Minggu, 19 Februari 2012

19. Playing "God"


Penulis   : Rully Roesli
Penyunting : Rini Nurul Badariah
ISBN: 978-602-9225-31-0
Halaman:200
Penerbit : Qanita

Hidup adalah pilihan.
Sesuatu yang saya dan banyak orang yakini.  Apakah kita memutuskan mengambil pilihan ini, alih-alih yang lain semuanya terserah pada kita.  Kelak keputusan itu merupakan rangkaian konsekuensi yang harus kita hadapi .Maka memilihlah dengan bijak agar tidak ada penyesalan kelak,

Tapi bagaimana jika kita menjadi orang yang harus menentukan hidup seseorang? Tentunya bukan suatu hal yang menyenangkan. Saat sebuah pilihan diambil, maka satu nyawa terselamatkan tapi yang lain menghilang. Rasa sesal akan selalu membayangi walau apapun pilihannya. Yang harus dilakukan adalah mempertimbangkan semaksimal mungkin agar pilihan menyelamatkan satu nyawa merupakan pilihan yang paling benar, mengingat pengorbanan nyawa lainnya.

Pilihan tidak nyaman itu terpaksa dilakukan oleh Rully Roesli. Kematian memang pada akhirnya akan menghampiri setiap insan, tapi bagaimana jika kita yang harus menjadi perantara soal hidup mati seseorang. Sangat tidak menyenangkan rasanya. Bak makan buah simalakama.  " Aku tidak tahu, mengapa harus begini. Dulu, niatku menjadi dokter ahli ginjal dan mendirikan rumah sakit semata dilandasi kepedulian terhadap sesama. Mengapa setiap hari Jumat aku harus terjebak perang bathin"

Buku ini mengisahkan bagaimana pergolakan bathin seorang manusia yang berprofesi sebagai dokter. Kisah ini dimulai dari  RS Khusus Ginjal (RSKG) R.A Habibie, Bandung.  Setiap Jumat, Rully mengumpulkan staf yang terdiri dari dokter, apoteker, pekerja sosial, perawat, bagian keuangan serta wakil dari yayasan yang kebetulan seorang ahli hukum. Agenda rapat adalah memutuskan pasien mana yang mendapat bantuan bebas biaya. Setiap kasus akan ditelaah secara mendalam sebelum memutuskan pasien mana yang terselamatkan karena mendapat kesempatan bebas biaya. Yang tidak terpilih bisa saja meninggal kehabisan biaya.Saat itu program bantuan pemerintah untuk khalayak tidak mampu belum ada. Ditambah dengan situasi ekonomi yang tak menentu membuat nilai mata uang guna membeli mesin cuci darah melonjak. Bantuan pembebasan biaya cuci darah merupakan dambaan bagi pasien gagal ginjal.

Beberapa waktu yang lalu, ada sebuah buku berjudul Huda,  kisahnya mengenai seorang pasien gagal ginjal yang terus berjuang hidup. Jika Huda dibuat dengan mengambil sudut pandang pasien, maka buku ini mengambil sudut pandang seorang dokter. Bagaimana  seorang Rully harus melakukan pilihan. Kadang  seakan hati nurani tidak ada lagi. Tapi mau bagaimana,banyak pasien yang membutuhkan bantuan sementara kemampuan terbatas maka pilihan harus benar-benar tepat. Di beberapa  bagian, ada juga kisah bagaimana seorang Rully harus melakukan kebohongan-kebohongan kecil demi kemanusiaan. Semuanya dilakukan demi kepentingan pasien semata.

Simak kisah mengenai seorang pemilik angkutan. Sang bapak rela jika harus menjual angkutan yang selama ini menafkahi keluarga demi kesembuhan sang anak bungsu. Rully dengan sabar memberikan pengertian dan pilihan pada sang bapak. Apakah akan menjual angkutan tersebut untuk menyambung nyawa sang anak bungsu selama beberapa bulan ke depan namun membuat seluruh keluarga kehilangan satu-satu tempat menggantungkan hidup. Atau berpasrah diri dan mengharapkan yang terbaik demi sang anak. Tidak ada yang meragukan kasih sayang seluruh keluarga pada sang anak bungsu, tapi bagaimana juga pilihan harus diambil.

Kisah dalam buku ini  terdiri dari  lima bagian. Bagian pertama mengisahkan bagaimana Rully harus berperan dalam menentukan nasib seorang pasien. Apakah pasien tersebut  bisa mendapat bantuan atau tidak. Bagian kedua mengenai kehidupan pasien yang beragam. Ada yang terlalu khawatir terhadap kesehatan sehingga malah stres, tapi ada juga yang terlalu masa bodoh sehingga berakibat fatal.

Bagian ketiga berisi bagaimana seorang pasien bisa selamat dengan cara yang misterius. Campur tangan Tuhan dengan cara yang misterius membuat seseorang  bisa selamat. Misalnya saja kasus seorang anak berusia 21 tahun yang ternyata bisa terus mendapat bantuan cuci darah .  Padahal seharusnya bantuan dihentikan saat ia berusia 21 tahun. Bagian keempat mengajak pembaca mengenal sosok seorang dokter. Walau bagaimana dokter  juga manusia. Terakhir kita akan diajak untuk sesaat merenung mengenai kematian. Penulis mengisahkan bagaimana kematian pada akhirnya akan menghampiri kita tanpa pandang bulu. Bahkan  seorang dokter sekali pun tak bisa mencegah saat kematian sudah menjemput orang terkasih.

Banyak contoh kasus yang diuraikan dengan manis dalam buku ini. Membuat pembaca bisa kian memahami bagaimana tegarnya sosok Rully saat harus memutuskan bantuan yang berpengaruh secara tak langsung pada kehidupan seseorang. Menyentuh. Pembaca juga dibuat lebih bersyukur akan anugrah kesehatan yang diterima, serta diajak untuk lebih memperhatikan kesehatan.

Sosok ibu yang menjadi inspirasi i terlihat sekali dalam buku ini. Betapa kuat pengaruh ibu serta bagaimana bakti seorang Rully terpancar dalam banyak untaian kata. Demikian juga rasa kasih sayang terhadap keluarga terasa kental dalam kisah Adikku Harry.

Pembaca juga akan mendapat tambahan informasi mengenai  Euthanasia. Euthanasia adalah praktik pencambutan kehidupan manusia (atau hewan) dengan cara yang baik.  Ini merupakan pilihan tindakan pada pasien yang sudah tidak memiliki harapan hidup (misalnya keadaan koma atau mati batang otak), kesakitan yang amat sangat (misalnya penyakit kanker stadium lanjut), atau penyakit kronis yang dan belum ditentukan obatnya. Ada juga Euthanasikon, penyebab utamanya bukan penyakit tapi situasi dan kondisi keluarga terutama dari sisi keuangan. 

Hidup memang pilihan. Walau seorang Rully sekali pun tidak pernah ingin berada dalam situasi yang membuatnya harus melakukan pilihan yang sulit. Tapi itu merupakan rangkaian proses dari pilihannya dahulu, “Niatku menjadi dokter ahli ginjal dan mendirikan rumah sakit semata dilandasi kepedulian terhadap sesama.”

Teruslah peduli terhadap sesama Prof
Sebongkah krikil tak ada artinya dibandingkan sebongkah besar kebaikan.

Mari kita merenung  Lagu religius oleh Harry Roesli & RAF

Ya Tuhan, ya Rahman
Bawalah kami ke sana

Ke jalan lurus tanpa belokan
Datar merentang  dan memanjang
ke Ridhlo Tuhan dan kenikmatan
Ke Pengampunan

Bawa aku bersama-MU
Hingga ku kelak pulang
Sampai tempat kami datang
Bawa.....bawa.....bawa

Ya Tuhan, ya Rahman
Bawalah kami ke sana
Bimbinglah kami ke sana

Bawa kami ke sana
Dan bimbinglah kami ke sana
Bimbinglah kami ke sana
Amin

Jumat, 17 Februari 2012

Sepenggal kisah Hugo Cabret yang menawan


Penerjemah ; Marcalais Fransisca
Penyunting: Dhewiberta
ISBN: 978-979-433-681-6
Halaman: 543
Penerbit : MIzan Fantasi/Bentang Pustaka

Tidak pernah ada bagian yang berlebih dalam sebuah mesin. Jumlah dan jenis setiap bagiannya tepat seperti yang mereka butuhkan. 

Jika kau kehilangan tujuanmu ... rasanya seperti mesin rusak.

HEBAT......................................!
Thx to Fredrik Nael  yang sudah membuntelkan ini sebagai hadiah ulang tahun.
Sebuah buku jarang saya baca sampai dua kali, kecuali kisah-kisah saat kecil ala Lima Sekawan, Trio detektif. Tapi sejak beberapa hari yang lalu. Rasa kagum saya pada  ide brilian  Brian Selznick belum juga surut. Sampai coretan ini saya buat, sudah 3 kali saya membaca ulang. Bukan karena kehabisan  PR tapi karena buku ini sungguh menawan.

Buku setebal  lebih dari lima ratus halaman ini nyaris 90 % berisi ilustrasi  karya Brian Selznick . Pepatah yang mengatakan sebuah gambar berbicara banyak sepertinya terbukti disini. Brian Selznick bukannya memakai kata-kata panjang lebar saat harus menceritakan suasana di stasiun kereta api, tapi ia justru menggunakan beberapa lembar ilustrasi. Membaca diajak melihat dan menangkap pesan yang disampaikan melalui gambar. Bukan kata-kata yang bercerita dalam buku ini. Melainkan gambar. Gambar-gambar yang bercerita mengenai banyak hal.

Sepertinya Brian Selznick sangat mengerti kelebihannya. Menyadari kemampuan terbesarnya ada di bidang ilustrasi maka ia tidak memaksakan diri untuk membuat sebuah buku yang berisi rangkaian kata-kata. Ia justru membuat sesuatu yang berbeda. Kisah yang diceritakan melalui ilustrasi.

Sayangnya, beberapa gambar menyita lebih dari satu sisi halaman. Gambar yang menghabiskan dua sisi sering sedikit terganggu walau tidak mengurangi kekaguman saya. Sebagai orang yang sangat tidak bisa menggambar, sepertinya sangat wajar jika saya selalu terpesona melihat karya seseorang. Bikin ngiri.

Kisah dalam buku ini adalah mengenai Hugo. Hugo adalah   seorang anak yatim-piatu berusia 12 tahun yang tinggal di balik stasiun kereta Paris sebagai penjaga jam. Sebenarnya itu tugas sang paman. Namun suatu malam sang paman pergi dan tak kembali. Hugo memastikan semua jam berfungsi dengan baik sehingga tak ada yang curiga. Ia melakukan itu agar bisa tetap tinggal di bilik pamannya.

Sebelum meninggal, ayah Hugo bekerja di museum. Suatu hari ia menceritakan mengenai Automaton,patung putar.  Biasanya mesin ini digunakan oleh para tukang sulap untuk membuat penonton kagum.  Seolah mereka menciptakan kehidupan buatan tapi rahasianya adalah di mesin jam. Automaton yang ditemukannya di gudang museum sepertinya sudah tidak berfungsi lagi.  Banyak bagian yang sudah berkarat dan hilang. 

Sejak itu bagaimana pun caranya Hugo bertekat membuat mesin itu bisa berfungsi kembali. Berbagai cara dilakukannya. Hingga akhirnya ia bertemu dengan Isabelle seorang anak yatim piatu yang tinggal bersama keluarga  George Méliès, pemilik toko mainan. Dimulailah petualangan mereka. Kisahnya ternyata berhubungan dengan masa lalu seseorang. Buku ini mengisahkan bagaimana kekuatan mimpi bisa membuat seseorang menjadi kuat.

Sosok  Georges Méliès yang disebutkan dalam buku ini memang benar-benar ada. Ia merupakan seorang  ilusionis Perancis dan pembuat film. Semasa kariernya banyak inovasi dilakukan, termasuk menjadi pelopor penggunaan efek khusus. Dua karyanya yang paling terkenal adalah A Trip to the Moon (1902) andThe Impossible Voyage (1904).
 
Automaton, yang dikenal sebagai "Pembuat Skema" dibuat  oleh Henri Maillardet, sebuah mekanika Swiss pada abad ke-18 . Mesin tersebut mampu membuat  empat gambar dan tiga puisi (dua di Prancis dan satu dalam bahasa Inggris). Automata,  menunjukkan upaya manusia untuk meniru kehidupan dengan cara mekanik. Contoh menarik dari penggabungan  seni dan ilmu pengetahuan. SIlahkan simak
http://www.fi.edu/learn/sci-tech/automaton/automaton.php?cts=instrumentation

Sekitar tahun 1928, The Franklin Institute di Philadelphia mendapat sumbangan  semacamAutomaton dari Jhon Penn Brock. Sayangnya kondisi mesin itu rusak sehingga butuh perbaikan. Saat  Brian Selznick  membuat kisah ini ia melakukan risetnya disana.

Bagi para pekerja di dunia buku yang berurusan dengan ilustrasi, buku ini sangat layak dibaca dan dimiliki sebagai referensi.  Tak heran dengan keunikannya buku ini telah mendapat banyak penghargaan antara lain:  New York Times Best Illustrated Book of 2011, Caldecott Medal 2008, dan An American Library Association Best Book for Young Adults.

Wahai Anggota Ordo Buntelan....
Berburulah buku ini!
Jika tidak bisa berburu buntelannya maka berburulah diskon
Buku yang layak diperjuangkan!

Wahai Peri Buku........
Ini saja yang dijadikan buntelan
KEYENNNN
Aku mau punya  dua dungggggg*kedip-kedip usaha*

Kamis, 16 Februari 2012

17.Manusia-manusia Paling Misterius di Dunia


 
Penulis:Eka Nada Shofa Alkhajar
Desain sampul dan Layout: Yudhi Herwibowo
Editor: Anton WP
ISBN: 978-979-1032-68-1
Halaman: 156 
Penerbit: Bukukatt
Rating: 3/5

Manusia memang makhluk misterius. Siapa yang bisa menebak apa keinginan dan bagaimana perilakunya. Bahkan saudara kembar sekalipun memiliki perbedaan walau sedikit.  Maka jika ada manusia yang mendapat julukan manusia misterius tentunya sangat menggugah  rasa  ingin tahu.

Buku setebal 156 halaman ini berkisah mengenai  enam orang yang dianggap paling misterius, setidaknya versi penerbit. Mereka adalah;  Jack the Ripper, King Arthur, Man in the Iron Mask, Notradamus,   Robin Hood dan Uri  Gellar. Beberapa nama sepertinya sudah cukup melegenda, sementara beberapa jarang terdengar.

Satu yang paling menarik dari buku ini ada daftar pustaka yang tidak main-main panjang dan terpercaya. Jangankan seputar keenam tokoh yang dianggap paling misterius, bahkan   pengantar yang diberi  judul Menguak Mitos dan Legenda dalam Balutan Industri Budaya  dibuat sedemikian rupa. Penyajian tersebut membuat buku ini menjadi buku yang berbobot.


Uniknya lagi setelah membeberkan  hasil telaah pustaka, penulis memberikan uraian mengenai tokoh yang diulas dilihat dari sisi sosial. jadi tidak hanya sekedar menjabarkan informasi mengenai tokoh tersebut semata tapi juga melihat pengaruh dan kaitannya terhadap kehidupan sosial.

Pada kisah seputar  Jack the Ripper, pembaca bisa menemukan kesamaan diantara para korban, selain profesi mereka sebagai pekerja seks. Mereka umumnya berusia diantara 30-40 tahun. Para ripperlogist meyakini ada lima orang pekerja seks yang menjadi korbannya, Mary Ann Nicholas, Annie Chapman, Elizabeth Stride, Mary Jane Kelly serta Catherine Eddowes. Mereka dibunuh antara Agustus-November 1888. Banyak fakta data-data baru yang diuraikan dalam kisah ini. Pembaca dibuat  seakan berada di waktu peristiwa itu terjadi sehingga lebih memahami mengenai tokoh tersebut.


Urusan ramalan dari dulu hingga kini selalu menarik perhatian masyarakat. Tengok saja iklan yang tayang di televisi swasta. Dengan mendaftar disebuah layanan, kita bisa memperoleh aneka ramalan mengenai masa depan, baik dari sisi keuangan, kesehatan hingga jodoh.

Nama Nostradamus yang lahir di Perancis pada abad ke-16 sudah tak asing lagi.  Awalnya ia tersohor karena sukses menangani  penyakit pes yang melanda Provence. Bahkan istri dan dua anaknya menginggal karena penyakit itu, sungguh kontras. rasa berdukanya membuat ia menjadi seorang pengembara ke masa depan.

Walau ia tersohor sebagai dokter dan pakar obat, sesungguhnya minat utamanya adalah pada bidang astrologi dan paranormal. Memang banyak yang meyakini kemampuannya meramal, tapi tak sedikit juga yang meragukan kemampuannya. Ramalannya ditulis dalam karya berjudul Centuries yang terdiri dari 10 jilid dan mulai diterbitkan pada tahun 1555. Wujudnya berupa syair atau sajak dalam Bahasa Perancis dan sesekali menggunakan Bahasa Yunani, Italia serta latin.

Ramalannya ditulis dengan menggunakan bahasa yang tersamar, penuh dengan aneka simbol dan teka-teki. Hal tersebut  dimaksudkan agar tidak menimbulkan kecemasan terutama lagi ia tak mau dikira ahli sihir. Dewasa ini banyak masih antusias menjadikan ramalan Nostradamus sebagai referensi dalam melihat masa depan.

Walau  ramalan kematian dirinya sendiri terbukti benar, namun  ada juga ramalannya yang tidak menjadi kenyataan.  Misalnysa aja ramalan mengenai kiamat pada tahun 1999. Ia meramalkan bakalan ada peperangan besar yang mengakhiri semua peperangan.  "Pada tahun 1999 dan tujuh bulan, dari langit akan datang Raja Agung Kengerian. Dia akan menghidupkan kembali Raja Besar Mongol. Sebelum dan sesudah perang ia akan memerintah dengan bahagia.        
                                                                                                                      
Penerbit KATTA yang bermarkas di Solo selama ini memang selalu menyediakan buku-buku dengan tema yang unik. Sebut saja buku mengenai Pahlawan yang digugat, bukan bermaksud mempertanyakan kepahlawanan seseorang tapi hanya untuk menambah wacana saja. Atau kisah Misteri Terbesar Dunia. harganya pun relatif terjangkau. 

Silahkan intip  www.bukukatta.com jika ingin mengetahui buku ciamik lainnya.

Rabu, 15 Februari 2012

Perempuan


Sebuah kenangan dari masa lalu menghampiriku, masa saat kuliah dahulu
Sebuah  buku dari serial favoritku dengan selembar kertas juga dengan warna favoritku berada di atas meja kantin  sesaat setelah kutinggal mengambil minuman. Sahabat yang ada tak mau berkompromi hanya memberikan senyuman misterius saat kutanya siapakah yang memberikan semuanya.

Perempuan memang makhluk yang paling misterius
Suatu waktu ia akan setegar karang dan sekuat samson
dilain waktu ia bisa menangis layaknya  anak kecil  
serta merasa tak berdaya bagaikan bayi 

Ibuku seorang perempuan
Demikian juga dengan adikku
Tetap saja ku tak bisa sepenuhnya memahami perempuan
Bantu aku.....
Jadilah perempuanku 

Aku hanya meringis membaca tulisan itu. Tulisan yang dibuat oleh seseorang yang bahkan tak kukenal secara dekat. Bertemu pun hanya 2 jam  setiap minggu di saat kami sama-sama mengambil kelas fotografi. Tapi siapa yang bisa mengatur jika berurusan dengan perasaan.

Sosok perempuan memang sungguh misterius.  Apalagi jika menyangkut perasaan, siapa yang bisa mengira. Aku meneteskan air mata lebih dari dua kali saat membaca buku Sayap Cahaya, sebuah hadiah ulang tahun dari Mbak Sanie B Kuncoro. Kumcer setebal 233 halaman, ISBN  978-602-00-1589-7,  terbitan Elex Media Komputindo

Seroja sang anak tunggal selalu mendapat yang terbaik dari ayahnya sejak ibunya berpulang. Ia sangat memuja ayahnya. Baginya ayah adalah pusat kehidupannya. Betapa terpukulnya ia sangat tahu sang ayah tidak sempurna. Demi menyenangkan hati putri kesayangannya, sang ayah melakukan sebuah kebohongan. Kebohongan yang menyakitkan! Untung ada kunang-kunang dan sahabat yang menyadarkan beruntungnya ia sekarang. Kebohongan sang ayah justrumembawa kedamaian di hatinya kini.

Ndaru sang penjaja kenikmatan dunia  memohon maaf karena mengabaikan ajuran Langit, ibu pembina. Ia harus kembali demi membayar hutang daster yang raib digondol orang. Upahnya hanya sepersekian jasanya, tapi halal. Demi perubahan nasibnya. Walau ia sangat tahu, tak semua yang ia inginkan bisa didapatinya dalam hidup ini. Perempuan yang sangat ingin mengubah nasib.

Keputusan terbaik macam apa yang bisa dipilih seorang menantu untuk ibu mertuanya?  Aku sungguh tak pernah ingin menjadi menantu seseorang. Aku hanya ingin menjadi "anak perempuan" bagi sebuah keluarga. Apakah keinginanku untuk memiliki dua pasang orang tua terlalu muluk? Beruntunglah dia yang bisa mendapat senyum sang mertua, menghapus kutuk yang pernah diucapkan. 

Flamboyan membenci ibunya! Kesalahan akibat gejolak jiwa muda membuatnya harus menanggung benih seorang pria tanpa ikatan. Saat sang bayi lahir, secepat kilat ia dipisahkan dari Flamboyan atas perintah sang ibu. Pertemuan di stasiun kereta api dengan seorang wanita menyadarkan betapa ia seharusnya mengucap terima kasih, alih-alih membenci sang ibu. Petaha mengatakan seorang ibu selalu benar dan hanya ingin yang terbaik untuk anaknya. hanya saja sering kali cara yang beliau tempuh aneh di mata orang lain.

Lembayung galau! Ia sangat paham betapa pertingnya arti beasiswa bagi Bumi kekasihnya. Tapi andai ia tetap mempertahankan buah kasih mereka artinya Bumi harus kehilangan kesempatan mendapat beasiswa yang sangat diimpikannya. Memutuskan yang lain ia ragu. Seorang gadis kecil dengan boneka berkepang menyadarkan dirinya. Lebih baik berterus terang dan mencari pemecahan masalah berdua dari pada memutuskan sendiri. 

Bersyukur  jagoan neonku bukan Gading. Ia justru selalu memaksaku mencari papa baru untuknya. Kadang kami mengomentari lelaki yang sama. Aku lebih beruntung dari pada ibunda Gading.

Kisah dalam buku ini membuatku  mengenang masa lalu. Beberapa kisah sangat mirip  perjalanan hidupku. Mungkin juga perjalanan hidup perempuan-perempuan yang lain. Itu juga yang membuatku meneteskan air mata. Padahal selama ini banyak yang menyebut betapa dinginnya hatiku hanya karena tidak mudah terharu.

Perempuan memang makhluk misterius.
Sungguh aku bangga menjadi perempuan.

Selasa, 14 Februari 2012

15. 2045

Judul Buku : 2045 Petualangan Pemuda Indonesia untuk Meraih Cita-Cita dan Cinta di Negeri China
Penulis : Anwar Widjojo
Penyunting:  R. Wahyuningrat dan Yunita Rachmawati
ISBN: 978-602-99349-4-6
Jumlah Halaman : 348
Penerbit : Kurniaesa Publishing
Harga : Rp.50.000


Kenapa 2045?

Sebuah pertanyaan timbul di benak saya saat pertama kali membaca judul kisah ini. Nyaris dua tahun lalu tepatnya. Ini Kali kedua saya membaca kisah dengan judul 2045 sebelumnya saya mendapat kehormatan untuk membaca kisah ini untuk menilai apakah layak diterbitkan atau tidak.

 Kisahnya mengenai seorang pelajar Indonesia, Tino yang sedang belajar di China. Uniknya walau ia sedang mengambil jurusan akuntansi, ia juga mendapat pelajaran public relations. Pelajaran tersebut diberikan terkait dengan kebijakan ekonomi.

Sebuah karya tulis berjudul Ide Mengenai Kaya, Miskin dan Uang telah menarik perhatian seorang pejabat di Departemen Ekonomi, Kolonel Zhang. Sang kolonel meminta kesediannya untuk membantu membuat semacam sistem formula ekonomi bagi perekonomian China. Saat itu dikisahkan China sedang mempersiapkan diri bergabung dalam organisasi perdagangan bebas dunia.

 Pada mulanya Tino mengira ini merupakan tugas yang mudah.Sehingga ia hanya meminta bantuan satu orang sahabat dari kampusnya saja. Guna mempermudah, ia membuatnya dalam bentuk diagram atau bagan. Namun belakangan ia malah berurusan dengan serangkaian pembunuhan misterius. Kisah kejar-kejaran ala mafia menambah semaraknya buku ini.

Sebagai bumbu, dikisahkan juga mengenai hubungan Tio dengan seorang gadis. Guna menguji kisah kasih mereka sepakat untuk tidak bertemu selama dua tahun. Selain itu ada juga kisah bersahabatan Tio dengan beberapa orang. Salah satunya ternyata keturunan Indonesia. 

Keisengannya menyebutkan sebuah dokumen sebagai sebuah surat bagi presiden membuat ia kian diincar oleh banyak pihak.Keamanan dirinya terancam, juga mereka yang ada di sekitarnya. Walau sebenarnya ia memang tidak bohong

Selain kisah Tio, ada juga kisah mengenai seorang anak yang memiliki keterbatasan fisik. Namun ternyata kelak ia justru mampu membuka lapangan kerja bagi orang banyak. Di awal sebenarnya penulis sudah memberikan landasan mengenai kisahnya. Tidak semua yang kita impikan atau rencanakan itu akan terwujud. Lengkapnya ada di halaman 91 ^_^

 Disetiap pergantian bab kita akan penemukan petuah singkat yang ditulis dengan Hanzi, huruf  China serta terjemahannya. Pepatah tersebut berupa kalimat yang mencerminkan isi bab. Selain itu aneka kisah motivasi juga tersaji dengan manisnya.

Walau Tio diceritakan mengambil jurusan akuntansi tapi sepertinya gambaran suasana perkuliahan kurang kurang disebutkan  dan digambarkan. Justru lebih banyak dikisahkan mengenai suasana kelas saat pelajaran lain. 

Kisah mengenai tulisannya yang menarik perhatian seorang pejabat China kurang dibahas mendalam. Tidak disebutkan dimana keunggulan utama tulisannya kecuali sepintas disebut  sistem formula ekonomi yang dibuat Tio mengenai sistem nilai mata uang yang fleksibel dan stabil saja. Jika tidak disebutkan kelebihannya lalu apa yang membuat  seorang pejabat tertarik?  K Atau memang disana setiap orang asing dipantau gerak-geriknya hingga ke blog, sekedar penasaran saja. Kenapa juga harus Tio bukannya satu dari sekian banyak pelajar asing yang ada di China, bahkan  pelajar lokal.

Jadi kenapa judulnya adalah 2045 bisa ditemui di halaman.......
Walau menurut saya penulis bisa lebih menperdalam uraiannya mengapa memilih judul ini.

Penasaran?  Order ke FB : Kurnia Esa, email : kurniaesa.order@gmail.com atau ke www.kurniaesa.com .    



 

Minggu, 12 Februari 2012

Dunia di Balik Lukisan


 
Judul : The Books of Elsewhere#1 : The Shadow
Penulis :  Jacquelin  West
Penerjemah : Nur Aini
ISBN: 978-602-9159-88-2
Halaman: 288 
Harga: Rp. 49.900,-

Olive merasakan sesuatu yang licin dan dingin menyentuh lengannya. Jeritan naik ke tenggorokan dan berusaha keluar dari mulut, namun terbentur gigi-giginya yang terkatup rapat, dan akhirnya keluar melalui hidungnya.

Kita ada di Elsewhere-dunia lain

Bukannya tidak prihatin akan nasib yang menimpa Ms. McMartin, tapi andaikan beliau tidak meninggal secara misterius, pastinya orang tua Olive yang tergila-gila akan matematika tidak akan mampu membeli rumah megah itu.Mr dan Mrs Dunwoody, orang tua Olive  sangat menyukai rumah itu. Terutama sekali dengan perpustakaan yang penuh dengan  deretan buku bersampul kulit dengan hiasan timbul. Konon buku-buku tersebut dikumpulkan dan dikoleksi oleh generasi-generasi McMartin.

Saat membeli rumah itu, maka mereka mendapat rumah berikut segala macam isinya. Olive sangat bersemangat mengintip ke dalam berbagai laci. Di salah satu kamar ia menemukan lemari berlaci kuno. Di dalamnya ia menemukan berbagai jenis barang seperti sarung tangan dengan kancing mutiara, kacamata, pakaian dalam berenda serta manik-manik kaca.

Namun tidak semua yang ditemukannya menyenangkan. Lukisan yang ada di ujung tangga misalnya. Selama setengah jam ia memandang lukisan itu. Tak ada yang istimewa, tapi Olive merasa ada yang aneh dengan lukisan itu.Orangtuanya sering menasehati agar tidak membiarkan imajinasinya merajalela menguasai dirinya. Tapi Olive tahu, ada sesuatu yang tak kasat mata di rumah itu.

Suatu saat  tanpa sengaja  Olive memandang lukisan dengan menggunakan kacamata yang ditemukannya dalam sebuah laci. Ada yang bergerak-gerak dalam lukisan itu. Bukan hanya bergerak, Olive bahkan  bisa masuk ke dalam lukisan itu. Ternyata ada sesuatudi balik lukisan. Jangan ditanya apa yang ia temukan di sana. Sesuatu yang sungguh mencekam! Ia berada di Elsewhere, dunia lain!Ia harus berhati-hati dengan segala hal yang mungkin terjadi. Jika tidak, ia bisa terjebak di dalam lukisan sepanjang umur. Ia tak bisa keluar!

Tokoh Olive dalam buku ini bisa kita temui dalam kehidupan sehari-hari. Banyak orang tua yang jenius dalam satu bidang tapi tidak demikian dengan anak mereka. Kedua orang tua Olive merupakan jago matematika. Pertemuan mereka juga kareena matematika. Tapi hal tersebut tidak membuat Olive jadi jago matematika. Ia memang berusaha keras berusaha tapi apa mau dikata, bakatnya mungkin bukan disana.

Walau begitu kedua orang tuanya sering memberikan pengarahan dengan menggunakan bahasa sederhana . Misalnya saja mengenai cara untuk menyelesaikan sebuah masalah. Jika kau ingin melakukan sesuatu dengan benar, lakukanlah sesuai dengan metodenya. Lakukan secara bertahap, dan jangan melakukannya secara acak walaupun kau sangat ingin melakukan itu

Penulis juga tidak membuat sosok Olive menjadi sosok sempurna. Ia digambarkan berkaca mata, suka membaca little women dan seri Anne. Ia  memiliki rasa takut. Tapi rasa takut ditambah penasaran yang membuatnya mengalami petualangan seru dengan trio kucing yang bisa bicara Horatio, Leopold, dan Harvey. Sosok anak perempuan  yang ditampilkan terasa lebih  manusiawi  sehingga membuat kisah ini terasa dekat. Menarik

Yang membuat saya tidak menyukai buku ini justru adalah layout serta jilidnya. Posisi tulisan terlalu rapat disatu sisi dan terlalu lebar di sisi lainnya, tidak seimbang. Baru dibuka, sudah menunjukkan bahaya copot. Baru dibaca halaman kesekian sudah mulai terlihat betapa buruknya proses penyatuan lembar demi lembar sehingga menjadi sebuah buku. Saya harus membaca dengan teramat hati-hati agar tidak menyebabkan kerusakan yang lebih parah. Sungguh merepotkan! Bukannya kenikmati membaca yang saya dapat, tapi justru keringat was-was saat membuka tiap lembar. Bahkan sempat terpikir untuk tidak  membuat repiu dari pada mengakibatkan halaman copot. Kalau bukan hadiah ulang tahun, mungkin buku ini sudah tidak ada di rak buku saya.

Hingga saat ini sudah tiga buah buku yang bisa dibaca. Untuk buku pertama ini, ternyata mendapat beberapa penghargaan yaitu:
  • New York Times Bestseller
  • 2010 Cybils Award Winner
  • 2010 Minnesota Book Award finalist
  • Publisher's Weekly "Flying Start"
  • Summer 2010 Kids' Indie Next List
  • Junior Library Guild Selection
  • Starred review, Publisher's Weekly
  • Starred review, Bulletin of the Center for Children's Books
  • Amazon's Best Books of the Month, June 2010
  • Nominated for the 2013 Louisiana Young Readers' Choice Awards (Grades 3 - 5)
  • Master List for the 2011-2012 Texas Bluebonnet Award
  • Master List for the 2013 Illinois Bluestem Award

Kamis, 09 Februari 2012

Berapakah nomorku?


Sudut Bumi hari ke 40

Dear Diary......,
Belakangan ini aku merasa hidupku kian terasa aneh. Masih ingat saat kusebutkan bahwa aku sering merasa ada sosok yang mengawasiku. Hari ini pun aku mengalami hal yang sama.  Aku sedang duduk santai disebuah gerai kopi menikmati    Iced Vanilla Coffee Jelly Grande dan sepotong  Tiramisu sambil membaca sebuah buku pastinya,  saat kusadari  seorang pria menatapku tanpa berkedip. Tatapan matanya membuatku merasa jenggah. Tapi....... tunggu sepertinya ia lebih tertarik pada buku yang kubaca dari pada  diriku. 

Buku yang sedang kubaca berjudul The Power of Six, karangan Pittacus Lore, 427 halaman. Buku ini sudah diterjemahkan oleh Nur Aini dan diterbitkan oleh Mizan Fantasi. Konon buku ini awalnya terbit dalam bahasa  planet lain. Sebuah amplop coklat misterius ditujukan untukku diantara surat-surat masuk.  Isinya seri pertama buku ini. Tak lama buku ini mendarat dengan cara yang sama. Awalnya aku merasa was-was entah siapa yang mengirimi seri ini, Pengalaman hidup membuatku sering merasa khawatir dan curiga atas kebaikan seseorang serta nasib mujur yang tiba-tiba datang. Walau bagaimana izinkan aku mengucapkan terima kasih untuk  Peri Buku yang memberikan buku ini.

Tapi sejak membuka halaman pertama aku lansung jatuh cinta pada seri ini. Seri ini membuatku penasaran, jangan-jangan cowok ganteng yang duduk sambil minum kopi di meja sebelah adalah salah satu dari "mereka" yang sedang menyamar. Atau jangan-jangan keluarga jauh yang tidak menikah dan memungut anak adalah bagian dari mereka. Membaca seri ini sungguh menyenangkan karena kita seakan diajak ikut serta dalam sebuah konspirasi tingkat tinggi. Setiap kata menawarkan kisah yang mendebarkan. Kisah? Siapa tahu ini bukan kisah tapi fakta. Hidup jadi lebih menggairahkan saat tahu kita merupakan bagian dari sebuah rahasia besar alam semesta"

Diary....,
Sungguh konyol! Aku khan tak punya keluarga jauh. Hidupku hanya berdua dengan pengasuhku saja. Tapi mau tak mau aku jadi berpikir keras mengenai hidupku ini. Ingatanku seputar masa kecil sungguh buruk. Aku hanya ingat orang yang berlarian, ledakan dan pengasuh yang membawaku berlari. Pengasuhku selalu panik jika aku bercerita mengenai perasaan diikuti seseorang. Sudah beberapa kali kami pindah tempat tinggal karenanya. Belakangan aku jadi lebih menahan mulut untuk bercerita.

Wajah pengasuhku pusat pasi  saat mengetahui aku membaca buku ini. Apalagi setelah mengetahui ini adalah buku kedua yang kuterima. Ia seakan melihat malaikat maut. Saat ini ia sedang tidur setelah mendapat pertolongan dokter. Aku dimintanya untuk tidak meninggalkannya sendiri. Begitu  bangun dan merasa lebih baik, ia akan membuka rahasia besar kehidupanku katanya. Sungguh aku jadi penasaran, apa lagi jika rahasia itu juga menyangkut peti yang selalu dijaganya dengan sepenuh jiwa.

Sudut Bumi hari ke 41

Aku seakan jatuh ke jurang yang tak berakhir!
Pengasuhku baru saja mengisahkan sebuah kisah yang sungguh luar. Aku bukan salah satu dari manusia bumi. Aku, tepatnya kami berasal dari Planet Lorien yang hancur karena perang. Kami dikirim dengan menggunakan pesawat dan disembunyikan di berbagai tempat di Bumi agar kaum Mogadorian tidak bisa menyakiti kami, Sebenarnya kami semua diberi mantra pelindung. Selama kami berjauhan kami hanya bisa dibunuh berdasarkan urutan. Biar bagaimana, ada rasa rindu ingin bersama dengan mereka yang senasib.
Salah satu dari kami  berusaha mencari yang lain, yang kebetulan menjawab segera binasa.  Mereka yang tersisa diharap menjadi lebih bijaksana.

Belakangan, si nomor empat menjadi berita utama karena keterlibatannya dengan seorang gadis, pemuda penggemar Alien  dan sekolah yang hancur akibat serbuan Mogadorian.  Cinta Jhon si Nomor Empat kepada Sarah si manusia bumi  justru membuatnya celaka. Jika begitu, apakah masih bisa disebut cinta sejati? Semoga ia bisa  segera menyadari kesalahannya.

Tanda garis di kakiku ternyata menandakan salah satu dari kami telah berhasil ditemukan lalu dibunuh!  Aku masih ingat saat pertama kali kakiku terasa terbakar dan ada tanda garis  disana. Si Nomor satu telah ditemukan dan dibinasakan. Pengasuhku hanya memelukku sambil menangis. Ia menangis kian kencang saat berita di televisi mengisahkan tentang seorang anak remaja meningal secara misterius di Malaysia.Tidak ada penjelasan saat itu

Suatu hari berita tentang anak yang meninggal di Inggris membuat pengasuhku menjemputku dari sekolah dan kami pergi pindah tanpa pulang dulu ke rumah. Sekali lagi tidak ada penjelasan saat itu. Katanya, aku harus bersabar menunggu sampai saat yang tepat untuk mendapat penjelasan mengenai semua kejadian aneh. Sekaranglah saat itu. 

Pengasuhku bilang, berdasarkan informasi yang sangat akurat dan rahasia ditemukan sebuah fakta menggembirakan! Ternyata selain pesawat yang pertama ada juga  pesawat kedua. Pesawat tersebut  membawa lima belas Chimaera, tiga Cepan dan satu bayi.Tentunya saat ini ia sudah bukan bayi lagi. Tidak menutup kemungkinan juga ada pesawat-pesawat yang lain. Jika keberadaan mereka terlacak oleh Mogadorian tentunya akan sangat berbahaya.  Kami harus bisa  menemukan yang lain sebelum Mogadorian!
Kami harus mulai menghimpun kekuatan.

Peti yang selama ini dijaganya dengan sepenuh jiwa juga sudah mulai membuka rahasianya. Aku menemukan sepotong kecil diriku disana. Perlu waktu untuk bisa memahami manfaat aneka kristal yang ada. Waktu, sesuatu yang sepertinya bukan sahabat kami. Beberapa hal aneh mengenai dirimu ternyata adalah kelebihanku, itu merupakan Pusaka. Sesuatu yang harus diolah dan dilatih. Kelak kemampuan itu akan membantu dalam melindungi diriku. Pengasuhku mengatakan mungkin masih ada Pusaka yang akan muncul seiring bertambahnya usia. Aku harus lebih hati-hati

Tidak hanya Enam dan Empat yang bertemu.
Sekarang ada Tujuh dan Sembilan
Mantra perlindungan telah dipatahkan
Hidupku sudah tak sama lagi
Tapi sementara itu pengasuhku dan aku harus mulai menggali ingatannya yang kabur akibat kecelakaan mobil beberapa waktu yang lalu. Saat itu ternyata kami sedang melarikan diri dari musuh besar. Ada sebuah pertanyaan besar yang harus dijawab.

Dengan kemampuanku membaca cepat dan mengingat semua buku serta kemampuanku mengolah kata,sebenarnya aku nomor berapa? Atau......

Rabu, 08 Februari 2012

Misteri Kematian Bintang Trapeze


Judul asli : Boy Sherlock #2 : Death in The Air
Penulis : Shane Peacock
ISBN : 9786028579926
Halaman : 368
Penerbit: Qanita

Bungkam…. aku

Sherlock sepertinya punya aura yang mengundang kejahatan terjadi. Untuk kesekian kalinya ia  KEBETULAN berada di lokasi kejadian  terjadi sebuah kejahatan.  Bagi banyak orang, Monsieur Mercure  sang bintang trapeze meregang nyawa akibat kecelakaan saat menjalankan aksinya. Tidak bagi Sherlock yang mencium aroma pembunuhan.

Sherlock mulai mengurai benang kusut berdasarkan hasil pengamatannya. Sosok Dr, Watson belum terlihat dalam buku ini. Tapi kita sudah berkenalan dengan Dr. Bell seorang ahli kimia. Pada kesempatan kali ini, dikisahkan bagaimana Sherlock mendapat banyak pengetahuan seputar ilmu kimia yang kelak sangat berguna bagi perkembangan penyelidikannya. Selain itu, ia juga mendapat tambahan ilmu bertinju yang terbukti berguna saat ia melakukan penyelidikan di daerah berbahaya.

Sherlock melakukan penyelidikan tidak hanya karena ingin memuaskan rasa keingintahuannya. Tapi juga karena  kebutuhan akan uang hadiah yang ditawarkan oleh Kepolisian.  Suatu hal yang jarang disebut di buku-buku lainnya. Terlihat sekali bahwa uang hadiah sebesar  500 pound menjadi pemicu kerja sel-sel kelabu Sherlock.

Jika dibuku sebelumnya Sherlock mendapat bantuan dari burung gagak, maka kali ini yang membantunya adalah tikus.  Banyak tikus yang berlari- melalui jalan-jalan gelap London.  Tikus bisa disebut juga merupakan nama panggilan  yang Sherlock berikan bagi para penjahat. Kata itu terutama sekali digunakan saat ia sedang berbicara dengan Irine

Dibandingkan dengan buku pertama, nuansa dalam buku ini tidak sesuram buku pertama. Memang masih terasa kepedihan  Sherlock sepeninggal  ibunya. Tapi sosoknya digambarkan lebih tegar dan kuat, terutama dalam upaya menenuhi janji pada ibunda tercinta. Untuk seseorang yang disebut berusia tiga belas tahun, bagi saya sosok Sherlock justru terlihat terlalu dewasa.

Sherlock tidak saja harus berurusan dengan penjahat berbahaya, ia juga harus berhadapan dengan  Malefactor penguasa jalanan. Kemampuan beradaptasi serta kesabarannya kian diuji terutama sekali  karena ada sosok Irene Doyle diantara dirinya dan Malefactor. Apakah akan ada kisah cinta segitiga? Kita tunggu saja.

Sudah banyak penulis yang membuat kisah mengenai Sherlock. Ada yang menceritakan Sherlock dengan anak gadis, dengan bocah jalanan bahkan dibuat dengan menyesuaikan situasi saat ini. Buat saya pribadi, Shane Peacock mampu menyuguhkan sosok Sherlock dengan ciri khusus tapi tidak meninggalkan ciri utamanya. Saya seakan-akan bertemu dengan sosok Sherlock karangan Sir Arthur Conan Doyle dalam usia yang lebih muda. Benang merahnya lebih terasa dibandingkan dengan yang lain.

Beberapa kata yang popular seperti, “  Membaca itu, Anak Muda, sungguh suatu sensasi.” Serta  “Dua kepala lebih baik daripada satu kepala,” Juga muncul di dalam buku ini. Masuk akal jika penulis membuat sosok yang ada  dalam kisah ini sebagai orang pertama yang mengungkapkan kalimat tersebut.

Seri Boy Sherlock Holmes sejauh ini terdiri dari 4 buku, yaitu:
1. Eye of the Crow (2007)
2. Death in the Air (2008)
3. Vanishing Girl (2009)
4.The Secret Fiend (2010)

Kisah ini mendapat penghargaan antara lain:
1. TD Canadian Children's Literature Award - Shortlist, 2009
2. Canadian Library AssociationChildren’s Book of the Year shortlist
3. Violet Downey Award shortlist (for best book for children in Canada in the English Language)
4. Silver Birch Award, Ontario Readers’ Choice, Shortlist 2010
5. Manitoba Young Readers Children’s Choice Award shortlist
6. Junior Library Guild of America Premier Selection
7. Mystery News Books of the Year 2008, Top Ten
8. Ontario Library Association Best Bets for 2008, Top Ten
9. Resources Links Best Books for 2008, Fiction, Grades 7-12

Jangan lupa menyambangi http://221bakerstreet.org serta  http://www.theboysherlockholmes.com
Informasi seputar trapeze bisa  diintip di http://en.wikipedia.org/wiki/Trapeze