Sabtu, 08 Agustus 2026

2026#

Judul asli: Seribu Bintang Menyinari Matahari
Penulis: Yudhi Herwibowo
ISBN 10: 6238371706
ISBN 13: 9786238371709  
Halaman: 304
Cetakan: Pertama-Juni  2026 
Penerbit : Baca
Harga: Rp
Rating:
 


Para tokoh juga mendapat     ada Gayatri primadona Matahari, Ari Sabda penulis naskah cerita, 
Dengan demikian pembaca bisa semakin memahami bagaimana karakter setiap tokoh,

\.

Kehidupan saat itu tidaklah mudah,  apalagi  sejak Jepang iku tcampur  urusan panggung sandiwara. Tengok Nyonya Besar Liam Jia  yang harus merekan harga dirinya dicabik-cabik   Tuan Nakamura agar bisa menemui dan membebaskan suaminya dari tahanan. Sementara Sadira  walau anak seorangdemi mendapat peran yang lebih besar ia rela melakukan hal yang tak masuk pikiran nalar, 


  Primadona panggung Gayatri  juga tak luput dari kesalahan, demi mendapatkan 2 tiket menonton sandiwara bersama Sadira, ia melakukan hal yang tak lazon. Bagi Sadira apa yang dilakukan gatri adalah hal yang menjijikan, sementara bagi Gayatri  apapun akan ia lakukan demi dapat menonton bersama orang yang dianggapnya sahabat.







Dibandingkan buku Mas Yud lainnya, buku ini memuat cukup banyak catatan kaki. Jika dicermati, catatan kaki tersebut tidak saja memperjelas tentang sesuatu hal yang ada dalam cerita, tapi juga memberikan tambahan pengetahuan seputar kondisi saat penjajahan Jepang. Misalnya pada halaman 15
disebutkan tentang koran yang menjadi sumber pemberitaan utama untuk surat kabar lainnya di Jawa. Informasi tentang Ibu Sud sebagai ketua bidang seni dan suara Keimin Bunka Shidosho di halamana 22.  Sedangkan catatan kaki di halaman 90, memberikan informasi tentang asal mula  pengunaan mata uang rupiah setelah sebelumnya menggunakan uang kertas gulden. Sejak dulu, Mas Yud memang tidak pernah tanggung jika terkait urusan riset untuk bukunya. 





Dardanella lahir di tengah-tengah masa kejayaan Miss Riboet atau lebih dikenal dengan Miss Riboet Orion. Tak heran jika motivasi kelahiran Dardanella menyaingi kepopuleran, keberhasilan, dan kesuksesan kelompok Miss Riboet. 

Pemain sandiwara terkenal dari kelompok Dardanella pada zaman kolonial meliputi Tan Tjeng Bok, Miss Dja, dan Andjar Asmara [5.8]. Kelompok teater Dardanella didirikan di Sidoarjo pada tahun 1926 oleh A. Piedro (Willy Klimanoff). [1, 2, 3, 4, 5]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar