Sabtu, 11 Februari 2017

2017 # 012: Petualangan Jake Ke China

Judul: Nightship to China
Penulis: Damian Dibben
Penerjemah: Nadya Anwiani
Penyunting: Dyah Agustine
ISBN:9786024410018
Halaman:365
Cetakan: Pertama-Januari 2017
Penerbit:Mizan Fantasi
Harga: Rp 79.000
Rating:3/5

Kau akan berpikir bahwa setelah empat dekade bertugas di dinas rahasia aku akan terbiasa mengambil nyawa orang.... kenyataannya, tidak begitu. Kau tidak akan pernah terbiasa mengambil nyawa seseorang

Kembali kita diajak mengikuti petualangan Jake, Nathan, Topaz menghadapi mantan agen yang membelot, Xi Xiang. Ancaman kali ini adalah rusaknya jalur perdagangan timur-barat serta memicu perang dunia. Bukan hal yang mudah pastinya apa lagi sempat tersiar kabar Xi XIang bersekutu dengan Philip Djones, kakak Jake yang disebut-sebut hilang saat tugas.

Sebagai tugas awal, ketiga agen tersebut ditugaskan ke London untuk mencari berbagai informasi sekecil apapun itu. Untuk kali ini Charlie punya peran yang berbeda tapi tak kalah seru. Jake tetap berharap bisa menemukan sang kakak bagaimana pun kondisinya serta mmbersihkan nama baik keluarga. Lumayan menegangkan upaya yang dilakukan Jake untuk mencari kakaknya. Lalu apakah Jake bisa bertemu dengan Philip kakaknya? Silahkan baca he he he.

Versi Bahasa Jerman
Seperti judulnya, buku ini sangat menonjolkan mengenai Cina. Dari lokasi kisah hingga musuh yang dihadapi. Keberadaan agen yang berasal dari Cina justru memperkuat kesan bahwa agen rahasia mereka berasal dari seluruh penjuru dunia dan berbagai waktu yang beragam. 

Petualangan kali ini meminta korban yang tak tanggung-tanggung. Tidak hanya dari pihak lawan namun juga dari pihak dinas rahasia. Ramalan seorang peramal tua di jalan terbukti!

Sementara urusan percintaan mulai muncul terang-terangan terungkap dalam buku ini. Ada yang bahagia dalam jatuh cinta, tapi ada yang bersedih karena gagal bercinta. Jake sendiri sepertinya mulai mengenal apa itu cinta dan uang mana kagum (ehem).

Wah ternyata nama keluarga Jake bukanlah nama yang sesungguhnya. Nama keluarga Djones semula bukanlah itu, karena sesuatu peristiwa maka nama tersebut diubah menjadi Djones agar mudah diucapkan saja. Kisah lengkapnya ada di halaman 361. Jadi penasaran, ada kejutan apa lagi kelak dari keluarga ini.

Bagi saya, selain menghibur, buku ini memberikan informasi mengenai Cina. Mulai dari tentang penemuan  alfabet  Cina, kaisar pertama yang memulai pembangunan Tembok Besar, penemu kompas, kertas dan seismograf  dan kebiasaan mereka untuk menghisap candu. Bagi mereka yang menyukai kisah dengan mengambil lokasi maupun tema Cina, buku ini sangat tepat untuk dibaca.

Banyak kalimat dalam bahasa non Inggris yang tak saya temukan terjemahannya, sehingga saya tak paham apa maksudnya. Sebagai contoh pada halaman 12 terdapat  je ne sai quoi , di halaman 51 ada Trop jeune helas cheri dan masih banyak lagi. 
Versi Bahasa Chez

Beberapa istilah yang kurang umum (atau saya yang kurang cukup pengetahuan) juga bertebaran dalam buku ini. Ada gaun puffvall (hal 7), anjing mastiff (hal 8), keredep petir (hal 222). Akan lebih membantu jika diberikan penjelas singkat atau digunakan catatan kaki.

Setelah membaca ketiga buku dalam serial ini, saya merasa penulis menempatkan sosok Jake selalu orang yang selalu beruntung. Agak terlalu dipaksakan sosoknya sebagai seorang jagoan, padahal ia belum memiliki banyak pengalaman dan keterampilan. Bisa dikatakan bahwa Jake si anak kemarin sore justru mampu mengalahkan musuh-musuh besar dinas rahasia. Rasanya tidak pas saja.

Minat saya akan seri ini menjadi berkurang, entah kenapa. Mungkin karena jenuh mengikuti sepak terjang Jake yang mendadak selalu beruntung namun tidak juga mau belajar dari kesalahannya, atau terjemahan yang kurang sreg bagi saya. Entah.

Pada akhir kisah dalam buku ini, penulis membuat kesan seperti bakalan ada kelanjutan kisah ini. Semoga saja tidak latah ala sinetron kita, panjang tiada akhir namun isinya tak ada ^_^

Sumber gambar
https://www.goodreads.com

Jumat, 10 Februari 2017

2017 #010: Mencicipi Petang Panjang Di Central Park

Judul asli: Petang Panjang Di Central Park
Penulis: Bondan Winarno
Penyunting: Teguh Afandi
ISBN: 9786023851874
Halaman: 360
cetakan: Pertama-Desember 2016
Penerbit: Noura Books
Harga: Rp 59.000
Rating: 3.5/5

Selain  kata yang sering beliau ucapkan, maknyos, saya tidak bisa menemukan ungkapan yang pas untuk buku ini.

Semula, dua puluh lima cerpen pilihan dalam buku ini diterbitkan dengan judul Pada Sebuah Beranda secara  swadaya. Buku yang dibuat untuk dibagikan sebagai  hadiah saat ulang tahun ke-55  (biasanya yang ulang tahun  yang diberi kado), juga untuk memberitahu kepada khalayak luas bahwa seorang Bondan Winarno sebenarnya adalah seorang penulis. Betul juga, selama ini saya justru tahunya bahwa seorang Bondan Winarno adalah seorang pakar kuliner.

Campur tangan seorang Teguh  Afandi yang membuat buku ini bisa berada dalam rak buku saya. Selera penikmat kata ini memang tak perlu diragukan lagi.  Pasti ada sesuatu yang istimewa sehingga ia mau merekomendasikan buku ini untuk diterbitkan secara umum.  Kalau ada pembaca  yang tidak bisa menikmatinya, mungkin hanya karena selera yang berbeda saja, belum jodoh dengan buku ini.

Jika diperhatikan dengan seksama, penulis membuat suatu hal  sederhana atau peristiwa biasa menjadi sesuatu yang berbeda. Mungkin, maknanya sama jika dikatakan bahwa setiap kok bisa membuat nasi goreng, tapi di tangan Bondan rasa nasi goreng menjadi berbeda.

Plus, penulis sering mempergunakan aneka kata unik dalam karyanya. Ketika membaca sebuah kisah, saya selalu penasaran apakah  saya akan menemukan kata nyeleneh  lagi dalam kisah ini. Misalnya kalimat yang ada di halaman 55, "Aku menjemba peti uangku." Halaman 190, "...selapik seketiduran dengan Kim Hong." Lalu, "Dijembanya cangkir kopi itu dan menghirupnya panas-panas." Jangan ketinggalan kalimat berikut yang ada di halaman 211, "Bibirnya menjap-menjap, membuatku makin gemas."  Kata-kata tersebut membuat kalimat menjadi lebih terasa  gregetnya.

Kisah Lenso Mera dan Lenso Putih membuat saya merasa sesak. Perbedaan haruskah menjadi sebuah alasan untuk permusuhan?  Bukankah perbedaan justru membuat kehidupan berwarna. Kisah ini sepertinya belum pernah dipublikasikan. Padahal kisahnya sangat cocok dengan kondisi belakangan ini. Semoga yang membacanya merasa tersentuh dan menjadikan perbedaan sebagai bumbu dalam kehidupan.

Pada cerita Ulang Tahun Nyonya Besar, pembaca akan diajak menikmati sebuah kisah tentang seorang ibu yang menunggu kehadiran anak-cucu pada ulang tahunnya. Kisah ini mengajak pembaca untuk lebih berhati-hati bersikap. karena tanpa sengaja bisa saja peruatan kita membaw dampak buruk pada anak. Setia pada pasangan juga merupakan hal yang diusung  pada kisah ini.
http://www.pirasi.com/

Zaman mungkin berubah, tapi yang namanya rasa serakah akan tetap ada tanpa kenal saudara. Demikianlah hal yang menjadi topik kisah Sebuah Rumah Berdinding Batu Di Kalipasar. Bahkan saudara bisa menjadi musuh terbesar jika terkait harta, demikianlah nasib Kolenal Purnawirawan Omar Sadikin. Niatnya membantu sang adik dengan meminjamkan rumah yang tak ditinggali selama ia bertugas justru membuatnya kehilangan rumah tersebut. Rumah di jalan Kalipasir justru diserobot adik tak tahu diri dan membuatnya menjadi tertakwa. Pemilik yang dituduh mencuri!

Favorit saya justru pada kisah Rudy Dan Kami. Tokoh utama kisah ini adalah Aku seorang manajer giliran malam, Jennifer staf coffee shop, dan Rudy tukang masak giliran pagi. Rutinitas saling menyapa setiap pagi berubah ketika salah satu dari mereka terkena PHK. Satu terkena, selanjutnya dua menyusul seiring dengan kondisi keuangan hotel tempat mereka bekerja yang mulai menurun. Mereka sepakat untuk berusaha bersama demi menyambung hidup. Sebuah persahabatan yang unik. Kadang, sahabat justru orang yang tak pernah kita kira.

Melalui buku ini, saya diajak berjalan-jalan ke berbagai tempat yang tak pernah saya bayangkan. Bertemu dengan aneka macam orang dan menyaksikan berbagai peristiwa. Ikut merasa bahagia, sedih, marah, jatuh cinta, putus asa, takut dan lainnya. Paket komplit!

Pada kover belakang, saya seakan  dejavu melihat semacam ikon berbentuk aneka siluet bangunan di kover belakang bagian atas. Bukankah ikon itu yang sering ada di buku-buku metropop? Sepertinya bukan, hanya mirip saja he he he
Central Park yang menjadi bagian dalam judul buku ini  adalah  sebuah taman umum di Manhattan, New York City. Dengan luas sebesar 3,41 km², taman ini  menjadi taman paling banyak didatangi orang di Amerika Serikat serta salah satu taman terkenal di dunia.  Perancang taman ini adalah duet Frederick Law Olmsted dan Calvert Vaux.

Mari dimaem dibaca dan dinikmati.

Sumber gambar:
http://www.pirasi.com/

2017 #011: Kisah Tentang Drupadi


Judul asli: Drupadi
Penulis: Seno Gumira Ajidarma
Editor: Widya Kirana
ISBN: 9786020336879
Halaman:149
Cetakan: Pertama-2017
Penerbit: PT Gramedia Pustaka
Harga: Rp 65.000
Rating:3.5/5

"Aku adalah bagian dari Pandawa. Bukankah aku istri kalian berlima? Tapi apakah kalian merasa aku bagian diri kalian?.... Seorang perempuan selalu dituntut untuk bersabar, tapi ada saat untuk tidak lagi bersabar.... Aku seorang perempuan dan aku masih manusia, aku tidak akan membiarkan diriku dihina!"

Membicarakan sosok Drupadi memang tiada pernah cukup waktu.  Setiap orang memiliki pandangan masing-masing akan sosok Drupadi. Bagi ibu Kunti, Drupadi adalah menantu yang paling pas bagi  anak-anaknya. Ia mampu melayani kelembutan Yudhistira, kekasaran Bima, kegairahan Arjuna, dan keanggunan Nakula-Sadewa berdua. Bagi masyarakat umum, ada yang memuja dan menjadikan panutan, namun ada yang mengecam seorang wanita melakukan poliandri (menurut sebuah versi). Pendapat saya mengenai sosok Drupadi belum tentu sama dengan yang lain. Demikian juga dengan Seno Gumira Ajidarma.

Buku ini bisa dianggap sebagai pandangan seorang Seno Gumira Ajidarma terhadap Drupadi, sosok yang tak pernah dilahirkan namun diciptakan dari sekuntum bunga Teratai yang sedang merekah.

SGA tidak hanya mengisahkan tentang awal mula Drupadi, tapi juga lomba yang membuat ia harus menjadi istri para Pandawa, atau istri Yudhistira di versi lain. Pastinya terdapat adegan memalukan yang dilakukan Kurawa padanya, serta akhir kehidupan seorang Drupadi. Tidak hanya hal yang menggembirakan, namun juga hal menyedihkan yang dialami Drupadi. Bahkan SGA  dengan berani menyinggung mengenai urusan seks meski tidak memberikan detail. Kesan yang ditampilkan juga jadi dari unsur vulgar. Justru sebagai ungkapan rasa sayang seorang suami pada istri atau sebaliknya.

Tidak melulu mengenai Drupadi, ada bagian yang mengisahkan tentang Yudhistira  yang meminta resi Markandeya untuk bercerita tentang pengabdian. Lalu sang resi bercerita tentang Kausika, seorang resi yang sedang belajar mengenai makna kehidupan dari sosok yang tak terduga. Bagian ini memberikan pengajaran pada saya untuk lebh bersabar dalam segala hal.

Seperti layaknya buku SGA yang lain, pembaca akan menemukan banyak permainan kata, semacam puisi yang ditulis dengan gaya khas SGA. Ilustrasi menawan pastinya juga  ada dalam buku ini, pembaca bisa berimajinasi lepas mengenai sebuah peristiwa. Misalnya ilustrasi yang menggambarkan adegan Drupadi sedang mengeramasi rambutnya dengan darah Dursasana sementara Bima berdiri di sebelahnya sambil memeras darah dari potongan tubuh Dursasana. Menyeramkan sekali melihat gambar itu, tapi unsur keindahan ternyata juga terpancar di sana. Buktikan saja.

Buku Drupadi Permaisuri Pandawa yang Teguh Hati karangan Apriastuti Rahayu, menyebutkan bahwa Drupadi adalah putri Raja Drupada yang terlahir dari api kurban. Jawab doa sang raja agar dapat memiliki seorang putri yang kelak dapat mendampingi Arjuna membalaskan dendamnya. Sosoknya berupa perempuan berkulit hitam manis dengan mata serupa kelopak bunga tanjung hitam dengan rambut hitam kebiru-biruan. Ia tak akan pernah menjadi tua. 

Dalam buku  Rupa Dan Karakter Wayang Purwa besutan Heru S Sudjarwo, Sumari dan Undung Wiyono, disebutkan bahwa Dewi Drupadi berkulit hitam dan berwajah sangat cantik, luhur budinya, bijaksana, sabar, teliti dan setia. Ia selalu berbakti terhadap suaminya. Menurut pedalangan Jawa, Dewi Drupadi menikah dengan Prabu Yudhistira/ Puntadewa, raja negara Amarta. Sedangkan menurut Mahabharata, Dewi Drupadi menikah dengan lima orang kesatria Pandawa, Yudhistira, Bima, Arjuna, Nakula, dan Sadewa. Dari perkawinan tersebut ia memperoleh lima orang putra, yaitu; 1) Partawindya dari Yudhistira; 2) Srutasoma dari Bima; 3) Srutakirti dari Arjuna; 4) Srutanika dari Nakula; dan 5) Srutawarman dari Sadewa. Karena di dalam kebudayaan Nusantara tidak mengenal budaya Poliandri maka dilakukan akulturasi. Lima anak Drupadi itu menjadi satu tokoh yang bernama Pancawala. Panca artinya lima, wala artinya anak. Drupadi hanya bersuamikan Puntadewa.

Dari kedua buku di atas, saya merasa agak janggal dengan sosok Drupadi yang menjadi kover buku ini, terlalu terang warna kulitnya. Alih-alih melihat sosok perempuan berkulit hitam manis, saya melihat sosok perempuan dengan kulit putih layaknya model untuk iklan kosmetik. Mungkin karena penulis menganggap sosok Drupadi berkulit putih pualam seperti yang ditulis di halaman 123, "... langkah kakinya yang mungil putih pualam." 

Selain hiburan, saya juga mendapat banyak informasi seputar wayang. Misalnya saja nama keseratus Kurawa di halaman 61-62. Selama ini saya hanya hafal beberapa sama, buku ini memuat informasi mengenai keseratus Kurawa. Uniknya, keseratus nama tersebut tidak ditulis dengan cara penulisan biasa, namun disusun sehingga menjadi sebuah susunan yang unik. 

Sementara untuk pesan moral yang disampaikan, tergantung pada penafsiran tiap pembaca. Namun bagi saya, salah satu pesan moral yang bisa diambil adalah agar selalu berhati-hati dalam bersikap. Kedudukan seseorang tidak menjamin tabiatnya menjadi baik. Tengoklah para Kurawa yang tega berbuat jahat pada sepupunya sendiri, sementara seorang resi justru harus belajar dari sosok yang bukan siapa-siapa.

Sepertinya kita perlu belajar agar mampu mengatur amarah seperti yang diucapkan oleh Drupadi, "Kemarahan adalah hak manusia, dan seorang ksatria tidak boleh melupakan kewajibannya. Para Pandawa merasa dirinya suci dengan menahan kemarahannya menjadi kesabaran semu. Itu suatu pengingkaran terhadap kehidupan. Kita mempunyai hak untuk suatu kemarahan yang beralasan, dan aku menggunakan hak seorang perempuan." Ada saat kita harus menunjukan amarah, namun ada kalanya kita harus mampu menekan amarah yang bergejolak dalam dada.
Versi Lawas

Sekedar iseng, sehabis membaca buku ini saya mencari buku wayang yang saya miliki. Adegan Drupadi dipermalukan lumayan membekas dalam ingatan saya. Sebagai seorang anak polos (saat itu ^_^), saya merasa  agak bingung mengetahui seorang putri raja dijadikan bahan taruhan. Bukankah seorang putri harus selalu mendapatkan yang terbaik? Lalu kenapa dalam kisah itu putri diperlakukan dengan kejam? Kemana para pangeran, mengapa tidak ada yang membelanya? Sederhana ya pikiran anak-anak.
Versi Elex Media Komputindo

Dalam buku yang saya miliki, ternyata sudah mengalami sedikit Penyesuaian bahasa. Contohnya ada pada dua gambar  sama yang ada di atas dan di samping. Versi Elex Media Komputindo diperhalus karena banyak pembaca komik merupakan anak-anak dan remaja. Sayangnya versi ini sudah tidak ada lagi, kalau pun ada dijual di lapak buku bekas. Padahal bisa dijadikan salah satu cara guna memperkenalkan kisah wayang pada anak-anak dan melestarikan budaya bangsa.

Kalimat yang saya suka dalam buku ini adalah, 
Perang memang hanya kekejaman. Benar dan salah hanya kekerasan. Apakah tidak ada cara lain untuk menjadi ksatria.
Perang memang selalu menakutkan. Tak heran jika banyak yang berusaha menghindari perang jika bisa. Bukan karena lemah atau pengecut namun karena khawatir akan dampak yang timbul akibat perang.

Sekedar saran, meski  terdapat perbedaan versi yang dikenal di tanah air dengan yang berasal dari India, abaikan sejenak saat menikmati buku ini. Baca dan nikmati tanpa banyak protes kenapa suatu hal sepertinya berbeda dengan yang selama ini diketahui. Jadikan saja perbedaan yang ada sebagai sebuah tambahan informasi. Perbedaan sebaiknya disikapi sebagai bumbu.






Senin, 06 Februari 2017

2017 #009: 100 Tokoh Paling Berpengaruh di Dunia
















 
Penulis:  Michael H. Hart
Penerjemah: Ken Ndaru, M. Nurul Islam
Editor: Hanif
ISBN: 9786023852048
Halaman: 568
Cetakan: Pertama- Desember 2016
Penerbit: Noura Books
Harga: Rp 99.000
Rating: 4/5

Jadi siapakah orang yang paling berpengaruh di dunia?

Sebuah pertanyaan yang memberikan beragam jawaban, tergantung persepsi orang yang menjawab.  Jawaban saya dan orang lain mungkin saja sama, tapi tidak menutup kemungkinan sangat berbeda. Demikian juga jawaban Michael H. Hart.

Menurut versi Hart, ada seratus orang yang dianggap memberikan dampak terbesar dalam sejarah dan perjalanan dunia.  Ia membuat sebuah buku untuk menjelaskan hal tersebut. Penulis menentukan peringkat bukan berdasarkan pada kebaikan, kejahatan, kehebatan, kekayaan, bakat dan banyak hal lainnya. Semua didasari pada pengaruh pada saat ia hidup hingga masa depan, apakah mengubah arah sejarah, menentukan langkah takdir jutaan manusia, serta  mampu mendorong kebangkitan  dan kejatuhan peradaban

Dipertimbangkan juga apakah tokoh yang dimaksud benar-benar ada atau hanya sekedar legenda. Jika sekedar legenda maka otomatis tokoh tersebut tidak bisa dimasukan dalam daftar. Kemudian bagi orang-orang yang tak bernama juga didiskualifikasikan.
Versi Bahasa Lithuania

 Pada tiap tokoh yang dipilih, penulis menguraikan tentang latar belakang tokoh sekilas diikuti dengan sumbangsihnya pada dunia, dimana hal itu merupakan alasan kenapa tokoh itu dipilih dan berada pada posisi tersebut.

Dari seratus nama, beberapa sering saya dengar, ada yang pernah didengar namun ada juga yang baru kali pertama saya tahu, padahal peranan mereka pada dunia cukup besar. 

Antony van Leeuwenhoek  (1632-1723) sebagai contoh.  Ternyata beliau adalah penemu mikroba pada tahun 1674. ia termasuk orang pertama yang menerangkan mengenai spermatozoa dan sel darah pada tahun 1677. Melalui setetes air, ia menemukan mikroba dibanyak tempat; sumur dan kumbangan, air hujan, usus dan mulut manusia.  Penemuannya termasuk menerangkan mengenai berbagai jenis bakteri selain protozoa serta menghitung ukuran mereka. 

Adalah sosok William T.G Morton (1819-1868) yang berjasa dalam penemuan anestesia (bius melalui pernapasan) dalam proses bedah. Bayangkan! Dahulu pasien harus tetap sadar saat dokter memotong kakinya.  Kemampuan mengakhiri rasa sakit seperti ini jelas merupakan sebuah sumbangsih seseorang kepada sesama. Rasa sakit yang terkendalikan oleh ilmu pengetahuan.

Jika dua orang di atas dikenal karena penemuannya demi kebaikan umat, berbeda dengan sosok Niccolo Machiavelli (1469-1527).  Filsuf politik dari Italia ini terkenal melalui saran lugasnya untuk pemerintahan. Menurutnya seorang penguasa yang ingin memelihara dan meningkatkan kekuatannya harus menggunakan cara-cara curang,  licik dan kebohongan dikombinasikan dengan penggunakan kekerasan yang bengis.  
Versi Bahasa Arab
Bukunya yang berjudul The Prince (1513) merupakan panduan praktis bagi kepala negara. Pandangan dasar buku itu dalam meraih sukses adalah seorang pangeran harus mengabaikan pertimbangan moral sama sekali dan bergantung sepenuhnya kepada kekuatan dan kelicikan.

Versi yang saya baca merupakan perbaikan atau revisi dari buku terbitan sebelumnya (kebetulan yang saya baca beda penerbit). Penulis merevisi daftar nama tersebut.  Ada tiga nama yang ditambahkan, yaitu Ernest Rutherford (posisi 56), Hery Ford (posisi 91), dan  Mikhail Gorbachev (posisi 95).

Ernest Rutherford merupakan ahli fisika eksperimental, tokoh utama dalam pengetahuan seputar radioaktivitas. Serta merupakan orang yang memulai penelitian mengenai fisika nuklir.  Penemuan mengenai nukleos atom merupakan dasar dari semua teori moderen struktur atom.

Pendiri Ford Motor Company, Henry Ford adalah sosok industrialis Amerika paling terkenal yang bertanggung jawab atas pengenalan teknik produksi massa menjadi produksi modern. Ia memperkenalkan sistem ban berjalan pada produksi massal mobil yang terjangkau harganya.  Terciptanya kelas menengah di Amerika juga dianggap terjadi karena  Ford.

Sosok yang dianggap sebagai pusat dalam kemunduran dan kejatuhan  Uni Soviet dan Komunis adalah Mikhail Gorbachev. Bisa dikatakan reformasi Gorbachev yang paling revolusioner adalah kebijakan Glasnost. Peristiwa runtuhnya Tembok Berlin, perpecahan Uni Sovyet, dan runtuhnya komunisme  merupakan  peristiwa dimana Gorbachev ikut campur tangan tanpa sengaja.

Dengan tidak mengecilkan peranan dari pemilik nama yang lain, tentunya harus ada tiga orang yang digantikan tempatnya.  Tokoh yang digantikan tempatnya adalah Niels Bohr (peringkat 100), Pablo Picasso (peringkat 98) serta Antoine Henri Becquarel (peringkat 58).  Mereka selanjutnya berada dalam Daftar Layak Sebut.

Iseng, saya mencoba mencari versi lain buku ini di kantor. Tujuannya untuk membandingkan isi. Ternyata ada satu. Segera meluncur untuk meminjamnya. Buku dengan nomor panggil 920.02 HAR ot (2) merupakan terbitan PT Pustaka Jaya, cetakan ketujuh tahun 1985. Penerjemah tertulis di halaman depan adalah H. Mahbud Djunaidi.

Dalam buku tersebutlah saya menemukan alasan dipilihya ketiga orang tersebut pada saat penyusunan yang pertama. Antoine Henri Becquarel merupakan penemu radio aktif.  Bersama-sama dengan Pierre dan Marie Curie ia mendapat Nobel untuk fisika pada tahun 1903.

Niels Bohr merupakan bapak dari teori struktur atom.  Ia dianggap tokoh penting abad ke-20 karena  meski sudah lewat sekian puluh tahun hal-hal penting teorinya masih dianggap benar,serta gagasannya merupakan pendorong bagi perkembangan teori kuantum.  Bohr  juga pernah belajar pada  Ruthfor. Saya  jadi paham kenapa penulis memasukkan Ruthfor dan menggantikan Bohr.

Karya Picasso dikagumi karena kepekaannya pada dunia luar, imajinasi serta vitalitasnya. Ia merupakan tokoh sentral dalam perkembangan Kubisme. Ia merupakan tokoh utama dalam seni moderen. Membaca ulasan pada buku ini, saya merasa penulis sejak awal sudah meragukan pengaruh Picasso pada masa mendatang,"Tidak semua aliran seni punya pengaruh panjang. Meskipun Picasso disanjung-sanjungdi abad ke 20, layakdipertanyakan apakah di abad-abad depan kelak penyanjungan itu masih terjadi, ataukah pengaruhya akan segera musnah dalam waktu tak lama lagi."

Saya agak bingung mencari Daftar Layak Sebut  yang disinggung pada halaman xxii Saya tidak bisa menemukan pada Daftar Isi, juga ketika membaca sampai. Pada akhir buku justru ditulis Penghargaan Dan Minat Yang Terlewatkan, dimana tercantum nama orang-orang yang tidak termasuk dalam 100 tokoh namun banyak alasan kuat untuk memasukkan ke dalam daftar tersebut.

Mungkin itu yang dimaksud sebagai Daftar Layak Sebut? Menjadi agak bingung saya.  Atau justru  sebaiknya menyebut sebagai  Penghargaan Dan Minat Yang Terlewatkan pada xxii. Konsisten penulisan akan memudahkan pembaca menikmati buku ini.

Perihal tidak konsisten juga saya temukan dalam penulisan kata  Uni Sovyet pada halaman 494 dan Uni Soviet di halaman 506. Entah karena alih bahasa dilakukan oleh dua orang atau karena hal lain.

Bagan sejarah yang terdapat pada bagian awal buku bermanfaat bagi pembaca untuk lebih memahami perbagai peristiwa sejarah yang terjadi. Siapa, kapan, dan apa terlihat dengan jelas.

Selain memberikan pengetahuan, buku ini juga menawarkan motivasi dan inspirasi bagi pembacanya. Sebuah penemuan akan menjadi hal biasa beberapa tahun kedepan. Namun bisa saja ada penemuan baru yang bermula dari pengembangan pengetahuan yang sudah ada. Sesuatu yang tak mungkin juga bisa menjadi mungkin kelak. 

Dunia berkembang, demikian juga  kehidupan masyarakat. Mungkin beberapa tahun kedepan akan ada perubahan susunan dan nama lagi dalam daftar ini. Siapa yang bisa menebak.