Jumat, 01 April 2011

Hadiah Dari Ibu Peri Buku, Ghostgril: Homecoming

Dear sahabatku ................,
Hari ini jagoan neonku, berulang tahun. Seperti para ibu dipelosok dunia, doa dan harapan pasti sudah dipanjatkan. Sejak ia lahir hingga saat ini semua yang dilakukannya, baik kebaikan, kemurahan hati, kejahilan, bahkan kenakalannya selalu membuatku bangga. Tugasnya hanyalah membuat orang disekelilingnya bangga akan dirinya.

Ada sedikit rasa sedih dihati, saat dia berulang tahun hari ini, aku terpaksa menunda hadiah yang sudah dijanjikan. Maklum kondisi keuangan sebagai orang tua tunggal yang naik turun sehingga semuanya musti diperhitungkan dengan matang. 

Bukan tidak mau mensyukuri apa yang sudah ada, namun saat gajian melalang buana selama nyaris 2 minggu karena kesalahan sistem, keluh kesah keluar tanpa bisa ditahan.

Untungnya jagoen neon cukup pengertian, walau sedikit menunjukkan wajah kecewa. Namun ia cukup mengerti keadaan. Maklum nyaris tiada rahasia diantara kita, termasuk besarnya gaji serta nomor pin he he he Aku bersyukur akan sifat pengertiannya.

Untungnya, saat makan siang berupa nasi kuning, sebuah paket dari Ibu Peri Buku di kawasan Kemang mendarat dengan manis. Dengan sedikit tidak bersemangat karena masih diliputi perasaan bersalah, paket itu dibuka. Isinya... , sungguh menyenangkan. Sebuah buku Ghostgril: Homecoming! Aku langsung bergairah, menyobek seluruh sampul dan mengacung-acungkan dengan semangat ke arahnya.

Mungkin orang akan bertanya apa istimewanya buku ini dibandingkan dengan buku-buku yang lain. Jelas berbeda! Buku ini sebenarnya merupakan salah satu buku yang diinginkan jagoan neon! Sebenarnya ia tidak suka membaca, namun mau meluangkan waktu untuk membaca Ghostgril. Kaosnya pun sudah dimilikinya. Maka jelas buku ini istimewa baginya. Perasaan bersalahku sedikit berkurang.

Dengan antusias ia menerima buku ini sebagai tambahan hadiah. Tentunya dengan janji membiarkanku membacanya terlebih dahulu. Apalagi saat melihat di webside penerbitnya ini masih merupakan buku yang akan diterbitkan.

 Untuk kali ini aku mensyukuri kecepatan membacaku. Jagoan neon hanya memberikan waktu hingga Hari Minggu untukku membaca buku ini. Karena Hari Senin, ia akan membawa buku ini kesekolah untuk diperlihatkan ke teman-temannya yang juga sudah membaca Ghostgirl. 

 Sebenarnya aku ingin menegur sifat pamernya, namun untuk kali ini aku rasanya harus mengalah. Berarti juga harus menunda menamatkan buku yang sedang aku baca.

Aku sungguh berterima kasih kepada Ibu Peri Buku. Tanpa ia sadari, ia telah membantuku.

Ku berikan repiu buku Ghostgril: Homecoming, agar dirimu juga bisa menikmati buku ini.

Salam buku,

TR


Ghostgril: Homecoming

"Apakah Tuhan menjalankan saluran belanja via telepon? Pikir Charlotte"

Charlotte dan teman-temannya telah lulus Kelas Pendidikan Kematian. Namun alih-alih menuju surga, mereka malah harus menangani hotline bagi remaja bermasalah. 

Sekali lagi Charlotte harus menghadapi kenyataan yang tidak menyenangkan. Semua temannya sibuk menerima telepon, hanya dirinya yang tidak menerima telepon! 

Bukan hanya itu, seluruh temannya mendapat hadiah kelulusan berupa pertemuan dengan orang yang dikenal dan dikaguminya, kecuali dirinya. Bisa ditebak siapa yang ditemui oleh CoCo Chanel.

Tersedak permen kenyal lalu meninggal di dalam kelas telah mengubah segalanya. Namun semua yang dialami oleh Charlotte tidaklah terlalu buruk. Ia mengalami perkembangan kepribadian, belajar tentang kerjasama, kepentingan kelompok serta kerelaan untuk berkorban.

Bahkan ia bisa menghadiri Pesta Dansa Musim Dingin bersama cowok diidamannya, yang juga idaman seluruh sekolah, Damen. Terpenting, ia memiliki sahabat, Scarlet Kensington. Semua yang tidak ia punyai saat hidup justru diperoleh setelah ia tiada.

Sementara Charlotte sedang sibuk dengan kehidupan pribadinya di “Dunia Lain” Petula mantan musuh bebuyutannya, justru sedang sibuk membenahi diri dari peristiwa yang memalukan saat pesta dansa musim gugur, plus hukuman tinggal kelas selama satu tahun.

Namun saat sibuk mempersiapkan diri untuk kencan balas dendam dengan Josh, tanpa sengaja, si perawat kuku memotong kuku jempol kakinya terlalu pendek! Hal kecil tersebut ternyata berakibat fatal, Petula terkena infeksi bakteri. Luka kecil yang diakibatkan kecerobohan perawat kuku ternyata menimbulkan infeksi.

Kondisi Petula segera menyebar keseantero kota. The Wendys, sahabat Petula telah mengungguh foto-foto keadaan Petuna yang terbaring diam ke webside mereka. 

Melihat kondisi Petula yang terbaring tak berdaya di rajang dalam keadaan telanjang merupakan impian setiap anak laki-laki di kota itu. Walau bagaimana keadaanya, Petula tetaplah menarik perhatian. Tumpukan kiriman bunga kian menggunung seiring berjalannya waktu.

Scarlet sang adik merupakan orang pertama yang menemukan Petula tergeletak di jalan masuk. Sementara Josh menghilang entah kemana. Diliputi perasaan bersalah, Scarlet berupaya mencari Petuna yang mungkin tersesat di alam lain. Ia meminta bantuan sahabatnya Charlotte. Apalagi mengigat kelakuan Petula, bukannya tidak mungkin ia akan dikirim ke neraka.

Sementara Charlotte dan Scarlet sedang berusaha membawa jiwa Petula kembali, Damen berjuang mengadirkan Petula ke Pesat Dansa Homecoming yang diselenggarakan di sekolah. 

Jika Charlotte dan Scarlet harus berhadapan dengan setan yang berusaha merusak bersahabatan mereka dan mencari pengikut, maka Damen harus berurusan dengan The Wendys yang menusuk Petula dari belakang!

Kisah selanjutnya sungguh mendebarkan hati, segan rasanya bercerita. Sebaiknya dirimu membaca sendiri supaya bisa memahami pendidikan moral yang ada dalam buku ini.Jangan heran, pendidikan moral diberikan dalam wujud kata-kata mutiara yang ada di awal bab serta penjelasan dibaliknya.

Saya juga mendapat tambahan pengetahuan. Misalnya mengerti tentang DVT- Deep Vein Trombosit, penyumbatan darah karena kurang bergerak. Lebih mengerti makna teman sebagai orang yang dipilih untuk berada di dekat kita. Sementara keluarga adalah orang yang sudah semestinya ada di dekat kita.

Covernya yang didominasi warna ungu serta gambar yang menarik, membuat buku ini menggoda untuk diambil saat di toko buku. Belum lagi gambar-gambar yang ada di pembatas buku serta di setiap bab sungguh menarik. Buku ini layak untuk dikoleksi.

Sebernya ada kesalahan kecil di halaman 333, yang justru membuatku tertawa lepas. Kata sampai ditulis sampe. Simpel, namun membuatku kian merasa dekat dengan sosok Chatlotte dan buku ini. Tak sabar menanti buku ketiga yang berjudul lovesick

Berikut, saya kutip kalimat yang sepertinya menarik dari buku ini,   "Kehidupan adalah tidak tahu apa-apa, mau berubah, menghayati setiap momen dan memanfaatkan sebaik mungkin, tanpa menyadari apa yang akan terjadi sebelumnya - Gilda radner"


Sepenggal kalimat sederhana yang bermakna banyak bagi setiap orang.

Pengarang : Tonya Harley
Penterjemah : Berliani M. Nugrahani
Penyelaras : Ida Wajdi
Pewajah Isi : Arif dan Aniza
Halaman : 346
Penerbit : Atria





Sekigahara, Perang Besar Penentu Pemimpin Jepang


Pengarang : Dozi Swandana
Editor : Bandung Mawardi
Halaman : 224
Penerbit : BukuKatta

Saya tidak suka pelajaran sejarah!
Sepertinya sudah berulang kali saya menyebutkan hal itu. Sebenarnya bukan pelajarannya atau sejarahnya yang saya tidak suka, namun cara penyampaian yang memebosankan yang membuat saya tidak suka pelajaran atau buku-buku sejarah.

Setahu saya, hanya sedikit penulis yang mau serta mampu menggabungkan fantasi dengan sejarah. Atau lebih tepatnya penulis yang mampu membuat saya mau menuntaskan sebuah buku fiksi yang mengandung unsur sejarah. Salah satunya buku ini! Kalau saya yang tidak suka sejarah bisa tamat, harusnya mereka yang menyukai sejarah bisa membacanya dalam sekejab

Buku ini bercerita tentang pertempuran Sekigahara. Salah satu pertempuran yang dianggap penting karena dengan adanya pertempuran ini timbullah kekuasaan baru yang sudah lama tidak didominasi oleh shogun. Pertempuran ini sendiri adalah titik tolak penentu pemegang kekuasaan tertinggi di Jepang. Itu sebabnya dikenal dengan sebutan Tenka wakeme no tatakai (pertempuran yang menentukan pemimpin Jepang)

Kisah pertempuran ini dimulai ketika Oda Nobunaga mulai menguasai sebagian besar wilayah Jepang. Selama ini ia selalu mengalah dengan adiknya Oda Nubuyaki. Sehingga banyak yang mengira jika sang adik lebih jago memanah, berburu, bermain samurai dan lainnya. Tidak ada yang tahu bahwa Oda Nobunaga hanya mengalah karena sayang kepada adiknya. Rasa sayang yang harus ia bayar mahal kelak.

Namun saat sang ayah memutuskan bahwa sang adik yang akan menggantikannya karena dianggap lebih mampu, maka marahlah Oda Nobunaga, Tanpa teding aling-aling, ia membunuh sang adik lalu mengikrarkan diri sebagai penguasa. Ia yang keadaannya sering disebut mirip seorang wanita lemah, ternyata malah memiliki jiwa seperti iblis.

Dengan membawa kepala adiknya yang baru saja ia penggal serta samurai di tangan yang lain, ia meresmikan dirinya sebagai penerus sah keluarganya. Jika ada yang menentang akan dianggap pemberontak. Dengan resminya ia diangkat sebagai pemimpin Klan Oda, ia kian kejam dalam menentukan kebijakan.

Perkenalannya dengan seorang misionaris Yesuit, membawanya mengenal berbagai macam barang buatan barat. Termasuk senjata api yang kelak dipilihnya guna mempersenjatai pasukannya. Dengan memiliki pasukan yang menggunakan senjata api, ia berharap keinginannya untuk menguasai seluruh Jepang bisa segera terwujud.

Ternyata Oda Nobunaga juga tidak aman dari penghianatan.Tangan kanannya, Akechi Mitsuhidae berhasil mengalahkannya justru dengan taktik yang jitu. Jika harus beradu senjata, sudah jelas ia akan kalah telak! Ia dikalahkan justru saat sedang berpesta pora merayakan hari jadinya.

Lalu bagaimana nasib Akechi Mitsuhidae selanjutnya?
Apa hubungannya dengan Ishida Mitsunari?
Siapa pula Tokugawa Hidetada?
Silahkan baca sendiri yah.... Maklum saya kurang bisa mengulas tentang buku genre ini. Dari pada dituduh spoiler he he he

=========== Diluar isi buku

Cover buku ini benar-benar memberikan sesuatu yang berbeda.Posisi cover yang tidak biasa, dibuat tidur dengan warna latar yang merah menyala mau tidak mau membuat setiap mata yang memandang akan terbelalak! . Latar belakang merah menimbulkan kesan bahwa telah terjadi pertempuran yang seru dan menakutkan. Sosok yang duduk di atas kuda meninggalkan kesan seseorang yang paling berani dalam pertempuran. Namun disisi lain, sejumput ilustrasi telapak tangan serta pedang yang tertusuk menimbulkan kesan muram dan menyedihkan. Efek yang selalu timbul dalam peperangan.

Sedikit mengutip ilmu marketing, buku ini dari sisi cover sudah menerapkan sebuah teori pemasaran baru, Blue Ocean Strategy. Intinya menampilkan sesuatu yang berbeda. Bayangkan, buku ini tergeletak diantara buku-buku fiksi lainnya, dengan warna yang mencolok dan penempatannya yang memanjang. Pastinya akan membuat setiap tangan tergoda untuk meraihnya. Lalu ada tulisan J-novel dihalaman belakang. Tulisan ini akan membuat orang kian penasaran mencari apa makna yang tersirat.

Kere..........n! Ungkap jagoan neon saat kuperlihatkan buku ini. Percobaanku berhasil! Buku ini dari sisi cover sudah memenangkan persaingan. Sisanya tergantung pada sinopsis yang ada cover dibelakang, mampu membuat orang kian tertarik, pastilah buku ini berpindah masuk ke ats belanja. Tidak tertarik ya.... berarti bukan genrenya he he he

Namun, begitu membuka halaman , sedikit ada rasa kecewa. Sejujurnya aku mengharapkan kertas yang lebih baik mutunya, bukan kertas koran. Entah kenapa kali ini peenrbit memilih kertas yang berbeda dengan buku-buku yang selama ini aku baca. Sayang sekali, cover yang sudah ciamik ini berkurang nilainya akibat keras yang digunakan.

Buku ini datang bersamaan dengan buku dari Ibu Peri buku. Bukannya mau pilih kasih, namun buku ini dibaca belakangan dengan pertimbangan karena buku ini walau merupakan buku fiksi, namun sarat dengan makna kehidupan. Sedangkan saat itu, buku yang kubutuhkan adalah buku yang membuatku tertawa lepas. Mohon maaf ya Bapak Peri Buku *kasih salam hormat*

Peringatan: Jangan Sembarangan Mencium Seekor Katak Jika Tidak ingin Celaka!

Terjemahan :Sang Putri Katak
Penerjemah : Khairi Rumantati
Penyunting : Jia Effendie
Penyerasu : Siti Qomariah

"Bersediakah kau mendapat kehormatan untuk menciumku?"

"Maaf, aku tidak tertarik mencium katak! "


Lahir sebagai seorang putri tidak secara otomatis menjadikan Putri Emeralda seorang gadis yang anggun dan penuh percaya diri. Ia begitu kikuk di situasi-situasi sosial serta takut berbicara di depan umum. Sementara Pangeran Jorge begitu anggun, tampan dan egois. Wajar jika Emeralda merasa heran mengetahui mereka dijodohkan,tidak ada persamaan diantara mereka. Agar bisa menghindari perjodohan, Putri Emeralda pergi ke rawa-rawa.

Putri Emeralda memang sering mengunjungi rawa-rawa. Siapa yang mengira kunjungannya saat itu malah membuatnya celaka. Alih-alih menghindar dari perjodohan dengan Pangeran Jorge, Putri Emeralda malah berubah menjadi seekor katak!

Semula ia hanya ingin berbaik hati mencium seorang ups…. seekor katak jantan yang mengaku sebagai Pangeran Eadric. Seperti yang diyakini banyak orang, peyihir berhati jahat mengubah seorang pangeran tampan menjadi seekor katak. Untuk bsia kembali menjadi manusia, hanya butuh ciuman tulus seorang putri. Demikan juga dengan sang pangeran. Kebetulan putri yang ditemuinya adalah Puteri Emeralda.

Mencium seekor katak memang tidak terlalu buruk bagi Putri Emeralda. Bibir si katak terasa dingin dan halus menekan bibirnya. Sensaninya tidak terlalu buruk. Namun yang terjadi sesudah itu yang membuat Putri Emeralda sangat terkejut.

Sang putri merasa pening dan tidak bisa memfokuskan pengliatannya. Walau lambat laun bias, namun yang segalanya tampak berbeda. Warna-warna lebih indah dan bervariasi! Lubang hidungnya mengembang saat mencium bau sayuran busuk. Kakinya melekat pada tubuh yang gempal, pendek serta memiliki kulit burik berwarna hijau. Putri Emeralda berubah menjadi seekor katak!

Bukan main kesalnya hati sang putri! Alih-alih menolong, malah ia celaka. Berubah menjadi katak juga. Sepasang pangeran dan putri yang menjadi katak bersatu bahu membahu mencari cara untuk menjadi manusia kembali.

Namun jangan mengira, perjalanan mereka penuh dengan aneka adegan romantis dan sendu ! Walau mereka akrab karena merasa senasib, namun tetap saja tidak membuat mereka rukun. Baca saja adegan saat sang putri belajar menangkap lalat untuk pertama kali. (hal 53).

Sang putri kesilitan menarik dan menggulung lidahnya yang keluar untuk menyambar lalat! Bukannya memberikan petujuk, Pangeran Eadric malah mentertawakannya. Atau bagaimaan kesalnya sang putri karena pangeran selalu merayu untuk mendapakan ciuman lagi, siapa tahu malah berubah menjadi manusia.

Bagaimana saya tidak mau tertawa keras, melupakan sopan-santun! Membaca bagaimana Emeralda membersihkan kaki lalat kering yang tersangkut di bibir Eadrick sebelum menciumnya. Bayangkan bagaimana eskpersi wajah sang putri menahan jijik melihat Eadrick dengan santainya melalap lalat yang berterbangan, ih……..! Atau saat Eadrick dengan rakusnya memakan semua cacing yang diberikan oleh perempuan jahat. Kocak habis......!

Namun seiring waktu, mereka mulai menjadi sahabat karib.Hari-hari menjadi katak telah mengajari Putri Emeralda banyak hal. Rawa-rawa sungguh tempat ajaib dimana kehidupan yang tua dapat berakhir dan kehidupan baru dapat mengalami berbagai ekjadian tak terduga, dimana teman dan pahlawan dapat muncul dalam berbagai wujud, di mana hidup bisa begitu indah, bahkan bagi seorang putri yang kikuk!

Untung ada Bibi Grassina, bibi Putri Emeralda yang menjadi penyihir. dengan bantuannya, serta Fang juga Li'l mereka bisa mengatasi masalah yang ada.

Sebentar.........,
Siapa Li'l dan Fang?
Apa hubungannya dengan berang-berang?
Sudah... baca saja sendirinya...!

============================
Beberapa buku yang saya baca menceritakan bagaimana seorang penyihir jahat menyihir seorang pangeran tampan menjadi katak. Di salah satu buku, malah katak itu hidup dari tahun 1900 sekian dan baru akibat keisengan seorang gadis, di tahun 2000 ia kembali menjadi manusia. Buku ini jelas sangat berbeda dengan yang lainnya.

Buku ini membuat saya tertawa lepas! Saat menunggu waktu upacara dimulai di Depok, saya kembali membaca untuk menuntaskan buku ini. Bisa dibayangkan apa yang terjadi! Melihat saya tertawa lepas tida perduli orang sekitar, bebarapa rekan kerja tertarik untuk mengintip apa yang saya baca. Kami jadi tertawa bersama-sama.

Hingga upacara berlangsung, beberapa rekan masih tertawa-tawa kecil mengingat hal lucu yang dibaca dalam buku ini. Kebetulan hal-hal yang saya anggap perlu dijadikan point dalam repiu saya beri tanda. Sehingga kami hanya perlu mencari halaman yang sudah diberi tanda dan tertawa lepas bersama-sama.

Selesai upacara, gagal rencana saya untuk segera meluncur ke toko buku favorit saya. Rekan-rekan yang tadi mengintip buku saya kembali meminta saya menceritakan satu atau dua hal kocak yang ada dalam buku ini. Adu………..h! Seharusnya mereka membeli supaya bisa tertawa seperti saya!

Saya percaya segala sesuatu memang sudah ada waktunya. Misalnya, saat saya merasa kesal kehujanan, lalu basah kuyup, kedinginan maka pasti sebuah paket dari Bapak dan Ibu Peri buku sudah ada sebagai obat pelipur lara.

Hari Jumat yang lalu, sudah kehujanan, kedinginan, dua kali diturunkan dari angkot karena sepi penumpang, lalu sampai rumah mendapat kejutan yang tidak menyenangkan dari jagoan. Saat hendak menuju ke kamar mandi, di meja rias tergeletak 2 paket! Bayangkan 2 buah paket dari Bapak dan Ibu Peri! Sepertinya segala kesusahan terbayar sudah ^_^

Saya sungguh "Membeci" Trio kwek-kwek yang membuat buku ini sampai ke tangan saya ..!
Jia, M Endah & Ida *kiss & hug*
Thx …. Buku ini bener2 menghibur!

Ada Apa Dengan Buku Alex And The Ironic Gentleman?

Pengarang : Adrienne Kress
Penerjemah : Anggraini Novitasari
Penyunting : Arif Budi Nugroho
Halaman : 312
Penerbit : Dastan Book

Buku ini memiliki endosment sebagai berikut,
Jika Anda menyukai Harry Potter dan semua kisah sejenisnya, Anda akan menyukai Alex and the Ironic Gentleman!
—Barnes&Noble

Sebuah kisah yang memadukan dorongan hati dan moral... Buku yang menginspirasi ini baik untuk dibaca berulang kali.
—Publishers Weekly

Kisah yang cerdas dan premis yang hebat. Akhirnya mengejutkan. Sangat direkomendasikan.
—Amazon.com

Alex, pahlawan muda kita, tampil secara luar biasa.
—Children’s Literature

Alur cerita yang ditulis Kress tidak diragukan lagi sungguh inovatif.
—Kirkus Review


Pemberi endosment adalah mereka yang penilaiannya patut diperhitungkan. Tentunya mereka punya pertimbangan yang matang dalam melakukan penilaian.

Bukannya tidak setuju, tapi permalahannya adalah kenapa jika buku ini memang seperti yang diuraikan, kok bisa terletak diantara buku-buku yang hendak di swap dalam Acara Bookswap Akbar GRI di WBD 2010 yang lalu. Kemungkinannya hanya dua. Yang pertama memang buku ini sesuai dengan apa yang dijanjikan lalu ada yang berbaik hati membagi buku ini, atau isinya sangat jauh dari yang dijanjikan.

Warna biru yang menjadi latar belakang daam cover buku ini, membuat mata saya segera beralih dari buku-buku yang lain. Begitu panitia memberikan instruksi untuk segera menukar buku, langsung saya melupakan buku yang semula saya incar dan segera menyambar buku ini.

Lagi-lagi buku ini memberikan saya sebuah teka-teki. Ternyata dibuku ini masih menempel sebagian plastik yang biasa digunakan untuk membungkus buku plus lebel harga. Buat saya ini aneh. Menurut web penerbit, buku ini baru beredar tanggal 16 April yang lalu. Kenapa bisa berada dalam jajaran buku untuk di swap benar-benar membuat saya merasa penasaran dan berniat segera menuntaskannya.

Buku ini mengisahkan tentang seorang bocah perempuan berusia 10 tahun, menggunakan gigi kawat bernama Alexandra Morningside. Seperti diriku (numpang curhat) Alex juga sering dikira nama seorang laki-laki. Alex duduk di kelas 6 Akademi Wigpower-Steele. Ia tinggal bersama pamannya di sebuah toko yang khusus menjual kenop.

Tahun ajaran ini, kelas 6 mendapat wali kelas yang baru, Mr Underwood. Guru ini sangat berbeda dengan guru mereka yang lama. Selain memang cara mengajarnya yang berbeda, ternyata Mr Underwood merupakan keturunan dari Infamous Underwood, bajak lain yang diakhir hayatnya berubah menjadi seorang baik dan menyumbangkan setengah uangnya untuk mendirikan sekolah.

Nasib harta yang setengah lagi menimbulkan polemik yang berkepanjangan. Buku ini mengisahkan bagaimana Alex membantu Mr Underwood.yang merupakan keturunan terahir Infamous Underwood berhadapan dengan turunan Alistair Steele, orang yang dititipi mengola harta. Turunan Alistair Steele menjadi bajak laut yang ditakuti dengan kapal Ironic Gentleman.

Ternyata tidak mudah menemukan harta tersebut. Selain Alex harus kehilangan pamannya. Ia juga harus berurusan dengan para Putri Komunitas Pelestarian Pendiri negara yang selalu berhasil menemukan Alex kemanapun ia bersembunyi, Charles situkang eksperimen, Hotel yang dikelilingi hutan lebat, serta para bajak laut yang menginginkan peta harta.

Jika adegan pertempuran ala bajak laut yang diharapkan, maka buang jauh-jauh angan-angan itu! Adegan yang menyangkut bajak laut baru ada saat menjelang akhir buku. Sementara urusan pencarian hartanya hanya memakan sedikit bab Yang banyak justru bab yang menceritakan bagaimana Alex akhirnya bisa menemukan Mr Underwood.

Ada beberapa hal yang mengganjal selesai membaca buku ini. Huruf yang terlalu kecil dan spasi yang terlalu rapat bagi mataku, membuatku segera bosan dan berkeinginan untuk berhenti membaca. Namun sekali lagi, rasa penasaran masih mempermainkan diriku.

Untuk menberikan gambaran yang jelas mengenai Mr. Underwood dibutuhkan sekitar 4 bab. Terlalu bertele-tele hanya untuk menceritakan bagaimana kedekatan hubungan Alex dan Mr Underwood. Banyak kalimat yang mubasir.

Alex menemukan kameranya berada di tempat yang tidak biasa, ia segera memproses film menjadi negatif. Disana terlihat adegan Mr Underwood sedang memperingati paman Alex untuk tidak ikut campur saat ia sedang menghadapi musuh. Lalu paman Alex ditemukan meninggal. Mungkin saya yang kurang konsentrasi saat membaca, namun bagaimana bisa kamera tersebut berada ditempat yang ditemukan tanpa mengalami kerusakan? Bukannya mereka yang membunuh paman Alex akan melakukan pengerusakan untuk berjaga-jaga seandainya mereka terfoto.

Kisah petualangannya memang seru, hanya benarkah anak usia 10 tahun bisa mengalami ini semua? Menangkis pedang musuh , berkelahi dengan bajak laut, menemukan dimana peta yang disimpan, melakukan perjalanan jauh seorang diri.

Uniknya, disetiap bab judulnya dimulai dengan kata-kata ” Saat dimana...” Judul tersebut sudah bisa menggambarkan saripati cerita dalam bab tersebut. Walaupun secara sambil lalu keseluruhan isi buku ini mengingatkan saya pada sebuah film yang berkisah menegnai bajak laut juga. Film yang disponsori salah satu perusahaan es cream.

Namun, kembali pada persoalan awal, pertanyaan kenapa buku yang masih setengah terbungkus ini berada diantara buku untuk di swap . Mungkin jawabannya tergantung pada masing-masing individu yang membaca. Setidaknya untuk saya sendiri, saya sudah mengetahui kenapa buku ini diletakkan di sana.

Ssst. Ada rahasia besar, ternyata Bajak laut Kapten Steele adalah.....
baca saja sendiri ah.

Good Wives : Kehidupan Para Gadis March Setelah Dewasa

” Aku mencintaimu semenjak aku mengenalmu,Jo: tidak bisa menahannya, kamu begitu baik kepadaku. Aku sudah mencoba menunjukkannya, tapi kamu tidak mengizinkanku”

”Oh, kamu mau kemana?” Tanya Jo
”Ketemu setan ” Jawab Laurie


Tidak lama waktu yang dibutuhkan untuk menuntaskan buku ini. Masalahnya justru ada dibagian membuat review. Banyak hal-hal indah yang menyentuh hati. Hingga bingung bagaimana harus menguraikan isi buku ini. Sebaiknya tinggalkan review ini,segera membeli agar bisa mengerti makna dalam cerita yang menghangatkan jiwa versi www.librarything.com. Kekurangan dari buku ini, semoga hanya di buku yang aku punya, ada beberapa halaman yang cetakannya berbayang.

Walau buku ini memang bukan genreku, namun tetap saja buku ini mampu membuatku terlena. Mengingat butuh watu yang lama...............a akhirnya aku tahu bagaimana nasib empat sosok perempuan yang paling dicintai dalam sastra Amerika, buku ini akan menempati salah satu sisi rak buku favorit sepanjang masa

Buku ini berkisah mengenai bagaimana perjalanan hidup Meg yang cantik dan tertib, Jo yang penuh semangat dan susah diatur, Beth yang pendiam dan baik hati, serta si bungsu Amy yang berdarah seni dan kekanak-kanakan,. Anak-anak perempuan itu menyerahkan hati mereka kepada sang ibu untuk selalu dijaga, dan jiwa mereka kepada ayah untuk dilindungi.

Meg kian menunjukkan kewanitaannya. Pernikahan serta kelahiran anak-anaknya membuat Meg kian dewasa dalam menghadapi hidup. Benturan-benturan kecil dengan suaminya membuat ia kian memahami hidup. Sikapnya yang terlalu memuja anak-anak nyaris membuat percikan kecil dalam rumah tangganya. Untung ia segera bisa mnyadari kekurangannya.

Beth kian kurus, pucat serta lebih pendiam dari dahulu. Di pelukan sang ibu tempatnya mendapatkan napas pertama, Beth dengan tenang mengembuskan napas terakhir, tanpa ada perpisahan kecuali pandangan penuh kasih, satu desahan kecil. Kepergiannya hanya secara fisik, namun keberadaannya masih melehat di hati saudari-saudarinya . Kenangan indah mereka akan selalu dikenang.

Amy walau bukan perempuan yang cantik, namun memiliki pesona yang kian menawan. Tingkah lakunya benar-benar diatur. Caranya berpakaian, walau bukan menggunakan pakaian yang terbaik, membuatnya kian menarik. Sejak ia menggantikan Jo di rumah Bibi March, Jo tidak perlu kembali lagi kesana. Sang bibi menawarkan kursus menggambar dari salah seorang guru gambar terbaik. Bibi March sangat menyukai Amy.

Jo sudah jauh melembut. Ia bisa membawa diri dengan santai, namun belum cukup anggun. Lidahnya sudah tidak setajam dulu. Karya-karya Jo sudah mulai diperhitungkan. Ia sudah mulai dapat menghasilkan uang dari hasil karyanya tersebut. Dan ia tidak pelit untuk membagikan uang yang diperolehnya dengan keluarga

Kisah kasihnya dengan Laurie berakhir dengan persahabatan. Jo menyadari terlalu miripnya mereka berdua membuat kisah cinta mereka tidak akan berjalan sebagaimana yang diharapkan. Keputusan yang diambil sehubungan dengan perasaan hatinya dan Laurie membuatnya ia memutuskan untuk berlibur sementara. Ia sudah mempersiapkan diri untuk menjadi perawan tua yang mengabdikan hidup demi anak-anak.

Sikap Jo yang ceplas-ceplus seenaknya membuat ia harus menerima akibat yang menyedihkan. Bibi March yang berkeinginan pergi ke Eropa, alih-alih mengajak Jo yang sering diminta tolong menemaninya, ia malah mengajak Amy. Jo dianggap bersikap kasar dan memiliki semangat terlalu mandiri serta benci Bahasa Perancis. Sementara Amy menyukai Bahasa Perancis serta lebih patuh serta akan menerima bantuan apapun untuk perjalanan itu dengan penuh terima kasih. Namun kelak, saat berpulang, Bibi March membuktikan bahwa ia tetap mencintai Jo dengan caranya sendiri.

Buatku secara pribadi, sosok Jo benar-benar ”Aku” sekali. Perbedaan diantara kita hanyalah ia menikah dengan sang profesor sementara aku sudah terlena dengan nikmatnya menjadi orang tua tunggal. Salah seorang sahabat juga mengungkapkan hal yang sama. Menurutnya Jo nyaris sama dengan diriku, kecuali soal kepandaian memasak yang beda jauh. Aku hanya bisa membuat panganan kecil bukan memasak masakan utama.

Jika mau jujur, pasti ada satu diantara Meg, Jo, Beth dan Amy yang mewakili sifat dan pribadi diri kita. Mungkin tidak sama persis namun pastilah ada yang bersinggungan. Louisa May Alcott sosok yang membidani buku ini merupakan anak dari pasangan dari Amos Bronson Alcott dan Abigail May Alcott (29 November 1832 - 6 Maret 1888). Kehidupan dirinya serta saudarinya menjadi landasan bagi pembuatan buku Little Women yang fenomenal.

Sejak terbit pertama kali tahun 1868, buku ini tetap dibaca dan dikagumi banyak orang dari generasi ke generasi. Menurut contekan dari Mbah Google, masih ada beberapa lanjutan dari buku ini. Memang bukan tentang Meg, Jo serta Amy lagi. Namun kisah mengenai keluarga mereka tetaplah menarik. *Siap-siap menunggu kiriman dari Ibu Peri Buku*

Baru sadar bukunya ketinggalan di meja kerja . Maap info bukunya ngintip di web Serambi aja yah...

Secret Garden : Persahabatan di Taman yang Indah

Pengarang : Frances Hodgson Burnett
Penerjemah : Barokah Ruziati
Halaman : 320
Penerbit :PT Gramedia Pustaka Utama


Kenapa aku terlupakan?
Kenapa tidak ada yang datang?


Buku ini mengisahkan bagaimana dua orang anak yang keberadaannya semula tidak diinginkan, bisa memperoleh kebahagian dengan batuan seorang teman yang luar biasa , seekor Burung Robin dan sebuah taman yang indah.

Marry Lennox berasal dari sebuah keluarga mapan.Ia lahir di India. Ayahnya memiliki jabatan dalam Pemerintah Inggris. Selain selalu sibuk ia juga sakit-sakitan seperti Marry. Ibunya walau merupakan seorang wanita yang cantik jelita, hanya memiliki ketertarikan pada pesta dan acara bersenang-senang. Saat Marry lahir, ia menyerahkannya ke perawatan ayah sebutan bagi pengasuh di India.

Kedua orang tua Marry Lennox meninggal karena kolera dalam jangka waktu yang berdekatan. Setelah pemakaman, para pelayan pribumi yang masih selamat segera melarikan diri. Tidak ada satupun yang ingat kepadanya. Ia ditinggal sebatang kara di rumahnya yang kosong. Untuk ia ditemukan orang. Walinya Mr Archibald Craven segera mengutus orang untuk menjemput dan membawa Marry untuk tinggal bersamanya.

Colin Craven merupakan anak tunggal dari Mr Archibald Craven Sejak ibunya meninggal, Mr Craven tidak ingin melihat anaknya. Memang ada saat dimana anak itu tidur dan Mr Craven memandang wajahnya, namun hanya sesekali saja.

Dengan kepribadian yang nyaris serupa, kedua anak tersebut malah bisa berkawan dengan akrab. Hal ini tentu juga berkat pengaruh Dicon, adik lelaki salah seorang pelayan. Dicon yang mampu berbicara dengan hewan mampu membawa angin segar bagi kedua anak tersebut.

Kegemaran Dicon akan alam bebas menular pada kedua anak yang lain. Marry belajar bagaimana berkebun, Colin mencoba berdiri dan berjalan agar bisa melihat taman yang dirancang kedua sahabatnya. Udara segar dan banyak bergerak ternyata baik bagi kesehatan serta sifat kedua anak tersebut. Mereka berubah total!

Pada bagian awal, saya sedikit merasa jenuh membaca buku ini. Bukan karena terjemahannya yang kurang baik. Namun entah kenapa saya merasa kisah ini membosankan. Hanya saat saat dalam perjalanan pulang, saya baru sadar hanya buku ini yang saya bawa. Terpaksa saya baca sampai tuntas. Keterpaksaan membaca ternyata berbuah manis. Kian kebelakang cerita kian menarik. Jadi jangan cepat menyerah jika merasa bosan di awal cerita.

Sekedar usul, bagaimana jika kalimat, " Ayahnya punya jabatan dalam pemerintahan Inggris dan selalu sibuk dan sakit-sakitan juga" Diubah menjadi, " Ayahnya punya jabatan dalam pemerintahan Inggris serta selalu sibuk dan sakit-sakitan juga" *sambil memberikan hormat ke kakak seperguruan ^_^*

Menunggu terjemahan selanjutnya....

Garuda-5 : Utusan Iblis, Kisah Pertempuran Dua Dunia


Pengarang : FA Purawan
Editor : Sukini
Halaman : 699
Penerbit : Tiga Kelana

" Dengarkan aku Pendekar Garuda. Aku bersumpah! Enam ratus enam puluh enam tahun lagi saat kedatangan berikutnya, akan kulaksanakan niatku bersekutu dengan utusan iblis! Kalian tak akan mampu ! Ha ha ha "

Para Pendekar Garuda tertegun mendengar sumpah yang keluar dari mulut Ki Sangeti. Kepala yang sudah putus di tebas ajian Toya Bhatara Guru, senjata andalan Sentika, ternyata masih bisa mengeluarkan sumpahnya.

“Sayang sekali….. kalian tak akan cukup umur untuk menyaksiannya sendiri!” Kanjeng Ratu Suromenjani penguasa dunia lelembut berkata sambil membawa kepala Ki Sangeti pergi menjauh.

Ketika Pakulangit menghujam tanah,
Cahayanya menerangi seisi lembah,
Ketika cincin api tampak di angkasa
Bersiaplah Dunia menelan petaka


Sentika, Anggraini, Widura, Dyah Pramestita serta Rangga tidak pernah mengira jika tembang yang selama ini sering mereka lafalkan adalah benar-benar pertanda mengenai datangnya utusan iblis. Setiap Enam ratus enam puluh enam tahun sekali utusan iblis akan datang ke bumi. Tugas mereka sebagai Pasukan Garuda-5 adalah menghalangi kedatangan utusan iblis ke muka bumi.

Beberapa ratus tahun kemudian.............
Jaka, Rani dan Bun tiga orang remaja biasa sering mendapat mimpi yang nyaris sama. Tidak ada yang saling mengetahui bahwa mereka memiliki mimpi yang senada hingga beberapa kejadian membuat mereka mau tak mau membicarakan mimpi-mimpi itu.

Mereka ternyata adalah titisan dari Para Pendekar Garuda! Mereka sepakat,ada pesan tersembunyi yang tersimpan dalam mimpi. Setiap pesan pasti memiliki dua sisi, yaitu pemberi dan apa tujuan bagi penerima. Mereka harus bersusah payah memahami arti pesan melalui mimpi yang selama ini mereka terima.

Sambil berusaha memahami arti mimpi, kehidupan mereka sehari-hari tetaplah berjalan sebagaimana biasanya. Jaka dan Rani sibuk di kegiatan OSIS SMA Raya sementara Bun,asyik membantu orang tuanya di kantin sekolah. Disamping itu, mereka juga harus berusaha mencari 2 orang titisan lagi. Mereka berpacu dengan waktu kemunculan utusan iblis.

Acara Jambore Akbar SMA Raya membuat mereka harus berurusan dengan banyak hal di luar nalar. Mereka ternyata mendirikan kemah ditempat dahulu utusan iblis nyaris berhasil turun ke bumi. Berbagai keanehan mewarnai suasana Jambore Akbar SMA Raya. Mereka juga harus berurusan dengan aneka makhluk aneh dari dunia lelembut, dari alam nyata mereka harus berurusan dengan teman-teman yang bertingkah seenaknya dan tak ketinggalan kisah cinta dari dua dunia.

Beberapa saat setelah 666 tahun.................
Saat 4 orang anggota Padepokan GRI mengunjunginya, Tukang Cerita bersabda, " Jika kalian mampu melewati bab-bab awal yang memang sedikit berat, maka sisanya seluruh cerita akan mengalir dengan cepat!"

Empat orang yang duduk manis dihadapannya hanya bisa saling melirik sambil menganggukan kepala. Tangan mereka serentak membalik-balikan halaman buku secara acak. Ketebalan buku (699 halaman) merupakan hal yang patut diperhitungkan jika ingin membaca buku Garuda-5: Utusan Iblis

Melihat wajah-wajah yang memancarkan rasa bimbang, beliau segera berkata, “ Anak berusia 8 tahun saja bisa membaca buku ini selama 2 hari " Tambah beliau seakan menantang kemampuan mencerna dan kecepatan membaca buku mereka.

Satu orang langsung berteriak, “ Aku nyerah…!” Dua orang menjawab, “ Buku ini harus menunggu giliran, masih banyak yang harus dibaca” Sisanya merasa tertantang dibadingkan dengan anak 8 tahun! Yang merasa tertantang itulah yang membuat repiu….^_^

Seperti saat membaca cerita fantasi yang lain, saya selalu membiarkan alam pikiran saya bergerak liar, menebak jalan pikiran sang penulis serta berandai-andai.

Kehadiran titisan Kanjeng Ratu Suromenjani bisa saya tebak dengan cepat. Saat salah satu tokoh muncul untuk pertama kali, saya langsung menebak ini pastilah titisan Kanjeng Ratu Suromenjani Kebiasaan sok tahu saya kadang terbukti benar, kebetulan di buku ini terbukti benar juga.

Penulis sepertinya sengaja membiarkan saya menebak dengan mudah untuk urusan titisan Kanjeng Ratu Suromenjani. Sementara untuk titisan Ki Sangeti dan 2 anak keturunan Pasukan Garuda, benar-benar mengecohkan saya! Semula saya pikir titisan mereka berdua adalah si tokoh pelengkap cerita saja. Ternyata salah! Seseorang yang saya kira adalah pimpinan ternyata hanya sekedar pimpinan, namun bukan yang memiliki ilmu tertinggi diantara mereka berlima.

Di dalam buku ini juga terselip humor-humor segar yang menenangkan syaraf tegang setelah mengikuti pertarungan aneka jurus. Humor segar tersebut juga bisa didapati dalam bentuk catatan kaki. Tentunya selain banyolan jenaka ala anak SMA

Selain memang benar, sesuai petuah Sang Tukang Cerita, bab-bab awal membuat saya harus menekan selambat mungkin kecepatan membaca saya. Maksudnya agar bisa SANGAT memahami cerita yang ada di awal-awal buku. Selanjutnya, saya bisa kembali Kecepatan membaca saja.

Ternyata “Petunjuk” itu bener-benar bermanfaat. Setelah memahami, maksudnya teramat sangat memahami bab awal yang menjadi latar belakang cerita, bab-bab selanjutnya kian seru! Keasyikan saya membaca serta membayangkan aneka adegan laga mengingatkan sensasi yang sama saat kecil. Dahulu selain buku Kho Ping Ho, aneka film laga Mandarin dalam sekian kaset video sering menemani saat luang saya. Kalau buku ini jadi film…….

Sekedar usulan, mengingat buku ini diselesaikan dalam jangka waktu belasan tahun, mungkin istilah SMA bisa diganti dengan SMU agar lebih sesuai dengan jaman sekarang. Eh Kalo halamannya juga 666 bukan 699 sejalan dengan makna 666 bagi banyak orang, efeknya kian seru tuh.

Sayang jika buku ini belum dikenal luas di masyarakat karena kurangnya promosi dari pihak penerbit. Saya jadi merasa tertantang untuk membuatkan semacam marketing plan untuk memperkenalkan buku ini lebih lanjut.

Tapa mencari inspirasi dulu ah……!
*Melirik tumpukan buku yang belum di repiu*

Tintin "Astaganaga"


Pengarang : Michael Farr
Penterjemah : Donna Widjajanto
Editor : Dini Pandia
Halaman : 44
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama

Jangan heran membaca judul di atas!
Hal-hal yang mengejutkan mengenai Tintin bisa ditemui di buku ini, mungkin itu yang menyebabkan diberi judul "Astaganaga" (sok tahu dikit...!)

Buku ini sebenarnya lebih merupakan kumpulan hal-hal kecil mengenai Tintin yang mungkin kita lupakan, padahal sering terekam oleh mata. Namun ada juga tambahan pengetahuan mengenai Tintin. Rencananya buku ini ada diterbitkan sebanyak 12 buku. Mulai dari Tintin, Snow eh maksudnya Milo, hingga Chang, saudara angkat Tintin.

Dulu saya pernah mendapat tatapan marah dari guru SD, karena dengan polosnya bertanya, " Bukannya Tintin orang pertama yang mendarat di bulan?" Maklum saat kelas 1 atau 2 saya masih tidak tahu kalau Tintin itu hanya kisah cerita bukan kisah nyata. Wajar kan, soalnya buku mengenai Tintin ke bulan merupakan pengetahuan pertama saya tentang manusia yang pertama pergi ke bulan

Saya terus terang langsung terpesona dengan Tintin. Jika ditanya cita-cita pasti dijawab mau jadi wartawan seperti Tintin, padahal pekerjaan wartawan seperti apa saya tidak tahu. Bagaimana tidak terpesona, disetiap bukunya Tintin selalu digambarkan sebagai sosok yang sempurna. Jago segala hal, sepertinya semua hal pasti dia kuasai. Tidaklah heran jika bisa dianggap Tintin melebihi agen 007 si James Bond. Kalau mau dianggap kekurangannya hanyalah saat ia mabuk ketika akan menjalani hukuman mati .

Di dalam buku ini juga terdapat banyak ilustrasi yang disusun dengan cantik. Tintin dalam aneka pakaian, potongan-potongan gambar dari beberapa buku serta wajah mereka yang menginspirasi harge. Melihat foto Paul Remi, adik Herge, mau tidak mau saya sependapat jika wajahnya menyerupai Tintin. Kecuali hidungnya yang tidak sepanjang Tintin plus jambulnya.

Salut juga dengan usaha Prof Claude Cyr dari Quebe's Sherbrooke University, yang meneliti mengenai petualangan jagoan kita, Tintin. Beliau mendapati bahwa Tintin mengalami sekitar 50 X kehilangan kesadaran yang signifikan sehingga mengakibatkan kekurangan hormon pertumbuhan. Hipotesanya adalah Tintin mengalami kekurangan hormon pertumbuhan dan hypogondadotropic hypogonadism (kelainan kelenjar pitutiari) karena trauma berulang, ini menyebabkan terhambatnya perkembangan tubuh, pubertas dan kurangnya libido.

Sementara saat saya ingin menjadikan Tintin sebagai topik skripsi kesukaran mencari bahan-bahan berupa Tintin dalam aneka bahasa. Maklum saat itu masih jadul, belum ada internet dan sejenisnya.

Hem.....masih mau meneliti enggak yah.. ^_^
 

The Marriage Bureau

Pengarang : Farahad Zama
Penterjemah : Rinurbad
Penyunting : Lulu Fitri Rahman
Penerbit : M-Pop (Kelompok Penerbit Matahati)


Semoga perkawinanmu langgeng!
Chiranjeeva soubhagyavatee bhava

Ucapan dan doa yang selalu diberikan bagi pengantin baru

Buku ini bercerita mengenai hal sederhana, namun bermakna besar dalam kehidupan seseorang.Mencari jodoh merupakan hal yang gampang-gampang susah. Ada orang yang dengan gampang menemukan jodohnya, namun ada juga yang sudah berusaha bersusah payah namun baru lama menemukan jodohnya.

Kisahnya sebenarnya sederhana saja, mengenai bagaimana sebuah keluarga muslim di India membuka biro jodoh dalam usaha mengisi waktu luang setelah pensiun. Cerita sederhana ini diramu dengan apik plus disisipi pesan moral mengenai menghormati kepercayaan orang lain serta semangat tidak putus asa jika ingin meraih sesuatu.

Perjodohan kadang memerlukan perantara. Di India peran seorang perantara tidak bisa dipandang sebelah mata. Di negara kita, perlahan tapi pasti sudah banyak biro jodoh yang diserbu peminat tanpa malu-malu.

Mencari jodoh memang susah-susah gampang. Saya ingat sekali pesan para sesepuh, " Ojo lali bibit, bebet, karo bobot" Demikian juga di India. Rupanya mencari jodoh yang sesuai dengan kasta dan persyaratan susah-susah gampang. Untuk itulah jasa Biro Jodoh Mr Ali sangat dibutuhkan.

Namun sepertinya Sang Pencipta Alam menggariskan jodoh dengan cara yang tidak biasa bagi Aruna dan Ramanujam. Keinginan mencari calon istri membuat Ramanujam mendaftar di biro jodoh milik Mr Ali, boss Aruna. Alih-alih mendapat jodoh ia malah terpikat dengan kepolosan dan kesederhanaan Aruna.

Bisa ditebak bagaimana sikap kedua belah keluarga meenrima kenyataan kisah kasih kedua insan tersebut Pihak Aruna, walau menyadari kekurangan harta namun merasa kastanya (walau sama-sama Brahmana, ) lebih tinggi sedikit. Sedangkan pihak Ramanujam merasa pihak Aruna hanya menginginkan harta keluarga mereka.

Pada awal cerita hingga setengahnya buku ini masih bercerita mengenai hal-hal yang ringan juga lucu. Hal-hal yang sering terjadi disekitar kita. Setelah setengahnya, baru hal-hal yang serius muncul. Misalnya ketika Mr Ali dan sahabatnya Azhar bertemu dengan seorang misionaris. Mr Ali i dengan bijak mampu memberikan pengertian untuk menghormati kepercayaan masing-masing.

Mungkin karena memiliki adat istiadat dan kebudayaan yang tidak terlalu berbeda (sama-sama dari negara Asean), saya selalu bi menimtai buah tulisan dari para penulisan asal India. Pernikahan Farahad Zama yang juga berasal dari perjodohan, membuat novel ini terasa lebih hidup karena penulisa sangat memahami bagaimana perjodohan itu berlangsung.

Kata-kata "Saya tidak kehilangan putra, saya mendapat anak perempuan yang mengagumkan" Sepertinya merupakan impian para wanita setelah menikah. Mama saya beruntung karena selalu menjadi anak perempuan bagi eyang putri saya, apa lagi papa saya adalah anak tunggal. Tante saya beberapa kali gagal berpacaran karena orang tua sang pacar tidak menyukainya, hingga ia berdoa meminta supaya mendapatkan keluarga pacar yang tidak rewel. Doanya terkabul! Orang tua om saya tidak akan pernah rewel bermenantukan dia, karena mereka sudah meninggal. Tante saya menikah dengan seorang yatim piatu yang dibesarkan oleh kakak-kakak perempuannya.

Sepertinya saya yang kurang beruntung dulu.
Semoga kelak saya bisa mendapat "anak perempuan" yang menyayangi saya seperti ibu kandungnya.

BTW dimana yah alamat biro jodoh Mr Ali?
Daftar ah........

Iluminasi: Jika Hitam dan Putih bukan "Hitam" & "Putih"

Pengarang : Lisa Febriyanti
Editor : Syarifuddin Azhar
Halaman : 436
Penerbit : Kakilangit Kencana

Jika kau mendengarkan suara alam, kau akan tahu tentang kehidupanmu.
Kau akan menyadari jati dirimu

Perempuan itu sudah tidak lagi ordinary!


Hidup memang penuh dengan pilihan. Kemana kita akan melangkah tergantung pada pilihan kita di awal perjalanan.Ardhanareswari , biasa dipanggil Ar, memang tidak bisa memilih dari mana ia berasal. Ia tidak bisa memilih untuk menerima atau menolak kelebihan yang dimilikinya. Ia tidak bisa menolak atau meminta untuk menjadi istimewa, menjadi tidak ordinary.

Ordinary adalah manusia yang tertidur di tengah realitas dan rutinitas yang mereka jalani. Setiap ordinary membutuhkan sebuah pematik untuk mengetahui jati dirinya. Untuk Ar, pendulum warisan Oma Amara adalah pematiknya.

Pendulum warisan Oma Amara dianggap merupakan kunci guna membuka portal bagi evolusi manusia istimewa di masa depan. Sementara Ar belum sepenuhnya memahami keistimewaan dirinya, ada dua kelompok manusia istimewa yang memperebutkan perhatiannya.

Kelebihannya melekat menjadi DNA dalam kehidupannya. Ia hanya bisa memilih untuk menjadi bagian dari White Light atau Pure Black. Memilih untuk membantu mempercepat evolusi manusia super atau membiarkannya terjadi dengan sendirinya.Tidak ada yang tahu kapan waktu yang tepat. Sensornya adalah Ar, peraba di masa depan. Instuisi Ar akan bekerja menjawab keputusan apa yang akan dilakukannya dengan keisitmewaannya.

Selain bingung menghadapi sikap White Light yang menekannya serta sikap Pure Black yang merendah memohon, Ar juga dihadapkan akan kebimbangan hatinya. Haruskah ia memilih Shaman, yang memiliki sepasang bola mata hitam berkilat sekaligus kelam. Berwajah kaku dan beku dengan kulit putih bersih.Tinggi 170 dan berpostur ceking. Mengendarai Scuderia Spider Ferari . Atau Zero yang justru bertolak belakang dengan Shaman. Zero merupakan sosok konvensional dengan pembawaan yang membumi. Matanya yang teduh menawarkan sebuah kedamaian

Buku ini juga mengetengahkan aneka manusia istimewa seperti Black Bird manusia yang memiliki sayap dan Jack yang mampu terbang. Abistha yang mampu menghasilkan angin, Astro si tangan seribu dan Speedy yang mampu menggerakan seluruh tubuhnya dengan cepat. Ada Cora yang memiliki kemampuan absorsi hanya dengan menyentuhkan tangannya. Dewandaru yang bisa berubah menjadi apapun juga. Masih banyak tokoh unik lainnya. Manusia super ini mengingatkan saya pada Film X-Man, film tentang para mutan yang tergabung dalam dua kelompok.

Lisa Febriyanti meramu dengan apik pertempuran antara kedua kubu. Sesuai dengan perkembangan jaman, genjatan senjata dilakukan dengan cara yang moderen. Pertempuran dilakukan secara terbuka dengan adu kekuatan diantara kedua kelompok. Masing-masing kelompok mengirim anggotanya untuk adu kekuatan satu lawan satu. Andai buku ini dijadikan film,pasti spesial efeknya sungguh menakjudkan!

Selain disuguhi kisah sepak terjang aneka manusia istimewa, saya juga mendapatkan pengetahuan mengenai makanan. Apa yang kita makan mempengaruhi galiat jiwa kita. Saat makan berarti kita mengambil enegi dari bahan makanan itu. Tumbuhan membawa serta energi yang berisi nutrisi, pertumbuhan dan reporduksi. Sementara hewan menyimpan energi hasrat, perspektif dan sense. Juga aneka macam teh serta manfaatnya.

Membaca buku ini, membuat saya merasa kian "kaya" dengan aneka kata baru.Kalimat-kalimat yang ditulis sering menggunakan kata-kata yang kurang akrab di telinga saya yang bukan penggiat sastra. Misalnya kata "Merepih" dan "Ripuh" Namun jika dibaca sebagai sebuah rangkaian kalimat serasa indah, walau sejujurnya saya masih beraba-raba apa artinya yang pas.

Keunikan lain dari buku yang terdiri dari 14 bab ini adalah gambar ilustrasi yang ada di awal bab serta kalimat yang ada dibawahnya.Kalimat-kalimat tersebut seakan saripati dari isi bab tersebut. Misalnya pada bab Khatimah, yang tertulis dibawah ilustrasi adalah kalimat, " Tidak akan pernah ada akhir. Karena setiap akhir adalah awal" Cocok untuk menandakan ini adalah bab terakhir dan mungkin akan ada buku selanjutnya, siapa yang tahu.

Sedangkan bicara mengenai kekurangan, saya hanya menemukan kekurangan yang sama seperti buku kakilangit yang terdahulu,pemenggalan kalimat yang tidak pada tempatnya. Serta penulisan sinopsis di halaman belakang yang kurang begitu terbaca karena tertumpuk dengan cover.

Tapi secara keseluruhan, saya menyukai buku ini, yang menurut pengarangnya hanya dibuat dalam waktu yang sangat singkat.

Terima kasih untuk Ibu Peri Buku
Seimbang dengan derita kehujanan , naik ojek & becek ^_^

Olympus : Menjelajah Negeri Para Dewa-Dewi

Pengarang : Anton WP
Halaman : 244
Penerbit : Penerbit bukuKatta
Januari 2010

Buku ini berisikan sekitar 114 cerita. Penyusunan halaman yang sangat efisiensi membuat halaman yang hanya 243 mampu menampung sekian banyak cerita, tentunya ditambah dengan ilustrasi cantik yang kian membuat mata dimanjakan saat membaca buku ini

Dahulu salah satu stasiun televisi swasta menayangkan cerita mengenai kisah kepahlawan seorang anak manusia keturunan dewa bernama Hercules serta perempuan perkasa bernama Xina. Keduanya mengambil setting metodologi Yunani. Program tersebut menjadi tontonan favorit saya karena selain menghibur juga menyampaikan pesan moral dengan cara yang menarik

Saat meminjam buku ini , saya langsung penasaran pada kedua tokoh yang sangat saya kenal itu plus beberapa tokoh yang pernah saya dengar namanya. Namun rupanya nama-nama yang saya cari tidak ada di buku ini. Namun saat mengintip daftar isi yang memuat begitu banyak cerita, saya terpacu untuk menuntaskan lembar-lembar yang ada.

Saya menemukan beberapa hal yang menarik. Di buku ini, Hercules mendapat nama Heracles. Kesamaan tokoh dengan nama yang berbeda ini baru saya sadari saat membaca cerita dengan judul Dua Belas Tugas Heracles” , isinya persis dengan 12 tugas Hercules.

Heracles merupakan anak Zeus dari wanita bernama Alcmene. Saat lahir, semula Heracles diberi nama Alcides. Namun Hera yang mengetahui anak tersebut adalah keturunan Zeus mengirim dua ekor ular berbisa untuk membunuh bayi itu. Namun ular tersebut malah dipencet hingga mati. Guna meredam kemarahan Hera, maka sang ibu memberi nama Heracles.

Namun sepertinya kisah Herculs atau Heracles ini merupakan kisah yang paling popular.Kisah Hercules dengan 12 tugasnya bahkan sudah diadopsi oleh Dame Agatha Mary Clarissa Christie dalam ceritanya mengenai 12 tugas untuk Hercule Poirot, salah satu tokoh detektif pada tahun 1947.

Dari buku ini, terkesan Zeus adalah seorang dewa yang mata keranjang. Kisah petualangannya membuat para istrinya marah. Terutama Hera, yang selalu berusaha melampiaskan kemarahannya ke mereka yang memiliki hubungan dengan kisah kasih Zeus. Entah anak hasil hubungan tersebut, perempuan yang dikasihi Zeus, hingga mereka yang hanya membantu saja.

Ada juga cerita mengenai Echo yang semula adalah peri. Akibat berusaha menghalangi Hera menangkap basah Zeus dalam petualangan cintanya. Ia dikutuk hanya mampu mengucapkan kata-kata terakhir, tak pernah awal. Suaranya hingga saat ini masih bsai terdengar di pegunungan, mengulangu kata terakhir yang diucapkan siapapun.

Saya juga baru menyadari bahwa di kepala Apollo ada mahkota. Mahkota dari rangkaian cabang dan daun-daun pohon yang ada ada di kepala Apollo merupakan wujud kerinduannya akan kekasih hatinya Daphne yang telah menjadi pohon yang kemudian disebut pohon salam. Ia juga menghiasi alat musik lira dan tempat panahnya.

Di halaman 61, ada sebuah cerita berjudul Artemis dan Endymion. Dikisahkan bagaimana Artemis tertarik pada seorang pengembara yang bernama Endymion. Saking tertariknya tanpa sadar ia mencium pipi kanan pemuda itu, hal itu membuat pemuda yang tertidur menjadi terbangun.Karena malu maka ia segera melarikan diri. Hal itu terus dilakukannya pada malam-malam berikutnya.

Artemis ingin Endymion selalu menemaninya, maka ia memohon pada ayahandanya Zeus agar pemuda itu tetap muda hingga bisa menemaninya. Permintaannya dikabulkan Zeus namun sang pemuda harus tidur selamanya. Artemis lalu membawa Endymion yang dibuat tidur abadi ke sebuah gua di Gunung Latmos. Tiap malam ia datang menemui kekasihnya. Mereka memiliki 50 orang anak perempuan yang disebut Menae.

Saya tahu ini cerita fantasi, seperti juga yang ditulis di cover belakang buku ini. Namun bagaimana bisa, memiliki anak sebanyak itu jika si pria tidur abadi? Kecuali jika saat malam hari sang pria terbangun dari tidurnya dan saat menjelang pagi tertidur lagi, seperti vampir.

Yang tak kalah serunya, kisah mengenai Troy. Termasuk peperangan di Kota Troy, kisah Kuda Troy hingga kisah cinta yang menyelimuti peristiwa itu. Semuanya diuraikan secara apik dan menarik dalam buku ini.

Ada beberapa kesalahan penyebutan nama yang menyanggu. Misalnya pada halaman 36 diceritakan mengenai Dionysus. Disebutkan bagaimana Hera sangat membencinya, maka untuk itu Rhea sang nenek melindunginya. Ia mengajarkan cara menanam anggur dan membuat buahnya menjadi minuman istimewa.

Saat ia meminta sang cucu untuk mengembara di bumi dan mengajarkan ilmu yang diperolehnya, maka seharusnya ditulis “Perintah Rhea” bukan “Perintah Hera” Bagaimana mungkin Hera yang memerintahkan. Sementara yang mengajarkan ilmu adalah Rhea sang nenek yang menyayanginya. Hera justru mengutuknya menjadi gila

Sekilas, pada awal-awal, terlihat para dewa-dewi tidak mementingkan moral. Seorang anak bisa dengan mudahnya mengkudeta sang ayah lalu mengawini ibunya sendiri. Mengrim mereka yang tidak disenanginya ke dunai bawah tanah, ke penjara. Namun kian kebelakang, terlihat ada yang berbeda. Jika ada cerita tanpa sengaja seorang anak membunuh ayahnya dan mengawini ibunya, maka sang anak akan menghukum dirinya sendiri.

Dewa-dewi ternyata juga bisa melakukan hal-hal yang lebih rendah serta nekat dibandingkan manusia. Kadang mansia malah memiliki sifat yang lebih mulia dari pada dewa-dan dewi

Terlepas dari kekurangan yang ada. Buku ini benar-benar menghibur saya serta menambah pengetahuan saya mengenai dunia dewa-dewi. Fantasi saya kian terpicu untuk berkelana lepas. Seadainya ada cerita fantasi yang dibuat berdasarkan kisah-kisah yang ada dalam buku ini pasti seru!

The Vampire Diaries :The Awakening

Pengarang : L.J Smith
Penerjemah : Salsabilah Sakinah
Penyunting :M. Sidik Nugraha
Penerbit : Atria
Halaman : 281

'Kenapa kamu membenciku?” Tanya Elena
“Aku tidak membencimu” Jawab Stefan


"Dia tidak harus menyerahkan cahaya matahari hanya karena aku" Pikir Stefan

Saat reuni kuliah, seorang sahabat terheran-heran melihat salah satu pasangan yang dianggap (saat dulu) paling ideal malah tidak berlanjut hingga ke jenjang pernikahan. Sang wanita malah menikah dengan lelaki yang bertolak belakang dengan pasangannya dulu. “Tapi aku sangat mencintainya” Dalih sang wanita. “ Wanita memang makhluk yang paling aneh” komentar sahabatku. “ Mereka cenderung memilih pasangan yang salah,mereka sering lebih menyukai badboy dari pada mendapat lelaki yang sempurna” Tambahnya sambil menggeleng-gelengkan kepala. Tidak semua wanita sahabatku...!

Elena Gilbert mungkin salah satunya. Elena Gilbert, gadis cantik berambut keemasan, Ratu sekolah, perempuan yang mampu meluluhlantahkan setiap lelaki disekolahnya. Alih-alih tetap menjalin hubungan dengan Matt Honeycutt, lelaki yang semula dianggap paling sempurna untuk mendampinginya, ia malah tertarik dengan wujud Stefen. Murid baru disekolahnya. "Ia tidak seperti anak laki-laki mana pun yang pernah kukenal" Tulis Elena dalam diarynya

“Kamu selalu ingin semua orang dan segala hal mengelilingimu,Elena Gilbert” Ucap Matt. Semua orang, namun bukan Stefan! Stefen jelas-jelas mengacuhkan Elena.Ia seakan meremehkan Elena dengan sengaja, terlebih di depan Caroline musuh bebuyutan Elena. Ia sengaja menolak tawaran Elena untuk menemaninya berkeliling sekolah dengan alasan harus mengikuti latihan football, yang semula ditolaknya. Ia juga datang ke pesta dansa dengan Caroline. Ia bertingkah seakan Elena tidak ada, padahal di kelas, duduknya hanya berbeda sekian kursi dengan Elena.

Tekat Elena utuk mendapatkan Stefan kian membara. Ia harus mendapatkan lelaki itu, bahkan jika itu akan membunuhnya. Tak perduli jika itu akan membunuh mereka berdua, ia harus mendapatkannya. Untuk itu ia tanpa ragu meminta bantuan Matt agar bisa mengenal Stefen lebih jauh. “ Kamu hanya ingin semua orang dan segala hal beredar sesuai keinginan Elena Gilbert. Kamu hanya menginginkan segala hal yang tidak kamu miliki ?” Jawab Matt saat Elena meminta bantuannya. Matt yang masih mencintai Elena akhirnya bersedia membantu Elena. Cinta memang aneh!

Elana juga memanfaatkan posisinya sebagai ratu sekolah untuk mencari tahu segala hal yang berhubungan dengan Stefan . “Apa gunanya menjadi ratu sekolah kalau kamu tidak memanfaatkannya sesekali” Alasannya saat meminta sesorang mencari jadwal kelas yang diikuti Stefan. Elena yang selama ini dipuja-puja orang , harus berjuang keras hanya untuk mendapatkan sedikit perhatian Stefan.

Ramalam ngawur sahabatnya, kian memicunya untuk mendapatkan Stefan. “Kamu akan bertemu dengan orang asing yang tinggi dan berkulit gelap” Para sahabat meramalkan bahwa suatu saat Elena akan bertemu dengan pujaan hatinya. Untuk Elana, itu cukup menggambarkan sosok Stefan.

Namun, Elena tidak mengerti bahwa penolakan yang dilakukan Stefen sebenarnya memiliki alasan yang hanya dimengerti oleh Stefen sendiri. Penolakan Stefen atas pesona Elena sepertinya sia-sia. Ia bisa mendengarkan setiap helaan napas lembut gadis itu, merasakan auranya yang hangat di punggungnya, merasakan setiap denyut manis nadinya. Yang mengerikan, ia terhanyut ke dalamnya. Lidahnya maju-mundur menyapu gigi taringnya, menikmati sensasi sakit yang menyenangkan di sana. Ia akan menghirup aroma itu dalam-dalam, dan membiarkan imajinasi itu bermain-main dalam pikirannya.

Ternyata Stefan tidaklah seperti yang diperkirakan Elena. Ia menyimpan rahasia kelam dalam kehidupannya. Namun kelembutan Elana mampu mengalahkan kekuatan liar yang ada dalam diri Stefan. Hanya saja,semuanya tidak berjalan seindah yang dibayangkan Elena.

Banyak hal-hal aneh juga menakutkan yang dialami Elena. Terutama sejak mengetahui rahasia kelam Stefan. Rahasia kelam dan hal-hal menakutkan itu antara lain................ Ah susah dijabarkan, pokoknya menegangkan. Baca sendiri deh, dijamin merasakan sensasi yang seru ^_^

Belakangan,sepertinya kian banyak buku-buku dengan mengambik sosok vampir sebagai tokoh utama. Termasuk buku ini. Namun buku ini mengambil setting anak SMU sehingga kisah romantis yang ditawarkan lebih segar, tidak jelimet bak benang kusut. Kesan horor yang ditawarkan juga masih dalam batas wajar.Hal ini cocok dengan para pembaca Atria yang umumnya para kaum muda, eh juga mereka yang berjiwa muda he he he.

First Love Forever Love : Semua Karena & Untuk Cinta

Pengarang : Shu Yi
Penerjenah : Pangseti Bernardus
Penyunting : M. Sidik Nugraha
Halaman : 545
Penerbit : Serambi

Kau tidak bisa berbicara sepatah kata pun, kau memelukku erat-erat dan tidak ingin ditinggalkan. Kau hanya bisa meneteskan air mata

"Aku ini mata keranjang dan tidak punya tanggung jawab, juga tak bisa merayu dengan romantis, tapi mengapa kau masih ingin hidup denganku ?”
"Entahlah, barangkali aku berhutang padamu di kehidupan sebelumnya


Perkenalan Zhao Mei dengan Sun “Mark” Jiayu sungguh bukan perkenalan yang lazim. Sun Jiayu menyelamatkan dirinya saat tanpa sengaja berada ditengah-tengah perkelahian antar geng. Saat itu, Mei hanya mendengar suaranya saja, baru belakangan ia mengenali wajah orang yang menolongnya. Ternyata juga wajah yang membuat sahabatnya Peng Weiwei patah hati.Wajah yang akan menghiasi hari-harinya kelak.

Kisah cinta mereka berdua dibumbui dengan perkelahian antar geng, mafia, rasa cemburu dan amarah. Mereka berdua menjalani hubungan dengan mengalir, apa adanya. Satu sama lain saling mencintai dan menunjukkan cintanya dengan cara yang unik, yang jarang dilakukan oleh orang banyak. "Aku tidak pernah tahu seperti apa masa lalunya dan tidak pernah bisa menggenggam masa depannya. Tetapi pada saat ini, aku tahu dengan jelas dan pasti bahwa aku mencintai lelaki ini. Tak perduli apa pun yang telah ia lakukan dulu" Ungkapan hati Mei untuk Sun Jiayu.

Sun Jiayu merupakan “ lelaki pertama” bagi Mei. Mei memang selama ini dikenal sebagai seorang gadis yang lugu. Sementara Sun Jiayu terlanjur mendapat cap playboy. "Saat dia masuk, aku tidak bisa menahan tangis. Karena sakit, juga karena keperawanan yang kupertahankan selama dua puluh dua tahun terenggut olehnya” Walau belakangan baru menyadari jika ia merupakan lelaki pertama bagi Mei, Sun Jiayu tidak menunjukkan perasaan romatisnya hingga sempat membuat Mei marah dan melemparkan uang ke wajahnya.

Namum bagaimana juga, Mei adalah seorang wanita yang mencintai seorang pria. Saat Sun Jiayu berada dalam kesulitan, segala upaya dilakukan oleh Mei untuk membantunya. Wanita yang jatuh cinta mampu melakukan segalanya guna menyelamatkan sang kekasih. Mei melakukannya dengan segenap jiwa raganya, hingga tanpa sadar malah menyinggung harga diri Sun Jiayu. Niatnya menolong malah membuat lelaki yang paling dicintainya tidak memiliki muka untuk menemuinya lagi.

Sun Jiayu, dengan segala kekonyolan dan kebiasaan mengomelnya menjaga Mei melebihi jiwanya. Ia rela membuat dirinya ditangkap polisi agar Mei tidak terkena sasaran peluru dari mereka yang ingin membunuhnya. Ia mengirimi Mei uang untuk bersekolah musik sesuai keinginannya walau uang itu akhirnya dibakar Mei. Ia menjauhi Mei demi keselamatan diri Mei. Ia selalu menyimpan Alkitab kiriman Mei dengan foto Mei tersembunyi didalamnya.

Selain kisah pertarungan antar geng yang mendebarkan dan penuh dengan adegan berdarah, disini juga terdapat humor-humor serta kejadian yang menyegarkan. Misalnya saat Sun Jiayu ditawari kaca spion yang belakangan adalah kaca spion mobilnya sendiri. Atau kejadian saat tempat duduk mobil diambil orang sehingga dengan kocaknya Sun Jiayu terpaksa mengambil kursi. Sepanjang jalan ia terpaksa mengemudi dengan kurang nyaman. Beberapa kali ia nyaris terbentur kaca depan.

Ada beberapa kalimat yang serasa kurang pas, seperti “ Awalnya Peng Weiwei kasihan karena tetangganya ketakutan sampai stes berat. Tahu jika aku membuat masalah, aku melangkah ke pojok dan tertawa” Jika membaca konteks di atasnya maka akan lebih nyaman dibaca jika ditulis, “ Awalnya Peng Weiwei, kasihan, karena tetangganya ketakutan sampai stes berat. Tahu jika aku membuat masalah, aku melangkah ke pojok dan tertawa” Lalu pada halaman 124 tertulis, “ Dia punya tempatinggal….” Lebih enak jika , “ Dia punya tempat tinggal”

Sekedar peringatan, menurut buku ini, berciuman secara berlebihan bisa menimbulkan bahaya , “Bibirnya merapat ke bibirku. Aku dengan bodohnya menyambut, saking senangnya terasa nyawa mau melayang, rasanya agak pusing, mungkin kurang oksigen” Jangan lupa menarik napas panjang setelah berciuman ^_^

==============================================================
Penggalan kalimat berikut sungguh menusuk hati saya, menampar diri saya untuk kian bangun dari tidur panjang. Laki-laki paling takut kalau disuruh mengatakan tiga kata “aku cinta padamu” beri dia waktu

Waktu, sesuatu yang sudah tidak saya miliki lagi. Saya kian terbangun saat membaca "Tubuhmu berada di satu tempat, tetapi hatimu ada di tempat lain Sudah waktunya tubuh dan hati saya berada dalam satu tempat.

Seorang sahabat pernah berkata " Kalian berdua sungguh 2 orang yang paling keras kepala yang saya kenal! Memendam cinta hingga belasan tahun tanpa satu pun yang mau mengakuinya"
Hubungan pertemanan kami putus sambung. Namun ia selalu ada di hatiku. Aku dalam proses berpacaran, menikah, bercerai hingga mencari yang baru, ada saja saat dimana ia akan menjadi "keranjang sampahku" Begitu juga dia. Kita akan saling ada saat yang lain membutuhkan.

Namun aku bukan Zhao Mei yang akan melakukan apapun demi lelaki tercintanya. Aku hanya bisa melangkah perlahan-lahan hingga semuanya terlambat! Beberapa tahun lalu semuanya menjadi terlambat! Perlahan namun sepertinya kurang cepat, dia harus kubuat menghilang dari hati agar luka ini bisa segera sembuh.

Beberapa waktu yang lalu aku masih melakukan hal konyol. Saat wajahnya muncul di FB, tanpa sadar aku menyentuh layar monitor sambil menarik napas. Apa yang bisa diharapkan dari upaya menghilangkan rasa di hati setelah belasan tahun mengendap? Tak bisa secepat itu. Namun sekarang aku bisa meliriknya tanpa ada rasa.


Namun, kalimat 'Perempuan tak bisa melupakan lelaki yang mampu membuat mereka meneteskan air mata. Begitu juga halnya dengan lelaki. Mereka hanya ingat pada perempuan yang pernah membuat mereka sakit hati" Membuatku berpikir, memangnya siapa yang kubuat sakit hati...? Sehingga aku berada dalam kondisi seperti ini. Moga-moga tidak ada.

Dead Until Dark: Akibat Jatuh Cinta dengan Vampir

Pengarang : Charlaine Harris
Penerjemah : Pujia Pernami
Penyunting : Alika Chandra & Ary Nilandari
Halaman : 400
Penerbit : Penerbit Kantera

Simak kalimat berikut ini, “ Pertama-tama, karena Gran begitu inginnya aku punya kehidupan sosial sampai-sampai sesosok vampir pun dibolehkannya menjadi temanku; kedua, aku memiliki perasaan yang mendukung ide itu; ketiga kemungkinan besar Bill bisa membaca suituasi ini; keempat, apakah vampir bisa berkencan seperti manusia?”

Lalu, “Kau tidak pernah bercukur?”
“Tidak, aku beruntung karena aku baru saja bercukur saat menjadi vampir”


Selanjutnya, “ Setelah bertahun-tahun, satu-satunya makhluk hidup yang kuinginkan mendampingiku bukanlah manusia.Kemampuan telepatiku menutup pilihanku dengan kejam. Tentu saja, kalau aku mau, aku bisa berhubungan dengan siapa pun. Tetapi, aku telah lama menanti cinta sejati”

Terakhir, “ Aku menginginkanmu” bisiknya. Entah bagaimana aku mengerti apa yang dikehendakinya karena aku menginginkan hal yang sama. Malam itu, aku benar-banar menjadi miliknya. Dan untuk pertama kalinya Bill mencicipi darahku.

Kian menggoda kan? Sebenarnya saya sudah selesai membaca buku ini beberapa hari yang lalu. Namun saat lupa mengeluaran dari tas dan membawa buku baru, maka untuk menghabiskan waktu menunggu busway iseng-iseng saya membaca acak halaman dalam buku ini. Maksudnya untuk mencari-cari hal baru yang bisa dijadikan tambahan review. Alih-alih membaca halaman acak, saya malah membaca ulang buku ini! Katrok mungkin adalah istilah yang pas! Lucunya setiap lembar yang saya baca ulang dan saya beri tanda ternyata nyaris sama dengan saat saya membaca untuk pertama kali. Sesuai dengan ungkapan Locus, " Hiburan yang membuat ketagihan"

Awalnya cover dengan gambar wajah seorang perempuan, membuat saya menduga ini pasti novel romance. Apalagi saya bukan pengguna jasa HBO sehingga tidak punya petunjuk mengenai buku yang katanya sudah difilmkan ini. Belakangan saya juga belum sempat berwisata ke toko buku sehingga tidak bisa melihat fisik buku ini serta membaca tulisan di cover belakang.

Saat "Kakak Seperguruan" saya , Barokah "Uci Ruziati mengulas buku ini dalam bentuk review yang menarik, baru saya tahu ini bukan romance picisan. Kebetulan, salah satu "Peri Buku" menghadiahi saya buku ini. Terima kasih Peri Buku * kiss & hug* Sehingga saya bisa segera tahu kalau ternyata saya salah! Ini bukan tentang romance picisan yang mendayu-dayu. Ini tentang kisah dua mahluk yang hidup dengan segudang perbedaan namun hanya dengan satu persamaan, rasa cinta, mereka bisa bertoleransi pada banyak perbedaan itu.

Di Bon Temps, New Orleans, seorang vampir bisa hidup bebas membaur dengan manusia. Keberadaan mereka secara hukum diakui dan dilindungi. Darah sintetis disajian, di bar-bar. Bahkan di beberapa tempat disediakan pelacur yang khusus melayani vampir. Tentunya ia didampingi oleh penjaga yang berjaga-jaga dengan pasak jika pelanggan kehilangan kendali. Ada juga hotel khusus untuk vampir, dimana keamanan mereka dijamin. Juga tak ketinggalan menjadi tamu di Oprah Show.

Para vampir juga tidak diburu dengan menggunakan peluru perak,pasak, air suci atau bawang. Mereka bebas berkeliaran. Para manusia juga ada yang senang berkumpul dengan vampir dan membiarkan darahnya disedot dengan senang hati. Mereka dikenal dengan istilah Fang-banger.

Semula kehidupan Sookie Stackhouse sebagai seorang pramusaji di Merlotte biasa-biasa saja sampai ia bertemu dengan Bill Compton. Sookie yang memiliki kemampuan membaca pikiran orang justru tidak bisa membaca pikiran Bill. Untunglah rasa penasarannya membuat Bill terhindar dari bahaya dikuras darahnya. Rupanya ada pasar gelap untuk darah vampir.

Sookie dan Bill menjalani kisah cinta mereka dengan penuh rasa pengertian. Sookie mengerti ia tidak bisa menghabiskan siang hari dengan Bill, memasak untuknya bahkan punya anak dari Bill. Bill mau menemani Sookie makan malam walau ia benci prosesnya, ia menolong Sookie dengan caranya sendiri. Sookie dan Bill jelas saling memuja satu dengan lainnya.

Namun nampaknya Sookie dan Bill tidak bisa menikmati kisah cinta mereka dengan tenang. Beberapa manusia ditemukan meninggal dengan kondisi yang mengenaskan, termasuk Gran. Bill, juga beberapa vampir yang tinggal disana menjadi menjadi incaran warga kota. Apalagi belakangan sebuah rumah yang terisi vampir dan seorang manusia dibakar oleh warga setempat . Hal tersebut membuat Sookie merasa khawatir akan keberadaan Bill sehingga mencari tempat tidurnya di siang hari. “ Aku meletakkan tanganku di wajahnya, menyentuh kulitnya, menyadari betapa besarnya perasaan kehilanganku bila ia tak ada”

Buku ini menawarkan sesuatu yang berbeda. Misalnya saja Sookie mengerti dan paham jika seorang vampir butuh darah manusia untuk hidup, walau sudah ada darah sintetik. Ia hanya meminta Bill untuk berburu di daerah yang jauh, yang tidak ada hubungannya dengan kota tempat tinggal mereka. Pengarang tidak membuat kisah dengan sengaja memberikan kesan Bill sama sama sekali tidak minum darah manusia. Ia membuatnya menjadi sesuatu yang memang seharusnya begitu.

Kisah kasih Bill dan Sookie, yang menjadi inti dari buku ini, juga dituturkan dengan ringan dan menghibur. Seolah-olah mereka memang sudah sewajarnya bersama dalam kasih. Walau digambarkan sebagai pasangan yang mesra namun tidak berkesan norak atau mengada-ngada.

Walau mengingatkan pada seri Twilight, yang khabarnya terinspirasi dari buku ini, namun untuk saya buku ini lebih mendekati "dunia nyata" Wajah wanita yang ada di sampul, mewakili sosok Sookie. Persis yang diuraikan di dalam buku ini.

Sepertinya review sang kakak seperguruan cocok untuk menggambarkan isi buku ini,
“ Tak butuh waktu lama untuk menyelesaikan membaca novel ini, karena jalan cerita yang cukup bikin penasaran. Lelucon-lelucon Harris yang cenderung sarkastis makin menambah nuansa urban dalam novel fantasi ini, dan puncaknya ketika dia menghadirkan cameo seorang selebrita legendaris, salah satu figur publik paling terkenal di dunia-Barokah Ruziati “

*Siap-siap untuk menunggu buku selanjutnya sambil berimajinasi*

Novus Ordo Seclorum



Pengarang : Zaynur Ridwan
Penyunting : Nurholis Ridwan,
Aminah Mustari
ISBN : 978-979-19163-4-9
Halaman : 384
Penerbit : Salsabila Kausar Utama
Februari 2010

Tatanan Dunia Baru adalah monster dengan ribuan tantakel yang menjerat setiap lini dalam kehidupan kita. Sektor kesehatan hanyalah salah satu di antaranya . Para bankir menguasai perusahaan-perusahaan besar, mengontrol media, bekerja sebagai agen-agen intelejen, menyusup ke dalam kampus-kampus, menyebarkan trend melalui film dan musik untuk meracuni kaum muda dan lain sebagainya. Mereka hanyalah segelintir orang, namun nyatanya program mereka berjalan di mana-mana diseluruh belahan dunia.


dr. Jane Issaura ditemukan tewas di kandang babi. Dugaan sementara ia meninggal akibat kangker kulit. Yang ditinggalkannya hanya sebuah kertas cuka dengan kalimat The Best of Karma, Be The Masanic serta mulut yang membentuk huruf “O”. Namun belakangan sekian ratus babi yang berada dalam kandang itu pun mati.

Di tempat lain dua orang pria berbeda kewarganegaraan, memiliki status sosial tinggi serta cukup popular juga ditemukan meninggal dalam kondisi yang sama. Fakta yang di dapati adalah tiga orang, 2 pria dan 1 wanita ditemukan meninggal dengan posisi tertelungkup di lokasi yang berbeda-beda, namun dengan luka lepuh dan petunjuk codex magica dan meninggalkan tulisan The Best of Karma, be The Masanic yang sama. Belakangan di kepala mereka ditemukan sebuah chip yang juga terbakar.

Marie anak perempuan dr. Jane Issaura bersama Bumi, sahabatnya yang kebetulan adalah pemuda Indonesia, pada awalnya hanya berusaha menyelidiki apa penyebab kematian dr. Jane Issaura. Namun ternyata mereka malah berhadapan dengan sebuah konspirasi tingkat dunia yang berkeinginan menciptakan sebuah Tatanan Dunia baru. Untuk meujudkan impiannya itu, mereka mengembangkan sebuah rencana depopulasi umat manusia melalui berbagai konspirasi, seperti kesehatan, politik, ekonomi, serta teknologi milter.Hari-hari Marie dan Bumi menjadi tidak sama lagi!

Depopulasi yang dilakukan guna menciptakan Tatanan Dunia Baru dari bidang kesehatan dilakukan melalui program-program antara lain
1. Mengusai industri kesehatan, rumah sakit,dan farmasi.
2. Kontrol populasi terutama di negara berkembang dan negara-negara dunia ketiga.
Misalnya program 1 anak di Cina, program seks tanpa reproduksi ( aneka alat kontrasepsi) dan
reproduksi tanpa seks (bayi tabung).
3. Membuat kebijakan manipulatif seperti melegalisasi aborsi, euthanasia, homoseksualitas dan
lebianisme, menguasai industri obat dan teknologi dalam membuat obat-obatan.
4. Peningkatan produksi alkohol dan nikotin agar menjadi konsums umum.

Sebelum meninggal, dr. Jane Issaura sempat membuat pengakuan yang direkan dalam sebuah video. Antara lain disebutkan bahwa virus hanyalah satu upaya untuk melapangkan jalan menuju depopulasi umat manusia. Terbukti virus flu burung dan flu babi telah melanda banyak negara di dunia. Sebuah perusahaan menawarkan vaksin flu burung kepada Indonesia, Menteri Kesehatan saat itu, Dr. Siti Fadilah Supari, menolak dengan tegas. Karena setelah diteliti ternyata mengandung virus flu burung dari Vietnam.

Mengingatkan saya pada pernyataan beliau pada sebuah wawancara di sebuah stasiun televisi, yang juga tercantum dalam buku ini “ Terdapat semacam konspirasi yang melibatkan perusahaan farmasi kelas atas dan ini dirancang oleh negara-negara besar “ (hal 136)

dr. Jane Issaura juga menyatakan bahwa pada akhir tahun lalu, sebuah pesawat melakukan chemtrail, pembuangan suatu bentuk zat kimia atau biologi dari udara dengan cara tersembunyi namun sistematis. Mereka melakukannya di Ceko, Ukraina, Cina, Australia, dan beberapa kota lain di Eropa. Di Timur Tengah mereka masuk juga ke Mesir, Yordania, Labanon dan Irak. Salah satu zat yang disemprotkan superabsorbent polymer . Zat itu tidak akan membunuh langsung namun akan masuk ke air da mengubah molekul menjadi racun. Masuk ke tanah diserap tanaman lalu merobek ginjal.

Biasanya saat membaca sebuah buku, saya akan membebaskan alam pikiran saya berkelana mengikuti alur cerita yang ditawarkan. Saya tidak akan mempertanyakan sebuah keputusan yang diambil, walau kadang saya juga sok tahu merasa jika keputusan yang diambil lain maka cerita akan lebih seru. Saya juga tidak rewel bertanya mengenai hal-hal yang terasa mengganjal selama tidak bersifat signifikan dan mengganggu cerita.

Selesai membaca, hubungan saya dengan cerita segera “terputus” Dalam artian saya tidak akan mempertanyakan kebenaran atau kebohongan cerita tersebut. Namun saat selesai membaca buku ini, untuk beberapa saat saya tidak bisa menghilangkan isi cerita dari pikiran saya. Berbagai pertanyaan berkecamuk di kepala saya juga perasaan was-was.

Misalnya saja saat Aurora Bulan seorang profesor pengarang buku Novus Ordo Seclorum yang juga ibunda dari Bumi, menceritakan tentang peristiwa 911 yang seharusnya sudah bisa ditebak. Beberapa film memberikan kode untuk peristiwa 911 ( tanggal 11 bulan september). Film-film itu bahkan dibuat jauh sebelum peristiwa WTC. Film Teminator 2 dibuat tahun 1991 menampilkan catatan "Caution 9-11" Film Godzilla tahun 1998 menampilkan catatan rekaman dengan 3 digit angka terakhir "9.11" Hal ini juga ada di film dan permainan game untuk anak-anak. Saya jadi berusaha mengingat-ingat film-film tersebut. Saya juga bergegas menonton film kartun yang disiarkan sebuah stasiun televisi sambil berusaha mencari-cari petunjuk disana.

Ungkapan-ungkapan, “ Hampir semua mantan Presiden dan wakil President Amerika Serikat adalah anggota secret society khususnya Skull & Bones dan Bohemian Grove” (Mantan Presiden Richard Nixon, hal235), The Matix is computer generated dremword built to keep us under control in order to change a human being into this(lithium batttery) “ Morpheus-The Matrix. Ungkapan mantan Ibu Menkes, "Terdapat semacam konspirasi yang melibatkan perusahaan farmasi kelas atas dan ini dirancang oleh negara-negara besar” membuat saya merasa was-was akan keadaan dunia saat ini.

Serta sebuah hasil penelitian yang dimuat dalam Jurnal Kesehatan Phoenix 65. Seorang peneliti virus bernama Hatonn menulis bahwa AIDS bukan berasal dari monyet Afrika atau perbuatan homoseksual. Sebuah studi kasus di New York terlihat bahwa pola pengindap AIDS ternyata sama dengan mereka yang terjangkit Hepatitis B. Membuat saya mulai berpikir dan nyaris terpengaruh bahwa apa yang ada di buku ini adalah sebuah kebenaran bukan sekedar cerita. Melihat gambar-gambar yang juga disajikan sebagai data pendukung membuat saya kian merasa penasaran, ini sekedar kisah atau fakta yang dipaparkan menajdi sebuah novel?

Belum lama saat membaca buku karangan Dan Brown, bahwa DC penuh dengan aneka simbol yang diciptakan oleh para mason. Seperti juga Dan Brown, Zaynur Ridwan juga menulis,” Nikmatilah kota DC dan kalian akan menemukan simbol-simbol lingkaran dalam lansekap geometri yang dirancang oleh para mason” Dan hal ini bisa dibuktikan dalam ramuan cerita yang mencekam dalam novel ini.

Buat saya , ketegangan novel ini melebihi buku terakhir Dan Brown. Mungkin karena saya sudah terbiasa dengan ritme cerita Dan Brown, namun baru pertama kali membaca buku karangan Zaynur Ridwan, sehingga sensasi yang saya dapat berbeda. Entah karena salah satu tokohnya pemuda Indonesia, atau karena menyinggung kaum muslim Indonesia, atau buku ini sepertinya hanya buku pertama dari sekian buku selanjutnya hingga menimbulkan efek penasaran.

Walau sekilas alur cerita dan lokasi mirip dengan TLS, namun buku ini memberikan ketegangan dan sensasi yang berbeda. Yang pasti buku ini membuat saya berpikir, apakah ini nyata?

Kekurangannya adalah adanya pemotongan kalimat-kalimat seperti, “...ke dalam kantong jena-sah....” di halaman 15, “ ... program rekayasa genetik de-ngan memadukan....” Di halaman 149. Serta penulisan kata yang salah seperti, “ ...bersarang di tanaman yang kaua makan” Di halaman 206.

Ini belum selesai...
Buka mata, karena bila Anda tertidur Anda tidak akan melihat apa-apa


Peringatan : Sebaiknya yang tidak tahan akan ketegangan jangan membaca buku ini

Henry Pu Yi: Sebuah Autobiografi Kisah Tragis Kaisar Terakhir Cina

Penulis: Henry Pu Yi
Revisi oleh Paul Kramer
Terbit : Maret 2010
Penerbit: Serambi Ilmu Semesta
ISBN: 978-979-02xxx
Ukuran: 15 x 23
Halaman: 468 / Koran
Berat Buku: 489 gram

Seorang lelaki tua berkaca mata dengan perawaan kurus berjalan tertatih-tatih menuju sebuah singgasana kerajaan yang ditutupi kain merah. Lelaki tua itu memandangi kursi dengan penuh perasaan, lalu perlahan mendekati kursi, nyaris melewati tanda dilarang mendekat setelah sebelumnya menengokkan kepala ke kanan dan kiri memastikan tidak ada seorang pun yang memperhatikan dirinya.

Tiba-tiba seorang anak kecil berseru memanggil dirinya, lebih tepatnya memanggil ”Kakek” Anak kecil itu memberitahukan bahwa ia dilarang melewati batas yang sudah ditentukan. Lelaki tua itu tertawa dan menjawab kalau dahulu ia pernah duduk di kursi itu. Sebagai bukti, lelaki tua itu mengatakan bahwa dahulu ia pernah menyembunyikan sebuah bambu berisi jangkrik di balik bantal yang tersusun sebagai alas di kursi tersebut. Sudah pasti si anak kecil tidak mempercayainya. Untuk membuktikan ucapannya, lelaki tua berkaca mata itu merogoh ke balik bantal yang diletakkan disana. Saat menarik tangannya, terlihat sebuah bambu berisi jangkrik yang mengeluarkan suara. Diberikannya bambu tersebut ke anak kecil yang memandangnya dengan takjub!


Sepenggal adegan dari Film The Last Emperor membekas di benak saya hingga saat ini. Mungkin adegannya tidak tepat begitu, namun itulah yang terekam di ingatan saya. Pandangan syahdu lelaki tua berkaca mata kearah singgasana sungguh menyayat hati. Lelaki tua berkaca mata tidak lain adalah Kaisar Pu Yi, kaisar terakhir di Negeri Cina.

Untuk sekian lama saya masih terpana dengan jangkrik yang mampu mengeluarkan suara padahal saat itu pagi/siang hari. Maklum sebagai anak yang besar di kota saya hanya tahu kalau jangkrik berbunyi di malam hari. Tidak mengerti kalau ada cara untuk membuat jangkrik berbunyi. Yang ada di kepala saya, adalah perasaan kagum, hebat sekali lelaki tua itu! Tapi ada perasaan heran juga, bagaimana jangkrir itu bsia bertahan hidup yah...

Buku ini merupakan Autobiografi Henry Pu Yi (7 Februari 1906 - 17 Oktober 1967) kaisar kedua belas dinasti Qing , yang juga kaisar terakhir Tiongkok. Memerintah dari tahun 1908 sampai 1924. Buku ini terdiri dari enam bagian. Bagian-bagian tersebut berjudul Masa Kanak-kanakku, Masa Mudaku, Pengasinganku, Restorasiku Selama Empat Belas Tahun, Penahananku, serta Hidupku yang Baru. Isinya menceritakan kisah hidup sejak menjadi kaisar ,tukang kebun dan menjadi anggota kongres dan juru bicara bagi masyarakat Manchu.

Membaca buku ini membuat saya merasa kasihan sekaligus kagum pada sosok Sang Putra Langit, Kaisar Pu Yi. Saat berusia 2 tahun ia sudah diambil dari keluarganya untuk menjadi kaisar. Bayangkan anak berusia 2 tahun harus mengikuti berbagai macam seremonial yang sangat melelahkan. Dan jika ia menangis, bukan penghiburan yang diperoleh justru omelan yang diperolehnya. Para kasim bahkan sering mendorongnya ke dalam sebuah kamar dan membiarkannya menangis dan menjerit-jerit hingga berhenti sendiri.

Pertumbuhan psikologisnya sangat menyedihkan. Ia tidak pernah diajari mana yang benar dan salah. Yang perlu dihormati hanyalah orang-orang tertentu saja. Banyak orang yang melakukan kowtow , tindakan menghormati yang ditunjukkan dengan cara membungkuk begitu rendah hingga kepala menyentuh tanah. Setiap saat, Sang Putra Langit disapa dengan sebutan Yang Mulia, Baginda, sehingga mereka yang tidak menyapanya dengan sebutan tersebut akan dianggap bersikap kurang ajar oleh Sang Putra Langit.Belum lagi sejumlah kenakalan yang dilakukan hanya karena iseng.

Walau demikian, hanya sang ibu susu yang mampu ”mengendalikan” Sang Kaisar. Ia mampu memberitahu Kaisar mana yang betul aman yang salah, melarangnya melakukan suatu kenakalan. Untungnya ia bukan wanita yang ambisius, sehingga tidak ada keinginan untuk mengendalikan sang kaisar seperti yang sering dilakukan oleh para ibu susu. Mungkin benar, walau bukan ibu kandung namun air susu mampu mendekatkan seorang ibu dengan anak susunya.

Perkenalannya dengan Johnston tutornya dari Inggris memiliki cerita tersendiri. Saat pertama kali bertemu, Sang Putra Langit duduk di singgasana sambil menerima Johnston yang memberikan penghormatan dengan membungkukkan badan lalu mereka bersalaman. Selanjutnya ganti sebagai penghormatan Sang Putra Langit membungkuk memberi hormat kepada sang tutor lalu pelajaran segera dimulai.

Johnston tidak hanya menjadi tutor bagi Pu Yi, namun juga mempengaruhinya dalam banyak hal, seperti mencarikan nama asing, berpakaian ala barat, memelihara anjing, mengenal berbagai macam produk barang seperti telepon, berlian, hingga permainan tenis. Pu Yi menganggap tutornya adalah orang barat yang paling pintar. Pu Yi bahkan memotong rambutnya karena mendengar komentar Johnston yang bernada mencela

Saat kecil Pu Yi mendapat perlakuan istimewa. Setelah dewasa, kehidupan megahnya justru berakhir dengan mengenaskan. Selama masa tahanan di Rusia, tidak ada pelayanan yang disediakan untuk dirinya. Beruntung masih ada anggota keluarga yang mau melayaninya, mulai dari membersihkan tempat tidur, membawakan makan hingga mencucikan baju.

Walau pemerintah memberikannya perlakuan khusus serta memperlakukannya dengan hormat, namun Pu Yi mengalami masa yang sulit karena terbiasa hidup dilayani. Misalnya saja ia kebingungan siapa yang akan membawakan mangkuk nasinya. Maklum selama hidupnya ia hanya tahu beres saja. Untung adik iparnya mau membawakan nasi untuknya juga mencucikan baju. Belakangan walau sudah menyerahkan banyak hartanya untuk menunjukkan itikad baik, Pu Yi tetap harus mencuci dan menambal pakaian serta membetulkan kaca matanya yang rusak sendiri.Bahkan sekarang semua orang hanya memanggil namanya dan dia harus datang saat dipanggil.

Penderitaan Pu Yi berakhir pada 4 Desember 1959 saat menerima grasi khusus. Tanggal 9 ia sudah tiba kembali di Bejing, kampung halaman yang selama 35 tahun lebih ditinggalkannya. Ia menikmati kehidupan barunya dengan berjalan-jalan mengelilingi kota, terheran-heran melhat berbagai perubahan yang terjadi. Termasuk saat adiknya memanggil dengan sbutan kakak tertua sebutan yang dahulu tidak kan pernah mereka gunakan.

Pada 26 November 1960, Pu Yi menerima sertifikat pemilihan umum dengan nama Aisin-Gioro Pu Yi. Saat itu merupakan saat yang paling membahagiakan bagi dirinya. Saat memberikan suara, ia merasa menjadi orang yang paling kaya di dunia. Apalagi saat ia berhasil membeli sebuah rumah untuk ditinggal bersama istri barunya Li Shu-hsien. Ia tidak akan pernah melupaka perjuangan mendapatkan itu semua.

Banyak hal yang menarik juga bisa ditemui dalam buku ini. Misalnya pengetahuan Pu Yi serta kaisar terdahulu terhadap dunia luar justru diperoleh dari Buku Alice in Wonderland . Lalu kehidupan sebuah kekaisaran berikut intrik-intriknya. Kita juga diajak mengetahui berbagai hal, dari kebudayaan, peristiwa sejarah dari sisi mata seorang kaisar yang diturun dengan paksa, serta ilmu pengetahuan ala china.

Foto-foto yang disajikan dihalaman belakang kian menambah nilai buku ini. Saat melihat wajah Pu Yi yang berusia 2 tahun dan harus duduk dengan tenang di singgsana, saya jadi melirik keponakan perempuan saya yang berusia kurang dari 2 tahun Dia yang tidak bisa duduk tenang walau sesaat pasti akan mengamuk jika harus duduk manis seperti Pu Yi, apalagi Pu Yi menggenakan baju kebesaran lengkap. Saya kian merasa kasihan sekaligus kagum padanya.

Sungguh menyenangkan membaca buku ini, walau seingat saya ada beberapa adegan film yang tidak saya temui dalam buku ini. Namun sepertinya sudah biasa khan sebuah buku saat di filmkan mengalami perubahan demi keindahan tontonan. Yang sedikit mengganjal hanyalah penyebutan nama negara. Misalnya di halaman 310 disebut Rusia Soviet sementara di halaman 311 disebut Soviet.

Kutipan dari The Three World Classic menutup buku ini,
Saat seseorang dilahirkan
Sifatnya pada dasarnya baik
Sifat manusia sama
Hanya lingkungan yang membuatnya berbeda-beda