Minggu, 01 Januari 2012

Buku di 2011


Januari


1 1 Nibiru dan Kesatria Atlantis Tasaro 692 4
2 2 Diary Si Bocah Tengil : Hari-hari Sial Jeff Kinney 217 3
3 3 Wolfsangel  (Paperback)
Wolfsangel 
M.D. Lachlan 551 4
4 4 Fablehaven (Fablehaven, #1): Suaka Rahasia Brandon Mull 452 4
5 5 Ranah 3 warna A. Fuadi 473 4
6 6 Little man Louisa may S 453 4
7 7 Percy Jacksn Buku 5 Rick Riordan 452 4
8 8 The Social Media Marketing Book Dan Zarella 209 3
9 9 Buku Pintar Penerbitan Buku Tim Grasindo 165 3
10 10 Mathias Muthus, Kesetiaan Tiga Dasawarsa,The Fury (The Vampire Diaries, #3)
Mathias Muthus, Kesetiaan Tiga Dasawarsa
 Rita Triana Budiarti 106 3
11 11 The Fury (The Vampire Diaries, #3) L.J Smith 283 3
12 12 A Touch of Death Charlaine Harris 186 4
13 13 The Prince and the Pauper  Mark Twin 434 3
14 14 Shin Suikoden 1 (Petualangan Baru Kisah Klasik Batas Air)
Shin Suikoden 1
Eiji Yoshikawa 488 2




5161







Februari


1 15 I am Number Four Pittaxus Lore 500 5
2 16 Shin Suikoden 1 (Petualangan Baru Kisah Klasik Batas Air)
Memburu Emas Terpendam 
Franklin W Dixon 200 3
3 17 Shakespeare's Landlord (A Lily Bard Mystery, #1) Charlaine Harris 288 4
4 18 Memburu Emas Terpendam (Hardy Boys, #5)
First Step 2 Forever
Justin Bieber 240 3
5 19 Sherlock Holmes & Laskar Jalanan Baker Street : Penculikan Watson  Tracy Mack ,  Michael Citrin 220 3
6 20 The Girl Who Kicked the Hornets' Nest Stieg Larsson 984 5
7 21 100 Cupboards :Portal Petualangan  N.D Wilson 260 2
8 22 Valharald  Adi Toha 441 3
9 23 Hardy Boys, #10: Tengah Malam yang Mencekam Franklin W. Dixon 174 4
10 24 Silver Stone Ardina Hasanbasri 315 3
11 25 Ghostgirl: Lovesick Tonya Hurley 385 3
12 26 Rindu Purnama Tasaro G.K, Ahmad Fuadi 384 3




4391

Maret



1 27 Nyai dan Pergundikan di Hindia-Belanda Reggie Baay 320 4
2 28 Warna langit
322 4
3 29 The Rescue (Guardians of Ga'Hoole, #3) Kathryn Lasky 248 4
4 30 Kompor Mleduk Benyamin S The Creative Library   3
5 31 Suddenly Supernatural: Arwah di Sekolah Elizabeth Cody Kimmel 207 3
6 32 Cinta yang Hilang O. Henry 118 3
7 33 Sisters Red (Sisters Red, #1) Jackson Pearce 324 4
8 34 Kompor Mleduk Benyamin S.,Empress Orchid
The Last Empress (Paperback)
Achee Min 538 4
9 35 Empress Orchid Achee Min 620 3
10 36 Pearls of China Achee Min 406 5
11 37 Last Tango Robert Alley 256 2
12 38 Madame Mo Achee Min 544 3
13 39 Eight Cousins Louisa May Alcott 384 4
14 40 Dark Reunion (The Vampire Diaries, #4) L.J Smith 321 4
15 41 Rahasia Penggilingan Tua (Hardy Boys, #3) Franklin W. Dixon 172 4
16 42 Anak Arloji Kurnia Effendi 236 4
17 43 Misteri Pulau Kabin Franklin W. Dixon 184 4
18 44 Big Breasts and Wide Hips Mo Yan 751 4




5951

April



1 45 A Golden Web Barbara Quick 274 3
2 46 Rumah Seribu Malaikat,Spring-Heeled Jack (Jack Si Pelompat: Kisah Tentang Keberanian dan
 Kejahatan)
Rumah Seribu Malaikat
Yuli Badawi 421 4
3 47 Spring-Heeled Jack Philip Pullman 128 3
4 48 Jackdaw Summer David Almond 195 2
5 49 Presiden Prawiranegara  Akmal Nasery Basral 400 3
6 50 Sumbangan-Sumbangan Karya Sains Super  Dion Yulianto 299 3
7   Dahsyat Islam Abad Pertengahan      
8 51 Goodreads: Komunitas Gila Baca, Tempat Jitu Promosi Buku Alexius Satyo Widijanuarto 168 2
    Promosi Buku      
9 52 How to Become a Money Magnet: Rahasia Menarik  Marie-Claire Carlyle,  271 5


Uang dengan Cepat dan Mudah


10 53 The Hundred-Towered City
375 4
11 54 Keydo Taty Elmir 400 3
12 55 The Wind in the Willows Kenneth Grahame 144 4




3075

Mei



1 56 Buku Pintar Mitologi Dunia  Nurla Isna Aunillah 168 3
2 57 The Count of Monte Cristo  Alexandre Dumas 568 5
3 58 Red Riding Hood Sarah Blakley-Cartwright  341 4
4 59 Miss Billy Eleanor H. Porter 308 3
5 60 Tetra Mars Harry K. Peterson, 507 5
6 61 Fatamorgana di Segitiga Emas Suryatini N. Ganie 211 3
7 62 Treasure island Robert Louis Stevenson 352 3
8 63 Math doesn't Stuck  Danica McKellar                 350 4
9 64 Berguru Pada Pesohor: Panduan Wajib   Diana AV Sasa  265 4
10 65 Untung Surapati Yudhi Herwibowo 660 3
11 66 Mortlock Jon Mayhew 386 3




4116







Juni



1 67 Shadowland Alyson Noel 433 3
2 68 Anggelos Harry k. Peterson 515 3
3 69 Assassins's Apprentice Robin Bobb 532 3
4 70 Firelight Sophie Jordan  426 3
5 71 The Alchemist's Secret Scott Mariani 510 5
6 72 Warriors #1 : Into The Wild Erin Hunter 345 4
7 73 Wither Lauren Destefano 384 3
8 74 The Pregnancy Handbook Nadia Mulya 220 3
9 75 Prophecy of the sisters Michelle Zink 359 4
10 76 9 Summers 10 Autumns Iwan Setyawan  221 3
11 77 Avonturir #1 :  Terjebak di Pulau Dinosauru Mara Deka 120 5




4065

Juli



1 78 A Tale Dark and Grimm  Adam Gidwitz 226 4
2 79 Cinta Tak Pernah mati
227 3
3 80 The Miracle of Endorphin Dr. Sheigo Haruyama 264 3
4 81 2 Donny Dirgantoro 418 4
5 82 One amazing think Chitra banerjee Divakaruni 422 3
6 83 Perfect Chemistry Simone Elkeles 451 3
7 84 The Govins Diana Caroline 190 3
8 85 The Day Of The Jackal  Frederick Forsyth 609 3




2807

Agustus


1 86 The Book With No Name Anonymous 493 4
2 87 Nightfall (Vampire Diaries: The Return Series #1) L.J Smith 685 3
3 88 Misteri di Balik Hutan Harlan Coben 492 3
4 89 The Alchemist and the Angel Joanne Owen 360 3
5 90 Snow Flower and the Secret Fan Lisa See 516 4
6 91 Momoye: Mereka Memanggilku  Eka Hindra 314 4
7 92 Meraba Indonesia: Ekspedisi "Gila" Keliling Nusantara Ahmad Yunus  372 3
8 93 Ekspedisi Buki Kaja Yudhi Herwibowo 118 4
9 94 Perjalanan Menuju Cahaya Yudhi Herwibowo 200 4
10 95 Uncle Tom's Cabin  Harriet Beecher Stowe 612 3
11 96 Perpustakaan Ajaib Bibbi Bokken Jestein Gaarder & Klaus Hagerup 282 5
12 97 Penangsang: Kidung Takhta Asmara PurwOkartun, NasSirun 672 3




5116  







September


1 98 Incarceron (Incarceron, #1)  Catherine Fisher 492 4
2 99 Specials Scott Westerfeld. 390 3
3 100 Buku-buku Yang Mengubah Dunia: Lebih dari 50 Buku Andrew Taylor, 220 5


yang Paling Berpengaruh dalam Sejarah Manusia

4 101 The Freak Show Rino Sutan Sinaro 120 3
5 102 Sang Guru & Secangkir Kopi: Sejarawan Onghokham Andi Achdian 139 3
     dan Dunia Baru Bernama Indonesia!      
6 103 Fall of Giants Ken Follet 308 4
7 104 Diary si Bocah Tengil 5: Kenyataan Pahit Jeff Kinney 218 4
8 105 Bangkitnya Bintang Malam (Fablehaven, #2)  Brandon Mull 508 4




2395

Oktober



1 106 The Candy Makers Wendy Mass 564 3
2 107 Avalon, Jalinan Sihir : Lingkaran-lingkaran Air Rachel Roberts 257 3
3 108 Fablehaven #3: Cengkaman Wabah Bayangan Brandon Mull 672 4
4 109 Harun dan Samudra Dongeng Salman Rushdie 228 4
5 110 The Red Pyramid (Kane Chronicles, #1) Rick Riordan 518 4
6 111 The Vampire Diaries: The Return: Shadow Souls
710 4
7 112 Bedeviled Book #1 : Daddy's Little Angel Shani Petroff 250 4
8 113 Judul Buku ini Rahasia Pseudonymous Bosch 364 3
9 114 Makrifat Jawa Abdurrahman El-Ashiy 310  
10 115 Bedeviled Book #2 : The Good, The Bad and The Ugly dress Shani Petroff 245 5
11 116 Rembulang Ungu Bondan Nusantara 511 3
12 117 vandaria Saga : Ratu Seribu tahun ardani persada 540 4
13 118 Luka dan Api kehidupan  Salman Rushdie 300 4




5469







November


1 119 The Jungle Book Rudyard Kipling 239 3
2 120 Eye of the Crow (The Boy Sherlock Holmes #1) Shane Peacock  368 4
3 121 The Grey Labyrinth (The Search for Merlin # 2) Tyas Palar 267 3
4 122 GEDORAN DEPOK--Revolusi Sosial di Tepi Jakarta 1945-1955 Wenri Wanhar 234 3
5 123 Anak Rembulan - Negeri Misteri di Balik Pohon Kenari Djokolelono  350 4
6 124 Shangri-La (The Hidden City): Rahasia Sihir dan Angka 13  Ken Budha 484 3
7 125 Dark Goddess Sarwat Chadda 480 3
8 126 Batik: From The Courts Of Java And Sumatra  Leo Haks 96 4




2518

Desember


1 127 Dunsa Vinca Calista 453 3
2 128 The Odessa File Frederick Forsyth 507 3
3 129 Sweetly Jackson Pearce 409 4
4 130 Argenteuil: Hidup Memisahkan Diri NH Dini 208 3
5 131 The Enchanted Castle E. Nesbit 378 3
6 132 Raise the Red Lantern Su Tong 136 4
7 133 The Khilafa Zaynur Ridwan  311 3
8 134 Narend : Petualangan ke Negeri Kutukan Linuwih Nata Permana 296 3
9 135 Kitab Monster dan Makhluk-makhluk Ajaib  Anasrullah 180 4
10 136 The Spook's Battle Joseph Delaney 520 4
11 136 City of Thieves (Kota Para Pencuri)  490 3
12 137 Laba-laba dan jaring kesayangannya Elwyn Books  White 239 3




4127








Buku paling tebal




The Girl Who Kicked the Hornets' Nest Stieg Larsson 984


Big Breasts and Wide Hips Mo Yan 751

1 Nibiru dan Kesatria Atlantis Tasaro 692 4








Buku Paling tipis




Batik: From The Courts Of Java And Sumatra  Leo Haks 96 4


Mathias Muthus, Kesetiaan Tiga Dasawarsa
Mathias Muthus, Kesetiaan Tiga Dasawarsa
 Rita Triana Budiarti 106 3


Cinta yang Hilang O. Henry 118 3


Ekspedisi Buki Kaja Yudhi Herwibowo 118 4








Bintang 5



1 Empress Orchid
I am Number Four
Pittaxus Lore 500

2 Pearls of China Achee Min 406

3 How to Become a Money Magnet: Rahasia Menarik  Marie-Claire Carlyle, 



Uang dengan Cepat dan Mudah



4 The Count of Monte Cristo  Alexandre Dumas 568

5 Tetra Mars Harry K. Peterson, 507 5

6 The Alchemist's Secret Scott Mariani 510 5

7 Perpustakaan Ajaib Bibbi Bokken Jestein Gaarder & Klaus Hagerup 282 5

8 Buku-buku Yang Mengubah Dunia: Lebih dari 50 Buku Andrew Taylor, 220 5


yang Paling Berpengaruh dalam Sejarah Manusia













Rabu, 21 Desember 2011

Perebutan Lampion Merah

Judul Asli: Raise the Red Lantern
Penulis: Su tong 
Penerjemah: Rahmani Astuti
Penyunting: Anton Kurnia
Pemeriksa Aksara: Dian Pranasari
ISBN: 978-979-024-375-0
Halaman: 136
Penerbit: Serambi
Rating: 4/5

Usia memang tidak kenal ampun dan aku tidak tahan untuk menggunakan obat perangsang seperti  salep tiga cambuk

Dasar pelacur kecil murahan!

Andai saya bisa bertemu dengan seorang wanita  dari Negara Cina, maka saya akan mengajukan sebuah pertanyaan yang mengganjal selama ini. Pertanyaan yang timbul akibat seringnya membaca cerita dengan latar belakang Cina. 

Apa yang membuat seorang wanita bisa menerima suaminya memiliki wanita lain, bahkan kadang mereka sendiri yang memilihkan istri bagi suaminya. Apakah karena status sosial, menjaga garis keturunan, penggabungan dua keluarga besar demi usaha, atau untuk urusan sex?

Dalam The Good Earth, Wang terlihat sangat mencintai dan menghormati O-lan  istri pertamanya. Tapi tetap  saja saat ia mulai sukses, ia mengambil selir. ” Dan kau jangan mengira, hai perempuan goblok, satu perempuan saja sudah cukup bagi seorang pria. Dan meskipun perempuan itu adalah perempuan yang sudah rela bekerja susah payah untuk suaminya.... Aku sudah merasa jenuh menggauli istriku saja, dan sebagai tuan tanah yang sanggup memberi makan kalian semua, apa aku tak boleh punya satu perempuan lagi?”  Seiring kesuksesannya, jumlah selirnya kian bertambah tanpa perduli bagaimana perasaan istrinya

Pada kisah Pavillion of Women, Madame Wu malah membelikan gundik bagi suami agar ia bebas tugas. Jika ditanya   bagaimana perasaan kedua, mereka  memang masih saling mencintai. Semua dilakukan Madame Wu justru untuk kebahagian sang suami. 

Ia sadar kondisinya sudah tidak seperti dulu sehingga sang suami butuh seseorang yang bisa melayaninya. Madame Wu mencarikan gundik yang cocok, bahkan Madame Wu mengajari gundik tersebut  bagaimana cara melayani sang suami.

Satu yang menjadi kesamaan para wanita tersebut, Walau di hadapan umum mereka sering terlihat kompak, minimal tidak menunjukkan konflik secara terbuka, persaingan memperebutkan gelar kesayangan tak bisa  dihindari lagi. 

Di depan sesama wajah mereka manis bak malaikat, dibelakangnya mereka memasang wajah bagaikan setan! Walau mereka mencarikan suaminya perempuan lain, tetap saja mereka ingin menjadi yang utama.

Sukacinta, yang selalu berusaha menjalankan ajaran Budha dengan benar, Mega, yang sangat menyukai kwaci  dan memiliki roman wajah yang memancarkan kehangatan, Karang, yang memiliki kecantikan fisik dan suara merdu, Teratai, yang baru satu tahun duduk di bangku kuliah. Mereka adalah empat wanita  dengan kepribadian yang berbeda, kesamaan diantara mereka adalah Chen Zuoqian, suami mereka.

Saat menikah dengan Tuan Besar Chen Zuoqian  usia  Teratai baru sembilan belas tahun. Sementara sang suami berusia lima puluh tahun. Pernikahan itu terjadi guna membayar hutang sang ayah yang bangkrut dan bunuh diri. Sebagai tanda kasih sayang ibu tiri kepada ayahnya, Teratai dicarikan tuan yang baik dan kaya.

Sebagai istri termuda, jelas sang suami menaruh perhatian lebih.  Wajar juga jika istri-istri yang lain merasa cemburu dan berupaya merebut perhatiannya. Mereka berempat berebut lampion  merah. Lampion merah sebenarnya hanyalah sebuah lampion biasa yang berwarna merah. Yang membuatnya menjadi istimewa justru fungsi lain dibalik gungsi utamanya sebagai penerang. 

Jika sang suami sudah menentukan pilihannya, maka kamar istri yang dipilih ditandai dengan pemasangan sebuah lampion merah. Semakin sering lampion  dipasang di depan kamar tersebut, artinya semakin sering tuan besar mengunjungi penghuni kamar itu. Maka bisa disimpulkan siapa yang sedang menjadi kesayangan.

Teratai yang masih muda beliau sudah harus bersaing dengan istri-istri yang lain demi mendapat perhatian sang suami. Persaingan diantara mereka  dalam kisah ini sedikit menyeramkan. Bahkan melibatkan para anak. 

Tapi mau tak mau saya harus mengangkat topi untuk Teratai. Walau usianya muda, ia mampu mempertegas posisinya sebagai istri, sejajar dengan yang lain.  Taktik yang dilakukan oleh Teratai kadang terlalu kejam buat saya, tapi.... dipikir-pikir pintar juga cara Teratai membalas dendam, terutama saat adegan potong rambut he he he

Selain  berkisah mengenai konflik antara para istri, kisah ini juga diberi bumbu mengenai kesulitan Tuan Besar Chen Zuoqian   dalam menjalankan kewajibannya. Buku ini  menunjukkan bahwa sex merupakan hal yang mendapat pertimbangan  matang saat seorang pria mengambil istri lagi. 

Bagaimana nasib sang istri juga ditentukan dengan seberapa pandainya ia mengurus suami dan membuat panas tempat tidur. Selain  urusan konflik, ada juga bumbu misteri, perselingkuhan dan asmara. Ada  suasana menyenangkan, mengharukan bahkan menakutkan!

Kover bernuansa merah selain sesuai dengan judulnya, lampion merah juga mengingatkan kita akan suasana pernikahan ala Cina yang didominasi dengan warna merah. Sosok perempuan menggunakan  cheongsam berwarna merah  membuat yang melihat bisa segera menangkap pesan terselubung, ada sesuatu dibalik warna merah. Andai saja warna cheongsam dibuat lebih terang tentunya kover buku ini secara keseluruhan lebih cerah.

Buku ini  sudah difilmkan dengan Gong Li sebagai Teratai.  Semula judul kisah ini dalam versi Bahasa Inggris adalah Wives and Concubines. Saat difilimkan, judulnya menjadi  Raise the Red Lantern mengambil adegan pemasangan lantera merah di depan kamar istri pilihan malam itu.

Sungguh kisah yang menggoda! Layak mendapat 4 bintang Untuk menghormati Teratai, mari kita renungkan perkataanya
“ Bunga bukanlah bunga dan orang bukanlah orang
Bunga adalah orang dan orang adalah bunga”

Sumber gambar:
https://www.goodreads.com/

Selasa, 20 Desember 2011

Dunsa, Antara Bakti dan Durhaka

Judul: Dunsa
Pengarang: Vinca Calista
Penyunting: Jia Effendie
Penyelaras: Ida Wajdi dan Fenty Nadia
Pewajah Isi: Aniza Pujiati
ISBN: 978-979-024-492-4
Halaman: 453
Penerbit: Atria

Anure vutar nakhalak retkatgna yhalil abmek! Gnugag nilapasa ugnephaluc numeknak iskay nemnaipot urpraga ini anugrebkat hubuti kusam! Anure vutar iskasgna yhalpu dihil abmek! Ukuta rgnugag nayhalil abmek!

Beberapa sahabat saya sudah mulai menguliti  kisah ini. Belakangan buku ini  memang sedang gencar dibicarakan. Bahkan saat MATA GRI  2011 yang lalu, buku ini menjadi rebutan saat keberadaannya sebagai buku hadiah diumumkan.

Sepertinya kisah  mengenai buku ini sudah diketahui banyak orang. Maka izinkan saya menguliti dari sisi lain. Pertama saya hanya bisa bilang MENYEBALKAN!
Betapa tidak...., buku ini hadir saat saya sedang kejar tayang urusan kantor sehingga tertunda untuk membacanya. Tapi... terus terang duet dua oknum, Jia dan Ida sudah menjadi  jaminan buat saya, ada ”sesuatu” di buku ini. 

Nekat mencuri-curi waktu untuk membaca, malah kian MENYEBALKAN karena saya sering kehilangan sensasi keseruan  cerita. Akhirnya diputuskan untuk begadang guna menuntaskan buku ini tanpa disela apapun!  Setelah kejar tayang semalam, harus menyebutkan lagi kata MENYEBALKAN!  Kenapa enggak dibaca dari kemarin he he he

Idenya sungguh patut dipuji!  Seorang anak yang harus bertarung dengan ibunya, bahkan harus membunuhnya demi kebaikan orang banyak.. Bagaimana juga  seorang ibu adalah tetap menjadi ibu. Walau Phi, panggilan untuk Merphilia, tokoh kita sudah dimantrai agar melupakan masa lalunya, tapi ia  tetap tidak mengubah sebuah fakta  bahwa ia  memiliki seorang ibu yang kebetulan harus bersebrangan. 

Membunuh berarti menyelamatkan banyak orang, tapi di sisi lain berarti berbuat dosa besar dengan menyakiti seorang ibu yang selama sembilan bulan menjaga dalam kandungan.

Akan lebih mengusik emosi pembaca jika Phi dibuat tidak begitu saja pasrah akan :”takdir” yang disandangnya. Mungkin dengan membuatnya merasa penasaran dan mencari tahu siapa ibunya, tidak hanya puas  dengan cerita dari pihak istana dan  Bruzila pengasuhnya. 

Sisi ini harusnya bisa diolah dengan lebih optimal sehingga menjadi lebih  menarik.tidak hanya adegan perkelahian saja  antara Ratu Merah dan Phi yang selalu kelihatan begitu bernapsu membunuhnya.

Tokoh Bruzila sepertinya kurang diberi peran kecuali sebagai seseorang yang mengasuh Phi. Kalau pun sedikit menonjol hanya betapa besar pengaruhnya pada Phi  di halaman  sekian he he he Begitu juga dengan beberapa tokoh yang sepertinya hanya  sebagai bumbu penyedap saja. Jadi berkesan seperti sinetron kolosal.

Kisah di halaman  322-323 sebenarnya sedikit membingungkan saya, bagaimana bisa  benda itu ditemukan dengan begitu mudahnya? Bukannya Ratu Veruna seharunya sudah mengantisipasi hal tersebut dengan melakukan penjagaan yang ketat dan sejenisnya? Andai saja ini bisa dikembangkan, kisah Dunsa bisa lebih dari satu buku.

Kisah kasih antara tokoh utama  memang selalu menjadi bumbu penyedap. Begitu juga kisah kasih Phi. Sudah tertebak bahwa kelak akan ada bagian yang menyebutkan bagaimana Phi dijodohkan dengan pangeran Z tapi justru menjalin cinta terlarang dengan pangeran Q.  Sikap mereka yang bersikap acuh tak acuh pada status mereka membuat pembaca langsung bisa menebak kemana hubungan mereka akan dibawa (alah!)

Belakangan ini penulis kisah fantasi sering menambahkan data pendukung seperti peta dan silsilah guna membantu pembaca kian menikmati cerita. Dalam Dunsa kita akan menemukan peta serta silsilah keluarga kerajaan.

Peta yang ada persis dengan penggambaran penulis mengenai suatu lokasi. Konsisten dan sangat teliti. Saat membaca sebuah lokasi, saya langsung terbayang  dengan peta yang ada di  halaman awal buku. Membuat saya kian berasa ikut bersama mereka dalam kisah ini, berada  di sisi Pangeran  Skandar (gak mau rugi cari yang guanteng)

Lain  lagi terkait urusan silsilah, selain tidak nyaman dibaca, saya harus menduga-duga perbedaan kotak yang satu dengan yang lain, yang menandakan si pemilik nama masih hidup atau sudah meninggal. Coba ada penjelasannya dan font lebih nyaman pasti lebih menyenangkan untuk dibaca.

Penjabaran penulis mengenai suatu hal langsung di kalimat berikutnya sungguh sangat membantu pembaca menikmati kisah yang ada. Misalnya perihal  Zauberei dihalaman  tiga puluh, lalu Oro-Roku  di halaman 10-11. Disana ditulis, “  Kabarnya mereka terkena Kutukan Ora-Roku…. Ora-Roku adalah monster ular raksaksa berkepala enam yang legendari  dan dianggap telah punah.”  Pembaca tidak perlu bolak-balik  mengintip  glosarium agar mengerti apa itu Ora-Roku.

Di  akhir buku  ternyata terdapat  glosarium, sayang kurang lengkap. Andai perihal Ora-Roku dan lainnya juga dicantumkan kembali di glosarium tentu akan lebih membantu menikmati kisah ini, terutama bagi mereka yang menikmati kisah tidak dengan sekali baca. Maklum begitu banyak makhluk dan tumbuhan yang ada 

Usul jahil, bagaimana jika diciptakan sebuah suplemen yang berisi  hal-hal yang ada di Dunsa, seperti hewan, tumbuhan, mosnter dan sebagainya. Jika ditambah dengan ilustrasi tentu kian seru. Oh yah  makhluk fantasi favorit saya adalah  Wyattenakai.

Satu lagi kelebihan buku ini, penulis tidak  latah membangun sebuah dunia seperti  LOR, HP dan lainnya. Unsur lokal  juga  ditawarkan disini. Lebih baik hanya sedikit dari pada tidak ada sama sekali.

Secara garis besar kisah ini diramu dengan apik. Semuanya  mengalir dengan manis, walau ada kekurangan di sana-sini tapi cukuplah tertutup dengan kelebihan yang disajikan. Hanya kadang  perpindahan  sebuah peristiwa atau lokasi masih kurang manis sehingga  terasa janggal seakan ada bagian yang dibuang. Harry K. P, Bonmedo Tambunan, Andry Chang awas... ada pesaing baru!

Setelah Tasaro dengan bahasa Kedalunya, buku ini juga menawarkan sebuah bahasa khusus yang membuat kisahnya kian seru.Hem ada artinya atau sekedar permainan huruf yahhh 

Saat membaca nama-nama di belakang saya baru sadar nama saya tidak ada di sana. Sepertinya saya sudah melakukan preorder. Tapi biarlah, enggak penting. Toh buku ini mendarat dengan manis atas jasa Bapak Peri Buku a.k.a M Dyan Prianto.

Apa lagi yahhhh?
Sementara itu dulu lah....

Ekzh ierebu aziam admal-as ekzh.

Minggu, 11 Desember 2011

Perburuan Eduard Roschmann, Jagal dari Riga


Penulis: Frederick Forsyth
Penerjemah: Ranina B. Kunto
Penyunting: Adi Toha
Pemeriksa aksara: Dian Pranasari
Pewajah Isi: Dinar Ramdhani Nugraha
ISBN: 978-979-024-372-9
Tebal: 507 hlm.
Penerbit : Serambi


Aku tidak memedam kebencian kepada rakyat Jerman, karena mereka bangsa yang baik. Suatu  bangsa sebenarnya tidaklah jahat, hanyalah pribadi-pribadi, individu-individulah yang jahat.

Tidak ada dosa kolektif, tidak ada dosa bersama.
 
Mendengar atau membaca perihal NAZI (NazionaliSozionalisme), sebuah partai besar dan tunggal yang berkuasa di Jerman  antara  tahun 1933 sampai 1945 (semasa perang dunia II), tak lengkap tanpa menyinggung  perihal Adolf Hitler sosok yang dianggap paling bertanggung jawab akan pembantaian Bangsa Yahudi yang dikenal dengan istilah Holocaust. Holocaust sendiri berasal dari Bahasa Yunani yang berarti berkorban dengan api.

Kisah dalam novel ini adalah seputar petualangan seorang wartawan muda bernama Peter Miller yang menyelidiki perihal seorang  kapten SS bernama Eduard Roschmann. Ketertarikan Miller pada Roschmann, bermula dari ditemukannya sebuah catatan harian Salomon Tauber  seorang Yahudi Jerman yang pernah tinggal di kamp konsentrasi. Catatan harian tersebut diberikan oleh rekannya di kepolisian, Karl Brandt. Tauber sendiri ditemukan tewas bunuh diri dengan gas.

Catatan harian tersebut memuat kekejaman yang dilakukan oleh Roschmann selama berada di Ghetto Riga dan bagaimana Tauber berupaya bertahan hidup sesuai janjinya kepada seorang wanita tua agar bisa menceritakan kenistaan yang mereka alami pada dunia.

“Kau harus tetap hidup. Bersumpahlah padaku bahwa kau akan tetap hidup. Berjanjilah kepadaku kau akan keluar dari tempat ini hidup-hidup. Kau harus tetap hidup agar dapat bercerita kepada mereka yang ada di dunia luar, apa yang telah menimpa rakyat kita di sini. Berjanjilah demi Sefer Torah.” (halaman 74)

Odessa bukanlah nama tempat namun akronim dari Organisation Der Ehemaligen SS-Angehörigen, Organisasi mantan Anggota SS.  Menyadari akan kekalahan yang sudah di depan mata, para pimpinan SS berusaha menghilangkan jejak serta  menjalani hidup baru.

Guna  mempermudah  pelarian maka  organisasi Odessa dibentuk. Sementara itu SS merupakan kependekan dari  Schutz-Staffel   dikomandani oleh Heinrich Himmler dengan  tugas khusus membersihkan Jerman dan Eropa dari semua yang dianggap tak berharga bagi kehidupan dan membinasakan setiap orang Yahudi.

Dalam buku ini disebutkan beberapa misi yang diemban oleh Odessa, misalnya untuk  membayar pengacara terbaik untuk memberikan bantuan hukum bagi para pembunuh SS yang diajukan ke pengadilan, penyusupan kembali mantan SS  ke dalam setiap lini kehidupan di Jerman, serta terpenting adalah  menggiatkan propaganada  bahwa tindakan pembunuhan yang dilakukan oleh SS adalah tindakan yang dilakukan oleh prajurit patriotik. Keberdaan Odessa sendiri bak bayang-bayang.

Pada awalnya  saya mengira kisah dalam buku ini penuh tentang  upaya Miller berupaya menyeret  Roschmann. ke penjara karena perlakuannya dimasa lalu serta membongkar jaringan Odessa Tapi ternyata belakangan terungkap alasan lain  mengapa  Miller berupaya menemukan Roschmann. 

Saya sudah mulai membayangkan aneka kisah yang mencekam. Apalagi dalam kisah ini diceritakan keterlibatan dua wanita dalam kehidupan Miller, ibu dan kekasihnya. Sayangnya dugaan saya salah! Serunya buku ini justru mulai dari halaman  348. Sebuah kesalahan kecil yang diakibatkan terlalu bersemangatnya Miller membuat jiwanya berada dalam bahaya.

Membaca kekejaman yang terjadi sungguh membuat saya merinding. Uraian terinci di halaman 105 sungguh membuat saya mengutuk mereka! Saya tidak akan menguraikan apa saja kekejaman yang mereka lakukan sebaiknya dibaca sendiri saja yah..

Satu adegan yang paling membuat mata saya (sedikit)  mengeluarkan air mata adalah saat Tauber yang berupaya bertahan hidup dengan segala cara termasuk menjadi musuh bagi kaumnya  sendiri demi janjinya pada seorang wanita tua, suatu hari harus mengantarkan isterinya, belahan jiwanya menuju gerbong tempat eksekusi. 

Selama dua puluh tahun ia mencoba mengartikan arti tatapan mata terakhir Esther istrinya. Apakah cinta, kebencian, penghinaan atau rasa kasihan, kebingungan, bahkan mungkin pengertian? Saat itu tanggal 29 Agustus 1942. Hari itu jiwa di dalam tubuhnya telah mati.

Swastika (卍) diyakini sebagai salah satu simbol tertua di dunia, berdasarkan temuan pada makam di Aladja-hoyuk, serta  ditemukannya berbagai variasi Swastika pada peninggalan  arkeologis.  Swastika sendiri  terdiri dari kata Su yang berarti baik,  serta  Asti yang berarti adalah dan akhiran Ka yang membentuk kata sifat menjadi kata benda. Sehingga lambang Swastika merupakan bentuk simbol atau gambar dari terapan kata Swastyastu , terjemahan harafiahnya adalah semoga dalam keadaan baik

Foto-foto dari:
http://www.qualityinformationpublishers.com/historicalpictures/nazi%20concentration%20camp10.gif http://mt1.google.com/vt/lyrs=m@167000000&hl=id&x=599&y=361&z=10&s=Galile