Minggu, 07 Oktober 2012

Hiking Girl, Kisah Tapak Tilas Dua Gadis Korea


Penulis: Kim Hye Jung
Penerjemah: Dwita Rizky
Penyunting: Dian Pranasari
ISBN: 978-979-024-392-7
Halaman: 276
Penerbit: Atria
Harga: Rp39.000,00

Ini bukan kisah perjalanan biasa
Tak ada panduan untuk menuju kesuatu lokasi pariwisata
Tak ada petunjuk bagaimana harus menikmati perjalanan
Tujuannya hanya satu, menuju akhir perjalanan
Menapaki    Silk Road yang berat
Mengubah kepribadian menjadi lebih baik

Dua gadis berbeda latar belakang, Lee Eun Sung dan Bo Ra berjalan sejauh  1.200 km dibawah pengawasan  Mi Joo  selama Bulan Juli –Agustus,   demi menghindari penjara anak-anak di Korea. Bukan perjalanan yang mudah memang, namun  sepertinya bagi mereka berdua lebih menyenangkan mencoba tapak tilas jalur SilkRoad yang keras dari pada masuk penjara anak-anak.

Lee Eun Sung terlahir akibat hubungan terlarang sang ibu. Sepanjang usianya ia selalu mendapat hinaan dan celaan karena tak punya ayah. Hubungannya dengan sang ibu juga kurang harmonis, untungnya ia cukup dengan dengan sang nenek. Eun Sung hidup sebagai anak yang keras dengan sifat pemberontak. Suatu saat akibat diejek, ia tak bisa menahan diri untuk menghadiahkan tinju mautnya pada seorang anak yang ternyata memiliki orang tua  berpengaruh. Sang anak butuh waktu lama untuk sembuh, keluarganya tak terima. Ia harus memilih masuk penjara anak-anak atau mengikuti program baru pemerintah untuk tapak tilas Silk Road.

Bo Ra hanya lebih  muda setahun dari pada Eun Sung, tapi hidupnya tak bisa dibilang lebih menyenangkan.  Ia sangat menyukai komik, namun sang ibu malah menyobek habis koleksi komiknya. Teman-temannya di sekolah menyuruhnya membeli makanan di kantin walau ia tak punya uang,  menyobek-nyobek buku  PR-nya, menyuruhnya menari striptease. Bo Ra melakukannya agar teman-temannya tidak beranggapan ia  meremehkan mereka, hal itu justru malah  membuat ia kian diusik. Bo Ra merasa resah,  dadanya serasa ingin meledak. Semuanya baru reda saat ia mencuri. Selesai mencuri ia kembali tenang.  Awalnya dia mencuri karena dikucilkan selanjutnya dia dikucilkan karena mencuri.


Berjalanan  mereka memang tidaklah mudah. Dengan dua gadis yang memiliki kepribadian unik, sang pengantar Kak Mi Joo juga bukan sosok yang ramah. Tempaan kehidupan membuatnya menjadi sosok yang tegas dan keras tapi  penuh perhatian. Misinya sangat jelas mengantarkan kedua anak tersebut selesai melakukan tapak tilas bagaimanapun caranya.

Semula saya sedikit bingung, apa manfaat yang diharapkan bagi kedua anak itu dengan memberikan hukuman melakukan tapak tilas?  Belakangan terungkap tujuan utama perjalanan itu. Baik Eun Sung dan Bo Ra diharapkan bisa bersosialisasi dengan sesama selama perjalanan, minimal mereka berdua bisa mampu menyesuaikan diri dengan Kak Mi Joo. Mereka berdua diharapkan mampu menekan ego dan segala sifat buruk dan terus menggali potensi yang ada. Tentunya dari sisi fisik mereka akan kian sehat. Siapa yang tak akan sehat jika  selama 70 hari berjalan.

Pengaruh penjara kadang justru membuat seseorang bisa menjadi lebih kejam karena kerasnya pergaulan di dalam penjara. Dengan melakukan perjalanan diharapkan sesorang bisa mengubah dirinya menjadi lebih baik tanpa campur tangan pihak lain. Kalau pun ada minimal hanya dari teman seperjalanan bukan lingkungan kejam ala penjara. Bagi kedua gadis, seberat apapun jalan yang bakalan mereka tempuh tak seberat kondisi jika mereka harus masuk ke penjara anak-anak.

Banyak hal menarik yang  mereka temui selama perjalanan. Dari sekedar mengetahui aneka macam makanan dan minuman khas, berbagai adat istiadat hingga berbagai macam kepribadian orang. Tak kalah menarik adalah pertemuan dengan keturunan Korea di luar negeri. Ikatan kebangsaan biar bagaimana juga cukup kental. Belum lagi kisah seru saat melarikan diri dari program hingga akhirnya ditemukan oleh pihak Korea.

Dengan gaya bahasa yang ringan buku ini sungguh menghibur. Hanya perlu diingatkan pembaca tak akan menemukan aneka gemerlap kehidupan remaja Korea ala  band-band remaja. Perjalanan tapak tilas yag mereka lakukan jauh dari kenyamanan.  Tak ada waktu untuk bersenang-senang. Setelah berjalan selama sepuluh hari akan ada satu hari untuk istirahat. Walau ada bus dan kendaraan umum, sesuai peraturan mereka harus tetap berjalan kaki. Konon buku ini terinspirasi kisah nyata, di Perancis  remaja salah jalan tidak dimasukan dalam penjara namun diikutsertakan dalam perjalanan jauh.

Akhirnya cukup mengejutkan. Kadang kita memang tidak mengetahui berartinya seseorang hingga ia menjauh dari kita. Kadang penyesalan yang muncul tak akan bisa mengubah keadaan. Untuk itu, hargai dan cintai apa yang ada sebelum menghilang dari kehidupan kita.

Sedikit ralat, dihalaman belakang tercetak “  Ada Eun Sung yang memukul teman sekelasnya, ada pula Bora yang gemar mencuri demi mengurangi rasa depresi akibat digencet di sekolah. “ Seharunya ditulis Bo Ra. Demikian juga yang ada di halaman 56 paragraf ketiga.


Jalur Sutra atau sī chóu zhī lù adalah sebuah jalur perdagangan melalui Asia Selatan menghubungkan Chang'an, Republik Rakyat Cina, dengan Antiokhia, Suriah. Pengaruhnya terbawa sampai ke Korea dan Jepang. Istilah 'jalur sutra' pertama kali digunakan oleh geografer Jerman Ferdinand von Richthofen pada abad ke-19 karena komoditas perdagangan dari Cina yang banyak berupa sutra.

Sekalipun baru dibuka resmi pada Abad-3SM, di masa Dinasti Han yang mulai mengirim utusan ke berbagai negara Asia Selatan dan Timur Tengah, namun Jalur Sutra sudah ada jauh sebelumnya. Jalur Sutra terdiri dari banyak jalur yang bercabang-cabang, dan digunakan untuk perdagangan berbagai komoditi selain sutra seperti gading, tanaman, emas. Secara garis besar terdapat tiga jalur, di utara, tengah serta selatan

Jalur Sutra benua membagi menjadi jalur utara dan selatan begitu dia meluas dari pusat perdagangan Cina Utara dan Cina Selatan, rute utara melewati Bulgar-Kipchak ke Eropa Timur dan Semenanjung Crimea, dan dari sana menuju ke Laut Hitam, Laut Marmara, dan Balkan ke Venezia; rute selatan melewati Turkestan-Khorasan menuju Mesopotamia dan Anatolia, dan kemudian ke Antiokia di Selatan Anatolia menuju ke Laut Tengah atau melalui Levant ke Mesir dan Afrika Utara.

Gambar dari:
http://library.thinkquest.org/13406/sr/
http://tukangngarang.wordpress.com/2010/03/22/jalur-sutra-jalur-harta-karun/

Senin, 01 Oktober 2012

Saat "Beda" Justru Menyelamatkan Kota



Judul: ParaNorman
Penulis: Elizabeth Cody Kimmel
Illustrasi: Ross Stewart
Penerjemah: Reni Indardini
Penyunting: Rina Wulandari
Penyelaras Aksara: Putri Rosdina
ISBN: 978-979-433-718-9
Halaman: 261
Penerbit: Mizan Fantasy
Harga: Rp 44.000

Kukutuk kalian!
Kalian akan mati mengenaskan kemudian bangkit dari kubur sebagai mayat hidup! Kulaknat jiwa kalian agar tersiksa selama-lamanya dan jasab kalian agar abadi dalam keterhinaan

Nyaris tidak ada yang tak mengenal sosok Courtney Babcock sang cheerleader populer dengan gaya ekor kudanya yang mampu membuat cowok-cowok saling adu jotos. Tapi hanya sedikit yang mengenal sosok Norman Babcok sang adik.

Sekilas tidak ada yang aneh dengan sosok Norman Babcock.  Memang tatanan rambutnya bisa dikategorikan aneh, tapi itu masalah selera. Sama dengan selera anehnya, menyukai film zombi alih-alih film remaja. Jika diperhatikan lebih lanjut, keanehannya  bukan pada penampilan fisiknya, tapi pada tingkahnya.  Tidak hanya tingkahnya saja sebenarnya, bahkan saat Norman  lahir terjadilah hal-hal aneh, seperti seluruh lampu di bangsal bersalin mendadak korsleting, anjing-anjing di sepenjuru kota serempak melolong, dan muncul pelangi berbentuk tanda tanya di langit


 Entah kutukan atau apa namanya, namun Norman bisa melihat dan berkomunikasi dengan hantu, termasuk sang nenek. Kemana pun ia melangkah di Blithe Hallow, ia bisa melihat aneka hantu yang bersliweran. Para arwah juga saling berebut perhatian Norman, mencoba meminta bantuannya untuk urusan yang terselesaikan di dunia nyata. 

Hampir tak ada yang mempercayai kemampuannya itu.  Makanya ia sering dianggap aneh karena bagi orang lain ia terlihat seperti berbicara sendiri. Padahal ia sedang berkomunikasi dengan arwah. Tidak hanya arwah manusia namun juga hewan. Ia menjadi sering diejek dan diganggu oleh sebagain besar kawan-kawannya.

 Sebenarnya Blithe Hallow adalah tempat yang keseluruhan identitasnya terpaut erat dengan persidangan penyihir. Sekitar tiga ratus tahun yang lalu, sempat terjadi persidangan yang menuduh seorang anak adalah penyihir dan ia dihukum mati. Konon setiap tahun arwah sang anak akan bangkit dan melancarkan aksi terornya. Sementara para hakim yang menghukumnya akan bangkit menjadi zombi mencari pertolongan guna membebaskan mereka dari kutukan.

Zombi disini adalah mayat hidup yang berjalan mencari mangsanya. dalam berbagai film, zombi digambarkan suka mengisap cairan otak. Tapi dalam kisah ini, zombi para hakim bukannya mengisap otak hanya mencari pertolongan. Di dunia maya, zombi bisa diartikan sebagai hecker yang mengendalikan sistem.

Secara keseluruhan kisahnya bisa dikatakan sederhana. Mengenai bagaimana mengusir arwah jahat dan semula adalah seorang anak imut  dengan kelebihan yang pada saat itu dianggap sebagai sebuah kutukan, sebuah tanda bersekutu dengan setan. Ironi memang saat berbeda malah menjadi momok bagi diri sendiri. Belakangan justru berbedaan Norman, yaitu kemampuan yang dimilikinya malah mampu menyelamatkan kota dari kutukan berusia 300 tahun. 


Baik konflik dan penyelesaian juga terbilang sangat sederhana bagi buku setebal  261 halaman. Beberapa bagian justru terlalu mengada-ngada bagi saya.  Walau begitu pesan moral yang disampaikan perlu dicermati. Misalnya saja kondisi berbeda yang membuat seseorang dituduh penyihir dan dihukum mati mengandung pesan agar kita mau menerima sosok yang memiliki perbedaan. Mencoba menyelaraskannya lebih baik dari pada menjauhi dan mengucilkan dengan alasan berbeda.



Pesan bahwa keluarga bisa membentuk kita  juga disampaikan dalam kisah ini. Sosok ayah yang meredam rasa malu karena tak percaya akan kemampuan Norman membentuknya menjadi sosok yang cenderung menutup diri. Padahal bukan maunya menjadi berbeda. Kasih sayang ibu juga membuat tokoh jahat kita melunak dan "pulang" kemana harusnya ia berada.
 
ParaNorman sebenarnya adalah film animasi 3D yang dirilis pada 17 Agustus 2012 di negerinya sana. Buku ini merupakan kisah yang diadaptasi dari film. Para pengisi suara antara lain  Casey Affleck, Tempesrr Bledsoe, Jeff Garlin, John Goodman dan Leslie Mann. Tentunya akan berbeda membaca dengan menonton.  ParaNorman Official Trailer bisa dinikmati  di  http://www.youtube.com/watch?v=hgwSpajMw3s

Buku ini juga dipenuhi dengan berbagai ilustrasi yang menawan. Pada bagian  awal bab kita akan menemui ilustrasi terkait kisah yang ada dalam bab tersebut dalam warna hitam putih. Di balik kover depan dan belakang kita akan menemukan ilustrasi yang tak kalah menarik dalam aneka warna menawan. Bahkan jika kita perhatikan lebih seksama, halaman belakang menawarkan bentuk yang cukup unik, tengok saja bagaimana penempatan ISBN.

Senin, 24 September 2012

Kisah Persahabatan Pegasus dan Putri Sylvi



Judul: Pegasus
Penulis: Robin McKinley
Penerjemah: Gusti Nyoman Ayu Sukerti
Peyunting: Reni Indardini
ISBN: 978-979-433-689-2
Halaman: 496
Harga: Rp 78.000,-
Penerbit: Noura Books, Mizan Fantasi



The Mythical Flying Horse
 **Pegasus**


 I dream of the glorious days of old, when legends were more than stories told.
Where once the mighty Pegasus flew, his wings of white, his eyes of blue.


From Medusa's blood he did spring, a graceful, wise and gentle being.

Raised by the Muses and pure of heart for him, the gates of Olympus would  always part.

Tamed by man through a Goddess's betrayal, the Pegasus did cause the Chimera to fail.
But Man through treachery, ambition and greed, lost his bond with the magical steed.

Angered Gods put Him in their stable, there he became little more than a fable.
Carrying the weapons of the Gods, he longed to be free from their mighty rods.

The King of Gods then decreed that Pegasus would at last be freed.
Now he lives among the stars looking down on us from afar.

E. Sturdivant
(http://www.southcom.com.au/~seymour/pegasus/pegasus.htm)

Aku mendengarnya!

Sylvi baru bertemu dengan pegasus pendampingnya, Ebon,  saat upacara penyatuan ikatan. Konon jika ia baru mengenai segala hal seputar pegasus pendampingnya  saat upacara maka mantra pengikat akan lebih kuat dan berkhasiat begitu keduanya bertemu.  Namun anehnya begitu bertemua Sylvia dan Ebon bisa berkomunikasi lancar dengan menggunakan telepati layaknya dua sahabat karib. Padahal biasanya dibutuhkan jasa seorang  petutur atau penerjemah untuk menjembatani komunikasi antara manusia dan pegasus. Itu pun tidak menjamin kelancaran komunikasi diantara mereka.

Ebon dengan sosok  hitam tinggi dengan kaki kurus yang terlihat terlalu panjang untuk tubuhnya, dan berjenis laki-laki  memang terlihat kontras dengan sosok Putri Sylvi yang cenderung mungil.  Sylvi merupakan putri keempat dari Kerajaan Basiland. Sementara Edon adalah anak keempat dari raja pegasus dari  Rhiandomeer, di balik pegunungan Starcloud. Sesuai perjanjian, setiap anggota kerajaan akan mendapat pasangan  pegasus. Kadang  mereka tidak saling memahami dengan baik, namun tetap saja bereka terikat dengan penyatuan ikatan suci.

Seiring waktu, persahabatan keduanya kian erat. Sylvi bahkan menjadi manusia pertama yang diundang mengunjungi negara pegasus dan memasuki gua keramat mereka. Banyak pihak yang mempertanyakan kedekatan keduanya. Selama ini sangat jarang ada yang bisa saling memahami bahasa keduanya. Sebenarnya wajar saja jika seseorang tidak mengerti bahasa oral pegasus yang banyak konsunannya. Simak saja gwyyfvva terhormat, lalu inskawhaksha   musuh bebuyutanku. Bisa dibayangkan jika penerjemah saja bisa salah mengartikan apa lagi mereka yang tak memahami bahasa pegasus. Sylvia dan Ebon justru  bercakap-cakap dengan kedua bahasa dengan lancar.

Kunjungan Sylvia ke negara pegasus diharap mampu menjembatani perbedaan yang ada diantara mereka. Pegasus diharapkan bisa lebih mengerti apa yang diinginkan manusia serta memahami bagaimana manusia sebenarnya. Sementara itu Sylvia diharap mampu memberikan pencerahan bagi manusia bagaimana sebenarnya kehidupan pegasus. Sejak menginjakkan kaki di Rhiandomeer, Sylvia memandang pegasus dari sisi yang berbeda. Ia bahkan bisa mengerti mengerti dan bercakap-cakap dengan pegasus selain Ebon.

Berbagai pihak yang berusaha memisahkan keduanya sepertinya kian memiliki alasan yang kuat. Bukti-bukti juga sudah dikumpulkan. Sekarang tinggal menunggu saat yang tepat untuk menunjukannya pada khalayak. Persahabatan Ebon dan Sylvia terancam. Penulis masih akan membuat kita penasaran di buku kedua nanti.


Secara keseluruhan buku ini menawarkan tentang persahabatan manusia dan hewan. Dimana persahabatan suci bisa saja terjalin antara siapa saja dan dengan cara yang unik. Sylvia dan Ebon melanggar banyak aturan atas nama pershabatan, seperti terbang bersama malam hari. Bukan contoh yang baik memang, tapi rasa kebersamaan diantara keduanya patut diacungi jempol. Menarik memang, hanya saja terlalu banyak detail yang menurut saya tidak perlu. Mereka yang mengharapkan kisah "ramai" dengan aneka peperangan pasti akan kecewa, karena buku ini lebih menekankan pada persahabatan alih-alih peperangan.

Bagi mereka yang ingin mengetahu tentang pegasus, sangat disarankan untuk membaca buku ini.   Pegasus  merupakan sosok seekor kuda jantan bersayap yang merupakan putra Poseidon dan Medusa dalam mitologi Yunani. Pegasus membantu Bellerofon sang pahlawan dalam perlawanannya melawan Chimaera dan bangsa Amazon. Biasanya sosok Pegasus digambarkan dengan wujud kuda putih karena sosoknya sering dijadikan sebagai lambang kesucian.   Sungguh kontras,  karena dalam kisah ini kita bisa menemukan aneka warna kulit Pegasus.

Penyair Hesiod menghubungkan nama Pegasus dengan kata untuk "mata air", pēgē: " pegai Okeanos, dimana Okeanos dilahirkan. Dimanapun pegasus menghentakan kakinya ke bumi, munculah sumber mata air. Salah satunya adalah di Gunung Helikon, yang disebut Hippokrene ("mata air kuda"), dan Poseidon memerintahkan gunung tersebut agar tidak membengkak dengan nyanyian Muse;  Itu juga yang menyebabkan dalam kisah ini disebutkan jika Pegasus mendatangi suatu daerah maka daerah itu akan menjadi subur. Konon kotoran pegasus jika dipergunakan untuk pupuk akan menghasilkan buah dan sayuran berkualitas prima.

Tapi ada juga yang mendugaan bahwa  asal usul nama pegasus kemungkinan berasal dari kata dari Bahasa Luvian: pihassas, bermakna "petir". Hal ini sangat cocok jika menilik Pegasus juga disebut sebagai pembawa petir untuk Zeus

Sekedar mengingatkan, sosok pegasus berbeda dengan unicorn.  Unicorn adalah makhluk berwujud seekor kuda, dengan sebuah tanduk di dahinya (kata “cornus” dalam bahasa Latin dihubungkan dengan kata “horn” yang berarti tanduk dan “uni” yang berarti satu). Biasanya bulu Unicorn berwarna putih dan tanduknya berbentuk spiral. Unicorn dianggap makhluk yg paling murni, darahnya  dipercaya merupakan obat yang mujarab dan mampu membuat hidup abadi. Simak saja kisah HP.

Ada  beberapa hal yang mengganggu logika saya. Beberapa kalimat yang  mempergunakan istilah tangan contohnya.  Pada halaman 174, " Ebon mengambil batu kecil hitam-merah, menyelipkan dalam tas, melewatkan pita ke atas hidungnya dengan tangan, dan mengedikkan kepala..." TANGAN! Mungkin saya yang kurang mempunyai imajinasi tapi membaca uraian tangan yang ada dalam kepala saya adalah sepasang tangan yang ada di punggung pegasus. Tapi bukannya yang ada justru sayap yah. Apa maksudnya sayap itu juga berfungsi sebagai tangan. Atau malah kaki depan yang dimaksud dengan tangan? Saya benar-benar kurang memiliki imajinasi.

Pegasus yang menghias surai dan kepalanya saat ada peristiwa  penting atau perjamuan dikisahkan hingga dua atau tiga kali. Berkesan diulang-ulang. Lalu pada halaman 17 tertulis, "... meninggalkan beliau" bukannya Ahathin sedang berbicara dengan sang putri dan meminta ijin untuk meninggalkannya bersama dengan para pengawal di perpustakaan. Jika demikian bukannya akan lebih mengenai jika yang dipergunakan adalah kata "Putri" atau "Yang Mulia" alih-alih "Beliau"


Saya pribadi membutuhkan lebih dari dua hari untuk menuntaskan buku ini. Bukan karena topik atau cara bercerita penulis, namun lebih pada terlalu banyak detail yang justru membuat saya bosan.  Beberapa hal yang menurut saya tak perlu diuraikanpanjang lebar justru sering saya temui dalam buku ini. Apa lagi saya bukan pembaca yang terlalu memusingkan soal detail.

Jennifer Carolyn Robin McKinley lahir pada 16 November 1952. Saat ini Robin McKinley tinggal di Hampshire, Inggris bersama dengan suaminya yang juga penulis Peter Dickinson serta dua ekor anjing kesayangannya Chaos serta Darkness. Informasi lebih lanjut bisa diintip di
http://www.robinmckinley.com/

Penghargaan yang pernah diterima oleh Robin McKinley yaitu:
  • 1983 Newbery Honor for The Blue Sword.
  • 1985 Newbery Medal for The Hero and the Crown.
  • 1986 World Fantasy Award for Anthology/Collection for Imaginary Lands.
  • 1998 Phoenix Award Honor Book for Beauty
  • 2004 Mythopoeic Fantasy Award for Adult Literature for Sunshine

Karya-karya Robin McKinley antara lain:
  • Beauty: A Retelling of the Story of Beauty and the Beast (1978)
  • The Door in the Hedge (1981)
  • The Blue Sword (1982)
  • The Hero and the Crown (1985)
  • The Outlaws of Sherwood (1988)
  • Deerskin (1993)
  • Rose Daughter (1997)
  • Spindle's End (2000)
  • Sunshine (2003) Reissued in 2009.
  • Dragonhaven (2007)
  • Chalice (2008)
  • Pegasus (2010)
  • Shadows (Preliminary Title, forthcoming 2013)
  • Pegasus II (Forthcoming 2014)
 
Foto:
http://www.southcom.com.au/~seymour/pegasus/pegasus.htm
http://www.listal.com/robin-mckinley

Rabu, 12 September 2012

[un]affair, Cintaku di SOFA



Sudut Bumi, September 20xz


Cintaku,
Tertawa melihat fotomu di sana. Tersenyum membaca komentar para sahabat,  kenapa bukan aku yang ada di sebelahmu. Cutimu kali ini memang dihabiskan dengan cara yang unik, jalan-jalan mencari ilham untuk buku selanjutnya. Artinya aku bukan "Teman Seperjalanan" yang cocok untukmu. Berbesar hati. Susah juga menjelaskan bahwa bagaimana juga aku dan dirimu memiliki kehidupan pribadi yang harus dijalani sendiri-sendiri. Apa artinya berpisah  sekian putaran waktu dibandingkan seluruh sisa kehidupan kita kelak.

Mengisi waktu luang, sesuai instruksimu aku mulai membenahi rumah impian kita. Dimulai dari belanja, kegiatan yang paling aku benci saat kau tidak ada di sisiku. Daftar paling atas adalah sofa untuk ruang tamu. Sebuah sofa mungil namun nyaman, sesuai dengan konsep ruang tamu kita, minimalis.

Saat hendak berangkat, ketukan kasar di pagar kayu membuatku terkejut. Maklum kita belum sempat memasang bel. Seorang pria setengah baya menyerahkan paket dan tanda terima untuk ditandatangani dengan santun, kontras dengan ketukannya  tadi. Penasaran segera aku buka paket yang ada. Aku memang telah memberikan alamat rumah ini ke beberapa sahabat.

Sungguh aku terkejut cintaku!
Beberapa novel karya sang maestro, Mas Yudhi Herwibowo dengan gambar sofa yang mencolok tersusun dengan manis. SOFA lagi, rupanya hari ini Peri Penjaga Sofa sedang berada di sekitarku ^_^

Seperti biasa, buku Mas Yudhi mampu membuatku menyingkirkan seluruh kegiatan hanya dengan membaca judulnya saja. Segera ku ambil sebuah buku dan mencari tempat nyaman untuk membaca di rumah yang masih berantakan ini cintaku. Sekali lagi SOFA , tepatnya sofa yang berada di kamar kerjamu menjadi sasaranku.

Agar kita memiliki persepsi yang sama cintaku, yang dimaksud sofa adalah  kursi panjang dengan lengan dan bersandaran, biasanya berlapis karet dan busa yg dibungkus kain pelapis. Selain sebagai tempat duduk, kadang-kadang sofa juga dipakai sebagai tempat tidur. Belakangan bermunculan sofa yang bisa dirombak menjadi tempat tidur.


Judul: [un]affair
Editor: Anton WP
Penulis : Yudhi Herwibowo
Cover : desaincoverok.com
ISBN : 978-979-1032-78.0
Halaman : 172
Harga: Rp.33.000


Kadang sebuah kisah cinta  dimulai secara unik, ada juga yang diakhiri dengan cara tak kalah uniknya. Singkat kata, setiap kisah cinta memiliki catatan tersendiri tanpa bisa diatur. Sepertinya juga kisah cinta dalam buku ini. Kisah dalam buku ini sebenarnya sederhana saja, tentang kisah cinta seorang Bajja.

Bajja hanyalah seorang pria biasa dengan pekerjaan sebagai disain grafis di Vanila Ice Design di Kota Sendu. Kisah percintaannya biasa-biasa saja. Kariesnya sangat biasa-biasanya.Di kota Sendu ia berkenalan dengan seorang gadis bernama Arra yang memesan buku bagi pujaannya. Perkenalannya mereka sebenarnya biasa saja, hanya beberapa saat sebelumnya Bajja pernah melihat Arra di perempatan dengan luka di leher, itu yang membuatnya terkejut saat berkenalans ecara resmi dengan Arra. Kok aku tidak menemukan perihal luka itu yah cintaku. Tolong carikan untukku.Tentunya setelah buku ini kau terima.

Lalu cintaku pasti bertanya dimana serunya buku ini jika semua biasa-biasa saja?
Cintaku, bagiku lakon utama dari kisah ini bukanlah sosok Bajja, Arra atau Canta seseorang dari masa lalu Bajja.Justru lakon utama kisah ini bagiku adalah sofa yang ada di kontrakan Bajja. Di Sofa itu Arra menemukan kedamaian jiwa, saat memandang Arra tidur maka Bajja akan mendapatkan ketenangan. Mas Yudhi dengan cerdiknya mengubah sofa biasa menjadi SESUATU. Seperti saat ia membuat kisah tentang piano.

Selanjutnya, dengan piawai Mas Yudhi membuat kedua anak manusia ini memiliki keterikatan satu dengan yang lain. Uniknya keterikatan diantara mereka justru dimulai dari sebuah sofa usang namun nyaman di kontrakan Bajja.  Arra datang dan pergi tanpa khabar, setiap kali datang ia akan tidur dengan nyaman di sofa tersebut, sementara Bajja dengan santunnya tidur di kamar dengan tidak menututup rapat pintu. Jangan khuatir cintaku, tak ada hal terlarang yang mereka langgar.

Proses pencarian cinta Bajja, Arra, Canta bahkan dua "lakon pembantu" dalam kisah ini yang menarik untuk disimak.Bagaimana kadang cinta sejati kita justru ada di depan mata tanpa kita sadari. Seseorang baru menyadari betapa berartinya orang lain justru saat orang itu tidak ada di sampingnya. Cinta kadang menemukan jalannya dengan unik. Seperti kita cintaku, tak ada yang mengira kita memiliki ikatan.

Satu yang membuatku kian suka dengan sosok Bajja, ia menyukai hujan. Seperti diriku yang sangat menikmati terkena rintikan air hujan. Adegan Bajja bermandikan air hujan dalam kisah ini sungguh menyentuh. Pas dengan situasi Jakarta yang sedang dilanda hujan.

Seperti biasa, beberapa hal sepele justru membuatku gemas. Entah kenapa, aku selalu mengharapkan setiap karya Mas Yudhi 99,99% berada dalam kondisi sempurna, tanpa ada celah untuk aku kritik. Misanya pada kalimat, "...meletakkan tumpukan desain di sebelah monitor...." Maksudnya bagaimana yah? Bukannya lebih enak jika ditulis tumpukan desain yang harus dikerjakan. Lalu soal kalimat, "...personal SNSD" mengingatkanku pada beberapa group penyanyi wanita. Akan lebih seru jika SNSD diberikan kepanjangannya agar ada kesamaan persepsi pembacanya.

Terus terang cintaku, aku bukan penyukai kisah romantis. Namun apapun yang dihasilkan oleh sosok penulis yang satu ini mampu membuatku terenyuh. Roman yang ditawarkan juga jauh dari menye-menye. Ada keindahan di dalamnya. Kisah cinta biasa menjadi luar biasa. Menurutnya kisah dalam buku ini penuh dengan nuansa cinta. Tidak bagiku. Ada banyak pelajaran kehidupan yang bisa  kita petik dalam kisah ini. Misalnya dalam hidup ini kita harus tegas menentukan langkah, berani mengambil sikap jika tidak ingin berakhir seperti kisah Bajja dan Arra. Kita memang harus memperjuangkan keinginan kita semaksimal mungkin, tapi setiap hal juga harus dipertimbangkan dengan matang jika tak ingin menderita seperti Canta.

Segala hal mengenai buku ini bisa  diintip di http://www.un-affair.blogspot.com/

Cintaku
Kututup surat ini dengan kutipan menawan dari buku ini, "...bahwa aku nyaman berada di setiap sudut rumahmu. Aku nyaman berada di sofamu. Itu karena...ada engkau di sini" Aku nyaman berada di rumah ini walau saat ini suasana berantakan bak kapal karam karena aku tahu ada cintaku disetiap inci rumah ini.

Big Hug
^_^

NB:
Upsss maaf cintaku, ternyata sudah matahari sudah mulai menuju keperaduannya.
Aku dengan bahagia mengurungkan niat berbelanja.
Sepertinya harus menunggu dirimu saja.

----->
Tambahan info dari wikipedia

Komponen sofa terdiri dari:
  • Rangka, umumnya terbuat dari bahan kayu, jenis kayu yang biasa digunakan sebagai rangka sofa antara lain: meranti, mahoni, pinus, dll. Dalam masa perkembangannya, penggunaan sofa dari rangka besi/baja banyak digunakan untuk memperoleh kekuatan serta daya mekanik suatu sofa
  • Sistem pegas, berfungsi sebagai penahan daya tekan dari dudukan sofa. Sistem pegas biasanya terbuat dari per, tetapi dapat pula menggunakan webbing/karet sebagai penggantinya.
  • Dudukan, berfungsi memberikan kenyamanan dalam sebuah sofa. Tingkat kelembutan dari dudukan berbeda-beda pada selera masing-masing individu. Penggunaan dudukan yang terlalu empuk akan menyebabkan covber menjadi kendur, sedangkan dudukan yang terlalu keras akan menyebabkan tingkat kenyamanan sofa menjadi berkurang. Dudukan dibuat dari busa, kadang-kadang digunakan per sebagai bahan penopang untuk menghemat penggunaan busa.
  • Sandaran. Sandaran dapat dibuat dari busa, dakron, maupun bulu angsa. Penggunaannya tergantung dari model sofa yang dibuat. Sandaran yang terbuat dari bulu angsa memiliki nilai yang tinggi.
  • Upholstery. Kunci keindahan dari sebuah sofa terletak dari upholstery-nya.Upholstery ini dapat menggunakan fabric kain, dapat juga menggunakan kulit (asli maupun sintetis/oscar). Pemilihan upholstery selayaknya disesuaikan dengan tema ruangan dan selera pengguna sofa

Minggu, 09 September 2012

Lust for Life, Kisah Kelabu Van Gogh



Penulis: Irving Stone
Penerjemah: Rahmani Astuti
Penyunting: Anton Kurnia
Pemeriksa Aksara: Adi Toha
ISBN: 978-979-024-373-6
Halaman:574
Harga: Rp 75.000


Je suis Saint Esprit-Aku adalah Santo Esprit
Je suis sain d’esprit-Aku tidak gila

Konon, perbedaan antara jenius dengan kegilaan sangat tipis.
Banyak orang jenius yang disangka kurang waras oleh banyak orang. Salah satunya Vincent Van Gogh.

Terlahir dengan nama Vincent Willem van Gogh pada 30 Maret 1853 di Zundert, Belanda.  Van Gogh bisa disebut salah satu pelukis terbesar dalam sejarah seni di Eropa. Sepanjang hayat ia menghasilkan lebih dari 2.100 karya seni, terdiri dari 860 lukisan minyak dan lebih dari 1.300 cat air, gambar, sketsa. Karya-karyanya terjual dengan harga yang sungguh fantastis, seperti Bunga-bunga Iris pada tahun 1889 dan Potret Dr. Gachet yang dibuat tahun 1890.

 Karya lengkap Van Gogh yaitu:
  • (1885) Pemakan kentang
  • (1888) Kamar tidur di Arles
  • (1888) Teras kafe di malam hari
  • (1888) Kebun anggur merah
  • (1888) Kafe malam
  • (1889) Malam berbintang
  • (1889) Bunga-bunga Iris *
  • (1889) Jambangan dengan 12 bunga matahari
  • (1889) Portrait de l'artiste sans barbe *
  • (1890) Potret Dr. Gachet *
  • (1890) Ladang gandum dengan burung gagak
  • (1890) Perempuan petani dengan latar belakang gandum
*Meraih  nilai penjualan tertinggi.

Van Gogh  muda awalnya bekerja sebagai penjual di perusahaan seni. Tapi pekerjaan itu sepertinya tidak cocok dengan hati nuraninya. Beberapa kali ia terpaksa menjual sebuah karya seni yang menurutnya sangat tidak elok. Hal ini sempat menimbulkan perdebatan antaranya dengan sang atasan, Obach. “Katakan padaku, bagaimana seseorang bisa menganggap dirinya benar dengan dengan menghabiskan kehidupannya yang hanya sekali untuk menjual lukisan-lukisan yang sangat jelek kepada orang-orang yang sangat bodoh”

Merasa tidak cocok dengan pekerjaannya itu, van Gogh membanting stir memulai karier sebagai seorang pendeta. Sekitar tahun 1879 ia bertugas di wilayah pertambangan Belgia sebagai seorang  misionaris. Di sana ia mulai menggambar sketsa para pekerja tambang. Apa yang dilihat itulah yang digambarnya, tanpa ada penyesuaian atau upaya membuat sosok yang ada terlihat lebih “baik”


Pemakan Kentang  dikerjakan van Gogh mulai 13 April hingga awal Mei, sebelumnya diawali dengan membuat sketsa dalam kurun waktu Maret hingga awal April.Sekarang lukisan tersebut tersimpan di Van Gogh Museum di Amsterdam. Van Gogh sengaja melukis sosok para petani di Nuenen apa adanya. Model juga diambil yang memiliki wajah buruk dan kasar supaya bisa terlihat alami. Dari mutu lukisan, van Gogh menganggap ini merupakan karya terbaiknya.

Dua orang dokter mendiagnosa van Gogh menyimpulkan ia menderita epilepsi yang cukup parah. Dalam http://medicastore.com/penyakit/686/Epilepsi.html, disebutkan epilepsy adalah suatu penyakit yang ditandai dengan kecenderungan untuk mengalami kejang berulang.

Van Gogh menghabiskan sisa hidupnya di R.S. Jiwa Saint Paul-de-Mausole di Saint-Rémy-de-Provence, Perancis.  Ia dirawat  karena merasa dirinya menjadi gila Ada anggapan kesehatan mentalnya mempengaruhi lukisannya.  Pada tanggal 29 Juli 1890 di 37 tahun  van Gogh ditemukan tewas bunuh diri.

Irving Stone sang penulis kisah lahir di  Tannenbaum,  pada 14 Juli  1903. Spesialisasinya adalah menulis  biografi tentang orang-orang terkenal seperti:
  • Lust for Life (1934) – berdasarkan kisah hidup Vincent van Gogh
  • Sailor on Horseback (1938) - berdasarkan kisah hidup Jack London.
  • Clarence Darrow For the Defense (1941) - biografi Clarence Darrow
  • They Also Ran (1944, updated 1966) –
  • Immortal Wife (1944) - berdasarkan kisah hidup Jessie Benton Frémont
  • Adversary in the House (1947) - berdasarkan kisah hidup Eugene V. Debs
  • Earl Warren (1948) - biograpfi of Earl Warren
  • The Passionate Journey (1949) - berdasarkan kisah hidup John Noble
  • The President's Lady (1950) - berdasarkan kisah hidup, Rachel Donelson Jackson
  • Love is Eternal (1954) - berdasarkan kisah pernikahan Abraham Lincoln dan Mary Todd
Dan masih banyak lagi.

Secara garis besar,bagi saya  buku ini cukup berat mengingat sosok van Gogh sendiri cukup unik. Kesan muram, sedih dan putus asa beberapa kali terungkap dalam buku ini. Van Gogh semasa hidupnya hanya mampu menjual sebuah lukisan, sungguh kontras dengan situasi sesudah ia meninggal.

Walau begitu, gaya penulisan yang unik membuat saya bisa menikmati kisah yag ditawarkan walau dengan kecepatan membaca yang harus di turunkan beberapa tingkat. Buku ini sangat layak dibaca bagi mereka yang menyukai karya lukis serta menyukai sosok van Gogh yang misterius.

Banyak hal-hal baru yang terungkap dalam buku ini.Misalnya mengenai sosok sang adik, Theo yang selama ini selalu menjadi pendukung utamanya. Adegan pemotongan kuping yang elgendaris dan masih banyak lagi.

Buku ini juga sudah diadaptasi dalam sebuah film dengan judul yang sama, Kirk Douglas berperan sebagai van Gogh.  Film ini  meraih inominasi empat Academy Awards, menang satu nominasi. Jika ingin melihat karya lengkap van Gogh bisa mengunjungi http://www.vangoghgallery.com/catalog/Painting/. Juga mengunjungi http://www.vangoghmuseum.nl/


Sumber gambar: subculturia.blogspot.com

Sabtu, 01 September 2012

Menangis karena Allah


Cintaku,
Banyak hal yang tak perlu diungkap namun sudah terlihat jelas. Hanya butuh pemahaman saja. Ada kata-kata yang mampu menghilangkan rasa sakit, namun terkadang diam lebih menyembuhkan.

Sungguh miris melihatmu harus terpuruk sendiri. Aku tidak bisa memasuki rana ini, wilayah ini tertutup bagiku. Walau bagaimana situasi dan kondisinya ingatlah bahwa aku akan selalu menjadi bayangmu. Menemanimu disaat menangis dan tertawa

Saat ini aku hanya bisa memandang jarum jam sambil merapal doa permohonan agar cintaku diberi kekuatan untuk mengatasi semua masalah yang ada. Ikhlas dan pasrah cintaku, maka semua hal akan menjadi lebih mudah. Aku hanya paham, bahwa seseorang tidak akan diuji diluar kemampuannya. Itu artinya  citaku mampu menanggung semuanya. Tegar dan kuatlah cintaku.

Peristiwa yang mendera membuat merasa takut pada Sesembahanmu, hingga kau merasa resah. Mendengar keluhmu cintaku, membuatku teringat buku Menangis karena Allah.

Penulis: Mansyur Abdul Hakim
Penerjemah: M. Taufik
Penyelaras Aksara: Aulia Nur Rahma
Penata Letak: Dini Handayani
ISBN: 978-602-9498-58-5
Halaman: 398
Penerbit; Noura Books
Harga : Rp 58.000


"Barangsiapa tidak takut kepada Allah, ia akan merasa takut pada segala sesuatu" 

Sebuah kalimat yang bermakna luas. Seseorang yang takut pada Allah  tidak akan merasa takut pada dunia dan manusia. 

Membaca Menangis karena Allah membuat jiwa mendapat asupan rasa keimanan. Tertuang 170 kisah dengan berbagai latar belakang dan tokoh yang mampu menggugah serta mempertebal  rasa kecintaan kita pada Sang Pencipta.  

Tengok kisah nomer 34.  Berkisah mengenai Tangisan seorang Ahli Ibadah (Abid). Abu Al-Laitsi As-Samarkandi mengatakan, bahwa ia pernah mendengar dari ayahnya kisah mengenai seorang pelacur yang selalu menggoda lelaki dengan kecantikannya.  Ia selalu duduk di atas ranjang dekat pintu rumahnya yang terbuka.  Untuk bisa menikmati kemolekannya, setiap lelaki harus menyediakan dana sebesar sepuluh dinar.

Suatu hari, seorang 
Ahli Ibadah (Abid) tergoda olehnya. Ia berusaha keras mengusir bayang wanita itu, namun rupanya bisikan setan demikian kuatnya hingga ia menjual baju yang ia miliki dan mengumpulkan uang yang dibutuhkan dan diserahkan ke wanita itu. Kesepakatan telah dibuat.

Pada waktu yang ditentukan ia kembali mendatangi wanita itu. Namun saat ia menyentuhnya Allah menolongnya. Mendadak tubuhnya kaku, jantungnya berdetak keras, wajahnya mucat dan gemetarlah seluruh tubuhnya, tentu saja hal tersebut membuat wanita itu keheranan.

Dengan penuh penyesalan Abid itu mohon diri dan merelakan semua uangnya. Siapa yg mengira kejadian tersebut justru membuat wanita itu merasa sangat takut. "Laki-laki itu baru pertama kali melakukan perbuatan dosa ini, tetapi dia begitu takutnya. Aku telah lama melakukan perbuatan dosa ini dan Tuhan yang ia takuti adalah Tuhanku juga. Seharusnya, rasa takut (ku) jauh lebih besar daripada rasa takut(nya)" ia segera bertaubat dan rajin menjalankan ibadah.

Wanita  itu bahkan mendatangi kampung halaman Sang Abid. Siapa tahu ia bersedia menikahinya hingga ia bisa belajar agama. Sayangnya saat melihat wajah sang wanita, Abid sangat terkejut hingga meninggal. Ia terbayang akan perbuatan dosa yang nyaris dilakukannya. Bukan main sedihnya hati sang wanita. Untungnya Sang Abid memiliki saudara lelaki yang juga saleh walau miskin. Mereka akhirnya menikah.

Rasa takut Sang Abid tidak saja menyelamatkan dirinya dari perbuatan dosa, namun juga membawa kebaikan,  tobatnya seorang pelacur. Pelacur itu menggunakan pakaian yang pantas dan meninggalkan masa lalunya. Ia berharap dengan menikahi laki-laki saleh ia bisa belajar bagaimana menjadi seorang muslimah sejati. Harta baginya bukanlah masalah. Sungguh kisah yang mengharukan.
 
Kisah mengenai segala hal harus seimbang bisa ditemui dalam kisah nomer 14 tentang Abu Darda', sosok ahli ibadah yang kaya. Hampir seluruh hartanya dinafkahkan di jalan Allah, ia juga gemar berpuasa di siang hari dan beribadah di malam hari.

Suatu saat Salman Al-Farisi, salah satu sahabat Rasullulah memberinya nasehat, " Wahai saudaraku sungguh jasadmu memiliki hak darimu. Tuhanmu memiliki hak dari dan istrimu mempunyai hak darimu. Oleh karena itu, berpuasalah dan berbukalah;sembayanglah dan kumpulilah istrimu. Segala sesuatu, berikanlah haknya masing-masing.

Kesalahan ketik seperti pintuh (hal 85), menegtahui (hal 100)   tak mengurangi kekusyukan membaca buku ini. Akan lebih  bermanfaat lagi jika ada semacam catatan kaki untuk menjelaskan beberapa hal sehingga buku ini juga bisa menjadi sumber pengetahuan. Misalnya pada halaman vii disebutkan tentang QS Al-Rahman [55], ada baiknya juga dijelaskan apa maksud dua surga. Pada beberapa bagian terbaca kalimat yang sedikit janggal, hal ini disebabkan karena rangkaian kalimat yang sedikit membingungkan.
 
Cintaku, apapun cobaan yang datang, hadapi dengan senyum. Kalimat dalam buku berikut layak untuk diteladani, " Rasa takut pada Allah merupakan gabungan ritual ibadah yang dilakukan seorang mukmin. Takut kepada Allah merupakan tanda diterimanya segala ibadah yang ia lakukan; takut kepada Allah merupakan  bukti doa yang diterima hingga dikabulkan. Tanda dikabulkannya doa adalah tangisan di hadapan Allah sambil berdoa. Menangis karena Allah merupakan kemampuan yang agung yang tidak akan dicapai, kecuali orang-orang saleh"(hal vii)

Jumat, 24 Agustus 2012

Sekar, Mutiara yang Terpendam

Cintaku, belahan jiwaku

Tak terasa sudah seminggu kita berpisah. Sungguh hati ini kian miris melihat kondisimu yang terekam dalam foto. Betapa kurusnya dirimu cintaku. Wajahmu terlihat lelah. Walau kau berusaha terseyum tapi guratan di wajahmu bercerita lebih banyak dari yang kau katakan.

  Sabar cintaku, perpisahan ini  hanya sementara. Jika semuanya sesuai rencana kita dan Ridho-NYA maka hasil yang kita petik akan sangat indah. Kondisiku di sini juga tak lebih baik darimu. Setiap aku  memandang yang terlihat hanyalah wajahmu. Hanya hadiah kecil yang kau berikan sebelum pergi membuatku kuat.

 Cintaku
Seperti yang kau tahu, salah satu caraku menghilangkan kesedihan adalah mengunjungi toko buku. Kebiasaan yang sering kau cela. Apa masih kurang buntelan yang hadir katamu. Beberapa penerbit memang sudah berbaik hati mengirimi aku buku, namun tetap aku menemukan sensasi yang  berbeda setiap kali menyambangi toko buku. Apa lagi toko buku di kota ini.

 Saat memandang buku-buku yang baru datang, mendadak mataku menemukan sebuah judul buku yang sudah lama aku cari. Sejak sekolah menengah atas tepatnya, lama sekali yah. Dulu aku pernah membaca buku sejenis, hanya saja buku itu hilang entah kemana. Bagaikan menemukan durian runtuh rasanya. Lebih dari 10 tahun  untuk  bisa membaca kisah ini lagi.


  Buku itu berjudul Sekar, 
 Penulis: Maria A. Sardjono
 Editor: Eka Pudjawati
 ISBN : 978-979-22-8717-2
 Halaman: 320 
 Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
 Harga : Rp. 43.000

Kisahnya sungguh unik. Seorang gadis yang berusaha keras membuktikan eksistensinya sebagai seorang manusia yang utuh. Sekar memang hanya anak seorang pembantu rumah tangga dari sebuah keluarga priyayi . Sejak Sekar kecil, keluarga Suryokusumo sudah menanggapnya sebagai bagian dari keluarga mereka. Sekar kecil terbiasa hidup dengan memandang Joko anak laki-laki keluarga itu sebagai sosok yang harus dikagumi.

  Joko sendiri terlanjur menganggang Sekar adalah bagian dari keluarga. Hanya ia yang boleh "menakali" Sekar. Jika ia mendapat sesuatu pasti akan dibaginya bersama Sekar. Namun, suatu selisih paham kecil diantara mereka memicu Sekar menjadi orang yang pantang mundur serta memiliki semangat juang tinggi. Hal itu juga yang membuat Sekar berusaha keras menempa dirinya menjadi sosok yang mandiri, cerdas namun tetap sederhana dan penyayang.

  Walau keluarga tersebut cukup demokrat,  Sekar dan yang lainnya cukup tahu diri. Ia sangat menyadari ada jurang perbedaan yang cukup besar diantara mereka. Itu sebabnya ia meredam cintanya pada Joko. Sementara itu Joko sendiri sebenarnya diharapkan menjalin hubungan dengan Dewi, seorang gadis manis yang menurut bibit, bobot dan bebet sangat cocok untuk dipersandingkan dengannya.

Joko berada diantara dua pilihan, tetap menjaga hubungan dengan Dewi demi mewujudkan harapan keluarga atau mengikuti kata hatinya memilih Sekar, sosok yang mampu membuatnya lupa diri.  Dewi memang memiliki darah biru yang kental, wajahnya juga cantik dengan gayanya yang kenes. Tapi Dewi sering bersikap kekanak-kanakan. Ia bahkan tak mau mengenal dunia Joko, lelaki yang ingin dijadikannya sebagai suami.

  Buku ini tidak saja mengisahkan mengenai betapa agungkan cinta kasih dua anak manusia dengan latar belakang budaya feodal Jawa. Tapi juga memberikan banyak wejangan dan pengetahuan mengenai budaya Jawa tanpa berkesan menggurui.  Sang Penulis, Maria A. Sardjono mampu membuat wejangan nilai-nilai luhur budaya Jawa mudah dicerna dan cocok diterapkan disaat sekarang.

  Simak saja pengetahuan tentang bagaimana seharusnya wanita bersikap dalam budaya Jawa. Ada istilah 3 M yaitu Macak, Manak dan Masak. Seorang wanita harus pandai  menghias diri agar enak dipandang suami, bisa menyenangkan suami di tempat tidur dan memberikan keturunan serta pandai memasak.

 Mbok Kromo, walau hanya sebagai pengasuh Joko namun karena sudah berpuluh tahun mengabdi tanpa disadari juga memahami bagaimana tatacara kehidupan seorang priyayi. Sikap dan pikirannya mungkin bisa lebih priyayi dan pada priyayi yang arogan. Sikap ini terbukti dari ucapannya saat menasehati Sekar. "Sikap priyayi yang lebih menyangkut dunia batin seseorang kan bisa terlihat sesudah kita bicara selama lima menit saja denganya."

 Sosok Sekar yang digambarkan sempurna secara fisik juga dikisahkan memiliki kepribadian yang menawan. Dari rasa hormat yang ditunjukan pada Keluarga Suryokusumo, kasih sayang bagi para muridnya hingga pengabdian yang dilakukannya atas nama cinta bagi Joko. Sekar begitu mencintai Joko, namun rasa hormatnya kepada keluarga itu membuatnya bersedia melakukan apapun  bahkan mengorbankan kebahagiannya dengan Joko. "Cinta bagi saya adalah sesuatu yang tidak bisa dinilai oleh apa pun   kecuali oleh cinta itu sendiri. Tidak boleh ada pamrih di dalamnya. Tidak boleh hati ini merasa direndahkan, disepelakan, atau semacam itu."

Sesuai petunjuk, ada beberapa bagian dari buku ini yang mengalami revisi. Terutama sekali karena buku ini diterbitkan ulang oleh penerbit yang berbeda. Misalnya pada halaman 240, disebutkan Sekar mendapatkan hadiah HP untuk memudahklan komunikasi dengan  Joko. Keberadaan HP baru sekitar tahun 1984.Juga tentang laptop di halaman  295 Lalu halaman 61 disebutkan Mbok Kromo berjualan pecel dan lainnya. Semoga saya yang salah, tapi seingat saya di buku yang lain jualannya adalah gorengan ketela pohon dan sejenisnya. Di halaman 319, pada buku yang lain disebutkan Joko akan menemui Mbok Kromo sementara dalam buku ini tidak ada.

Bagian mengenai pembuktian cinta Sekar sedikit mengusik hatiku. Bagaimana jika ada pembaca ABG yang menganggapnya sebagai sesuatu yang layak ditiru? Bisa kacau! Memang kisah itu bisa dianggap sebagai bumbu penyedap kisah tapi perlu dipikirkan juga efeknya bagi pembaca.Di belakang memang ada kode novel dewasa sekedar usul sebaiknya diletakan di kover depan.

Cintaku,
Buku ini juga menyebutkan bahwa cinta sejati tidak harus dipatrikan di dalam sebuah perkawinan. Seorang pria bisa saja menemukan calon istri yang ideal, tapi belum tentu ia adalah kekasih hatinya.  Walau aku sudah memasrahkan diriku, seperti juga Sekar ,hendak kemana kisah cinta ini dibawa. Bahkan sampai posisi terendah pun, Aku sudah mempersiapkan diri untuk kemungkinan terburuk. Namun aku tetap berharap cinta kita bisa dipatrikan dalam sebuah ikatan suci, aku bukan saja menjadi calon istri yang ideal tapi kekasih bagi hatimu.

Mendadak aku jadi ingat coretanmu beberapa waktu yang lalu,   "Cinta adalah ANUGERAH TERINDAH untuk semua makhluk yang sudah di GARISKAN oleh TUHAN sebagai SESEMBAHAN Manusia, dan ketika cinta terhalang oleh apapun, yang menjadi penyebab cinta itu bergeser dari KODRAT yang ada, Saat cinta itu TULUS dia tidak kan memandang, perbedaan baik status sosial dan apapun pangkatnya, hingga ketika disadari CINTA hanya untuk dapat di Hayati, Jalani dan diterima dengan IKHLAS dan menjadi SEBUAH DINAMIKA yang saling BERIMBANG" Kita memang bukan Joko dan Sekar,  namun kita juga memiliki perbedaan yang harus  kita satukan. Kondisi kita justru lebih  rumit dari mereka. Tapi, tak ada yang tak mungkin jika kita menginginkan sesuatu dengan sepenuh hati. 

Aku sudah tahu apa keinginanku
Kuharap cintaku juga tahu apa yang diinginkan

Pagi sudah menjelang cintaku
Semoga kisahku ini bisa menghiburmu
Serta menjadi kekuatan bagi perjuangan cinta kita

Love u selalu






Rabu, 15 Agustus 2012

Dollhouse, Kisah 3 Gadis Kardashian


Pengarang: Kourtney, Kim, Khloe Kardhasian
Penerjemah: Inosensus Rotorua
ISBN 978-602-759-611-5
Halaman: 327
Penerbit: Esensi

Tiga gadis nan rupawan Kass, Kamilie, Kyle Romero semula  menikmati kehidupan yang menawan sebelum sang ayah David Alexander Romero, produser film terkenal meninggal akibat kecelakaan kapal. Ternyata semua hartanya telah diivestasikan pada tempat yang salah. Keluarga Romero  mengalami kebangkrutan! Semua orang yang semula sangat ingin berada di dekat mereka mendadak menghilang ditelan bumi. Sang ibu Kat, menggunakan asuransi kematian sang ayah untuk membeli sebuah restoran yang sudah tak beroperasi lagi di Hollywood Barat dan mengubahnya menjadi Cafe Romero. Secara ajaib, berkat tangan dingin Kat Cafe Romero menjadi sukses.

Sang ibu yang namanya juga berawalan huruf K, Kat menikah lagi dengan salah satu sahabat keluarga. Sang suami baru membawa beberapa anak. Namun kehidupan keluarga mereka tetaplah berjalan normal. Kehadiran saudara tiri membawa warna tersendiri bagi kehidupan ketiga kakak beradik tersebut.

Banyak hal yang terjadi dalam kehidupan ketiga gadis cantik dan seksi itu. Pada novel ini diceritakan, drama harian sudah menjadi makanan harian keluarga ini, namun, drama memuncak ketika dua dari ketiga kakak-beradik perempuan ini terlibat drama yang menyangkut seks dan kehamilan. Dengan cara mereka, keluarga ini harus keluar dari masalah membelit yang berisiko perpecahan keluarga.

Dituturkan dengan bahasa yang cenderung ringan dan istilah-istilah harian, bacaan ini cukup ringan, selain fisik novelnya yang juga kecil dan ringan untuk dijadikan teman menghabiskan waktu senggang.Idenya cukup menawan, hanya saja bagi saya gaya penulisannya terlalu hiperbola. Kisahnya terlalu soap opera.

Soap Opera merupakan sebuah drama yang disiarkan di radio dengan menyanding Procter & Gamble, Colgate-Palmolive dan Lever Brothers, sebagai sponsor dan produser.  Rangkaian radio awal disiarkan di hari kerja siang hari slot, biasanya lima hari seminggu, ketika sebagian besar pendengar akan menjadi ibu rumah tangga.
 
Kover buku yang mengambil tema loreng bisa dianggap sebagai salah satu cara untuk menjukan kehidupan para tokoh yang glamor. Pose ketiga sosok gadis yang bisa kita anggap sebagai ketiga gadis menunjukkan bagaimana gemerlapnya kehidupan mereka walau sudah terpuruk.

Nadia Mulya, presenter dan penyuka program televisi keluarga Kardashian saat peluncuran novel ini beberapa waktu lalu mengatakan, "Meski penuh drama, namun, dari kehidupan keluarga Kardashian, termasuk yang di novel ini menunjukkan, keluarga harus utama, penuh dengan kasih dan saling mendukung."

Menurut beberapa sahabat saya, kisah dalam buku ini merupakan adaptasi dari realiti show tentang Kardhasian bersaudara.  Kourtney, Kimberly, Khloé, dan Robert, Jr adalah anak dari Robert Kardashian dan Kris Jenner. Pada tahun 2003 Robert Kardashian meninggal diusia 59 tahun, sebelumnya di tahun 1990 pasangan Robert dan Kris bercerai. Kris menikah lagi dan memperoleh dua orang anak.Kisah nyata keluarga ini diadopsi menjadi  reality show mulai Oktober 2007 dengan judul Keeping Up With Kadashians

Bagi mereka pengemar kisah Chicklit, buku ini layak dibaca. Secara pribadi saya menghormati kehidupan orang lain, hanya saja jadi ragu apakah buku ini layak dibaca oleh kalangan remaja mengingat perbedaan budaya yang cukup mencolok. Misalnya kasus dimana ada hubungan intim antara salah satu tokoh saat ia mabuk dengan pacar saudaranya. Tak lama setelah berhubungan intim dengan sang adik, ganti menggauli saudaranya yang memang pacarnya.
 
Sisi baik yang mengisahkan bagaimana keluarga harus saling mendukung dalam kondisi apapun harusnya lebih ditonjolkan. Sebuah nilai luhur yang harus diteruskan. Kisah akhir dalam buku ini memang berakhir bahagia layaknya kisah ala sinetron. Tapi sekali lagi, yang harus disimak adalah bagaimana proses menuju kesananya.

Terlepas dari pro dan kontra, penerbit Esensi menangkap  peluang yang cukup bagus. Konon kisah dalam buku ini berbeda dengan reality shownya, hal ini membuat kian menggoda untuk disimak.

Minggu, 05 Agustus 2012

Kamu HARUS Gila Untuk Menguasai Dunia


Judul: Evil Plans: Cara Gila Menguasai Dunia
Penulis: Hugh MacLeod
Penerjemah :Ratri  Prakoso
Editor: Mimi Jamilah
ISBN: 9789790245693
Halaman : 215
Penerbit : Serambi
Harga : Rp 34.900

The Hun­ger to do something creative.
The Hun­ger to do something amazing.
The Hun­ger to change the world.
The Hun­ger to make a difference.
The Hun­ger to enjoy one’s work.
The Hun­ger to be able to look back and say, Yeah, cool, I did that.
The Hun­ger to make the most of this utterly brief blip of time Crea­tion has given us.
The Hun­ger to dream the good dreams.
The Hun­ger to have ama­zing peo­ple in our lives.
The Hun­ger to have the synap­ses con­ti­nually fired up on overdrive.
The Hun­ger to expe­rience beauty.
The Hun­ger to tell the truth.
The Hun­ger to be part of something big­ger than yourself.
The Hun­ger to have good sto­ries to tell.
The Hun­ger to stay the course, des­pite of the odds.
The Hun­ger to feel passion.
The Hun­ger to know and express Love.
The Hun­ger to know and express Joy.
The Hun­ger to chan­nel The Divine.
The Hun­ger to actually feel alive.
The Hun­ger will give you everything. And it will take from you, everything. It will cost you your life, and there’s not a damn thing you can do about it.
But kno­wing this, of course, is what ulti­ma­tely sets you free.

(terjemahan ada di halaman 11)

Tak perlu berdebat panjang lebar!
Buku ini penuh dengan ilustrasi yang menawan guna mengimbangi ambisi yang dituangkan.
Beda itu perlu, dengan semangat kuat dan rencana matang yang "GILA" maka kita bisa menguasai dunia.
Buka pikiran lebar-lebar saat membaca buku ini, jangan berdebat dengan apa yang disebutkan tapi cobalah untuk menelaahnya lebih lanjut hingga menemukan benang merah yang tersebunyi

Sekarang
atau
Tidak sama sekali
Menguasai
Dunia








Dua Kecupan untuk Maddy


Judul : Two Kisses for Maddy
Penulis : Matt Logellin
Penerjemah: Nadya Andwiani
ISBN: 978-979-024-324-8
Halaman : 432 Halaman
Penerbit : Serambi Ilmu Semesta
Harga: Rp 55.000


Happy ever after

Setiap individu pasti menginginkan kisah cinta dalam kehidupannya bak kisah Cinderella atau kisah dalam novel roman, bahagia hinggal akhir hayat. Atau bahagia selamanya hingga mau memisahkan. Untuk yang terakhir, sepertinya cocok  guna menggambarkan kisah cinta Elizabeth 'Liz' Goodman dan Matt Logellin.

Kedua sejoli ini berasal dari SMU yang sama. Yang satu gadis popular, yang lainnya pria kuper. Keberuntungan menghampiri Matt saat ia melakukan sebuah kesopanan, membukakan pintu saat  mereka tanpa sengaja masuk ke sebuah  toko yang sama. Hal kecil itu membuat Liz bisa memandang att dari sisi yang lain.

Kisah cinta mereka memang penuh warna. Dari kuliah yang berjauhan, pengaturan jadwal kunjungan hingga jumlah tagihan telepon yang harus dibayar. Liz, menurut saya menunjukan bahwa saat cinta sudah bicara segala hal bisa dinegosiasikan.  Selama masa perkuliahan, Liz menabung hasil kerja paruh waktu serta uang sakunya untuk membayar tiket pesawat Matt  ke California, mengunjungi dirinya.

Saat menikah Liz juga menunjukan kebesaran jiwanya. Ia tidak keberatan harus bekerja dan menanggung nyaris seluruh pengeluaran rumah tangga.  Matt juga tidak bersikap rendah hati dan menuebalkan karenanya.Kehidupan rumah tangga  mereka jalani dengan bahagia. Iklas berbagi dan menjalani kehidupan penuh cinta.

Kebahagian mereka kian lengkap saat Liz dinyatakan hamil.  Kebahagian mereka sedikit terusik dengan kondisi kehamilan  Liz yang cenderung mengkhawatirkan. Liz mengalami mual-mual parah tanpa perduli waktu.  Keduanya berusaha mencari pengobatan demi kelangsungan hidup sang jabang bayi. Puncaknya adalah saat sang bayi harus menjalani proses kelahiran lebih cepat 7 hari dari waktunya.

Apa mau dikata, Liz ternyata tak akan sempat menggantikan popok Madelin, menyusui bahkan menatap wajahnya. Liz berpulang karena menderita emboli paru.  Peristiwa tersumbatnya sistem aliran darah ke paru - paru secara mendadak itulah yang  disebut sebagai emboli paru - paru. Hal ini dapat mengakibatkan kematian.

Seluruh hidup Matt berubah 360 derajat.  Kesedihannya kehilangan Matt dan kebingungannya tentang bagaimana merawat Madelin tertuang dalam blognya. Kadang ada kisah sedih dalam sebuah kecerian, ada kejadian sepele yang mengharukan tapi ada juga kekonyolan dan rasa marah. Walau bagaimana Matt juga seorang manusia biasa yang punya keterbatasan, kepergian Liz sama artinya dengan meruntuhkan dunianya.


Di bagian akhir, pembaca bisa menyimak sebuah surat  yang ditulis oleh Matt bagi putrinya saat berusia tiga tahun. Terbaca bagaimana Matt sangat mencintai putrinya, seluruh pusat kehidupannya sekarang adalah sang putri tercinta.  Ia bisa bertahan juga karena dan demi sang putri.

Sering kali ini membaca atau mendengar betapa kisah kasih seseorang dibawa hingga mati. Saat pasangannya berpulang, ia tetap bertahan sendiri dengan alasan beragam. Buku ini menggabarkan bagaimana seorang pria juga bisa menjadi orang tua tunggal yang baik. Walau butuh waktu, tapi tidak diragukan lagi Matt telah berhasil membuktikan bahwa ia adalah suami yang bertanggung jawab dan ayah yang super bagi putri tunggalnya Madeline Elizabeth Logelin.  Tidak hanya berisi mengenai kenangan Matt dan Liz, buku ini juga mengandung harapan dan semangat menjalani hidup

Disetiap awal bab, kita bisa menemukan sebait kalimat yang mengharukan. Favorit saya ada di halaman 316, “ Tak ada yang mengecup pipiku saat aku berangkat bekerja. Tak seorang pun bisa kuetelepon dalam perjalanan menuju kantor mengenai informasi lalu lintas. Tak seorang pun mengantarkan bekal akan siangku yang tertinggal di meja dapur….”

Two Kissess  bisa diartikan sebagai kebiasaan yang dilakukan  Matt sejak kehadiran  Madeline.  Matt selalu mencium ujung jarinya dua kali lalu disentuhkan ke dahi Madeline. Satu kecupan dari dirinya, satu lagi dari sang ibu di surga. Satu untuk yang bisa saja terjadi, sementara yang lain untuk apa yang akan terjadi. Kebiasaan yang mengharukan.

Kisah Matt yang mengharukan bahkan sudah dijadikan topic dalam Oprah Show. Silahkan intip http://www.oprah.com/oprahshow/Matt-Logelin-Talks-About-Losing-His-Wife-After-Childbirth-Video

Jangan lupa mampir ke http://www.mattlogelin.com. Banyak hal-hal yang mengharukan yang membuat kita kian merasa bersyukur dengan apa yang kita miliki.Juga lihatlah Liz Logelin Foundation yang dibentuk oleh Matt guna membagi dan membantu mereka yang mengalami nasib serupa dengannya.

gambar dari:
http://www.oprah.com/relationships/Incredible-Fathers-and-Their-Families/7

Sabtu, 04 Agustus 2012

Mind Power, Kekuatan Alam Bawah Sadar


Judul: Mind Power
Penulis: John Kehoe
Penerjemah: Aisyah
Penyerasi: Titis Adinda
ISBN: 978-979-024-323-1
Halaman: 226
Penerbit: Serambi Ilmu Semesta
Harga: Rp 35.000

Pikirkan apa pun yang ditanamkan ke dalam  benak anda, dan dipelihara secara teratur, akan membuahkan hasil dalam hidup anda.

Ilmu pengetahuan berkembang dengan pesat dalam berbagai sisi kehidupan masyarakat. Banyak jalan yang bisa ditepuh untuk mengembangkan ilmu pengetahuan. Salah satunya melalui program penelitian untuk mengeksplorasi peran kesadaran dalam pembentukan realitas fisik di Princeton University pada tahun 1979.

Hasil penelitian berupa bukti yang cukup kuat untuk secara  tegas mengindikasikan bahwa pikiran (akal) bisa dan benar-benar berdampak pada realitas fisik.  Bagaimana kesadaran dan dunia fisik berinteraksi kini bukan menjadi misteri. Kesadaran tidak lain adalah energi dalam bentuknya yang paling baik dan paling dinamis. Ini merupakan penjelasan mengapa peristiwa-peristiwa dipengaruhi oleh apa yang kita bayangkan, visualisasikan, hasratkan, inginkan, atau kita takutkan serta mengapa dan bagaimana gambar yang ditetapkan dala pikiran bisa dibuat menjadi kenyataan.

Situasi serta kondisi tidak pernah membelenggu  seseorang untuk mengembangkan dirinya. Betapa menenangkannya untuk berpikir bahwa bagaimana masa lalu dan situasi seseorang, tak perduli berapa kali gagal jika seseorang mau mengembangkan kesadarannya maka situasi akan berubah.

Semuanya tergantung pada pikiran kita. Saat alam bawah sadar kita membayangkan sesuatu hal maka tanpa disadari kita akan berusaha untuk mewujudkannya. Visualisasikan apa yang ingin kita. Visualisasi adalah menggunakan imajinasi untu melihat diri anda dalam situasi yang belum terjadi, membayangkan  diri anda memiliki atau melakukan sesuatu yang anda inginkan, dan dengan sukses mencapai hasil yang anda idamkan.

Ada dua syarat untuk visualisasi yang berhasil:
  1. Selalu visualisasi tujuan anda seolah-olaha sudah terjadi saat ini. Buatlah seperti nyata dalam benak serta ciptakan detail.
  2. Visualisasikan tujuan anda setidaknya sekali sehari tanpa terkecuali hingga terwujud. Terdapat kekuatan dalam pengulangan.
Visualisasi tidak terjadi seketika, butuh waktu.  Terus lakukan visualisasi karena pemikiran anada lebih dasyat dari yang dikira. Gambaran apa pun yang anda simpan dalam benak merupakan kekuatan yang pada akhirnya akan membuahkan hasil.

Ketika visualisasi adalah menciptakan adegan-adegan, reka adegan maka ada juga yang disebut dengan Penyemaian. Penyemaian  merupakan penambahan perasaan pada visuaalisasi.  Anda harus memusatkan perhatian terutama pada perasaan dari apa pun yang tengah anda visualisasikan.  Nyatakan hal tersebut dalam pikiran sebagai  fakta yang benar-benar ada. Syarat peneymaian yang berhasil adalah selalu semaikan pperasaan bahwa anda sudah mencapai apa yang diinginkan, serta semaikanlah secara rutin.

Guna mempengaruhi alam bawah sadar, salah satu teknik yang bisa  digunakan adalah dengan cara Afirmasi, yaitu pernyataan sederhana yang di ulang-ulang kepada diri sendiri di dalam hati atau secara nyaring, bagaimanapun yang paling nyaman dan praktis untuk anda pada saat itu dan dilakukan secara terus menerus.

Alam bawah sadar adalah mekanisme yang dengannya impuls pemikiran yang diulang-ulang secara teratur dengan penuh perasaan dan emosi dipercepat, diperintahkan, dan diubah menjadi padanan fisiknya. Seseorang bisa dengan sukarela menanamkan ke dalam pikiran bawah sadar mengenai rencana, pemikiran atau tujuan apa yang ingin diwujudkan ke dalam padanan fisik, dan padanan itu akan mewujudkan dirinya untuk  anda.  Sayang jika tidak tahu bagaimana cara menggunakan kekuatan alam bawah sadar yang kreatif, produktif dan siap melayani anda.

Buku ini juga mengajarkan pentingnya untuk menguatkan citra-diri anda.  Ada tiga konsep yang layak untuk ditanamkan, yaitu:
  1. Anda unik
  2. Anda bisa melakukan apa saja
  3. Anda memiliki kekuatan yang tidak terbatas
Tak ketinggalan 6 taktik kreatif untuk kehidupan sukses  juga ada dalam buku ini, yaitu:
  1. Jadilah penjelajah
  2. Bertanyalah
  3. Dapatkan sebanyak mungkin gagasan
  4. Langgar aturan-langgar kebiasaan
  5. Gunakan imajinasi Anda
  6. Isilah sumurnya
Selain  mengajarkan bagaimana mengelola alam bawah sadar menjadi sesuatu yang berharga, buku ini juga mengajarjkan  banyak hal, misalnya tentang; bagaimana menafsirkan mimpi, menyembuhkan diri, mengembangkan “kesadaran akan kemakmuran” serta membangun dan menjaga hubungan yang membahagiakan

Bagi saya pribadi, buku ini kian menguatkan keyakinan untuk selalu berpikir positif dan mensugesti diri untuk menjadi “AKU” yang saya inginkan, bukan orang lain  harapkan. Tak bisa juga menyenangkan semua orang khan. Selama ini petuah yang saya dapat adalah selalu berpikir positif karena apa yang saya pikirkan itu yang akan saya peroleh. Buku ini memberikan penjelasan panjang lebar mengenai  bagaimana hal itu bisa  terjadi secara logika. Bukan main!

Setelah membaca seluruh isi buku ini, secara sukarela setuju dengan ungkapan yang ada di halaman awal, “ Apa yang Anda alami hari ini adalah dampak  pikiran Anda kemarin. Apa yang akan Anda alami esok hari adalah dampak pikiran Anda hari ini. Pikiran yang sedang Anda bayangkan saat ini sedang menciptakan kehidupan masa depan Anda.

Di beberapa bagian, mungkin sedikit ada rasa tidak nyaman membaca sebuah kalimat.  Namun walau begitu salut terhadap usaha  keras penerjemah. Tidak mudah mengalih bahasa buku ini, mengingat banyak istilah asing yang membutuhkan perhatian ekstra.

Jhon Kehoe sang penulis sengaja mengasingkan diri selama tiga tahun ke dalam hutan untuk belajar dan berkontemplasi  mengenai kerja batin pikiran manusia. Ia pertama kali mengembangkan program Kekuatan Pikiran pada 1978. sejak itu, dia memberikan ceramah kepada ratusan ribu orang di seluruh dunia, dan menjadi konsultan Kekuatan Pikiran untuk sejumlah perusahaan raksasa, termasuk DeBeers, Mobil Oil, dan Dominion Life.  Silahkan mengunjungi http://www.learnmindpower.com/ serta nikmati juga http://www.youtube.com/watch?v=ESGiFDMSi8U

Sangat dianjurkan untuk dibaca dalam rangka mengembangkan wawasan dan perubahan menjadi yang lebih baik. Layak untuk dicoba. Bintang empat untuk buku ini. 

Gambar dari:
http://barbarapellegrino.net/resources.html