Sabtu, 06 Mei 2023

2023 #12: Cerita Para Peri Dalam Fabel Bunga-bunga

Judul asli: Fabel Bunga-bunga
Penulis: Louisa May Alcott
Penerjemah: Titik Andarwati
Editor: Yudhi Herwibowo
ISBN: 9786238023011
Halaman: 188
Cetakan: Pertama-2023
Penerbit: bukuKatta
Harga: Rp 65.000
Rating: 3.75/5 

"Hasrat-hasrat gelap dan tak menyenangkan yang telah kau lihat dalam hatimu, awasilah mereka dengan baik saat mereka hanya tinggal sedikit dan lemah, kalau tidak mereka akan membuat seluruh hidupmu menjadi gelap dan menutup cinta serta kebahagiaan selama-lamanya."
- Fabel Bunga-bunga, hal 154-

Sosok Louisa May Alcott selama ini dikenal sebagai penulis serial Little Women, kisah tentang kehidupan 4 bersaudara March. Meski demikian, sesungguhnya ia juga menghasilkan karya-karya lain yang tak kalah menarik, seperti An Old Fashioned Girl, Rose in Bloom, Lulu's Library,  dan lainnya.

Flower Fables-judul asli buku ini, merupakan karya pertama  Louisa May Alcott ketika berusia 16 tahun. Buku yang ditulis dengan mempergunakan nama asli. Butuh waktu sekitar 6 tahun untuk akhirnya terbit pada tanggal 9 Desember 1854. Sepengetahuan saya,  terjemahan buku ini di tanah air baru tersedia versi ini saja. Jika saya salah, mohon beri tahu.

Buku ini merupakan  kumpulan cerita-cerita fantastis yang dipersembahkan untuk Ellen Emerson, putri  Ralph Waldo Emerson-salah satu sahabat keluarga. Versi asli karya ini juga bisa diperoleh melalui gutenberg.org.

Begitu melihat kover buku ini, tanpa membaca judul, pembaca sudah bisa menduga cerita yang ada dalam buku. Terdapat 6 kisah dalam buku ini. Mulai dari Dongeng Bunga-bunga; Pelajaran Bunga; Ripple, Sang Roh Air; dan Lily Bell dan Thistledown. Kemudian ada juga puisi, yaitu Pelajaran Bunga; Bunga Semanggi; serta Lagu Peri. Tentunya dengan adanya tambahan pengantar  dari penulis yang diberi judul Dongeng Bunga-bunga, serta informasi tentang diri penulis sebagai pentup.

Alkisah diceritakan pada suatu saat, ketika bulan musim panas bersinar terang di atas bumi yang tertidur, diadakanlah sebuah pesta. Ratu Peri yang duduk di bawah naungan mawar liar meminta agar para peri berbagi kisah atau menceritakan apa yang mereka pelajari. Secara bergantian para Peri menuturkan kisah mereka.

Kesempatan pertama diberikan pada Peri mungil cantik yang dipanggil Sunny Lock.  Si Peri menuturkan kisah tentang Raja Frost atau Kekuatan Cinta.  Hati sang raja yang kejam dan dingin berkat kelembutan dan ketekunan Peri Violet menjadi mencair. 

Semula kerajaannya terasa dingin dan suram. Sang raja suka menyebarkan kebencian di kerajannya.  Banyak bunga-bunga yang berguguran layu. Peri Violet, mampu memuatnya  tak lagi menyebarkan kesedihan dan kehancuran di atas bumi, serta membenci  dan mengusik bunga-bunga  yang hidup di kerajaannya.   

Peri Violet sesungguh adalah peri yang bisa dikatakan paling lemah diantara yang lain. Berkat tekat kuat karena kecintaannya akan bunga, serta didorong dengan semangat pantang menyerah, dan tentunya kelembutan hati yang membuat banyak pihak bersimpati membantu, ia mampu membuat hati Raja Frost menjadi luluh. 

Sebuah pesan moral yang layak ditiru. Bahwa tak ada yang tak mungkin, selama merasa yakin dan mau berusaha. Bahkan untuk sosok yang dianggap paling lemah. Kesabaran dan sikap ramah bisa melunakkan kekerasan hati, 

Annie Kecil  dalam kisah Mimpi Annie Kecil atau Bunga Peri,  sangat ingin menjadi anak yang baik. Untuk itu, ia harus mampu menaklukkan berbagai nafsu dan emosi yang ada dalam dirinya. Untuk membantu, sang Peri memberikan hadiah berupa Bunga Peri yang tak dapat dilihat orang lain. 

Jika ia berbuat dan berkata-kata baik, maka bunga tersebut akan mengeluarkan bau harum. Tapi jika ia berbuat dan berpikir yang buruk, maka akan ada bunyi lonceng dari bunga tersebut sebagai peringatan.

Meski terlihat mudah, ternyata tak seperti yang diperkirakan oleh  Annie Kecil. Lonceng peringatan sering berbunyi, seiring waktu Bunga Peri menjadi semakin layu. Annie semakin merasa kesal, ia berusaha keras mencari Peri yang dahulu memberinya hadiah. Hal yang ternyata sulit. 

Berkat tekat dan usaha kerasnya, Annie akhirnya bisa belajar mengendalikan diri.  Terutama ketika Peri membuat segala hal buruk yang ia pikirkan dan ucapkan menjadi sesuatu yang menyeramkan. Peri memberikan hadiah mimpi indah atas usaha Annie menjadi anak yang baik. Kisah indah tersebut disampaikan oleh  Moonlight.

Saya sempat mengira ada dua kisah dengan judul yang serupa. Karena pada Daftar Isi, tertulis Mimpi si Kecil Annie atau Sang Peri Bunga di halaman 143. Tapi di halaman 143, belum ada kisah baru. Kisah yang baru ada di halaman 144 dengan judul kisah Mimpi Annie Kecil atau Bunga Peri.   Pada versi asli, judulnya adalah Little Annie's Dream: Or The Fairy Flower. Semoga jika cetak ulang bisa diperbaiki. 

Puisi dengan judul Lagu Peri, disajikan sebagai penutup  kisah. Setelah para peri bergiliran  menyampaikan cerita, maka tibalah saatnya untuk beristirahat tanpa kecuali. Bagaimana juga, semua makhluk juga butuh istirahat bukan?.

Buku yang layak diberikan sebagai hadiah untuk anak-anak hingga remaja. Agar mereka bisa mengambil pelajaran dari kisah yang disampaikan. Sebenarnya, orang tua juga layak membaca buku ini, guna menyegarkan ingatan akan masa kecil yang penuh warna.                                                      
Setelah selesai membaca keseluruhan kisah, saya agak bingung dengan pemilihan judul. kenapa ditulis  Fabel Bunga-bunga? Karena yang saya pahami tentang apa itu fabel, sepertinya tidak sesuai untuk menggambarkan isi buku.

Menurut laman  berikut,  fabel adalah cerita yang menceritakan tentang kehidupan para binatang yang bertingkah laku seperti manusia. Fabel adalah karangan fiksi atau fantasi (imajinatif). Terkadang fabel memilih karakter minoritas dalam bentuk manusia. Fabel juga sering disebut cerita yang mengandung moral karena memiliki pesan-pesan yang berkaitan dengan moralitas. Para karakter dalam cerita fabel adalah semua binatang.

Dalam buku ini, tokoh utamanya adalah para peri, dan sepertinya peri bukanlah binatang. Tapi, jika diperhatikan lebih mendalam, beberapa tokoh dalam buku ini juga ada binatang.  Mungkin penulis memiliki alasan tersendiri, entahlah. Atau bisa juga pengetahuan saya yang kurang.

Untuk urusan alih bahasa, tentunya tak perlu diragukan lagi, penerjemah mampu membuat pembaca terbuai dengan rangkaian kata yang ada, Bukan hal mudah, Apalagi mengalihkan puisi yang ada ke bahasa Indonesia. Sebagai contoh,  terjemahan puisi Lagu Peri yang dalam versi asli  berjudul Fairy Song berikut ini.

The moonlight fades from flower and tree, 
And the stars dim one by one ; 
The tale is told, the song is sung, 
And the Fairy feast is done. 
The night-wind rocks the sleeping flowers, 
And sings to them, soft and low. 
The early birds erelong will wake : 
'T is time for the Elves to go. 
O'er the sleeping earth we silently pass, 
Unseen by mortal eye, 
And send sweet dreams, as we lightly float 
Through the quiet moonlit sky ; — 
For the stars' soft eyes alone may see, 
And the flowers alone may know, 
The feasts we hold, the tales we tell : 
So 't is time for the Elves to go. 
From bird, and blossom, and bee, 
We learn the lessons they teach ; 
And seek, by kindly deeds, to -win 
A loving friend in each. 
And though unseen on earth we dwell, 
Sweet voices whisper low, 
And gentle hearts most joyously greet 
The Elves where'er they go. 
When next me meet in the Fairy dell, 
May the silver moon's soft light 
Shine then on faces gay as now, 
And Elfin hearts as light. 
Now spread each wing, for the eastern sky 
With sunlight soon will glow. 
The morning star shall light us home : 
Farewell ! for the Elves must go

Nukilan terjemahannya sebagai berikut, 
Cahaya bulan memudar dari bunga  dan pohon,
Dan bintang-bintang meredup satu per satu,
Dongeng diceritakan, lagu dinyanyikan,
Dan pesta selesai.
Angin malam mengguncang bunga-bunga     yang sedang tidur,
Dan bernyanyi untuk mereka, dengan lembut dan rendah.
....
Dengan sinar matahari yang akan segera bersinar,
Bintang pagi akan menerangi kita pulang;
Selamat tinggal! Karena para peri harus pergi.

Sekedar iseng, saya mengintip  informasi terkait buku ini di situs Goodreads. Ternyata ratingnya  lumayan 3,48/5. selain itu, juga sudah tersedia banyak versi, ada 1770! Kok jadi tergoda mengoleksi aneka cover yang menarik. 

Sebagai pemilik Puri Little Women, tentunya saya sangat berbahagia menyediakan tempat bagi "saudara jauh" Little Women di rak buku saya. Buku ini akan ditempatkan di area buku karya Louisa May Alcott yang lain. 

Sumber gambar:
https://www.goodreads.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar