Minggu, 11 November 2012

Buku PUISI 17-8-45, Bukan Kumpulan Puisi Biasa



Judul : PUISI 17-8-45
Penulis: Dr.dr. H Boy Subiroso Sabarguna, MARS
Halaman: 91
Penerbit: nulisbuku.com
Harga:Rp  45.817

puisi (pu.i.si)
nomina (n)
  • ragam sastra yg bahasanya terikat oleh irama, matra, rima, serta penyusunan larik dan bait; (nomina)
  • gubahan dl bahasa yg bentuknya dipilih dan ditata secara cermat sehingga mempertajam kesadaran orang akan pengalaman dan membangkitkan tanggapan khusus lewat penataan bunyi, irama, dan makna khusus; (nomina)
    sumber: kbbi3
  • sajak; (nomina)
(sumber KKBI 3)

Sering kali  seseorang menyatakan baru saja menuliskan sebuah puisi. Di toko buku banyak buku-buku yang diberi label kumpulan puisi. Bahkan di angkutan umum bagi para pengais rejeki, jika tidak memiliki suara merdu maka pilihannya adalah membaca puisi, terlepas bagaimana isinya.  Sebuah puisi merupakan ungkapan perasaan atau pikiran penyairnya dalam satu bentuk ciptaan yang utuh dan menyatu. Secara garis besar, sebuah puisi terdiri atas 7 unsur, yaitu: tema, suasana, imajinasi, amanat, nada, suasana, dan perasaan. Sedangkan prinsip dasar sebuah puisi adalah berkata sedikit mungkin, tetapi mempunyai arti sebanyak mungkin. (http://carapedia.com/pengertian_definisi_puisi_info2067.html)

Menurut Supardi, puisi adalah karya sastra dengan bahasa yang dipadatkan, dipersingkat, dan diberi irama dengan bunyi yang padu dan pemilihan kata-kata kias (imajinatif).  Sitomorang menyebutkan bahwa secara etimologis istilah puisi berasal dari kata bahasa Yunani poites, yang berarti pembangun, pembentuk, pembuat. Dalam bahasa Latin dari kata poeta, yang artinya membangun, menyebabkan, menimbulkan, menyair.

Dalam perkembangan selanjutnya, makna kata tersebut menyempit menjadi hasil seni sastra yang kata-katanya disusun menurut syarat tertentu dengan menggunakan irama, sajak dan kadang-kadang kata kiasan . Sedangkan HB. Jassin  mengatakan bahwa untuk mendefinisikan puisi, puisi itu harus dikaitkan dengan definisi prosa. Prosa merupakan pengucapan dengan pikiran, sedangkan puisi merupakan pengucapan dengan perasaan.

Salah satu buku berisi kumpulan puisi yang layak dibaca adalah PUISI 17-8-45 karanganDr.dr. H Boy Subiroso Sabarguna, MARS, atau biasa disapa dr. Boy.Buku ini sungguh mencerminkan rasa nasionalisme penulisnya. Tengok dari judulnya saja, 17-8-45 adalah tanggal kemerdekaan kita. Tepatnya 17-8-1945. Harga jualnya sebesar Rp 45.817 jika ditilik adalah tahun-bulan-tanggal kemerdekaan kita. lalu di bawah nama penulisnya tercantum kalimat," Warganegara dan Bangsa Indonesia"

Kovernya juga sederhana dengan mempergunakan warna putih dan merah warna bendera kita.  Dibandingkan dengan buku-buku beliau yang lain, kover buku ini termasuk yang paling sederhana. Biasanya di bagian belakang kita bsia menemui uraian singkat menegnai beliau disertai foto dan cara menghubungi beliau. Kali semua hal sepertinya sudah diwakili dengan kalimat Warganegara dan Bangsa Indonesia.  Buku ini juga mencantumkan Hak Cipta Universitas Indonesia Nomor: 056361

Secara garis besar buku ini  terdiri dari tiga bagian. yaitu  puisi dengan tema 17 Masalah Bangsa, 8 Pemikiran serta 45 Aktivitas Unggul. Puisi 17 Masalah Bangsa merupakan masukan bagi penyelesaian atau bahan renungan dengan harapan kelak pihak berwenang berkenan menyermati dan melakukan tindakan penyelesaian masalah. Puisi-puisi yang ada dalam bagian ini ditulis dalam kurun waktu 12-15 Juni 2010.Pada bagian Puisi 8 Dasar Pemikiran, sebagian besar puisi yang ada ditulis antara 1-8 Agustus 20120. Sedangkan Puisi 45 Aktivitas Unggul ditulis pada 6-16 Agustus 2010.

Lembar pertama pada tiap bagian akan dimulai dengan Pengantar. Namun tidak seperti kata pengantar yang umumnya bisa kita temui dalam buku-buku, Pengantar dalam buku ini juga dibuat dalam wujud puisi. Unik. Lalu agar mudah memahami kandungan puisi yang ditulis penulis akan mencantumkan Pola Penulisan dalam wujud aneka alur, Ini sepertinya menjadi ciri khas beliau. Banyak buku-buku beliau yang hanya berupa alur dan bagan, namun itu justru memudahkan bagi pembacanya untuk memahami topik yang dibahas.

Pembaca bisa menemukan daftar isi di tiap bagian. Hingga bisa memutuskan mana yang ingin dibaca terlebih dahulu tanpa perlu mengikuti urutan yang ada. Dari Daftar Isi, bisa dilihat tema yang beragam. Misalnya kita bisa menemukan tema mengenai copet, proposal, keterampilan, Forecasting,  bahkan Costumer Relationship Management.

Pada tiap awal judul, penulis memberikan angka guna memudahkan pemahaman. Misalnya  45-31 PROMOSI pada halaman 74. Ini berarti merupakan puisi yang berada dalam 45 Aktivitas Unggul, aktivitas yang perlu dilakukan oleh bangsa kita jika ingin maju. Angka 31 berarti nomer urut puisi .

Keunikan lain adalah Doa yang tertulis dalam wujud puisi. Diharapkan setiap puisi yang dibaca akan membawa manfaat sebagai asupan pemikiran. memberikan manfaat bagi penggunanya, dan menjadi pahala bagi pembuatnya. Selain di bagian 17 Masalah bangsa, doa nyaris ada di tiap bagian, doa ini juga ada di penutup.

Jika disimak secara lebih mendalam, penulis tidak hanya menuliskan puisi mengenai sebuah masalah namun juga memberikan solusinya. Misalnya pada  bagian 17 masalah,  penulis juga memberikan tabel yang berisi perhitungan dana yang harus dikeluarkan jika ingin menyelesaikan masalah. Mari kita simak penggalan  Puisi 17-4 ORANG TUA TERLANTAR

Waduh,
Orang tua, renta,
tidur di kolong jembatan

Untung,
bukan ibu kita,
------------
------------
------------

Tanggung jawab negara,
siapa?Kementrian sosial,
caranya alokasikan dana 1 trilyun
tiap propinsi,
pelihara,
dengan tugas berdo'a
------------
------------
------------
Di beberapa puisi kita akan menemukan semacam catatan kaki. Hal ini dimaksudkan agar pembaca paham bahwa hal yang dibicarakan berdasarkan pemikiran dalam buku-buku penulis yang lain. Catatan kaki ini bisa juga disebutkan sebagai semacam penghubung antara puisi tersebut dengan buku-buku lain. Contohnya dalam Puisi 45-26 Business Plan.

Kegiatan operasional
perlu dipersiapkan, antara lain
membuat business plan(26)
(26) Sabarguna, B.S, Business Plan, Salemba Empat,Jakarta 2010


Dokter yang satu ini memang sangat unik di mata saya. Suatu waktu ketika harus membuat tugas pemasaran, saya membeli buku berjudul Pemasaran Rumah Sakit tanpa memperhatikan dengan seksama siapa penulisnya. Belakangan saya baru menyadari bahwa buku yang saya beli merupakan karya salah satu manajer di tempat saya bekerja  (waktu itu). Langsung saat bertemu disebuah acara saya meminta kesediaan beliau membubuhkan tanda tangan di buku saya. Unik karena  dokter  yang satu ini lebih sering mengurusi soal keuangan dibandingkan pasien. Bahkan ada candaan bahwa yang ada di saku jas putih beliau bukanlah stetoskop tapi kalkulator. Tak heran jika beliau memegang rekor MURI untuk Penulisan Manajemen Perusakitan yang paling produktif. Konon bukunya sudah mendekati angka 100.

Belakangan saya selalu ketiban rejeki mendapatkan semua buku baru beliau. banyak hal-hal baru yang bisa saya temui, teori dan praktek bisa selaras sejalan. Wawasan saya bertambah. Ilmu yang beliau berikan semoga menjadi amal. Aamiin.

Bekerja bersama beliau walau sesaat memberikan banyak ilmu. Salah satunya adalah keuangan yang dulu saya hindari ternyata bukanlah hal yang menakutkan. Urusan keuangan memang kaku karena 1+1=2 sementara selama ini sebagai praktisi dibidang komunikasi 1+1 adalah2. Ternyata urusan keuangan juga mengasyikan dan membutuhkan seni tersendiri. Penyesalan saya hanyalah tidak sempat menjadi anak buah beliau di bagian Ventura dulu, saya sangat yakin banyak gebrakan mengejutkan yang beliau lakukan jika memangku jabatan itu. Itulah dinamikan kantor, mau bagaimana lagi.

Untuk melihat karya beliau yang lain bisa berkunjung ke www.sabarguna.com, jika ingin berkomunikasi bisa mengirim e-mail ke sabarguna@yahoo.com. Jangan khawatir walau wajah beliau berkesan kaku (namanya juga bagian keuangan) namun sesungguhnya beliau humoris dan penuh perhatian terhadap anak buahnya.

Sukses Dok, ditunggu undangan Pengukuhan Guru Besarnya.

Jumat, 09 November 2012

Mark-Alem dari Istana Mimpi dan Amber Sang Penghuni Sementara


Pengarang: Ismail Kadare
Penerjemah: Fahmy Yamani
Penyunting: Adi Toha
Pemeriksa Aksara: Dian Pranasari
ISBN: 978-979-024-368-2
Halaman: 280
Penerbit: Serambi 
Harga: Rp 39.000

Hidup adalah mimpi!

Minimal begitulah syair lagu yang sempat naik daun beberapa saat lalu. Namun hati-hatil  di Tabir Sarrail, atau Istana Mimpi. Mimpi seseorang bisa saja malah membahayakan diri dan keluarga. Para penguasa setempat sangat takut akan makna yang terkandung dalam mimpi warganya. Itu sebabnya mereka membangun Tabir Sarrail, untuk mengawasi mimpi-mimpi warganya. Dari mimpi-mimpi yang dikumpulkan, petugas berusaha menelaah dan mencari Mimpi Utama yang akan memberikan pertanda bagi takdir Kekhalifahan dan peristiwa-peristiwa besar yang akan datang. Tidak ada satu mimpi pun yang lolos dari pemeriksaan.

Mark-Alem mula-mula merasa bangga bisa bekerja di  Istana Mimpi. Nama keluarganya mungkin saja berpengaruh, tapi begitulah adanya kehidupan. belakangan ia malah merasa ngeri sendiri akan rahasia kelam keluarganya. Hidup kadang memang nyeleh.

Buku ini bisa diumpamakan sindiran bagi para penguasa yang menindas dan mengekang kebebasan warganya.  Walau bagaimana sesuatu yang dipaksakan tidak akan bertahan lama. Tapi berjaga-jaga tetap perlu khan.... mungkin itu yang dianut oleh penguasa di sana


Sempat dilarang beredar di negaranya, buku ini  menawarkan kisah yang sangat menawan.

Kata yang pas adalah INSPIRATIF


Penulis: Linda Joy Singleton
Penerjemah: Maria Susanto
Penyunting: Diksi Dik
Pemeriksa Aksara: Adi Toha
ISBN: 978-979-024-384-2
Halaman: 356
Harga: Rp. 49.000

Catatan:
Jangan pernah berjanji pada nenek, apa lagi yang sudah meninggal!

Amber kembali harus membantu sang nenek untuk "merapikan" kehidupan beberapa orang yang tanpa sengaja menjadi porak-poranda. Kali ini ini Amber berada dalam tubuh sahabatnya, Alyce.

Walau bersahabat dengan seseorang, ternyata kita belum tentu mengetahui dan memahami sahabat kita dengan baik. Mungkin saja kita tahu apa warna kesukaannya, makanan favorit atau siapa yang sedang ditaksirnya. Tapi apakah kita cukup tahu mengapa ia selalu membenci warna tertentu, bagaimana hubungannya dengan orang tuanya, bahkan kenapa saat ini kita berada dalam  peti mati. Sahabat walau bagai mana juga memiliki rahasia yang tak ingin dibagi.

Kata yang paling tepat adalah MENGGEMASKAN 


------------------->
Sosok Adi  "Sanibul Hikayat" Toha dengan perawaan imuts  tak pernah membuatku berhenti terkagum-kagum. Siapa yag mengira di balik sosok sederhana tersebut banyak karya-karya yang sudah dihasilkan. beberapa memang hanya mencantumkan nama sebagai seorang Pemeriksa Aksara tapi justru yang membuatku terkagum-kagum. Belum lagi konsistennya dalam bekerja, dalam sekian waktu sudah siap kisah menawan yang mendapat sentuhan tangannya.

Sebagai biang typo *sadardiri.com* rasanya kepalaku tak paham  bagaimana caranya menelaah aksara sekaligus menikmati kisahnya. Aku menyebutkan menikmati karena  kita bisa membawa reviewnya di Goodreads, artinya ia tak hanya menelaah huruf per huruf tapi juga memahami kisah.

Tak sabar menunggu kisah-kisah mahakaryanya ^_^

Minggu, 28 Oktober 2012

Kuis dari Penerbit Dolphin


Pagi.......................................................!

Dalam rangka peluncuran Wali Sanga besutan Damar Shashangka, tersedia 2 buah buku gratis bagi yang beruntung. *Awassss mata melotot baca kata GRATIS*

Caranya teramat sangat gampang cuman butuh 4  langkah
1. Buatlah coretan/puisi/curahan hati mengenai Wali Sanga sebanyak 498 karakter.
    YUP  cuman segitu
2. Upload kover Wali Sanga dalam coretan/puisi/curahan hati buatanmu
3. Tag ke minimal 10 orang.
    Jangan lupa juga ke Penerbit Dolphin, Sutaryono Djohar dan aku sebagai juri.
    Boleh salah satu aja kok.
4. Share link kalian di kolom komen di bawah postingan ini yah.
    Gunanya agar semua peserta bisa terdata.

Kuis ini berakhir tanggal  05 November 2012 pukul 00.49 WIB
Pengumuman bisa disimak pada tanggal 07 November 2012 pukul 10.00 WIB
Pemenang harap segera mengirimkan alamat. Jika pada tanggal 10 November 2012 alamat belum diterima maka hadiah akan dialihkan.

Selamat berkreasi.........!


Penyunting: Salahuddien Gz
Penggambar Sampul: Yudi Irawan
ISBN: 978-979-16110-5-3

Halaman: 276
Penerbit: Dolphin
Harga: Rp 49.800,-



Setelah Majapahit hancur oleh serangan Dêmak pada tahun 1478, tanah Jawa penuh dengan pergolakan. Masa itu adalah masa penyebaran Islam secara besar-besaran. Majelis Wali Sanga, selaku wadah besar para ulama, didukung pemerintahan Islam di pesisir utara, mulai merambah ranah politik. Bahkan Sunan Giri menitahkan pembakaran lontar-lontar agama leluhur, Siwa Budha, yang masih banyak disimpan penduduk Jawa. Karena merasa ulama seharusnya hanya berperan sebagai pencerah dan pembimbing pemerintah dan masyarakat, Syekh Siti Jênar menyatakan diri keluar dari Majelis Wali Sanga. Para ulama di Jawa pun di ambang perpecahan.

Dalam pada itu, di Jawa belahan timur, kerajaan-kerajaan pecahan Majapahit mencoba terus bertahan. Salah satunya adalah Daha. Pada tahun 1486 Daha menggempur Majapahit, yang berada dalam kuasa Dêmak. Sejak itu ia menyatakan diri sebagai Majapahit baru yang lepas dari cengkeraman Dêmak. Dan Dêmak ternyata tak bisa berbuat apa-apa karena ia sibuk mengembangkan kekuatan maritimnya. Dêmak sangat berhasrat menjadi penguasa Nusantara layaknya Majapahit dahulu, yang berjaya di lautan.

Tetapi yang paling ditakuti Dêmak bukanlah Daha, melainkan justru ahli waris takhta Majapahit di Jawa belahan tengah, Ki Agêng Pêngging. Ia pun menjadi ancaman Giri Kêdhaton, kerajaan bercorak Islam di Jawa belahan timur. Ditambah perselisihan dalam Majelis Wali Sanga antara Sunan Giri dan Syekh Siti Jênar, sosok berpengaruh yang sangat dekat dengan Ki Agêng Pêngging, Dêmak merasa keberadaannya makin terjepit. 


Novel ini membabar konflik-konflik di tanah Jawa sepanjang tahun 1493-1494, yang sangat jarang dikisahkan.

--------------------------------------------------


Sebentar.................................
Bakalan ada hadiah tambahan dari timbunan.
Hanya harap bersabar sedang didata dulu.
Untuk Juara 1 silahkan pilih 3 buku l yang ditawarkan kelak.
Sedangkan untuk Juara 2, diganjar 2 buku cukup layak khan....
SILAHKAN BERKREASI.........!
SEMANGAT..............................!

Sabtu, 27 Oktober 2012

Homeless Bird, Perjalanan Kehidupan Seorang Wanita India

Judul asli : Homeless Bird
Penulis :Gloria Whelan
Penerjemah: Ida Wajdi
Penyunting: Jia Effendi
Penyelaras Aksara: Fenty Nadia
Pewajah Isi: Aniza Pujiati
ISBN: 978-979-024-504-4
Halaman: 182
Harga: Rp. 24.900,00
Aku adalah kata-kata, engkaulah melodinya; aku adalah benih, engkau pengusungnya; surga adalah aku, bumi adalah engkau
 
Aku sangat peduli padamu.
Aku merindukanmu saat kau pergi

Perempuan India selalu menjadi obyek menderita di beberapa kisah yang saya baca. Ada yang tokoh perempuan harus pasrah dihamili oleh menantu keluarga dimana ia dan sang ibu menggantungkan nasibnya. Bukannya mendapat perlindungan, ia malah dituduh menggoda sang menantu. Ada kisah yang membuat bagaimana susahnya seseorang menyakinkan orang tuanya bahwa tak perlu malu mempunya anak perempuan yang belum menikah. Kisah lain menceritakan bagaimana sang menantu harus memiliki dua kehidupan. Saat di rumah ia harus merendah demi suami dan keluarganya, saat bekerja dia mengeluarkan semua potensinya. 

Sekilas perjalanan kehidupan Koly bak film India, dimana tokoh utamanya akan dikisahkan bahagia, menderita lalu diakhiri dengan kisah bahagia lagi. Koly hanya seorang anak perempuan tengah berusia tiga belas tahun saat kedua orang tuanya memutuskan untuk menikahkannya. Bukan berasal dari keluarga kaya, tentunya mas kawin merupakan hal yang harus disiapkan dengan seksama. Dan seperti tradisi India, pihak pengantin wanitalah yang harus menyerahkan mas kawin. 

Malangnya nasib Koly, keluarga sang suami bukan menginginkan dirinya tapi mas kawin yang dibawanya.  Memang keluarga suami yang materialistis bukan hal baru lagi di India. Keluarga Hari, nama suami Koly hanya menginginkan mas kawin untuk membiayai perjalanan pengobatan Hari. Sungguh malang nasib Koly, ia menggenakan sari putih murah secepat ia meninggalkan rumah orang tuanya.

Sari atau saree atau shari adalah jenis kain yang berasal dari era 100 SM, dipakai wanita di negara India, Bangladesh, Nepal, serta Sri Langka Bentuknya berupa helaian kain  lebar yang tidak dijahit, variasinya beragam dengan panjang 4-9 meter yang dipakaikan di badan dengan bermacam-macam gaya. Jenis yang paling umum adalah sari yang dililitkan di pinggang, dengan ujungnya yang disangkutkan dari bahu ke punggung belakang. Sari biasanya dipakai menutupi petticoat atau baju bagian dalam,  dengan blus choli atau ravika. Sari juga  dikenakan berdasarkan wilayah, kasta, kegiatan, serta agama.

Sejujurnya saya nyaris berhenti membaca kisah ini saat baru mulai membaca. Kisah perempuan yang menderita tanpa melawan merupakan hal yang paling saya benci. Biasanya kisah menye-menye seperti itu yang saya hindari. Namun ada sesuatu yang membuat saya tergelitik terus membacanya,

 Makin ke belakang, Koly tokoh kita, memberikan pengajaran bahwa keberanian menghadapi segala hal adalah semangat untuk bertahan hidup. ia juga menunjukkan harapan bisa menjadi bahan bakar semangat menjalani kehidupan. Usianya mungkin saja masih sangat muda, tapi pengalaman hidupnya sungguh tak terbayangkan. Adegan saat sang ibu mertua membuangnya membuat saya miris. Sungguh terlalu sang ibu, apa dia lupa tanpa mas kawin Koly mereka tak bisa membawa Hari berobat *gamparrrrrrrr* Kalau melihat nasib Koly, sepertinya saya harus terus merapal doa supaya dapat jodoh yang tak memiliki orang tua, minimal jauh mengingat hubungan kurang manis dengan ibu mertua. *Cucrcol dikittt*
 
Buku ini memperikan sebuah pemahaman (lagi) mengenai kehidupan masyarakat di India. Perihal pernikahan, bagaimana para janda diurus di sebuah kuil, uang pensiunan janda. Di India pernikahan dini adalah hal yang biasa, semacam tradisi umum. Nyaris setengah populasi  perempuan menikah diusia kurang dari delapan belas tahun. Walau menikah dini, angka perceraian sangat rendah karena pencerian meurpakan hal yang dianggap memalukan di sana.
 
Di bagian belakang tercantum keterangan mengenai Bahasa Indi, salah satu bahasa yang dipergunakan di India dan juga  dipergunakan dalam buku ini. Misalnya  ghee adalah mentega yang dipanaskan dan mengandung substansi susu, choli adalah blus lengan pendek yang dipakai di dalam sari serta tali yang merupakan nampan.

Takdir memang tak bisa ditebak kemana akan membawa kehidupan kita.
Tapi bukan berarti kita harus pasrah saja mengikuti takdir.
Karena takdir sudah pasti bisa diubah.
Semuanya tergantung diri kita masing-masing

Sabtu, 20 Oktober 2012

Eon Sang Punggawa Naga & Damon Sang Vampir

Judul: Eon: Lahirnya Sang Punggawa Naga
Pengarang: Alison Goodman
Penerjemah: Putra Nugroho
Penyunting: Nuraini Mastura
Halaman: 577 

Nasib kita sekarang bergantung padamu
Kamu adalah Punggawa Raja Kembar,
kamu adalah yang Bangkit Bersama,
dan kamu sekarang memiliki dukungan penuh dari dewan.


Perempuan, cacat pula!
Sudah pasti sangat tidak layak untuk jadi Punggawa Naga yang dihormati seantero negeri.  Tapi justru kedua hal tersebut yang membuat kisah dalam buku ini kian "hidup" Kisahnya tidak hanya mengenai pertempuran dan intrik tapi juga mengenai gejolak hati sang tokoh utama.

Selama ini Eon menekan sisi perempuannya, ia menolak menjadi Eona demi mewujudkan impian sang guru, terpilih menjadi Punggawa Naga. Ia terpilih bukan karena kehebatannya, tapi justru karena sisi perempuannya. Menarik!

Beberapa bagian memang membosankan. Terlalu bertele-tele saat menjabarkan suatu hal. Sering juga salah tempat, saat ada adegan seru malah heboh menguraikan sesuatu. Untuk buku dengan aneka hal yang sering dijabarkan terinci ini, entah kenapa saya mampu bertahan melahap lembar demi lembar.

Menarik! Tak heran jika EON sudah diterjemahkan dalam 11 bahasa.

Kata yang pas buat buku ini adalah MENAWAN 
------------------------------------

Judul: The Vampire Diaries
         The Return: Midnight
Penulis: L.J  Smith
Penerjemah: Nengah Krisnarini
Penyunting: Dian Pranasari
ISBN: 978-979-024-380-4
Halaman: 688
Penerbit: Atria
Harga: Rp. 89.000,00

Cintaku,
Belahan jiwaku
Sungguh tidak ada satu orang pun yang mampu membuat hatiku berpaling darimu. Hingga saat ini seluruh hatiku penuh dengan kasih sayangmu.

Tak seorang pun.
Sungguh, aku berkata jujur. Damon bukanlah manusia, secara teknis dia berwujud manusia tapi dia adalah drakula. Aku benar khan, tak ada satu orang manusia pun ^_^

Pesonanya memang sudah kian memabukan bagiku. Aku dengan sadar membuka jendela kamar dan mengundangnya untuk masuk. 

Tapi jangan kuatir, sebuah hal ajaib membuat Damon berubah menjadi manusia. Artinya ia tidak boleh masuk ke kamarku lagi. Sungguh kasihan melihatnya merana. Hidup memang tidak adil. Stefan setengah mati ingin menjadi manusia sementara Damon akan melakukan apa saja, termasuk pergi ke neraka untuk bisa kembali ke sosoknya semula. 

Kota kecil itu kian menyeramkan. Banyak hal-hal ajaib yang terjadi disana, semuanya diluar jangkauan nalar. Mencekam! Seseorang bisa mengetahui mana sahabat dan mana yang musuh sekarang


Kata yang pas buat buku ini adalah KEREN