Minggu, 16 Agustus 2020

2020 #32: Memahami Dunia Lumut

Judul asli:Ensiklopedia Biologi Dunia Tumbuhan #6: Lumut
Penyusun: Drs Budi Subono
Editor: Yersy Wulan
ISBN: 9789793535968
Halaman: 193
Penerbit: PT Lentera  Abadi
Rating: 3.5/5

Sering kali saya menyebutkan, perjodohan  saya dengan sebuah buku kadang terjadi melalui jalan yang unik. Misalnya  karena tertarik tentang buku mengenai seragam tentara  seluruh dunia di area BBW, saya membeli buku tersebut. Reviewnya ada di sini.

Belakangan buku tersebut dibeli oleh seseorang untuk hadiah bagi temannya yang hobi membuat action figure. Saya tak kenal dia! justru karena mencari buku tersebut makanya dia menghubungi blog saya.

Kebetulan sekali! Saya yang sedang dalam kondisi keuangan pas, sangat ingin membantu salah satu sahabat yang terkena bencana gempa. Akhirnya buku terjual, uang pembelian plus ongkir ditransfer ke rekening sahabat saya. Unik bukan!

Demikian juga dengan buku ini. Saat melihat tertumpuk pada  sebuah pameran buku, saya tertarik akan judul serta ukurannya yang tak biasa. Harganya lumayan mahal untuk ukuran obralan, diatas Rp 100.000. Tapi jika dibandingkan dengan halaman yang menyajikan aneka gambar penuh warna, serta kertas yang dipakai, harga obralan tersebut menjadi sangat murah.

Angka 6 yang ada pada pojok atas, membuat saya penasaran mencari nomor lainnya. Sayangnya saya tidak beruntung saat itu. Buku ini pun hanya tersedia beberapa saja dalam timbunan. Sepertinya saya kalah cepat .

Naluri saya langsung menyerukan untuk mengamankan dalam keranjang belanjaan he he he.Jika isinya tidak sesuai, banyak cara untuk memindahtangankan buku ini. Yang penting beli dulu ^_^. Ingat Hukum Kekekalan Timbunan, jangan sampai meneysal tidak membeli.
Lumut Daun Gunung Gede

Sesuai dengan judulnya, buku ini memberikan informasi yang mendalam tentang lumut. Konon di tanah air terdapat berbagai jenis lumut. Bagi orang awam, mungkin lumut terlihat sama semua, namun bagi mereka yang paham, ternyata lumut memiliki berbagai macam jenis.

Ingatan saya tentang lumut tak jauh dari pelajaran biologi saat sekolah dahulu. Lumut bisa dikatakan sebagai tumbuhan pelopor. Sebelum ada tumbuhan lain pada suatu tempat, lumut akan hidup  terlebih dahulu. Meski kecil, lumut dapat melebar membentuk koloni yang luas.

Kemudian, teringat  juga bahwa hirarki tumbuhan terdiri dari Kingdom (semacam pengelompokan besar), lalu kelas, bangsa, dan suku. Bagian menghafal nama-nama latin ini yang membuat saya mundur memilih jurusan A-2 saat sekolah dulu (ketahuan umurnya ^_^).

Plus sedikit pengalaman tentang bertahan hidup. Lumut seingat saya selalu tumbuh menghadap ke arah barat. Sebenarnya tumbuhan yang membutuhkan sinar matahari untuk fotositensis cenderung menghadap ke arah timur dimana sinar matahari lebih banyak. Karena lumut lebih menyukai tempat yang cenderung gelap, maka keberadaannya cenderung mengarah ke bagian yang kurang mendapat sinar matahari. Mungkin juga salah, maafkan saya yang sudah lupa.

Pada bagian Pengantar Penerbit, terdapat informasi bahwa Ensiklopedia Biologi Dunia Tumbuhan ini terdiri dari 8 jilid yang terbagi dalam 2 bagian. Bagian pertama terdiri dari jilid 1 hingga 5, merupakan terjemahan dari buku plant. Isinya mengungkap tentang keanekaragaman tumbuhan dari seluruh dunia.  Sementara bagian kedua, terdiri dari jilid 6 hingga 8. Isinya tentang kekayaan tumbuhan runjung, jamur, paku, dan lumut di tanah air.

Meski demikian, ternyata  dalam buku ini disebutkan juga tentang Lumut Tanduk Bulat dan Lumut Tanduk Sedang di halaman 15, serta Lumut hati Alaska  di halaman 33 yang belum ditemukan di tanah air


Notothylas javanica alias Lumut tanduk Jawa  juga ditemukan di Himalaya, Cina daratan, Malaysia, Jepang, Filipina, dan Pantai Gading Afrika. Bangga juga ada tanaman yang ditemukan pertama kali di tanah air. 

Dengan talus ripis berbentuk lembaran membuka atau lonjing yang melekat di atas tanah dengan bantuan rizoid. Bentuk talus tiap lumut konon berbeda, agar memudahkan untuk membedakan bisa dilihat pada bentuk sporanya. Mengingat setiap spesies lumut memiliki bentuk spora yang berlainan.

Selanjutnya pembaca akan menemukan Lumut daun Gunung Gede (Sphagnum gedeanum) di halaman 73. Lumut tersebut hidup di daerah lembab dan terlindung, misalnya di tanah cadas sekitar air terjun Curug  Cibereum yang bisa dicapai dengan mendaki sejauh 1 km dari Kebun Raya Cibodas.

Heteroscyphus denticulatus alias Lumut Hati Gigi Kecil, talus limutnya berbentuk seperti daun di sisi kanan dan kiri. Lembar daunya mirip barisan gigi kecil. Menurut info yang ada di halaman 43, umumnya jenis ini tumbuh dalam populasi yang cukup besar.

Lumut Daun Brauni, Dicranoloma Braunii ditemukan oleh Heinrich Braun seorang ahli botani Australia.  Daunnya berwarna hijau, hijau kekuningan dengan bentuk lanset atau menjarum dengan ujung lancip berukuran 2-6 mm dan memiliki banyak kloroplas. Bisa ditemukan di Sulawesi, Kalimantan, Sumatra dan beberapa tempat lain di dunia.
Lumut Daun Jawa

Lumut Daun Jawa, Homaliodendron javanicum tumbuh subur di  batang pohon yang tumbuh di pengunungan dengan ketinggian lebih dari 1.300 m yang sejuk dan lembap di Pulau Jawa, serta di tanah berhumus. Bisa merayap di tanah atau menggantung di batang pohon. Warna daunnya hijau karena mengandung kloroplas, baik berwujud hijau terang atau hijau tua.

Lumayan juga informasi yang diperoleh dari buku ini. Minimal bagi saya,  jadi paham bahwa lumut itu beragam tidak hanya satu saja. Meski untuk membedakannya butuh pengetahuan sendiri. Buku ini sangat direkomendasikan bagi mereka yang berkecimpung dalam dunia tumbuhan. Peneliti, mahasiswa serta mereka yang tertarik pada dunia tumbuhan perlu membaca.

Saya jadi terbayang, andai ada seorang penulis fantasi yang mengambil setting dunia lumut, tentunya akan seru. Misal di balik Lumut  Sphagnum Gedeanum yang tumbuh di Curug Cibereum tinggal sekelompok makhluk.Mereka akan mengunjungi kerabat yang tinggal di Branchymenium Indicum. 

Kekacauan mulai muncul ketika saya mencoba melihat Diviso Marchantiophyta di halaman 31. Ternyata yang tertera adalah  uraian tentang Lumut Hati mirip lumut (Haplomitrium mnioides). Baiklah, mari kita cari yang lain, bagaimana jika Bangsa Jungermanniales (Lumut Hati Berdaun) yang menurut Daftar Isi ada di halaman  45. Saya malah menemukan  gambar serta uraian perihal Lumut Hati Segi Empat!

Baiklah! Mari kita abaikan Daftar Isi, sepertinya ada yang salah. Hasilnya saya menemukan Dvisio Marchantiophyta ada di halaman 27! Maju beberapa halaman.  Bangsa Jungermanniales (Lumut Hati Berdaun) ada di halaman 41. Pantas jadi tidak klop!

Bagi yang merasa asing dengan kata-kata yang ada dalam buku ini, bisa mencari maknanya pada bagian Glosarium mulai halaman  183. Misalnya disebutkan bahwa Anther (kepala sari) merupakan bagian dari stamen (benang sari) yang memproduksi polen (serbuk sari); biasanya ditunjang oleh filamen (tangkai sari). Ada pula Patogen  berupa mikroorganisme yang menimbulkan penyakit.

Sebuah buku unik yang sungguh sayang kurang dikerjakan dengan maksimal.


Sumber gambar:

Buku Ensiklopedia Biologi Dunia Tumbuhan #6: Lumut

Tidak ada komentar:

Posting Komentar