Sabtu, 23 Juni 2012

Semangat Seorang IBUK

Penulis: Iwan Setyawan
Editor: Mirna Yulistianti
Halaman: 293
ISBN: 9789792285680
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Harga: Rp 58.000


Pepatah mengatakan bahwa di belakang kesuksesan seorang pria terdapat wanita yang hebat. Sering kali anggapan mengenai  wanita yang hebat itu adalah istri, padahal maknanya bisa lebih luas. Dalam buku Ibuk ini, justru wanita yang hebat itu adalah ibu dari tokoh kita, Bayek

Ibuk hanyalah seorang wanita yang cara berpikirnya sederhanya tidak neko-neko tapi sungguh mulia. Beliau  hanya ingin agar kelima anaknya; Isa, Nani, Bayek, Rini dan Mira bisa lulus SD bahkan lulus sekolah yang jauh lebih tinggi hingga bisa berbuat banyak bagi kehidupan mereka sendiri. Tidak seperti dirinya yang SD saja tidak lulus. 

Kisah percintaan Ngatinah dengan   Abdul  “Sim”  Hasyim sangat sederhana. Perkenalan mereka dimulai dari saling melirik di depan kios yang ditunggui Tinah, panggilan untuk Ngatinah. Sim membawa dunia baru dalam kehidupan Tinah. Dari menonton film India hingga naik mobil ke Pujon.  

Nah… kamu mau gak hidup susah sama aku. Kita,  hidup berdua.” Ajakan Sim  yang diiyakan oleh Tinah telah mengubah seluruh kehidupan mereka. Saat menikah  mereka hanya berbekal keberanian untuk mejalani kehidupan bersama. Tak ada recana dimana tinggal,  bagaimana membesarkan anak, apa lagi pendidikan.  Itu juga yang membuat Ibuk  baru mengetahui tentang Keluarga Berencana setelah Mira lahir.

Ibuk yang tak mengerti urusan manajemen keuangan, hukum permintaan dan penjualan, bahkan teknik kredit mampu memenuhi kebutuhan sekolah anaknya.  Berbagai cara dilakukannya. Dari berhemat dengan cara yang sungguh fantastis hingga melakukan perbaikan  secara spekatakuler. Segala hal  jika bisa dihemat akan dilakukan Ibuk demi biaya sekolah anak-anaknya.  Seluruh buku ini mengisahkan bagaimana perjuangan Ibuk untuk memberikan pendidikan terbaik bagi  kelima anaknya. 

Perjuangan Ibuk serta bapak tentunya membuahkan hasil yang sungguh luar biasa. Kelima anak mereka seakan memahami bagaimana sulitnya kedua orang tua mencari rejeki guna  memenuhi kebutuhan  sekolah. Mereka selalu memiliki prestasi yang luar biasa. Minimal masuk 10 besar.

Bayek satu-satunya anak laki-laki tidak jadi menemani bapak menarik angkot. Ia bahkan mampu berkarya di luar negeri, tempat yang sama sekali tak pernah dibayangkannya. Hanya karena tekat kuatnya untuk keluar dari rumah sempit dan mempunya kamar sendiri serta  tekat kuat sang ibu untuk memberikan pendidikan terbaik bagi anak-anaknya, mimpi masa kecil Bayek terwujub.

Kasih sayang Ibuk dan Bapak, kebersamaan yang dibina sejak dulu serta perasaan untuk berbagi membuat keluarga ini kuat dan mendapat banyak kemudahan kelak. Mereka saling menyayangi satu dengan lainnya. Pengalaman hidup telah membuat mereka menjadi kuat.

Buku ini akan saling melengkapi dengan buku 9 Summers 10 Autumns.  Selama ini, kita sering mendengar bagaimana seorang Iwan  Setyawan bercerita tentang sang ibu. Bagaimana luar biasanya sang ibu. Mereka boleh saja tidak punya sepatu baru, tapi bayaran sekolah selalu tepat waktu. Sang penulis, Iwan  Setyawan menceritakan pengalaman hidupnya tanpa ada rasa sungkan. Mereka harus berbagi dalam segala hal, termasuk urusan kredit untuk semua barang. Buku ini sebagai pembuktian bahwa apa yang selama ini diceritakan oleh Iwan mengenai sang Ibuk memang apa adanya, sebuah kisah nyata.

Dari isi cerita, tak butuh lama untuk menuntaskan buku ini. Gaya bercerita Iwan yang  segar membuat pembaca  bisa merasakan bagaimana semangat balas dendam Ibuk untuk menyekolahkan anak-anaknya.  Rasa sedih saat Ibuk tak bisa segera membawa pulang rapor Bayek karena kurang uang untuk membayar  kalender  merupakan cerminan betapa biaya pendidikan tidak cukup hanya uang sekolah dan buku saja.
 
Para ibu memang punya cerita tersendiri  tentang bagaimana cara membesarkan anaknya. Jika Bunda Ifet berjuang membebaskan Slank dari narkoba, Bunda Fuadi membuat anakknya mampu mendapat beasiswa di luar negeri,  maka Ibuk Tinah berjuang membawa anak-anaknya mendapat pendidikan tinggi. 

Inspiratif!

Kamis, 21 Juni 2012

AKU SEDANG JATUH CINTA!!!

YUPS!!!!!
Memang aku sedang jatuh cinta, pada buku The Story of Layla and Majnun dari Penerbit Dolphin tepatnya. Kisah The Story of Layla and Majnun memang sudah diterjemahkan dalam aneka bahasa. Di tanah air sendiri sudah ada penerbit lain yang mempopulerkan kisah ini.

 Entah mengapa....,
Buku ini menawarkan sesuatu yang berbeda.
Bahkan saya, yang selama ini hanya terpesona dengan satu penulis kisah cinta di tanah air bisa dibuat mabok kepayang. Beberapa sahabat malah mempertanyakan "kewarasan saya" yang sepertinya mulai terganggu (hiks).
The Irongirl lagi melo, ucap beberapa sahabat saya. Tak sedikit yang mengirim pesan singkat, " ar u ok?" Wah!!!!

 Maka...
Dari pada saya kedanan sendirian, malu sendiri, sepertinya lebih menyenangkan jika ada yang menemani saya kedanan buku ini.
 
Caranya???? Pertama simak kisah berikut:

Akibat beberapa hari terlalu tegang urusan pekerjaan mendadak sakit maag saya kambuh. Saat tanpa sengaja bercerita pada beliau, sebuah pesan singkat sebagai jawaban membuat saya memahami bagaimana perasaan Layla jika mendengar dendang Majnum

 " Saat engkau merasakan sakit perut, lemas rasanya diriku, TUHAN, angkatlah penyakit kekasihku ini agar ia nyaman, damai dan sejahtera, jagalah dia siang dan malam, supaya damai selalu, jika boleh wahai Tuhan, kutanggung dukanya, sebagai rasa cintaku padanya, amin. Kekasih hatiku,rasa cintaku terbawa dalam sanubarimu"

Dasyat khannnnn!!!

Tugas kalian gampang banget
1. upload kover Pengantin Surga yang rupawan ini .
2. Buat caption tentang apa yang kalian rasakan soal cinta. Harus lebih heboh dari punyaku yahhh
3. Lalu tag ke MINIMAL 15 orang. Salah satunya harus saya/ Penerbit Dolphin/ Mas Salahudien GZ/Retno Prabandari

Ada lima, ulangi LIMA buku ini gratis buat pemenang
Batas waktu Senin, 25 Juni 2012 pukul 08.00 WIB akan diumumkan pada hari yang sama pukul 15.00 WIB

Hayuh ikutan, mari kita kedanan bersama ^_^

Ragaku seakan cangkang kosong....
Saat kau tidak ada di dekatku
Cintaku tak akan jauh dari dirimu
Akan menjadi bayang-bayangmu
selalu....

Rabu, 20 Juni 2012

Lelaki yang terlalu Mencintai


Untuk: Magus Tieglav
Dari: Lena Irvana
Kampus: Akademi Sihir Holstok
Perihal: Tugas Telaah Kisah Klasik dari Bumi

Semoga Dwiwulan membagi terangnya pada jalan kita semua!

Magus Tieglav terkasih,

Dengan segala kerendahan hati, perkenankan saya terlebih dahulu memperkenalkan diri. Nama saya Lena Irvana, magusi dari Akademi Sihir Holstok.  Saat ini saya sedang mengambil kelas bahasa. Salah satu tugas dari kelas bahasa adalah menelaah kisah klasik dari Bumi. Ini merupakan tantangan besar bagi saya, karena selain bahasa leluhur saya hanya menguasai Bahasa  Hastin serta Aksara Divinia. Kebetulan kisah klasik yang juga tertera dalam Aksara Divinia adalah The Story of Layla and Majnun karya Nizami Ganjavi.

Magus Yuke pengelola perpustakaan mengusulkan agar saya meminta bimbingan Anda selaku pakar kisah klasik bumi sebelum mempresentasikannya di depan Dewan Magus Akademi Sihir Holstok. Akan merupakan kehormatan bagi magusi seperti saya jika Anda sudi meluangkan waktu Anda yang berharga untuk sekedar memberikan penilaian tugas saya ini.
Parkamen berikut  berisi telaah saya. Penilaian yang saya lakukan merupakan tanggung jawab saya secara pribadi. Mohon maaf atas ketidakmampuan saya dalam menilai karya klasik Bumi yang indah.

Salam,

Lena Irvana

------>

Judul Asli: The Story of Layla and Majnun
Penulis: Nizami Ganjavi.
Penerjemah: Ali Nur Zaman
Penyunting: Salahuddien Gz
Pemindai Aksara:Muhammad Bagus SM
Penggambar Sampul: Yudi Irawan
Penata Letak: MT Nugroho
ISBN: 978-979-17998-3-6

Wahai cintaku, kalau belum kuserahkan jiwa ini kepadamu, jiwa yang bergetar oleh hasrat seperti angin ini, lebih baik aku mati saja. Aku tidaklah seberharga tanah tempatku berbaring ini. Lihatlah, aku terbakar habis oleh api cinta, tenggelam di dalam air mata kedukaan. Bahkan matahari yang menyinari dunia hangus oleh gelegak desahku. Lilin gaib jiwaku tiada akan menyengat ngengat malam yang berkisar-kisar di sekitarmu. Matamu membuatku tersihir dan tiada bisa aku tidur barang sekejap pun.
Wahai Tuhan, biarkan aku mencintai demi cinta itu sendiri, dan jadikanlah cintaku ratusan kali lebih kuat daripada sebelumnya!
Tubuh kita terpisah, tetapi jiwaku tak pernah sedetik pun terlepas dari jiwamu.

Buku ini mengusung kisah cinta agung sepanjang masa. Banyak yang menyamakan seperti kisah Romeo and Juliet, Ali dan Nino, Samson dan Delilah atau kisah lainnya. Walau serupa, sama-sama mengusung kisah cinta namun kisah yang ditawarkan buku ini menawarkan sesuatu yang lebih menawan lagi, terutama dalam kepiawaian penulis merangkai kata.

Pengantin Surga  merupakan naskah terjemahan dengan judul aslinya  Layli o Majnun. Kisah cinta ini merupakan kisah yang disampaikan secara lisan di Arab sejak Dinasti Umayyah (661-750M). Banyak yang meyakini bahwa kisah ini merupakan kisah cinta terlarang antara Qays putra Al-Mulawwah, penguasa Bani Amir di Arabia dengan Layla binti Mahdi bin Sa'ad (lebih dikenal dengan Layla Al-Aamiriya).

Begitu cintanya Qays terhadap Layla membuatnya bertingkah laku seperti orang gila, majnun. Ia bisa hidup dengan hanya sedikit makan dan minum, berkeliaran tanpa   busana di badan namun tak merasa malu. Bahkan ia hidup dikelilingi binatang buas tanpa merasa terancam akan menjadi mangsa mereka.

Segala upaya telah dilakukan oleh Qays untuk bisa merebut jantung hatinya. Jangan kira hanya dirinya yang berusaha, ayahnya, seluruh kaumnya hingga orang yang tak dikenal secara dekat rela berperang hanya untuk memenuhi hasrat Qays, sosok Layla nan rupawan.

Sosok Qays lebih dikenal dengan panggilan Majnun, seorang  termasyhur sebagai seorang pencinta sejati hingga akhir hayat.  “Cinta adalah wangi bunga dan hembusan angin. Bahkan kini, ketika mawar telah layu, namun setetes sari mawar wanginya masih terus bertahan, memberikan hiburan kepadamu, wahai Nizami dan para pembaca!” Dewasa ini kisah mengenai Layla-Majnun telah diadaptasi dalam berbagai bentuk

Terasa sekali kisah ini ditulis bukan di era sekarang. Siapakah saya yang sok tahu menentukan trend gaya penulisan, hanya saja  saya merasa perbedaan gaya penulisan beberapa kisah percintaan dengan buku ini.  Bisa dijamin begitu selesai membaca kalimat pertama, pembaca akan merasakan perbedaan gaya penulisan yang unik.  “Rembulan yang ia rindui tak pernah muncul di atas langitnya. Melati yang ia tanam tak pernah tunasnya mengembang”

Apa yang alami oleh Qays sungguh luar biasa. Ungkapan kata-kata yang digunakan penulis untuk menceritakan berapa berdukanya Qays atas perpisahannya dengan Layla sungguh luar biasa. Mengharukan. Pembaca serasa berada di sisinya untuk ikut tertawa, menangis dan sakit.

Banyak versi yang beredar mengenai akhir kisah ini. Namun apa pun versi yang ada akhirnya pasti menggambarkan kebesaran kisah cinta mereka. Bedanya dengan kisah Romeo dan Juliet adalah nuansa saat membaca kisah ini. Saat  membaca Romeo & Juliet saya merasa betapa tragisnya kisah cinta mereka. Mengenaskan. Suasana suram begitu terasa. Sedangkan pada kisah ini memang tragis tapi justru mengharukan, aura kekuatan cinta dan kepedihan hati terasa sangat.

Di beberapa bagian kita akan diajak untuk lebih dekat dengan kata-kata yang jarang digunakan, misalnya “Kekuasaannya tiada tepermanai”  Gaya penulisan yang cenderung hiperbola  justru membuat kisah ini menjadi menarik untuk dibaca, justru jauh dari kesan norak.

Konon kisah ini merupakan kisah cinta terbesar dalam khazanah sastra Islam. Menginspirasi Shakespeare menulis Romeo dan Juliet. Menginspirasi Rumi saat menulis Masnawi dan Diwani Syamsi Tabriz. Serta menentukan perkembangan sastra Arab, Barat, India, danNusantara. Wajar melihat isinya yang menawan.

Ada juga kisah yang diceirtakan dalam kisah ini, cerita berbingkai. Umumnya dilakukan untuk memberikan gambaran atau penegasan sebuah peristiwa. Cerita yang paling saya sukai adalah cerita tentang Ayam Hutan dan Seekor Semut.

Seperti juga kisah-kisah klasik yang lain, kisah Layla and Majnun juga mengandung pesan moral. Selain bahwa sesuatu yang berlebih justru akan membawa malapetaka. Simak saja sepenggal bagian yang ada dalam kisah ini, "Manusia sering merasa sok tahu dengan kebutuhannya, sementara masa depan tersembunyi dari penglihatan mata. Ujung takdir manusia merentang ke alam niskala. Bila saat ini manusia salah mengambil kunci sehingga tetap berada di luar, siapa tahu esok hari ia menemukan kunci yang tepat sehingga ia bisa memasukinya?"  lalu simak yang berikut, ”Jika manusia tertawa pada saat yang salah, tentu ia tak akan berhasil. Ia akan menyesal dan menangis karena tertawa terlampau dini.”

Bisa ditangkap pesannya bahwa kadang kita tidak menyadari mana hal yang terbaik untuk kita. Kadang yang kita harapkan justru bukan yang terbaik bagi kita. Kita harus bisa menyikapi segala hal dengan sabar dan penuh pertimbangan.

Kisah ini juga mengajarkan agar kita tidak terlalu berlebih dalam menyikapi banyak hal. Akibat rasa cinta yang terlalu besar, Qays justru menjadi celaka. Berapa di dekatnya saja ia tak bisa apa lagi berjuang memilikinya. Mereka yang berusaha membantunya belakangan malah mempertanyakan seberapa makna cinta yang dipercayai Qays.

Urusan perasaan memang selalu jadi topik yang tiada akhir. Bahkan salah satu penerbit rela mengubah genre yang selama identik dengannya hanya karena kisah seputar urusan perasaan yang ternyata lebih menguntungkan.

Cocok untuk yang sedang menjalani rumitnya kisah cinta, sebagai penguat diri. Tepat bagi yang sedang bercinta, sebagai bumbu kisah kasih. Sangat baik untuk dibaca bagi yang galau, agar lebih tegar

Cinta, memang tiada tara....
你问 我 爱 你 有 多 深。 我 爱你有 几 分。.... very much dear

Selasa, 19 Juni 2012

Sejarah Keris + Sejarah Rempah + The Court of the Lion #1+ Fleur+ Untung Ada Yudhi

Mumpung masih bersemangat, lanjut bongkar-bongkar tumpukan PR.
Nemu beberapa, ada yang baru baru dibaca sebagian ada yang masih dalam bungkusan plastik

Tarik................................!
 
Tim Penyusun: Arief Syaifuddin Huda
ISBN: 978-602-98075-0-9
Halaman: 310
Penerbit: DFS Publisher

Keris merupakan senjata tradisonal yang sampai saat ini masih bisa kita temui dalam kehidupan sehari-hari walau terjadi pergeseran fungsi.

Dewasa ini masyarakat, terutama kaum muda hanya mengagumi keris dari sisi keindahan fisik semata. Sementara makna filosofi, simbolis dan lainnya tidak mereka pahami. Sungguh sayang, padahal keris sudah dinyatakan sebagai warisan kemanusiaan dunia oleh UNESCO.

Buku ini memberikan ulasan lengkap mengenai proses terjadinya sebuah keris, pembuat keris serta hal lain yang berhubungan dengan keris.

PENUH TAMBAHAN ILMU

 
Penulis: Jack Turner
Penerjemah: Julia Absari
Penyunting: Muhammad Yesa Aravena
Desain Sampul: Hartanto 'Kebo" Utomo
Desain Isi: Sarifudin
ISBN: 978-979-3731-37-0
Halaman: 380
Penerbit: Komunitas Bambu

Coba simak teka-teki berikut ini:

Aku hitam, diselimuti oleh keriput
Namun di dalam, sumsumku terbakar
Aku penikmat hidangan perjamuan para raja dan kemewahan di atas meja
Baik saus dan daging empuk di dapur
Namun kau tak akan temukan kualitas yang bernilai dalam diriku
Kecuali bila isi perutmu telah berderik oleh nyalang sumsumku

Tahu jawabannya?
Yang  betul.... LADA

Siapa yang mengiri limpahan rempah di tanah air membuat kita menjadi sasaran penjajahan.
Rempah memang barang mahal, konon para suami dengan profesi pelaut yang tergabung dalam ikatan takut istri pergi mengarungi lautan demi mencari sumber rempah-rempah. Tak lain agar para istri bisa memperoleh dengan harga murah. Bisa ditebak, termasuk menjajah tanah air kita.

Begitulah, kadang kita kurang bersyukur pada apa yang kita miliki hingga orang lain menyanjungnya.

Membuatku kian bersemangat dalam gerakan ACI (Aku Cinta Indonesia)

 
Penulis : Eleanor Cooney dan Daniel Altieri
Penerjemah : Fahmy Yamani
Editor  : Adi Toha
Halaman: 587
Penerbit: Serambi Ilmu Semesta

Sex bisa membuat seseorang bangkit dari keterpurukan atau malah terpuruk.
Sex dan tipu muslihat diberi bumbu intrik bakalan menjadi sebuah senjata yang maha dasyat.

Mengintip bagaimana seorang wanita bersaing dengan yang lain agar menjadi kesayangan kaisar merupakan hal yang menghebohkan. Mulai dari adu kecantikan, layanan hingga menghimpun sekutu. Bukan main perjuangan mereka!

Kisah intrik di dalam istana  memang selalu memikat, walau sudah sering diceritakan tetap saja setiap cerita menawarkan sesuatu yang berbeda. Awalnya kisah ini menjemukan tapi kian ke belakang kian menegangkan dan mempesona. harap bersabar saat membacanya.

SENSASIONAL


Penulis : Fenny Wong
Editor: Misni Parjiati
ISBN:  9786021913277
Halaman: 324
Penerbit: Divapress
Harga : Rp. 44000

Buku ini memuat banyak endors.
Termasuk saya sih he he he.
Fanny Wong menawarkan sebuah kisah yang sulit untuk ditampik. Perpaduan antara fantasy, buku, dengan bumbu romantisme dalam wujud cinta terlarang.

Bicara soal cinta, soal hati, semua logika akan mundur teratur.
Begitulah adanya. Bahkan cinta terlarang seakan menjadi sebuah hal yang wajar.

Jika berurusan dengan hati, apapun bisa dijungkirbalikan
Sesuatu yang biasa menjadi tak biasa di tangan seorang Fanny Wong.

INDAH!!!

Penulis: Yudhi Herwibowo
Desain Sampul: Wilsa Pratiwi
Pemeriksa Aksara: Winuling Krismika
Ilustrasi Isi: Bendung
Penata Aksara: Sih Gagas
ISBN: 978-979-24-3856-7
Halaman: 186
Penerbit: B-First

HUAhhhhhhhhhhh!!!
TErlaluuuuuu
Tobat...............!!!

Sungguh saya menyerah deh!
Buku ini membuat saya tertawa lepas . Belum baca sudah ketawa, mulai baca ketawa, selesai apa lagi kian serius ketawanya.

Ngak ngira seorang Yudhi Herwibowo yang selalu membuat saya terpesona dengan rangkaian kata-kata canggihnya,
ternyata juga bisa TULALIT. Kali ini  JUGA  saya terpesona dengan ke ALAY-annya, eh apa lebay yah?? Pokonya itu deh!

Buku ke 23 ini saya temukan tanpa sengaja diantara buku-buku diskon *ngakak dulu*
Kok serasa kenal sama nama penulisnya *awalnya rada ngak yakin*
Begitu dipegang, diam-diam sobek plastik, baca.... serasa mau pingsan gara-gara ketawa
*untung ngak dikira ada sesuatu ketawa sendiri di tempat umum*

Catatan:
1. Kalau ke Solo atau kirim sesuatu sertakan teh favorit teman2 KPJ
2. Jangan sampai pegang bolpen yang bersumber dari beliau jangan2 bekas melakukan aksi yang berhubungan dengan kotoran hidung
3. Jangan menawarkan buah pisang, bisa membuat beliau miris
4. Nyontek juga ada manajemennya *itu sih sudah tahu dari dulu*

Sssst Mas kisah di bab 18 kok yo rada-rada mirip aku yah *ngakak dengan miris*

Tugas buat Dion, carikan buku-buku Mas Yudhi yang lama  mungkin  masih ada di gudang kantormu 

Ngakak lagi ahhh
Hi hi hi hi
Huahhhhh
Wahhhh
Ndesoooo
Wehhhhhh

Minggu, 17 Juni 2012

Kisah dari Kerajaan Fantasia


Judul: The Lost Realm
Editor: Desy Natalia 
Penerjemah: Novia Cici Anggraeni
ISBN: 9786020024387
Halaman: 384
Harga: Rp. 64.800
Penerbit: Elex Media Komputindo




Seorang ahli astronomi resmi Istana Kerajaan Bintang, Eridanus menemukan Ombroso di ambang pintu rumahnya. Elf hutan kecil itu tidak menjawab pertanyaan demi pertanyaan yang dilontarkan oleh Eridanus, kecuali bahwa namanya adalah   Audace. 

Audance atau lebih dikenal dengan nama Ombroso memang berbeda dengan yang lainnya. Ia dipanggil Ombroso bukan saja karena sifatnya yang pemalu namun juga karena warna mata dan rambutnya yang hijau tua. Audace hanyalah bocah berusia empat tahun ketika mencapai kerajaan Elf Berbintang.Selanjutnya Elf hutan ini besar bersama dengan anak-anak Eridanus, Regulus dan Spica.

Kisahnya sangat jelas mengenai pertempuran antara kebaikan melawan kegelapan. Bagaimana tokoh utama kita dibantu dua sahabatnya  menjalankan takdirnya justru  adalah bagian yang menawan. Bagaimana seorang anak yang selama ini terlihat berbeda harus berjuang menemukan jati dirinya serta menjalani takdir sebagai penyelamat. Bukan hal yang mudah untuk anak seusia itu.

Bagian pertama berjudul observasi, kurang lebih merupakan mengenai para tokoh dan latar belakang kisah. Bagian dua , dibalik pintu gerbang jelas berisi kisah petualangan menawan mengenai apa yang terjadi setelah Buku ini juga memberikan bonus 32 halaman komik berwarna, diberi judul “Setelah Badai Berlalu, Pertarungan Terakhir” Bagian ketiga dengan judul air mata. Sedangkan bagian keempat yang merupakan bagian terakhir dengan judul dedaunan biru

Berbagai hal yang “tidak biasa” bisa ditemui dalam buku ini. Misalnya saja soal Hutan biru Pohon-pohon berwarna biru serta hantu biru.  Hantu biru adalah pelindung hutan itu. Mereka mampu menghasilkan gas pembuat kantuk yang sangat kuat. Namanya saja Kerajaan Fantasia, segala hal yang tidak biasa bisa saja ditemui. Contohnya kelelawar merah yang merupakan pembuka jalan bagi pasukan penyihir


Secara keseluruhan ide ceritanya menawan, apa lagi kisah ini ditulis oleh Geronimo Stilton seorang penulis kisah anak-anak yang menawan. Mungkin kondisi saya yang sedang jenuh membuat saya kurang bisa menikmati kisah yang ada. Untuk saya pribadi, ada beberapa bagian yang harus dibaca ulang agar lebih memahami kisahnya. Terjemahannya di beberapa bagian juga membuat saya bingung.
 
Selain adanya  peta mengenai Kerajaan Bintang di halaman awal, ada juga peta mengenai Kerajaan Hutan di halaman akhir buku. Peta-peta tersebut memudahkan pembaca mengikuti  perjalanan para tokoh. Demikian juga uraian mengenai para tokoh di awal kisah. Menariknya, jika biasanya hanya ada "Pengantar" di buku pertama, maka di buku ini juga ada "Penutup"  Bagian menebak pesan tersembunyi terlalu mudah buat saya, tapi wajar juga mengingat sasaran pembaca semula adalah usia remaja. Ilustrasi yang menawan juga membuat kita kian dimanjakan saat membaca buku ini. 

Info lebih lengkap bisa diintip di website http://www.geronimostilton.com/

Sebagai penutup, juga supaya saya ada alasan untuk menyudahi kebingungan membuat review dari buku yang ciamik ini tanpa membocorkan kisahnya (jadi curhat)  mari kita simak sama-sama

"Jadi begitulah, di puncak masa kegelapan
saat para penyihir telah menaklukkan kerajaan damai
yang tak terhitung jumlahnya
dua bintang mulai bersinar di langit
yang tertutup ancaman gelap kejahatan.
Dua bintang, bersinar dan tak terpisahkan,
tanpa rasa takut dan tak terkalahkan,
karena yang satu mengikuti yang lain
karena yang satu mendukung yang lain.
Cahaya keduanya menembus kabut hitam
yang menyelubungi kerajaan-kerajaan yang hilang

dan menyalakan cahaya bagi yang lain
menggetarkan hati dan pikiran mereka yang merasa tersesat.
Ratu hitam tidak merasa khawatir dengan kedua bintang
kecil itu di langitnya yang sekelam malam. Tak takut.
Kesombongan adalah kesalahan terbesarnya.
Keberanian dan harapan kedua bintang itu,
adalah kekayaan terbesar dunia kita."

Ahli Sihir Fabulus, Kisah Kerajaan Fantasia

Suddenly Supernatural #4: Hantu Dalam Bus

Penulis: Elizabeth Cody Kimmel
Penerjemah: Barokah Ruziarti
Penyunting: Ida Wajdi
Penyelaras Aksara: Jia Effendie
ISBN: 978-979-024-496-2
Halaman: 195
Penerbit: Atria
Harga: Rp 30.000,-

Kita mendapatkan informasi dari orang mati dengan berbagai cara. Ibuku dan aku adalah apa yang kalian sebut cenayang-kami melihat hantu. Kami berinteraksi dengan mereka dan berbicara kepada mereka dan sebagainya, tapi hubungan utama biasanya diawali dengan penglihatan. Tapi beberapa medium melakukannya dengan cara berbeda- dan medium  yang mendengarkan suara-suara disebut  clairaudient. Seharusnya aku bukan salah satu dari mereka.

Sejak ulang tahun ketiga belas Kat sudah mulai terbiasa melihat sesuatu yang berjalan menembus dinding , sosok yang tak bisa dilihat orang lain bahkan tatapan aneh seseorang saat melihatnya seolah-olah sedang berbicara sendiri, padahal ia sedang berkomunikasi dengan arwah . Tapi sebuah perjalanan singkat untuk sesaat  sempat mengubah rasa percaya dirinya.

Darmawisata kelas 8 Pelajaran Bahasa Prancis ke Montreal, Kanada yang diikuti Kat memberikan pengalaman berbeda baginya. Tak hanya karena Jac sahabatnya ikut serta namun juga karena ibunya serta ibu Kat ikut sebagai pengawas, padahal keduanya bak langit dan bumi.  Terpenting  seseorang bocah lelaki yang menawan juga ikut dalam perjalanan itu.

Seperti biasa, keberadaan Kat  menarik perhatian arwah, tidak hanya satu bahkan hingga tiga. Dalam bis saat menghitung jumlah murid, Kat menemukan ada seseorang yang bukan manusia duduk diantara teman-temannya.Mau bagaimana lagi, ia seakan magnet bagi para arwah.

Celakanya beberapa Kat terlihat bersikap konyol di hadapan cowok idamannya. Seakan  belum cukup, mendadak Kat mendengarkan suara-suara  yang tak jelas wujudnya.  Rasanya sungguh tidak nyaman  berpura-pura tidak mendengarkan suara-suara  padahal ia mendengarkan banyak hal. Suara-suara yang ia dengar berasal dari banyak sumber, dari arwah lain hingga hewan.

Selain berurusan dengan para arwah, dalam dunia nyata Kat harus berhadapan dengan para cewek satelit. Sepertinya di setiap sekolah dan kelas  ada segerombolan siswa yang  lebih menonjol dibandingkan dengan yang lainnya, dan mereka cenderung meremehkan siapa pun yang bukan bagian dari mereka. Dalam situasi ini Kat dan beberapa anak lainnya.

Kisah dalam buku ini jelas sekali diperuntukan bagi remaja. Dari cara penulisan yang singkat dan padat serta dari konflik yang diangkat. Sederhana sekali. Walau begitu tetap saja pesan moral yang disampaikan juga ada. 

Contohnya dalam kisah ini ada sebuah adegan dimana Kat terpegok sedang berada berdua di dalam bus  sementara sang supir eh Operator Motor Coach tidur dengan pulasnya di kursi depan.

Mereka dianggap melanggar peraturan karena berada HANYA berdua dalam bus tertutup rapat sementara seharusnya mengikuti tour. Secara teknis memang tidak berdua karena ada Tim sang Operator Motor Coach yang kembali tertidur pulas sesaat setelah membuka pintu bagi mereka berdua. Pesannya singkat, kalian harus mematuhi peraturan yang berlaku jika tidak ingin mendapat kesulitan.

Atau saat Kat gagal membuat arwah 'menyeberang" Hidup memang pilihan bahkan di alam sana pun para arwah bisa memilih apakah akan segera menyebrang atau menuntaskan urusannya dulu. Kat sudah menawarkan bantuannya bagi salah satu arwah. Tapi ia ditolak karena arawah itu masih memiliki sebuah urusan yang sangat penting baginya. Pelajaran yang diberikan adalah kita tidak bisa mendapatkan semua yang kita mau. Kadang membiarkan  sesuatu berjalan tidak pada tempatnya justru akan membantu pihak lain, untuk sementara waktu tapinya.

Adegan Kat nyaris celaka saat bertemu salah satu arwah yang jahat sungguh mendebarkan.Selain arwah “baik” mereka juga bertemu dengan arwah yang nyaris membuat mereka celaka, untung ada ibu Kat.

Dibandingkan dengan buku yang lain, apa lagi buku pertama terasa sekali perkembangan karakter tokoh utama dalam kisah ini. Juga perkembangan karakter tokoh lainnya. Buku ini berkembang seiring usia pembacanya.

Untungnya kisah ini berakhir dengan manis. Terutama soal cowok idaman Kat. Jac boleh menyombongkan diri sukses menjadi comblang sahabatnya. Senang rasanya berbagi rahasia terbesar dalam kehidupan dengan seseorang yang kita cintai.