Jumat, 28 Februari 2014

Review 2014 #13: Kitab Roti





Judul: The Bread Bibble
Penulis: Rose Levy Beranbaum, Alan Witschonke,  Michael Batterberry
Foto: Genti & Hyers/edge
Ilustrasi: Alan Witschonke
ISBN: 0-393-05794-1
halaman: 640
Tahun Terbit: 2003
Penerbit: W.W. Norton & Company, Inc

Urusan roti tanpa kita sadari sudah menjadi salah satu bagian dari kehidupan kita. Teriakan dan bunyi klakson sepeda tukang roti di pagi hari, deru mobil roti, jajanan sekolah, sarapan, teman minum teh, begadang sambil menikmati secangkir kopi dan setangkup roti bakar,  hingga Roti Buaya yang identik dengan pernikahan.

Jika diingat, dalam kisah Hansel dan Gretel juga disebutkan tentang roti yang dijatuhkan sebagai petunjuk jalan. Celakanya potongan roti yang dijatuhkan malah dimakan burung hingga mereka tidak bisa kembali ke rumah.

Judul buku ini yang membuat saya penasaran pertama kali melihatnya. Dengan nomer panggil 641.815 Ber b, pasti ada yang salah taruh karena rak dimana buku ini saya temukan adalah rak untuk buku-buku  dengan nomer panggil  338 Produksi dan Industri. Sementara  Kode 641 merupakan kode untuk Makanan dan Minuman

Kitab Roti. Bisa dibayangkan rasa penasaran saya. Buku tentang roti bisa setebal ini,   saya menjadi sedikit ragu, jangan-jangan saya salah baca. Tak tahan akan godaan mengintip, segera saya pisahkan buku ini untuk ditelaah saat istirahat siang. Penasaran tingkat tinggi.

Ternyata memang semua isinya tentang roti, setidaknya aneka panganan yang bisa dikategorikan dalam roti seperti sandwich, biskuit, baru tahu kalau ini termasuk jajaran roti, pizza dan  yang belakangan sedang menjadi trend muffin. Pembaca akan diberikan banyak informasi tentang roti. Mulai dari tepung sebagai bahan dasar roti, cara menguleni hingga aneka perlengkapan perang yang dibutuhkan untuk membuat sebuah roti. Ternyata tidak sesederhana yang saya kira.

Pada halaman awal kita bisa menemukan Daftar isi buku ini. Ternyata isinya lumayan beragam, yaitu:
Foreword
Introduction
Credits and Acknowledgments
1.  The Ten Essential Steps of Making breaf
2. Quick Breads, Little Quick Breads (Muffins, Biscuits, and Scones), Little Yeast Breads, and Better Breads
3. flatbreads
4. Soft Sandwich Loaves and Dinner Rools
5. Hearth Breads
6. Sourdough
7. The Briche Family of Breads
Ingredients
Ingredient Sources
Equiment
Equipment Sources
Glossary of Bread Baking Terms
Bibliography
Index

Butuh waktu singkat untuk menghabiskan sekerat roti, tapi butuh waktu yang lumayan untuk membuatnya. Panganan ini pertama kali dibuat oleh orang Mesir kuno ribuan tahun silam. Roti merupakan makanan dengan menggunakan bahan dasar tepung terigu yang difermentasikan dengan rapi, walau ada beberapa jenis yang tidak menggunakan ragi.  Belakangan, garam, minyak, telur serta mentega juga menjadi bahan campuran dalam membuat roti. Belakangan muncul roti dengan bahan dasar tepung gandum dan jagung. 

Dalam http://9triliun.com/artikel/1644/cara-membuat-roti.html disebutkan cara membuat Roti Tawar. Caranya sebagai berikut:
Bahan :
900 gr tepung terigu.
50 gr susu bubuk non fat.
15 gr ragi instan
50 gr gula pasir.
10 gr garam halus.
1 butir telur.
350 cc air hangat.
75 gram mentega tawar.
Cara membuat :
 Ω Campur tepung terigu, susu bubuk, ragi, gula pasir dan garam halus. Aduk rata. Masukkan telur, tuangi air sedikit demi sedikit sambil diuleni. Masukkan mentega tawar, uleni lagi  hingga adonan kalis atau tidak melekat di tangan.
Ω Bulatkan adonan, diamkan hingga mengembang selama lebih kurang 45 menit.
 Ω Kempeskan adonan, bagi menjadi 2-3 bagian dengan berat yang sama. Masing-masing adonan dibulatkan dan diamkan  lagi selama kurang lebih 30 menit.
 Ω Siapkan loyang untuk roti tawar, olesi mentega tipis-tipis. Masing-masing bagian adonan roti digiling memanjang, lalu gulung. Sesuaikan dengan bentuk loyang untuk roti tawar.
 Ω Masukan adonan yang sudah digulung ke dalam loyang. Diamkan hingga mengembang selama kurang lebih 45 menit.
Ω Panggang adonan hingga permukaannya berwarna kecoklatan selama kurang lebih 30 menit.

Bagel dan donat sama-sama jenis roti. Keduanya serupa tapi tidak sama.  Donat atau dalam buku ini disebut dough dibuat dari adonan tepung terigu, gula, telur dan mentega lalu digoreng. Umumnya berbentuk cincin. Belakangan mulai dilirik bahan lain untuk membuat donat seperti kentang.

Sementara bagel walau juga berbentuk cincin tapi bahan dasarnya adalah tepung terigu dan ragi yang direbus dahulu sebelum dipanggang.  Adonan tidak langsung dimasak, setelah adonan siap maka adonan didiamkan selama semalam dalam suhu dingin (misalnya dalam lemari es) untuk esok harinya dikukus lalu dipanggang.

Biskuit  menurut buku ini merupakan panganan tradisional Amerika. Terdapat resep mengenai tiga masakan utama biskuit dalam buku ini, yaitu baking powder-butter biskuit, baking powder-biskuit dan baking soda with yeast biskuit.  Di Amerika biskuit disebut Cookie, kue kecil yang dipanggang atau kue kering.  Ciri utama biskuit adalah renyah dan kering dengan bentuk tipis dan rata.

Pembaca bisa menemukan Pointers for Succes for ....... pada tiap bagian. Maksudnya adalah untuk memberikan tips atau penunjuk singkat bagaimana cara menciptakan suatu panganan dengan hasil maksimal. Misalnya for making biskuit di halaman 125. Untuk menciptakan  Flaky Scones yang renyah maka adonan harus dimasukan oven selama 20 menit dengan suhu 300 F, tips ini bisa dilihat di halaman 142.

Ada juga bagian yang memberikan pengetahuan khusus, misalnya pada halaman 161 disebutkan bahwa baking soda menghasilkan warna menawan pada hasil pengovenan. Kalimat aslinya buat yang penasaran, " Baking soda helps to create a golden color in the crust."

Penulis merekomendasikan beberapa alat yang memudahkan proses pembautan roti. Tanpa menggunakan alat-alat tersebut sebenarnya pembaca juga tetap bisa membuat roti, hanya saja jika menggunakan alat-alat yang direkomendasikan maka hasilkan akan lebih sempunya. Antara lain a baking stone, solid measuring cups, steam baking master, dan masih banyak lagi. terdapat juga alamat dimaka bisa mendapatkan alat-alat tersebut. Sayangnya alamat tersebut berada di USA. Tapi dengan adanya situs resmi, mungkin masalah ini bisa diatasi dengan mudah. 

Bagian belakang buku ini memiliki deskripsi yang luar biasa bahan-bahan. Lewat buku ini saya jadi lebih memahami kenapa si mbak pernah ribut soal tepung yang terlupakan di rak penyimpanan bahan masakan. Ternyata bisa juga basi. Padahal mata saya tidak melihat sesuatu yang beda. Tidak tercium bau busuk dari sekantung tepung itu. Mungkin hanya mata jeli mereka yang biasa memasak yang bisa menentukan apakah tepung tersebut masih bisa digunakan ataukah sudah tidak layak guna.

Bagi mereka yang ingin mengetahui bagaimana cara membuat aneka jenis roti, maka buku inilah jawabannya. beberapa resep ditulis secara terinci sehingga berkesan bertele-tele. Tapi coba sabar sejenak, telaah dengan tenang. justru instruksi yang seakan bertele-tele itu yang membuat sebuah roti berhasil dibuat dan menebarkan aroma harum menggoda dan rasa yang nikmat. Kesempurnaan memang membutuhkan kerja keras khan.

Rose Levy Beranbaum memenangkan berbagai macam penghargaan. tahun 1998 mendapat Beard Foundation Award untuk buku Rose's Christmas Cookies. The Bread Bible, mendapat penghargaan  IACP,  James Beard Foundation dan masuk dalam daftar   the Top Ten Books of 2003 by Publishers Weekly and Food & Wine. Buku, Rose's Heavenly Cakes, memenangkan the International Association of Culinary Professionals Cookbook of the Year pada tahun 2010.

Karya-karyanya yaitu:
•   The Cake Bible (1988)
•   Rose's Celebrations (1992)
•   Rose's Melting Pot: A Cooking Tour of America's Ethnic Celebrations (1994)
•   The Pie and Pastry Bible (1998)
•   Rose's Christmas Cookies (1998)
•   The Bread Bible (2003)
•   Rose's Heavenly Cakes (2009)




































































Minggu, 23 Februari 2014

Review 2014 #12: Tiger's Voyage



Cintaku
Belahan jiwaku
Waktu berjalan dengan cepat tanpa kusadari. Bersamamu waktu seakan berhenti, saat kau tidak di sisiku baru kusadari berapa lama waktu yang telah berlalu. Tak akan pernah cukup waktu jika bersamamu.

Untungnya kisah kita tak serumit kisah Kishan-Kelsey-Ren.
Yang ada hanya aku dan dirimu. Seperti mereka, kita juga harus bahu-membahu mengatasi segala hal. Jika Kishan-Kelsey-Ren harus berhadapan dengan penyihir jahat dengan sihirnya, maka kita harus berhadapan dengan  sejuta perbedaan yang butuh setrilyun toleransi. 

Sihir adalah alat, berkat untuk digunakan oleh mereka yang cukup bijak memahami dan memanipulasinya. Suatu trik alam semesta yang hanya dikejar oleh sedikit orang dan bahkan lebih sedikit lagi yang mampu menguasainya. Perbedaan kita adalah suatu hal yang mendasar dan butuh kesabaran serta kesadaran untuk menyelesaikannya.

Kelsey nyaman berada bersama Ren juga Kishan dengan cara yang berbeda. Dengan Kishan, Kelsey menikmati keheningan dan indahnya alam. Kishan belakangan menjadi laki-laki pendiam dan tenang. Sementara mencintai  Ren mirip dengan mencintai bom atom. Dengan Ren,  Kelsey akan sibuk berbicara sambil menatapnya hingga yang lain pun lenyap

Aku bahagia di sisimu.
Nyaman rasanya berada di sisimu. Kelsey sangat menikmati bersandar di dada bidang Ren juga Kishan. Sementara aku akan meringkuk nyaman dalam pelukanmu di ayunan. Kadang sambil mendengarkan alunan lagu yang kau dendangkan. Rasanya kita lebih India dibandingkan mereka semua mengingat ayunan di teras belakang adalah tempat favorit kita.

Kelsey mungkin bisa memenangkan hati dua pangeran tampan, lalu Naga Merah dengan kecupan hangat di kedua pipi sang naga serta membuat Naga Emas ketakutan dengan kerlingannya. Sementara aku akan terus berusaha membuatmu nyaman di dekatku.

Cinta mirip dengan air. Air di sekitar kita di mana-mana. Semuanya berada dalam siklus yang selalu bergerak. Butuh air untuk bertahan. Perempuan seperti tanah; butuh menyerap air. Air dan tanah saling membentuk,tumbuh. Selalu bersama: Air dan tanah. Bersatu. Kelsey harus segera memutuskan, apakah Ren atau Kishan yang menjadi tanah. Aku sudah jelas tak perlu memilih karena aku dan kau adalah tanah dan air.

Pepatah menyebutkan,"Hidup dengan orang yang mencintamu lebih baik dari pada hidup dengan orang yang kau cintai tapi tidak mencintaimu. Kelsey hidup diantara dua pria yang sangat mencintainya. Sungguh beruntung. Ia hanya perlu memutuskan apakah kisahnya harus berakhir dengan Ren atau Kishan. Apapun pilihannya kedua pangeran itu akan menerima dengan  lapang dada dan berbahagia untuk yang lain.

Aku beruntung mendapatkan cintamu, sungguh. Hanya..., masih banyak yang jalan harus kita lalui, banyak hal yang harus selaraskan. Walau artinya masih banyak waktu yang kita butuhkan untuk menyatukan hati, mungkin juga masih banyak tetes air mata yang akan mengalir, amarah yang meledak.

Kelsey lebih mengutamakan kenyamanan dibandingkan gaya. Demikian juga aku. Tapi demi melihat senyum bahagiamu  aku secara sukarela mengutamakan gaya alih-alih nyaman. Kadang orang berlaku aneh demi pasangannya. Itulah cinta. Cinta bukan sekedar komitmen dan pengorbanan tapi memberi tanpa mengharapkan menerima kembali. Memahami segala kekurangan dan kelebihan pasangan serta terus memupuk rasa yang ada

Penyesalan hanya dirasakan oleh mereka yang tak memahami tujuan hidup. Kelsey sangat paham tujuan hidupnya. Ia sangat paham bahwa menjaga kedua macam kesayangannya tetap hidup seimbang dengan pengorbanannya. Bahkan tak ada bandingan yang setara antara melihat kedua saudara itu hidup terus menjadi manusia selama 24 jam, bahkan tidak juga jiwa Kelsey. 

Aku tak pernah menyesal memilihmu, dan masih berharap kaulah tujuan hidupku. Sementara Kelsey masih ragu akan kemana kisah cintanya akan berakhir.

Kalian, apakah sudah melabuhkan hati?

-----------------------------------------------------------------
Penulis: Colleen Houck
Penerjemah: Angelic Zai Zai 
Penyunting: Dyah Agustine
Proofreader: Yunni Yuliana M
ISBN: 978-979-433-810-0
Halaman: 865
Penerbit: Mizan Fantasi
Harga: Rp 79.000

Kelsey kembali terombang-ambing antara cinta Ren dan Kishan disamping menepati janjinya untuk mencari cara mematahkan kutukan kedua pangeran itu. Pasti banyak gadis di dunia ini yang bersedia bertukar posisi dengan Kelsey. Bisa dimaklumi, gadis mana yang tak akan terpesona dengan sosok tinggi atletis serta rekening tak terbatas. Tapi dijamin mereka akan berpikir berkali-kali jika ada tambahan hiu ganas, penyihir hitam dan aneka naga dalam paket ganteng dan kaya itu.

Sebenarnya kisah kasih mereka bertiga merupakan kisah kasih yang mewakili dua kebudayaan. Kedua pangeran sangat menghormati Kelsey, sesuai dengan ajaran yang mereka terima untuk menghormati perempuan. Siapa yang dipilih Kelsey tetap membuat keduanya bersatu, apalagi pengalaman pahit dimasa lalu mengajari mereka untuk bisa berbesar hati perihal cinta. Buktinya Ren dengan lapang hati meminta Kishan tidur di ranjang Kelsey, sebagai harimau tentunya karena ia tak tahan berdekatan dengan Kelsey.

Kelsey mewakili kebudayaan barat dimana ekspresi kasih bisa dilakukan secara terbuka. Banyak adegan dimana Kelsey digambarkan sedang merangkul pinggang Kishan, menyandarkan diri di dada Kishan dan masih banyak lagi. Atau adegan saat ia mencium Ren. Semua dilakukan dengan santai di depan yang lain tanpa ada rasa sungkan atau takut melukai yang lain.

Saya harus mengacungkan semua jempol yang saya punya untuk kedua pangeran tersebut. Melihat Kelsey akrab dan mesra dengan yang lain tanpa menimbulkan ledakan emosi bukanlah hal yang mudah. Untuk masyarakat kita apa yang dilakukan ketiganya merupakan hal yang dianggap luar biasa aneh. Dari pacar sang kakak lalu berubah menjadi pacar sang adik dan masih bisa bertegur sapa dengan akrab (kok mirip kasusku yah).Tapi begitulah hidup.

Kisah perjuangan mereka bertiga kian seru. Kali ini urusannya berhadapan dengan naga. Tidak hanya 1, 2 atau 3 naga tapi 5 ekor naga yang harus dihadapi ketiganya guna mendapat hadiah Durga yang ketiga. Kalah dengan  salah satu naga berarti kehilangan kesempatan mendapatkan hadiah Durga, sama artinya kehilangan kesempatan mematahkan kutukan bagi kedua pangeran.

Masyarakat China percaya bahwa naga melahirkan sembilan putra tapi mereka tidak mirip naga dan memiliki kemampuan yang berbeda-beda. Ada Naga Musik, Naga Perkelahian, Naga Petualang, Naga Melolong, Naga Duduk, Naga Rajin, Naga Bijak, Naga Sipil serta Naga Perusak. Tentunya jika hanya 5 yang dihadapi lebih ringan bukan dari pada 9?

Kelima naga tersebut dianggap berayah langit dan bumi sebagai ibu. Tiap naga mengajukan sebuah persyaratan untuk bisa menemukan jalan menuju ke naga yang lain guna menemukan hadiah bagi Dewi Durga.  Banyak yang menganggap naga nerupakan hewan merusak tapi ada juga yang menganggapnya sebagai hewan yang dihormati. Sosok naga banyak ditemui dalam kisah fantasi, keberadaannya dibanyak negara dianggap bukan mitos belaka.

Naga jantan dan betina ternyata memiliki perbedaan. Naga jantan mempunyai janggut yang berkilauan seperti mutiara di dagu dan  lehernya. Sementara naga betina   bentuk hidungnya lebih lurus. Dagu dan lehernya tidak memiliki janggut. Selama ini sepertinya sosok naga yang sering ada dalam aneka film dan kisah jarang disebutkan sebagai naga betina atau jantan.

Sementara pada kover, saya tidak melihat janggut sang naga bagaimana bisa menyebutkan itu naga jantan atau betina. Saat membaca kisah mereka bertiga menghadapi naga baru saya bisa tahu jenis naga apa yang ada di kover.

Dalam kisah kali ini, ketiga tokoh utama kita mengalami perkembangan karakter yang cukup signifikan. Kishan misalnya, berubah dari seorang bad boy menjadi sosok yang lebih tenang, mengalah dan memperlakukan Kelsey seperti yang diinginkan Kelsey, bukan seperti yang diinginkan Kelsey menurutnya.

Sementara Ren menjadi lebih emosial. Ia memang masih toleran terhadap rasa yang dimiliki Kishan terhadap Kelsey tapi sikapnya menjadi lebih emosional dan meledak-ledak. Kelsey sendiri memang digambarkan kian pandai ilmu bela diri tapi dirinya terlihat labil jika berurusan dengan hati. Belum lagi sifat emosionalnya terlihat sekali dalam buku ini.

Guna mengetahui posisi satu sama lain kali ini Mr Kadam menggunakan RFID, Radio Frequency Identification yang ditanam ke dalam tubuh mereka bertiga. Keberadaan mereka bisa dipantau melalui HP yang telah dimodifikasi secara khusus. Menurut buku ini biasanya digunakan untuk hewan. Jadi ingat buku-buku di kantor yang mempergunakan RFID sebagai pengaman agar tidak terjadi pencurian buku.

Pesan moral tersembunyi banyak kita temui dalam buku. Butuh telaah mendalam untuk menemukan dan memaknainya. Misalnya saja pesan Dewi Durga pada Kelsey di halaman 295. "Galilah dan tumbuhkan akar yang kuat. Putriku, karena kau akan menjulang tinggi, menyembul dari dalam air, dan akhirnya menemukan kedamaian di permukaan air yang tenang. Kau akan mendapati bahwa jika kau tak tumbuh, kau akan tenggelam di kedalaman, tanpa pernah mekar atau membagikan keindahanmu kepada yang lain." 

Buat yang butuh kalimat rayuan, silahkan simak halaman 559 paragraf kedua, serta 621 paragraf kedua. Percayalah, saya yang bukan tipe perempuan romantis saja bisa terhanyut.Ok... sedikit menintikan air mata terharu.

Buku ini juga memberikan pelajaran tentang sastra, terlihat dari aneka cuplikan puisi yang ditulis Ren. Lalu ada juga pelajaran geografi karena mereka sering berpindah tempat. Saya menemukan kata Sekstan taitu alat untuk mengukur sudut astronomis yang meliputi seperenam lingkaran (60o) untuk menentukan posisi kapal di laut  serta diskus. Entah saya yang terlewat saking terlalu bersemangat mengikuti kisah petualangan mereka bertiga atau memang tidak ada uraian sekilas mengenai apa itu sekstan dan diskus selain sebagai alat yang berguna dalam pelayaran.

Secara keseluruhan buku ini menawan. Memadukan antara kisah fantasi dengan romantis yang masuk akal. Sayangnya urusan puisi yang dicetak masih mengganggu saya. Terutama karena huruf yang dicetak miring kurang besar dan terlalu tipis bagi mata saya. Harapan saya buku ini terus diterjemahkan hingga buku kelima, buku pamungkas.

Menawan
Menyentuh
Mengharukan
Spektakuler




















Sabtu, 22 Februari 2014

Review 2014 # 11: Jepret


Judul Asli : Seri Lawasan POTRET
Penulis : Bentara Budaya
ISBN : 978-979-91-0360-4
Halaman :66
Tahun : Januari 2012
Penerbit : KPG

Kamera seakan menjadi kebutuhan hidup apalagi bagi kalangan ABG. Alih-alih menanyakan fungsi berbagai fasilitas yang ada di sebuah HP misalnya, mereka justru ribut bertanya perihal kemampuan kamera yang ada di HP tersebut. Seakan sehebat apapun atau mau smart seperti apa jika kameranya dianggap tidak mampu menghasilkan sebuah foto ciamik maka bukanlah kamera yang bagus.

Hasil jepretan sebuah kamera juga bisa menjadi bahan  pergunjingan yang tiada henti. Kisah tentang buku kumpulan foto ibu negara, kamera yang beliau pakai serta hobi memamerkan sebuah hasil foto di sosial media apapun namanya, merupakan dampak dari sebuah alat yang disebut kamera.

Tahun 1998 sebuah foto fenomenal mengenai sosok seorang gadis yang tergeletak di aspal jalan akibat terkena peluru karet membangkitkan amarah banyak pihak, terutama kaum muda. Seorang wartawan foto tanpa sengaja melihat dan memotretnya. Sebuah momet yang langka ditangkap oleh kamera seorang fotografer yang jeli akan berbicara banyak dari pada kata-kata panjang.

Dahulu kamera hanya alat, kemampuan orang di belakang kamera memadukan, ISO/ASA (ISO Speed), Diafragma atau aperture dan kecepatan rana (speed) menjadi sebuah foto yang menariklah yang paling utama, bukan kameranya.  Kombinasi antara ISO, Diafragma & Speed disebut sebagai  exposure.  Kadang butuh sekian roll film untuk menghasilkan beberapa lembar foto menawan. Sekarang dengan era digital, banyak kemudahan yang diperoleh. Dari penghematan pembelian film-cuci-cetak, penyimpanan yang lebih mudah serta momet yang tak akan hilang.

Belakangan banyak yang tergantung pada sebuah kamera. Tapi seni memadukan ketiganya masih tetap dicintai hingga saat ini. Di era fotografi digital dimana film tidak digunakan, maka kecepatan film yang semula digunakan berkembang menjadi Digital ISO. Ukuran film yang  terdiri dari Small format (35 mm), Medium format (100-120 mm) dan Large format juga sudah jarang diingat lagi. Kemajuan teknologi jugalah yang membuat Polaroid pada tahun 2008 penghentikan semua produksi produk film instan berkaitan dengan semakin berkembangnya teknologi citra digital.

Kesalahan kecil saat memotret bisa diperbaiki dengan aneka program komputer. Suatu keuntungan tersendiri, setidaknya kita bisa memastikan tidak akan ada moment yang hilang. Bandingkan dahulu, kurang mengatur cahaya bisa-bisa foto menjadi gelap hingga tidak layak dipandang. Sekarang jika tidak terlalu gelap  bisa "diperbaiki"

Sering orang bertanya tentang kamera apa yang dipakai saat melihat sebuah foto yang menawan. Sedikit yang bertanya mengenai bagaimana seorang fotografer bisa menghasilkan foto yang menawan tersebut, Misalnya bagaimana urusan kombinasi exposure. Berapa lama yang ia butuhkan untuk menunggu saat yang tepat sehingga  menghasilkan foto seperti itu. Padahal yang penting adalah siapa yang berada di balik tombol bukan alatnya.

Fotografi sebenarnya berasal dari kata photography, yang berasal dari kata Yunani yaitu "photos" bermakna  cahaya serta "Grafo" bermakna menulis atau melukis. Secara harafiah fotografi adalah proses melukis/menulis dengan menggunakan media cahaya.  Sebagai istilah umum, fotografi berarti proses atau metode untuk menghasilkan gambar disebut foto dari suatu obyek dengan merekam pantulan cahaya yang mengenai obyek tersebut pada media yang peka cahaya. Alat paling populer untuk menangkap cahaya ini adalah kamera. Tanpa cahaya, tidak ada foto yang bisa dibuat.

Buku ini memuat tentang  sejarah fotografi,  aneka jenis serta cara kerja kamera jaman dahulu, perkembangan fotografi di tanah air, cara memotret dan membuat potret serta aneka gambar koleksi kamera kuno. Semuanya dikisahkan dalam bahasa yang mudah dipahami serta didukung dengan aneka macam gambar yang indah.

Kamera sekarang tidak sama dengan kamera jaman dahulu bahkan beberapa tahun lalu, Seorang ilmuwan muslim yang bernama Alhazen untuk pertama kalinya menemukan kamera obscura. Alhazen menerbitkan sebuah buku yang berjudul Books of Optics (1015-1021) yang menjelaskan tentang kamera obscur.

Pada  suatu pagi yang cerah sekitar tahun 1828, Nicephore  Niepce seorang penemu Prancis, melapisi  8 X 6,5 inci lempengan piring dengan campuran timah putih serta sejenis aspal, bitumen dari Yudea. Kemudian ia meletakkannya di kamera obscura dan meninggalkannya di jendela loteng di tanah miliknya di dekat Chalon. Setelah beberapa hari, di kegelapan, ia mengambil lempengan piring tadi dan mencucinya dalam minyak levender serta bensin. Luar biasa! Tanpak gambar di sana.

Foto berwarna permanen ditemukan pada tahun 1861 oleh James Clerk Maxwell. Film negatif pertama ditemukan pada tahun 1942 oleh Kodak dan diberi nama Kodacolor. Sementara film langsung jadi pertama ditemukan oleh Polaroid pada tahun 1985 diberi nama Polacolor. Tak heran jika seorang ahli kimia dari Inggris menyebut penemuan fotografi merupakan keajaiban saat melihat foto pertama kali pada tahun 1839,


Fotografi di tanah air mengenal nama Kassian Cepas sebagai pelopor fotografi di tanah air disusul oleh Mendur dan Umbas bersaudara. Cepas dikenal sebagai fotografer bagi Sultan Hamengkubuwono VII serta para kerabat kerajaan pada tahun 1870. Selain Keraton, Cepas juga memotret Candi Borobudur, Candi Prambanan serta Pantai Parangtritis. Tahun 1924 sebenarnya telah berdiri sebuah klub fotografi bernama Preanger Amateur Fotografen Vereeniging di Bandung dengan anggota orang Belanda, Indonesia serta Tionghoa

Perlu diingat, kamera tidak sama dengan mata. Semua mungkin tahu itu, tapi tak banyak yang paham tentang perbedaannya. Mata mempu melihat cahaya dan warna dengan sebanyak mungkin, kamera memiliki keterbatasan. Jika mata melihat sebuah benda dengan warna aslinya kamera tidak. Kamera menangkan warna cahaya tidak selalu warna aslinya. Contohnya jika sebuah benda difoto di bawah lampu, maka warnanya belum tentu sama. Belum lagi faktor proses pencucian.

Saya masih ingat, saat ingat menghasilkan foto dengan banyak atau kuat warna kuning maka film tersebut segera dibawa untuk diproses ke penyedia jasa cuci cetak K. Tapi jika nuansa hijau yang ingin ditonjolkan maka pergi ke F. Sedangkan untuk proses hitam putih, butuh penanganan khusus. Belum lagi soal komposisi, posisi bayangan dan seberapa luas atau lebar gambar yang akan berada dalam selembar potret.
 
Coba intip rak yang ada di rumah siapa tahu ada kamera lawas yang ternyata bernilai tinggi.
--------------------------



<----- Foto ini sebenarnya merupakan foto iseng yang saya ambil saat berada di Prambanan beberapa saat yang lalu. Tujuan pengambilannya untuk profile di BB. Banyak yang tak percaya foto sederhana ini diambil melalui HP. Apa lagi setelah salah satu sahabat membuat warna menjadi lebih "matang"  dan pengeditan.

Begitulah manusia, lebih  mengandalkan alat dari pada kepandaian dan keterampilan.


Sumber Gambar:
http://idproduk.blogspot.com/2013/12/daftar-harga-kamera-dslr-canon-terbaru-2014.html

Rabu, 19 Februari 2014

Review 2014 #10: Beyonders #2 Seeds of Rebellion


Penulis: Brandon Mull

Penerjemah: Reni Indardini
Penyunting: Tendy Yulianes
Penyelaras Aksara: Fakhri Fauzi
Penata Aksara: Axin Makruf
Desain Kover: V Indra Suriantoso
ISBN: 978-979-433-741-7
Halaman: 676
Penerbit: Mizan Fantasi
Harga: Rp 79.000


Dua misi. Galloran harus mengagitasi Trensicourt. Kaum Amar Kabal harus turut menyertainya, begitu pula para drinling. Bersama-sama. rakyat merdeka di sepenjuru Lyrian harus melakukan mars menuju Felrook musim semi mendatang. Pasukan yang kalian kerahkan masih belum cukup, tapi Felrook harus ditumbangkan. 


Jason Walker harus ....

Jason memang telah kembali ke dunianya. Setelah dianggap hilang selama empat bulan, mendadak ia menghubungi orang tuanya dari sebuah peternakan di   Iowa. Dengan suka cita keduanya bergegas menjemput Jason. Dengan asuransi kesehatan lengkap yang dimiliki sang ayah aneka test dijalankan guna mengetahui kondisi jason. Gegar otak hingga tidak ingat apa-apa merupakan alasan yang dipergunakan Jason guna menutupi "hilangnya" selama ini.


Meski sudah berada tempat asalnya, Jason masih teringat akan sahabatnya sesama "Orang Luar" di Lyrian Rachel. Satu-satunya bukti tentang Lyrian adalah pergelangan tangan milik Feerin yang tepenggal. Melalui pergelangan tangan itu Jason berhubungan dengan Ferrin yang berada di Lyrian. Lelet tapi bermanfaat.


Setia kawan mungkin kata yang pas untuk menggambarkan bagaimana perasaan Jason terhadap Rachel. Alih-alih menikmati kehidupan di dunianya, Jason sibuk mencari cara untuk bisa kembali ke Lyrian dan membawa Rachel kembali ke keluarganya. Sebuah cita-cita mulia ala super hero. Plus menepati janjinya untuk tidak meninggalkan Rachel sendirian di sana. Jason seakan terobsesi mencari jalan kembali ke Lyrian. Sungguh ironi, saat berada di Lyrian Jason justru sangat bersemangat mencari jalan kembali ke dunianya.


Petualangan Jason di Lyrian kali ini lebih menegangkan dari sebelumnya. Bersama Rachel, Galloran dan yang lainnya mereka terus berusaha untuk mencari sekutu guna mengalahkan musuh utama mereka. Tempat yang harus mereka datangi bukanlah tempat yang menarik. 


Rachel misalnya, ia akan menyebut Negeri Terbenam sebagai tempat yang tidak ingin dikunjunginya lagi.  Hanya makhluk beracun, penyakitan, menjijikan, dan berbahaya yang bermukim di keremangan tempat itu. Termasuk lendir predator, serangga besar, ular gesit dan katak raksasa.


Seiring waktu, banyak hal mengejutkan yang terjadi. Jason yang kian mahir memainkan pedang, bantuan dari pihak yang tak terduga, Rachel yang ternyata memiliki bakat terpendam hingga penemuan sumber kekuatan yang bisa membantu meraih kemenangan. Seru dan menegangkan.


Dibandingkan kisah pada buku pertama jelas kisah dalam buku kedua ini lebih seru. Seperti pada umumnya kisah yang terdiri dari beberapa bagian, bagian awal biasanya meninggalkan tanda tanya dalam benak pembacanya. Banyak hal yang belum jelas bagaimana seharusnya terjadi atau apakah betul begitu kejadiannya. 


Karakter Jason dan Rachel sebagai tokoh utama terlihat mendapat porsi yang lumayan besar dibandingkan yang lain. Keduanya juga digambarkan mengalami perkembangan kemampuan dan kepribadian yang cukup signifikan dalam upaya menggulingkan penguasa yang kejam, Maldor. Urusan hati diantara keduanya juga sedikit disinggung oleh penulis. Tapi apakah kelak Jason akan menambatkan kasihnya pada Rachel ataukah kedekatan keduanya karena sama-sama merasa senasib dari dunia lain, masih terlalu dini untuk ditebak. Tapi bisa disebutkan bahwa kedekatan Jason dengan putri si Galloran sedikit mengganggu perasaan Rachel walau ia sendiri bersahabat dengan Corinner.


Selain itu, beberapa kisah diciptakan Brandon Mull mirip dengan kondisi di dunia kita. Misalnya kisah tentang  Cacing Goma. Cacing Goma khusus menyerang manusia, terutama mengisap darah manusia sebagai santapan utama, walau darah segar hewan juga bisa dijadikan sebagai nutrisi. Cacing tersebut akan beranak pinak dan menghabiskan darah inangnya dalam dua hari. Saat seluruh darah habis maka cacing itu akan menguasai tubuh inangnya dan menularkan hasrat pada darah. Itu yang menyebabkan banyak mayat hidup di Kerajaan Terlaknat. Masalahnya  tak semua orang bisa menguasai hasrat haus akan darah manusia. hal itu yang menyebabkan  penyakit tersebut cepat menular. 


Kisah tersebut sekilas mirip tentang suatu virus atau bot terbang pemakan daging manusia. Informasi lebih lengkap bisa dilihat di http://www.tempo.co/read/news/2013/01/11/121453663/Daging-Pasangan-Ini-Digerogoti-Parasit-Amazon atau http://www.tempo.co/read/news/2012/03/06/116388362/Wajah-Lelaki-Ini-Dimakan-Parasit. 


Dari sekian banyak yang mengikuti petualangan Jason dan Rachel saya paling suka  sosok Manusia Benih. Mereka bisa hidup kembali jika Amar mereka tidak rusak dan ditanam di tanah yang subur. Amar tersebut letaknya di tengkuk biasanya dirurupi oleh rambut demi keamanan. Jika amar mereka tidak tumbuh sempurna maka kehidupan yang akan berlangsung merupakan kehidupan terakhir mereka. Sayangnya tidak dijelaskan bagaimana mereka berkembang, tentunya kian menjadi kisah yang seru. Atau ingatan saya yang mulai berkurang kisah tentang bagaimana mereka bisa hidup dan berkembang ada di buku pertama. 

 
Secara umum kisah dalam buku ini memang menawan. Pada beberapa bagian saya merasa kurang mengerti kalimat yang dimaksud oleh si penerjemah. Agak membingungkan hingga perlu dikaji ulang maknanya. Misalnya kalimat, "Lilin-lilin yang setengah meleleh menerangi aneka ukiran kuno sebagian." Saya memang sangat awam soal penerjemahan tapi bukankah kalimat tersebut akan lebih enak jika menjadi, "Lilin-lilin yang setengah meleleh menerangi sebagian aneka ukiran kuno." Sekedar saran dari sisi pembaca.
Tapi saya juga menikmati alih bahasa mengenai aneka macam makluk dan tempat yang berada di Lyrian. 

Untuk kover, penerbit sepertinya sengaja membuat berbeda dengan kover aslinya. Kover yang sekarang seakan bercerita bahwa buku ini mengisahkan bagian dimana para tokoh sedang bersiap-siap menghadapi pertempuran besar. Warna cerah yang mendominasi buku ini membuat yang nelihat makin tergoda membacanya.


Biasanya penerbit juga memberikan alih bahasa seputar judul buku, Namun kali ini judul tetap ditulis apa adanya. Padahal jika diterjemahkan secara harafiah  Seeds of Rebellion bisa bermakna semangat pemberontakan.Judul yang cukup seru.


Saya sedikit penasaran pada kalimat di halaman 462. Disebutkan tentang Kel Jerud, penyihir yang bereputasi jelek. Ia membangun menaranya di sana dan disebut Benara Hitam. Sekedar penasaran saja, biasanya jika menamakan sebuah menara maka akan disebut Menara Hitam. Agak janggal saja Benara Hitam.  Apakah kesalahan ketik atau memang penamaannya adalah Benara Hitam bukannya Menara Hitam. 

Konon buku ini diperuntukan untuk anak-anak berusia delapan tahun lebih dengan bimbingan orang tua mengingat ada beberapa adegan kekerasan. Tentunya tidak ada larangan jika ada orang dewasa yang ikut membaca. Betapa beruntungnya anak-anak yang mendapat kesempatan menikmati seri ini. Imajinasi mereka berkembang seiring dengan perkembangan kisah ini.


Sumber gambar:
http://ramblingsofawannabescribe.blogspot.com/2012/02/marvelous-middle-grade-monday-seeds-of.html