Rabu, 18 Maret 2026

2026 #3: Kisah Puteri Putih Salju

Diceritakan kembali oleh: Adam Saleh
Halaman: 123
Tahun terbit: 1974
Penerbit: PT Sinar Hudaya

"Wahai kaca
Kaca yang ada dekat jendela
Adakah beta
Wanita tercantik
dalam negeri?"
-hal 57-

Sepertinya tidak ada anak, yang tak mengenal kisah  Snow White. Cerita tersebut sebenarnya sudah lama dikenal di kawasan Eropa. Berkat   upaya Jacob dan Wilhelm Grimm mengumpulkan kisah rakyat dan dongeng, kisah tersebut tetap bisa dikenal  hingga saat ini. Kisah tersebut semakin terkenal sejak Disney mengadopsinya dalam bentuk buku cerita bahkan film.


Ketika penjual daring langganan saya posting buku ini, langsung gercap masukan dalam list belanja. Pertama, saya merasa ini merupakan salah satu versi awal dari terjemahan kisah Snow White yang ada di tanah air. Kedua, melihat ketebalan isi, sepertinya buku ini tidak hanya berkisah tentang bagaimana si ibu tiri mencoba membunuh dengan apel, versi yang jarang ada.

Menarik!
Kita mulai dari Prakarta, yang memuat pengantar dari penerbit. Menurut penerbit, buku ini diterbitkan memenuhi anjuran Internasional Book Year, menerbitkan bacaan yang baik dan sehat bagi anak-anak. Sosok Adam Saleh dianggap sebagai individu yang pendidik yang sudah berpengalaman mendidik anak dari SD hingga SMA. 

Ketika mencari informasi terkait buku, saya menemukan bahwa buku ini merupakan terjemahan dari bahasa Jepang dengan judul Shirayukihime, terbitan tahun 1965 dari Kodansha Ltd. Disebutkan juga bahwa ilustrasi dibuat oleh Makoto Sakurai. 

Lanjut untuk isi. Dalam buku versi ini, tokoh utama diberi nama Puteri Putih Salju, terjemahan dari Snow White. Mungkin karena buku ini diterbitkan pada tahun 1974 dimana judul diterjemahkan sesuai dengan arti sesungguhnya. 

Entahlah, tapi rasanya jarang saya menemukan  terjemahan kisah ini menjadi Puteri Putih Salju, umumnya terjemahan menjadi Putri Salju. Untuk selanjutnya, guna memudahkan  saya akan menyebut Puteri Putih Salju dengan PPS. 

Seperti yang saya duga, dalam kisah ini ibu tiri  mencoba membunuh PPS sebanyak 3 kali. Pertama dengan menyamar sebagai nenek tua yang menjual perhiasan. Semua ia menawarkan kalung cantik, namun kalung berubah menjadi tali yang mencekik PPS dengan kuat. Ketika para kurcaci berhasil melepaskan tali tersebut, PPS sadar kembali.

Kali kedua, ibu tiri menjajakan sisir yang telah diberi racun ular. Dengan dalih menyisir rambut PPS, sisir tersebut ditancapkan sampai menembus kulit kepala. Bisa ular bekerja, sang putri pingsan. Untungnya berkat pengobatan dari para kurcaci PPS bisa selamat.

Terakhir, dengan apel beracun.Sepertinya ibu tiri percaya diri ia tak akan dicurigai dengan kembali menyamar sebagai nenek penjual. Hati PPS yang lembut membuatnya bisa ditipu dengan kata manis ibu tiri yang menyamar. Agak sebal juga saya dengan PPS sudah 2 kali nyaris kelaka. sudah diingatkan untuk waspada masih juga tertipu, hadehhh.

Kali ini  segala upaya para kurcaci untuk membangunkan PPS tidak berhasil. Akhirnya para kurcaci menempatkannya dalam keranda kaca sehingga mereka masih bisa melihatnya. Belakangan, tidak hanya mereka namun binatang dan banyak orang tertarik untuk melihat PPS yang berwajah cantik seolah tertidur pulas dalam keranda kaca.  Dan seperti yang ada di film he he he, seorang pangeran tertarik padanya.

Bedanya, dalam buku ini pangeran berniat membawanya ke kerajaan. Dalam perjalanan, terjadi kecelakaan kecil yang membuat tubuh PPS terlontar keluar. Akibatnya apel beracun yang masih ada dalam mulut muntah keluar. Hal ini membuatnya menjadi sadar dan membuka mata. 

Jadi jelas ya, dalam versi ini bukan kecupan mesra pangeran yang membuatnya terbangun, tapi muntahnya apel beracun dari mulut PPS. Andai tidak ada kecelakaan dalam perjalanan, bisa saja PPS tetap dalam kondisi seperti saat ia ditemukan pangeran.
 
Akhir kisah, ibu tiri yang kejam  mengalami celaka sehingga kakinya  selop berapi alias selop yang dipanaskan dalam bara api. Ia mati tersungguh di kaki PPS. PPS dan pangeran hidup berbahagia.

Seingat saya, semoga tidak salah, dalam versi Grim Bersaudara, ibu tiri memang sengaja dipakaikan sepatu yang terbuat dari bara api sehingga ia melonjak-lonjak kepanasan-dalam buku disebut menari, hingga meninggal kelelahan,

Secara garis besar, kisah dalam buku ini lebih menyerupai versi Grim Bersaudara.  Terkesan kelam dan suram. Versi Disney dibuat selalu  untuk memberikan akhir kisah yang bahagia bagi para penikmat kisah PPS. Mungkin juga  mempertimbangkan sebagian besar pangsa pasarnya adalah anak-anak jadi perlu melakukan penyesuaian.

Beberapa kata yang dipergunakan dalam buku ini mungkin bisa dianggap kasar saat ini, namun dahulu begitulah adanya. Misalnya para kurcaci disebut sebagai orang cebol. Kata yang belakangan dihidari untuk digunakan.

Diawal disebutkan ada  ilustrastor yang ikut andil dalam buku versi asli.  Ternyata ilustrasi  tersebut juga ada dalam buku ini. Walau bukan berwarna namun cukup memberikan kesan unik. Tata letaknya juga dibuat dengan cara yang unik memberikan pengalaman membaca yang berbeda.

Sepertinya saya perlu mencari buku-buku sejenis untuk menambah koleksi.

Sumber gambar;
Buku Putri Putih Salju



Jumat, 06 Februari 2026

2026#2: Kisah Petualangan Robert Langdon dan Katherine Solomon di Praha

Judul asli: The Secret of Secrets
Penulis: Dan Brown
Penerjemah:Prisca Primasari, Yuliani Lipotu, Esti A. Budihabsari
Penyunting: Esti A. Budihabsari, Panji Haryadi, Hafizh Pragitya, Decca Pusphita Sari
ISBN: 9786024413989  
ISBN10: 602441398X
Halaman: 736
Cetakan: Pertama-2026
Penerbit: Penerbit Mizan
Harga: Rp 191.200
Rating: 4/5

Apa yang terjadi ketika kita mati?
-hal 217-

Awalnya tokoh kita-Robert Langdon sekedar menemani sang kekasih-Dr. Katherine Solomon untuk  memenuhi undangan Dr. Brigita Gessner menjadi pembicara di Praha. Siapa yang mengira perjalanan yang semula tenang berujung menjadi aksi penyelamatan. 

Saat ini, Katherine sedang melakukan penelitian tentang hakikat kesadaran manusia.  Robert berhasil merayu Katherine untuk menerbitkan bukunya di penerbit yang juga menerbitkan buku-bukunya.  Ternyata ada pihak yang merasa terancam dengan draf buku Katherine sehingga merasa perlu melenyapakan draf tersebut, bagaimanapun caranya.

Secara garis besar, pihak lawan menganggap buku yang ditulis  Katherine  bisa mengguncang stabilitas dunia. Dalam bukunya Katherine  menuliskan tentang kesadaran nonlokal.  Didasari pada premis bahwa kesadaran  bukanlah berada di otak, melainkan di mana-mana. Kesadaran meresap  di alam semesta, salah satu dari batu bata yang membangun dunia

Katherine juga membahas tentang  sebuah zat buatan yang bisa dijadikan semacam topi untuk disarungkan ke atas otak-neuron artifisial sehingga bisa memantau kesadaran manusia.  Ide itu sebenarnya sudah ia kemukakan lama dan ternyata menarik perhatian pihak tertentu dan mengembangkannya secara diam-diam.

Serangkaian peristiwa yang terjadi begitu cepat membuat Robert terpisah dengan Katherine. Panik mencari di mana Katherine berada,  sebuah surel seakan menjadi harapan Robert untuk bisa menemukannya.  Ternyata ada manfaatnya juga mereka sering bertukar ilmu pengetahuan.

Seperti kisah yang lain, pembaca akan diajak menikmati kisah dimana Robert dan Katherine harus berpacu dengan waktu jika ingin selamat dari kejaran musuh. Belum lagi campur tangan keamanan lokal yang merasa geram dengan  ikut campurnya pihak asing dalam urusan domestik.
https://www.goodreads.com/book/
show/229110417-the-secret-of-secrets

Seperti kata pepatah, musuh dari musuhmu adalah temanmu. Kedua tokoh kita ternyata juga harus berurusan dengan pihak lain yang diam-diam menaruh dendam pada Dr. Brigita Gessner. Mereka terkena imbas karena datang atas undangannya sehingga dianggap tahu terlalu banyak. Bagian ini benar-benar memberikan kejutan pada akhir kisah. 

Saya butuh waktu lebih dari 1 hari untuk menuntaskan buku ini, plus sekian hari untuk sekedar menuliskan komentar.  Selain urusan huruf yang sungguh membuat mata minus-plus saya lelah, banyak detail dalam buku yang rasanya sayang jika dihabiskan dalam waktu singkat

Sempat juga merasa ragu akan beberapa hal, namun saya teringat akan  Fakta yang tercetak di halaman awal buku. Bahwa seluruh eksperimen, teknologi, dan hasil-hasil saintifik di novel ini benar-benar terjadi. Selanjutnya disebutkan juga bahwa semua organisasi dalam novel ini sungguh-sungguh ada. Baiklah, mari dinikmati saja.

Selain urusan  upaya menghancurkan naskah dan pemburuan  Robert bersama Katherine, jika dicemati, Dan Brown juga memasukan beberapa elemen yang terkait dengan kehidupan sehari-hari. Misalnya 
menyebut tentang tokoh Q dari kisah James Bond di halaman 106. Apakah semacam bentuk kekaguman pada karya Ian Fleming, mantan intelijen Inggris?
https://www.goodreads.com/book/
show/239516366-tajemstv-v-ech-tajemstv

Ketika berupa menyelamatkan diri dari musuh, Robert  melakukan suatu trik dengan mempergunakan barang yang ada di tas Katherine. Barang tersebut merupakan produk dari Procter & Gamble Kebakaran ini  disponsori oleh Procter & Gamble,  demikian yang tertera di halaman 354.   Apakah semua promosi yang sudah disepakati? atau sekedar ingatan salah satu pelanggan setia. Apapun itu, Procter & Gamble sudah mendapat promosi tingkat dunia dengan cara yang unik.

Ada nama seorang penyanyi dan salah satu film dokumenter di  platform layanan streaming berbasis langganan terbesar di dunia  dengan logo N yang ikut disebutkan dalam buku ini. Saya jadi penasaran untuk mencari tahu, ternyata yang disebutkan benar-benar ada di N.

Demikian juga perihal sang profesor memboikot kedai kopi ternama di dunia, Kedai Kopi S. Walau alasannya karena "penyalahgunaan simbol klasik yang mengerikan", namun menyebutkannya dalam buku, bisa berdampak luas. Misalnya para pengikut fanatik sang profesor juga akan ikut melakukan boikot, atau malah jadi promosi? 

Unsur dari dunia penerbitan menjadi bumbu yang saya yakini akan disukai oleh para penggila buku, Tokoh utama yang dianggap ancaman karena sedang menyiapkan sebuah buku, editor yang diculik dan mengalami penyiksaan karena dianggap menghubungkan dengan naskah, penerbit papan atas-Pinguin Random House yang berani menerbitkan buku yang tak biasa,  petugas keamanan dan IT penerbit  yang menjalankan tugasnya dengan baik, hingga jaringan pembajak buku terkenal yang dijadikan kambing hitam. 

Ditambah dengan uraian tentang Codex Gigas-dikenal sebagai Alkitab Iblis, yang diperkirakan diciptakan pada abad ke-13,  menunjukan betapa penulis kesayangan kita ini tidak main-main dalam melakukan riset demi karyanya.  

Melalui media FB saya menemukan info bahwa ternyata yang menjadi inspirasi untuk tokoh itu adalah editornya sendiri. Sedangkan tokoh duta besar mengambil sosok agennya. Menarik coba mengetahui bahwa tokoh dalam buku ternyata diambil dari sosok yang dekat dengannya.

Banyak kalimat yang menarik untuk diingat dalam buku ini. Favorit saya adalah berikut:
Pengalaman hari ini adalah hasil dari keputusan esok hari
-hal 369-
Secara keseluruhan, saya cukup menikmati kisah ini. Memang butuh sedikit memperlambat bacaan ketika sampai pada bagian yang membahas tentang draf buku Katherine. Sebagai anak jurusan sosial, walau jurusan SMA jurusan A1, butuh waktu supaya otak saya bisa mencerna dengan baik.

Buku ini diterjemahkan oleh tiga orang, walau pada beberapa bagian terasa perbedaan gaya, namun secara keseluruhan masih bisa diterima dan dinikmati. Apalagi mengingat waktu terbit antara versi asli dengan terjemahan yang bisa dikatakan lumayan dekat.

Dengan segala keseruan yang tersaji dalam buku ini, layak jika mendapatkan Goodreads Choice Award Nominee for Mystery/Thriller (2025), She Reads Best of Award Nominee for Audiobook (2025).

Seru!

Sumber gambar:
1. https://www.facebook.com/DanBrown
2. https://www.goodreads.com


Jumat, 23 Januari 2026

2026#1: Kisah 7 Anak Terpilih di Dunia Sihir Nusantara Mencari Imang

Judul asli: Archipelagos #3 - The Power of Imang in Nusantara
Penulis: Sleepinigloo
Penyunting: Eka Kurnia Chandra Dewi
ISBN: 9786347205032 
ISBN10: 6347205033
Halaman: 432
Cetakan: Pertama-2025
Penerbit: Andam
Rating: 3/5

Ngundhuh wahng pakerti
Kau harus membayar semuanya
-95-

Buku ketiga ini membuat saya banyak berpikir
Masih berkisah tentang anak-anak yang harus melawan seorang penyihir jahat. Sepertinya memang tidak berimbang, anak-anak harus berhadapan dengan  seorang manusia dewasa. 

Tapi jika diperhatikan dengan lebih teliti, faktanya adalah seorang dewasa yang menghadapi keroyokan 7 orang anak. Tidak sembarang anak, mereka adalah anak terpilih yang dibekali berbagai macam ilmu kanuragan oleh para pendahulu. Dan jika diperhatikan lebih lanjut,  usia mereka bisa dibilang sudah mulai remaja. 

Jadi jika niatnya ingin memberikan pemahaman bahwa kejahatan pada akhirnya kalah dengan kebaikan, agak terganggu dengan fakta kebaikan harus main keroyokan agar bisa menang. Tolong deh, jangan bilang ini kerja sama. Banyak cara untuk bisa bekerja sama tanpa harus maju bersama-sama melawan 1 orang. Duh! Kenapa saya jadi membahas hal yang begini.

Seperti yang sudah disebut di atas, dalam buku ini, kembali dikisahkan tentang 7 anak terpilih yang dianggap mampu mengalahkan sosok yang dianggap jahat. Selama ini keberadaan 7 anak tersebut dirahasikan dengan berbagai pertimbangan. Keamanan, salah satunya. Sepertinya hal tersebut tidak bisa dilakukan lagi. Semua sudah mengetahui siapa sebenarnya Ayu, Fuji, Drio, Bastian,  Nala, Sanja, dan Lexan.

Kali ini, untuk bisa  mengalahkan musuh, 7 anak terpilih harus memiliki kekuatan ekstra. Untuk mendapatkan kekuatan sihir-Imang, dari pendahulunya, mereka harus bertemu secara langsung. Tidak saja dengan penyihir pendiri golongan, namun juga anak terpilih sebelum mereka. 

Tentunya pertemuan tersebut terjadi di dimensi lain. Jika tidak, bagaimana bisa salah satu dari mereka bertemu salah satu pendahulu yang ternyata adalah  ibunya yang sudah meninggal? Dalam buku ini, Hayam Wuruk disebut sebagai orang terpilih  ketiga dari Ranang-penyihir senjata. Sebuah ide menarik untuk membuat pembaca muda tertarik dan kemudian mencari tahu tentang siapa sosok Hayam Wuruk sebenarnya.

Bagian ini agak membosankan buat saya. Bayangkan harus membaca 7 kali peristiwa anak-anak pilihan bertemu dengan pendahulunya. Kenapa tidak dibuat dengan lebih sederhana? Kembali, hanya komentar, semuanya kembali pada penulis.

Untungnya ada beberapa bagian yang mampu mengurangi kebosanan. Misalnya, percintaan ala remaja diantara mereka. Sosok populer di dunia luar yang mendadak menjadi murid di sekolah mereka. Kemudian ada kejutan tak terduga pada akhir kisah yang melibatkan salah satu anak. 

Oh, ya. Seperti yang pernah atau bahkan sering saya sebutkan tentang banyaknya bagian yang menggiring ingatan saya pada HP. Dalam buku ini, yang terasa sekali adalah mereka mempergunakan media untuk bisa berpindah tempat. Media yang digunakan adalah  tusuk konde. Tak terbayangkan 7 anak memegang benda seimut itu.  

Saya sibuk berdebat dengan diri sendiri, apakah kematian salah satu tokoh juga membuat saya teringat akan HP? Tapi dalam buku ini, belum jelas apakah tokoh tersebut benar-benar meninggal atau kembali dari kematian. Penulis seakan masih mempertimbangkan seberapa besar perannya dalam kisah. 

Saya juga sempat tertawa membaca kalimat di halaman 3, " Pasar di  Turangi sendiri cukup sumpek,.... ". Rasanya jarang menemukan kata seperti itu dalam sebuah buku. Kata sumpek semula  merupakan bahasa Jawa yang kemudian diserap menjadi bahasa Indonesia. Kata tersebut bahkan ada dalam KBBI. 

Salah satu kelebihan dari buku ini adalah banyaknya kearifan lokal yang diangkat oleh penulis. Coba dicermati dengan teliti. Sebuah cara penarik untuk membuat generasi sekarang tertarik dan menambahkan cinta pada kearifan lokal.

Kesempatan kali ini, buku ketiga saya peroleh dari acara semacam tukar kado buku dengan teman-teman komunitas. Untuk buku selanjutnya, saya mungkin akan mempertimbangkan dahulu, apakah lanjut membaca atau stop. 

Tapi sayang juga sudah 3 buku, saya berasumsi akan muncul 7 buku sesuai dengan jumlah tokoh. Semoga konsisten, tidak  membuat kecewa seperti sebuah buku fantasi lokal yang dulu digadang-gadang akan menjadi HP ala Indonesia adan terbit sebanyak 7 buku. Hanya muncul 1 buku dan tak ada khabarnya sekian lama.

Sekedar berbagi, jika ada yang ingin mengetahui tentang buku pertama bisa dibaca di sini. Adapun untuk buku kedua ada di sini.

Begitulah.

Sumber Gambar:
https://www.goodreads.com/