Kamis, 05 Januari 2023

2023 #1: The Rooster Bar, Kisah Persahabatan Mahasiswa Hukum

Penulis: John Grisham
Alih bahasa: Julanda Tantani
Editor: Rini Nurul Badariah
ISBN: 9786020639598
Halaman: 446
Cetakan: Pertama-Agustus 2020
Gramedia Pustaka Utama
Harga: Rp 130.000
Rating:3.75/5

"Kita terjebak dalam masalah ini karena melihat kesempatan ini untuk mengejar mimpi, mimpi yang tak sanggup kita bayar. Kita tak seharusnya belajar di sekolah hukum dan  sekarang tenggelam. Kita tidak cocok bagi karier yang menggiurkan itu. Ini dampak propaganda pemasaran dan janji pekerjaan. Pekerjaan bagus dengan gaji besar. Tapi kenyataannya, pekerjaan itu tidak ada. "
- The Rooster Bar, hal 43-

Setiap orang (setidaknya yang saya kenal) selalu berangan-angan memiliki kehidupan yang lebih baik dibandingkan dengan apa yang mereka rasakan ketika remaja. Jika dulu hanya tinggal di rumah dengan 2 kamar tidur,  harapan mereka setidaknya memiliki rumah dengan 2 kamar tidur yang ukurannya lebih besar. Syukur jika bisa mendapatkan rumah dengan kamar sebanyak dua, tiga, bahkan lebih.

Demikian juga dengan Mark, Todd, Gordy dan Zola. Mereka tercatat sebagai mahasiswa  hukum di  Foggy Bottom Law School (FBLS) demi mencapai impian menjadi pengacara sukses dengan bayaran yang fantastis, sehingga kehidupan mereka lebih baik dari dulu. Agar dapat membiayai kuliah, mereka mengajukan pinjaman mahasiswa yang harus segera dibayarkan begitu mereka lulus.

Persahabatan keempat mahasiswa tersebut bisa dikatakan  cukup unik. Todd bekerja sebagai bartender, Mark bisa dikatakan  sahabat  baiknya, demikian juga dengan Gordy. Sementara Zola, adalah seorang gadis  yang   menjadi kekasih Gordy, padahal Gordy sudah memiliki tunangan dan sedang mempersiapkan pesta pernikahan. Cinta memang misteri terbesar sepanjang masa.
https://www.goodreads.com/book
/show/54204824-barul-rooster

Entah setan apa yang mendorong Gordy bertingkah aneh.   Ia seakan terobsesi melakukan penyelidikan terkait pemilik sekolah mereka yang ternyata adalah pengelola hedge fund-konsep pengumpulan dana yang dilakukan oleh manajer investasi, dan juga memiliki bank dengan spesialisasi pinjaman untuk mahasiswa. Gordy ingin membuktikan mereka sengaja dijebloskan untuk meminjam uang. 

Ia  mengabaikan sahabat, kekasih, juga tunangannya yang sibuk mengurus pernikahan. Tekanan pernikahan juga kewajiban harus mengembalikan pinjaman mahasiswa bisa disebut sebagai pemicu polah anehnya. Plus ternyata ia penderita bipolar dan berhenti minum obat, hal yang tak diketahui para sahabatnya. 

Mark dan Todd berusaha membantu Gordy untuk kembali "ke rel", demikian juga dengan Zola. Usaha mereka  seakan sia-sia. Gordy melakukan tindakan nekat. Membuat Mark dan Todd merasa tak berguna dan bersalah menjadi sahabat. Ditambah dengan tuduhan keluarga Gordy bahwa mereka ikut bertanggung jawab dengan apa yang menimpa Gordy. Sementara Zola, selalu menganggap drinya sangat berperan  dalam kenekatan yang dilakukan Gordy.

Efek kepergian Gordy ternyata berdampak besar bagi Mark dan Todd.  Keduanya  memutuskan untuk  berpetualang, melupakan kesedihan dan keresahan ditagih pinjaman mahasiswa yang akan segera jatuh tempo, kekurangan uang, serta kelelahan mencari lowongan pekerjaan di biro hukum.

Mark dan Todd  melakukan beberapa hal nekat yang cenderung melawan hukum, demi uang yang selama ini tak pernah mereka miliki.  Semula hanya Mark dan Todd yang membangun biro hukum abal-abal di atas The Rooster Bar, tempat Todd bekerja sebagai bartender. 
https://www.goodreads.com/
book/show/48907787-rooster-ba
r
Seiring waktu, mereka mengajak Zola, ketiganya seakan sudah menjadi satu paket. Zola yang sedang kebingungan karena keluarganya  mengalami ancaman deportasi akhirnya bersedia bergabung. 

Sepak terbang  Mark dan Todd yang melakukan kegiatan ilegal menjadi bagian yang menarik dan menegangkan. Bagaimana mereka berburu dan berebut klien, hingga nyaris tertangkap, menjadi bagian yang lacak dibaca. Detil dan rumit. 

Puncak kenekatan mereka adalah  balas dendam pada pihak yang dianggap menjerat mereka untuk mendapatkan pinjaman guna membiayai kuliah di kampus yang ternyata mutunya sangat jelek. Tak heran jika para lulusannya jarang ada  yang lolos ujian profesi pengacara. Sehingga sulit bagi mereka untuk mendapatkan pekerjaan bagus. 

"Tak ada jalan keluar. Kita sudah dibohongi, disesatkan, ditipu, dan dijebak ke tempat yang sangat buruk ini. Tak ada jalan keluar," ujar Gordy. Berbekal dengan hasil penyelidikan yang dilakukan Gordy, mereka melakukan hal yang tak pernah dipikirkan oleh peminjam dana mahasiswa lainnya.

Keberadaan mereka diburu banyak pihak. Hidup selalu dalam kondisi siaga sekaligus was-was. Selain berpacu dengan pihak yang terkait dengan pengelola hedge fund, duet  eh trio mantan mahasiswa hukum ini juga harus  juga main  kucing-kucingan dengan FBI, sungguh sangat seru!
Aku menyesali hari ketika aku mendatangi sekolah hukum. Aku menyesal meminjam semua uang itu. Aku menyesali apa yang terjadi pada Gordy.... (Mark, hal 384) 
Membaca buku ini, membuat saya teringat beberapa karya penulis yang lain. Bagian yang mengisahkan bagaimana Zola mencari klien di rumah sakit, lumayan mirip dengan penggalan  The Rainmaker (Sang Pembawa Mukjizat). Sementara perihal pinjaman mahasiswa banyak dikisahkan dalam berbagai buku. Misalnya dalam buku The Firm.   Mitch  yang baru menerima tawaran biro hukum di  Memphis mendapat kejutan  pelunasan semua pinjaman mahasiswanya. 
https://www.goodreads.com/
book/show/42965376

Tak melulu soal Mark dan Todd, kehidupan Zola juga menjadi bagian menarik dari buku ini. Bagaimana ia harus berkompromi dengan dirinya setelah peristiwa yang menimpa Gordy, khawatir nasib keluarganya yang  dianggap imigran gelap hingga harus dideportasi ke Senegal, dan tentunya tagihan pinjaman mahasiswanya. 

Penulis mampu memancing emosi pembaca melalui keresahan yang dialami oleh Mark, Todd, serta Gordy. Tapi kejadian yang dialami oleh Zola, paling menyentuh. Mengharukan melihat sebuah keluarga berjuang demi kehidupan lebih baik. Kesal dan marah melihat bagaimana mereka diperlakukan di Senegal, negara yang dikenal dengan korupsinya  (menurut buku ini).

Jadi kepikiran, andai ada pinjaman untuk kuliah di tanah air seperti yang sering dsebutkan dalam karya penulis, bakalan banyak pemuda yang memiliki potensi namun terkendala dana bisa tertolong. Tentunya pinjaman murni bukan ala kisah ini.

Semula sempat bingung, kenapa judul kisah ini The Rooster Bar? Rooster jika diterjemahkan adalah ayam jantan. Apa hubungannya dengan para tokoh seperti yang disebutkan pada blurd? Jika menilik kover, hanya bisa ditarik kesimpulan ketiga tokoh suka berkumpul di sana.

Ternyata ketiga tokoh utama dalam kisah ini begitu mencintai bar tempat awal persahabatan mereka, hingga membangun biro hukum abal-abal di atas bar tersebut. Sampai kapan jua, nama itu selalu menjadi pengikat mereka. Terbukti pada akhir kisah ^_^.
https://www.goodreads.com/
book/show/42481948

Sebelum lanjut, izinkan saya memberikan jempol pada tukang desain dan ilustrasi sampul, Martin Dima. Karyanya membuat kisah versi Indonesia ini menjadi unik diantara edisi lainnya. Mengusung unsur penting dalam kisah-The Rooster Bar dengan apik. 

Para mahasiswa hukum, serta pratisi perlu membaca buku ini. Selain sebagai hiburan, tentunya menambah wawasan bahwa kegiatan ilegal sekalipun bisa terjadi di pengadilan dengan cara-cara yang tak terbayangkan.

Semula saya ragu membeli buku ini. Maklum belakangan karya penulis satu ini membuat saya (agak) kecewa. Keseruan belakangan makin berkurang. Memang masih ada adu kecerdikan yang tak kalah menarik, tapi bagian yang memicu adrenalin bisa membuat kisah makin menarik.

Untuk kisah kali ini, lumayan menarik dibanding buku yang saya baca sebelumnya.  Mungkin karena banyak menyentuh unsur manusiawi dalam kisah.   Bisa jadi karena buku ke-25 ini  terinspirasi  setelah membaca artikel berjudul The Law-School Scam yang muncul di majalah The Atlantic pada tahun 2014. 

Tak menyesal menjadikan buku ini sebagai wishlist untuk acara Secret Santa yang digagas teman-teman BBI JoGloseMar lalu. Padahal buku ini dipilih karena bingung, buku apa yang menarik he he he.

Sumber Gambar:
https://www.goodreads.com


Tidak ada komentar:

Posting Komentar