yang disajikan cukup banyak.

Sekedar membagi ulang informasi dari laman berikut, disebutkan bahwa penyakit demam berdarah disebabkan oleh virus dengue yang dibawa oleh nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Di Indonesia teridentifikasi ada 3 jenis nyamuk yang bisa menularkan virus dengue yaitu: Aedes aegypti, Aedes albopictus
https://www.kompas.com
dan Aedes scutellaris.

Lebih lanjut disebutkan jika sebenarnya yang dikenal sebagai Vektor DBD adalah nyamuk Aedes betina. Perbedaan morfologi antara nyamuk Aedes aegypti yang betina dengan yang jantan terletak pada perbedaan morfologi antenanya, Aedes aegypti jantan memiliki antena berbulu lebat sedangkan yang betina berbulu agak jarang/tidak lebat.

Seseorang yang di dalam darahnya mengandung virus Dengue merupakan sumber penular Demam Berdarah Dengue (DBD). Virus Dengue berada dalam darah selama 4-7 hari mulai 1-2 hari sebelum demam.

Begitulah. Sesuatu yang terlihat sepele, bisa menjadi hal yang luar biasa. Sering orang menyepelekan nyamuk,  tapi karena nyamuk pula urusan cinta berujung maut.

Sungguh sayang, penulis sudah menyatakan akan rehat dari dunia penulisan untuk sementara. Ada skala prioritas yang harus dipilih. Mungkin, saya hanya satu dari sekian penggila buku yang akan memendam rindu membaca karyanya lagi.

Sumber Gambar:
https://www.kompas.com







Senin, 31 Juli 2023

2023 #22: Kisah Kehidupan Seon Yoonjae

Judul asli: Almond
Penulis: Sohn Won - Pyung
Penerjemah: Suci Anggunnisa Pertiwi
ISBN: 9786020519807
Cetakan: Kesepuluh-Juni 2022
Halaman: 220
Penerbit: Grasindo
Harga: Rp 88.000
Rating: 3.75/5

"Mungkin karena kau anak yang istimewa. Biasanya orang-orang tidak bisa menerima perbedaan dalam dirinya dan orang lain. Kau ini monsterku yang tampan."
-Almond, hal 10-

Buku setebal 220 halaman ini berkisah tentang kehidupan seorang  anak laki-laki bernama Seon Yoonjae. Ia menderita ketidakmampuan mengungkap emosi-alexithymia. Bagaimana kondisinya berdampak pada keluarga dan lingkungan. Serta bagaimana ia menjalin bersahabatan yang unik dengan "monster-monster" lain.

Keseluruhan kisah dalam buku ini terbagi dalam empat  episode ditambah dengan prolog, dan pastinya epilog. Pada episode pertama dikisahkan mengenai masa kecil tokoh utama kita.  Ibunya begitu cemas  akan kondisi sang anak yang tak pernah menunjukkan ekspresi. Ia dianggap aneh karena tidak menunjukkan simpati dan emosi di hadapan orang lain.

Para dokter yang merawatnya mengatakan bahwa hal tersebut disebabkan oleh almond atau  amigdala yang ia miliki berukuran kecil, ditambah dengan jaringan komunikasi antar sistem limbik otak dan lobus frontal tidak lancar. Salah satu yang muncul adalah ia tak merasakan takut.

https://www.goodreads.com/book/
show/44927209-h-nh-nh-n
Sang ibu bahkan berusaha mengajari Yoonjae   tentang bagaimana bersikap sehingga tak ada lagi yang menganggapnya aneh. Yoonjae  juga mendapat  kacang almond sebagai tambahan makanan. Diharapkan dengan mengkomsumsi almond  berdampak pada perubahan kondisinya. 

Selain pandangan miring terhadap Yoonjae,  kehidupan mereka  berjalan  biasa saja seperti orang lain. Namun, sebuah peristiwa besar mengubah hidupnya. Yoonjae harus mampu bertahan hidup sendiri, entah untuk berapa lama.

Pada bagian kedua mengisahkan bagaimana Yoonjae menjalani kehidupan sendiri.  Termasuk perkenalannya dengan "monster" lain yang bernama Lee Soo-Gon.  Gon yang semula membencinya, perlahan menjadi teman. 

Semuanya dikarenakan Gon merasa ia tidak dianggap sebagai anak aneh oleh  Yoonjae. Persahabatan yang unik, Yoonjae merasakan  dirinya adalah anak yang lemah, sementara Gon selalu berpura-pura kuat dan menolak mengakui kelemahannya.

"Memahami perasaan yang belum kauketahui itu tidak selamanya baik. Perasaan adalah  hal yang menyebalkan. Dunia ini bisa terlihat berbeda dengan apa yang kau ketahui. Semua hal-hal kecil yang mengelilingimu bisa menjadi senjata tajam untukmu. Wajah tanpa ekspresi atau omongan-omongan tajam bisa datang menghampirimu.

-hal 134-

Bagian ketiga menceritakan bagaimana Yoonjae   bertemu dengan "monster" lain bernama Dora. Jika Gon memberikan pelajaran tentang rasa berdosa, rasa sakit, serta penderitaan, maka Dora mengajarkan kebalikannya.  Dunia Yoonjae terasa berbeda ketika ia bertemu Dora. Untuk pertama kali, ia bisa merasakan apa yang disebut jatuh cinta.

https://www.goodreads.com/
book/show/55338962-almond
Dan bagian keempat, sungguh luar biasa. Ini merupakan klimaks tentang bagaimana hubungan Yoonjae  dengan Gon, dan hubungannya dengan Dora. Bagaimana juga Yoonjae telah menganggap Gon adalah teman akrabnya, dan ia akan melakukan apa saja demi membela Gon. Termasuk menjadi tameng ketika Gon dianiaya orang.

Sedangkan dengan Dora, apa yang selama ini mereka jalani cukup mampu untuk membuat Yoonjae memandang hidup dengan cara yang berbeda. Salah satu kenalannya malah mengusulkan agar ia memeriksakan diri, siapa tahu almondnya mengalami perkembangan.

Dengan cara bercerita yang tak biasa, buku ini menawarkan kisah  tentang bagaimana bertahan hidup yang berbeda. Cara hidup di Jepang memang berbeda dengan kehidupan di Indonesia, namun setidaknya pembaca bisa mendapatkan gambaran bagaimana kehidupan yang dijalani oleh tokoh utama dalam kisah ini.

Jelas bukan hal mudah menjalani kehidupan menjadi anak yang berbeda dibandingkan dengan anak-anak lain.  Untung ibu dan neneknya selalu mendukung dan memberikan pelajaran bagaimana harus bersikap. Mengajarkan tentang emosi bukan hal mudah, tapi setidaknya sang anak sendiri, ibu dan nenek berusaha semaksimal mungkin untuk membuat kehidupan  menjadi lebih baik.

Tidak bisa juga menyalahkan orang yang menganggap Yoonjae aneh. Orang tua mana yang tak heran jika melihat ada anak kecil yang hanya menatap anak lain yang jatuh tanpa berusaha melakukan apa-apa. Minimal ada perubahan pada mimik wajahnya. Rasa heran, orang sekitar, perlahan menjadi rasa takut yang membuat ia dijauhi.

Andai mereka tahu, Yoonjae bukannya bersikap masa bodoh tapi ia tak tahu harus bersikap bagaimana, baginya anak lain yang jatuh bukanlah suatu hal yang perlu mendapat perhatian khusus dengan bertanya atau menunjukkan mimik khawatir. 

Bagian yang mengisahkan bagaimana sebuah peristiwa membuat ia harus hidup sendiri, sungguh menyentuh hati. Penulis memainkan emosi pembaca dengan baik. Selain mengasihani Yoonjae, sumpah serapah untuk pelaku kejahatan juga dilontarkan. Baca ya  supaya tahu peristiwa apa itu ^_^.

Sedih rasanya membayangkan seorang anak remaja penderita alexithymia  hidup sendiri. Selain ia harus mampu mengurus segala keperluan sendiri, tak ada sosok yang mengajarinya lagi bagaimana harus bersikap. Tak ada yang memberikan dukungan dan perlindungan jika ia mengalami perundungan. Mulai sekarang Yoonjae benar-benar sendiri.
https://www.blibli.com/friends/
blog/buku-yang-dibaca-suga-bts-0
5/

Tak heran jika  buku yang mendapat penghargaan  本屋大賞 for Translated Fiction (2020), 창비청소년문학상 (2016) ini menjadi pilihan bacaan Suga BTS. Selain memang mengajarkan tentang bagaimana kita harus kuat menghadapi kehidupan ini dengan segala perbedaan dan keterbatasan yang kita miliki, urusan persahabatan dan secuil kisah cinta, menjadi bumbu yang tak bisa diabaikan.

Gon bersahabat tanpa pamrih dengan Yoonjae. Dora memiliki rasa cinta pada Yoonjae. Selain ibu, nenek dan tetangga yang mengurusnya, kedua anak itu  yang menerima Yoonjae dengan segala perbedaannya.

Dalam situs berikut,  disebutkan bahwa amigdala (amygdala) adalah sebuah organ di dalam otak besar yang berfungsi dalam mengatur emosi dan ingatan yang berhubungan dengan rasa takut dan bahagia. Organ ini termasuk ke dalam sistem limbik atau sekumpulan organ yang berperan dalam pembentukan tingkah laku, emosi, dan memori.
https://hellosehat.com/saraf/fungsi-amigdala/

Lebih lanjut juga disebutkan bahwa amigdala juga berperan dalam keterampilan sosial karena perannya dalam proses pembelajaran, memori, dan emosi. Melansir laman GoodTherapy, beberapa penelitian menunjukkan bahwa orang dengan amygdala yang lebih besar cenderung memiliki lingkaran sosial yang lebih besar dan aktif. Ambil contohnya, memiliki jumlah kontak dan kelompok sosial yang lebih banyak.

Membutuhkan waktu lama untuk bisa mendapatkan kesempatan membaca buku dengan nomor panggil 823 WON a, yang hanya satu ini. Padahal saya ikut merekomendasi dan melakukan proses pembelian. Begitulah, jodoh dengan buku memang unik.

Sumber Gambar:
https://hellosehat.com/saraf/fungsi-amigdala/

Jumat, 07 Juli 2023

2023 #21: Sedikit Informasi Tentang Perkumpulan Rahasia

Apalagi manfaat hari Sabtu dan Minggu, serta hari libur panjang bagi Penggila Buku seperti saya, selain urusan beres-beres rak dan timbunan yang tak akan pernah bisa selesai, Beres 1 area  timbunan, muncul area baru. Begitulah.

Kemarin, saya menemukan beberapa buku yang sudah saya baca sejak zaman dahulu namun belum saya input dalam Goodreads. Salah satunya buku ini. Sambil membaca sekilas guna menyegarkan ingatan, sekalian saja membuat coretan di sini. 

Judul Buku: Secret Societies
Editor: Norman Ian MacKenzie
Halaman:311
Terbit: Tahun 1971
Penerbit: Coller Books
Rating: 4/5

Saya lupa kapan tepatnya  menemukan dan membaca buku ini. Ketika menemukannya di antara timbunan, baru saya ingat pernah membacanya. Jika tidak salah ingat, ketika awal bergabung di kantor lawas, sekitar 2011-2012.

Buku ini tergeletak begitu saja di salah satu meja. Tidak ada nomor panggil dan stempel yang menandakan milik kantor. Seorang senior yang saya tanya, malah menyarankan saya membaca dan menyimpannya, jika tertarik. Karena tanpa ada nomor panggil dan stempel, maka buku ini bukan milik kantor dan bukan masuk dalam kategori "Barang Milik Negara", jadi bisa dimiliki siapa saja. Ih Penggila Buku mana yang menolak tawaran seperti itu.

Kata Secret Societies, membawa ingatan pada beberapa perkumpulan rahasia yang saya tahu. Buku yang ternyata milik salah satu profesor yang terkenal memiliki koleksi antik (ada tempelan nama beliau di halaman depan), berisi tentang kumpulan artikel yang dibuat oleh beberapa penulis terkait sejumlah perkumpulan rahasia yang sudah ada sejak zaman dahulu hingga buku ini terbit. Norman Ian MacKenzie bertindak sebagai editor.

Ada tentang Mau Mau, The Mysteries, lalu yang sudah sering disebut-sebut dalam aneka buku konspirasi Freemasonry, The Mavia, serta beberapa perkumpulan lagi, Total ada 11 perkumpulan yang diuraikan oleh para penulis.

Keberadaan Mau Mau mulai diketahui ketika ada laporan ke Pemerintah Inggris di Kenya (The Government of British Colony of  Kenya) pada tahun 1948. Inti kegiatan ini adalah melakukan protes akan kehadiran  petani kulit putih, dan pendatang di tanah mereka. Sepertinya, mereka berlawanan dengan The Ku Klux Klan yang membenci warga kulit berwarna.

Bagian yang mengisahkan tentang Chinese Secret Societies yang ditulis oleh Barbara E. Ward, membuat saya tanpa sadar membandingkan dengan Yakuza, kelompok, organisasi, atau sindikat yang terorganisasi dengan baik di Jepang.  Yakuza sering dianggap sebagai mafia Jepang. Mungkin karena sama-sama berasal dari Asia, jadi saya kepikiran mereka.

Begitulah, namanya manusia. Makin dirahasiakan, makin membuat penasaran untuk tahu. Demikian juga terkait perkumpulan rahasia. Semakin sedikit yang mengetahui, semakin banyak yang penasaran akan keberadaannya. 

Siapa saja anggotanya? Bagaimana seseorang bisa menjadi anggota? Apakah ada ritual yang harus dikerjakan untuk bisa menjadi anggota, atau persyaratan apa saja yang harus dipenuhi? Berbagai macam rasa  ingin tahu membuat perkumpulan rahasia terlihat "berbeda", bahkan bisa saja ada yang menganggap "keren".

Sejarawan Richard B. Spence dari Universitas Idaho,  menawarkan definisi tiga hal, yaitu:
1. Keberadaan kelompok biasanya tidak dirahasiakan, tetapi beberapa kepercayaan atau praktik disembunyikan dari publik dan membutuhkan sumpah kerahasiaan dan kesetiaan untuk dipelajari;
2.  Kelompok menjanjikan status atau pengetahuan superior kepada anggota;
3. Keanggotaan grup dalam beberapa hal terbatas, seperti berdasarkan ras, jenis kelamin, afiliasi agama, atau undangan saja.

Perkumpulan rahasia konon juga merambah perguruan tinggi, tidak hanya masyarakat semata. Contoh salah satu perkumpulan perguruan tinggi rahasia yang paling terkenal adalah Skull and Bones di Universitas Yale.  Perkumpulan  tersebut mempergunakan lambang tengkorak  dan tulisan 332 di bawahnya.   Setiap tahun, hanya 15 orang junior yang terpilih untuk bergabung. Keanggotaan bersifat seumur hidup.

Aneka gambar alias foto  yang ada dalam buku ini membuat ulasan yang disampaikan menjadi lebih nyata. Pembaca menjadi semakin memahami apa yang disampaikan oleh penulis.

Ingin sekali menyarankan para  penulis  kisah konpirasi untuk membaca buku ini. Supaya mereka bisa membuat kisah yang lebih menarik, tidak hanya terkait tentang Mafia, Kesatria Templar dan Freemasonry saja.

Mereka yang mendalami dan tertarik pada kehidupan masyarakat, juga disarankan untuk membaca buku ini. Sehingga mendapat pengetahuan bagaimana kehidupan sosial masyarakat dari sudut pandang yang berbeda.

Sayang, tidak ada versi terjemahannya, atau saya yang tidak tahu. Bakalan jadi bacaan yang menarik minat banyak pihak jika ada terjemahannya. Iseng mengintip lapak daring luar negeri, wah ternyata harganya lumayan, diluar ongkos kirim ke tanah air,

Hem.... Ternyata saya menemukan ada stempel "Dikeluarkan Dari Koleksi"  pada salah satu halaman. Wah padahal ini buku yang bagus, Mungkin ada yang juga tertarik, lalu mengambilnya, namun menggeletakkan sembarangan. Rezeki anak rajin datang pagi he hehe.



2023 #20: Kondensasi













Penulis: Poppy D. Chusfani
Editor: Vania Adinda
ISBN: 9786020669434
Halaman: 168
Cetakan: Pertama- April 2023
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Harga: Rp 69.000
Rating: 3.5/5

Dari arah pantai, kabut putih bergulung-gulung merambah bukit, memecah kegelapan malam, dan kini sudah mencapai separuh perjalanan ke vila. Namun, kali ini dari setiap gumpalan kabut mencuat lengan-lengan asap putih yang merayap pada tanah lembab seraya menggerapai menjijikkan. Jemari mereka menggelepar dan menerjang mencari-cari mangsa. Tangan-tangan gaib tersebut mengelus dan melilit setiap ranting pohon yang dilaluinya,
-Kondensasi, hal 98-

Aislin, tokoh dalam kisah ini, bukan gadis biasa. Ia bisa  merasakan emosi yang timbul dari orang lain.  Untung menjaga kewarasan dirinya, Aislin harus menjaga jarak dengan orang lain. Tak sedikit orang yang menganggapnya sombong karena jarang mau bergaul atau hadir dalam suatu acara. Bukannya ia sombong. Andai mereka tahu yang sesungguhnya.

Pekerjaan yang ia pilih juga membuatnya tak perlu berinteraksi dengan banyak orang. Terbayang betapa kesalnya ia ketika mendadak harus  mengerjakan tugas menulis naskah untuk rumah produksi yang mengontraknya di sebuah pulau, bersama empat orang lain. Rekannya dan asisten, asisten Aislin, serta seorang aktor yang dianggap manja. 

Artinya selama sekian hari penuh ia akan berinteraksi dengan orang lain. Sungguh melelahkan, ditambah dengan kewajiban harus menyelesaikan naskah. Aislin harus berusaha semaksimal mungkin untuk menjaga kewarasannya.

Semua suasana bisa-biasa saja, hingga suatu  saat muncul aneka kejadian aneh menimpa mereka. Mulai dari suara  derit nyaring, badai yang mengamuk, daratan yang seakan hilang, warna sekitar yang kian memudar setiap saat, kabut yang tak biasa, jaringan  komunikasi yang mendadak terputus. Mereka benar-benar sendiri, terisolir di pulau itu.

Di dalam vila bukan berarti aman. Berbagai kejadian tak lazim juga terjadi, wajahnya yang berubah di cermin, hingga cermin yang mendadak pecah. Bagi beberapa orang, hal itu dianggap sebagai suatu pertanda akan ada kejadian buruk menimpa mereka semua. 
"Musibah, musibah, musibah," guman Latika dengan tubuh gemetar.
Mereka yang berada di sana bukan hanya diam saja. Berbagai upaya dilakukan untuk bisa mengirim kabar ke dunia luar. Termasuk menyelidiki apa yang terjadi di sekitar pulau.  Semuanya tak berhasil, malah mereka terancam bahaya lebih besar jika berada di luar.

Perlahan, tiap orang tanpa sengaja membuka rahasia kelam yang selama ini ditutupi. Ada yang ternyata adalah simpanan bos yang mengontrak mereka, karyawan yang ingin membalas dendam pada mantan pacar sepupunya yang dianggap telah membuat sepupunya gila, celakanya si mantan pacar juga ada di pulau dan selalu dihinggapi rasa bersalah. Bahkan Airin pun ternyata menutupi kepedihan hatinya selama sekian tahun.

Agar bisa mengatasi ketakutannya, selama berada di sana, Airin selalu ingat pesan papa kandungnya untuk selalu melawan rasa takut yang ia rasakan.  Jika tidak, maka segala hal akan menjadi lebih rumit lagi.
"..., kalau kita nggak mampu menguasai  ketakutan kita, maka ketakutan itu bakal terwujud."
Jadi, berhasilkah mereka keluar dari pulau itu? Bagaimana bisa telepon genggam mereka tidak bisa berfungsi tapi mesin fax bisa menerima pesan dari papa tiri Airin? Rahasia kelam apa yang disembunyikan Airin hingga membuat ibu dan ayah tirinya merasa selalu was-was? Dibaca saja ya he he he. Dijamin seru.
https://www.facebook.com/
pdchusfani/photos

Ada dua eh tiga alasan utama membeli buku yang semula tidak berada dalam daftar belanjaan saya. Pertama apalagi jika kovernya yang berwarna biru, langsung membuat langkah di antara rak berhenti dan mengamati buku yang dipajang lebih lanjut.

Kedua, nama sang penulis. Sejak lama mengenal Mbak Poppy sebagai penerjemah kisah-kisah fantasi yang luar biasa.  Karya J.R.R. Tolkien, Jonathan Stroud, Christopher Paolini,  Roald Dahl, dan masih banyak lagi pengarang, membuat terjemahan bermutu meramaikan dunia buku. Dan tentunya karya-karya sendiri yang tak kalah seru!

Ketiga, judul buku yang tak biasa. Kondensasi adalah kata yang jarang saya dengar, apalagi menjadi judul buku. Jadi penasaran dengan Maafkan pengetahuan saya yang kurang banyak. Jadi menambah ilmu dari buku ini ^_^.

Pada sebuah laman, disebutkan bahwa kondensasi adalah proses perubahan wujud dari gas ke cair. Proses alamiah ini terjadi karena dua hal, yaitu uap air melewati permukaan yang lebih dingin dan ketika uap air mengalami penekanan atau kompresi. Jadi apa hubungannya kondensasi dengan isi buku ini? Bacalah dan temukan dalam buku ini ^_^.

Selain menambah ilmu, pembaca juga bisa mendapatkan inspirasi bagaimana Aislin selalu menguatkan dirinya untuk selalu bisa menghadapi  ketakutan dan kondisi yang kurang nyaman baginya. Ia selalu teringat pesan ayahnya untuk  fight, not flight.

Bagaimana para tokoh yang ada dalam kisah ini berusaha untuk berkompromi dengan masa lalunya juga bisa diambil hikmah. Bahwa pada akhirnya, menjadikan masa lalu dan rasa sakit sebagai kekuatan lebih bermanfaat dibandingkan terus berada dalam kenangan yang menyakitkan tanpa berusaha untuk bangkit.

Siapa yang bisa mengira bahwa keanehan dan hal-hal yang menakutkan yang muncul di pulau itu diakibatkan oleh rasa ketakutan dan kepedihan yang dipendam oleh para tokoh. Terutama oleh Aislin.  Alam bawah sadar mereka begitu kuat memendam segala rasa. Begitu pemicu yang tepat muncul, mereka semua bagaikan kotak Pandora yang terbuka.

Inspiratif.
Setidaknya saya jadi merasa sudah waktunya saya menghadapi segala ketakutan yang ada dan berkompromi dengan keadaan yang munkin tidak sesuai dengan harapan. Begitulah hidup.

Sumber gambar:
https://www.facebook.com/pdchusfani