Jumat, 23 September 2022

2022 #24: Toko yang Menjual Mimpi

Penulis: Lee Miye
Penerjemah: Dwira Rizki
Penyuting: Jia Effendie
ISBN: 9786026486677
Cetakan:Ketiga-Juni 2022
Halaman: 290
Penerbit: BACA
Harga: Rp 85.000
Rating: 3.25/5

Mimpi adalah kunci
Untuk kita menaklukkan dunia
.....
.....
-Laskar Pelagi, Nidji-

Kalian tahu apa itu mimpi? Sejak usia berapa kalian tahu apa yang dimaksud dengan mimpi itu? Saya mengetahui kata mimpi pertama kali dari majalah Bobo. Pada salah satu kisah Keluarga Bobo dikisahkan Bobo, Coreng, dan Upik akan segera tidur, tak lama kemudian disebutkan bahwa mereka sudah bermimpi. Meski demikian, apa dan bagaimana mimpi itu sendiri baru saya pahami beberapa tahun setelahnya. 

Menurut KBBI,  mimpi adalah sesuatu yang terlihat atau dialami dalam tidur; angan-angan.  Sesuatu yang dialami dalam tidur  sering kali dianggap sebagai pertanda bagi beberapa orang. Tak heran berkembang pengetahuan untuk mengartikan mimpi. Urusan percaya atau tidak akan makna mimpi tergantung pada masing-masing individu. 

Ternyata, mimpi bisa dibeli lho, silakan pergi ke Dallergut, toko penjual mimpi. Untuk menuju ke sana, kalian hanya perlu tidur.  Melalui tidur kalian akan memasuki desa pertokoan di sana bisa ditemui sejumlah food truck yang menjajakan masakan untuk membantu datangnya rasa kantuk, dan tentunya Toko Penjual Mimpi, Dallergut.

Menjadi karyawan di Dallegut bisa dikatakan impian Penny. Pada bagian  awal digambarkan bagaimana tegangnya Penny ketika akan mengikuti tes menjadi karyawan. Wawancara yang dilakukan oleh Dallergut langsung selaku pemilik, tidak mengajukan pertanyaan standar. Penny harus menjelaskan mengapa menurutnya mimpi adalah mencoba hal-hal yang tidak bisa dilakukan dalam kehidupan nyata, mimpi merupakan pengganti hal-hal yang mustahil.

https://www.goodreads.com/
book/show/58912839
Dari blurd, pembaca sudah bisa mengetahui bahwa Penny akan diterima kerja. Lalu apa gunanya pembaca diberikan informasi perihal wawancara Penny?  Penjabaran proses penerimaan Penny sebagai karyawan bisa dianggap cara penulis untuk menunjukkan betapa istimewanya Penny. Juga untuk memberikan gambaran awal bagaimana toko itu beroperasi.

Bisa dikatakan kisah dalam buku ini mengambil sosok Penny sebagai tokoh sentral. Bagaimana Penny melakukan kesalahan fatal pada hari pertama kerja, kegembiraannya menemani Dallergut menghadiri konferensi, hingga dipercaya mengambil produk uji coba.

Jalan yang dilalui Penny digambarkan selalu mulus. Bayangkan melakukan kesalahan pada hari pertama kerja hingga menyebabkan kerugian yang tidak sedikit, namun tidak mendapat sanksi. Saat mempersiapkan diri untuk tes menjadi pegawai, ada yang membantu memberikan gambaran tentang bagaimana tes berlangsung. Sungguh beruntungnya Penny!

Meski bisa dikategorikan dalam novel fantasi. cerita dalam buku ini lebih menyentuh pada kehidupan manusia dalam dunia nyata. Contohnya pemuda yang membutuhkan mimpi  yang mampu menggugah inspirasinya,  sehingga ia bisa menciptakan lagu seperti Yesterday   karya Paul McCartney. Penulis lagu mana yang tak pernah merasakan kehabisan ide, siapa yang tak ingin karyanya dikenang sepanjang masa?

Atau kisah tentang seekor anjing yang membeli mimpi tentang diajak jalan-jalan seluruh penghuni rumah karena mereka pergi lama sekali hari itu hingga ia merasa kesepian. Sejak memeilihara anjing, perasaan salah satu penghuni rumah menjadi lebih sensitif. Unik  ya,  pelanggan toko tersebut tidak hanya manusia namun juga hewan.
https://www.goodreads.com/book
/show/60800133-r-ya-d-kk-n-1

Oh, ya, apakah kalian pernah mengalami de javu?  Merasa  mengalami suatu kejadian yang sama atau pergi ke suatu tempat yang sama? Jangan-jangan tanpa disadari, kalian pernah membeli mimpi di Dallergut! 

Kalian membeli mimpi ingin pergi ke tempat idaman sebelum benar-benar bisa ke sana. Atau mimpi  mengalami suatu kejadian yang menggembirakan sebelum benar-benar mengalaminya. Bisa saja! Mereka yang berbelanja ke  sana tak akan ingat peristiwa tersebut saat bangun.

Tak melulu soal mimpi, sebenarnya buku ini juga memberikan tips bagaimana untuk berbisnis. Dalam beberapa bagian, dibahas bagaimana upaya  Dallergut dan para  manajer lantai untuk dapat  meningkatkan penjualan. Sementara, pada bagian yang mengisahkan perihal konferensi berkala produser dan pedagang mimpi  yang  juga membahas tentang bagaimana menekan kerugian. 

Mau tak mau, saya meringis membaca uraian di halaman 179. Disebutkan bahwa jumlah orang di kawasan Asia yang yang bergadang semalaman untuk  menonton Piala Dunia yang diselenggarakan di kawasan  Eropa, berdampak pada jumlah mimpi yang terjual saat itu.  Jika bergadang, maka orang tidak tidur, lalu bagaimana orang bisa membeli mimpi? 

Kenapa saya menangkap ada nada mengejek? Padahal menonton merupakan salah satu fantasi, suatu ketika negara Asia juga bisa mengikuti ajang tersebut. Seperti yang disebutkan penulis, mimpi dan fantasi berdampingan. Fantasi menjadi mimpi, dan tak ada yang mustahil dalam mimpi.

Layaknya kehidupan nyata, di sana juga ada ajang pemberian penghargaan, yaitu Penghargaan  Mimpi Akhir Tshun.  Ada penghargaan untuk  Pendatang Baru;  Produk Terlaris Bulan Desember; Tata Artistik Terbaik, Naskah terbaik; dan Grand Prix. 
https://www.goodreads.com/
book/show/59113181
 
Penasaran, bagaimana cara kerja mimpi yang dibeli dari Dallergut? Hanya disebutkan mereka yang membeli selanjutkan akan memasukan mimpi tersebut dalam tidur mereka. Jadi mereka akan bermimpi sesuai dengan mimpi yang mereka beli. Saya tak menemukan bagian yang menjelaskan proses memasukkan mimpi. 

Apakah sebelum tidur membuka kotak yang dibeli lalu mimpi  masuk ke otak melalui hirupan? Atau begitu mereka tertidur, isi kotak secara otomatis menguap masuk dalam alam mimpi?  Pada bagian awal disebutkan jika calon pembeli bisa melihat isi  kotak mimpi sebelum membeli, jadi bagaimana caranya? Bagaimana juga cara kerja untuk mimpi yang dikirimkan  anonim? Sepertinya saya harus menerima begitu saja bagian mimpi yang dibeli akan menjadi mimpi pembelinya.

Mungkin saya yang terlalu berharap banyak peristiwa fantasi, misalnya mimpi yang dialami dijabarkan dengan lebih panjang dan lengkap. Kemudian, ada komponen dalam mimpi tersebut yang terbawa dalam kehidupan nyata sehingga membuat kehidupan pemimpi mengalami banyak hal unik. Begitulah, walau ada, ternyata versinya tidak sebanyak yang saya duga.  

Sebenarnya saya sudah lama tertarik pada buku ini. Hanya saja, karena sudah berjanji pada diri sendiri akan membabat timbunan hingga menyisakan maksimal 5 buku baru membeli buku lagi, butuh waktu lumayan untuk bisa mendapatkan buku ini.  Sebagai bahan perbandingan berapa lama, buku yang saya miliki merupakan cetakan ketiga

Kisah yang menarik. Ide sederhana yang diolah menjadi sesuatu yang menarik. Terlepas dari kelebihan dan kekurangan, saya merekomendasikan buku ini untuk dibaca oleh siapa saja yang merasa hidupnya tidak baik-baik saja dan bermimpi akan ada perubahan

Tak ada yang tak mungkin! 
Mimpi merupakan langkah awal seseorang untuk maju. Tak ada salahnya bermimpi, karena mimpi bisa menjadi kekuatan.

Sumber gambar:
https://www.goodreads.com/








































Tidak ada komentar:

Posting Komentar