Minggu, 15 Mei 2011

Kisah Gadis Berkerudung Merah Abad 21


Penulis             : Sarah Blakley-Cartwright
Penerjemah     : Nuraini Mastura,Putra Nugraha,
                         Sujatrini Liza
Editor              : Nuraini Mastura
ISBN              : 978-979-433-616-8
Halaman          : 341
Penerbit          : Mizan Fantasi
Harga              : Rp 54.000
 

Kau juga sudah  pernah membunuh. Aku tahu rahasiamu
Aku akan kembali padamu, sebelum bulan darah berlalu

Serigala ada di sini karena aku!

 Kisah tentang gadis berkerudung  merah sudah sering kita dengar. Dahulu kisahnya mengenai seorang anak perempuan yang menjenguk sang nenek. Sang nenek tinggal di hutan. Selama perjalanan rupanya ada seekor serigala yang mengincarnya. Serigala itu bergegas mendahuluinya  ke rumah sang nenek. Tanpa sadar ada bahaya yang menantinya  di rumah sang nenek, gadis itu berjalan dengan gembira.  Saat sampai di rumah sang nenek, gadis kecil   menemukan banyak kejanggalan dari diri sang nenek yang sedang berbaring di tempat tidur.

“Bukan main besarnya matamu, nenek”  kata gadis kecil berkerudung  merah
“Agar bisa melihatmu lebih baik, sayangku.”  Jawab dengan nenek

“Bukan main besarnya telingamu, nenek”
“Agar bisa mendengarmu lebih baik, sayangku

……………….

Selanjutnya kita semua sudah tahu bagaimana kisah ini berakhir.

Belakangan, bermunculan  cerita yang terinspirasi dari  kisah  Gadis Berkerudung  Merah. Salah satunya versi  ini.  Buku ini  dibuat berdasarkan sebuah naskah yang diterima  Catherine Hardwicke  seorang sutradara. Kisah ini ditulis oleh  David Leslie Johson berdasarkan ide dari Leonardo  DiCaprio. Sang sutradara mencetuskan  ide untuk membuat buku kesahabatnya Sarah Blakley-Cartwright. Gayung pun bersambut!

Sarah tidak hanya membuat sebuah kisah yang indah, yang sangat berbeda dari kisah asli Gadis Berkerudung  Merah tanpa meninggalkan benang merahnya.  Banyak momen penuh emosi yang diungkap. Kisah dalam buku ini bukan hanya sebuah dongeng, tapi lebih sebuah kisah universal, kisah tentang cinta, perselingkuhan,  dan keberanian menjadi dewasa.

Sang gadis sekarang adalah seorang wanita muda. Serigala jahat masih tetap ada namun dengan sosok yang sangat jauh berbeda. Sang nenek tetap ada namun perannya sudah digantikan dengan sebuah kota yang mencekam. Kisah yang ada dalam buku ini,  merupakan ramuan kisah tentang  empat sosok.

 Lucie,  memiliki sikap lembut yang alami dan murni dari dalam diri. Rambutnya tidak merah atau pirang, tapi keduanya. Ia pantas bidup di sebuah negeri kapas di mana langitnya berwarna paduan kuning, biru dan merah muda, alih-alih di Daggorhorn. Ia berbicara dengan suara merdu.

Valerie,  sangat berbeda dengan kakaknya. Ia tak pernah hati-hati menggunakan kata-kata.  Mantel merah  yang ia kenakan adalah hadiah dari sang nenek untuk pernikahannya.  Warna merah itu seakan berasal dari negeri fantasi, warna yang tidak pernah ada di sana. Bahannya  tipis dan nyaris lentur seakan dibuat dari kelopak mawar. Rasanya dingin saat disentuh.

Keduanya  seakan sulur yang saling silang.

 Henry Lazar, semua orang  menganggkap mereka adalah pasangan yang paling serasa. Ia  mencintai dengan  sepenuh hati hingga rela bersekutu dengan musuh terbesarnya guna menyelamatkan kekasih hatinya. Untuk membuktikan cintanya, ia membuat gelang khusus bagi kekasih yang ditempa dengan seluruh jiwanya. Ia bahkan berani menentang orang banyak. Indahnya cinta..

Peter,  pekerja keras dan ulet,  seorang yang memiliki keteguhan, yang memercayai nilai dari sesuatu dan menjaganya sebagai sesuatu yang sakral. Sosok yang kembali setelah sekian lama pergi.

Penduduk   Daggorhorn sering mengalami saat yang menakutkan, minimal satu kali dalam sebulan. Tepatnya pada saat  Malam Serigala  yang selalu terjadi di tiap malam bulan pertama,  Saat itu domba-domba digiring dan dikunci di balik pintu-pintu tebal, dioper dari satu anggota ke anggota yang lain. Seluruh keluarga bersembunyi sambil berdoa, tidak ada yang berani meninggalkan rumah. Mereka bergilir menyiapkan korban saat Malam Serigala, semua  merasa takut!

Ketakutan pula yang membuat mereka bersatu! ‘ …. Hari ini kita bersatu untuk menytakan bahwa kita akan berjuang bukan hanya demi membalas masa lalu kita tapi juga demi memperbaharui masa depan kita. Untuk  mwnunjukkan pada makhluk buas itu bahwa kita menolak untuk hidup dalam ketakutan”

Serigala  hewan yang cukup sering dijadikan tokoh dalam cerita,  merupakan hewan 'berdarah dingin
dan  mamalia karnivora.  Secara umum, serigala mempunyai tinggi sekitar 60cm sampai 80cm (26-32 inci) dan berat sekitar 23-59 kilogram.  Serigala dan anjing mempunyai  nenek moyang yang sama

Awalnya kisah  terasa lambat  karena hanya  berkisar pada situasi  kehidupan di desa saja. Namun sejak peristiwa meninggalnya Lucie, kisah berkembang menjadi  kian seru! Banyak kejutan yang membuat jantung saya berdetak kencang! Untung bukan penderita kelainan jantung. Sepertinya saya akan lebih menyukai filmnya. Banyak adegan yang pasti seru jika dijadikan film. Tapi bukan berarti bukunya kurang menarik lho. Saya rasa  bintang 3,5 layak didapat.

Film RED RIDING HOOD  dibintangi oleh  Amanda Seyfried. Kisahnya dijamin seru! Tapi dari membaca bukunya saja, sudah bisa menebak, kisahnya sangat berbeda jauh dengan versi aslinya.   Sang sutradara, Catherine Hardwicke membawa penonton kesuasana mencekam. Konon film ini  lebih menakutkan dari pada bukunya.  Menilik namanya yang sukses saat mensutradarai  Twilight tak berlebihan jika  diharapkan film RED RIDING HOOD juga mampu mencapai kesuksesan yang sama.
  
Silahkan  uji nyali dengan  mengintip  http://filmonix.com/trailer-film-terbaru/trailer-film-terbaru-red-riding-hood-2011.html

Tahukah kalian……………….!
Kehidupan yang diinginkan Valerie hanyalah bersama  ZZZZZ
Jika ZZZZZ adalah AAAAA maka Valerie  akan menjadi AAAAA juga
Hayuh baca biar tahu  ZZZZZ dan AAAAA

Oh ya..... di halaman belakang ada pesan sponsor  ..... kunjungi www.mizan.com/hikmah untuk ......
kok saya tidak menemukan apa yang saya cari yah???Apa karena jaringan sedang error?
Semua baca  lalu bantu dong menemukan apa yang  saya eh kalian juga pasti ingin tahu

gambar dari :
http://red-riding-hood-guides.blogspot.com/2011_03_01_archive.html
http://kamissore.blogspot.com/2011/04/film-baru-little-red-riding-hood.html
http://mynameisfith.blogspot.com/2011/04/red-riding-hood.html

Ada nobar enggak yahhhhhh????*kedip-kedip sok imuts ahh*

Sabtu, 14 Mei 2011

Tertawa Bersama Kariage Kun

Perkenalanku dengan komik dimulai  dari Chinmi , Kung Fu Boy. Bermula dari bosen menunggu jam kuliah yang belum mulai di sebuah kampus  dikawasan kuningan. Bahan bacaan sudah habis, tengok kanan-kiri beberapa temans edang sibuk membahas sebuah buku dengan kover gambar seorang anak lelaki menggunakan baju ala China. Sekedar iseng, saya meminjannya dan langsung jatuh cinta! Dalam perjalanan menuju kampus satu lagi di kawasan Lenteng Agung, saya mampir disebuah  pusat perbelanjaan di daerah Manggarai, waktu itu masih ada toko buku dan membeli beberapa nomor seri itu. Sejak itu saya mulai melirik komik.

Dalam sembaraang.blogspot.com disebutkan bahwa  komik sebenarnya berasal dari bahasa Inggris “comic” yang berarti segala sesuatu yang lucu serta bersifat menghibur. Cukup sulit untuk menemukan padanan kata yang cocok untuk menyebutnya sehingga penulis akan menyebutnya sebagai komik. Pada awalnya, sebutan komik ditujukan untuk serangkaian gambar yang berurutan dan memiliki keterkaitan antara gambar yang satu dengan lainnya, terkadang dibantu dengan tulisan yang berfungsi untuk memperkuat gagasan yang ingin disampaikan. Secara bahasa komik yang berasal dari bahasa yunani adalah cerita bergambar berbentuk dua dimensi yang bercerita bermacam-macam bahkan hal yang dianggap mustahil untuk terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Saat pertama kali komik muncul, ceritanya biasanya bertema superhero yang menyelamatkan orang-orang tanpa balas budi, namun sekarang komik telah berkembang menjadi berbagai macam pilihan tema.

Sedangkan dalam wikipedia disebutkan bahwa komik adalah suatu bentuk seni yang menggunakan gambar-gambar tidak bergerak yang disusun sedemikian rupa sehingga membentuk jalinan cerita. Biasanya, komik dicetak di atas kertas dan dilengkapi dengan teks. Komik dapat diterbitkan dalam berbagai bentuk, mulai dari strip dalam koran, dimuat dalam majalah, hingga berbentuk buku tersendiri.

Tidak semua jenis komik menjadi konsumsi saya. Umumnya komik bertema detektif, misteri, wayang dan humor yang saya koleksi, walau pertama saya jatuh cinta justru melalui komik laga Kung Fu Boy.Koleksi komik saya antara lain Conan, Kindaichi, DDS, QED,  Kobo Chan serta Kariage Kun.

Kariage Kun adalah manga karya Masashi Ueda,  diterbitkan pertama kali di Indonesia oleh Elex Media Komputindo pada tahun 1999 dan masih berlanjut sampai sekarang walau sempat terpurus beberapa waktu. Manga ini bercirikan 4 coma, yaitu manga strip yang setiap ceritanya hanya terdiri atas empat panel. Walau ada juga yang hanay berisi 1 gamvbar besar, namun jumlahnaya  sangat jarang

Kisahnya  tentang seorang pemuda bernama Shōta Kariage yang bekerja sebagai karyawan di sebuah perusahaan swasta bernama PT Honnyara, kadang disebut juga PT XX. Sebagian besar isi cerita adalah tentang kejahilan Kariage, tapi ada juga seputar kehidupan masyarakat

Dalam kisah ini yang sering menjadi korban kejahilan kariage adalah Pak Kepala , bernama asli Ryūji Kimura  Meski demikian, keduanya tetap akrab, terutama di luar kantor. Ada juga, Bu Kepala Staf, Direktur PT Honnyara,   pemilik apartemen tempat tinggal Kariage serta teman-teman kariage seperti  Yoshida,  Yamashita. Belakangan Pak Kepala dibuatkan

Misalnya kariage yang hobi menonton stasiun televisi sering mendapati cerita dipotong pada saat yang menengangkan dan diberi kalimat, " Bersambung Minggu depan."  Karena kesal, ia pergi ke Stasiun televisi dan menyampaikan keluhannya, " Kalau terus melanjutkan cara-cara yang membodohi pemirsa seperti itu suatu saat...." ia sengaja tidak melanjutkan kalimatnya. Seorang satpam bertanya, "kenapa?" Dengan tenangnya Kariage berjalan keluar dan berkata," Bersambung ke minggu depan" diiringi pandangan heran Satpam dan petugas  resepsionis.

Atau kisah dimana salah seorang teman kantor Kariage  diajhili tanpa sadar. Sebenarnya ia sedang mengkopi sebanyak 50 lembar, sambil menunggu hasil kopian ipergi ke meja salah satu karyawati dan  bercakap-cakap. Denagn jahil Kariage mengutik-utik mesin fotokopi sehingga hasil  kopian yang keluar justru masuk ke mesin penghancur kertas tanpa ia sadari.
Di Jepang, kariage malah sudah dibuatkan serial anime oleh  Masashi Ueda dan Toei Animation. Serial yang terdiri atas 59 episode ini merupakan hasil produksi bersama Fuji TV dan disiarkan di Jepang mulai tanggal 17 Oktober 1989 sampai 21 Desember 1990. Pengisi suara Kariage-kun: adalah Yoku Shioya

Manga (漫画) (baca: man-ga, atau ma-ng-ga) merupakan kata komik dalam bahasa Jepang; di luar Jepang, kata tersebut digunakan khusus untuk membicarakan tentang komik Jepang. Mangaka (漫画家) (baca: man-ga-ka, atau ma-ng-ga-ka) adalah orang yang menggambar manga

Dalam wikipedia, manga dibedakan berdasarkan  jenis pembaca
  • Manga yang khusus ditujukan untuk anak-anak disebut kodomo (子供) — untuk anak-anak.
  • Manga yang khusus ditujukan untuk (Wanita) dewasa disebut josei (女性) (atau redikomi) — wanita.
  • Manga yang khusus ditujukan untuk dewasa disebut seinen (青年) — pria.
  • Manga yang khusus ditujukan untuk perempuan disebut shōjo (少女) — remaja perempuan.
  • Manga yang khusus ditujukan untuk laki-laki disebut shōnen (少年) — remaja lelaki.
Manga ini sungguh cocok untuk dibaca disela-sela waktu luang. Sangat menghibur, terutama karena ceritanya kadang mengambil ide dari kejadian yang ada diseputar kita. Atau jangan-jangan anda sendiri identik dengan sosok Kariage?

Rabu, 11 Mei 2011

The Count of Monte Cristo : Kala Perbuatan Baik Menjadi Bumerang

Judul              : The Count of Monte Cristo
Penulis            : Alexandre Dumas
Penerjemah     : Nin Bakdi Soemanto
Editor             : Dhewiberta
ISBN              : 978-602-8811-24-8
Halaman          : 568
Penerbit          : Bentang


“Kau tahu aku seorang ibu yang baik karena demi anak lelakiku maka aku menjadi seorang penjahat. Seorang ibu yang baik tidak akan pergi tanpa mengajak anaknya”

Kadang perbuatan baik justru membuat diri kita celaka. Setidaknya itu yang terjadi pada diri Edmond Dantes seorang kelasi pertama,  Dantes  muda, jujur dan rajin bekerja, nasib baik membuatnya  mendapat promosi menggantikan sang kapten  yang meninggal   Kebaikan hatinya untuk memberikan bantuan terakhir bagi sang kapten justru membuatnya menderita selama empat belas tahun penjara di Château d'if.

Pihak-pihak yang iri pada kemujuran nasib Dantes dalam karier serta kisah  cintanya dengan seorang gadis bernama Mercedes menyusun siasat jahat  guna mencelakakan Dantes.   Seseorang yang iri karena cinta  sedangkan yang lain karena ambisi.  Seorang lagi sebagai pelengkap. Kebetulan  Dantes membawa sepucuk surat dari penguasa pulau Elba,  Napoleon Bonaparte  untuk diserahkan pada seseorang di Paris. Mereka merekayasa keadaan sehingga Dantes dihukum untuk kejahatan yang tak pernah dilakukannya.

Dalam penjara itu, Dante bertemu dengan seorang pendeta yang menjadi ayah angkatnya kelak. Ia mendapat banyak pelajaran kehidupan. Tak ketinggalan pengetahuan yang mengagumkan. Misalnya  bagaimana cara memisahkan lemak dari daging sehingga tercipta minyak kental yang bisa digunakan untuk lampu. Termasuk  rahasia terbesar  mengenai harta karun. Harta kartun yang membuatnya mampu mewujudkan semua impian balas dendamnya. Menilik kisah yang ada, harta harun yang ditemukan Dantes jumlahnya pasti sangat luar biasa sehingga ia bisa  berbuat apa saja dan  pergi kemana saja yang ia suka.

Hari-hari di penjara dilalui  dengan keinginan menuntut balas pada mereka yang membuatnya menderita. Hatinya juga diliputi rasa rindu terhadap Mercedes. Saat ditangkap, ia sedang merayakan pertunangannya dengan Mercedes.  “ Oh, Mercedes, aku mengucapkan namamu dengan desah sangat sedih, dengan jerit kesakitan, dengan erang putus asa; aku mengucapkannya sambil meremas jerami di lantai sel bawah tanahku..." Satu mata untuk satu mata, satu gigi untuk satu gigi!

Dantes tidak hanya  menjalani hidupnya dengan dendam. Ia berbuat banyak kebaikan kepada mereka yang dahulu baik kepadanya. Dantes, dengan menyamar sebagai  seorang pegawai senior, membeli semua hutang  Morrel  mantan atasannya dan memberikan Morrel perpanjangan tiga bulan untuk memenuhi kewajibannya. Kelak ia membuat Morrel bisa bangkit dari keterpurukan keuangan serta memberikan mas kawin yang sangat luar biasa bagi putri Morrel. Tidak berhenti sampai disana, Dantes juga menjaga anak laki-laki Moreel dalam urusan cinta, dimana ia sendiri kurang beruntung.

Kisah bagaimana Dantes yang beralih menjad Count of  Monte Cristo  melaksanakan aksi balas dendamnya sungguh luar biasa. Dantes mengatur rencana balas dendamnya dengan sedemikian cermatnya. Setiap langkah diatur dengan teliti, setiap tindakan dipertimbangkan dengan matang. Saat balas dendamnya merengut jasa seorang ibu dan anak, Dantes mulai merasa galau akan perbuatannya.

Gelar Count of Monte Cristo yang  digunakan oleh Edmond Dantes merupakan salah satu gelar kebangsawanan di kawasan Eropa.  Count  atau Countess  sendiri tidak harus merupakan keturunannya, namun bisa diberikan kepada seorang tuan tanah yang daerahnya sangat luas, atau  diberikan kepada seseorang yang telah melayani kerajaan, tanpa harus ada nama daerah yang dikuasainya.  Count atau countess atau  Earl  merupakan  peringkat ketiga dalam gelar kebangsawanan. Gelar itu sudah ada sejak zaman Raja Canute (abad 10).

Sedangkan Monte Cristo merupakan sebuah pulau kecil di Italia yang terletak di tengah perjalanan antara Corsica dan Italia Daratan; selatan Elba dan barat Giglio. Pulau ini terpencil dan dilindungi oleh pemerintah Italia sebagai cagar alam dan taman berburu, serta hanya dapat diakses melalui yacht pribadi dan disertai izin.  Tidak ada bangunan di pulau ini, meski reruntuhan sebuah kuil abad ke-13 (dirusak oleh para bajak laut pada 1553) masih terlihat.  Pulau ini paling dikenal berkat kemunculannya sebagai lokasi fiktif dalam novel karya Alexandre Dumas, The Count of Monte Cristo, namun keterangan mengenai pulau itu tidak mirip dengan pulau sebenarnya.

Ada beberapa kejanggalan dalam buku ini. Contohnya kesalahan kata dalam beberapa halaman,  “ Sudah kautunjukkan kepada siaa saja surat ini?” halaman 30. Lalu “Andrea di pembunuh”, “ teriak salah seorang perempuan itu, halaman 441. tapi mungkin juga saya yang salah menangkap katanya.

Saya sempat ragu, pada halaman 141 tertuilsi “Berkelimpahan” duh KBBI saya ada di kantor sehingga tidak bisa mengecek, namun bukannya yang benar adalah “Berlimpahan,” mohon koreksi dung jika saya salah. Selain itu  seringnya pemakaian kata alih-alih membuat  beberapa kalimat menjadi tidak nyaman membaca.

Berhubung saya membaca buku ini dengan memanfaatkan waktu luang yang sangat sedikit, saya sadar betul mungkin kurang konsentrasi sehingga ada penjelasan yang terlewat atau saya lupa pernah membacanya. Tapi sungguh, saya kesulitan mencari arti klerek-klerek. Dalam lingkungan saya, kelerek adalah semacam buah yang sering digunakan untuk mencuci kain batik. Sedang dalam buku ini merujuk pada pekerja, sepertinya llho.

The Count Monte Cristo awalnya diterbitkan dalam Journal des Débats pada   28 Agustus 1844 sampai dengan 15 Januari 1846. Ia pertama kali diterbitkan di Paris oleh Pétion dalam 18 volume (1844-5) [7] versi lengkap dari novel ini dalam bahasa aslinya Perancis diterbitkan sepanjang abad kesembilan belas..

Beberapa adaptasi dari kisah ini antara lain :
Film dan  TV
  • 1934: Count of Monte Cristo, directed by Rowland V. Lee
  • 1940: The Son of Monte Cristo, directed by Rowland V. Lee
  • 1946: The Return of Monte Christo, directed by Henry Levin
  • 1975: Count of Monte Cristo, directed by David Greene
  • 1977: "The Great Vendetta", Hong Kong adaption, while story background is changed in Southern China in Republican Era, television serial starring Adam Cheng
  • 1998: The Count of Monte Cristo, television serial starring Gérard Depardieu
  • 2002: Count of Monte Cristo, directed by Kevin Reynolds
Novel
  • 1853: A Mão do finado, Alfredo Hogan
  • 1881: The Son of Monte Cristo, Jules Lermina
  • 1869: The Countess of Monte Cristo, Jean Charles Du Boys, also 1934 and 1948
  • 1946: The Wife of Monte Cristo
 Audio adaptasi
  • 1938 - Orson Welles and the Mercury Theatre on the Air players (radio).
  • 1939 - Orson Welles with Agnes Moorehead at Campbell Playhouse (radio)
  • 1939 - Robert Montgomery on the Lux Radio Theater (radio)
  • 1947 - Carleton Young (radio series)
  • 1960s - Paul Daneman for Tale Spinners For Children series (LP) UAC 11044
  • 1961 - Louis Jourdan for Caedmon Records (LP)
  • 1987 - Andrew Sachs on BBC Radio
Anime
2004 - Gankutsuou: The Count of Monte Cristo

Alexandre Dumas terlahir dengan nama Dumas Davy de la Pailleterie  pada  24 Juli 1802 ,  meninggal 5 Desember 1870 . Ia merupakan penulis  berkebangsaan Perancis, dikenal dengan novel-novel historisnya yang sarat dengan petualangan. Sebagian besar novelnya, termasuk The Count of Monte Cristo dan Roman D'Artagnan, dibuat berseri, dan ia juga menulis drama, artikel majalah, dan merupakan seorang koresponden yang berpengaruh.

Karyanya antara lain: 
  • Charles VII chez ses grands vassaux
  • Le maître d'armes, 1840
  • The Nutcracker, 1844
  • Roman D'Artagnan:
    • Les Trois Mousquetaires, 1844
    • Vingt Ans Après, 1845
    • Le Vicomte de Bragelonne, ou Dix ans plus tard, 1847
  • The Count of Monte Cristo, 1845–1846
  • The Regent's Daughter, 1845
  • The Two Dianas, 1846
  • Roman Valois
    • Queen Margot, 1845
    • Le Chevalier de Maison-Rouge, 1845
    • La Dame de Monsoreau, 1846
    • The Forty-Five Guardsmen, 1847
  • Roman Marie Antoinette:
    • Joseph Balsamo, 1846–1848
    • The Queen's Necklace, 1849–1850
  • The Black Tulip, 1850
    • Ange Pitou, 1853
    • The Countess de Charny, 1853–1855
  • The Gold Thieves, setelah 1857
  • Le Chevalier de Sainte-Hermine, 1869
 Kata-kata yang paling menawan dalam buku ini adalah, “ ...tidak ada kebahagiaan atau ketidak bahagiaan di dunia ini, yang ada hanyalah perbanadingan dari satu keadaan dengan yang lain. Hanya seseorang yang merasa putus asa benar mampu merasakan berkat yang paling tinggi....” Serta , “ ...bahwa kebijaksanaan manusia termuat dalam dua kata ini: tunggulah dan berharaplah.”

Untuk buku ini bintang 4.5 sepertinya layak. Minus 0,5 untuk ketidak nyamanan beberapa kata salah ketik dan menggunakan kata alih-alih yang menurut saya berlebih. Buku yang layak dibaca!

http://www.goodreads.com/review/edit/11097577-the-count-of-monte-cristo
 
http://www.facebook.com/note.php?saved&&note_id=10150243220687279#!/notes/truly-rudiono/the-count-of-monte-cristo-kala-perbuatan-baik-menjadi-bumerang/10150243220687279

Selasa, 10 Mei 2011

Tetra Mars

My beloved Boni...,
So sorry. Untaian kata-kata Harry membuatku terhanyut hingga melupakan pesona Kota Birumu. Setiap lembarnya memberikan sensasi yang berbeda.  Kapankah kisah Kota Birumu kembali bisa kunikmati? Agar aku  terlepas dari pesona kisah yang menghanyutkan ini!

 *Posisi siap-siap dijitaq*
Waktu pertama kali membaca (draf) buku ini ,memang itu yang dirasakan
So... repiunya nyusul,  mendadak melo nih
Soalnya butuh menenangkan diri agar tidak terlenaaaaa
*siap-siap ngeles dari timpukan*


Oh Iya....................
Buku ini bakalan jadi salah satu hadiah kuis tahab kedua
Jurinya sih masih sama, hayuh siap-siap merapal doa
soalnya  beda dikittttttttttttttt
Yang sudah menang boleh ikut lagi kok

Buku Pintar Mitologi Dunia

Penulis             : Nurla Isna Aunillah
Editor              :Virsya Hany
Tata Isi            : Violet Vitrya
Tata Sampul    : Ruri Hefni
ISBN               :978-602-978-585-2
Halaman          :167
Cetakan           : I, April 2011
Penerbit          : FlashBooks

 Belakangan mulai bermunculan buku yang membahas mengenai mitologi.  Mitologi berupakan ilmu yang menjelaskan mengenai mitos. Istilah ini mulai dipakai sejak abad 15.  Mitos merupakan cerita rakyat yang tokohnya adalah dewa, setengah dewa atau monster yang terjadi di dunia lain pada masa lampau. . Mitos pada umumnya menceritakan tentang terjadinya alam semesta, dunia, bentuk khas binatang, bentuk topografi, petualangan para dewa, kisah percintaan mereka dan sebagainya.

Mitos bisa dibagi bersadarkan wilayah, waktu dan agama. Metoa berdasarkan wilayah  misalnya Mitos Asia, Mitos Afrika, Mitos Eropa. Berdasarkan waktu misalnya Mitos Mesir kuno dari zaman perunggu, lalu  Mitos  Slavic dari zaman prasejarah akhir.

Dalam wikipededia disebutkan   mitos tidak boleh disamakan dengan fabel, legenda, cerita rakyat, dongeng, anekdot atau kisah fiksi. Mitos dan agama juga berbeda, namun meliputi beberapa aspek.  Lebih lanjut lagi, mitos  terkait dekat dengan legenda maupun cerita rakyat. Tidak seperti mitos, pada cerita rakyat, waktu dan tempat tidak spesifik dan ceritanya tidak dinggap sebagai suatu yang suci yang dipercaya kebenarannya. Sedangkan legenda, meskipun kejadiannya dianggap benar, pelaku-pelakunya pada legenda adalah manusia bukan dewa dan monster seperti pada mitologi.

Buku Mitologi Dunia ini memuat mengenai Mitos Para Dewa Bangsa Yunani, Mitologi Para Dewa Bangsa Mesir, Mitologi Para Dewa Bangsa Cina, Mitologi Tempat Terpopuler di Dunia, Mitologi Seputar Tokoh-tokoh Populer, Mitologi Makhluk Populer, Sayang yah tidak ada Mitologi dari tanah air kita tercinta ini, kalau pun ada hanyalah mengenai Gunung Merapi dalam Mitos Tempat Terpopuler di Dunia serta Mitos Nyi Roro Kidul dalam Mitos Seputar Tokoh-tokoh Populer.

Alasan saya membeli eh tepatnya menodong Dion buku ini karena mengharapkan mendapat tambahan referensi seputar mitologi. Maklumlah belakangan aneka buku fantasi yang mengamil inspirasi dari metologi berebut menarik perhatian saya sehingga dibutuhkan banyak referensi untuk bisa  mengupasnya dalam sebuah repiu yang ciamik ^_^

Hayuh kita intip sama-sama yah,....

Judul buku ini adalah Mitologi Dunia, namun setiap babnya menggunakan kata Mitos. Waduh.... bagi yang tidak memahami bahwa Mitologi berupakan ilmu yang menjelaskan mengenai mitos pasti akan merasa heran. Sekedar saran jika memang akan menggunakan istilah yang berbeda sebaiknya  diberikan pemahaman terlebih dahulu. Apalagi mengingat di dalam cerita kadang menggunakan istilah Mitologi, dilain cerita menggunakan istilah Mitos.

Dalam Mitologi Yunani diuraikan mengenai  dua belas dewa.  Mulai dari Dewa Zeus yang dianggap Bapak Para Dewa,  Ares Dewa Perang yang perkasa,  Athena yang memiliki banyak tugas yaitu sebagai  Dewi Perang, Dewi  Kerajinan tangan, Dewi Keterampilan Rumah Tangga dan Dwi Perang, hingga  Dionysus. Nah yang ini segera menarik perhatian saya ^_^

Dionysus mendapat  anugerah ajaib berupa  kemampuan menyuling anggur menjadi    minuman yang lezat. Air suling buah anggur adalah pembawa kegembiraan maupun penyebab kegilaan. Ciptaannyayang memabukkan itu bisa membuat heboh peminumnya dan juga menyulut kekacauan akibat mabuk.  Pada masa kuno, pemujanya berkumpul di hutan dan menari untuk menghormatinya dan minum hingga mabuk. Hem kira-kira bagaimana yah kelakuan seseorang yang mimiliki nama nyaris sama itu *berpikir keras*

Dalam Mitos Dewa Mesir Kuno, kita akan bertemu dengan  Ra/Re/Rah  Dewa Matahari, penguasa tertinggi. Dewa ini dianggap memimpin seluruh langit, bumi dan bawah tanah.  Bangsa  Mesir Kuno percaya bahwa dewa merupakan makhluk-makhluk yang lebih berkuasa daripada umat manusia. Bahkan mereka mengatur aspek kehidupan umat manusia, termasuk memberkati, melindungi, menghukum dan mencabut nyawa manusia.  Konon, dewa ini sering berubah dari waktu ke waktu didasari dengan perjalanan matahari dari pagi hingga petang hari.

Lalu ada juga Dewi Maat. Dewi yang satu ini mempunyai banyak tugas, yaitu sebagai Dewi Kebenaran, Dewi Keseimbangan, Dewi Keteraturan, Dewi Hukum, Dewi Moralitas dan Dewi Keadilan. Terciptanya keserasian dan keseimbangan alam  semesta ini diyakini sebagai salah satu bukti keberadaannya.

Gunung Merapi yang belum lama ini meletus merupakan gunung berapi di bagian tengah Pulau Jawa dan merupakan salah satu gunung api teraktif di Indonesia. Lereng sisi selatan berada dalam administrasi Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan sisanya berada dalam wilayah Provinsi Jawa Tengah, yaitu Kabupaten Magelang di sisi barat, Kabupaten Boyolali di sisi utara dan timur, serta Kabupaten Klaten di sisi tenggara. Kawasan hutan di sekitar puncaknya menjadi kawasan Taman Nasional Gunung Merapi sejak tahun 2004.

 Masyarakat Yogyakarta percaya bahwa gunung ini memiliki penjaga. Mitos nya berawal dari kisah Panembahan Senopati  yang melakukan nyepi di Pantai Parangkusumo.  Ada beberapa nama yang dianggap sebagai penguasa gunung tersebut, yaitu Mpu Romo Permadi (pemilik tanah pemukiman Gunung Merapi),  Eyang Panembahan Prabu Jagad ( tetua  Gunung Merapi dan diyakini bersemanyan di puncak gunung) Eyang Megantoro (penjaga kawah Gunung Merapi) atau Kawah Candradimuko, Nyai Gadung Mlati (pengatur kesuburan daerah kawasan di sekitar Gunung Merapi), Farlo Farli (sang pemberi peringatan jika ada sesuatu seputar gunung tersebut)

Dalam http://www.indospiritual.com/artikel_misteri-gunung-merapi.html disebutkan  bahwa Gunung  Merapi dipercaya sebagai tempat keraton makhluk halus. Panembahan Senopati pendiri kerajaan Mataram memperoleh kemenangan dalam perang melawan kerajaan Pajang dengan bantuan penguasa Merapi. Gunung Merapi meletus hingga menewaskan pasukan tentara Pajang, sisanya lari pontang-panting ketakutan

Penduduk di daerah Gunung Merapi mempunyai kepercayaan tentang adanya tempat-tempat angker atau sakral.  Tempat-tempat yang paling angker di Gunung Merapi adalah kawah Merapi sebagai istana dan pusat keraton makhluk halus Gunung Merapi. Di bawah puncak Gunung Merapi ada daerah batuan dan pasir yang bernama “Pasar Bubrah” yang oleh masyarakat dipercaya sebagai tempat yang sangat angker. “Pasar Bubrah” tersebut dipercaya masyarakat sebagai pasar besar Keraton Merapi dan pada batu besar yang berserakan di daerah itu dianggap sebagai warung dan meja kursi makhluk halus.

Bagian dari keraton makhluk halus Merapi yang dianggap angker adalah Gunung Wutoh yang digunakan sebagai pintu gerbang utama Keraton Merapi. Gunung Wutoh dijaga oleh makhluk halus yaitu “Nyai Gadung Melati” yang bertugas melindungi linkungan di daerah gunungnya termasuk tanaman serta hewan.

Beberapa jenis binatang keramat tinggal di hutan sekeliling Gunung Merapi dimiliki oleh Eyang Merapi. Binatang hutan, terutama macan putih yang tinggal di hutan Blumbang, pantang ditangkap atau dibunuh. Selanjautnya kuda yang tinggal di hutan Patuk Alap-alap, di sekitar Gunung Wutoh, dan di antara Gunung Selokopo Ngisor dan Gunung Gajah Mungkur adalah dianggap/dipakai oleh rakyat Keraton Makhluk Halus Merapi sebagai binatang tunggangan dan penarik kereta.

Sudah menjadi tradisi keagamaan orang Jawa yaitu dengan mengadakan selamatan atau wilujengan, dengan melakukan upacara keagamaan dan tindakan keramat. Dahulu sebelum Mbah Marijan meninggal, beliau yang bertugas memimpin upacara.   Upacara Selamatan Labuhan diadakan secara rutin setiap tahun pada tanggal kelahiran Sri Sultan Hamengku Buwono X yakni tanggal 30 Rajab. Upacara dipusatkan di dusun Kinahrejo desa Umbulharjo.

Sementara kisah  Nyi Roro Kidul dimuat cukup mendalam. Ada dua versi yang beredar di masayarakat kita. Versi seputar asal Nyi Roro Kidul  versi Jawa berbeda dengan Versi Sunda.  Jika dalam masyarakat Jawa Nyi Roro adalah putri dari  Raja Munding Wangi bernama Kadita, maka dalam veri Sunda, Nyi Roro Kidul adalah  putri Prabu Siliwangi yang bernama  Lara Kadita.

Pada masa berkembangnya kejayaan Agama Hindu di nusantara, sosok Nyi Roro Kidul cukup dikenal karena dianggap  sebagai menyeimbang kehidupan, khususnya kehidupan laut.  Namun saat berakhirnya masa Hindu perannya bergeser bahkan sering diidentikan dengan ratu siluman yang mera meminat korban dan digambarkans ebagai tokoh yang haus seks. Tapi sejak Sultan Agung Yogyakarta kembali mengangkat mitosnya, kembali Nyi Ratu Kidul mendapat pengormatan.

Lumayanlah untuk tambah-tambah referensi
Kalau tambah pintar sih tidak terlalu he he he
Thx Dion.... *menunggu buntelan yang lain*

Senin, 02 Mei 2011

Kisah Tentang Perempuan Bernama Keydo


Penulis               : Taty Elmir
Penyunting       : Miranda Harlan
Penyunting 
Bahasa Papua   :  GI Dobonoye
ISBN                    : 978-602-8597-60-5
Halaman            : 400
Penerbit            : Qanita


Keydo
Gadis manis  kidal, jahil, ulet, keras hati dan teramat sangat mandiri. Selalu berjuang untuk mendapatkan cita-citanya. Selalu memegang teguh ajaran agama. Piatu sejak kecil walau berlimpah kasih sayang dari sekitarnya. Cita-citanya sungguh mulia ingin membuka taman bacaan.


Kinang
Si kribo gondrong bertubuh atletis  dengan motto hidup Ridendo Dicere Verum,  yang berjuang tanpa lelah demi memperjuangkan cinta sejatinya, Keydo.CInta yang telah mengubah cara pandang lamanya yang linear, taat alur, mekanistik, dan homogen. Jelajah maha berat atas lompatan tak terhingga membuatnya mengenal cinta yang lain, cinta yang memerdekakannya dari perangkap birahi duniawi dan sekat ragawi.

Kisah dalam buku ini  menitikberatkan pada sosok Keydo. Dimulai sejak Keydo kecil hingga akhirnya ia menjalani fitrahnya sebagai seorang wanita, menikah. Keydo adalah sosok perempuan abad 21yang moderen namun tetap memegang teguh ajaran agamanya. Penulis seakan ingin menitik beratkan pada sosok Keydo, seorang aktifis  perempuan yang tak akan pernah lupa akan kodratnya sebagai wanita.Namun kisah lain justru dimulai sejak Keydo tiada. Kisah mengenai sosok Kinang, yang sayangnya tidak atau belum digali  secara luas oleh sang penulis.    Nyaris seluruh isi buku berkisah mengenai sosok Keydo

Awalnya kisah yang ada berjalan dengan datar, cenderung hambar bagi saya. Penulis seakan berupa keras memperkenalkan sosok Keydo yang nyaris sempurna. Bukan dari sisi fisik tapi dari kepandaian, semangat hidup serta terpenting akhlag. Pembaca seakan dipaksakan untuk menelan bulat-bulat sosok Keydo yang tanpa cela. baru belakangan kisahnya lebih menarik

Membaca kisah  kenakalan Keydo saat kecil sungguh menghibur! Misalnya cerita ia ketikaTerawih dengan jahilnya ia merebahkan badan ke kawan di samping kiri bawah… bisa dibayangkan apa yang terjadi! Robohlah satu staf. Tidak berhenti sampai disitu, ternyata staf itu cukup panjang karena disatukan dengan mereka yang sholat di luar.  Barisan sholat tercerai-berai! Ada yang tetap meneruskan sholat, ada yang menyumpah dengan  kalimat yang tak layak diucapkan disana, ada juga yang memilih berhenti.

Kenakalan Keydo tidak hanya  berhenti sampai disana walau ia sendiri setelah itu takut membayangkan hukuman yang bakalan ia jalani. Keydo dengan aksi nekatnya pernah membubarkan satu sekolah hanya gara-gara tidak mau mengikuti ulangan. Kenakalannya harus diganjar dengan serudukan kerbau.


Kisah mengenai para pahlawan di jalan sunyi seperti yang disebutkan di kover, justru menurut saya hanya sedikit dibahas. Yang banyak memang kisah mengenai aktifitas Keydo. Bahkan kisah kasihnya dengan Kinang bisa dibilang juga hanya sedikit.   Padahal mengutip uraian sang penulis sendiri, “Pahlawan akan selalu hadir di sekitar kita. Sangat dekat dengan kita”maka wajarlah jika saya  menganggap kisah para pahlawan masih sangat sedikit dan dangkal mengingat buku ini juga  mengisahkan banyak tokoh yang hebat.


Banyak hal yang masih bisa dieksplor dari kisah Keydo. Banyak pertanyaan dalam diri saya yang masih perlu dicarikan jawabannya. Seperti bagaimana nasib Pak Djoko   setelah kakinya nyaris putus, lalu bagaimana nasib para peserta kegiatan  Zamrud Khatulistiwa yang lain. Bagaimana bisa Keydo yang sudahberulang kali gagal mendapat kesempatan untuk belajar di luar negeri mendadak bisa lolos dengan mudah, bagaimana juga nasih hubungan Keydo dengan keluaga Widi ?

Latar belakang yang digunakan dalam buku ini sering membuat saya meringis. Waduh kampus saya masih disebut dengan nama lama. Situasi yang digambarkan kadang sepertinya terjadi di tahun sekian namun belakangan  ada kejadian lain yang terjadi di tahun yang lebih muda, tentunya hal ini sangat kontras.

Buku ini juga mengisahkan bagaimana politik bisa berwujud aneka ragam. Dari pengajaran ilmu poltik ke para aktivis muda hingga kelakuan kejam seorang reporter asing yang menyaru sebagai korban pesawat jatuh. Ia rela menjadi istri kepala suku hanya untuk memicu permusuhan dan mendapat gambar ekslusif saat kerusuhan.

Di sisi lain, Keydo memberikan banyak pengetahuan mengenai adat istiadat beberapa suku, bagaimana kehidupan bermasyarakat disana. Kita jadi tahu bahwa walau agama sama, namun bagi penduduk kampungnya menikahi orang lain suku dianggap pendurhaka adat dan agama.  Kecenderungan Keydo menggunakan tangan kiri juga sering membuatnya mendapat masalah. Orang kidal sering dianggap kutukan, sehingga apapun yang dikerjakan Keydo selalu dianggap membawa sial.

Pengunaan penyunting Bahasa Papua, bahasa yang banyak digunakan juga dalam buku ini menandakan seriusnya penggarapan novel yang dilakukan oleh sang penulis. Diharapkan dengan adanya peyunting Bahasa Papua maka tidak ada kesalahan yang dapat menyinggung pihak-pihak tertentu, walau  dilakukan tanpa sengaja.  Kesan lebih akrab dan santai juga diharapkan bisa dibangun dengan menggunakan bahasa daerah sebagai bahasa pergaulan sehari-hari antar tokoh.

Adegan yang paling menyentuh buat saya adalah saat Kinang berhasil meraih mimpinya, menjadi suami Keydo. Keteguhan hati Kinang untuk menikah hanya sekali seumur sesuai janjinya saat menikahi Keydo dibuktikan dengan tetap menyendiri hingga belasan tahun Keydo tiada.  Tabah, sabar dan tawakal. Kalimat singkat namun terasa berat dilaksanakan sering didengar Kinang dan disikapi  dengan bijak.

Penulis merupakan ibu dari lima orang anak dua orang menantu. Sungguh semangatnya patut ditiru. Karyanya kerap menghiasai layar kaca kita. Semoga kita bisa membaca karyanya di lain waktu.

Diakhir repiu, seperti goresan iseng ini cocok untuk menutup kisah Keydo.

Cinta memang aneh
Walau selalu dikumandangkan cinta tak harus memiliki
Faktanya berapa banyak orang yang cukup puas dengan hanya memandang cintanya dari jauh
Cinta membuat seseorang menjadi egois
Cinta juga membuat seseorang menjadi rapuh dan kuat secara bersamaan
Seseorang bisa tertawa sementara hatinya terluka gara-gara cinta
Ada juga yang tak mampu melakukan apa-apa gara-gara hatinya berbahagia karena cinta
Kadang cinta melahirkan penindasan dan penzaliman baru atas nama cinta itu sendiri.


Cintaku padanya &  cintanya padaku
Sudah sampai pada ranah pengertian  tertinggi
Terpenting hatiku dan hatinya berada dalam visi yang sama
Sisanya biarlah semua berjalan apa adanya
Saat ia berbahagia, maka aku juga akan berbahagia
Saat aku menangis, ia juga akan menangis
Apapun kebodohan yang ku kerjakan tak bisa menyakitinya
Segala hal yang diberikannya tak akan mengubah rasa yang ada
Karena cinta sudah menemukan dimana ia harus berada
Rumit? Tentunya tidak untukku dan dirinya
Semuanya berasal  dari  CINTA
Sebuah kalimat singkat yang bermakna dalam



Minggu, 01 Mei 2011

Kuis.......................Kuis....................kuis.......................kuis...................

Seperti yang sempat diuraikan. rencanya bakalan ada kuis yang digelar.
Sesuai hasil rembukan para dewan juri (ehem) yang terdiri dari:
1. Dina Begum (profesional penerjemah)
2. Dion Yulianto (Editor & penulis buku)
3. SIlvero Shan (editor & my beloved manager)

Maka kuisnya akan  dibuat menjadi dua tahap.
Tahap pertama dari tanggal 01 Mei hingga 10 Mei 2011
Tahap kedua menyusul yahhh
Pertanyaannya guampang banget:

1. Follow bloqku  http://trulyrudiono.blogspot.com/
2. Pilih 1  buku & repiu  yang menurut kalian menarik dan sebutkan alasannya. jgn lp tulis jg blog nya yah
3. tag covernya ke mininal 15 orang plus salah 1 dari 3 juri (yg ini via FB yah)
4. pilih pake hadiah yang kalian suka
5, jangan lupa merapal doa ^_^

List buku hadiah:
Paket 1 :
1. Fantasi Fiesta 2010
2. An Old Fashioned Girl  (Louisa May Alcott)
3. Bagaimana cara berhenti merokok

Paket 2 :
1. Immortal (Gillian Shield)
2.  Guardian of Ga'hoole 1
3. My Dad is My Hero ( Susan Raynold)

Paket 3 :
1. Esperanza Rising (Pam Munoz Ryan)
2. Fantasi Fiesta 2010
3. Teman Empat Musim (Ida Ahdiah)

Paket 4
Buku & Merchan eksklusif dari Adhika Pustaka

Contoh
     
http://trulyrudiono.blogspot.com/
paling suka repiunya buku  Drupadi. Mengingatkanku  pada perjuangan dan doa panjang seorang ibu demi anak-anaknya. Kisah yang sangat menyentuh

Kepingin banget dapat paket 3.









SEMOGA SUKSES...............!Bongkar-bongkar lagi  ah siapa tahu nemu buku-buku lainnya
Bagi keluarga dan pacarnya Dewan juri  dilarang ikutan yahhhh he he he

Jumat, 29 April 2011

Misi Menyelamatkan Ayah dan Ibu di Kota Seratus Menara!

Judul: The Hundred Towered City
Penulis: Garry Kilworth 
Penerjemah: Evy Setyarini
Editor: Heni Setiani
ISBN: 979-1122-814
Halaman: 375
Cetakan: I-Maret 2011
Penerbit: LiniKata
Harga: Rp  70.000/HC

Sedang dalam perjalanan singkat ke Praha tahun 1903
Akan kembali dalam beberapa menit
Kalau kami tidak ada saat kalian pulang,
makan malam sendiri saja.
Jika ada masalah, telepon Nenek dan Kakek

Sekilas keluarga Kettle mirip dengan keluarga lainnya. Roger dan Kate  Kettle  memiliki tiga orang anak  Jack, Anne, dan sibungsu  Davey.  Tapi jangan terkecoh dengan penampilan luar mereka. Sang ayah adalah seorang penemu yang cukup handal. Dan temuan terbarunya adalah mesin waktu yang ditempelkan di motornya.

Hadil penemuannya adalah bahwa waktu tidak berjalan dalam garis lurus melainkan alur spiral. Untuk menjelajah waktu, yang harus dilakukan adalah melompat dari satu alur ke alur yang lain. Mesin itu memang masih harus diuji lagi.  Kuncinya hanya satu, pengendara harus berkecepatan persis 47,22 mil per jam dan menahannya selama sepuluh detik untuk menciptakan lubang waktu yang dapat dilalui.

Masalahnya kedua orang tua mereka mengalami masalah di Praha tahun 1903. Hanya berkat bantuan salah satu kerabat jauh sang Ibu, ketiga anak tersebut bisa menyusul ke Praha.  Jack, Anne dan Davey mengalami masa yang sulit. Selain harus hidup beradaptasi dengan situasi saat itu. 

Di sana mereka sempat bekenalan dengan salah seorang yang di masa depan akan menjadi penulis terkenal. Banyak hal yang mereka ketahui tentang masa depan sehingga mereka harus berhati-hati dalam berkata-kata agar tida menimbulkan kekacauan sejarah.

Belum lagi mereka harus berhadapan dengan aneka makhluk ajaib. Mereka bertemu hantu yang  menanggalkan kepala dan mengepitnya di ketiak untuk menunjukkan leher yang pernah digergaji sampai tembus. Anne nyaris dibawa ohnivec alias peri api. 

Mereka bertemu makhluk kecil bertanduk yang tingginya setengah tinggi manusia. Matanya kuning dengan tangan yang besar dan berkuku panjang yang dikenal dengan nama Cert. Davey malah beradu kentut dengan Meluzina  peri bau busuk. Jack malah bersahabat erat dengan  Golem,   monster yang terbuat dari tanah liat di sungai

Mereka juga sempat menghadiri pertemuan para Alkimia. Alkimia  yang berarti ilmu kimia merupakan kata yang bersal dari Bahasa Arab, al-khimia. Mereka umumnya ingin diberi tahu banyak hal tapi tak ingin memberi tahu apa-apa. Mereka tak pernah mau bertukar infromasi apapun. Akibat sikap egois mereka, banyak hal yang tak bisa dibereskan.

Selama usaha penyelamatan kedua orang tua berlangsung. Jack menjadi anggota Resimen pasukan Jalan Kaki ke-14 yang berbasis di Praha kemudian menjadi pasukan elite penunggang sepeda.  Annie menjadi Sophia  seorang pembantu rumah tangga namun dengan cepat menjadi asisten seorang countess.  Sedangkan Davey menjadi anggota teater. Mereka harus bertahan hidup sambil mencari cara agar bisa menemukan dan membawa kedua orang tua mereka kembali. Dan pastinya bukan hal yang mudah!

Ketiga anak tersebut juga bertemu dengan Penjaga  waktu. Penjaga waktu yang bertugas untuk memastikan penjelajah waktu tidak mengubah sejarah dengan cara apapun. Itu juga yang menyebabkan setiap orang yang melakukan penjelajahan waktu dilarang membawa benda dari zaman yang lalu ke zaman sekarang.

Secara keseluruhan, ceritanya menawan, juga banyak kisah menegangkan. Sebenarnya saya sempat ragu apakah layak untuk usia remaja, namun ternyata kisahnya cukup menawan. Keluarga memang segalanya, sehingga saat kedua orang tua anak-anak itu hilang, kita diajak ikut bersedih, saat mereka mencari kedua orang tuanya, terasa sekali semangat perjuangan dituturkan dengan manis oleh sang penulis. Ketika akhirnya mereka bertemu, suasana haru biru digambarkan dengan indahnya.
https://www.goodreads.com/book/
show/3263712-the-hundred-towered-city

Banyak kata-kata yang menarik dalam buku ini. Penerbit seakan ingin memberikan tambahan kosakata ke benak pembacanya. Tapi ada beberapa kata yang ditulis tidak konsisten. Misalnya pada halaman 15 dituliskan “sembilanbelasnoltiga”. Namun pada halaman 17 ditulis “sembilan belas nol tiga”

Yang paling membingungkan saya saat membuat repiu buku ini adalah ketidaksamaan data penulis. Dalam web penerbit  (linikata.com) disebut Garry Killworth sebagai penulis. Tapi di halaman data buku (halaman ii) dituliskan penulisnya adalah Sam Enthoven   Sam Enthoven  merupakan  penulis The Black Tattoo yang membutuhkan 10 tahun masa penulisan. Untuk pihak penerbit sudah menuntaskan kebingungan saya.

Garry Kilworth sang tukang cerita lahir  di York pada 5 Juli  1941.  Jika tidak sedang menulis, ia suka  berpergian,  bermain golf, tenis dan bulu tangkis  serta berjalan-jalan ke desa dengan istrinya Annette.  Ia juga sering mengisi waktu luang dengan  mengunjungi lima  orang cucu. 

Ia juga suka berkebun dan tak risih mengerjakan pekerjaan rumah tangga seperti   memperbaiki hal-hal yang rusak.  Garry juga suka  menonton dan menikmati tidur. Situs resminya adalah  www.garry-kilworth.co.uk. beberapa penghargaan sudah diraihnya.  The Ragthorn yang ditulis bersama   Robert Holdstock,  pada tahun 1992 berhasil meraih  World Fantasy Award  

karya-karyanya antara lain
  • Angel
  1. Angel (1993)
  2. Boggart and Fen (2004)
  • Navigator Kings
    • 1 The Roof of Voyaging (1996)
    • 2 The Princely Flower (1997)
    • 3 Land-of-Mists (1998)
  • Novacon
    • Trivial Tales (1988) [C]

  • The Welkin Weasels
    • 1 Thunder Oak (1997)
    • 2 Castle Storm (1998)
    • 3 Windjammer Run (1999)
    • 4 Gaslight Geezers (2001)
    • 5 Vampire Voles (2002)
    • 6 Heastward Ho! (2003) 
    •  
Novel
  • In Solitary (1977)
  • The Night of Kadar (1978)
  • Split Second (1979)
  • Gemini God (1981)
  • A Theatre of Timesmiths (1984)
  • Tree Messiah (1985)
  • Highlander (1986) (as Garry Douglas)
  • Witchwater Country (1986)
  • Spiral Winds (1987)
  • The Wizard of Woodworld (1987)
  • Cloudrock (1988)
  • The Street (1988) (as Garry Douglas)
  • Abandonati (1988)
  • The Voyage of the Vigilance (1988)
  • The Rain Ghost (1989)
  • Hunter's Moon (1989)
  • Hunter's Moon (1990) (U.S. title The Foxes of Firstdark)
  • Midnight's Sun (1990)
  • Standing on Shamsan (1991)
  • The Drowners (1991)
  • The Third Dragon (1991)
  • Frost Dancers: A Story of Hares (1992)
  • Billy Pink's Private Detective Agency (1993)
  • The Electric Kid (1994)
  • The Phantom Piper (1994)
  • The Bronte Girls (1995)
  • House of Tribes (1995)
  • Cybercats (1996)
  • A Midsummer's Nightmare (1996)
  • The Devil's Own (1997)
  • The Gargoyle (1997)
  • The Valley of Death: Sergeant Jack Crossman and the Battle of Balaclava (1998)
  • The Drummer Boy (1998)
  • Epix: Heavenly Hosts V Hell United (1998)
  • The Lantern Fox (1998)
  • Monster School (1999)
  • Soldiers in the Mist (1999)
  • Hey, New Kid! (1999)
  • Shadow-Hawk (1999)
  • The Icehouse Boy (2001)
  • Soldier's Son (2001)
  • Comix: Monster School (2002)
  • Nightdancer (2002)
  • The Winter Soldiers (2002)
  • Attack on the Redan (2003)
  • Brothers of the Blade (2004)
  • The Silver Claw (2005)
  • Attica (2006)
Puisi
  • The Borgia Brats (1991)
Review
  • Necromancer (1978) by Robert Holdstock
  • A Heron Caught in Weeds (1987) by Keith Roberts
  • The Confessions of a Justified Sinner (1988) by James Hogg
 Serta tak ketinggalan cerita pendek
  • Let's go to Golgotha (1975)
  • Hogfoot Right and Bird-Hands (1984)
  • The Songbirds of Pain (1984)
  • In the Hollow of the Deep-Sea Wave (1989)
  • Dark Hills, Hollow Clocks (1990)
  • In the Country of Tattooed Men (1993)
  • Moby Jack and Other Tall Tales (2005)
  • Tales From A Fragrant Harbour (2010)
 Ada kisah yang lucu seputar kegiatannya menulis. Garry  menulis trilogi 'The Kings Navigator'  Garry melakukan riset yang mendalam saat membuat  buku ini. Setelah penelitian yang intensif, menerima segala macam masukan, Garry  merasa bahwa trilogi itu mungkin merupakan karyanya yang terbaik. Namun kenyataannya berbeda!.  Tidak ada yang membelinya.Pembaca fantasi merasa ini bukan buku dengan tema fantasi, sementara pembaca umum merasa ini buku dengan tema fantasi.

Rekomen buat dibaca. Kisah  mengenai petualangan, cinta  kasih terhadap keluarga serta pelajaran sejarah. KEYEN!

Sumber gambar:
https://www.goodreads.com/

Minggu, 17 April 2011

Hansel dan Gretel

Penerjemah  :  Dhanang Ernawati
                       Ambhita Dhyaningrum
Penyunting   : Jia Effendi
Penulis         : Grimm Bersaudara
ISBN           : 978-979-024-461-0
Halaman       : 184
Penerbit        : Atria


 Apakah kau mengharapkan dongeng manis yang akan membawamu melayang ke alam mimpi?  Kau boleh mencari ke tempat lain.

SANGAT SETUJU!
Buku ini bukan tentang kisah romantis seorang putri atau seorang anak yang berbakti. Bukan juga pemuda miskin yang ternyata  adalah seorang pangeran. Ini bukan buku tentang kisah menye-menye.

Kisah yang ada  justru beragam. Ada yang mengisahkan tentang seorang anak, tentang binatang bahkan ada yang bertema fantasi. Misalnya seorang anak dengan tubuh seukuran jari namun memiliki orang tua yang bertubuh normal.  Buku ini merupakan buku yang berisi kumpulan dongeng-dongeng yang dikumpulkan oleh Grimm bersaudara.

Ada   sembilan belas dongeng dalam buku ini. Dongeng-dongeng itu adalah; Musisi dari Bremen,  Teka-teki,  Tom Ibu Jari,  Briar Rose,  Dua Belas Putri yang Menari, Pengantin Perampok, Ratu Lebih, Raja Janggut-mengerikan,  Peri Pembuat Sepatu,  Aschenputtel,  Hansel dan Gretel, Serigala dan Tujuh Kambing Kecil, Pangeran Katak, Frau Holle,  Rumpelstiltskin, Tiga Pemintal, Gadis Angsa, Rapunzel, Snow-White, Beberapa dongeng mungkin sudah sering kita dengar dan sering diadabtasi dalam berbagai bentuk seperti drama, film dan serial televisi.

Kisah Musisi dari Bremen malah dijadikan ikon dari Kota Bremen di Jerman. Disana dibuat sebuah patung yang terinspirasi dari kisah ini. Tepatnya pada saat  keledai berdiri di dekat jendela, lalu anjing  berada di atas punggungya, kucing merangkak naik ke bahu anjing, terakhir ayam jantan terbang ke kepala kucing dan mereka bersama-sama mengeluarkan suara guna  menakut-nakuti para perampok.

Kisah mengenai dua putri yang setiap malan menari telah dikembangkan oleh penulis  lain dan diterbitkan oleh penerbit kita tercinta  dengan  judul  Princess of the Midnight Ball. Kisahnya mengenai Putri Rose,  sulung dari dua belas putri dari Kerajaan Westfalin, yang dikutuk untuk berdansa setiap malam oleh Raja Under Stone di istananya, jauh di bawah permukaan bumi. Kutukan itu telah menghantui Putri Rose dan adik-adiknya sejak mereka lahir—dan hanya kematian yang mampu membebaskan mereka.  Rose bertemu Galen, seorang mantan prajurit yang menjadi asisten tukang kebun istana, berjiwa petualang, dan penuh tekad. Galen menawarkan diri untuk menyelamatkan Putri Rose dan adik-adiknya.

Dewasa ini beberapa kisah yang dikumpulkan Grimm bersaudara memiliki perbedaan yang mencolok pada beberapa bagian. Misalnya pada kisah  Briar Rose.  Dalam kisah ini  sang pangeran bisa dengan mudahnya masuk ke dalam istana lalu mencium sang putri. Jren......g! Semuanya kembali normal. Dalam sebuah versi lainnya, sang pangeran harus berhadapan dengan naga dan penyihir yang kejam untuk bisa  masuk ke istana  itu.

Lalu kisah seputar Snow-White dikenal juga dengan Putri Salju dan Tujuh Kurcaci, tokoh sang ibu tiri yang kejam diceritakan dihukum penjara di istana. Padahal pada vesi aslinya, sang ibu tiri dipaksa menggunakan sepatu  besi yang panas dan harus menari hingga meninggal.

Beberapa kisah memang memberikan ajaran moral yang patut dikenang. Namun beberapa kok seakan digunakan untuk menakut-nakuti anak-anak.  Pada saat 1800-, situasi masyarakat berubah dengan cepat. Kadang malah terjadi kekejaman dimana-mana. Banyak terjadi pembakaran bagi wanita yang dituduh sebagai penyihir, banyak anak yang disia-siakan seperti kisah Hansel dan Gretel.

Satu yang sedikit mengganjal dalam dirinya saya, kenapa yah ibu tiri dalam setiap ksiah yang ada dalm buku ini selalu digambarkan kejam? Akibatnya banyak anak yang membenci ibu tiri, padahal ada juga loh ibu tiri  yang baik dan tidak hanya sayang pada ayahnya he he he.

Grimm Bersaudara adalah  kakak-adik Jakob (1785-1863) dan Wilhelm Carl Grimm (1786-1859). Saat kecil, ibu mereka., Dorathea  suka sekali mendongeng.  Sang ayah Philip Wilhelm Grimm  adalah seorang pengacara. Sayangnay dongeng-dongeng yang mereka dengar hanya  disampaikan secara  turun menurun secara lisan.

Pada tahun 1810 mereka sepakat untuk mengumpulkan cerita-cerita tersebut dari para petani dan penduduk kampung. Butuh dua tahun untuk akhirnya mereka menerbitkan Kinder-und Hausmarchen. Tahun 1814 mereka menerbitkan volume kedua yang terdiri dari 70 dongeng,  Kumpulan dongeng itu terus direvisi hingga menjadi tujuh volume pada tahun 1875 dengan total cerita sebanyak 210. Kinder-und Hausmarchen. Bukan kisah fantasi!  Melainkan penggambaran keadaan sesungguhnya pada masa itu.

Banyak yang memberikan kritik pedas karena judul yang mereka berikan adalah dongeng anak, sementara isinya banyak yang tidak cocok untuk anak.  Sebagian besar guru dan orangtua di abad sembilan belas menyesalkan isi dongeng yang dikumpulkan karena mentah dan tidak beradab. Memang tujuan utama mereka mngumpulkan dongeng adalah sebagai rekaman sejarah. Catatan mereka kadang malah melebihi panjang dongen itu sendiri. Mereka ingin menjadi  patriot folklor, alih-alih pendongeng cerita anak.

folklor adalah bentuk kesenian yang lahir dan menyebar di kalangan rakyat banyak. Ciri dari seni budaya ini yang merupakan ungkapan pengalaman dan penghayatan manusia yang khas ialah dalam bentuknya yang estetis-artistis. Karena di dalam melaksanakan hubungan-hubungan yang komunikatif, seni mengungkapkannya melalui bentuk-bentuk estetis yang dipilihnya.(  http://pbsindonesia.fkip-uninus.org/media.php?module=detailmateri&id=71)

 Buat yang tertarik ingin membaca cerita yang lain, monggo diintip di http://www.grimmstories.com/