Sabtu, 31 Agustus 2013

Indonesia X-Files: Mengungkap Fakta dari Kematian Bung Karno Sampai Kematian Munir

Penulis: dr. Abdul Mun’im Idries, Sp.F 
ISBN: 978-602-7816-60-2
Halaman: 360 
Penerbit: Noura Books
Tebal: 360 halaman
Harga: Rp 54.000,-

Saya merasa tidak aman

Bukan salah buku ini juga, tapi mau bagaimana. Selesai menuntaskan buku ini saya merasa banyak hal yang patut  diwaspadai  Banyak konspirasi dan hal misterius yang  terjadi di sekitar kita. Jadi tidak tahu mana kawan dan lawan mana yang benar dan yang salah, semua serba kabur.  Bahkan berita di televisi hari menyatakan ada pihak yang tidak percaya pada hasil otopsi  manager cantik yang meninggal di Bandung. Mereka meminta dr. Abdul Mun’im dengan kemampuan internasional untuk melakukan otopsi ulang. Sebuah kepercayaan atas kinerja dan sikap beliau yang apa adanya, semua demi keadilan semata.

Buku ini terbagi dalam beberapa bab.  Bab pertama  berjudul Menyibak Fakta-fakta tersembunyi memuat antara lain mengenai  kasus Trisakti, Misteri Kematian Sang Proklamator, Kejanggalan Karsus Marsinah dan lainnya. Bab kedua berjudul kasus-kasus kedokteran Forensik Serangkaian Kisah Membongkar Kejahatan,   berisi antara lain mengisahkan tentang Saat Bedah Mayat Mengungkap Kebenaran,Saat Cairan Sperma Bicara, Malpraktik. Adapun Bab ketiga yang berjudul Mengungkap Kejahatan Narkoba mengisahkan antara lain tentang Psikotropika serta Ekstasi dan Zarima. Bab keempat berjudul Membongkar Kekerasan Seksual dan Kejahatan terhadap Anak, memuat antara lain tentang Perlakuan salah Terhadap Anak serta Aborsi, Kejahatan Tanpa Korban, Kasus Bayi tertukar.  Bab kelima berjudul Kedokteran Forensik sebagai "Pisau Ilmiah" memuat antara lain tentang Kedokteran Forensik: Upaya Ilmiah untuk Penegakan Hukum dan Keadilan, Masyarakat Berhak Tahu Hasil Visum serta Segi Forensik dari Kematian Mendadak. Sedangkan pada bab terakhir,  Bab keenam berjudul Pembunuhan Sadis, Amukan Massa dan Kematian Tokoh, kasus yang ada antara lain Kasus Mayat Terpotong, Memancing Amarah Papua serta Hercules

Ternyata walau banyak diburu oleh para kuli tinta layaknya selebritis, beliau tidak langsung merasa jadi pesohor. Saat memberikan informasi ke wartawan, sikap dr. Mun'im sangat hati-hati. Misalnya saat ditanya kapan tepatnya waktu meninggal korban, beliau tidak mau menyebutkan karena  jika wartawan menyampaikan ke publik maka tidak menutup kemungkinan sang pelaku langsung mencipkan alibi dan saksi palsu. Beliau mau berkata jujur apa adanya mengenai apa yang ditemukan namun pada saat dan waktu yang tepat dan kepada mereka yang dianggap layak untuk mendapatkan informasi.

Kasus Mayat Siapa membuat saya menjadi paham bagaimana ET dulu bisa leluasa keluar masuk penjara. Bahkan jangan-jangan sudah seperti tokoh dalam buku ini masih hidup di negeri tetangga dan rutin mengirimi keluarganya uang.  Dalam kasus ini, semula dr dr. Abdul Mun’im diminta memeriksa mayat buronan pembobol bank yang saat penyergapan jatuh dari tangga hingga meninggal. Kelainan yang diperoleh hanyalah jari manis tangan kirinya seperti ditekuk atau diinjak. Beberapa saat kemudian penulis mendapat info yang mengejutkan, walau akhirnya merasa tak perlu terkejut karena yang terjadi bukan urusannya. Yang ia periksa adalah sebagai beikut, dengan ciri-ciri tersebut sama atau sesuai dengan nama yang tercantum dalam surat permintaan visum et repertum, atau ternyata berbeda, bukan urusannya.

Menurut Pasal 10 Surat Keputusan Menteri Kehakiman No.M04.UM.01.06 Tahun 1983 menyatakan bahwa hasil pemeriksaan ilmu kedokteran kehakiman disebut dengan visum et repertum. 34 Dengan demikian menurut KUHAP keterangan ahli yang diberikan oleh ahli kedokteran kehakiman atau dokter ahli atau ahli lainnya disebut visum et repertum.
 
Bagian mengenai kekerasan seksual  dan kejahatan pada anak,  saya yakin mampu membuat para orang tua segera meraih  telefon genggam dan berusaha menghubungi anak masing-masing untuk mengetahui apakah mereka dalam keadaan sehat. Sungguh kejahatan bisa dalam bentuk apapun bahkan tanpa kita sadari mungkin kita pernah melakukan kekerasan pada anak sendiri.

Selain mengungkap hal-hal yang cukup menggelitik rasa ingin tahu, kita juga akan mendapat informasi tambahan. Misalnya perbedaan antara saksi ahli dengan saksi mata.  Saksi ahli memberikan penilaian atau penghargaan tentang hasil akhir, bukan proses suatu  peristiwa tindak pidana. Saksi mata mata melihat proses terjadinya tindak pidana.

Atau perihal rambut yang ditemukan di lokasi kejadian. Ternyata pada  bagian kepala ada 20 tempat yang bisa berbeda rambutnya. Dengan kata lain mungkin saja rambut di sisi kanan saya berbeda dengan sisi kiri saya, dengan bagian poni atau bagian belakang. Walau begitu jangan kuatir, kadang dengan hanya sehelai rambut yang ditemukan di lokasi saja bisa membantu memecahkan masalah.

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi pemeriksaan forensik, yaitu; faktor saat pemeriksaan, faktor keaslian benda bukti, teknik pemeriksaan, serta koordinaasi dengan baik. Jika otopsi harus dilakukan sementara korban  sudah menjadi kerangka, maka perlu diperhatikan;
1. Memastikan bahwa kerangka yang diperiksa benar-benar kerangka manusia
2. Setelah identitas korban diketahui, usahakan menemukan kelainan pada kerangka itu

Penulis mungkin menganggap hal ini sangat penting hingga walau sudah pernah disinggung sekilas di depan,  dibahas  lagi di halaman 65-66, lalu halaman 166.

Buku ini juga menguraikan perihal  dasar hukum yang membenarkan bedah mayat forensik serta perihal pandangan islam terhadap hal tersebut, yang tercermin pada Fatwa Nomor 4/1995  yang dikeluarkan oleh  Majelis Pertimbangan Kesehatan & Syara' Kementrian Kesehatan RI pada 26 Muharram 1357 atau 13 September 1955 

Jika kita sering mendengar ada keluarga yang keberatan jika dilakukan otopsi padahal pihak berwenang sangat perlu melakukan hal terrsebut, perlu mereka perlu menyimak  Kitab Undang-undang  Hukum Pidana    pasal 222, yang berbunyi, “Barangsiapa dengan sengaja mencegah, menghalang-halangi atau menggagalkanpemeriksaan mayat untuk pengadilan, dipidana dengan pidana penjara paling lama sembilan bulan atau denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah”.

Guna kepentingan peradilan, bedah mayak forensik mempunyai landasan hukum yaitu pasal 133 KUHP ayat (1) yang berbunyi “Dalam hal peyidik untuk kepentingan peradilan menangani seorang korban baik luka, keracunan ataupun mati yang diduga karena peristiwa yang merupakan tindak pidana, ia berwenang mengajukan permintaan keterangan ahli kedokteran kehakiman atau dokter atau ahli lainnya”,

dr. Abdul Mun'im Idries, SpF lahir di Pekalongan,25 Mei 1947 jabatan terakhir Lektor pada bagian IKF(Ilmu Kedokteran Forensik) FKUI,  Ketua Tim pemeriksa di TKP (Lembaga Kriminologi UI/IKF FKUI-PMJ,  Ketau BPA (Badan Pembelaan Anggota)/MP2A (MAjelis Pembinaan dan Pembelaan Anggota)serta IDI Wilayah DKI Jaya.  Jika ingin mengenal lebih jauh sosok penulis bisa mengunjungi  http://abdulmunimidries.blogspot.com.

Buku yang membuat saya melihat dunia dengan sudut pandang yang berbeda






D

Senin, 26 Agustus 2013

Samudra di Ujung Jalan Setapak



Judul Asli: The Ocean at The End of The Lane
Penulis: Neil Gaiman
Alih Bahasa: Tanti Lesmana
Desain Sampul: Eduard Iwan Mangopang
ISBN: 978-979-22-9768-3
Halaman: 264
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Harga: Rp 50.000

Jauh tinggi di langit, di situlah mereka: dan hitam, hitam-kelam, begitu hitam sehingga tampak seperti bintik-bintik, bukan makhluk-makhluk hidup yang nyata. Mereka mempunyai sayap, tapi mereka bukan burung. Mereka lebih tua daripada burung, dan mereka terbang berputar-putar, berputar-putar dan melingkar-lingkar, belasan jumlahnya, ratusan barangkali, dan masing-masing makhluk yang bukan burung itu mengepak-ngepak turun dengan perlahan, amat sangat perlahan.

Aku pernah ada dalam tubuhmu.

Kadang, suatu peristiwa dalam kehidupan  membuat kita mengenang masa lalu.  Cerita dimulai dengan adegan saat tokoh utama dalam buku ini  (yang tidak mendapat nama hanya cukup dipanggil  Aku) harus kembali ke kampung halamannya untuk memberikan pidato singkat pada pemakaman orang tuanya.  Saat mengemudikan mobil menuju rumah adiknya guna  menjamu para pelayat, tanpa sadar ia mengendarai mobil menuju kearah rumah pertanian lama milik keluarganya. Rumah pertanian tersebut sudah dijual lebih dari tiga puluh tahun lalu.

Menyusuri jalan hingga jalanan berubah menjadi jalan setapak, tepat di ujung jalan terdapat Pertanian Hempstock.  Keluarga Hempstock yang diingatnya bukanlah orang biasa, mereka bisa dikatakan spesial jika aneh dianggap terlalu kasar.  Rasa penasaran dan sedikit kenangan tentang masa lalu membuatnya memutuskan untuk segera mampir bertegur sapa dengan anggota keluarga yang mungkin masih tinggal di sana.

Kenangan akan masa lalu  juga yang membuat Aku  menuju ke kolam bebek yang ada di dekat rumah Pertanian Hempstock.  Dulu, saat ia berusia sekitar tujuh tahun, ia berkenalan dengan Lettie Hempstock tanpa disengaja.  Aku dititipkan sejenak ke  Pertanian Hempstock dikarenakan sang ayah harus menuntaskan perkara mobil mereka yang ditemukan dalam keadaaan luar biasa di dekat pertanian mereka.

Keluarga Aku pada awalnya merupakan keluarga yang berkecukupan. Mereka tinggal di sebuah rumah nyaman dengan banyak kamar. Namun belakangan, kondisi keuangan mereka tidak sebagus dahulu. Guna menyelesaikan masalah keuangan, kamar Aku disewakan kepada siapa saja yang tertarik serta mampu membayar. Salah satunya penambang opal. 

Suatu hari, mobil keluarga Aku hilang dan ditemukan di pinggir jalan dekat Pertanian Hempstock. Dalam mobil ditemukan jasad penambang opal yang sudah mati. Kematiannya ternyata bukan kematian biasa tapi  akibat bunuh diri. Tak ada yang menduga kematian tersebut justru menjadi awal dari rentetan bangkitnya kekuatan magis serta makhluk misterius yang sudah ada sejak zaman purba. Bukan hanya itu, banyak hal buruk yang menimpa Aku.

Selanjutnya, Neil  Gaiman memanjakan pembaca dengan aneka kisah yang luar biasa. Susah bagi saya membuat review tanpa membocorkan isi kisah yang menawan ini. Beberapa hal memang sepertinya tidak masuk akal, tapi justru disanalah terlibat betapa besar kehebatan seorang Neil Gaiman. Ia mampu membuat suatu hal yang tidak biasa bisa diterima dengan akal sehat dengan mengajukan alasan yang logis. 

Penulis yang satu ini mampu membuat kisah memukau tanpa perlu banyak halaman. Singkat, padat tapi menawan. Kata-kata yang dipilih untuk menggambarkan sesuatu hal sangat singkat tapi tepat sehingga efisiensi penggunaan kata bisa tercapai. Imajinasi kita bebas dalam mengikuti kisah ini tanpa ada paksaan. Gambaran saya mengenai kolam bebek tentu tidak sama dengan yang lain tapi tak menjadi masalah, Neil  Gaiman sudah memberikan batasan kolam bebek sisanya terserah imajinasi kita.

Tengok pada bagian Lettie mengumpulkan aneka perlengkapan guna menyelamatkan Aku dari makhluk jahat yang mengejarnya. Ada botol bayangan berisi banyak bayangan yang dilarutkan dalam cuka

Kelereng mata kucing yang sudah gompal, serta mobil-mobilan rusak. Untuk melawan makhluk yang usianya nyaris setua bumi ini tentunya dibutuhkan benda-benda yang tidak biasa bukan? Makhluk itu butuh mata untuk bisa melihat arah kembali, butuh sesuatu anggaplah kendaraan untuk menuju ke tempat asalnya.  Benda-benda tersebut dilihat dari manfaat dan maknanya bukan wujudnya. Menawan

Buku ini juga mengajarkan  agar dalam situasi tertentu kita harus  mengikuti petunjuk mereka yang ahlinya. Aku sudah mendapat pesan untuk tetap memegang tangan Lettie apapun yang terjadi. Saat spontan ia menangkap makhluk yang terbang ke arahnya, menyerupai sekumpulan sarang laba-laba dan kain busuk yang mengepak-ngepak dan menggeliat-liat, maka ia membiarkan dirinya terhubung dengan makhluk misterius jahat  yang kelak bakalan membuatnya celaka. Jika  saat itu ia tetap memegang tangan Lettie tanpa sekalipun melepaskannya tentunya kisahnya akan beda.

Menariknya dalam buku ini menyinggung soal nama sejati. Saat akan mengusir makhluk misterius, Lettie menanyakan siapa namanya. Dengan mengetahui namanya maka Lettei bisa menguasai dan membuatnya menurut. Beberapa kisah yang mengusung tema sejenis juga mengungkapkan tentang hal ini. Berhati-hati memberikan nama sejatimu karena hal itu bisa membuatmu celaka.

Point ini membuat saya  teringat pada kisah masa lalu. Pantas saja (mantan) pacar saya begitu semangat bertanya perihal nama lengkap saya, nama yang tertulis  di akte. katanya karena sang ibunda ingin tahu. Padahal selama ini ia cukup puas dengan mengetahui nama panggilan saya, bahkan memberikan panggilan sayang sendiri. Hemmm............

Lettie tokoh pendamping utama Aku sempat menyinggung perihal  tanaman Mandrake. Rupanya khasiat tanaman ini memang sudah diakui banyak kalangan. Terbukti selain sering disebut dalam kisah Harry Potter, tanaman ini juga terdapat di beberapa kisah sejenis lainnya.

Kover buku memperlihatkan seorang gadis seakan berenang di dalam air. Menilik judulnya terdapat kata "Samudra" saya duga tentunya tokoh utama dalam buku ini adalah seorang perempuan dan salah satu bagian dari kisah ada yang memuat adegan berenang bahkan tenggelam. Ternyata tokoh utama dalam buku ini hanya disebutkan Aku, seorang pria. Terlihat pada awal kisah dimana tertulis, " AKU memakai jas hitam dan kemeja putih, dasi hitam dan sepatu hitam, semuanya licin mengilap...." Mungkinkah sang tukang desain sampul ingin memberikan gambaran tentang sosok Lettie yang hebat? Seperti kata Aku, keluarga Hempstock memang tidak biasa. Tiga perempuan mengerjakan seluruh urusan pertanian. Perempuan tertua menyatakan pernah menyaksikan peristwa Ledakan Besar, Perempuan paling muda mampu membawa samudra dalam ember untuk mengobati Aku.

Judul yang dipilih menyebutkan mengenai samudra. Dalam kisah ini, Lattie menganggap kolam bebek  yang ada di dekat rumahanya sebagai samudra. Besarnya memang lebih cocok disebut kolam namun kolam kecil tersebut ternyata mampu membuat Aku bertahan hidup dari serangan makhluk jahat yang pernah berada dalam tubuhnya. Sesuatu yang sepertinya kecil justru memiliki kekuatan yang luar biasa hebat. Di dekat kolam bebek itu juga Aku duduk dan memutar kisah hidupnya saat berusia tujuh tahun.  Sementara karena pertanian itu letaknya di ujung jalan setapak maka tepat jika disebutkan Samudra di ujung jalan.

Danau dan laut  dibedakan oleh luasnya.  Danau merupakan cekungan besar di permukaan bumi yang digenangi air dimana seluruh cekungan tersebut dikelilingi daratan.  Bisa juga diartikan sebagai sejumlah air yang terkumpul di suatu tempat karena aliran sungai, mata air bahkan gletser yang mencair. Air yang dimaksud bisa air tawar atau air asin.

Lima bintang dari lima sepertinya tidak berlebihan bagi buku ini.

Sumber gambar:
http://melissadouthit.com/2012/05/18/neil-gaimans-commencement-speech/ 

Minggu, 18 Agustus 2013

Cinta yang Harus Menunggu



Pusat kehidupanku
Belahan Jiwaku
Cintaku

Waktu berjalan dengan cepat tanpa kita sadari. Tak terasa sekian tahun telah berlalu sejak kita sepakat untuk berbagi kehidupan ini. Kita memang belum bisa menyelaraskan banyak perbedaan yang ada, tapi tak kalah banyaknya saling pengertian dan kesepakatan yang tercipta.

Mengisi libur hari raya tanpamu, membuatku harus mengalihkan rasa rindu yang ada ke hal-hal lain. Salah satunya membaca dan mereview buku. Sekian buku aku tumpuk di sebelah tempat tidur sebagai target yang harus diselesaikan. Genrenya serta judulnya  beragam.

Salah satu yang aku pilih adalah karya penulis favoritku,  Unforgettable

Penulis: Winna Efendi
Editor: Rayina
Proofreader: Gita Romadhona
Penata Letak: Wahyu Suwarni
Disain Sampul: Dwi Anissa Anindhika
ISBN: 979-780-541-7
Halaman: 176
Penerbit: Gagas Media

Laki-laki penderita  insomania  itu selalu datang pada waktu yang sama, duduk di pojok yang sama, memesan minuman yang sama, dan pulang pada jam yang sama juga. Ia suka memasak  karena saat memasak ia merasa seakan memiliki kontrol penuh akan sesuatu.

Perempuan ini bersama sang kakak laki-laki mengubah rumah keluarga menjadi sebuah kedai wine bernama Muse.Ia selalu duduk di tepi jendela. Menyembunyikan wajahnya di balik layar dan sibuk mengetik. Rutinitas membuatnya bertahan. Ia sangat percaya hal yang dapat membunuhnya merupakan satu-satunya hal yang akan menyelamatkannya. Ia suka merajut karena merajut  rasanya seperti bercerita. Merajut seperti menulis.

Keduanya merupakan pasangan yang tepat, sayangnya mereka bertemu pada saat yang tidak tepat. Tidak diragukan lagi, andai mereka menjadi sepasang kekasih tentunya. Keduanya memiliki kesamaan selain peran ayah yang sangat besar dalam kehidupan masing-masing, keduanya berusaha bersembunyi dari rutinitas dunia. Keduanya menyimpan rasa takut keluar dari zona nyaman, takut keluar dari rutinitas sehari-hari,  takut pada diri sendiri.

Unik, keduanya tak saling mengenal nama masing-masing. Berkomunikasi hanya dengan tatapan mata awalnya, diikuti dengan sapaan lalu perbincangan panjang. Karena tak saling mengenal, keduanya bisa mengungkapkan rahasia hati tanpa beban. Adegan terakhir di bagian belakang kisah ini kian  membuatku teringat pada salah satu buku favoritmu, The Great Gatsby karya  F. Scott Fitzgerald.

Dibandingkan buku Winna yang lain, buku ini terbilang tipis tapi tak membuatnya kekurangan pesona .Biasanya Winna berkisah mengenai persahabatan yang berubah menjadi kisah cinta.  Beberapa kisah merupakan kisah cinta segitiga dimana awalnya dua pria dan satu wanita merupakan sahabat. Seiring waktu, rasa cinta tumbuh diantara mereka dan dimulailah kisah yang mengharu biru. Buku ini justru mengisahkan dua orang yang bertemu, berteman lalu saling jatuh cinta karena berada di waktu yang tepat. Tak ada kisah cinta yang berlanjut, yang ada keduanya kembali menjalani kehidupannya masing-masing.

Banyak kalimat yang membuatku berpikir tentang kita. Menggelitik perasaanku. Seperti tokoh dalam kisah ini, kisah cinta kita juga dimulai tanpa sengaja. Kesalahan kita, jika hendak disebut kesalahan adalah kita bertemu disaat yang kurang tepat. Tapi inilah hidup, pilihan kita menjalahi hidup membuat hidup lebih berkualitas. Bagaimana kita menganggap kisah kita, maka itulah yang akan kita peroleh.

Kalimat pada halaman 63 misalnya, " Seseorang pernah berkata…, kita tidak akan pernah benar-benar berhenti mencintai seseorang. Kita hanya belajar untuk hidup tanpa mereka.” Kau dan aku sama-sama tahu, aku pernah ingin berhenti mencintaimu, apalagi belajar hidup tanpa dirimu. Begitu juga denganmu. Secara fisik kita memang berjauhan, tapi hati dan rasa kita sudah seiring sejalan. Kadang ada hal konyol yang tanpa sadar kita lakukan membuktikan betapa selarasnya kita. Komunikasi kita terjalin dengan baik bahkan kadang dengan jalur yang tak pernah terbayang

Beberapa pertanyaan berseliweran dalam kepalaku. Misalnya bagaimana bisa laki-laki itu selalu mendapat pojok yang sama? Bagaimana jika mendadak pojok  favoritnya sudah ditempati oleh orang lain? Hal kecil yang bisa dijadikan sebuah bumbu. Misalnya dibuat bagaimana laki-laki itu berkeras duduk di pojok yang sama dengan berjanji membayarkan semua yang dipesan oleh pengunjung yang ternyata datang lebih dahulu lalu menduduki tempat favoritnya.

Atau kenapa keduanya sama sekali tak ingin tahu nama yang lain hingga saat terakhir? Apakah nama tak begitu penting bagi keduanya? Apakah terpenting mereka merasa cocok berbicara satu sama lain, merasa nyaman dengan yang lain. Begitu kuatkah rasa diantara mereka hanya dengan saling menatap tanpa sadar, melirik hingga akhirnya salah satu menyapa yang lain dianggap sudah cukup untuk mengungkap jati diri yang lain.

Kenapa penulis menggunakan istilah wine padahal sudah ada terjemahan umum menjadi Minuman Anggur? Apakah agar ada nada bunyi yang cocok dengan judul yang juga ditulis dalam bahasa asing? Atau karena kata wine lebih dianggap sesuai dengan kondisi golongan masyarakat  penyuka minuman ini, menengah ke atas yang konon lebih menyukai penggunakan bahasa asing dari pada bahasa sendiri.
Manusia telah membuat minuman anggur sejak sekitar lima ribu tahun yang lalu. Anggur , dalam buku ini disebut wine merupakan  minuman beralkohol yang dibuat dari sari  anggur  jenis Vitis Vinirer. Anggur dibuat melalui proses fermentasi gula yang terdapat dalam buah anggur.

Ada beberapa jenis minuman anggur : Red Wine (yang dibuat dari anggur merah), White Wine (dibuat dari anggur putih),    Rose Wine (wine yang berwarna merah muda atau merah jambu yang dibuat dari anggur merah namun dengan proses ekstraksi warna yang lebih singkat dibandingkan dengan proses pembuatan Red Wine),   Sparkling Wine (wine yang mengandung cukup banyak gelembung karbon dioksida di dalamnya),   Sweet Wine ( masih banyak mengandung gula sisa hasil fermentasi hingga rasanya menjadi manis).  Fortified Wine (yang mengandung alkohol lebih tinggi dibandingkan dengan wine biasa ,antara 15% hingga 20.5%).  Minuman beralkohol yang dibuat dari sari buah lain yang kadar alkoholnya berkisar di antara 8% hingga 15% biasanya disebut sebagai wine buah (fruit wine).

Konon Minuman Anggur yang paling mahal yang pernah dijual adalah  Chateau Lafite 1787. Anggur ini dibeli oleh Thomas Jefferson di Perancis. Anggur ini dijual di London seharga $ 160.000. Botol itu milik Thomas Jefferson, presiden ketiga Amerika Serikat. (http://www.beritaunik.net/top-10/10-minuman-anggur-termahal-di-dunia.html)

Belahan jiwaku,
Sebuah kalimat masih membuatku memandang kisah kita dari sudut pandang yang berbeda. Kalimat tersebut adalah, “Yang mana yang lebih baik-pernah memiliki, lalu kehilangan atau tidak memiliki sama sekali.” Sungguh hingga saat ini aku sudah sangat nyaman berada di sisimu dan tak pernah terbayang akan menghabiskan sisa usia tanpamu. Tapi…, andai  aku berada dalam kondisi harus memilih, maka dengan berat tentunya akan akan memilih lebih baik pernah memiliki lalu kehilangan. Setidaknya aku punya kenangan indah bersamamu dalam satu kali kehidupanku ini. Kenangan indah itu bisa terus aku putar dan nikmati dengan caraku sendiri sehingga aku tak pernah merasa kau tidak ada lagi di sisiku. Andai aku tak pernah memilikimu, tentunya hidup ini tak akan seperti saat ini.
 
Pernah saat pulang mengunjungi sahabat yang tertimpa musibah, kau memberikan pertanyaan yang membuatku terpana. “Apa yang akan terjadi dengan kita, jika kita mengalami nasib sepertinya kehilangan separuh jiwa? Apakah aku kuat tanpamu atau sebaliknya?” Jawabanku saat itu dan akan tetap sama kelak, “Tak ada yang kuat diantara kita. Tapi jika bisa memohon, aku ingin kau yang mengantarku ke peristirahatanku terakhir dengan senyum karena kau selalu lebih kuat, lebih rasional dan lebih bisa menyikapi segala hal dengan tenang.” Kau terdiam dan  menggenggam tanganku tanpa sadar ada setitik air di sudut mata.

Hidup memang penuh misteri.
Tapi aku tahu satu jawaban misteri kehidupan dengan pasti
Tanpamu, aku bukan apa-apa


Sabtu, 17 Agustus 2013

Di Bawah Bendera Merah


Penulis:  Mo Yan
Penerjemah: Fahmy Yamani
ISBN: 978-979-024-410-8
Halaman: 144
Penerbit: Serambi
Harga: Rp 39.000

Menyimak kehidupan orang terkenal membuat kita jadi mengetahui banyak hal seperti bagaimana masa kecilnya,  cara mereka mencapai kesuksesan, serta terpenting bagaimana menjalani kehidupan ini.

Buku Outobiografi  ini mengisahkan tentang Mo Yan, Mo adalah sosok orang ke-109 yang menerima Hadiah Nobel di Bidang Sastra. Terlahir dengan nama Guan Moye tapi menggunakan  nama pena Mo Yan, yang berarti  sebagai ‘’tidak berbicara,’’ guna mengingatkan dirinya akan bahaya jika mengungkapkan pemikirannya di depan umum. Saat Revolusi Kebudayaan berlangsung, jika tidak berhati-hati saat mengutarakan pikirannya bisa mengakibatkan ditangkap oleh pihak penguasan saat itu. Mo Yan baru berusia sebelas tahun saat Revolusi Kebudayaan yang digagas oleh Mao Zedong meletus.Lahir pada tahun 1955  sebagai anak petani Mo Yan  dibesarkan di Gaomi Provinsi Shandong di timur laut Cina.

Buku ini dimulai dengan kisah Mo Yan yang dikeluarkan dari sekolah. Berbagai cara dilakukan oleh pihak sekolah untuk mengusirnya. Dari sekedar usiran secara lisan hingga pemukulan, namun tak ada yang mampu menggoyahkan dirinya. Tiap hari ia berusaha berada di lingkungan sekolah, menatap teman-teman sekolah yang telah menjadi mantan teman sekolah.

Selanjutnya kita akan disuguhi kisah mengenai perjalanan hidupnya sejak dikeluarkan sekolah hingga menjadi pesohor karena karyanya.  Sejak dikeluarkan dari sekolah  awalnya  ia bekerja di bidang pertanian, kemudian di pabrik. Pada tahun 1976 ia bergabung dengan Tentara Pembebasan Rakyat dimana ia mulai belajar sastra dan menulis. Cerita pendek pertamanya diterbitkan dalam sebuah jurnal sastra tahun 1981 diteruskan dengan yang lain seperti Touming de hong Luobo (1986, diterbitkan dalam bahasa Prancis sebagai Le radis de cristal, 1993).

Ada dua hal yang sering disebut dalam buku ini. Teman sekelasnya yang bernama He Zhiwu yang belakangan menjadi orang paling kaya di daerahnya,  serta sebuah  truk  Gaz 51 yang sangat dikagumi para anak lelaki dan beberapa anak perempuan. Bahkan He Zhiwu pernah menyebutkan ingin menjadi Ayah Lu Wenli saat diminta membuat esai tentang impiannya. Ayah Lu Wenli adalah pengemudi Gaz 51 yang sangat dikagumi. Saat sudah kaya He Zhiwu mengirimkan sejumlah uang yang besar ke Ayah Lu Wenli sebagai pembayaran atas Gaz 51 yang dimilikinya.


Gaz 51  (Gorkovsky Avtomobilny Zavod 51) merupakan truk buatan Soviet yang diproduksi sebelum akhir Perang Dunia II dan diproduksi massal pada tahun 1946.Truk tersebut juga  digunakan sebagai ilustrasi di kover depan. Sosok anak lelaki yang duduk di atas kap dengan melambaikan bendera merah bisa diasumsikan sebagai sosok Mo Yan. Bendera merah saat itu identik dengan pendukung Revolusi Kebudayaan. Para Pengawal Merah, unit paramiliter yang mayoritas anggotanya adalah mahasiswa-mahasiswa yang mendukung Mao serta  ajaran-ajarannya menggunakan bendera merah di lengannya. Kisah dalam buku ini memang penuh dengan uraian mengenai kehidupan dalam situasi Revolusi Kebudayaan, kehidupan dimana bendera merah merupakan simbol  penguasa.

Sangat sedikit yang diungkapkan Mo Yan dalam buku ini. Entah karena takut mengungkat kisahnya atau karena merasa hanya itu yang perlu diketahui khalayak umum. Mo Yan  terkesan sangat mengagumi partai komunis  dalam buku ini. Hal ini terkait dengan dirinya yang tercatat sebagai anggota Partai Komunis China (PKC) dan menjabat wakil ketua asosiasi penulis resmi negara itu.

Saking sedikitnya info yang bisa saya peroleh, saya merasa buku ini lebih layak disebut memoar. Dalam  http://www.amazine.co/21668/perbedaan-antara-otobiografi-dengan-memoar/ disebutkan mengenai perbedaan keduanya. Perbedaan antara otobiografi dan memoar memang tipis. Otobiografi umumnya mencakup periode waktu yang lebih lama dan dengan demikian, kadang-kadang lebih sulit untuk dibaca.
Jika Anda sangat tertarik pada sejarah hidup seseorang, maka otobiografi akan cocok dijadikan rujukan.
Namun jika Anda lebih tertarik pada bagaimana seseorang berurusan dengan situasi tertentu, membaca memoar akan menjadi pilihan tepat.



Dalam wikipedia disebutkan mengenai novel karya Mo Yan yaitu:
Kumpulan cerita pendek:
  • Explosions and Other Stories
  • Shifu: You'll Do Anything for a Laugh (1999; English: 2002)
Penghargaan yang diterimanya yaitu:
Buku yang lumayan menghibur.





Foto dari:
commons.wikimedia.org 
 www.artsjournal.com