Selasa, 03 November 2026

2026 #11: The Ending Writes Itself

Penulis: Evelyn Clarke
Penerjemah: Muthia Esfand
ISBN: 9786340523621
Cetakan: Pertama-Agustus 2026
Halaman: 387
Penerbit: Aruna Books
Harga: Rp 115.000
Rating: 4/5

"Kami memberikan salah satu dari kalian kesempatan untuk menyelesaikan buku terakhir Arthur Fletch ... untuk menyempurnakan busur Petrarch ... untuk menuliskan Tamat!"
Hal 47

Sebagai penggila buku, mengetahui ada  buku tentang dunia penerbitan  setelah Yellowface karya RF Kuang,  tentunya akan sangat  tergoda untuk memasukan dalam timbunan (semoga tidak terlalu lama ditimbun).  Ditambah, tukang ahli bahasa merupakan sista yang sudah cukup lama  malang melintang di dunia buku tanah air. 

Judul buku, langsung mengingatkan pada salah satu karya Agatha Christie-And Then There Were None, versi terjemahan sudah diterbitkan oleh penerbit G dan sempat membuat ramai karena dianggap rasis sebelum diganti.  

Kisah dibuka dengan berkumpulnya beberapa penulis di Pulau Skelbrae. Mereka dipilih khusus oleh Arthur Fletch, salah satu penulis misteri tersohor dan terlaris di dunia (ceritanya).  Ada pasangan  Malcolm & Sienna Buchanan (Penn Stonely), Jaxon penulis sci-fi, Millie Mitchell penulis YA Fantasi, Kenzo Gray penulis horor, serta  Priscilla RenĂ©e Fox.  

Baru sampai halaman  awal saya sudah dibuat penasaran. Ternyata dari  seluruh tamu undangan yang hadir, hanya Priscilla  yang baru pertama kali dikontrak untuk menerbitkan karyanya. Sungguh kontras dengan penulis lain yang sudah memiliki banyak karya dan penggemar. Hem... siapa dia sebenarnya? Kenapa dia dipilih?

Lanjut,  para penulis tersebut diberikan waktu 72 jam untuk bisa menyelesaikan  ending dari karya terakhir Fletch. Dengan iming-iming satu juta dolar plus 1 juta dolar lagi dalam bentuk kontrak penerbitan, siapa yang tidak tergoda dengan dua juta dolar!

Semula setiap orang bersemangat menghadapi persaingan yang akan terjadi, hingga satu demi satu para penulis ditemukan dalam kondisi tewas. Suasana kian mencekam hingga akhirnya tersisa 1 orang! Apakah benar ia pembunuhnya? Bagaimana ia melakukan pembunuhan, merupakan hal yang menjadi tanda tanya. Bagian ini benar-benar membuat ingat pada buku karya AC.

Akhir kisah memang bisa ditebak, tapi menebak siapa yang menjadi  terakhir selamat, atau siapa pelakunya merupakan keseruan tersendiri.  Singkatnya, sosok yang terakhir bertahan untuk bisa keluar dari pulau walau dalam kondisi luka, ternyata orang yang sama sekali tidak diduga. Setidaknya ia lebih beruntung hanya terluka dibanding kehilangan nyawa. 

Sementara pelaku kejahatan, benar-benar sosok yang tak terduga mampu melakukan hal seperti itu. Buku ini mengajarkan bahwa seseorang bisa menjadi sosok yang berbeda. Untuk itu perlu selalu waspada pada orang yang tak dikenal, dalam kasus ini pertama kali bertemu,agar tidak terjadi hal-hal yang menakutkan.

Setelah dikaji lebih jauh, ternyata, urusannya tidak hanya terkait dengan hadiah yang dijanjikan tapi ada hal yang lebih besar. Ada niat jahat pelaku untuk memiliki salah satu barang kesayangan dari Arthur Fletch.

Ohya, terkait siapa pemenangnya, silakan baca sendiri.  Banyak kejutan yang muncul dalam buku ini. Silakan mencoba menebak, namun jika tidak tepat janganlah kecewa.

Saya sempat mencoba membayangkan bagaimana situasi di pulau tersebut. Sepertinya lumayan mewah.  Bahkan para penulis disediakan kertas yang senada dengan warna dinding kamar tempat mereka menginap. Luar biasa sekali perlakuannya. 

Penulis buku ini, Evelyn Clarke, sebenarnya merupakan gabungan nama dari VE Schwab dan Cat Clarke. Meski ditulis oleh 2 orang, jalan cerita buku ini mengalir tanpa terlihat ditulis oleh 2 orang yanng berbeda. Setidaknya bagi saya, entah bagi pembaca yang lain.

Sempat iseng mencari informasi terkait buku ini di Goodreads. Tenyata sebagian besar mengambil  kover serupa dengan yang terbit di Indonesia. hanya ada 2  dari 36 edisi yang menggunakan kover berbeda. Penasaran juga kenapa banyak penerbit yang memilih kover yang sama.

Ketika mendiskusikan buku ini dalam sebuah acara bersama teman-teman sesama penggila buku beberapa waktu lalu, banyak yang sependapat bahwa melalui buku ini banyak informasi terkait dunia penerbit di luar negeri terkuak, termasuk kasus berseterunya 2 penulis besar. 

Buku yang unik.

Sumber Gambar:
Dokumentasi Klub Buku Depok



Tidak ada komentar:

Posting Komentar