Minggu, 17 Juni 2012

Suddenly Supernatural #4: Hantu Dalam Bus

Penulis: Elizabeth Cody Kimmel
Penerjemah: Barokah Ruziarti
Penyunting: Ida Wajdi
Penyelaras Aksara: Jia Effendie
ISBN: 978-979-024-496-2
Halaman: 195
Penerbit: Atria
Harga: Rp 30.000,-

Kita mendapatkan informasi dari orang mati dengan berbagai cara. Ibuku dan aku adalah apa yang kalian sebut cenayang-kami melihat hantu. Kami berinteraksi dengan mereka dan berbicara kepada mereka dan sebagainya, tapi hubungan utama biasanya diawali dengan penglihatan. Tapi beberapa medium melakukannya dengan cara berbeda- dan medium  yang mendengarkan suara-suara disebut  clairaudient. Seharusnya aku bukan salah satu dari mereka.

Sejak ulang tahun ketiga belas Kat sudah mulai terbiasa melihat sesuatu yang berjalan menembus dinding , sosok yang tak bisa dilihat orang lain bahkan tatapan aneh seseorang saat melihatnya seolah-olah sedang berbicara sendiri, padahal ia sedang berkomunikasi dengan arwah . Tapi sebuah perjalanan singkat untuk sesaat  sempat mengubah rasa percaya dirinya.

Darmawisata kelas 8 Pelajaran Bahasa Prancis ke Montreal, Kanada yang diikuti Kat memberikan pengalaman berbeda baginya. Tak hanya karena Jac sahabatnya ikut serta namun juga karena ibunya serta ibu Kat ikut sebagai pengawas, padahal keduanya bak langit dan bumi.  Terpenting  seseorang bocah lelaki yang menawan juga ikut dalam perjalanan itu.

Seperti biasa, keberadaan Kat  menarik perhatian arwah, tidak hanya satu bahkan hingga tiga. Dalam bis saat menghitung jumlah murid, Kat menemukan ada seseorang yang bukan manusia duduk diantara teman-temannya.Mau bagaimana lagi, ia seakan magnet bagi para arwah.

Celakanya beberapa Kat terlihat bersikap konyol di hadapan cowok idamannya. Seakan  belum cukup, mendadak Kat mendengarkan suara-suara  yang tak jelas wujudnya.  Rasanya sungguh tidak nyaman  berpura-pura tidak mendengarkan suara-suara  padahal ia mendengarkan banyak hal. Suara-suara yang ia dengar berasal dari banyak sumber, dari arwah lain hingga hewan.

Selain berurusan dengan para arwah, dalam dunia nyata Kat harus berhadapan dengan para cewek satelit. Sepertinya di setiap sekolah dan kelas  ada segerombolan siswa yang  lebih menonjol dibandingkan dengan yang lainnya, dan mereka cenderung meremehkan siapa pun yang bukan bagian dari mereka. Dalam situasi ini Kat dan beberapa anak lainnya.

Kisah dalam buku ini jelas sekali diperuntukan bagi remaja. Dari cara penulisan yang singkat dan padat serta dari konflik yang diangkat. Sederhana sekali. Walau begitu tetap saja pesan moral yang disampaikan juga ada. 

Contohnya dalam kisah ini ada sebuah adegan dimana Kat terpegok sedang berada berdua di dalam bus  sementara sang supir eh Operator Motor Coach tidur dengan pulasnya di kursi depan.

Mereka dianggap melanggar peraturan karena berada HANYA berdua dalam bus tertutup rapat sementara seharusnya mengikuti tour. Secara teknis memang tidak berdua karena ada Tim sang Operator Motor Coach yang kembali tertidur pulas sesaat setelah membuka pintu bagi mereka berdua. Pesannya singkat, kalian harus mematuhi peraturan yang berlaku jika tidak ingin mendapat kesulitan.

Atau saat Kat gagal membuat arwah 'menyeberang" Hidup memang pilihan bahkan di alam sana pun para arwah bisa memilih apakah akan segera menyebrang atau menuntaskan urusannya dulu. Kat sudah menawarkan bantuannya bagi salah satu arwah. Tapi ia ditolak karena arawah itu masih memiliki sebuah urusan yang sangat penting baginya. Pelajaran yang diberikan adalah kita tidak bisa mendapatkan semua yang kita mau. Kadang membiarkan  sesuatu berjalan tidak pada tempatnya justru akan membantu pihak lain, untuk sementara waktu tapinya.

Adegan Kat nyaris celaka saat bertemu salah satu arwah yang jahat sungguh mendebarkan.Selain arwah “baik” mereka juga bertemu dengan arwah yang nyaris membuat mereka celaka, untung ada ibu Kat.

Dibandingkan dengan buku yang lain, apa lagi buku pertama terasa sekali perkembangan karakter tokoh utama dalam kisah ini. Juga perkembangan karakter tokoh lainnya. Buku ini berkembang seiring usia pembacanya.

Untungnya kisah ini berakhir dengan manis. Terutama soal cowok idaman Kat. Jac boleh menyombongkan diri sukses menjadi comblang sahabatnya. Senang rasanya berbagi rahasia terbesar dalam kehidupan dengan seseorang yang kita cintai.


2 komentar: